Analisis Kelayakan Finansial Usaha Peternakan Domba Kelompok Usaha Bersama (KUB) AuAbita FarmAy Kabupaten Magelang (Financial Feasibility Analysis of Sheep Farming Business of Joint Business Group (KUB) "Abita Farm" Magelang Regenc. Muzizat Akbarrizki. Suci Andanawari. Rosa Zulfikhar. Muh Nur Khamid. Annisa Putri Cahyani. * . Program studi Penyuluhan peternakan dan Kesejahteraan Hewan Program studi Teknologi Produksi Ternak Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang Jl. Magelang Kopeng. KM. Tegalrejo. Magelang. Jawa Tengah Korespondensi: annisaputrica@gmail. ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan pada Juni 2022 di Peternakan penggemukan domba AuAbita FarmAy yang beralamat di Kecamatan Pakis. Kabupaten Magelang. Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pendapatan serta tingkat kelayakan finansial usaha penggemukan domba pada peternakan Abita Farm. Sampel pada penelitian ini adalah ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) peternakan penggemukan domba AuAbita FarmAy yang berlokasi Kecamatan Pakis. Kabupaten Magelang. Jawa Tengah. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Purposive Sampling. Metode analisi data yang digunakan adalah analisis kelayakan finansial dengan melakukan perhitungan Pendapatan. Payback Period. Net Present Value (NPV), dan Net Benefit Cost Ratio (Net B/C Rati. , dan Return Cost Ratio (R/C Rati. Hasil analisis kelayakan finansial dengan menggunakan DF 11% menunjukkan tingkat pendapatan sebesar Rp. 657,- per tahun. Payback Period salama 2 periode . ahun ke . NPV dengan nilai Rp. 434,64,- yang menunjukkan NPV Ou 0 dimana usaha tersebut layak untuk diusahakan, niali Net B/C Ratio adalah 3,62 yang nenunjukkan Net B/C Ratio Ou 1 dimana usaha tersebut layak untuk diusahakan, dan nilai R/C Ratio adalah 1,14 yang nenunjukkan R/C Ratio > 1 dimana usaha tersebut layak untuk diusahakan. Berdasarkan hasil analisis finansial tersebut KUB AuAbita FarmAy layak untuk diusahakan/dikembangkan. Kata kunci: Analisis Finansial. Kelayakan Usaha. Usaha Penggemukan Domba ABSTRACT This research was conducted in June 2022 at the "Abita Farm" sheep fattening farm located in Pakis District. Magelang Regency. Central Java. This study aims to determine the income level and financial feasibility of the sheep fattening business at the Abita Farm farm. The sample in this study was the head of the Joint Business Group (KUB) of the "Abita Farm" sheep fattening farm located in Pakis District. Magelang Regency. Central Java. Sampling was carried out using the Purposive Sampling method. The data analysis method used is financial feasibility analysis by calculating Income. Payback Period. Net Present Value (NPV). Net Benefit Cost Ratio (Net B/C Rati. , and Return Cost Ratio (R/C Rati. The results of the financial feasibility analysis using DF 11% show an income level of IDR 50,561,657 per year, a Payback Period for 2 periods . , and NPV with a value of IDR. 96,609,434. 64,- which shows NPV Ou 0 where the business is feasible to be run, the Net B/C Ratio value is 3. 62 which shows Net B/C Ratio Ou 1 where the business is feasible to be run, and the R/C Ratio value is 1. 