Fajar Historia Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan https://e-journal. id/index. php/fhs/index ISSN: 2549-5585 . Vol. 9 No. 3 2025, hal 511-525 Hubungan Minat dan Motivasi dengan Hasil Belajar pada Materi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen Arini SaAoadah,1* Arif Subekti1 Universitas Negeri Malang. Indonesia 2107316@students. Dikirim: 02-06-2025. Direvisi: 04-11-2025. Diterima: 05-11-2025. Diterbitkan. 25-11-2025 Abstrak: Minat dan motivasi merupakan hal penting dalam pembelajaran. Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh minat dan motivasi belajar siswa. Hal itu menunjukkan adanya hubungan antara minat dan motivasi dengan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur sejauh mana hubungan minat dan motivasi belajar siswa dengan hasil belajar siswa pada materi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode survey. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket minat dan motivasi serta tes berupa 25 soal pilihan ganda. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas XI MPLB 2 SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen yang berjumlah 22 siswa. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis kualitatif antara lain uji normalitas, uji T satu sampel untuk melihat tingkat minat, motivasi, dan hasil belajar siswa, uji korelasi, uji regresi tunggal, uji korelasi ganda, uji regresi ganda, dan perhitungan determinasi untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minat dan motivasi memiliki pengaruh positif yang lemah dan tidak signifikan terhadap hasil belajar siswa. Secara simultan minat dan motivasi belajar memiliki pengaruh terhadap hasil belajar siswa sebesar 0,07%. Kata Kunci: hasil belajar. Abstract: Interest and motivation are important in learning. Student learning outcomes are influenced by student interest and motivation. It shows that there is a relationship between interest and motivation with student learning outcomes. The purpose of this study is to measure the extent of the relationship between student interest and motivation to learn with student learning outcomes on the material of the Proclamation of Indonesian Independence. This research uses quantitative research with survey method. The instruments used to collect data are interest and motivation questionnaires and tests in the form of 25 multiple choice questions. The sample used was students of class XI MPLB 2 SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen which amounted to 22 students. The analysis techniques used were qualitative analysis techniques including normality test, one sample T test to see the level of interest, motivation, and student learning outcomes, correlation test, single regression test, multiple correlation test, multiple regression test, and determination calculation to test the hypothesis. The results of this study indicate that interest and motivation have a weak and insignificant positive influence on student learning outcomes. Simultaneously, interest and learning motivation have an influence on student learning outcomes by 0. Keywords: interest. learning outcomes. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. DOI: https://doi. org/10. 29408/fhs. Page 511 of 525 Arini SaAoadah. Arif Subekti Hubungan Minat dan Motivasi dengan Hasil Belajar pada Materi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen Pendahuluan Pembelajaran Sejarah merupakan bentuk aktivitas pembelajaran yang mentransfer pengetahuan dan nilai-nilai mengenai proses transformasi dan perkembangan masyarakat lokal dan global di masa silam hingga masa kini (Amirudin & Suryadi, 2. Menurut Kochar . pembelajaran sejarah bukan hanya memberikan informasi tentang kehidupan masa lalu yang berhubungan dengan kontek sejarah saja, namun sejarah juga cukup padat dengan nilai luhur yang perlu diturunkan ke generasi berikutnya. Pembelajaran sejarah berada di posisi yang amat strategis di jajaran mata pelajaran pendidikan karakter, karena pembelajran sejarah berfungsi sebagai media pembentuk karakter bangsa melalui penanaman jiwa nasionalisme dan cinta tanah air. Pendidikan sejarah merupakan penguat dari pembentukan karakter (Purni. Mengembangkan pengetahuan merupakan salah satu tujuan dari pembelajaran sejarah diikuti dengan meningkatkan pemahaman siswa mengenai kehidupan di masa lalu baik masyarakat Indonesia sendiri maupun masyarakat di negara lain. Menurut Sartono Kartodirjo dalam rangka pembangunan bangsa, pembelajaran sejarah tidak hanya berfungsi sebagai media transfusi pengetahuan informasi fakta sejarah saja, tetapi pembelajaran sejarah juga bertujuan sebagai alat pembangkit kesadaran sejarah siswa (Alit, 2. Wawancara yang dilakukan dengan guru sejarah SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen yaitu Ibu Annisa Iftillah menjelaskan pembelajaran sejarah didominasi dengan membaca buku teks dan mendengarkan ceramah dari guru. Buku teks sejarah merupakan sumber belajar utama yang digunakan siswa. Wawancara lebih lanjut dari Ibu Annisa mengatakan jika pembelajaran masih menggunakan sumber utama berupa buku teks dan belum mencoba sumber lain selain buku Sehingga peserta didik hanya fokus pada materi yang terdapat di buku teks saja. Menurut Ibu Annisa Iftillah hasil belajar