RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 3. Nomor 2. Desember 2022. Hal. E-ISSN: 2775-2267 Email: ristansi@asia. https://jurnal. id/index. php/ristansi Pengaruh Financial Pressure. Stability dan Target terhadap Financial Statement Fraud Indra Lukmana Putra Politeknik Negeri Malang Indra. lukmana@polinema. DOI: 10. 32815/ristansi. Informasi Artikel Tanggal Masuk Tanggal Revisi Tanggal diterima Keywords: Financial. Agency Theory. Financial Pressure. Stability Financial target. Financial Statement Fraud Kata Kunci: Financial. Teori Keagenan. Financial Stability. Financial Target. Financial Statement Fraud September. Desember. Desember. Abstract: This study focusing determine the effect of financial pressure, stability, and financial targets on financial statement fraud with agency theory. The population selected in this research were infrastructure, utilities and transportation companies on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2018-2020 period so that after purposive sampling, 138 observers from 46 business entities were Purposive sampling was adopted as the sampling technique and a quantitative research approach was used as the main research method. Secondary data obtained from the Indonesia Stock Exchange (IDX) is used as the main source of information. Testing the research hypothesis places Multiple Linear Regression Analysis as a testing tool with the results showing that financial stability as an independent variable has an important impact on financial statement fraud, which indicates that pressure on the industry might increase fraudulent behavior while the other two variables are stability and financial targets does not affect acts of fraud in the preparation of financial Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh financial pressure, stability, dan financial target terhadap financial statement fraud yang berkaitan dengan teori Populasi yang dipilih dalam riset ini adalah perusahaan infrastruktur, utilitas, dan transportasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018-2020 sehingga mendapat 78 perusahaan setelah dilakukan purposive sampling diperoleh 138 observer dari 46 entitas usaha. Purposive sampling diadopsi sebagai teknik pengambilan sampel dan pendekatan penelitian kuantitatif digunakan sebagai metode utama riset. Data sekunder yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (BEI) digunakan sebagai sumber informasi utama. Pengujian hipotesis riset ini menempatkan Analisis Regresi Linear Berganda sebagai alat pengujian dengan Hasil penelitian menunjukkan bahwa stabilitas keuangan sebagai variabel independen memiliki RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 3. Nomor 2. Desember 2022. Hal. dampak penting pada kecurangan laporan keuangan, yang menandakan bahwa tekanan pada industri mungkin meningkatkan perilaku kecurangan sedangkan dua variabel lain yaitu berupa kestabilan dan target keuangan tidak berpengaruh terhadap tindak kecurangan pada penyusunan laporan keuangan. PENDAHULUAN Teori keagenan merupakan korelasi agensi dimana terdapat satu pihak . yang menyewa pihak lain . untuk melaksanakan suatu tindakan jasa dan mengkuasakan wewenang dalam menyusun kebijakan untuk pihak penyewa tersebut (Anthony dan Govindarajan, 2. Teori keagenan . gency theor. dideskripsikan selaku korelasi yang berdasarkan kontrak kerja yang dibangun oleh pemegang saham sebagai principal dan pihak manajemen sebagai agent (Romadona. Pihak manajemen selaku operasional industri bertujuan mencerna sumber energi industri secara efisien serta efektif. Disisi lain pula membagikan informasi kepada para pemegang saham serta investor tentang kondisi sebuah entitas usaha yang disajikan lewat financial statement atau pelaporan keuangan. Laporan keuangan . inancial statemen. disusun untuk memberikan gambaran terkait kondisi laba keuangan, hasil kerja, dan sirkulasi kas industri kepada pihak manajemen sebagai dasar pertimbangan dalam mengambil langkah manajerial, investasi, dan kebijakan ekonomi, serta merupakan suatu bentuk pertanggungjawaban dari pihak manajemen terkait pemakaian sumber energi yang telah dipercayakan (Jalinan Akuntan Indonesia, 2. Pada tahun 2018, tersebar kabar terkait pelaporan keuangan