Provitae Jurnal Psikologi Pendidikan 2017. Vol. No. 2, 60 - 79 PEMBUATAN NORMA ALAT UKUR KECERDASAN EMOSI DAN NORMA ALAT UKUR HUMOR PADA REMAJA Erik Wijaya & Debora Basaria Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara Abstract Humor among teenagers is one form of language. Known language is an important basis for conveying messages, intentions, or objectives as the easiest container for disseminating popular elements within the community (DeVito. Research on humor has been done by linking humor with psychological aspects, but without the norm of the measuring instrument used. Based on the research on humor with emotional intelligence done by Wijaya and Basaria . using a measuring instrument of emotional intelligence of humor, showed that there is a positive and significant relationship between emotional intelligence and humor neutral. As a follow-up to the results of it, we made instrument norm of sense of humor and also norms of emotional intelligence measuring instrument. The purpose of this study is to make the norms of measuring emotional intelligence and measuring instruments of humor in adolescents, aged 11-19 years old. Keywords: Emotional intelligence instrument, humor instrument, norm Pendahuluan Orangtua berusaha mengajak Naluri manusia untuk mencari, anaknya untuk tersenyum dan tertawa dengan mengeluarkan atau menirukan sebetulnya telah berkembang sejak suara-suara Erik Wijaya dan Debora Basaria adalah dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara Jakarta. Korespondensi artikel ini dialamatkan ke e-mail erikw@fpsi. gerakan-gerakan Bisa juga disertai dengan ekspresi wajah yang lucu, untuk mengundang respon Pembuatan norma alat ukur kecerdasan emosi dan norma alat ukur humor pada remaja (Hendarto, sehingga perlu adanya kajian lebih Pengalaman Humor telah menjadi salah satu objek penelitian sejak awal abad ke individu yang mungkin tidak sama Berbagai tulisan mengenai humor telah diterbitkan para ilmuwan dari (Sumarthana,1. berbagai cabang ilmu sosial, terutama Kelucuan yang berkembang di Di Indonesia, secara informal, umumnya dikemas dalam bentuk humor juga sudah menjadi bagian dari penyegar pikiran sekaligus penyejuk batin dan sebagai penyaluran rasa wayang golek, dan sebagainya. Unsur (Pramono, 1. Humor dapat pula humor di dalam kelompok kesenian menyampaikan suatu siratan sindiran menjadi unsur penunjang, bahkan maupun kritikan, selain itu diketahui menjadi unsur penentu daya tarik. humor juga dapat menjadi sarana Humor yang dalam istilah lainnya Humor dari perspektif psikologi (Hendarto, masuknya informasi atau pesan yang banyolan, dagelan, dan sebagainya ingin disampaikan secara serius dan (Widjaja, 1. formal (Gauter, 1. Dari hal Kegiatan model stand up comedy. Pada acara Erik Wijaya dan Debora Basaria stand up comedy terlihat bahwa negara berkembang. Data lebih lanjut pelakunya didominasi oleh remaja. Hal ini merupakan salah satu bukti kemampuan humor telah dimiliki oleh Indonesia. Jumlah remaja dan melalui humor remaja berusia 10-24 tahun mencapai 64 juta mencoba mengaktulisasikan dirinya. jiwa pada tahun 2007 atau sekitar Fenomena penggunaan humor di masyarakat khususnya di Indonesia (BAPPENAS, 2. Masa merupakan sesuatu yang menarik di Tema dan jenis dari humor yang digunakan oleh remaja juga beragam jenisnya, ada yang seputar percintaan, kehidupan sosial masyarakat sehari- identitas diri (Papalia & Feldman, hari, hingga politik sering dikemas Masa remaja juga merupakan dalam bentuk humor. masa dimana remaja dihadapkan