peserta didik cukup baik dengan menggunakan metode ceramah dan sarana buku teks seadanya. Hal itu menunjukkan jika metode yang digunakan dalam proses pembelajaran cukup berpengaruh pada tingkat pemahaman siswa. Fakta tersebut sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Pama & Safitri . yang menyatakan jika metode ceramah memberikan peningkatan pada hasil uji post test siswa. Menurut Hamalik jika terdapat perubahan pada diri seseorang setelah orang tersebut belajar, contohnya dari tidak paham menjadi paham maka perubahan itu disebut sebagai hasil Beberapa faktor menjadi pengaruh dalam memperoleh hasil belajar siswa (Jaya & Febrianti, 2. Faktor dari dalam dan faktor dari luar merupakan dua hal yang mempengaruhi hasil (Parni, 2. Faktor internal antara lain yaitu faktor fisiologis seperti kesehatan dan kelengkapan anggota tubuh, faktor psikologis seperti kepandaian, ketertarikan, kemampuan, keinginan, dan kesiapan. Kemudian yang disebut sebagai faktor dari luar meliputi alam tempat tinggal, faktor peralatan dalam pembelajaran seperti guru, sarana dan prasarana, kebijakan penilaian, kurikulum, program sekolah, dan faktor materi pembelajaran. Berdasarkan data dokumentasi internal guru mata pelajaran sejarah rata-rata nilai siswa kelas XI Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) 2 pada materi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tahun ajaran 2023/2024 adalah 65,44 yang mana rata-rata tersebut belum menyentuh nilai minimal atau nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dari sekolah Hal itu menunjukkan jika pada proses pembelajaran sejarah terdapat masalah yang Masalah yang muncul dapat berkaitan dengan faktor psikologis siswa seperti minat dan motivasi. Minat sejatinya adalah adanya kecocokan antara sesuatu di dalam diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin besar kecocokan tersebut maka minat dalam diri terhadap sesuatu di luar diri akan semakin besar. Menurut Clayton Alderfer jika kemauan dari dalam diri siswa untuk melakukan kegiatan belajar juga disebut sebagai motivasi belajar yang dipengaruhi oleh keinginan untuk menuju kemampuan tertinggi seperti prestasi belajar dengan hasil yang Page 512 of 525 Arini SaAoadah. Arif Subekti Hubungan Minat dan Motivasi dengan Hasil Belajar pada Materi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen setinggi mungkin (Fernando et al. , 2. Menurut Rafi et al. , . motivasi menjadi penting karena motivasi adalah sebab utama bagi seseorang untuk mau melakukan sesuatu dan mengatur perilakunya agar terdorong untuk bekerja maksimal, rajin, dan semangat untuk menuju hasil terbaik. Selain itu, motivasi luar diri adalah keinginan yang berasal dari luar diri seperti semangat, pujian, nasihat orang tua dan guru, orang tercinta untuk mencapai hasil yang optimal seperti prestasi tertinggi belajar (Sari, 2. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara motivasi belajar dan prestasi akademik (Harahap, 2. Minat dan motivasi menjadi pemantik siswa untuk mulai aktif dalam pembelajaran di kelas. Menurut Rusmiati . prestasi yang baik akan diperoleh jika siswa memiliki minat atau keinginan untuk belajar yang tinggi. Munculnya motivasi memberikan ketertarikan pada materi yang akan mereka pelajari. Kemunculan motivasi ditandai dengan kemauan siswa untuk belajar mempelajari materi yang sedang diajarkan dengan penuh semangat. Minat berpengaruh dengan signifikan pada hasil belajar siswa, karena minat belajar siswa cukup bergantung pada bahan pelajaran yang mereka pelajari, jika siswa memiliki minat pada bahan pembelajaran maka hasil belajar siswa akan menjadi baik (Romdhon et al. , 2. Pernyataan itu tercermin dari rendahnya hasil belajar sejarah siswa kelas XI MPLB yang cukup rendah yaitu tidak mencapai pada KKM yang ditentukan sekolah. Sebelumnya telah terdapat penelitian mengenai topik ini dan cocok dengan penelitian ini, antara lain penelitian oleh Asyhar Basyari pada tahun 2013 yang berjudul dengan hasil yang menunjukkan bahwa hubungan minat belajar dengan kesadaran mengenai sejarah memiliki nilai yang positif dan signifikan sedangkan prestasi belajar dengan kesadaran sejarah memiliki hubungan yang tidak signifikan (Basyari, 2. Penelitian berikutnya adalah penelitian oleh Tyas Budi Utami pada tahun 2017 yang menemukan bahwa minat belajar dan prestasi belajar siswa memiliki suatu relasi (Utami, 2. Penelitian lain adalah penelitian oleh Viggitas . menemukan pengaruh antara minat belajar dengan prestasi belajar yang positif di Namun penelitian-penelitian tersebut membahas hubungan minat dan motivasi secara Belum banyak penelitian yang mengkaji tentang hubungan minat dan motivasi belajar dengan hasil belajar sejarah siswa jurusan MPLB pada materi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia secara simultan. Maka penelitian ini akan berfokus pada bagaimana hubungan antara minat, motivasi dengan hasil belajar pada materi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Objek penelitian ini adalah siswa kelas XI MPLB SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen. Bersesuaian dengan hal-hal mendasar di atas, maka penelitian ini akan membahas mengenai hubungan minat dan motivasi belajar sejarah dengan hasil belajar siswa pada materi Proklamasi Kemerdekaan