PT Garuda Indonesia Tbk. yang ditengarai bermasalah. PT Garuda Indonesia melaporkan nominal laba bersih . et profi. senilai Rp11,33 miliyar atau mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun 2017 yang mengalami kerugian mencapai tiga triliun rupiah. Hasil pemeriksaan dan audit laporan keuangan tersebut oleh auditor menunjukkan adanya indikasi ketidaksesuaian dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). PT Garuda Indonesia menjalin kontrak kerja sama dengan PT Mahata Aero Teknologi yang memiliki utang kepada PT Garuda Indonesia yang selanjutnya akan dilunasi dengan kebijakan kerja sebagai bentuk kompensasi. Utang yang dimiliki oleh PT Mahata berkaitan dengan jasa instalasi jaringan wifi yang belum ditunaikan. Pihak PT Garuda Indonesia tidak RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 3. Nomor 2. Desember 2022. Hal. melakukan pencatatan transaksi sebagai bentuk penunaian kewajiban, sebaliknya mencatat transaksi tersebut sebagai pemasukan yang menambah besaran laba (Hartomo, 2. Dalam kasus PT Garuda Indonesia telah mengklaim salah dalam menyajikan laporan keuangan atas pendapatan yang telah dicapai oleh PT Mahata Aero Teknologi dalam pencatatan akuntansi masuk dalam akun piutang namun telah diklai sebagai akun pendapatan perusahaan pada tahun 2018. Kasus yang terjadi pada perusahaanperusahaan tersebut berada pada tiga sektor yang berbeda yaitu, sektor perusahaan manufaktur properti perumahan, dan sektor infrastruktur, utilitas & transportasi. Dari kasus tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pemilihan objek penelitan mengambilsalah satu sektor yaitu sektor infrastruktur, utilitas & transportasi. Berdasarkan penjelasan. diatas, dalam melakukan fraudulent financial reporting didasari oleh beberapa faktor seperti adanya tekanan untuk memanipulasi karena keinginan dari dalam diri yang disebabkan kebutuhan serta menjadi sebuah upaya untuk mempertahankan perusahaan ditengah keadaan yang memburuk, selain itu juga adanya kesempatan untuk melakukan fraud seperti mencari investor dalam hal permodalan serta faktor rasionalisasi terkait penggunaan sistem akrual dalam akuntansi yang dapat mengakui pendapatan diawal, serta kerjasama yang dilakukan untuk mempermudah melakukan kecurangan dalam upaya mempertahankan stabilitas keuangan dalam sebuah entitas usaha merupakan Urgensi yang sangat mendasar dilakukan penelitan juga tanggung jawab peneliti sebagai akademisi agar terhindar dalam kasus diatas tidak terulang kembali serta pembelajaran bagi praktisi sebagai tindakan representatif Teori keagenan dilandasi oleh anggapan bahwa informasi merupakan benda komoditi yang transaksional yaitu menerima kepuasaan berupa kompensasi keuangan dan syaratAesyarat yang berlaku dalam hubungan tersebut (Wulandari, 2. Teori keagenan mengasumsikan terdapat konflik kepentingan . onflict of interes. antara manajemen selaku pengelola dengan pemegang saham. Manajemen berperan untuk memperoleh imbalan, bonus, ataupun insentif dalam capaian kinerja yang efisien serta efektif, sebaliknya pemegang saham mengharapkan imbalan yang merupakan hasil pengorbanan dari proses investasi. Hal ini yang melatarbelakangi pihak manajemen perlu dibebani sasaran keuangan yang diperuntukan untuk memenuhi harapan besar RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 3. Nomor 2. Desember 2022. Hal. pemegang saham. Sasaran keuangan yang dimaksud dapat berbentuk pencapaian laba yang wajib dicapai oleh pihak manajemen (Tessa dan Harto, 2. Pihak manajemen mempunyai informasi sekaligus mengenali secara mendalam suatu keadaan baik secara operasional, area kerja, dan industri secara totalitas. Permasalahan yang sering timbul merupakan bentuk ketidakseimbangan atau biasa dikenal dengan asimetri informasi. Penerbitan laporan keuangan merupakan bentuk solusi yang diharapkan dapat meminimalkan permasalahan tersebut (Romadona, 2. Dalam keadaan tersebut, timbul sebuah tekanan situasional akibat adanya sasaran keuangan yang wajib dipenuhi oleh pihak manajerial. Tekanan situasional ini mendorong munculnya kesempatan kecurangan yang dipicu oleh lemahnya pengawasan pihak internal organisasi, didukung rendahnya kontrol, dan penyalahgunaan Adanya wewenang yang diperoleh