e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 7. Nomor 2. Mei 2019 : 176 -182 ISSN Cetak : 2337-3997 ISSN Online :2613-9774 THE EFFECT OF NET INTEREST MARGIN (NIM) AND OPERATIONAL COSTS OF OPERATIONAL INCOME (BOPO) ON RETURN ON ASSETS (ROA) OF SHARIA BANKS Mardahleni1. Wahmita Arsandi2 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pasaman Email mardahlenitanjung@gmail. ABSTRACT Return On Asset is one of the most important ratios for any financial institution or company because it deals with the sustainability and stability of any financial institution or company. The purpose of this research is to find out . The effect of Net Interest Margin (NIM) on Return On Asset (ROA) . The effect of Operational Cost Of Operating Income on Return On Asset (ROA) . The effect on Net Interest Margin (NIM) and Operational Cost Of Operating Income on Return on Asset (ROA). The research that the writer conducted is on the Bank listed on the Indonesia Stock Exchange namely Syariah Commercial Bank Period 2014-2016. The population of this study is the financial statements of Syariah Commercial Banks listed on Indonesia Stock Exchange Period 2014-2016. The sample is financial report at Syariah Commercial Bank during period of 2014-2016. Sampling technique is purposive sampling, data collection using documentation, data analysis using multiple regression that is Y = 3. 0170 0,040X1 0,005X2 e indicate that Net Interest Margin has positive but insignificant effect with 0,773 and significant rate 0,452 (> 0,05 ). Operational Cost Of Operating Income cost has positive but insignificant effect with 0,865 and significant rate 0,401 (> 0,. Net Interest Margin (NIM) and Operational Cost Of Operating Income simultaneously have positive but insignificant effect with coefficient of 0,194 and significant rate 0,198. Net Interest Margin (NIM) and Operational Cost Of Operating Income 19. 4% the remaining 80. 6% again influenced by other variables which is not included in this test. Keywords: Return On Asset. Net Interest Margin, and Operational Cost Of Operating Income. PENDAHULUAN Krisis moneter yang terjadi pada tahun 1998 telah membuat beberapa bank konvensional dilikuidasi karena tidak mampu melaksanakan kewajibannya terhadap nasabah sebagai akibat dari kebijakan bunga yang tinggi yang ditetapkan pemerintah selama krisis berlangsung, namun tidak bagi bank syariah. Sebagai perbankan yang tidak menganut system bunga menyebabkan bank syariah tidak mengalami pergerakan negatif. Bank syariah tidak memiliki kewajiban untuk membayar bunga simpanan kepada para nasabahnya. Bank syariah hanya membayar bagi hasil kepada nasabahnya sesuai dengan keuntungan yang diperoleh bank dari hasil investasi yang Bank syariah sebagai lembaga perantara keuangan diharapkan dapat menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan bank berbasis bunga. Salah satu indikator untuk menilai kinerja profitabilitasnya serta tingkat efisiensinya. Ukuran profitabilitas yang digunakan adalah Return on Asset (ROA). ROA memfokuskan kemampuan perusahaan untuk memperoleh earning dalam operasi perusahaan. Semakin besar ROA menunjukkan kinerja keuangan yang semakin baik, karena tingkat kembalian . semakin besar. Terdapat beragam penelitian tentang ROA dengan objek perbankan yang menggunakan Penelitian diantaranya adalah Lemiya dan Erdah Litriani . , dalam penelitiannya yang berjudul pengaruh NPF. FDR, dan BOPO Terhadap ROA pada Bank Umum Syariah go public. Dari hasil penelitiannya menunjukkan bahwa variabel NPF dan FDR sama-sama tidak terdapat pengaruh positif signifikan terhadap ROA pada perusahaan perbankan, sedangkan BOPO berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap ROA perbankan. Selanjutnya. Putu Agustina Indrayani. Fridayana Yudiaatmaja. I Wayan Suwendra . dalam penelitiannya berjudul Au Pengaruh NPL. LDR, dan NIM terhadap ROA pada Bank Umum yang Terdaftar