14 which shows R/C Ratio > 1 where the business is feasible to be run. Based on the results of the financial analysis. KUB "Abita Farm" is feasible to be run/developed. Keywords: Business Feasibility. Financial Analysis. Sheep Fattening Business . Vol. No. 2 September 2024 PENDAHULUAN Subsektor peternakan berperan penting di dalam proses pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Produksi hasil peternakan berupa daging, telur, dan susu digunakan untuk memenuhi permintaan dalam negeri yang akan meningkatkan konsumsi protein hewani (Tiesnamurti, 2. Peningkatan jumlah penduduk, pendapatan, dan kadar gizi masyarakat menyebabkan permintaan terhadap hasil subsektor peternakan sebagai sumber protein hewani semakin meningkat pula. Domba merupakan salah satu jenis ternak yang sangat potensial untuk memenuhi kebutuhan protein hewani, mengingat daging domba dapat dengan mudah diterima oleh berbagai lapisan masyarakat dan agama khususnya di Indonesia. Susilorini et al. , . domba diklasifikasikan sebagai hewan herbivora . emakan tumbuha. karena pakan utamanya adalah tanaman atau Domba juga merupakan hewan mamalia karena menyusui Sistem pencernaan yang khas di dalam rumen, menyebabkan domba juga digolongkan sebagai hewan Usaha Peternakan Kelompok Usaha Bersama (KUB) AuAbita FarmAy Kabupaten Magelang merupakan peternakan domba yang berfokus pada penggemukan domba . n far. yang berlokasi di Kecamatan Pakis Magelang. Usaha ternak domba KUB AuAbita FarmAy merupakan domba tipe potong . enghasil Menurut Soekartawi et al. , usaha ternak dapat diartikan bagaimana seseorang mengalokasikan sumberdaya yang ada secara efektif dan efisien untuk tujuan memperoleh keuntungan yang tinggi pada waktuwaktu tertentu. Dikatakan efektif apabila petani atau produsen dapat mengalokasikan sumberdaya yang mereka miliki sebaik-baiknya dan dikatakan efisien apabila pemanfaatan sumberdaya tersebut menghasilkan output yang melebihi input. Domba merupakan ternak yang sangat mudah dipelihara dan dianggap sebagai kekayaan oleh masyarakat petani karena domba mudah diperdagangkan (Huda, 2. Ditambahkan Bambang . , pada Umumnya domba yang diperlihara secara intensif hampir sepanjang hari berada di dalam kandang. Domba memperoleh perlakuan yang lebih teratur dan rutin dalam hal memberikan pakan, membersihkan kandang, memandikan domba, menimbang, mengendalikan penyakit dan Hampir 95% ternak domba dikuasai oleh peternak atau penggembala keluarga (Kusnadi, 2. Menurut data sensus Badan Pusat Statistik tahun 2017, sebanyak 645. rumah tangga memelihara domba dengan rata-rata kepemilikan 2 hingga 6 ekor per rumah tangga. Sementara itu, hanya 4 perusahaan yang terlibat dalam perdagangan domba Aspek dalam studi kelayakan adalah bidang kajian dalam studi kelayakan tentang keadaan objek tertentu, yang dilihat dari fungsi-fungsi Kelayakan dapat diartikan kemungkinan dari gagasan proyek atau bisnis yang akan dilaksanakan memberikan manfaat . , baik dalam arti financial maupun dalam arti sosial benefit (Aldy, 2. Salsabillah, . menyatakan bahwa kelayakan suatu usaha dapat ditinjau dari aspek keuangan dengan cara memperhitungkan faktor produksi yang meliputi analisis cash flow, net present value, payback period, benefit cash ratio, internal rate of return, dan revenue cost Analisis kelayakan financial yang digunakan dalam penelitian ini meliputi kegiatan mengidentifikasi, merencanakan, dan memperdalam seluruh kegiatan dan usaha untuk Muzizat Akbarrizki. Suci Andanawari. Rosa Zulfikhar. Muh Nur Khamid. Annisa Putri Cahyani. *: Analisis Kelayakan Finansial Usaha Peternakan