dari suatu posisi strategis memberi kesempatan lebih luas untuk melakukan tindakan penyelewengan. Rasionalisasi ataupun pembenaran untuk para pelaku kecurangan untuk menyembunyikan tindakannya yang tidak jujur. Rasionalisasi merupakan faktor yang berkaitan erat dengan pergantian direksi pada suatu industri (Laksana, 2. Bertujuan untuk menampilkan indeks capaian kerja yang sesuai dengan harapan owner, pihak manajemen terdorong untuk ikut serta lebih jauh dalam manipulasi laporan keuangan. Serangkaian tekanan dan pengaruh yang diterima oleh manajemen, umumnya berakibat pada munculnya kecenderungan untuk menginisiasi suatu tindak kecurangan (Setiawati dan Baningrum, 2. Tuntutan yang ditujukan kepada pihak manajerial untuk mencapai nilai profit atau mengurangi kerugian akan mendesak para pengurus sebuah entitas usaha melakukan kecurangan dalam proses penyusunan laporan keuangan. Adanya tekanan memiliki dampak dalam penetapan financial pressure, stability, dan financial target yang dapat mendorong terbentuknya perilaku kecurangan pada para pelaporan keuangan. Financial pressure diperoleh pihak manajerial sebagai akibat dari kewajiban untuk memperoleh bonus utang dalam bentuk pembiayaan serta nilai ekuitas. Aprilia . mendeskripsikan situasi adanya tekanan dari pihak eksternal berakibat menimbulkan manajemen mencari sebuah solusi ekonomi yaitu melalui pinjaman dari pihak lain, sehingga industri mampu bersaing dan mendukung dalam persaingan yang RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 3. Nomor 2. Desember 2022. Hal. Financial stability adalah faktor yang merupakan tuntutan untuk manajemen melindungi kestabilan keuangan dalam sebuah entitas. Beban mengkondisikan financial stability dapat menjadi dorongan melaksanakan kecurangan oleh pihak manajemen. Keadaan financial stability akan mengalami ancaman sehingga harus tetap dalam kondisi baik secara operasional dan manajerial. Financial target merupakan sasaran dari suatu pencapaian dalam satu periode yang sudah ditetapkan oleh owner kepada pihak manajemen agar dapat mencapai kondisi keuangan tertentu. Pamungkas dalam risetnya . mengemukakan bahwa sasaran nilai keuangan mempengaruhi secara positif dan berbanding lurus dengan signifikansi pada ketidakjujuran pelaporan keuangan, sebaliknya hasil riset yang dilakukan oleh Sari . menyimpulkan bahwa sasaran nilai keuangan tidak berpengaruh signifikan pada kecurangan pelaporan keuangan. Setelah melakukan penelitian empiris yang bersumber pada beberapa penelitian terdahulu serta kajian latar belakang, dapat dikatakan bahwa tuntutan serta tekanan kepada pihak manajerial yang tercermin pada capaian keuangan dapat memunculkan kecurangan pada pelaporan keuangan dengan tujuan untuk memperlihatkan performa industri tetap baik. Sistem pengendalian manajemen serta pengawasan yang tegas mendorong terciptanya pengambilan kebijakan yang baik pada industri serta bebas dari Penelitian ini menitikberatkan pada pada pengujian dampak financial pressure, stability dan financial target yang berpotensi mendorong munculnya kecurangan pelaporan keuangan . inancial statement frau. Sumber data diperoleh dari industri infrastruktur, utilitas dan transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2020. METODE PENELITIAN Riset ini mengunakan riset kuantitatif selaku pendekatan riset eksplanasi . xplanatory researc. Riset eksplanasi dapat digunakan untuk mengembangkan serta menyempurnakan teori lebih mendalam kebalikannya melemahkan memperbarui teori (Mulyadi, 2. Menguji korelasi antar variabel terhadap Sample dari Populasi yang telah digunakan dalam riset ini merupakan suatu Entitas usaha berjenis Infrastruktur. Utilitas serta Transportasi yang Listing di Bursa Efek di Indonesia tahun 2018 hingga 2020 dengan jumlah sebanyak 78 Perusahaan . Penggunaan Teknik RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 3. Nomor 2. Desember 2022. Hal. Purposive terhadap sampel adalah sebuah pengilustrasian dengan pertimbangan tertentu (Tiffani, 2. Pemilihan ilustrasi dicoba dengan memfilter data yang memiliki kesesuain serta mempunyai keterkaitan dengan riset. Ada pula kriteria selaku berikut: Tabel 1 Proses Seleksi Sampel Penelitian Variabel dependen dalam riset ini merupakan