IndonesiaAy. Penelitian ini menjadi penting dan menjadi salah satu topik yang bisa diperbincangkan dalam ranah akademik karena penelitian ini memberikan satu pandangan lain mengenai hubungan minat dan motivasi belajar terhadap hasil belajar pada siswa dengan konsentrasi keahlihan manjemen perkantoran dan layanan bisnis terutama pada materi Proklamasi yang merupakan materi vital dalam pembelajaran sejarah. Metode Penelitian Metode kuantitatif merupakan bentuk langkah yang diterapkan dalam penelitian ini. Menurut Sugiyono . metode kuantitatif merupakan studi yang didasarkan pada pandangan positivisme, penelitian ini sering diterapkan untuk meneliti sampel pada suatu populasi. Data didapat melalui instrumen penelitian yang kemudian di analisis secara statistik untuk membuktikan dugaan yang telah dirumuskan. Penelitian ini memanfaatkan metode survey. Variabel yang digunakan adalah variabel psikologis sebagai variabel prediktor yaitu minat dan motivasi belajar dan variabel respon yaitu hasil belajar siswa pada materi Proklamasi Page 513 of 525 Arini SaAoadah. Arif Subekti Hubungan Minat dan Motivasi dengan Hasil Belajar pada Materi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen Kemerdekaan Indonesia. Populasinya semua kelas XI SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposif sampling atau sampling dengan ketentuan tertentu. Ketentuan yang digunakan adalah kelas dengan rata-rata nilai terbaik pada materi Proklamasi Kemerdekaan di tahun ajaran sebelumnya dan saran dari guru sejarah. Maka kelas sampel yang digunakan adalah kelas XI MPLB 2. Penelitian ini dimulai pada tanggal 1530 April 2025 di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen. Data secara kolektif dikumpulkan dengan menggunakan angket dalam rangka mengetahui tingkat minat dan motivasi belajar siswa. Angket disusun dengan 4 alternatif Hasil belajar siswa yang berupa nilai dari evaluasi siswa pada materi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Instrumen penelitian berupa angket sejumlah 25 butir pernyataan dengan 13 pernyataan mengenai minat dan 12 pernyataan mengenai motivasi. Angket mengadaptasi dari penelitian yang telah ada, yakni penelitian skripsi yang dilakukan oleh Eka Juliana pada tahun 2022 yang telah disesuaikan dengan kebutuhan penelitian. Tes evaluasi dibuat secara mandiri dan diuji coba di kelas lain untuk mendapatkan validasi empirik. Hasil validasi empirik kemudian diuji validasi dan uji reliabilitas. Hasil dari uji validasi adalah 26 butir soal valid dan reliabel dari 40 butir soal. Dari 26 soal yang valid hanya digunakan 25 soal untuk instrumen penelitian. Data dianalisis secara statistik dengan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 22. Menjawab rumusan masalah deskriptif dengan uji T satu sampel dan dilanjutkan dengan menghitung koefisien determinasi. Untuk menjawab rumusan masalah asosiatif dilakukan uji korelasi produk dilanjutkan dengan uji regresi tunggal. Untuk menjawab rumusan masalah asosiatif simultan maka dilakukan uji hubungan ganda dan dilanjutkan uji regresi ganda. Semua hasil uji kemudian diinterpretasikan dan diuraikan pada bagian Hasil Penelitian Analisis tingkat minat siswa Untuk menjawab rumusan masalah deskriptif terkait seberapa tinggi rata-rata minat belajar siswa dan untuk mengetahui hasil praduga maka dilakukan uji T satu sampel dengan hasil yang ditampilkan dalam tabel di bawah: Tabel 1. Hasil Uji T Satu Sampel Minat One-Sample Test Test Value = 0 MINAT Sig. -taile. Mean Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Sumber: Data penelitian, 2025 Pengujian ini dilakukan pada hipotesis berikut : H1 menyatakan bahwa nilai rata-rata minat belajar siswa tidak kurang dari 50% dari kriteria yang diharapkan, sedangkan H0 menyatakan bahwa nilai rata-rata minat belajar siswa tidak sama dengan 50% dari kriteria yang diperkirakan. Landasan penetapan keputusan dalam uji T satu sampel ini adalah jika nilai signifikansi . kurang dari 0,05, maka H0 diterima, sebaliknya jika nilai sig lebih dari 0,05 maka H1 ditolak. Melalui hasil uji T satu sampel diperoleh nilai signifikansi . adalah 0,000 di bawah nilai 0,05. Maka dari itu, berhubungan dengan kriteria penetapan keputusan dapat diambil kesimpulan bahwa nilai rata-rata minat belajar siswa tidak sama dengan 50% dari kriteria yang diperkirakan. Page 514 of 525 Arini SaAoadah. Arif Subekti Hubungan Minat dan Motivasi dengan Hasil Belajar pada Materi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen Analisis tingkat motivasi belajar siswa Penjelasan tingkat motivasi belajar siswa sesuai hasil penelitian dijelaskan dalam tabel di bawah ini. Tabel 2. Hasil Uji T Satu Sampel Motivsi One-Sample Test Test Value = 0 MOTIVASI Sig. -taile. Mean Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Sumber: Data penelitian, 2025 Hipotesis yang diujikan adalah sebagai berikut: H1 menyatakan bahwa nilai rata-rata motivasi belajar sejarah siswa lebih besar atau sama dengan 50% dari kriteria yang diharapkan dan H0 menyatakan bahwa nilai rata-rata minat belajar siswa tidak sama dengan 50% dari kriteria yang diharapkan. Dasar pengambilan keputusan uji T satu sampel yaitu jika nilai signifikansi . kurang dari 0,05, maka H0 diterima dan jika nilai sig lebih besar dari 0,05 maka H1 