Jurnal Agrium online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 September, 2025 Vol. No 3. Hal. 258- 270 Author. Hendrival,et al AKTIVITAS INSEKTISIDA DARI EKSTRAK DAUN AGERATUM CONYZOIDES DAN TITHONIA DIVERSIFOLIA PADA HAMA PASCA PANEN Insecticidal Activity of Leaf Extracts Ageratum conyzoides and Tithonia diversifolia on Post-Harvest Pests Hendrival1*. Muhammad Alfi Syahrin1. Tito Rico Nainggolan1. Novita Pramahsari Putri1. Latifah1. Baidhawi1. Muhammad Muaz Munauwar1 Program Studi Agroekoteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Malikussaleh Jalan Banda Aceh-Medan. Kampus Reuleut. Aceh Utara. Propinsi Aceh. Indonesia, 24355 *Corresponding author: hendrival@unimal. ABSTRAK Sitophilus oryzae dan Tribolium castaneum merupakan jenis hama pascapanen yang berkontribusi terhadap kerugian ekonomi pada hasil pertanian yang disimpan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas ekstrak daun Ageratum conyzoides dan Tithonia diversifolia sebagai insektisida nabati terhadap kedua hama. Pengujian menggunakan rancangan acak lengkap dengan konsentrasi ekstrak yaitu 1%, 3%, 5%, 7%, dan 9%. Parameter pengujian menliputi aktivitas penghambatan makan, penolakan imago, dan mortalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun A. conyzoides dan T. diversifolia efektif dalam mengurangi aktivitas makan, meningkatkan repelensi, dan menyebabkan mortalitas imago S. oryzae dan T. Aktivitas penghambatan makan dan penolakan imago meningkat seiring kenaikan konsentrasi ekstrak. Kedua aktivitas mencapai maksimum terjadi pada konsentrasi 9%. Mortalitas imago mencapai 100% pada konsentrasi 9% setelah tujuh hari aplikasi. Ekstrak T. diversifolia menunjukkan efek yang lebih signifikan dibandingkan A. conyzoides, khususnya dalam repellensi. Ekstrak daun A. conyzoides dan T. diversifolia memiliki potensi besar sebagai insektisida nabati yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Kata kunci: Insektisida nabati. Penghambatan makan. Penolakan. Mortalitas ABSTRACT Sitophilus oryzae and Tribolium castaneum are types of post-harvest pests that contribute to economic losses in stored agricultural products. This study aims to evaluate the effectiveness of Ageratum conyzoides and Tithonia diversifolia leaf extracts as botanical The experiment utilized a completely randomized resign with extract concentrations of 1%, 3%, 5%, 7%, and 9%. The parameters tested included feeding inhibition activity, imago repellency, and mortality. The results showed that A. conyzoides and T. diversifolia leaf extracts effectively reduced feeding activity, increased repellency, and caused mortality of S. oryzae and T. castaneum imagos. Nourishing hindrance and imago repellency activities increased with higher extract a concentrations, with maximum effects observed at 9% Imago mortality reached 100% at a concentration of 9% after seven days of diversifolia extract demonstrated more significant effects compared to A. conyzoides, especially in repellency. Leaf extracates of A. conyzoides and T. diversifolia have great potential as environmentally friendly and sustainable botanical insecticides. Keywords: Anti-fedan, bio-insecticides. Repellency. Mortality Jurnal Agrium online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 September, 2025 Vol. No 3. Hal. 258- 270 Author. Hendrival,et al Serangan S. oryzae sering kali tidak terdeteksi pada tahap awal karena aktivitas larvanya terjadi di dalam biji (Attia et al. Setelah dewasa, kumbang dewasa akan keluar dari biji, meninggalkan lubanglubang kecil yang menunjukkan kerusakan (Bhargude et al. , 2. oryzae dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang besar, dengan estimasi kerugian mencapai 10 sampai 30% dari total hasil panen, terutama pada fase penyimpanan (Garcya-Lara et al. Kumbang ini memiliki kemampuan berkembang biak dengan cepat pada kondisi penyimpanan yang hangat dan lembab, persediaan pangan yang disimpan. Tribolium castaneum, atau kumbang tepung merah adalah hama penting dalam sektor pascapanen yang secara khusus menyerang komoditas yang disimpan, seperti biji-bijian, tepung, dan makanan olahan berbasis gandum yang menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi petani dan produsen (Hendrival et al. , 2016. Singh et al, 2. castaneum termasuk hama sekunder yang menyerang biji-bijian yang telah mengalami kerusakan atau berada dalam kondisi penyimpanan yang tidak ideal (Gerken & Campbell, 2. Serangan hama ini tidak hanya mengakibatkan kerugian ekonomi yang signifikan, tetapi juga mempengaruhi kualitas dan keamanan pangan (Jung et al. , 2. memiliki siklus hidup yang cepat dengan kemampuan berkembang biak tinggi dalam dikendalikan (Hendrival et al. , 2. Kehadiran T. castaneum dalam produk pangan juga menimbulkan ancaman terhadap kesehatan manusia. Produk yang terkontaminasi dapat mengandung eksuviae, serangga mati, dan feses yang dapat