Kecurangan Pelaporan keuangan dengan perhitungan Model perhitungan sebuah Fraud atau yang biasa disebut F-score, dimana model tersebut telah dipopulerkan oleh (Dechow et al. , 2. dan seperti riset yang dilaksanakan oleh (Siddiq et al. , 2. Model Perhitungan F-score merupakan enumerasi dari variabel yang berjumlah dua yaitu kualitas dari nilai akrual dengan performa keuangan sebuah entitas dapat di formulasikan sebagai berikut F-Score = Accrual Qualities Financial Performa Keterangan: WC . orking off capita. = . urrent off assets Ae current off liabilit. NCO . on current operating accrua. = . otal assets Ae current assets Ae invest advance ) Ae . otal liabilities Ae current off liability Ae long term deb. FIN . inancial accrua. = total investment Ae total off liability RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 3. Nomor 2. Desember 2022. Hal. ATS . verage total asset. = Merupakan Kinerja dari keuangan . inancial performanc. yang telah tercermin dari nilai sebuah perubahan piutang. Angka jumlah persediaan, fluktuasi penjualan secara Cash dan Fluktuasi pada earnings before interests and tax (EBIT) dengan perhitungan sebagai berikut: The Financial Perform = change on receivables change in inventory changing cash sales changing in earn Financial target merupakan Nominal laba yang diberikan kepada jajaran manajemen merupakan tolak ukur sebuah kinerja Entitas usaha yang sesuai harapan. Proksi dari financial target riset ini diukur melalui ROA atau Return on Asset dengan Formula untuk menghitung sebuah nilai Return on Asset berikut ini : Tekanan eksternal dapat diperoleh dalam jajaran manajerial merupakan imbas dari kepentingan untuk memperoleh sebuah masukan hutang atau peningkatan ekuitas supaya mampu bersaing secara kompetitif, hal tersebut juga pengeluaran tambahan biaya untuk melakukan pengembangan dan proses pembangunan atau permodalan. Penekanan Keuangan pada Variabel bebas dari riset ini menggunakan penilaian tingkat leverage dengan formula: Jika keadaan keuangan pada posisi stabil akan lebih memotivasi para investor untuk melakukan kegiatan investasi baik jangka panjang maupun pendek. Tingkat pertumbuhan sebuah aset yang dimiliki dapat mencerminkan posisi kestabilan kondisi keuangan, sehingga dapat digunakan untuk menilai sebuah financial stability yaitu ACHANGE, dengan formula: RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 3. Nomor 2. Desember 2022. Hal. Tabel2 Ringkasan Indikator dan Pengukuran Variabel HASIL PENELITIAN Hasil dari Analisis statistik dan deskriptif bertujuan untuk memberikan kondisi atau mendeskripsikan informasi sampel dari penelitian yaitu sebagai berikut : Tabel 3 Statistik Deskriptif Penjelasan dari Tabel statistika yang diperuntukan variabel terikat berupa Financial Statement Fraud dihitung dengan F-Score memiliki hasil rataan senilai 0,06 telah menggambarkan bahwa Sebuah Entitas usaha yang bergerak di segmen Infrastruktur. Utilitas dan alat transportasi periode 2018 hingga 2020 memiliki tingkat yaitu Financial Statement Fraud keuangan senilai 6%. dengan pencapain standar deviasi dari sebuah variabel kecurangan pelaporan keuangan senilai 0,235. Tingakatan standar dari deviasi ini lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat Average mengindikasikan informasi telah menyebar secara heterogen. Financial pressure merupakan Variable Independent dengan Financial stability dan target. Untuk Financial pressure diukur dengan leverage (LEV) yang merupakan kemampuan sebuah Entitas usaha dalam membayar liabilitasnya melalui total aset. RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 3. Nomor 2. Desember 2022. Hal. Capaian statistik deskriptif menunjukkan pencapaian nilai rata-rata variabel Financial pressure di nilai 0. Kondisi ini membuat sebuah Entitas usaha mendapatkan tekanan yang cukup tinggi dalam usahanya kegiatan pembiayaan diakibatkan total aset yang dimiliki belum mampu melunasi seluruh hutangnya. Informasi memiliki nilai simpangan yang kecil, sehingga variasi nilai informasi yang diperoleh semakin homogen ( bahkan hampir sam. antara informasi satu dengan informasi yang lainnya. Financial stability yang diukur menggunakan perubahan dari Seluruh Jumlah Aset (ACHANGE). Capaian