ditolak. Melalui hasil luaran uji T satu sampel yang telah dieksekusi, didapatkan nilai signifikansi . -taile. adalah 0,000 yang mana berada di bawah nilai 0,05. Dengan demikian, menurut landasan penetapan keputusan, dapat diambil kesimpulan bahwa nilai rata-rata motivasi belajar siswa tidak sama dengan 50% dari kriteria yang diharapkan. Analisis tingkat hasil belajar siswa Tingkat hasil belajar siswa diinterpretasikan berdasarkan hasil uji T satu sampel pada hasil tes didapatkan hasil seperti pada tabel berikut: Tabel 3. Hasil Uji T Satu Sampel Hasil Belajar One-Sample Test Test Value = 0 HASIL BELAJAR Sig. -taile. Mean Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Sumber: Data penelitian, 2025 Dugaan awal yang diuji adalah H1 menyatakan bahwa nilai rata-rata hasil belajar sama dengan nilai 75 dan H0 menyatakan bahwa nilai rata-rata hasil belajar tidak sama dengan nilai Landasan penetapan keputusan uji T satu sampel adalah jika nilai signifikansi . kurang dari 0,05 maka H1 ditolak dan jika nilai signifikansi lebih dari 0,05 maka H 0 diterima. Berdasarkan hasil luaran uji T satu sampel didapatkan nilai sig . -taile. adalah sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Oleh karena itu, menurut dasar penetapan keputusan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa H1 ditolak dan H0 diterima. Sehingga, disimpulkan bahwa nilai ratarata hasil tes siswa tidak sama dengan nilai 75. Hubungan antara variabel Pembahasan berikutnya mengenai hubungan antara variabel. Sebelumnya data perlu diuji normalitas sehingga dapat diperoleh informasi mengenai pendistribusian data yang normal atau tidak sebagai dasar untuk langkah uji hubungan. Uji Normalitas adalah langkah yang diterapkan Page 515 of 525 Arini SaAoadah. Arif Subekti Hubungan Minat dan Motivasi dengan Hasil Belajar pada Materi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen untuk menguji kenormalan distribusi data yang dikumpulkan (Isnaini et a. , 2. Hasil uji normalitas dapat diketahui berdasarkan tabel berikut: Tabel 4. Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardize d Residual Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Absolute Differences Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Sumber: Data penelitian, 2025 Berdasarkan tabel uji normalitas yang di atas dilihat pada baris signifikansi Asymp. Sig . -taile. sebesar 0,200 yang lebih tinggi dibanding 0,05. Dengan demikian, dapat diketahui bahwa data angket dan tes tersebar dengan normal. Uji hubungan yang dilakukan pertama adalah hubungan antara minat belajar siswa dengan hasil belajar hasilnya dapat diketahui berdasarkan tabel di bawah ini: Tabel 5. Hasil Uji Hubungan Minat dengan Hasil Belajar Correlations MINAT Pearson Correlation Sig. -taile. HASIL Pearson Correlation BELAJA Sig. -taile. MINAT TES Sumber: Data penlitian, 2025 Berdasarkan hasil uji korelasi variabel minat dengan hasil belajar yang telah dilakukan, diketahui bahwa koefisien korelasi Pearson . adalah 0,029. Ketentuannya adalah dikatakan terdapat hubungan antara variabel apabila r hitung nilainya di atas r tabel. Diketahui bahwa r hitung adalah 0,029 < 0,444 yang berarti korelasi antara minat dan hasil belajar sangat lemah. Sedangkan nilai signifikansi sig. -taile. adalah 0,899 dimana ketentuannya adalah apabila nilai sig lebih kecil daripada 0,05 maka kedua variabel tersebut memiliki korelasi yang Karena nilai 0,899 lebih besar dari 0,05 sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa antara minat dan hasil belajar memiliki hubungan yang tidak signifikan. Dapat dimaknai dari hasil analisis tidak ditemukan bukti yang mendukung adanya hubungan antara hasil belajar dengan minat belajar. Untuk koefisien determinasi dengan nilai 0,0292 = 0,000841. Nilai ini menunjukkan jika minat memiliki hubungan berpengaruh sebesar 0,08% terhadap hasil belajar. Setelah dilakukan uji hubungan maka dapat dilanjutkan pada uji regresi tunggal. Uji regresi tunggal dilakukan untuk memprediksi seberapa tinggi nilai variabel dependen yang akan Page 516 of 525 Arini SaAoadah. Arif Subekti Hubungan Minat dan Motivasi dengan Hasil Belajar pada Materi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen diperoleh ketika nilai variabel independen mengalami perubahan. Pada tabel di bawah ini menunjukkan hasil uji regresi antara data minat dan hasil belajar. Tabel 6. Hasil Uji Regresi Tunggal Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. MINAT Dependent Variable: HASIL BELAJAR Standardized Coefficients Beta Sig. Sumber: Data Penelitian, 2025 Pada tabel di atas dapat diketahu bahwa nilai konstan dari unstrandardized coefficients 717 yang artinya jika tidak ada minat (X) maka nilai konsistensi hasil belajar siswa (Y) sebesar 41. Angka koefisien regresi nilainya sebesar 0,094 artinya jika setiap penambahan 1% tingkat minat siswa (X) maka hasil belajar siswa (Y) akan meningkat sebesar 0,094. Karena nilai koefisien bernilai positif, maka dapat dikatakan jika minat (X) berpengaruh positif terhadap hasil belajar (Y). Sehingga persamaan regresinya adalah Y = 41. 