di BEI 2014Ay. Penelitian yang dilakukannya menemukan bahwa secara parsial NPL. LDR dan NIM memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap profitabilitas, dan variabel LDR dan NIM memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap profitabilitas. Secara simultan dapat diketahui bahwa NPL. LDR, dan BOPO berpengaruh signifikan terhadap ROA. e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 7. Nomor 2. Mei 2019 : 176 -182 Begitu juga Erna Sudarmawanti. Joko Pramono . dalam penelitiannya berjudul AuPengaruh CAR. NPL. BOPO. NIM, dan LDR terhadap ROA (Studi kasus pada BPR di Salatiga terdaftar di OJK Tahun 2011Ay. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah. Variabel CAR. NPL. BOPO, dan LDR sama-sama berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA, sedangkan NIM berpengaruh positif signifikan terhadap ROA . ISSN Cetak : 2337-3997 ISSN Online :2613-9774 Berdasarkan laporan keuangan Bank Umum Syariah yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2016 dapat dilihat pada tabel perhitungan rasio ROA (Return On Asse. NIM (Net Interst Margi. dan BOPO (Biaya Operasional Pendapatan Operasional ) pada Bank Umum Syariah periode 2014-2016. Tabel 1 Perhitungan rasio ROA. NIM. BOPO Pada Bank Umum Syariah Periode 2014-2016 NIM BOPO 0,17 2,33 0,55 2,02 0,57 1,69 0,15 0,79 PT. Bank SyariahMuamalat 0,19 0,81 Indonesia 0,21 0,86 1,13 0,73 PT. Bank Syariah 1,34 0,72 BNI 2,39 7,44 0,30 3,54 PT. Bank Syariah 0,30 15,13 Mega Indonesia 2,40 10,84 0,24 3,57 PT. Bank Syariah 0,70 1,24 Bukopin 0,68 2,06 0,58 -0,01 PT. Bank BCA 0,73 0,34 Syariah 0,99 0,05 Sumber : Bank Umum Syariah ( data diolah tahun 2018 ) 72,10 68,64 70,27 35,21 40,64 44,96 161,90 141,02 52,10 79,24 142,56 118,40 33,66 35,25 42,61 37,08 39,33 39,73 NAMA BANK TAHUN PT. Bank Syariah Mandiri Dilihat dari tabel diatas, tampak bahwa rasio-rasio keuangan dari tahun ketahun mengalami perubahan. Baik padaPT. Bank Syariah Mandiri. PT. Bank SyariahMuamalat Indonesia. PT. Bank Syariah BNI. PT. Bank Syariah Mega Indonesia. PT. Bank Syariah Bukopin, maupun PT. Bank BCA Syariah. Dari sini terlihat bahwa ROA dari setiap bank naik turun, secara teori hal ini menunjukan kinerja bank yang tidak stabil dalam penggunaan asetnya untuk kegiatan operasional usahanya. Banyak faktor yang mempengaruhi ROA yang merupakan ukuran profitabilitas, diantaranya yaitu NIM dan BOPO. NIM untuk mengukur ROA atas aktiva produktifnya dan BOPO mengukur ROA atas biaya operasionalnya. Dari latar belakang tersebut, maka saya tertarik untuk melakukan penelitian pada Bank ROA Umum Syariah yang terdaftar di BEI periode 2014-2016 dengan judul AuPengaruh Net Interset Margin (NIM) dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap Return On Asset (ROA) (Pada Bank Umum Syariah yang Terdaftar di BEI periode 2014-2. Ay. Penelitian ini adalah replikasi dari penelitian tersebut diatas, dimana hanya terdapat perbedaan pada variabel independent dan Tujun dari penelitian ini adalah . Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Net Interest Margin (NIM) terhadap Return On Asset (ROA) Pada Bank Umum Syariah yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode tahun 2014-2016. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Biaya Operasinal Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap Return On Asset (ROA) Pada Bank Umum Syariah yang Terdaftar di Bursa Efek e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 7. Nomor 2. Mei 2019 : 176 -182 Indonesia Periode tahun 2014-2016. Untuk mengetahui seberapa besar Net Interest Margin (NIM) dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) berpengaruh secara simultan dan bersamaan terhadap Return On Asset (ROA) pada Bank Umum Syariah yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode tahun 2014-2016. LANDASAN TEORI Laporan Keuangan Menurut Sutrisno Laporan keuangan Aumerupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang meliputi dua laporan utama yakni neraca dan laporan laba rugi. Laporan keuangan juga dapat menjadi acuan untuk melihat kondisi keuangan dapat juga digunakan dalam menentukan kinerja perusahaanAy. Dari pencatatan laporan keuangan tersebut dapat dilihat bagaimana perkembangan dan pertumbuhan laba perusahaan dari periode-keperiodenya yang dapat dilihat oleh pihak manajemen, pemilik, kreditor, investor, dan Menurut Herry . laporan keuangan . inancial statemen. merupakan produk akhir dari serangkaian proses pencatatan dan pengikhtisaran data transaksi bisnis. Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang mengkomunikasikan data keuangan atau aktivitas pihak-pihak Seorang akuntan diharapkan mampu untuk mengorganisir seluruh data menginterprestasikan serta menganalisis laporan keuangan yang dibuatnya. Berdasarkan dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan merupakan suatu informasi pencatatan tentang gambaran, posisi, atau keadaan kodisi keuangan . suatu perusahaan. Laporan keuangan juga terdiri dari beberapa bagian laporan, yaitu neraca, laporan laba-rugi, dan laporan perubahan Laporan ini mencerminkan hasil dari operasi perusahaan dalam suatu periode tertentu. Return On Asset (ROA) Return On Asset (ROA) merupakan rasio yang menunjukkan hasil . atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan. Return On Asset (ROA) merupakan suatu ukuran tentang Di samping itu hasil pengembalian investasi menunjukkan produktivitas dari seluruh dana perusahaan, baik modal pinjaman maupun ISSN Cetak : 2337-3997 ISSN Online :2613-9774 modal sendiri. Semakin rendah . rasio ini semakin kurang baik, demikian pula sebaliknya. Artinya rasio ini digunakan untuk mengukur Menurut Kasmir . Return On Assets (ROA) merupakan rasio yang menunjukkan hasil . atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan. I Made Sudana . mengemukakan bahwa AuReturn On Assets (ROA) menunjukan kemampuan perusahaan dengan menggunakan seluruh aktiva yang dimiliki untuk menghasilkan laba setelah pajakAy. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa Return On Asset (ROA) adalah rasio yang menunjukkan seberapa banyak laba bersih yang bisa diperoleh dari seluruh kekayaan yang dimiliki Karena itu digunakan angka laba setelah pajak dan rata-rata kekayaan perusahaan. Dengan demikian rasio ini menghubungkan keuntungan yang diperoleh dari operasinya perusahaan dengan jumlah investasi atau aktiva yang digunakan untuk menghasilkan keuntungan operasi tersebut. ROA dapat dirumuskan sebagai ROA = Laba sebelum pajak x 100% total asset Menurut Kasmir . , menjelaskan bahwa yang mempengaruhi Return on Assets (ROA) adalah hasil pengembalian atas investasi atau yang disebut sebagai Return on Assets (ROA) dipengaruhi oleh margin laba bersih dan perputaran total aktiva karena apabila ROA rendah itu disebabkan oleh rendahnya margin laba yang diakibatkan oleh rendahnya margin laba bersih yang diakibatkan oleh rendahnya perputaran total aktiva. Menurut Munawir . , besarnya Return on assets (ROA) dipengaruhi oleh dua faktor yaitu: Turnover dari operating assets . ingkat perputaran aktiva yang digunakan untung Profit Margin, yaitu besarnya keuntungan operasi yang dinyatakan dalam persentase dan jumlah penjualan bersih. Perputaran Kas (Cash Turnove. Dengan menghitung tingkat perputaran kas akan diketahui sampai berapa jauh tingkat efisiensi yang dapat dicapai perusahaan dalam upaya mendayagunakan persediaan kas yang ada untuk mewujudkan tujuan Perputaran Piutang (Receivable Turnove. Perputaran Persediaan (Inventory Turnove. e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 7. Nomor 2. Mei 2019 : 176 -182 Net Interest Margin (NIM) Net Interest Margin (NIM) adalah antara aktiva produktif terhadap pendapatan bunga. Pendapatan diperoleh dari bunga yang diterima dari pinjaman yang diberikan, dikurangi dengan biaya bunga dari NIM