pada Remaja memiliki populasi yang berbagai hal dan tantangan, seperti besar dibandingkan dengan jumlah tuntutan dalam menyelesaikan tugas penduduk dunia. Menurut World akademik, tuntutan dalam hubungan Health Organization (WHO) sekitar pertemanan, dan dalam relasi dengan seperlima dari penduduk dunia adalah orangtua (Papalia & Feldman, 2. remaja yang berusia 10-19 tahun. Tuntutan-tuntutan dapat menjadi Sekitar 900 juta remaja berada di sebuah stressor bagi remaja hingga Pembuatan norma alat ukur kecerdasan emosi dan norma alat ukur humor pada remaja remaja tersebut tidak berhasil untuk memenuhi tuntutan yang diterimanya dahulu ketika berhadapan dengan (Papalia & Feldman, 2. Kondisi stres, seperti dengan berhumor. stres yang tidak ditangani dapat Fuad Hasan dan kepribadianAy . berdampak negatif pada diri individu. Auhumor Untuk menghindari kondisi negatif membagi humor dalam dua kelompok tersebut, diperlukan suatu usaha untuk mengatasi stres yang dikenal dengan dasarnya berupa tindakan agresif istilah coping. dengan maksud untuk melakukan Lazarus Davison. Folkman . alam yaitu humor yang pada agresi terhadap seseorang dan humor Neale, & Kring, 2. mengidentifikasi coping dalam dua Pertama, melalui cara yang ringan dan dapat . roblem Remaja mengatasi masalah. Kedua adalah coping yang berfokus pada emosi pergaulannya sehari-hari. motion Berangkat merujuk pada berbagai upaya untuk penelitian sebelumnya. Wijaya dan mengurangi reaksi emosional negatif Basaria . mencoba mengaitkan terhadap stres. Kebanyakan remaja humor dengan aspek psikologis lain Erik Wijaya dan Debora Basaria yang belum banyak diteliti yakni populasi, yaitu para remaja berusia berkaitan dengan kecerdasan emosi. 11-19 tahun. Goleman . kemampuan humor merupakan salah Kajian Pustaka satu ciri dari individu yang memiliki Kecerdasan Emosi kecerdasan emosi baik. Lebih lanjut Kata emosi berasal dari bahasa Latin yaitu emovere yang berarti berhubungan dengan emosi yang Arti bergerak yang menyenangkan dan penerimaan diri untuk bertindak (Goleman, 1. Humor berfokus pada sesuatu di luar diri Emosi individu tetapi juga berfokus pada diri dorongan untuk bertindak. Secara Wijaya Basaria terhadap rangsangan dari luar dan menyatakan bahwa terdapat hubungan positif signifikan antara humor netral merupakan dorongan untuk bertindak untuk mengatasi masalah, yang terkait Maka perlu kiranya dilakukan dengan pengalaman individu dari pembuatan norma alat ukur sense of waktu ke waktu. humor dan juga norma alat ukur Emosi Goleman . menyebutkan dijadikan sebagai alat ukur yang lebih perubahan fisiologis dan berbagai valid dan kompeten sesuai dengan pikiran, sehingga emosi menjadi salah Pembuatan norma alat ukur kecerdasan emosi dan norma alat ukur humor pada remaja satu aspek penting dalam kehidupan kesal hati. kesedihan seperti merupakan motivator perilaku dalam mengasihani diri, putus asa. rasa arti meningkatkan tetapi juga dapat takut seperti cemas, gugup, khawatir, was-was, (Prawitasari, 1. waspada, tidak tenang, ngeri. Beberapa tokoh mengemukakan kenikmatan seperti bahagia, gembira, tentang berbagai macam emosi, antara riang, puas, senang, terhibur, bangga. lain Descrates. Watson, dan Goleman. Menurut Descrates . alam Bertans, persahabatan, kepercayaan, kebaikan 1. emosi terbagi atas: hasrat hati, rasa dekat, bakti, hormat, dan . , benci . , sedih/duka . , . , terkesiap,terkejut. jengkel seperti . hina, jijik, muak, mual, tidak suka. Sedangkan menurut Watson . malu seperti malu hati, kesal. , tiga macam emosi