Destinesia: Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata Vol 3. No. September 2021, pp. E-ISSN 2686-2042 PENGARUH CITA RASA DAN HARGA TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN RAGUSA ES KRIM ITALIA Goklas Agus Efendi Sianturia,1,*. Lila Muliani b,2. Heni Pridia Rukmini Sari b,3 Program Studi Hospitaliti dan Pariwisata. Institut Stiami. Jakarta Email sianturigoklas10@gmail. * corresponding author ARTICLE INFO Article history Received Revised Accepted Keywords Cita Rasa Harga Kepuasan Konsumen ABSTRACT . PT) Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis adanya pengaruh cita rasa dan hargaterhadap kepuasan konsumen Ragusa Ice Cream Italia. Jakarta. Penelitian ini adalahpenelitian kuantitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan kuesioner yang ditujukan kepada 100 responden, konsumen Ragusa Ice Cream Italia. Dari hasil penelitian, uji t menunjukkan bahwa terdapat pengaruh cita rasa (X. dan harga (X. terhadap kepuasan konsumen (Y) secara signifikan. Besar pengaruh variabel cita rasa(X. terhadap variabel kepuasan konsumen (Y) adalah sebesar 70,6% dan variabel harga (X. terhadap variabel kepuasan konsumen (Y) adalah sebesar 73,2%. Hasil uji f menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara variabel cita rasa (X. dan harga (X. terhadap variabel kepuasan konsumen (Y) secara simultan. Beberapa indikator pada variabel X2 dan Y yang diujikan memiliki nilai di bawah rata-rata. Hal ini dapat menjadi masukan bagi pihak manajemen Ragusa Ice Cream Italia. Pendahuluan Industri kuliner adalah bagian dari industri penunjang sektor pariwisata dan belakangan ini berkembang pesat. Apalagi tren wisata kuliner sudah menjadi gaya hidup di masyarakat. Alasan tersebut yang membuat banyak pebisnis kuliner baru bermunculan dan bersaing ketat dalam merebut Persaingan membuat pelaku usaha dituntut bekerja keras dan memberikan yang terbaik kepada konsumennya. Oleh karena itu pebisnis harus mampu menyusun strategi agar usahannya tidak kalah dalam persaingan pasar. Dalam usaha kuliner, khususnya es krim, cita rasa menjadi faktoryang dapat memicu pelanggan tetap ramai. Menurut Wahidah . cita rasa merupakan atribut makanan yang meliputi penampakan, bau, rasa, dan tekstur. Semakin lezat dan semakin disukai es krimtersebut, akan berpengaruh pada kepuasan pelanggan dimana jika pelanggan merasa puas terhadap cita rasa yang ditawarkan oleh pengusaha produk es krim, maka pelanggan akan semakin loyal terhadap produk es krim yang ditawarkan. Selain cita rasa, harga juga dapat memengaruhi kepuasan konsumen. Menurut Kotler . harga adalah jumlah yang ditagihkan atas suatu produk atau jasa. Lebih luas lagi harga adalah jumlah semua nilai yang diberikan oleh pelanggan untuk mendapatkankeuntungan dari memiliki atau menggunakan suatu produk atau jasa. Melihat hukum permintaan dimana jika harga produk yang ditawarkan naik maka permintaan terhadap produk yang ditawarkan akan menurun, dimana pelanggan bukan hanya melihat faktor lain, melainkan melihat aspek harga. Harga yang terlalu mahal akan berdampak pada menurunnya keinginan konsumen untuk membeli kembali produk Pengusaha produk eskrim sangat bergantung pada tingkat konsumen yang membeli produk yang ditawarkan karena konsumen merupakan sumber dari keberlangsungan perusahaan. Oleh karena itu, keinginan dan kepuasan konsumen perlu diketahui untuk mempertahankan keberadaan Ragusa Es Krim Italia didirikan oleh yang bernama Luigie dan Vincenzo yang http://ojs. journaldestinesia@gmail. E-ISSN 2686-2042 Destinesia: Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata Vol 3. No. September 2021, pp. berkebangsaan Italia di tahun 1930. Sejalan dengan