Domba mencapai sosial dengan menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh sistem ekonomi, dengan hasil yang digunakan sebagai acuan dalam mengambil keputuan apakah bisnis layak untuk dijalankan (Purnomo dan Sugianto. Ibrahim dan Syaodih . menyebutkan, secara umum analisis kelayakan terbagi menjadi aspek pasar, aspek teknis, aspek manajemen, aspek sosial, dan aspek finansial. Pada penelitian ini akan berfokus pada aspek Analisis kelayakan finansial adalah dengan melakukan perhitungan Pendapatan. Payback Period. Net Present Value (NPV), dan Net Benefit Cost Ratio (Net B/C Rati. , dan Return Cost Ratio (R/C Rati. Berdasarkan uraian di atas maka peneliti tertarik untuk menggali lebih dalam terkait Analisis Kelayakan Finansial Usaha Peternakan Kelompok Usaha Bersama (KUB) AuAbita FarmAy Kabupaten Magelang. MATERI DAN METODE Waktu dan Tempat Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-September 2022. Kegiatan Penelitian dilaksanakan pada usaha peternakan Kelompok Usaha Bersama (KUB) AuAbita FarmAy Dusun Dayugo RT 03/RW 09. Desa Banyusidi. Kecamatan Pakis. Kabupaten Magelang. Provinsi Jawa Tengah. Responden. Metode Pengumpulan data dan Sumber Data Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa studi kasus dimana metode ini merupakan bentuk penelitian yang dapat dilakukan secara kuantitatif maupun kualitatif terhadap individu, kelompok, atau komunitas yang lebih besar (Sugiyono, 2. Pada penetian ini responden adalah kepada ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) AuAbita FarmAy Data primer diperoleh dari pengamatan/perhitungan semua unsur biaya produksi penggemukan domba yang terjadi selama penelitian dengan cara wawancara langsung kepada ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) AuAbita FarmAy. Data sekunder diperoleh dari hasil studi kepustakaan . tudi literatu. baik melalui buku, jurnal ataupun sumber kepustakaan lainnya. Analisis Data Kusuma & Mayasti, . menyatakan bahwa hasil analisa total biaya digunakan untuk mengetahui jumlah yang keseluruhan biaya yang pelaku usaha keluarkan. Suratiyah . untuk menghitung besarnya biaya total (Total Cos. diperoleh dengan cara menjumlahkan biaya tetap (Fixed Cost / FC) dengan biaya variabel (Variable Cos. dengan rumus: TC = FC VC Keterangan : TC = Total Cost (Biaya Tota. FC = Fixed Cost (Biaya Tetap Tota. VC = Variable Cost (Biaya Variabe. Suratiyah . secara umum perhitungan penerimaan total (Total Revenue/ TR) adalah perkalian antara jumlah produksi (Y) dengan harga jual (P. dan dinyatakan dengan rumus sebagai berikut: TR = Py . Keterangan : = Total Revenue (Penerimaan Tota. = Harga produk. Py = Jumlah produksi Pendapatan bersih yang diperoleh perusahaan dapat ditentukan melalui analisis pendapatan. Pendapatan bersih ini adalah selisih antara jumlah keseluruhan pendapatan yang diterima oleh pelaku usaha dengan jumlah keseluruhan biaya yang dikeluarkan oleh pelaku usaha ''''' (Mandala & Ivans, 2. Didukung (Artini et al. , 2. pendapatan bersih . Vol. No. 2 September 2024 yang pelaku usaha terima dengan cara mengurangkan total pengeluarannya dari total penerimaan yang diterima Untuk menghitung analisis pendapatan dapat menggunakan formula berikut: Pendapatan bersih (A) = Total Revenue Ae Total Cost Isa & Zuhriyah, . mengemukakan bahwa Payback Period bertujuan untuk mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh pelaku