yaitu: ketakutan Menurut Salovey Mayer . , kemarahan . , dan cinta . aspek-aspek kecerdasan emosi . yaitu: . refleksi regulasi emosi atau Goleman . mengemukakan reflectively regulating emotions. beberapa macam emosi yang tidak memahami dan menganalisis emosi berbeda jauh dengan kedua tokoh di atau understanding emotions. emosi sebagai sarana berpikir logis beringas, mengamuk, benci, jengkel, atau assimilating emotion in thought. Erik Wijaya dan Debora Basaria dan . persepsi, penilaian, dan Aspek kedua adalah memahami ekspresi perasaan atau perceiving and expressing emotion. Aspek kecerdasan emosi yang Aspek ini terdiri dari: . kemampuan untuk memahami label- Aspek ini terdiri dari: . label emosi dan mengenali hubungan kemampuan individu untuk tetap antara kata dan emosi itu sendiri, misalnya hubungan antara menyukai dan mencintai. kemampuan untuk menafsirkan makna bahwa hubungan individu untuk merefleksikan dengan emosi menyampaikan tentang sesuatu hal, misalnya kesedihan yang sering . penggunaan informasi yang sifatnya . kemampuan individu perasaan kompleks, seperti simultan - hubungannya dengan diri sendiri dan perasaan cinta dan benci, sedangkan orang lain, . kemampuan individu kekaguman sebagai kombinasi dari untuk mengelola emosi dalam diri rasa takut dan terkejut. kemungkinan transisi antara emosi, meningkatkan emosi positif, tanpa terhadap kepuasan, atau dari marah melebih-lebihkan informasi yang disampaikannya. sampai malu. Pembuatan norma alat ukur kecerdasan emosi dan norma alat ukur humor pada remaja Aspek ketiga adalah emosi sebagai kemampuan untuk mengidentifikasi sarana berpikir logis. Aspek ini terdiri emosi pada orang lain, desain, karya dari: . emosi yang memprioritaskan seni, dan lain-lain, melalui bahasa, suara, penampilan, dan perilaku. perhatian pada informasi penting, . kemampuan untuk mengekspresikan emosi cukup jelas dan tersedia untuk dapat dihasilkan individu sebagai alat bantu untuk penilaian dan memori berhubungan dengan perasaan. tentang perasaan, . mengubah emosi . kemampuan untuk membedakan suasana hati perspektif individu dari antara ekspresi yang akurat, tidak optimis ke pesimis serta mendorong akurat, atau tidak jujur. pertimbangan sudut pandang ganda. Menurut Steiner keadaan emosi yang berbeda kecerdasan emosi adalah kemampuan mendorong pendekat permasalahan individu untuk dapat mengerti emosi diri sendiri dan orang lain, serta kebahagiaan memfasilitasi penalaran mengetahui mengekspresikan emosi dan kreativitas secara induktif. diri sendiri. Serupa dengan definisi Aspek tersebut. Mayer dan Solovey . alam Goleman, 1995. Davies. Stankov, & Aspek ini terdiri dari: . Roberts, kemampuan untuk mengidentifikasi bahwa kecerdasan emosi sebagai emosi berdasarkan keadaan fisik, kemampuan untuk memantau dan perasaan, dan pikiran individu. mengendalikan perasaan diri sendiri Erik Wijaya dan Debora Basaria dan orang lain, serta menggunakan perasaan-perasaan mengenali emosi diri, . mengelola memandu pikiran dan tindakan. emosi, . memotivasi diri sendiri, . Sedikit berbeda dengan pendapat mengenali emosi orang lain, dan . Patton Mengenali emosi diri. Kesadaran diri, mengenali perasaan sewaktu mengetahui emosi secara efektif guna perasaan itu terjadi, yang merupakan mencapai tujuan dan membangun dasar dari kecerdasan emosional. hubungan yang produktif untuk dapat Mengelola meraih keberhasilan. Sementara itu, perasaan supaya perasaan tersebut Baron dan Byrne . menyatakan bahwa kecerdasan emosi merupakan suatu rangkaian emosi, pengetahuan