statistik berupa mean di besaran 0,02353 yang mengindikasikan bahwa sebuah capaian Entitas usaha dalam kegiatan mengelola aset yang dimiliki. Kondisi menurunnya total jumlah aset yang dimiliki sebuah Entitas usaha dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Standar deviasi dari variabel bebas yaitu financial stability mempunyai angka senilai 0,3136 dan lebih tinggi dibanding rata-rata sebuah Entitas usaha sampel, sehingga informasi yang didapat mengenai financial stability telah menyebar secara heterogen . Capaian statistik deskriptif untuk financial target diukur dengan Formula Return on Assets menunjukkan mean . ata-rat. 0,0041 yang menggambarkan rata-rata tingkat kemampuan sebuah Entitas usaha dalam mencetak profit untuk sebuah entitas usaha. Standar deviasi dari financial target bernilai 0,1734 dan lebih tinggi dari nilai Average , informasi Variable Independent yaitu financial target menyebar secara heterogen . Adapun capaian Uji pengaruh dari ketiga variabel bebas satu persatu pada terikat secara parsial menggunakan alat ukur yaitu uji wald telah membandingkan nilai wald dengan chi-square table menggunakan tingkat signifikan sebesar 5% ( = 0. Capaian sebuah pengujian telah digambarkan pada tabel hasil berikut ini : Tabel 4 Uji Regresi RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 3. Nomor 2. Desember 2022. Hal. Dari hasil tabel capaian analisis regresi logistik diatas, uji hipotesis dapat ditarik kesimpuln yaitu : Nilai wald dari Financial pressure senilai 6,771, sedangkan capaian pada chisquare Tabel menunjukkan . = 0,05 dan df=1 senilai 3,. maka wald 6,771 > chi-square tabel 3,841 dan nilai signifikansi 0,009 < 0,05. Ditarik kesimpulan bahwa Variabel Independen yaitu Financial pressure memberikan signifikan terhadap financial statement fraud. Nilai wald dari financial stability yaitu senilai 2,023, sedangkan capaian chisquare Tabel menunjukkan bahwa . = 0,05 dan df=1 senilai 3,. maka nilai wald 2,023 0,05. Dapat disimpulkan bahwa Variabel bebas yaitu financial stability tidak berpengaruh signifikan pada financial statement fraud. Nilai wald Variabel financial target senilai 2,672, sedangkan capaian angaka chisquare tabel menunjukkan . = 0,05 dan df=1 senilai 3,. maka wald 2,034 0,05. Dapat ditarik berupa kesimpulan ketiga yaitu financial target dinyatakan tidak berpengaruh secara signifikan pada variabel independen yaitu financial statement fraud. PEMBAHASAN Variabel Independen Financial pressure dapat diukur menggunakan rasio leverage (LEV) memiliki signifikan pada financial statement fraud. Dalam hal ini Financial pressure berkaitan erat terhadap Sebuah Teori Keagenan berbunyi agen seyogyanya dituntut memenuhi pembiayaan ekuitas melalui tambahan utang atau agar tetap bersaing secara kompetitif, termasuk kegiatan pembiayan untuk riset serta pengeluaran ketika melakukan pembangunan maupun penguatan modal. Pengukuran kinerja juga merupakan sebuah unsur vital dalam melihat performa entitas usaha untuk menghasilkan laba. Level pengembalian atas laba yang dilihat dari Return on Equity perusahaan menelaah besaran pengembalian atas ekuitas pemegang saham dan melihat kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba yang menjadi hak bagi pemegang Sehingga untuk menjaga perusahaan agar terlihat tetap stabil, manajemen akan melakukan kecurangan laporan keuangan. RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 3. Nomor 2. Desember 2022. Hal. Sebuah Entitas usaha dapat memperoleh tambahan berupa dana dengan pertimbangaan Nilai Tingkat Leverage, dikatakan bahwa semakin tinggi rasio leverage maka kemampuanya untuk mengembalikan Hutang semakin tinggi sesuai dengan tingkat Leverage entitas usaha tersebut namun begitupun sebaliknya. Sehingga sebuah Entitas usaha memiliki kemungkinan bertindak Financial Statement Fraud mengaharapkan tujuan untuk menurunkan atau membuat tingkat leverage nampak minim dengan harapan bahwa investor . elakukan akan penambahan Moda. dan pihak kreditor . berpeluang untuk menghindari resiko tinggi dalam kegiatan Berdasarkan hasil studi empiris bahwa riset menunjukkan nilai koefisien senilai 2,142 dan nilai Exp(B) senilai 8,513. Hal tersebut menunjukkan untuk peluang untuk melakukan sebuah kecurangan