usaha untuk mengembalikan investasi/modal yang sudah dikeluarkan di awal. N e t P r e s e n t Va l u e ( N P V ) digunakan untuk menghitung selisih dari nilai arus kas masuk sekarang atau present value (PV) arus benefit dengan arus kas yang keluar atau present value (PV) arus biaya selama dalam kurun waktu tertentu (Septianingtyas & Hayati. Net Present Value (NPV) merupakan selisih antara present value . dan present value . Keterangan: = Umur ekonomis usaha . = Compound rate atau tingkat suku bunga (%). = Tahun . ,1,2,3. A). Bt = Benefit yang diperoleh pada tahun ke t (Rp/tahu. Ct = Total biaya yang dikeluarkan pada tahun ke-t (Rp/tahu. Suatu usaha dapat dikatakan layak untuk dikembangkan lebih lanjut, jika nilai NPV lebih dari 0. Akan tetapi jika nilai NPV kurang dari 0 atau sama dengan 0 maka usaha atau proyek tersebut tidak layak dikembangkan lebih lanjut Isa & Zuhriyah, . menyatakan bahwa Net B/C Ratio digunakan untuk membandingkan antara manfaat/benefit yang diperoleh oleh pelaku usaha dengan biaya yang dikeluarkan. Semakin besar nilai perbandingan Net B/C Ratio, maka suatu usaha. Net B/C Ratio diperoleh dengan cara membandingkan antara nilai sekarang dari total keuntungan bersih positif dengan total biaya yang masing-masing lebih dari benefit yang dihasilkan pada tahun yang sama. Sama seperti R/C ratio, suatu usaha dapat dikatakan layak untuk dikembangkan apabila nilai Net B/C lebih dari 1. Sementara apabila nilai Net B/C sama dengan 1 maka dapat dikatakan bahwa usaha tersebut berada pada titik impas atau break-event point, dan jika Net B/C kurang dari 1 maka usaha tersebut tidak layak untuk dikembangkan lebih lanjut. Menurut Suratiyah . R/C adalah perbandingan antara penerimaan dengan biaya total. Ditambahkan Septiadi & Mundiyah, . Analisis tingkat efisiasi usaha (R/C rati. bertujuan untuk menghitung rasio antara total pendapatan yang pelaku usaha terima dengan kesluruhan biaya yang pelaku usaha keluarkan. Untuk menghitung tingkat efisiasi usaha dapat menggunakan formula berikut: Suatu usaha dapat dikatakan layak atau dapat dikembangkan lebih lanjut apabila nilai R/C rationya lebih dari Sementara apabila R/C ratio memiliki nilai sama dengan 1 maka usaha tersebut berada pada titik impas atau break event point, dan apabila R/C ratio Muzizat Akbarrizki. Suci Andanawari. Rosa Zulfikhar. Muh Nur Khamid. Annisa Putri Cahyani. *: Analisis Kelayakan Finansial Usaha Peternakan Domba memiliki nilai kurang dari 1 maka usaha tersebut tidak layak untuk dijalankan. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Peternakan KUB Abita Farm Usaha Peternakan Kelompok Usaha Bersama (KUB) AuAbita FarmAy merupakan usaha budidbaya penggemukan domba . n far. yang berlokasi di Dususn Tajan. Desa Gumelem. Kecamatan Pakis. Kabupaten Magelang. Stuktur organisasi pada Kelompok Usaha Bersama (Ku. AuAbita FarmAy diketuai oleh Fatah Ansori, dengan sekertaris Mungguh Bimo Prasetyo, bendahara Agil Dwi Saputro, dan Manager pemasaran Taufik Mawaddani. Komoditi domba yang diusahakan pada peternakan KUB AuAbita FarmAy berjenis, domba lokal yang terdiri dari domba ekor tipis, domba ekor gemuk, dan domba ekor sedang. Peternakan KUB AuAbita FarmAy berdiri sejak tahun 2016 dengan jumlah domba yang diusahakan adalah sebanyak 5 ekor, dan terus berkembang hingga saat ini peternakan KUB AuAbita FarmAy memiliki domba mencapai 340 ekor. Gambar 1. Kadang