memicu reaksi alergi atau bahkan menjadi medium bagi mikroorganisme patogen (Devi & Devi. Tingkat kontaminasi dalam bahan pangan yang disebabkan oleh hama ini mengakibatkan penurunan mutu gizi produk serta menimbulkan risiko kesehatan bagi konsumen, yang menjadi perhatian penting dalam industri pangan (Phillips & Throne. PENDAHULUAN Hama pascapanen yang menyerang biji-bijian dan produk pertanian di penyimpanan, merupakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi dalam sektor pertanian global. Produk pertanian yang telah dipanen sering kali menjadi sasaran serangan berbagai jenis serangga hama, yang dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan. Hama pascapanen seperti Sitophilus oryzae dan Tribolium castaneum diketahui menyerang serealia dan olahanya seperti beras, jagung, dan gandum, sehingga mengakibatkan penurunan kualitas produk yang berdampak buruk pada keamanan pangan (Hendrival & Riska. Hendrival et al. , 2022. Susanti et al. Sitophilus oryzae dan T. merupakan dua spesies hama utama yang tersebar luas di seluruh dunia, terutama di wilayah dengan produksi serealia yang tinggi seperti Asia. Afrika, dan Amerika Latin (Hong et al. , 2. Kehadiran hama ini menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi petani dan produsen makanan di seluruh dunia, dengan pengurangan hasil panen dan penurunan kualitas produk yang tersimpan (Nenaah. Kehadiran kedua hama ini dapat menyebabkan degradasi produk dan menurunkan kualitas pangan (Mustikarani et , 2. Sitophilus oryzae atau kumbang beras adalah hama primer yang menyebabkan kerusakan signifikan dengan menyerang bagian dalam biji (Romadani & Hendrival. Annisa et al. , 2018. Hendrival et al. Nasution et al. , 2. Larva kumbang ini hidup dan berkembang di dalam biji, menyebabkan degradasi fisik dan penurunan mutu nutrisi (Hendrival & Rangkuti, 2. Dalam hal ini, biji-bijian yang diserang tidak hanya mengalami penurunan berat tetapi juga penurunan kualitas, yang pada akhirnya menyebabkan kerugian ekonomi besar bagi petani dan distributor (Hendrival et al. Kerusakan yang ditimbulkan tidak hanya mengurangi bobot biji, tetapi juga menurunkan kualitas fisik dan gizi produk, sehingga menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan (Hendrival et al. , 2. Jurnal Agrium online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 Pendekatan pengendalian yang umum digunakan dalam mengatasi masalah ini adalah penggunaan insektisida kimia. Namun, insektisida sintetis menimbulkan risiko serius terhadap kesehatan manusia, lingkungan, serta menyebabkan resistensi pada hama (Hendrival et al. , 2017. Hendrival et al. , 2. Hama S. oryzae dan castaneum dikenal cepat mengembangkan resistensi terhadap insektisida. Selain itu, residu dari insektisida ini dapat mencemari lingkungan dan mengakibatkan efek berbahaya pada ekosistem. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan untuk mengendalikan hama pada penyimpanan biji-bijian. Sebagai alternatif, penggunaan insektisida alami dari tumbuhan telah semakin mendapat perhatian (Sinaga et al. , 2023. Hendrival & Marwan. Ekstrak tumbuhan yang bersifat insektisida dianggap lebih ramah lingkungan dan aman digunakan dalam sistem pertanian Tumbuhan seperti Ageratum conyzoides dan Tithonia diversifolia memiliki potensi sebagai insektisida nabati yang dimanfaatkan untuk mengendalikan hama penyimpanan biji-bijian. Tujuan utama mengevaluasi efektivitas insektisida yang terbuat dari ekstrak daun A. conyzoides dan diversifolia terhadap S. oryzae dan T. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi optimal dari kedua ekstrak yang digunakan insektisida alami yang dihasilkan oleh kedua tumbuhan tersebut. September, 2025 Vol. No 3. Hal. 258- 270 Author. Hendrival,et al Setiap stoples diisi dengan 40 imago . betina dan 20 janta. Untuk pembiakan. oryzae diberi pakan sebanyak 200 g beras merah, sementara T. menggunakan 200 g tepung gandum. Wadah pembiakan disimpan di ruang pemeliharaan dengan suhu lingkungan dan kelembapan relatif 29Ae32 AC dan 72Ae75%. Pembiakan berlangsung selama 30 hari, setelah itu 40 imago awal dipisahkan dari media makanan. Beras merah dan tepung gandum kemudian diinkubasi lebih lanjut hingga muncul imago Pemisahan imago dari media dilakukan setiap hari untuk memastikan keseragaman usia imago yang diperoleh. Ekstraksi Penelitian tumbuhan babadotan dan kipahit sebagai insektisida alami, dengan bagian yang digunakan adalah daun dari kedua tumbuhan Proses persiapan dimulai dengan membersihkan daun babadotan dan kipahit, lalu mengeringkannya selama sekitar 2 Setelah kering, kedua jenis daun tersebut dihancurkan menjadi serbuk menggunakan blender. Sebanyak 500 g serbuk daun babadotan dan kipahit direndam dalam 1500 ml etanol selama 2 hingga 3 Campuran yang dihasilkan kemudian disaring dengan menggunakan corong yang dilapisi kertas saring Whatman No. berdiameter 185 mm. Filtrat yang dihasilkan diuapkan menggunakan rotary evaporator pada suhu 50 hingga 60 AC dan tekanan 240 mbar untuk memperoleh ekstrak kasar. Setelah proses tersebut, ekstrak daun yang telah diperoleh disimpan dalam lemari pendingin . Ae10 AC) hingga siap untuk digunakan dalam pengujian. METODE PENELITIAN Penelitian tentang aktivitas insektisida ekstrak daun A. conyzoides dan T. diversifolia terhadap imago T. dan S. oryzae dilaksanakan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman. Program Studi Agroekoteknologi. Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh, selama periode SeptemberAeNovember Proses pembiakan dua species serangga dilakukan dengan menempatkan kedua serangga secara terpisah dalam stoples berukuran tinggi 12 cm dan diameter 15 cm, yang dilengkapi lubang aerasi berdiameter 9 cm ditutup kain Pengujian Aktivitas Penghambatan Makan Pengujian aktivitas penghambatan makan dilakukan dengan memanfaatkan 2 g beras merah sebagai pakan untuk imago S. oryzae dan T. Larutan ekstrak dengan berbagai konsentrasi disiapkan dalam volume 30 l dan diaplikasikan pada 2 g beras sebagai pakan. Sebagai kontrol, larutan etanol absolut tanpa ekstrak digunakan dalam volume yang sama. Beras Jurnal Agrium online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 yang telah diberi perlakuan dibiarkan pada suhu kamar selama 5 menit untuk memastikan pelarut etanol menguap Setelah itu, beras yang sudah tercampur larutan ekstrak ditempatkan dalam botol plastik sebagai media pakan bagi imago. Setiap konsentrasi ekstrak dan kontrol diuji sebanyak tiga kali, dengan masing-masing ulangan terdiri dari 10 imago yang sebelumnya telah dipuasakan selama 24 jam. Setelah masa pemberian pakan selesai, beras ditimbang ulang untuk mengetahui jumlah pakan yang telah Aktivitas penghambatan makan oleh imago S. oryzae dan T. dihitung menggunakan formula yang dikembangkan oleh Isman et al. yaitu penghambatan makan = (C Ae T)/C T) x 100, dengan keterangan C: berat makanan yang dikonsumsi pada perlakuan tanpa ekstrak, dan T: berat makanan yang dikonsumsi pada perlakuan ekstrak. September, 2025 Vol. No 3. Hal. 258- 270 Author. Hendrival,et al sedangkan nilai negatif (O. menunjukkan ketiadaan efek penolakan atau adanya sifat Pengujian Toksisitas Uji toksisitas dilakukan menggunakan metode residu permukaan pada media kertas Sebanyak 1000 AAL larutan ekstrak diaplikasikan secara merata pada permukaan kertas saring, sedangkan larutan etanol dalam volume yang sama digunakan sebagai Kertas saring yang telah diberi perlakuan dikeringkan terlebih dahulu pada suhu ruang sebelum diletakkan di bawah tutup cawan petri. Setiap konsentrasi ekstrak, termasuk kontrol, diuji dalam tiga ulangan, masing-masing melibatkan 10 individu imago, sehingga total terdapat 30 imago untuk setiap perlakuan. Imago kemudian dimasukkan ke dalam cawan petri yang ditutup dengan kertas saring perlakuan. Pengamatan terhadap kematian imago dilakukan setiap hari selama tujuh hari setelah aplikasi. Persentase mortalitas dihitung menggunakan rumus: Pengujian Aktivitas Penolakan Imago Uji aktivitas penolakan terhadap imago dilakukan mengikuti prosedur Talukder dan Howse . yang telah dimodifikasi oleh Hendrival et al. Kertas saring berdiameter 9 cm dibagi menjadi dua bagian dengan luas yang setara . = 4,5 c. Sebanyak 500 L larutan diaplikasikan secara merata pada salah satu bagian (P. , sedangkan bagian lainnya (P. diberikan 500 L etanol sebagai kontrol. Kedua potongan kertas dikeringkan selama 5 menit pada suhu ruang, kemudian ditempatkan dalam cawan petri tertutup. Setiap perlakuan diuji sebanyak tiga ulangan, masing-masing melibatkan 10 individu imago. Serangga dimasukkan ke dalam cawan petri yang berisi kedua potongan kertas saring (P1 dan P. , dan jumlah imago yang berada pada masingmasing bagian diamati setiap jam selama periode 5 jam setelah aplikasi. Aktivitas persentase repelensi (PR), yang dihitung menggunakan rumus PR= 2y (NcOe. , dengan Nc merupakan persentase jumlah imago yang ditemukan pada kertas kontrol . anpa ekstra. Nilai PR yang positif ( ) menunjukkan adanya efek penolakan. Mortalitas imago (%)= . umlah imago mati/jumlah total imag. Rancangan Penelitian dan Analisis Data Pengujian aktivitas insektisida ekstrak daun Ageratum conyzoides dan Tithonia diversifolia terhadap imago Sitophilus Tribolium dilaksanakan menggunakan Rancangan acak Perlakuan terdiri atas lima tingkat konsentrasi, yaitu 1% . g ekstrak/100 mL etano. , 3% . g/100 mL), 5% . g/100 mL), 7% . g/100 mL), dan 9% . g/100 mL), serta satu kontrol . tanol tanpa ekstra. Data menggunakan analisis varians dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 20. Perbedaan antar perlakuan selanjutnya diuji menggunakan uji lanjut DuncanAos multiple range test pada tingkat signifikansi 5%. Hubungan antara tingkat mortalitas imago menggunakan regresi probit. Nilai LCCICA ditentukan setelah mortalitas mencapai lebih dari 50% pada masing-masing spesies. Analisis menggunakan perangkat lunak POLO PLUS Jurnal Agrium online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 untuk memperoleh September, 2025 Vol. No 3. Hal. 258- 270 Author. Hendrival,et al persentase penolakan yang rendah, namun mengalami peningkatan laju penolakan yang tajam sampai jam ke-5 setelah aplikasi. Efek aktivitas penolakan pada kedua imago terlihat semakin tinggi terjadi pada konsentrasi 7Ae9% (Tabel . Aktivitas penolakan lebih tinggi pada ekstrak daun diversifolia dibandingkan ekstrak daun conyzoides pada kedua imago. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun A. conyzoides dan diversifolia memiliki pengaruh signifikan terhadap repellensi imago S. oryzae dan T. Efektivitas dari kedua ekstrak tumbuhan sebagai aktivitas penolakan imago berbanding lurus dengan konsentrasi yang Senyawa-senyawa aktif dalam ekstrak tumbuhan sering kali membutuhkan konsentrasi optimal untuk memaksimalkan efek biokimia, terutama dalam menimbulkan respons penghindaran pada serangga hama. HASIL DAN PEMBAHASAN Aktivitas Penghambatan Makan Ekstrak daun A. conyzoides dan T. diversifolia pada konsentrasi 1 sampai 9% memiliki aktivitas penghambatan makan imago S. oryzae dan T. castaneum yang Aktivitas penghambatan makan dari kedua ekstrak pada imago S. oryzae dan castaneum paling rendah terjadi pada konsentrasi 1Ae3%. Aktivitas penghambatan makan sudah mencapai >50% terjadi pada konsentrasi lebih dari 5%. Pengaruh kedua ekstrak tumbuhan terhadap aktivitas penghambatan makan paling tinggi terjadi Aktivitas penghambatan makan pada kedua ekstrak dari kedua hama pascapanen terlihat terpaut Efek aktivitas penghambatan makan pada kedua imago terlihat semakin tinggi pada konsentrasi 7Ae9%. Aktivitas peningkatan seiring dengan peningkatan konsentrasi dari kedua ekstrak (Tabel . Hasil penelitian ini menegaskan bahwa konsentrasi dari kedua ekstrak berperan efektivitas penghambatan makan pada hama oryzae dan T. Aktivitas penghambatan makan meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak daun A. conyzoides dan T. Mortalitas Imago Ekstrak ekstrak daun A. dan T. diversifolia diketahui memiliki sifat toksik yang menyebabkan kematian imago dari kedua spesies serangga. Mortalitas mulai terlihat sejak hari ke-3 setelah aplikasi dan meningkat tajam hingga hari ke-7. Pada 3 HSA . ari setelah aplikas. , tingkat mortalitas masih rendah, yaitu kurang dari 50% pada konsentrasi 9%. Namun, mortalitas meningkat lebih dari 50% pada hari ke-5 setelah aplikasi di semua Mortalitas maksimum mencapai 100% pada hari ke-7 di semua konsentrasi (Tabel . Penelitian ini mengungkapkan bahwa ekstrak daun A. conyzoides dan T. diversifolia memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan mortalitas imago S. oryzae dan T. Tingkat mortalitas meningkat secara substansial seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, menunjukkan adanya hubungan yang erat antara konsentrasi ekstrak dan respons serangga hama. Aktivitas Penolakan Imago Ekstrak daun A. conyzoides dan T. diversifolia memiliki aktivitas penolakan imago S. oryzae dan T. castaneum dengan terpaut konsentrasi. Aktivitas penolakan mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak daun A. conyzoides dan T. Penolakan imago dari kedua ekstrak daun mencapai lebih dari 50% terjadi pada konsentrasi 3Ae 9%, sedangkan pada konsentrasi 1% mencapai kurang dari 50%. Konsentrasi ekstrak yang rendah juga memperlihatkan Jurnal Agrium online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 September, 2025 Vol. No 3. Hal. 258- 270 Author. Hendrival,et al Tabel 1. Dampak insektisida nabati dari ekstrak daun A. conyzoides dan T. diversifolia terhadap aktivitas penghambatan makan dan penolakan imago S. oryzae dan T. Aktivitas penolakan imago Aktivitas (%) makan (%) 3 JSA 4 JSA 5 JSA Ekstrak 34,52 c 33,33 c daun A. 41,12 c 53,33 b 62,39 b 53,33 b 66,67 b 71,72 ab 60 ab 86,67 a 85,13 a 73,33 a 93,33 a 37,30 c 26,67 d 33,33 c 41,12 c 53,33 b 58,12 b 66,67 b 70,68 ab 73,33 a 86,67 a 81,82 a 86,67 a 93,33 a 93,33 a Ekstrak 13,68 d 26,67 c 33,33 c daun T. 23,74 cd 40 bc 46,67 b 53,33 b 45,19 bc 53,33 b 66,67 b 62,04 b 73,33 a 86,67 a 83,33 a 86,67 a 93,33 a 23,89 d 26,67 c 33,33 c 33,02 cd 40 bc 53,33 b 58,12 bc 53,33 b 66,67 b 81,86 b 73,33 a 86,67 a 93,94 a 93,33 a Keterangan: Rata-rata yang diikuti dengan huruf yang sama menunjukkan berbeda tidak nyata berdasarkan uji DMRT pada taraf 0,05 Insektisida Hama pascapanen Konsentrasi (%) . Tabel 2. Dampak insektisida nabati dari ekstrak daun A. conyzoides dan T. diversifolia terhadap mortalitas imago S. oryzae dan T. Ekstrak daun Ekstrak daun A. Hama pascapanen Konsentrasi (%) . Mortalitas imago (%) 3 HSA 5 HSA 7 HSA Kontrol 13,33 d 3,33 c 23,33 c 6,67 cb 73,33 c 16,67 ab 53,33 a 33,33 a 66,67 a Kontrol 6,67 d 33,33 d 10 cd 53,33 c 16,67 cb 43,33 ab 76,67 b 23,33 ab 53,33 