717 0,094 Uji regresi dilakukan untuk memprediksi pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar menunjukkan nilai positif artinya setiap peningkatan minat maka hasil belajar ikut meningkat secara positif. Dengan begitu maka hasil uji hipotesis yang diterima adalah hipotesis alternatif yaitu H0: terdapat hubungan yang lemah dan tidak signifikan antara minat siswa dan hasil belajar siswa. Hal itu sesuai dengan pendapat (Nurhasanah & Sobandi, 2. yang menyatakan bahwa adanya peningkatan minat belajar maka akan diikuti oleh peningkatan hasil belajar Berikutnya adalah menguji hubungan antara motivasi dengan hasil belajar yang dapat diketahui melalui tabel berikut: Tabel 7. Hubungan Motivasi dengan Hasil Belajar Correlations MOTIVA Pearson Correlation Sig. -taile. HASIL Pearson Correlation BELAJAR Sig. -taile. MOTIVA TES Sumber: Data penelitian, 2025 Hasil uji hubungan yang ditunjukkan pada tabel di atas yakni antara variabel motivasi dengan hasil belajar dihasilkan koefisien korelasi Pearson . adalah 0,164. Menurut ketentuan, jika nilai r hitung di atas r tabel maka antara motivasi dan hasil belajar menunjukkan suatu Namun, karena r hitung bernilai 0,164 di bawah dari r tabel yang sebesar 0,444 dapat disimpulkan bahwa hubungan antara motivasi dan hasil belajar sangat lemah. Selain itu, nilai signifikansi sig. -taile. sebesar 0,465 juga mengisyaratkan hubungan tersebut tidak signifikan, sebab nilai signifikansi lebih tinggi dari 0,05. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa bukti di lapangan tidak cukup untuk mendukung kuatnya relasi antara minat dan hasil Diketahui sig bernilai 0,465 > 0,05 dapat ditafsirkan antara kedua variabel memiliki hubungan yang tidak signifikan. Untuk koefisien determinasi dengan nilai 0,146 2 = 0,02117. Page 517 of 525 Arini SaAoadah. Arif Subekti Hubungan Minat dan Motivasi dengan Hasil Belajar pada Materi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen Nilai ini menunjukkan jika motivasi memiliki hubungan berpengaruh sebesar 2,1% terhadap hasil belajar. Setelah dilakukan uji hubungan maka bisa dilanjutkan dengan uji regresi tunggal antara kedua variabel yang hasilnya dapat diperhatikan pada tabel berikut: Tabel 8. Uji Regresi Tunggal Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. MOTIVASI Dependent Variable: HASIL BELAJAR Standardized Coefficients Beta Sig. Sumber: Data penelitian, 2025 Pada Tabel 8 dapat diketahui bahwa besaran nilai konstanta pada koefisien yang tidak distandarisasi . nstrandardized coefficient. hal ini berartinya jika tiada motivasi (X=. maka nilai konsistensi hasil belajar siswa (Y) akan tetap bernilai 22. Koefisien regresi bernilai 0,633 menunjukkan apabila monitavi bertambah 1% maka hasil belajar siswa (Y) juga akan bertambah senilai 0,633. Nilai koefisien bernilai positif, dapat disimpulkan bahwa motivasi (X) memiliki pengaruh positif terhadap hasil belajar (Y). Dengan demikian, persamaan regresi yang terbentuk adalah Y = 22. 301 0,633 X. Hasil uji regresi untuk mengetahui kemungkinan kenaikan hasil belajar jika motivasi meningkat, menunjukkan nilai peningkatan positif artinya jika siswa semakin termotivasi untuk belajar sejarah maka hasil belajar sejarah juga akan ikut naik. Maka hipotesis yang diterima adalah hipotesis alternatif H0: terdapat hubungan yang lemah dan tidak signifikan antara motivasi dan hasil belajar siswa. Berikutnya adalah menguji hubungan antara minat dengan motivasi yang dapat diketahui melalui tabel berikut: Tabel 9. Hasil Uji Hubungan Minat dengan Motivasi Correlations MINAT MOTIVA Pearson Correlation Sig. -taile. Pearson Correlation Sig. -taile. MOTIVA MINAT Sumber: Data penelitian, 2025 Hasil uji hubungan antara minat dan motivasi menunjukkan koefisien korelasi Pearson . sebesar 0,386. R hitung bernilai 0,386 lebih kecil dari r tabel . , dapat diartikan bahwa hubungan antara minat dan motivasi sangat lemah. Nilai signifikansi sig. -taile. sebesar 0,076, yang lebih besar dari 0,05, menunjukkan bahwa hubungan antara kedua variabel tersebut tidak signifikan. Dengan demikian dapat diartikan jika tidak terdapat bukti yang cukup untuk menyatakan bahwa antara minat dan motivasi terpantau kuat dan signifikan. Koefisien determinasi senilai 0,386 kuadrat atau 0,148996 menunjukkan bahwa minat dan motivasi memiliki hubungan sebesar 14,8% antara satu sama lain. Maka hipotesis yang diakui adalah hipotesis alternatif yakni H0: terdapat hubungan yang lemah tidak signifikan antara minat dan motivasi belajar siswa. Page 518 of 525 Arini SaAoadah. Arif Subekti Hubungan Minat dan Motivasi dengan Hasil Belajar pada Materi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen Tahap selanjutnya adalah menguji regresi tunggal pada kedua variabel yang dapat diketahui melalui tabel berikut: Tabel 10. Hasil Uji Regresi Tunggal Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. MOTIVASI Dependent Variable: MINAT Standardized Coefficients Beta Sig. Sumber: Data penelitian, 2025 Pada Tabel 10 dapat diketahui bahwa nilai konstan dari unstrandardized coefficients 960 yang maknanya jika motivasi tidak muncul maka nilai konsistensi minat siswa Koefisien regresi bernilai 0,454 menunjukkan jika motivasi siswa bertambah sebesar 1% maka minat siswa akan bertambah senilai 0,454. Nilai koefisien berangka positif, maka dapat diartikan jika motivasi berpengaruh positif terhadap minat belajar. Sehingga model regresi yang didapat adalah Y = 15. 