domba peternakan KUB AuAbita FarmAy Investasi Usaha Peternakan Domba Abita Farm Investasi merupakan sesuatu yang sangat mendasar dalam mengawali suatu usaha. Adapun biaya investasi pada peternakan KUB AuAbita FarmAy dapat di lihat pada tabel di bawah ini . Vol. No. 2 September 2024 Tabel 1. Biaya Investasi Usaha Peternakan Domba Abita Farm Dari Tabel 1. dapat diketahui bahwa biaya investasi terbesar adalah ditahun pertama usaha peternakan domba Abita Farm yaitu sebesar Rp. 500,-. Biaya investasi pada usaha peternakan domba Abita Farm sebagian besar didominasi oleh biaya pembuatan kandang yang dilakukan pada tahun pertama berjalannya usaha pada tahun-tahun berikutnya biaya investasi jauh berkurang bila dibanding tahun pertama hal ini dikarenakan tahun berikutnya tidak ada lagi pembangunan kadang, investasi pada tahun-tahun berikutnya hanya dikeluarkan untuk pembelanjaan alat-alat pendukung produksi saja. Biaya Produksi Peternakan penggemukan domba Abita Farm melakukan proses produksinya secara kontinyuitas dari waktu ke waktu, dan jenis produksinya adalah homogen dan standar. Peneliti mengambil data dari awal usaha penggumakan domba Abita Farm Data penelitia terdiri dari 4 tahun produksi dimulai dari tahun 2018 sampai 2021 . Fixed cost (Biaya Teta. Fixed cost . iaya teta. pada penelitian ini terdiri dari biaya penyusutan dari penyusutan bagunan kandang dan alat-alat yang mendukung kegiatan produksi untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel 2. Muzizat Akbarrizki. Suci Andanawari. Rosa Zulfikhar. Muh Nur Khamid. Annisa Putri Cahyani. *: Analisis Kelayakan Finansial Usaha Peternakan Domba Tabel 2. Fixed cost . iaya teta. Vol. No. 2 September 2024 Berdasarkan Tabel 2. penyusutan terbesar terdapat pada periode tahun terakhir yaitu pada tahun 2021 . sebesar Rp. Biaya tetap meningkat setiap tahunya, hal ini diakibatkan meningkatnya pula produksi dari skala usaha peternakan penggemukan domba Abita Farm. Pada setiap tahunnya terdapat penambahan produksi dan penambahan peralatan yang mengakibatkan biaya tetap ikut Variable cost (Biaya Variabe. Variable cost . iaya variabe. adalah biaya yang nilainya berubah-ubah setaip priodenya menyesuaikan dengan jumlah produksi. Pada penelitian biaya variabel paling besar adalah biaya bahan baku yaitu bakalan domba, dan pada peringkat berikutnya adalah biaya pakan yang di butuhkan dalam proses produksi penggemukan domba. Untuk lebih jelas dapat di lihat pada tabel di bawah ini. Tabel 3. Variable cost . iaya tidak teta. Muzizat Akbarrizki. Suci Andanawari. Rosa Zulfikhar. Muh Nur Khamid. Annisa Putri Cahyani. *: Analisis Kelayakan Finansial Usaha Peternakan Domba Lanjutan Tabel 3. Vol. No. 2 September 2024 Lanjutan Tabel 3. Berdasarkan Tabel 3. penyusutan terbesar terdapat pada periode tahun terakhir yaitu pada tahun 2021 . sebesar Rp. 275,-. Biaya variabel terus meningkat setiap tahunya, hal ini diakibatkan meningkatnya pula produksi dari skala usaha peternakan penggemukan domba Abita Farm. Deangn adalnya penambahan kapasitas kandang, secara otomatis skala usaha dari penggemukan domba Abita Farm ikut meningkat pula. Jumlah ternak pada peternakan Abita Farm selalu berubahubah tergantung dari kebutuhan pasar dan kemampuan permodalan yang dimiliki oleh peternakan Abita Farm. Total cost . otal biay. To t a l c o s t ( t o t a l b i a y a ) merupakan seluruh biaya yang di