a 93,33 a 63,33 a Ekstrak daun T. Kontrol 26,67 d 53,33 d 10 bc 46,67 bc 73,33 c 50 cd 86,67 d 20 ab 56,67 ab 93,33 a 73,33 a Kontrol 23,33 c 53,33 c 43,33 b 73,33 b 16,67 bc 86,67 ab 70 ab 93,33 a 76,67 a Keterangan: Rata-rata yang diikuti dengan huruf yang sama menunjukkan berbeda tidak nyata berdasarkan uji DMRT pada taraf 0,05 Jurnal Agrium online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 September, 2025 Vol. No 3. Hal. 258- 270 Author. Hendrival,et al Tabel 3. Pendugaan parameter hubungan konsentrasi insektisida nabati dari ekstrak daun A. conyzoides dan T. diversifolia dengan mortalitas hama pascapanen Waktu Intersep Kemiringan Hama LC50 (SK 95%) Ekstrak daun regresi probit (%) (HSA) A GB) . A GB) conyzoides S. 4,14 A 0,22 1,09 A 0,32 6,05 . ,89Ae13,. 5,24 A 0,21 1,40 A 0,36 0,67 . ,12Ae1,. 4,23 A 0,22 1,48 A 0,14 4,77 . ,02Ae8,. 4,59 A 0,21 1,01 A 0,16 1,48 . ,96Ae1,. diversifolia S. 4,86 A 0,19 0,68 A 0,34 1,58 . ,13Ae3,. 5,58 A 0,22 1,82 A 0,58 0,47 . ,04Ae0,. 4,78 A 0,19 1,06 A 0,35 1,58 . ,43Ae2,. 5,58 A 0,22 0,54 A 0,35 0,31 . ,04Ae0,. Keterangan: HSA: hari setelah aplikasi, a: kemiringan garis probit, b: kemiringan regresi. GB: galat baku. SK: selang kepercayaan pada taraf 95% Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak daun A. conyzoides dan T. diversifolia efektif dalam menghambat aktivitas makan, penolakan, dan mortalitas imago S. oryzae dan T. Kedua tumbuhan tersebut diketahui memiliki sifat insektisidal terhadap serangga hama termasuk hama pascapanen (Hendrival & Marwan, 2016. Hendrival et al. , 2. Aktivitas insektisida dari kedua ekstrak didukung oleh kandungan senyawa aktif yang mempengaruhi aktivitas biologi dari spesies hama pascapanen. Ekstrak daun A. conyzoides mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, terpenoid, dan saponin yang bersifat toksik bagi hama (Kamboj & Saluja, 2008. Jaya et al. , 2014. Yadav et al. , 2. Kandungan senyawa sesquiterpenoid, monoterpenes seperti pinene, -pinene, dan limonene, yang berfungsi sebagai antifeedant terhadap hama (Kawlni et al. , 2017. Ngarivhume et al. Devi et al. , 2. Senyawa-senyawa ini telah terbukti berperan penting dalam aktivitas bioaktif pada serangga hama. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak daun A. conyzoides dan T. diversifolia efektif dalam menghambat aktivitas makan, penolakan, dan mortalitas imago S. oryzae dan T. Kedua tumbuhan tersebut diketahui memiliki sifat insektisidal terhadap serangga hama termasuk hama pascapanen (Hendrival & Marwan, 2016. Hendrival et al. , 2. Aktivitas insektisida dari kedua ekstrak didukung oleh kandungan senyawa aktif yang mempengaruhi aktivitas biologi dari spesies hama pascapanen. Ekstrak daun A. conyzoides mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, terpenoid, dan saponin yang bersifat toksik bagi hama (Kamboj & Saluja, 2008. Jaya et al. , 2014. Yadav et al. , 2. Kandungan senyawa sesquiterpenoid, monoterpenes seperti pinene, -pinene, dan limonene, yang berfungsi sebagai antifeedant terhadap hama (Kawlni et al. , 2017. Ngarivhume et al. Devi et al. , 2. Senyawa-senyawa ini telah terbukti berperan penting dalam aktivitas bioaktif pada serangga hama. Mekanisme penghambatan makan yang mungkin terjadi adalah melalui interaksi senyawa bioaktif dalam ekstrak dengan sistem saraf serangga. Kelompok terpenoid dan flavonoid bekerja dengan mengganggu reseptor penciuman hama, sehingga mengurangi kemampuan hama untuk mengenali makanan dan menghindari makanan yang terkontaminasi ekstrak (Mierziak et al. , 2014. Cymara et al. , 2. Flavonoid dalam tanaman berfungsi sebagai insektisida nabati dengan mempengaruhi sistem saraf serangga, yang mengakibatkan penurunan aktivitas atau kematian (Pereira et al. , 2. Senyawa-senyawa tersebut dapat mempengaruhi kemampuan hama untuk mendeteksi makanan (Kato-Noguchi & Kato, 2. Kaur et al. menyatakan bahwa senyawa dalam ekstrak conyzoides dapat menghambat reseptor Jurnal Agrium online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 ketidakmampuan hama untuk mendeteksi sumber makanan secara efektif. Temuan ini sejalan dengan penelitian Ayodeji . yaitu berbagai konsentrasi ekstrak A. mengurangi tingkat konsumsi pakan oleh Menurut studi oleh Green et al. , flavonoid pada daun T. dapat menghambat neurotransmiter pada serangga, yang menyebabkan penurunan respons makan. Penelitian yang dilakukan oleh Gallon et al. menunjukkan bahwa flavonoid dalam ekstrak T. neurotransmiter yang penting dalam proses makan serangga, sehingga mempengaruhi aktivitas makan hama secara signifikan. Pengujian repellensi yang dilakukan menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak A conyzoides dan T. diversifolia, semakin besar pula tingkat penolakan kedua spesies hama tersebut. Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan sebelumnya yang menunjukkan bahwa kedua ekstrak memiliki senyawa aktif yang bersifat insectisidal seperti penolakan imago. Flavonoid dan alkaloid, sebagai komponen utama, memiliki sifat yang dapat mengganggu sistem syaraf dan reseptor penciuman pada serangga, sehingga menyebabkan efek penghindaran (Gajger & Dar, 2. Flavonoid menstimulasi reseptor kimiawi pada hama, sehingga menimbulkan reaksi menjauh karena sensasi iritasi atau penghindaran terhadap zat tersebut (Demirak & Canpolat. Terpenoid pada A. berperan dalam menghasilkan aroma yang tidak disukai oleh serangga, sehingga dapat mengurangi keberadaan hama di sekitar area perlakuan (Kato-Noguchi & Kato, 2. Ekstrak daun T. diversifolia juga efektif sebagai agen repellensi alami terhadap imago S. oryzae dan T. castaneum, sejalan dengan penelitian Gitahi et al. yang menyatakan bahwa ekstrak tanaman tertentu dapat memberikan perlindungan jangka panjang pada produk pertanian melalui mekanisme penolakan hama. Efek repellensi dari ekstrak daun A. conyzoides dan T. diversifolia terutama disebabkan oleh September, 2025 Vol. No 3. Hal. 258- 270 Author. Hendrival,et al senyawa volatil yang menguap dari ekstrak Senyawa-senyawa ini berinteraksi dengan reseptor olfaktori pada antena serangga, yang menyebabkan sinyal penghindaran dan penolakan pada hama S. oryzae dan T. castaneum (Clark & Ray. Yadav et al. , 2. Mekanisme repellensi dari ekstrak daun T. terhadap S. oryzae dan T. menunjukkan potensi yang kuat dalam pengendalian hama yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Hubungan antara konsentrasi ekstrak daun dengan mortalitas imago T. dan S. oryzae dianalisis berdasarkan data pengamatan pada 5Ae7 hari setelah aplikasi (HSA), karena pada periode tersebut mortalitas kedua imago telah melebihi 50% (Tabel . Analisis probit menunjukkan bahwa nilai LC50 dari kedua ekstrak menurun tajam antara 5 dan 7 HSA, seiring dengan meningkatnya jumlah imago yang Mortalitas imago meningkat secara signifikan dengan bertambahnya durasi paparan dan konsentrasi ekstrak. Durasi paparan memiliki pengaruh yang kuat terhadap peningkatan mortalitas, yang tercermin dari penurunan nilai LC50 secara drastis selama periode tersebut (Hendrival et al. , 2. Nilai LC50 ekstrak daun A. conyzoides dan T. diversifolia lebih rendah untuk imago S. oryzae dibandingkan castaneum, menunjukkan bahwa S. oryzae lebih sensitif terhadap kedua ekstrak. Sebaliknya. castaneum menunjukkan tingkat mortalitas yang lebih rendah pada konsentrasi yang sama, kemungkinan disebabkan oleh perbedaan biokimia dalam sistem detoksifikasi kedua spesies. Imago T. castaneum tampaknya memiliki mekanisme adaptasi yang lebih efektif terhadap senyawa toksik alami dibandingkan S. Penemuan dalam penelitian ini didukung oleh studi sebelumnya yang menunjukkan bahwa senyawa aktif dari tumbuhan A. conyzoides dan T. memiliki aktivitas insektisida yang yang dapat mengganggu fungsi fisiologis pada berbagai spesies serangga. Aktivitas ini diyakini mempengaruhi metabolisme dan menyebabkan kematian. Kumarin yang diketahui mengganggu fungsi pencernaan Jurnal Agrium online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 dan sistem saraf serangga. Senyawa kumarin menghambat enzim tertentu yang esensial bagi metabolisme serangga, mengakibatkan disfungsi dan akhirnya kematian (Xia et al. Kandungan menghambat enzim seperti protease dan amilase yang sangat penting dalam mencerna makanan, menyebabkan hama tidak dapat memperoleh nutrisi yang cukup Efek ini diperparah dengan menghambat metabolisme hama, sehingga kematian imago tak terhindarkan (Hussain et , 2. Selain mengganggu proses pencernaan, kumarin dan flavonoid juga berinteraksi dengan sistem saraf pusat pada Senyawa ini mengganggu reseptor neurokimia, menginduksi depresi saraf, yang berujung pada kelumpuhan dan kematian serangga (Hikal et al. , 2. Aktivitas neurotoksik ini membuat imago dari S. oryzae dan T. castaneum tidak mampu bergerak dan makan dengan efektif, ketidakmampuan mereka dalam mencari dan mengolah makanan (Kumar et al. , 2. Studi lebih lanjut juga menunjukkan bahwa senyawa fenolik pada A. memiliki efek residual yang cukup lama, yang berarti senyawa ini dapat bertahan dalam waktu yang signifikan pada permukaan yang terpapar, memperpanjang paparan hama pada senyawa toksik tersebut (Yuliani & Rahayu, 2. Saponin dapat meningkatkan permeabilitas membran sel, yang menyebabkan kematian hama dalam waktu singkat (Qasim et al. , 2. Alkaloid dan terpenoid dapat mempengaruhi fungsi sistem saraf, menyebabkan disorientasi dan kematian (Gajger & Dar, 2. Ekstrak daun A. conyzoides dan T. diversifolia memiliki potensi sebagai insektisida nabati terhadap hama S. dan T. Senyawa bioaktif yang terkandung pada kedua ekstrak daun tersebut bekerja melalui berbagai mekanisme, termasuk interaksi dengan reseptor saraf, gangguan pada sistem pencernaan, dan pengaruh terhadap sistem hormonal serangga gangguan serta metabolisme dan September, 2025 Vol. No 3. Hal. 258- 270 