mencerminkan risiko pasar yang timbul akibat berubahnya kondisi pasar, dimana hal tersebut dapat merugikan bank. Suatu bank dikatakan sehat apabila memiliki NIM diatas 2%. Untuk dapat meningkatkan perolehan NIM maka perlu menekan biaya dana, yaitu bunga yang dibayarkan oleh bank kepada masing-masing sumber dana yang bersangkutan. Secara keseluruhan, biaya yang harus dikeluarkan oleh bank akan menentukan berapa persen bank harus menetapkan tingkat bunga kredit yang diberikan kepada nasabahnya untuk memperoleh pendapatan netto Dalam hal ini tingkat suku bunga menentukan NIM. Semakin besar rasio ini maka pendapatan bunga atas aktiva produktif yang dikelola bank pun akan meningkat sehingga kemungkinan bank dalam kondisi bermasalah semakin kecil (Kasmir, 2. Nilai dari Net Interest Margin perusahaan perbankan dapat dihitung dengan mempergunakan rumus sebagai berikut : NIM = Pendapatan bunga bersih x 100% Aktiva produktif Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) BOPO termasuk rasio rentabilitas . Keberhasilan bank didasarkan pada penilaian kuantitatif terhadap rentabilitas bank dapat diukur dengan menggunakan rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (Kuncoro dan Suhardjono, 2. Menurut Dendawijaya . rasio biaya operasional digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi dan kemampuan bank dalam melakukan kegiatan operasinya. Rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) sering disebut rasio efisiensi digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengendalikan biaya operasional terhadap pendapatan operasional. Semakin kecil rasio ini berarti semakin efisien biaya operasional yang dikeluarkan bank yang bersangkutan (Almilia dan Herdiningtyas, 2. BOPO dapat dirumuskan sebagai berikut : BOPO = BiayaOperasional Pendapatan operasional x 100% ISSN Cetak : 2337-3997 ISSN Online :2613-9774 METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian ini dapat digolongkan ke dalam jenis penelitian yang bersifat Asosiatif yang merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara satu variabel atau lebih dan bagaimana suatu variabel mempengaruhi variabel lain. Sugiyono . Penelitian Asosiatif dapat dibangun suatu teori yang dapat untuk menjelaskan, meramalkan serta mengontrol suatu Penelitian ini untuk melihat sejauh mana pengaruh NIM (Net Interest Margi. , dan BOPO (Biaya Opereasional Pendapatan Operasiona. terhadap ROA (Return On Asset ) pada Bank Umum Syariah di BEI. Metode Pengumpulan Data Populasi dan Sampel Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua bank umum syariah di Indonesia yang terdaftar direktori Bank Indonesia periode 2014-2016 yaitu sebanyak 11 bank syariah yaitu sebanyak 11 perusahaan. Teknik menggunakan metode purposive sampling yaitu penarikan sampel berdasarkan kriteria tertentu. Adapun kriteria yang digunakan untuk menentukan sampel dalam penelitian ini, yaitu : Bank Umum Syariah harus menyediakan laporan keuangan secara lengkap selama periode 2014-2016. Laporan keuangan yang disediakan merupakan laporan keuangan tahunan pada dipublikasikan di Bank Indonesia atau website masing-masing. Laporan keuangan harus memiliki tahun buku yang berakhir 31 Desember, karena hal ini menghindari adanya pengaruh waktu persial dalam perhitungan proksi dari variabel independen dan variabel Bank umum syariah di Indonesia memiliki data yang dibutuhkan terkait pengukuran variabel-variabel yang digunakan untuk penelitian selama periode 2014-2016. Berdasarkan metode purposive sampling tersebut, tercatat ada 6 . perusahaan sampel yang digunakan dalam penelitian ini. Teknik Analisa Data Uji Normalitas Uji normalitas merupakan persyaratan penting yang harus terpenuhi dalam analisis Bila data yang dianalisis tidak berdistribusi normal, maka analisis regresi tidak e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 7. Nomor 2. Mei 2019 : 176 -182 ISSN Cetak : 2337-3997 ISSN