pelaporan keuangan akan semakin tinggi jika nilai dari Financial pressure yang diukur menggunakan rasio leverage yang tinggi juga. Variabel independen financial stability yang telah dikalkulasi menggunakan perubahan total aset yang dimiliki satu tahun (ACHANGE) dinyatakan tidak memiliki signifikansi keterkaitan pada Varibel terikat yaitu financial statement fraud pada hasil uji hipotesis setelah dilakukan proses riset. Teori agensi berbunyi bahwa Agen harus tetap menjaga kondisi keuangan sebuah Entitas usaha yang stabil. Kestabilan sebuah Entitas usaha yang dapat ditentukan dari nilai tingkat pertumbuhan total aset. Nilai Rasio sebuah pertumbuhan total aset yang positif berarti Aset telah mengalami peningkatan dari periode sebelumnya, namun begitupun sebaliknya. Tingginya total aset yang dimiliki sebuah Entitas usaha begitupun akan mengundang perhatian para investor tertarik menambah maupun memperpanjang kegiatan investasi dalam sebuah Entitas usaha. Berdasarkan Tabel yang telah dianalisa, menyebutkan nilai mean . ata-rat. sebuah Entitas usaha yang dijadikan sampel riset menunjukan angka senilai 0,0235 merupakan sebuah nilai minimum atau dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa tingkat pertumbuhan aset belum maksimal ataupun terbilang masih minim. Financial target telah dihitung dengan sebuah formula Return on Asset bahwa tidak terdapat yang signifikan hubungan dengan Variabel terikat yaitu financial statement fraud. RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 3. Nomor 2. Desember 2022. Hal. Teori agensi beranggapan bahwa dalam Conflict of Interest telah terjadi sebuah perbedaan antara dua pihak yaitu pihak manajerial dengan pemilik maupun investor pemilik telah berharap sebuah Entitas usaha yang dikelola oleh agen dapat menciptakan nilai profit tinggi maupunyang dikehendaki sedangkan disisi lain pihak Manajerial malah menitik beratkan pada kepentingan karyawan yaitu untuk mendapatkan Gratifiksasi maupun Bonus atau kenaikan upah serta capaian kinerja selama satu periode . Sehingga agen akan melakukan apapun dan metode cara agar nilai profit sebuah Entitas usaha tinggi dengan berusaha optimal dari Aktiva yang dimiliki dengan tingkat hasil laba yang tinggi akan menunjang performa serta seberapa efektif dan efisien kinerja Masingmasing Manajerial. Informasi empiris dari riset menunjukkan bahwa nilai koefisien senilai -6,419 serta nilai Exp(B) senilai 0,002. Koefisien yang bernilai sisi negatif menunjukkan bahwa peningkatan nilai financial target akan menurunkan kemungkinan terjadinya atau berbanding terbalik antara financial target terhadap kecurangan pelaporan keuangan. Berdasarkan capaian analisis bahwa rata-rata sebuah Entitas usaha sampel hanya mampu mencapai nilai ROA senilai 0,0041 yang artinya capaian tingkat profit atas pengembalian asset entitas perusahaan masih tahap minimum. KESIMPULAN Tujuan melakukan Riset ini adalah secara empiris mengetahui Financial Pressure. Stability dan Target terhadap Variabel terikat Financial statement fraud pada sebuah Entitas usaha dalam sektor Infrastruktur. Utilitas dan Transportasi yang telah listing di Bursa Efek di Indonesia (BEI) periode 2018 hingga 2020. Setelah melakukan Riset maka dapat dinyatakan dalam beberapa buah kesimpulan yaitu: Variabel Financial pressure telah memiliki pengaruh secara signifikan pada financial statement fraud, sehingga makin tinggi nilai Financial pressure akan menambah peluang untuk melakukan tindak kecurangan dalam pelaporan keuangan agar mencapai sebuah tujuan yaitu menarik para investor. Variabel kedua yaitu financial stability tidak memiliki signifikansi pengaruh pada financial statement fraud, dikarenakan nilai beberapa sample rata-rata menunjukkan tingkat kestabilan kondisi sebuah keuangan Entitas usaha masih di tingkat rendah. Variabel financial target juga tidak mempunyai signifikansi terhadap Varibel terikat yaitu financial statement fraud, karena nilai rata-rata industri menunjukkan bahwa RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 3. Nomor 2. Desember 2022. Hal. sektor industri dalam riset ini memiliki kesulitan untuk memenuhi target keuangan yang ditetapkan oleh Investor maupun Pemilik saham sebuah entitas usaha. REFERENSI