Author. Hendrival,et al menyebabkan kematian. Sifat aktivitas antifeedant, efek repellent yang kuat, dan kematian imago S. oryzae dan T. Ekstrak kedua jenis daun ini dapat menjadi alternatif yang efektif dalam pengendalian hama pascapanen yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Penggunaan insektisida nabati dapat membantu menekan risiko resistensi hama terhadap insektisida sintetis, sekaligus melindungi ekosistem pertanian dari paparan bahan kimia berbahaya. Pentingnya hasil penelitian ini terletak pada potensi penggunaan ekstrak daun A. conyzoides dan diversifolia sebagai alternatif insektisida yang ramah lingkungan dalam pengelolaan kekhawatiran terhadap dampak negatif dari insektisida sintetis terhadap kesehatan manusia dan ekosistem, penggunaan ekstrak nabati dapat menjadi solusi yang lebih aman dan berkelanjutan. Penggunaan ekstrak tanaman sebagai insektisida sejalan dengan pendekatan pengelolaan hama terpadu yang bertujuan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem pertanian berkelanjutan dan penggunaan bahan kimia berbahaya. KESIMPULAN Ekstrak daun A. conyzoides dan T. penghambatan makan, penolakan, dan toksisitas terhadap imago T. castaneum dan oryzae yang bersifat terpaut konsentrasi Aktivitas penghambatan makan dan penolakan imago meningkat seiring kenaikan konsentrasi ekstrak. Kedua aktivitas mencapai maksimum terjadi pada konsentrasi 9%. Mortalitas imago mencapai 100% pada konsentrasi 9% setelah tujuh hari efek repelensi pada skstrak T. diversifolia lebih signifikan dibandingkan A. DAFTAR PUSTAKA Annisa. Hendrival, & Khaidir. Evaluasi ketahanan beras lokal Provinsi Sumatera Barat terhadap hama Sitophilus oryzae (L. Jurnal Agrotek Tropika. : 543Ae552. Jurnal Agrium online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 Attia. Wahba. Mackled. , & Shawir. Resistance status and associated resistance mechanisms to certain insecticides in rice weevil Sitophilus (Coleoptera: Curculionida. Alexandria Journal of Agricultural Sciences. : 331Ae Ayodeji. Biopesticidal activities of three botanicals (Ageratum conyzoides L. Petiveria alliacea L. and Hyptis suaveolens L. Poit. against Sitophilus oryzae L. Open Access J Sci. : 610Ae66. Bhargude. Patil. , & Bhede. Susceptibility of selected cereal crops in storage to rice weevil. Sitophilus oryzae (Linnaeu. The Pharma Innovation Journal. 570Ae575. Cymara. Perestrelo. Ferreira. Berenguer. Pereira. , & Castilho. Plant-derived terpenoids: a plethora of bioactive compounds with several health applicationsAia Molecules. Clark. , & Ray. Olfactory mechanisms for discovery of odorants to reduce insect-host contact. Journal of Chemical Ecology. : 919Ae Demirak. & Canpolat. Plant-based insecticide resistance and disease Insects. : 162. Devi. & N. Devi. Biology of rust-red flour beetle. Tribolium castaneum (Herbs. (Coleoptera: Tenebrionida. Biological ForumAeAn International Journal. : 12Ae15. Devi. Jena. Patra. Singh. Chawla. Raina. Koijam. Parida. , & Rajashekar. Acute evaluation of dihydro-pcoumaric acid isolated from leaves of Tithonia diversifolia Hemsl. gray in BALB/c Front. Pharmacol. 13: 1055765. September, 2025 Vol. No 3. Hal. 258- 270 Author. Hendrival,et al Gajger. & Dar. Plant Insects. : 189. Gallon. Silva-Junior. Amaral, . Lopes. , & Gobbo-Neto. Natural products diversity in plant-insect Tithonia diversifolia (Asteracea. and Chlosyne lacinia (Nymphalida. Molecules. 24: 3118. Garcya-Lara. Bergvinson. Burt. Ramputh. Dyaz-Pontones. & Arnason. The role of pericarp cell wall components in maize weevil resistance. Crop Science. : 1546-1552. Gerken. & J. Campbell. Oviposition and development of Tribolium Herbst (Coleoptera: Tenebrionida. different types of flour. Agronomy. : 1593. Gitahi. Piero. Mburu. , & Machocho. Repellent effects of selected organic leaf extracts of Tithonia diversifolia (Hemsl. ) A. Gray and Vernonia lasiopus (O. Hoffma. against Sitophilus Motschulsky (Coleoptera: Curculionida. The Scientific World Journal. 1: 2718629. Green. Belmain. Ndakidemi, . Farrell. , & Stevenson. Insecticidal activity of Tithonia diversifolia and Vernonia amygdalina. Industrial Crops and Products. 15Ae21. Hendrival & Marwan. Aktivitas insektisida nabati terhadap mortalitas dan penghambatan kemunculan imago Sitophilus oryzae L. Jurnal Agrista. : 66Ae77. Hendrival. Ninggsih. Maryati. Putri, , & Nasrianti. Sinergisme serbuk daun Ageratum conyzoides, rimpang Curcuma longa, dan Zingiber officinale terhadap Sitophilus Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi. : 101Ae109. Hendrival. Ningsih. Chodiron, & Wismawati. Toksisitas Asteraceae. Anacardiaceae. Jurnal Agrium online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 Euphorbiaceae terhadap Sitophilus (Coleoptera: Curculionida. Jurnal Biosains. 