emosi dan kemampuan-kemampuan Memotivasi diri sendiri. Kendali diri emosional, menahan diri terhadap membina hubungan. Menangani kemampuan individu untuk mengatasi masalah tuntutan lingkungan secara keberhasilan dalam berbagai bidang. Goleman . Mengenali emosi orang lain. Individu kecerdasan emosional. Menurutnya, kecerdasan emosial terbagi menjadi tersembunyi, yang mengisyaratkan sinyal-sinyal Pembuatan norma alat ukur kecerdasan emosi dan norma alat ukur humor pada remaja kebutuhan atau kehendak orang lain. biasanya dikaitkan dengan emosi Membina hubungan. Seni membina yang menyenangkan (Martin, 2. hubungan sebagian besar merupakan Humor dapat didefinisikan secara keterampilan mengelola emosi orang luas sebagai pendekatan untuk diri sendiri dan orang lain, yang ditandai dengan pandangan yang fleksibel. Humor Humor telah menjadi salah satu untuk menemukan, mengekspresikan, objek penelitian semenjak awal abad atau menghargai segala sesuatu yang Berbagai artikel mengenai bersifat lucu (Neumann. Hood, & humor telah diterbitkan oleh para Neumann, 2. Secara emosional, ilmuwan dari berbagai cabang ilmu psikologi (Hendarto, 1. Humor berasal dari bahasa Inggris yang (Rosenheim & Golan, 1. Dari berarti kelucuan atau kejelakaan. Dari perspektif psikologis secara disimpulkan bahwa humor adalah teoritis dan secara operasional, humor segala sesuatu . indakan, ucapan, didefinisikan dalam beberapa cara melibatkan kognitif, emosi, perilaku, lainny. yang membangkitkan rasa psikologis, dan sosial. Tertawa adalah ekspresi perilaku yang paling umum Teori humor dibagi dalam tiga dari pengalaman lucu dan tawa juga (Manser. Erik Wijaya dan Debora Basaria meliputi: . teori superioritas dan sesuatu kebohongan dan tipu muslihat yang dapat muncul berupa rasa menertawakan berada pada posisi simpati dan pengertian, dapat menjadi simbol pembebasan ketegangan dan degradasi . iremehkan atau dihin. Setiawan . alam Suhadi, 1. Plato. Cicero. Aristoteles, dan Francis Bacon merupakan rasa atau gejala yang menyatakan bahwa individu tertawa merangsang individu untuk tertawa atau cenderung tertawa secara mental, menggelikan dan di luar kebiasaan. yang dapat berupa rasa atau kesadaran . teori mengenai ketidakseimbangan di dalam diri individu . ense of atau putus harapan. Menurut Arthur Koestler . alam Setiawan, 1. hal gejala atau hasil cipta dari dalam yang mendasari semua bentuk humor maupun dari luar diri individu. Bila dihadapkan pada humor, individu bisa . alam Gauter, serta dapat berupa suatu cenderung tertawa saja. bersamaan yang dapat menimbulkan tersenyum atau merasa tergelitik di bermacam-macam asosiasi. dalam batin saja. Jenis humor menurut Setiawan ketegangan atau pembebasan dari . Humor dapat muncul dari kriterium bentuk ekspresi. Sebagai Pembuatan norma alat ukur kecerdasan emosi dan norma alat ukur humor pada remaja bentuk ekspresi dalam kehidupan . humor visual, dan . humor individu, humor dapat dibagi menjadi tiga jenis yakni . humor personal, umbahan adalah . humor politis, . yaitu kecenderungan tertawa pada diri humor seks, . humor sadis, dan . individu, misalnya ketika individu humor teka-teki. Humor kriterium etis dapat dibedakan sebagai humor sehat bentuknya aneh. humor dalam atau humor yang edukatif dan humor pergaulan, misalnya Humor yang tidak sehat. Humor berdasarkan kriterium estetis dapat dipisahkan diselipkan dalam pidato atau ceramah menjadi humor tinggi . ang lebih di depan umum. humor dalam halus dan tak langsun. dan humor kesenian, atau seni humor. Humor