gunakan dalam proses produksi dimana biaya produksi terdiri dari biaya variabel dan biaya tetap. Biaya produksi pada peternakan domba Abita Farm dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Muzizat Akbarrizki. Suci Andanawari. Rosa Zulfikhar. Muh Nur Khamid. Annisa Putri Cahyani. *: Analisis Kelayakan Finansial Usaha Peternakan Domba Tabel 4. Total cost . otal biay. produksi peternakan Abita Farm Berdasarkan Tabel 4. di atas dapat diketahui bahwa biaya produksi . otal biay. terbesar terdapat pada tahun ke 4 dengan nilai Rp. 061,- dan dengan rata-rata biaya peroduksi setiap tahunnya sebesar RP. 561,75,per tahun. Dari tabel tersebut juga dapat kita ketahui bahwa untuk setiap tahunya biaya produksi selalu meningkat sesuai dengan meningkatnya jumlah produksi/kapsitas usaha pada peternakan domba Abita Farm. Penerimaan Penerimaan merupak perkalian antara jumlah produksi yang diperoleh dengan harga jual dari produkuk tersebut, dimana pada usaha peternakan domba Abita Farm produk yang di hasilkan adalah pertambahan berat badan . dari domba yang Penerimaan diproleh dengan mengalikan jumlah bobot (K. domba yang telah dipanen dengan harga jual per kilogramnya. Penerimaan pada usaha peternakan domba Abita Farm diperoleh tidak hanya dari dangin domba namun juga dari penjulan kotoran domba Untuk lebih jelas dapat di lihat pada tabel di bawah ini. Tabel 5. Penerimanan usaha peternakan domba Abita Farm . Vol. No. 2 September 2024 Lanjutan Tabel 5. Berdasarkan Tabel 5. dapat dilihat bahwa setiap tahunnya penerimaan dari usaha peternakan domba Abita Farm mengalami peningkatan, hal ini juga seiring dengan penambahan kapasitas usaha peternakan domba Abita Farm. Dari 4 periode tersebut, pada periode terakhir memiliki nilai penerimaan yang paling besar yaitu sebesar Rp. 650,- dan rata-rata penerimaan untuk setiap tahunnya sebesar Rp. 218,75,- per tahun. Pendapatan Pendapatan usaha peternakan domba Abita Farm sangat ditentukan oleh kapasitas penjualan hasil produksi domba setiap periodenya. Semakin banyak penjualan domba dengan peningkatan bobot yang baik, maka akan semakin besar pula pendapatan dari usaha peternakan domba Abita Farm. Pendapatan merupak hasil penerimaan dikurang dengan total produksi yang telah di kelurakan dalam kurun waktu periode tertentu. Penerimanan pada usaha peternakan domba Abita Farm dapat dilihat pada tabel 6. Tabel 6. Pendapatan usaha peternakan domba Abita Farm Muzizat Akbarrizki. Suci Andanawari. Rosa Zulfikhar. Muh Nur Khamid. Annisa Putri Cahyani. *: Analisis Kelayakan Finansial Usaha Peternakan Domba Berdasarkan Tabel 6. diketahui bahwa setiap tahunnya, biaya produksi, penerimaan dan pendapatan usaha peternakan domba Abita Farm mengalami peningkatan, hal ini tentunya merupakan sesuatu yang baik dalam berjalannya suatu usaha bisnis. Total pendapatan usaha peternakan domba Abita Farm selama 4 periode . adalah sebesar Rp. 628,- dan bila dirata-rata untuk setiap tahunnya, usaha peternakan domba Abita Farm adalah sebesar Rp. 657,- per Melihat hal tersebut tentunya usaha peternakan penggemukan domba merupakan pilihan usaha yang menarik untuk diusahakan. Analisis Kelayakan Financial Analisis finansial kelayakan usaha peternakan domba Abita Farm dilakukan dilakukan untuk mengetahui besarnya investasi, biaya produksi, tingkat produksi yang harus dicapai, harga jual yang menguntungkan dan besarnya keuntungan