960 0,454 X. Tahap selanjutnya adalah melakukan uji korelasi berganda untuk mendapatkan informasi bagaiman hubungan antara minat dan motivasi secara bersamaan dengan hasil belajar dengan hasil pada tabel berikut: Tabel 11. Hasil Uji Korelasi Berganda Correlations MINAT Pearson Correlation Sig. -taile. MOTIVASI Pearson Correlation Sig. -taile. HASIL BELAJAR Pearson Correlation Sig. -taile. MINAT MOTIVASI TES Sumber: Data penelitian, 2025 Hasil uji hubungan yang dilakukan untuk melihat hubungan antara minat dan motivasi secara bersamaan terhadap hasil tes. Berdasarkan hasil luaran dari uji korelasi berganda dapat diperoleh informasi bahwa koefisien korelasi Pearson . antara minat dan tes adalah 0,029 dengan signifikansi sig. -taile. senilai 0,899. Sedangkan nilai koefisien korelasi Pearson . antara motivasi dan tes adalah 0,164 dengan signifikansi sig. -taile. bernilai 0,465. Nilai menunjukkan jika hubungan ketiga variabel memiliki nilai positif namun lemah. Nilai signifikansi menunjukkan jika hubungan itu tidak signifikan Setelah diuji korelasi berganda maka tahap selanjutnya adalah uji regresi berganda. Hasil pertama dari uji regresi berganda adalah mendapatkan nilai koefisien determinasi untuk melihat seberapa banyak kontribusi minat dan motivasi secara bersama-sama memberikan pengaruh terhadap hasil belajar. Page 519 of 525 Arini SaAoadah. Arif Subekti Hubungan Minat dan Motivasi dengan Hasil Belajar pada Materi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen Tabel 12. Hasil Uji Regresi Berganda dalam Uji F Model Summary Adjusted R Model R Square Square Predictors: (Constan. MOTIVASI. MINAT Std. Error of the Estimate Sumber: Data penelitian, 2025 Hasil uji regresi di atas menunjukkan nilai koefisien determinasi bernilai 0,028. Agar mendapatkan berapa persen kontribusi keduanya dengan memangkatkan nilai koefisien determinasi sehingga didapatkan persamaan 0,028 2 = 0,0007284. Berdasarkan nilai ini dapat diketahui bahwa kontribusi minat dan motivasi secara bersamaan terhadap hasil belajar siswa sebesar 0,07%. Diketahui bahwa koefisien korelasi (R) didapatkan nilai 0,169. Merujuk pada tabel pedoman interpretasi koefisien korelasi maka hasil tersebut mengisyaratkan pengaruh yang sangat rendah pada hasil belajar. Nilai tersebut berartinya minat dan motivasi memiliki peran sebesar nilai tersebut terhadap hasil belajar sejarah siswa sedangkan 99,93% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain diluar variabel minat dan motivasi yang diteliti. Uji F dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh variabel prediktor terhadap variabel respon yang tertera pada gambar di bawah ini: Tabel 13. Hasil Uji F (Simulta. ANOVAa Model Sum of Squares Regression Residual Total Dependent Variable: HASIL BELAJAR Predictors: (Constan. MOTIVASI. MINAT Mean Square Sig. Sumber: Data penelitian, 2025 Berdasarkan hasil uji simultan yang ditampilkan pada gambar 13, ditunjukkan bahwa nilai signifikansi (Sig. ) sebesar 0,760. Menurut kriteria pengambilan keputusan jika nilai Sig. lebih kecil dari 0,05 maka H1 diterima, namun jika nilai Sig. lebih dari 0,05 maka hipotesis H 1 Karena nilai Sig. pada tabel tersebut 0,760 lebih tinggi dari 0,05, maka hipotesis H 1 Sebagaimana hipotesis atau dugaan sementara menyatakan bahwa variabel minat (X. dan motivasi (X. secara simultan memiliki pengaruh terhadap hasil belajar (Y). Namun, berdasarkan hasil uji regresi linear berganda pada tabel ANOVA diketahui nilai signifikansi sebesar 0,760 menunjukkan bahwa minat dan motivasi secara bersama-sama tidak berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar siswa khususnya pada materi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Maka hipotesis yang diterima adalah hipotesis alternatif yaitu H 0: terdapat hubungan yang lemah dan tidak signifikan antara minat dan motivasi dengan hasil belajar siswa. Pembahasan Hasil perhitungan skor angket menunjukkan bahwa pada variabel motivasi memiliki skor sebesar 240 poin untuk alternatif jawaban Ausering/setujuAy, skor sebesar 354 poin untuk jawaban Auragu-ragu/kadang-kadangAy, skor sebesar 156 poin untuk jawaban Autidak setuju/hampir tidak pernahAy, dan skor 30 poin untuk jawaban Ausangat tidak setuju/tidak pernahAy dengan jumlah skor total yaitu 780 poin. Dari perhitungan tersebut variabel motivasi memiliki rata-rata 35,65 dengan jawaban rata-rata siswa adalah kadang-kadang atau ragu-ragu dari skor maksimal minat Page 520 of 525 Arini SaAoadah. Arif Subekti Hubungan Minat dan Motivasi dengan Hasil Belajar pada Materi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen 114 poin. Variabel minat memiliki skor 208 untuk alternatif jawaban Ausetuju/seringAy, untuk alternatif jawaban ragu-ragu atau kadang-kadang variabel motivasi memiliki skor sebesar 297 poin, skor sebesar 174 poin untuk jawaban Autidak setuju/hampir tidak pernahAy, dan 26 poin untuk jawaban Ausangat tidak setuju/tidak pernahAy dengan jumlah skor total yaitu 705 poin. Berdasarkan perhitungan tersebut variabel minat rata-rata 32,05 dengan jawaban mayoritas siswa adalah kadang-kadang atau ragu-ragu dari skor maksimal motivasi yaitu 1056 poin. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat diinterpretasikan jika rata-rata motivasi siswa berada pada nilai 35,65 yang selaras dengan hasil uji hipotesis pada bagian hasil penelitian maka H1 ditolak dan H0 diterima dengan deskripsi tingkat motivasi belajar siswa tidak sama dengan atau lebih besar dari 50% dari kriteria yang diharapkan. Sedangkan minat belajar siswa mendapatkan nilai rata-rata 32,05 hal itu sesuai dengan hipotesis yang diujikan yaitu H 0 diterima dengan bunyi AuNilai rata-rata minat belajar siswa tidak sama dengan 50% dari kriteria yang diharapkanAy. Maka minat dan motivasi siswa pada kegiatan belajar dan mengajar mata pelajaran sejarah terutama pada materi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berada di tingkat ragu-ragu atau kadang-kadang dapat diartikan juga dengan siswa memiliki minat dan motivasi sedang pada pembelajaran sejarah. Hasil perhitungan semua uji hubungan menunjukkan nilai positif dengan koefisien nilai lebih tinggi daripada r tabel yang artinya meskipun menunjukkan hubungan yang positif namun hubungan tersebut bernilai sangat lemah dan tidak signifikan. Tingkat pemahaman siswa diinterpretasikan berdasarkan hasil perhitungan skor tes siswa yang telah mengerjakan 25 butir soal pilihan ganda dan didapatkan skor yang sangat bervariasi. Seluruh butir soal dirancang dengan memperhatikan taksonomi bloom tingkat analisis atau C4. Taksononomi bloom berasal dari pemikiran psikolog pendidikan yaitu Dr. Benjamin Bloom pada tahun 1956, yang mengembangakan pemikiran pendidikan dengan menekankan pada kemampuan berpikir tingkat tinggi seperti menganalisis dan mengevaluasi konsep, proses, prosedur, dan prinsip, bukan hanya menghafal fakta atau informasi saja (Nafiati, 2. Tingkat menganalisis atau C4 sudah masuk kedalam kategori HOTS (Higher Order Thinking Skill. atau kemahiran berpikir tingkat tinggi yang menuntut kemampuan lebih dari sekedar mengerti dan menghafal. Tingkat kemampuan lebih tinggi daripada mengerti adalah memahami. Pengelompokan tingkat pemahaman dilakukan dengan menggunakan skala Likert empat poin. Hasil perhitungan menunjukkan jika dari total 22 orang peserta didik terdapat 13 orang yang mendapatkan skor diantara interval 41-66 dapat dikatakan 13 orang atau 59,09% dari 22 orang peseta didik berada pada tingkat pemahaman Aucukup fahamAy. Kemudian untuk interval skor 0-40 terdapat 9 atau 40,91% dari 22 orang peseta didik masuk ke dalam kategori kurang Hasil dari uji hipotesis yang diterapkan melalui uji T pada SPSS cukup selaras dengan perhitungan di atas dengan hasil uji adalah nilai rata-rata siswa tidak sama dengan 75 poin yaitu 44,73 poin dan termasuk kedalam kategori cukup faham. Pembahasan berikutnya mengenai hubungan antara variabel. Hasil uji hubungan antara minat belajar siswa dengan hasil belajar menunjukkan hubungan antara minat belajar siswa yang diukur melalui angket dan hasil belajar dari hasil tes tergolong sangat lemah dan tidak Artinya pada penelitian ini tidak terdapat bukti yang kuat untuk menunjukkan jika minat berpengaruh besar pada hasil belajar siswa. Nilai koefisien determinasi menunjukkan jika minat memiliki peran sebesar 0,08% terhadap hasil belajar siswa. Rivani menjelaskan bahwa minat belajar memegang peran yang sangat vital dalam rangka meningkatkan prestasi belajar untuk mencapai hasil yang optimal (Yanti & Puspasari, 2. Namun jika minat tidak sebesar seperti yang diharapkan maka minat akan turut berpengaruh pula pada hasil belajar yang kurang. Sementara itu, prediksi pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar menunjukkan nilai positif, yang mengindikasikan bahwa setiap minat meningkat Page 521 of 525 Arini SaAoadah. Arif Subekti Hubungan Minat dan Motivasi dengan Hasil Belajar pada Materi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen akan diikuti hasil belajar yang meningkat secara positif. Dengan demikian, hasil uji hipotesis yang diterima adalah hipotesis alternatif yaitu H0: terdapat hubungan yang lemah dan tidak signifikan antara minat siswa dan hasil belajar siswa. Hal ini selaras dengan pernyataan Nurhasanah & Sobandi . yang menyatakan bahwa peningkatan minat belajar akan diikuti oleh peningkatan hasil belajar siswa. Motivasi memberikan semangat, arah, dan kegigihan dalam belajar sehingga siswa mampu menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan dalam proses pembelajaran (Suryanti & Jayanti, 2. Studi ini menemukan bahwa hubungan antara minat dengan hasil belajar tidak sekuat yang diharapkan. Dengan demikian bukti di lapangan tidak cukup kuat untuk mendukung pernyataan jika hasil belajar dipengaruhi secara signifikan oleh motivasi belajar. Perhitungan koefisien determinasi menunjukkan nilai sebesar 2,1% yang artinya motivasi memiliki peran senilai tersebut terhadap hasil belajar siswa. Hasil uji regresi untuk mendapatkan informasi mengenai kemungkinan peningkatan hasil belajar jika motivasi meningkat menunjukkan nilai peningkatan positif artinya jika siswa semakin termotivasi untuk belajar sejarah maka hasil belajar sejarah juga akan ikut naik. Hal tersebut sejalan dengan temuan Wyn et al. yang menunjukkan korelasi positif antara motivasi belajar dan hasil belajar siswa. oleh karena itu hipotesis yang diterima adalah hipotesis alternatif H 0: terdapat hubungan yang lemah dan tidak signifikan antara motivasi dan hasil belajar siswa. Hasil uji korelasi antara variabel minat dengan variabel motivasi menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0, 386 yang dapat diinterpretasikan jika kedua variabel memiliki hubungan yang positif namun sangat lemah. Nilai signifikansi menunjukkan angka 0,075 maknanya meskipun meskipun hubungan antara keduanya positif dan lemah namun hubungan itu tidak signifikan. Hal itu dapat diinterpretasikan jika tidak dapat dibuktikan secara langsung jika minat dan motivasi saling mempengaruhi satu sama lain. Nilai koefisien determinasi menunjukkan nilai sebesar 14,8% artinya minat memiliki peran sebesar nilai tersebut untuk mempengaruhi motivasi maupun sebaliknya. Maka hipotesis yang diterima adalah hipotesis alternatif yang berbunyi H0: terdapat hubungan yang lemah tidak signifikan antara minat dan motivasi belajar siswa. Setelah semua variabel diuji hubungan satu sama lain maka dilakukan korelasi berganda untuk menilai bagaimana hubungan antara minat dan motivasi secara bersamaan dengan hasil Hasilnya menunjukkan jika hubungan ketiga variabel memiliki nilai positif namun Nilai signifikansi menunjukkan jika hubungan itu tidak signifikan. Sedangkan untuk mengetahui seberapa tinggi peran variabel minat dan motivasi berpengaruh terhadap hasil belajar dilakukan uji regresi berganda atau uji simultan . ji F) dengan hasil nilai koefisien determinasi yaitu 0,07% di tabel AuModel SummaryAy artinya minat dan motivasi memiliki peran sebesar nilai tersebut terhadap hasil belajar sejarah siswa sedangkan 99,93% sisanya faktor diluar variabel minat dan motivasi yang diteliti mengambil peran tersebut. Sedangkan hasil dari uji regresi linear berganda pada tabel AuANOVAAy diketahui nilai sig. senilai 0,760 yang dapat dimaknai bahwa variabel minat dan motivasi dalam waktu yang sama tidak berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar siswa khususnya pada materi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Maka hipotesis yang diterima adalah hipotesis alternatif yaitu H0: terdapat hubungan yang lemah dan tidak signifikan antara minat dan motivasi dengan hasil belajar siswa. Kesimpulan Berdasarkan hasil studi yang diterapkan dengan siswa kelas XI MPLB SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen mengenai hubungan antara minat dan motivasi belajar sejarah dengan hasil belajar pada materi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, ditemukan beberapa temuan penting. Studi ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan metode survey. Data Page 522 of 525 Arini SaAoadah. Arif Subekti Hubungan Minat dan Motivasi dengan Hasil Belajar pada Materi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen dikumpulkan melalui angket untuk mengukur tingkat minat dan motivasi belajar siswa, serta tes pilihan ganda untuk mengukur hasil belajar siswa. seluruh data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS versi 22. Berdasarkan perhitungan angket, tingkat minat dan motivasi belajar siswa tergolong pada kategori menengah, dengan persentase masing-masing variabel sebesar 66,76% dan 68,18%. Hal ini menunjukkan mayoritas siswa menjawab Auragu-ragu/kadang-kadangAy pada alternatif jawaban angket. Jawaban itu mengindikasikan jika siswa belum sepenuhnya melibatkan diri dalam pembelajaran karena minat dan motivasi siswa belum berada pada titik tertinggi. Dari hasil pengujian, diperoleh rata-rata nilai siswa 44,73 yang tergolong dalam kategori Aucukup pahamAy. Hal ini mengindikasikan bahwa tingkat pemahaman siswa khususnya pada materi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia belum maksimal. Analisis hubungan antara variabel menunjukkan jika minat dan motivasi belajar memiliki hubungan yang positif dengan hasil belajar. Namun hubungan itu tidak kuat atau lemah dan tidak signifikan. Hal itu menunjukkan jika tidak terdapat bukti yang kuat untuk membuktikan jika minat dan motivasi secara aktif memengaruhi hasil belajar siswa, khususnya pada siswa kelas XI MPLB SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen. Nilai koefisien korelasi antara minat dan hasil belajar menunjukkan angka 0,029 yang memberikan kontribusi sebesar 0,08% terhadap hasil belajar. Sementara itu, motivasi belajar memiliki nilai koefisien korelasi terhadap hasil belajar sebesar 0,164 atau setara dengan 2,1% peran yang diberikan minat kepada hasil belajar. Hubungan antara minat dengan motivasi sendiri menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,368 atau setara dengan 14,8% peran yang diberikan minat kepada motivasi, nilai tersebut masih lemah dan tidak signifikan secara statistik. Analisis regresi berganda menunjukkan nilai kontribusi sebesar 0,07% yang berarti minat dan motivasi secara bersama-sama memberikan pengaruh sebesar tersebut terhadap hasil belajar. Sedangkan sisanya yaitu 99,93% dipengaruhi oleh faktor selain variabel yang digunakan pada penelitian ini. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa minat dan motivasi belajar menunjukkan hubungan yang positif terhadap hasil belajar, namun hubungan tersebut tidak cukup kuat dan tidak signifikan. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran faktor lain di luar minat dan motivasi belajar untuk mendukung keberhasilan belajar siswa seperti sarana dan prasarana, metode pembelajaran dan kualitas materi yang diberikan kepada siswa. Ucapan Terimakasih