Online :2613-9774 dapat terpenuhi. Uji normalitas yang dilakukan menunjukkan hasil sebagai berikut : terhadap data dari variabel-variabel penelitian ini Tabel 2 Variabel Return On Asset (Y) Net Interest Margin (X. Biaya Operasioal Pendapatan Operasional (X. Sumber : Olahan Data Dari menunjukkan kondisi yang nomal sehingga dari segi normalitas data memenuhi syarat untuk dilakukan analisa data dengan regresi. Uji Heteroskedastisitas Sig Keterangan 0,198 0,101 Normal Normal 0,246 Normal Untuk menguji apakah variasi kelompok populasi homogen atau tidak. Jika variasi kelompok populasi satu pengamatan ke homoskedastisitas dan jika berbeda disebut Gambar 1 Hasil Uji Heteroskedastisitas Sumber : Olahan Data apakah dalam suatu model regresi linier ada Dari grafik scatterplot terlihat bahwa titiktitik menyebar secara acak serta tersebar baik korelasi antara kesalahan pengguna pada periode t diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y. dengan kesalahan pada periode t 1 atau dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model regresi ini tidak terjadi heteroskedastisitas. Hasil Autokorelasi menggunakan uji Durbin Watson dapat dilihat Uji Autokorelasi Pengujian ini dilakukan untuk menguji pada tabel di bawah ini : Variabel Tabel 3 Hasil Uji Autokorelasi Durbin Signifikan Nilai Kritis Watson Keterangan Return On 0,198 > 2,79 Autokorelasi Asset Sumber : Olahan Data Pada tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai Uji Regresi Berganda hasil Uji Durbin-Watson sebesar 2. Analisis regresi linear berganda digunakan tersebut berada diantara DW > 1,21 atau DW > dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya 2,79 berarti terjadi autokorelasi. pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Ringkasan hasil pengolahan data dengan menggunakan program SPSS tersebut adalah sebagai berikut : e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 7. Nomor 2. Mei 2019 : 176 -182 Tabel 4. Ringkasan Hasil Analisa Regresi Linear Berganda Variabel Sig Konstanta 0,318 Net Interest Margin(X. 0,040 0,452 Biaya Operasional Pendapatan 0,005 0,865 0,401 Operasional (X. Koefesien Korelasi (R) : 0,441 Koefesien Determinasi . : 0,194 Nilai F : 1. Signifikan F : 0,198 : 18 ISSN Cetak : 2337-3997 ISSN Online :2613-9774 Keterangan H1 ditolak H2 ditolak Sumber : Olahan Data Berdasarkan hasil uji SPSS versi 16 Tabel diatas menunjukkan nilai konstanta () bernilai 3,0170 sedangkan nilai koefesien Net Interest Margin (X. 0,040 dan nilai koefesien Biaya Operasional Pendapatan Operasional (X. 0,005 dengan demikian persamaan dari hasil analisis data dari penelitian ini adalah : Y = 3. 0170 0,040X1 0,005X2 PEMBAHASAN Nilai koefesien regresi X1 0,040 dengan nilai signifikan 0,452 lebih dari alpha 0,05 . ,452 > 0,05 ). Hal ini menunjukkan bahwa Net Interest Margin berhubungan positif dan tidak signifikan terhadap Return On Asset. Alasannya selama periode penelitian bahwa setiap kenaikan NIM tidak semua mengakibatkan kenaikan ROA. Begitu pula sebaliknya. Hal ini disebabkan oleh bank tersebut lebih dipengaruhi biaya operasional yang harus dikeluarkan sesuai dengan aktivitasnya. Seperti biaya SDM, dan biaya lainnya diluar Nilai koefesien regresi X2 0,005 dengan nilai sig 0,401 lebih dari alpha 0,05 . ,401 > 0,. Hal ini menunjukkan bahwa Biaya Operasional Pendapatan Operasional berhubungan positif dan tidak signifikan terhadap Return On Asset. Hal ini terjadi karena selama periode penelitian bank tersebut kurang efisien dalam menjlankan aktivitas usahanya dan bank juga belum memaksimalkan sumber dana yang ada untuk biaya- biaya operasional yang menunjang dalam penyaluran Misalnya biaya untuk penambahan kantor cabang untuk memperluas calon debitur, biaya pemgembangan IT untuk meperlancar proses secara simultan menunjukkan bahwa Net Interest Margin dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional secara simultan tidak signifikan