dalam kesenian dibagi menjadi humor lakuan, humor grafis, dan humor Jaya . ang Suprana. Humor lakuan misalnya humor, mengatakan bahwa dalam lawak, tari humor, dan pantomim situasi yang tidak tepat, humor bukan Humor grafis misalnya kartun, sesuatu yang lucu. Bahkan, humor karikatur, foto jenaka, dan patung tertawa misalnya humor seks. Bagi cerpen lucu, esei satiris, sajak jenaka, sebagian orang yang puritan, humor dan semacamnya. Humor Humor tentu menyebabkan kampungan sehingga dianggap tidak inderawi terdiri dari . humor verbal, lucu dan tidak menyebabkan tertawa. Erik Wijaya dan Debora Basaria Humor menjadi kurang ajar bila terdiri atas humor kritik, humor menggunakan kondisi fisik orang meringankan beban pesan, dan humor sebagai objek. Humor yang baik semata-mata pesan. adalah humor yang bisa membawa Menurut Sujoko . humor atau menuju kearah kebaikan. Bapak Psikoanalisis. Freud . alam Suhadi, . melaksanakan segala keinginan dan segala tujuan gagasan atau pesan, . humor berdasarkan dua variabel yaitu menyadarkan individu bahwa dirinya tidak selalu benar, . ergolong individu untuk melihat persoalan dari berbagai sudut, . menghibur, . diperoleh dari teknik melucu saja dan melancarkan pikiran, . membuat humor yang tergolong lelucon dengan individu mentoleransi sesuatu, dan . dan kelompok sasaran yang membuat individu memahami soal dijadikan lelucon, humor terdiri atas humor etnik, humor seks, dan humor Beberapa Sedangkan menurut Pramono sudah dikenal masyarakat sejak dulu . humor dapat digolongkan pembijaksanaan dan penyegaran yang penampilannya, terdiri atas humor lisan, humor tulisan atau gambar, dan memusatkan perhatian dalam jangka humor gerakan tubuh. serta menurut waktu yang lama. Fungsi tersebut tujuan pembuatan atau pesannya, terdapat dalam pertunjukkan wayang Pembuatan norma alat ukur kecerdasan emosi dan norma alat ukur humor pada remaja sejak individu berusia sekitar 10 atau Humor 11 tahun, atau bahkan lebih awal punakawan biasanya mendidik serta sampai masa remaja akhir atau usia membijaksanakan orang (Hendarto, dua puluhan awal, serta melibatkan perubahan besar dalam aspek fisik, kognitif, dan psikososial yang saling Dari Jika Metode perasaan tidak puas dan ketegangan Subyek Penelitian yang dialami tidak disalurkan, maka Pendekatan yang digunakan dalam dapat berdampak negatif. Penelitian ini bertujuan Remaja Santrock untuk membuat norma alat ukur kecerdasan emosi dan norma alat ukur remaja sebagai masa perkembangan sense of humor. transisi dari masa anak-anak ke masa dewasa awal yang dimulai sekitar usia 10-12 tahun dan berakhir di usia 18- 22 tahun. Papalia dan Feldman . berdasarkan kriteria tertentu yang Kriteria subyek sebagai responden dalam penelitian ini adalah remaja Subyek dalam Erik Wijaya dan Debora Basaria berusia 11-20 tahun. Jenis kelamin, consistency reliability 0,711. Dimensi tingkat pendidikan, agama, dan status kedua yaitu managing emotions yang sosial ekonomi tidak dibatasi. Jumlah consistency reliability 0,661. Dimensi 1000 orang remaja dari lima wilayah ketiga yaitu motivating oneself yang di DKI Jakarta. consistency reliability 0,847. Dimensi Instrumen Penelitian keempat yaitu empathy skills yang Instrumen atau alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah consistency reliability 0,729. Dimensi Terdapat dua kuesioner kelima yaitu handling relationship yang memiliki nilai koefisien internal kecerdasan emosi dan kuesioner sense consistency reliability 0,756. of humor. Kedua alat ukur tersebut Alat ukur sense of