yang akan diraih. Dalam analisis finansial ini, peneliti menggunakan tingkat bunga (DF) sebesar 11% dengan jangka waktu 4 tahun yaitu pada tahun 2018 sampai Payback Period Payback period merupakan jangka waktu periode yang diperlukan untuk membayar kembali semua biayabiaya yang telah dikeluarkan didalam investasi suatu proyek/usaha. Payback period diperoleh dengan cara membandingkan modal yang ditanam dengan keuntungan rata-rata/tahun. Dalam usaha peternakan domba Abita Farm memiliki perhitungan payback period sebagai berikut : Dari perhitungan tersebut diketahui jangka waktu periode yang diperlukan untuk membayar kembali semua biaya-biaya yang telah dikeluarkan didalam investasi suatu proyek/usaha . ayback perio. pada peternakan domba Abita Farm yaitu dalam kurun waktu 2 periode yaitu sekitar tahun ke 2 daru umur usaha Net Present Value (NPV) Pada tingkat bunga 11% usaha peternakan domba Abita Farm, diperoleh nilai Net Present Value positif (NPV ) sebesar Rp. 838,85,- dan Net Present Value negarif (NPV-) sebesar Rp. 404,21,-. Dari nilai NPV dan NPV- maka akan diperoleh nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp. 434,64,- dari nilai investasi yang Hal ini menunujukkan bahwa nilai Net Present Value (NPV) pada usaha peternakan domba Abita Farm cukup besar dimana nilai tersebut lebih besar sama dengan dari 0 (NPV Ou . yang berarti usaha peternakan domba Abita Farm layak untuk diusahakan dan Tabel 7. Net Present Value (NPV) peternakan domba Abita Farm . Vol. No. 2 September 2024 c. Net Benefit Cost Ratio (Net B/C Rati. Pada nilai Net B/C Rasio dengan faktor diskonto 11% usaha peternakan domba Abita Farm memiliki nilai sebesar 3,62 hal ini menunjukkan bahwa setiap penambahan satu satuan rupiah yang diinvestasikan maka diperoleh manfaat dari investasi tersebut sebesar 3,62 atau diperoleh pendapatan 3,62 kali lipat dari modal yang diinvestasikan. Hal ini menunjukkan bahwa usaha peternakan domba Abita Farm layak untuk diusahakan dan dikembangkan karena memiliki nilai Net Benefit Cost Rasio (Net B/C) yang cukup tinggi dimana nilai tersebut lebih besar dari sama dengan 1 . aidah keputusan : Net B/C Ou 1 = layank diusahakan/dilanjutka. Return Cost Ratio (R/C Rati. R/C Ratio adalah singkatan dari Return Cost Ratio atau dikenal sebagai perbandingan . antara penerimaan dan biaya. Pada usaha peternakan domba Abita Farm diketahui total penerimaan adalah sebesar Rp. 875,- dan total biaya produksi adalah sebesar Rp. 247,-. Total penerimaan dibandingkan dengan total biaya produksi pada usaha peternakan domba Abita Farm maka diperoleh nilai sebesar 1,14. Bedasarkan kaidak keputusan R/C Ratio maka 1,14 > 1 menunjukkan bahwa usaha peternakan domba Abita Farm layak untuk diusahakan/dikembangkan. KESIMPULAN Usaha peternakan domba Abita Farm memiliki penerimaan rata-rata Rp. 218,75,- per tahun, dan pendapatan rata-rata sebesar Rp. 657,- per tahun. Nilai payback period . ilai balik moda. pada usaha peternakan domba Abita Farm adalah 09, dimana hal tersebut menunjukkan bahwa usaha peternakan domba Abita Farm berhasil mengembalikan biaya modal investasinya pada tahun ke 2 usaha tersebut berjalan. Analisis kelayakan finansial pada usaha peternakan domba Abita Farm dengan menggunakan perhitungan NPV. Net B/C Ratio, dan R/C Ratio. Menunjukkan bahwa usaha peternakan domba Abita Farm layak untuk diusahakan/dikembangkan. DAFTAR PUSTAKA