terhadap Return On Asset dengan nilai koefesien F 808 dan nilai signifikansi sebesar 0,198 melalui uji F maka kedua variabel ini secara bersama-sama tidak signifikan terhadap Return On Asset. KESIMPULAN Berdasarkan analisis dan pembahasan, maka hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut : Terdapat hubungan yang positif dan tidak signifikan variabel Net Interest Margin terhadap Return On Asset dengan koefesien regresi 0,773 dan signifikan 0,452 (> 0,. Oleh karena itu hipotesis pertama (H. Terdapat hubungan yang positif dan tidak signifikan variabel Biaya Operasional Pendapatan Operasional terhadap Return On Asset dengan koefesien regresi 0,865 dan nilai signifikan 0,401 ( > 0,. Oleh karena itu hipotesis kedua (H. Ada hubungan yang tidak signifikan Net Interest Margin dan Biaya Operasional Pendatan Operasional secara simultan terhadap variabel Return On Asset dengan nilai F sebesar 1. 808 dan nilai signifikan 0,198 ( > 0,. Oleh karena itu hipotesis ketiga (H. Koefesien determinasi bahwa koefesien determinasinya adalah 0,194 atau 19,4 % artinya besarnya kontribusi independen terhadap variabel dependen adalah sebesar 19,4 %. Hal ini juga menunjukkan bahwa pengaruh variabel independen (Net Interest Margin dan Biaya Operasional Pendapatan Operasiona. dalam penelitian ini sangat kecil pengaruhnya terhadap peningkatan Return On Asset. e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 7. Nomor 2. Mei 2019 : 176 -182 SARAN Berdasarkan kesimpulan diatas, maka penulis memberikan saran-saran sebagai berikut : Bagi meningkatkan profitabilitas perusahaan, pihak manajemen harus memperhitungkan komposisi-komposisi Net Interest Margin. Biaya Operasional Pendaptan Operasional, dan Return On Asset. Karena rasio tersebut dapat digunakan oleh para investor sebagai pertimbangan sebelum melakukan investasi pada perusahaan atau Karena apabila rasio- rasio tersebut dalam kondisi optimal, maka kinerja operasioanl dan profitabilitas akan Bagi investor BOPO dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam menetukan strategi investasi mereka. Sedangkan emiten pergerakan rasio BOPO harus menjadi perhatian khusus agar perusahaannya selalu berada pada tingkat efisiensi yang bisa menghasilkan laba yang maksimal, sehingga kinerja yang dicapai akan selalu meningkat. Perlunya pelatihan tenaga kerja secara menyeluruh agar bisa memahami dan menjalankan tugas tugas dalam perbankan sesuai dengan aturan dan kondisi yang sedang terjadi. Bagi penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah jumlah sampel yang lebih besar dan tidak hanya pada Bank Umum Syariah saja. Bank juga dapat ditambahkan agar hasil penelitian lebih Dan pembahasan pada variabel lain juga dapat dilakukan agar dapat memberikan informasi tentang tingkat kesehatan suatu Bank. ISSN Cetak : 2337-3997 ISSN Online :2613-9774 Almilia dan Herdiningtyas. Analisis Rasio CAMEL Prediksi Kondisi Bermasalah Pada Lembaga Perbankan. Surabaya: STIE PERBANAS Dendawijaya. Lukman. Manajemen Perbankan. Jakarta: Ghalia Indonesia. Herry. Analisis laporan keuangan. Edisi Jakarta: Grafindo. I Made Sudana. Manajemen keuangan perusahaan teori dan praktik. Jakarta: Erlangga. Kasmir. Analisis Laporan Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Keuangan. Kasmir. AuBank dan lembaga keuangan lainnyaAy. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, edisi revisi 10. Lemiyana dan Litriani Erdah. AuPengaruh NPF,FDR. BOPO Terhadap Return On Asset (ROA) Pada Bank Umum SyariahAy. IEconomic Vol. No. 1 Juli 2016. Sudarmawanti . Pramono Joko. AuPengaruh CAR. NPL. BOPO. NIM, dan LDR terhadap ROA (Studi kasus pada BPR di Salatiga terdaftar di OJK Tahun 2011Ay. Among Makarti Vol. No. 19 Juli 2017. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan Kombinasi (Mixed Metho. Bandung: Alfabeta. Sutrisno. Manajemen Keuangan :Teori. Konsep & Aplikasi. Jakarta : Ekonosia. DAFTAR PUSTAKA