humor terdiri dari tiga dimensi. Dimensi pertama dikembangkan di Bagian Riset dan yaitu humor cognitive yang memiliki Pengukuran nilai koefisien internal consistency Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara. reliability 0,860. Dimensi kedua yaitu Alat ukur kecerdasan emosi yang humor netral yang memiliki nilai digunakan merupakan pengembangan dari teori Goleman . Dimensi reliability 0,825. Dimensi ketiga yaitu pertama yaitu self-awareness yang humor superiority yang memiliki nilai Pembuatan norma alat ukur kecerdasan emosi dan norma alat ukur humor pada remaja Berdasarkan hasil pengolahan data reliability 0,827. yang dilakukan oleh peneliti pada 1000 orang subyek, dinyatakan bahwa Hasil Setelah seluruh data terkumpul, distribusi data yang tidak normal. diperoleh hasil uji normalitas data Dengan demikian, pembuatan norma bahwa ketiga variabel penelitian yaitu alat ukur menggunakan percentile kecerdasan emosi, humor cognitive, score dengan teknik pembagian 27 humor netral, dan humor superiority Hal tersebut didefinisikan Hal tersebut dikarenakan dari hasil uji bawah 27% norma dikategorikan rendah, 27-73% norma dikategorikan Kolmogorov Smirnov menunjukkan sedang, dan terakhir di atas 73% nilai p . < 0. 05, hanya variabel dikategorikan tinggi. kecerdasan emosi yang memiliki nilai Berdasarkan p . > 0. Hasil pengolahan uji data, maka kategori untuk penilaian normalitas data dapat dilihat pada tabel berikut. penelitian diperoleh bahwa untuk Tabel 2. Kriteria Norma Masing-masing Variabel Kriteria Nilai Kecerdasan Norma Emosi Mean Median Mode Std. Deviation 20. Variance Minimum Maximum Percentil 27 Humor Cognitive Humor Netral Humor Superiority masing-masing kecerdasan emosi, nilai standar yang diberikan skor di bawah 27% norma . ategori/golongan subyek yang memiliki RS (Raw Scor. <198. Sedangkan Erik Wijaya dan Debora Basaria 27%-73% subyek yang memiliki RS 198-221. Terakhir untuk yang diberikan skor di variabel penelitian diperoleh bahwa atas 73% norma . ategori/golongan untuk humor netral nilai standar yang tingg. adalah subyek yang memiliki diberikan skor di bawah 27% norma RS >221. ategori/golongan . ategori/golongan Selanjutnya, hasil pengolahan data Selanjutnya, hasil pengolahan data masing-masing subyek yang memiliki RS <37. Sedangkan untuk yang diberikan skor masing-masing 27-73% . ategori/golongan variabel penelitian diperoleh bahwa sedan. adalah subyek yang memiliki untuk humor cognitive, nilai standar RS 37-44. Terakhir untuk yang yang diberikan skor di bawah 27% diberikan skor di atas 73% norma . ategori/golongan . ategori/golongan adalah subyek yang memiliki RS <40. subyek yang memiliki RS >44. Sedangkan untuk yang diberikan skor Selanjutnya dari hasil pengolahan 27-73% norma . ategori/ golongan data tersebut maka kategori untuk sedan. adalah subyek yang memiliki RS 40-52. Terakhir untuk yang variable penelitian diperoleh bahwa diberikan skor di atas 73% norma untuk humor superiority nilai standar . ategori/golongan yang diberikan skor di bawah 27% subyek yang memiliki RS >52. masing-masing . ategori/golongan adalah subyek yang memiliki RS <31. Pembuatan norma alat ukur kecerdasan emosi dan norma alat ukur humor pada remaja Sedangkan untuk yang diberikan skor Selanjutnya untuk penggolongan 27-73% norma . ategori/ golongan norma humor cognitive skor di bawah sedan. adalah subyek yang memiliki RS 31-40. Terakhir untuk yang renda. adalah subyek yang memiliki diberikan sekor di atas 73% norma RS <40. Sedangkan untuk yang . ategori/golongan