1Ae8. Hendrival & Riska. Kerentanan relatif tepung sorgum terhadap kumbang tepung merah (Tribolium castaneum Herbs. AGRIN (Jurnal Penelitian Pertania. : 122131. Hendrival. Khaidir, & Nurhasanah. Pertumbuhan populasi Sitophilus oryzae L. (Coleoptera: Curculionida. dan karakteristik kehilangan bobot pada beras. Jurnal Agrista. : 64Ae Hendrival & Rangkuti. Interaksi antar spesies hama pascapanen pada Agriprima: Journal of Applied Agricultural Sciences. 136Ae145. Hendrival. Juhaimi. Sari. Usnawiyah, & Khaidir. Pengaruh kepadatan populasi dan periode penyimpanan Sitophilus oryzae (L. ) dan kerusakan Jurnal Agrium. : 248Ae Hendrival. Khaidir. Rahmaniah. Afzal. & Nasution. Klasifikasi kerentanan beras dari plasma nutfah padi lokal Aceh terhadap hama Sitophilus oryzae (L. Jurnal Agrotech. : 23Ae32. Hendrival. Khairunnisa. , & Munauwar. Variasi kerentanan dan kerusakan serealia setelah infestasi hama kumbang bubuk (Sitophilus oryzae L. ) berdasarkan kadar air. Agriprima: Journal of Applied Agricultural Sciences. : 73Ae84. Hendrival. Latifah. Saputra. , & Orina. Kerentanan jenis tepung terhadap infestasi kumbang tepung merah (Tribolium castaneum Herbs. (Coleoptera: Tenebrionida. Jurnal Agrikultura. : 148Ae153. Hendrival. Maulida. Julianti, & Khaidir. Klasifikasi kerentanan tepung beras dan jagung terhadap hama kumbang tepung merah (Tribolium castaneum Herbs. Jurnal Agrotek Indonesia. : 19Ae25. September, 2025 Vol. No 3. Hal. 258- 270 Author. Hendrival,et al Hendrival. Sitompul. , & Wirda. Interaksi antara Sitophilus oryzae (L. dan Rhyzopertha dominica (F. terhadap pertumbuhan populasi dan kerusakan sorgum. Biofarm: Jurnal Ilmiah Pertanian. : 134Ae141. Hendrival. Marpaung. Purnama. Az Zahra. Baidhawi. Khaidir, & Usnawiyah. Repellensi dan toksisitas ekstrak daun Lantana camara L. terhadap hama pascapanen. Jurnal Agrotek Tropika. : 1Ae11. Hikal. Baeshen. , & Said-Al Ahl. Botanical insecticide as Cogent Biology. Hong. Lee. Park. , & Yang. First confirmation of the distribution of rice weevil. Sitophilus oryzae, in South Korea. Journal of Asia-Pacific Biodiversity. : 69Ae Hussain. Abbas. , & Reigosa. Activities applications of secondary metabolite Planta Daninha. Jaya. Singh. Prakash. , & Dubey. Insecticidal Ageratum conyzoides L. Coleus aromaticus Benth. and Hyptis suaveolens (L. ) Poit essential oils as fumigant against storage grain insect Tribolium castaneum Herbst. J Food Sci Technol. : 2210-5. Jung. Byeon. Kim, & W. Lee. Estimating economic damage to cocoa bean production with changes in the spatial distribution of Tribolium castaneum (Herbs. (Coleoptera: Tenebrionida. in response to climate change. Journal of Stored Products Research. Kamboj. , & Saluja. Ageratum conyzoides L. : A review on its phytochemical and pharmacological International Journal of Green Pharmacy. : 59Ae68. Kato-Noguchi. & Kato. Defense Molecules of the invasive Jurnal Agrium online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 species Ageratum Molecules. Kaur. Singh. , & Kaur. Pharmacognostic studies on leaves of Ageratum conyzoides Linn. Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry. : 3181Ae3185. Kawlni L. Bora. Upadhyay S. , & Hazra. Pharmacological profile of Tithonia diversifolia (Hemsl. ) a. gray: A comprehensive J Drug Res Ayurvedic Sci. : 183Ae187. Khan. Jan. , & Khan. Phytochemical and biological studies on Ageratum conyzoides L. Latin American Applied Research. 231Ae236. Kumar. Guleria. Deeksha. Kumari. Kumar. Jha. Parmar. Ganguly. , de Aguiar Andrade. Ferreira. , de Oliveira. , & Chandini. From an invasive weed to an insecticidal agent: exploring the potential of Lantana camara in insect International Journal Molecular Sciences. : 12788. Mierziak. Kostyn. , & Kulma. Flavonoids as Important Molecules of Plant Interactions Environment. Molecules. 19: 1624016265. Mustikarani. Hendrival. Usnawiyah. Munauwar. Latifah, & Putri. Kerentanan relatif beras putih terhadap infestasi kumbang bubuk beras. Biofarm: Jurnal Ilmiah Pertanian. : 80Ae Nasution. Hendrival. Hafifah. Munauwar. , & Nurdin. Karakteristik dimensi beras lokal Propinsi Sumatera Utara dan Sitophilus (Coleoptera: Curculionida. Ziraa'ah: Majalah Ilmiah Pertanian. : 267Ae278. Nenaah. Bioactivity of powders and essential oils of three Asteraceae plants as postharvest grain protectants against three major coleopteran pests. September, 2025 Vol. No 3. Hal. 258- 270 Author. Hendrival,et al Journal of Asia-Pacific Entomology. : 701Ae709. Ngarivhume. Noreljaleel. Bonnet, , & Wilhelm. Isolation and Antimalarial activity of a new flavonol from Tithonia diversifolia Leaf Extract. Chemistry. 3: 854Ae860. Pereira. Figueira. , & Castilho. Flavonoids as insecticides in crop protectionAiA review of current research and future prospects. Plants. 13: 776. Phillips. & Throne. Biorational approaches to managing stored-product insects. Annu Rev Entomol. 55: 375-397. Qasim. Islam. Ashraf. Ali. & Wang. Saponins in Insect Pest Control. In: Myrillon. Ramawat. Co-Evolution of Secondary Metabolites. Reference