subyek yang memiliki RS >40. ategori/golongan . ategori/golongan subyek yang memiliki RS 40-52. Kesimpulan dan Saran Terakhir untuk yang diberikan skor di Berdasarkan hasil pengolahan data atas 73% norma . ategori/golongan tingg. adalah subyek yang memiliki pengolongan norma untuk kecerdasan RS >52. emosi adalah skor di bawah 27% . ategori/golongan Selanjutnya untuk penggolongan norma humor netral skor di bawah adalah subyek yang memiliki RS <198. ategori/golongan renda. adalah subyek yang memiliki 27-73% RS <37. Sedangkan untuk yang . ategori/ golongan sedan. adalah diberikan skor 27-73 persen norma subyek yang memiliki RS 198-221. ategori/golongan Terakhir untuk yang diberikan skor di subyek yang memiliki RS 37-44. atas 73% norma . ategori/golongan Terakhir untuk yang diberikan skor di tingg. adalah subyek yang memiliki atas 73% norma . ategori/ golongan Sedangkan RS >221. Erik Wijaya dan Debora Basaria tingg. adalah subyek yang memiliki RS >44. dalam aktivitas sehari-hari sehingga Terakhir norma humor superiority skor di emosi yang baik. Penelitian ini sudah bawah 27% norma . ategori/golongan menghasilkan norma sehingga alat renda. adalah subyek yang memiliki ukur sense of humor dan kecerdasan RS <31. Sedangkan untuk yang emosi dapat mulai digunakan dalam 27-73% penelitian-penelitian Penggunaan alat ukur sense of humor subyek yang memiliki RS dan kecerdasan emosi ini dapat . ategori/golongan Terakhir untuk yang diberikan skor di atas 73% norma . ategori/golongan psikologis lainnya, misalnya dengan tingg. adalah subyek yang memiliki variabel inteligensi ataupun subjective RS >40. well-being. Dari penelitian, diperoleh norma untuk alat Daftar Pustaka ukur sense of humor dan kecerdasan Baron. , & Byrne. Social psychology . th ed. America. USA: Allyn and Bacon. Davies. Stankov. , & Roberts, . Emotional intelligence: In search of an elusive contruct. Journal of Personality Social Psychology, 75. , 989-1015. Davison. Neale. , & Kring. Abnormal Psychology . th editio. NY: Jhon Willey and Sons. Inc. Untuk dilakukan untuk pembuatan norma alat ukur humor dan kecerdasan emosi untuk remaja dan lainsia. Pembuatan norma alat ukur kecerdasan emosi dan norma alat ukur humor pada remaja Gauter. The Humor of Cartoon. New York: A Pegrige Book. Goleman D. Emotional Intelligence. Jakarta: Gramedia Pustaka. Hassan. April, 1. Humor dan kepribadian. Jakarta: Harian Kompas. Hendarto. Filsafat humor. Jakarta: Karya Megah. Manser. Dictionary of Humor. Los Angeles: Diego and Blanco Publisher Inc. Martin. Humor, laughter, and psysicalm health: Methodological issues and reseach Psychological Bulletin. Vol. 127, pp. Neumann. Hood. , & Neumann, . Statistics? You must be joking: The application and evaluation of humor when teaching statistics. Journal of statistics education, 17. Papalia. Duskin-Feldman. Martorell, . Experience human development . th ed. New York. NY: McGraw-Hill. Patton, . Emotional Intelligence. Alih Bahasa: Zaini Dahlan. Jakarta: Pustaka Delapratasa. Pramono. Karikatur-karikatur Jakarta: Sinar Harapan. Rosenheim. , & Golan. PatientsAo reactions to humorous interventions in psychotherapy. Am. Pschother, 40. , 110-124. Salovey. , & Mayer. Emotional Jakarta: Gramedia Pusaka Utama. Santrock. Adolescence . th North America: McGraw-Hill. Setiawan. Teori Humor. Jakarta: Majalah Astaga. No. Th. i, hal. 34- 35. Steiner. Kecerdasan Diunduh https://fientino. Suhadi. Humor dalam Kehidupan. Jakarta: Gema Press. Sujoko. Perilaku Manusia dalam Humor. Jakarta: Karya Pustaka