waktu. Ragusa Es Krim Italia sempat membuka 20 gerai. Kini, gerai yang tersisa hanya satu yang berada di Jl. Veterang. Jakarta Pusat. Dari pengamatan awal yang dilakukan. Es Krim Ragusa Italia selalu memberikan produk yang mampu meningkatkan selera penikmat es krim dan berhasil mempertahankan cita rasa yang disukai para penikmatnya. Tempat inijuga membuat strategi harga untuk dapat mempertahankan konsumen dan mencari konsumen baru agar mampu bersaing dengan kompetitor sejenis di sekitar Jakarta Pusat. Terbukti, sejak tahun 1932 hingga kini. Ragusa Es Krim Italia masih bertahan. Dari penjelasan di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai faktor cita rasa dan harga terhadap kepuasan konsumen Ragusa Es Krim Italia yang berlokasi di Jl. Veteran I No. Gambir. Jakarta Pusat dengan judul AuPengaruh Cita rasa dan Harga terhadap Kepuasan Konsumen Ragusa Es Krim Italia Ay. Kajian Pustaka Cita Rasa Bau merupakan salah satu komponen cita rasa pada makanan, yaitu memberikan aroma atau bau. Di mana bau diketahui dengan menggunakan indera penciuman, yaitu hidung. Apabila bau makanan berubah maka tentu saja akan berpengaruh pada rasa. Bau menyengat atau alkohol yang disebabkan oleh bahan makanan yang telah lama disimpan dan yang telah terkontaminasi oleh udara luar. Bau makanan banyak menentukan kelezatan bahan makanan. Bau-bauan baru dapat dikenali bila berbentuk uap, dan molekul-molekul komponen bau tersebut harus sempat menyentuh siliah sel olfactory, dan meneruskan ke otak dalam bentuk influksi listrik oleh ujung-ujung sel olfactory. Rasa berbeda dengan bau yang lebih banyak melibatkan panca indera lidah. Rasa dapat dikenali oleh kuncup-kuncup cecapan yang terletak pada papilla yaitu bagian noda darah jingga pada lidah, dan farinx yaitu pelata bagian langit-langit yang lunak maupun keras. Untuk dapat menambahkan cita rasa pada makanan dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya memberikan rasa pedas pada makanan. Hingga kini telah dikenal lima rasa, yaitu asin . , asam . , pahit . , manis, . , dan umami. Komponen yang juga penting adalah timbulnya perasaan seseorang setelah menelan suatu Bahan makanan yang mempunyai sifat merangsang syaraf perasa di bawah kulit muka, lidah, maupun gigi akan menimbulkan perasaan tertentu. Misalnya bila seseorang mencium bau amonia, selain bau yang merangsang juga akanmenimbulkan perasan bahwa bau tersebut tajam . Contoh lain misalnya rempah-rempah yang menimbulkan kesan panas atau kesan dingin yang ditimbulkan oleh permen pedas. Tekstur dan konsistensi suatubahan akan mempengaruhi cita rasa yang ditimbulkan oleh bahan tersebut. Dari penelitian-penelitian yang dilakukan diperoleh bahwa perubahan tekstur atau viskositas bahan dapat mengubah rasa dan bau yang timbul karena dapat memengaruhi kecepatantimbulnya rangsangan terhadap sel reseptor olfaktori dan kelenjar air Semakin kental suatu bahan, penerimaan terhadap intensitas rasa, bau dan cita rasa semakin Penambahan zat-zat pengentalan seperti CMC (Carboxy Methyl Cellulos. dapat mengurangi rasa asam sitrat, rasa pahit kafein, ataupun rasa manis sukrosa, sebaliknya akan meningkatkan rasa asin NaCl dan rasa manis sakarin. Rasa dipengaruhi oleh beberapa faktor, suhu, konsentrasi, interaksi dengan komponen rasa yang lain. Harga Harga menurut Amstrong . adalah sejumlah uang yang ditukarkan untuk sebuah produk atau jasa. Harga adalah jumlah dari seluruh nilai yang konsumen tukarkan untuk jumlah manfaat dengan memiliki atau menggunakan suatu barang dan jasa. Harga merupakan faktor penentu yang memengaruhi pilihan pembelian, hal ini masih menjadi kenyataan di negara- negara dunia ketiga, di kalangan kelompok-kelompok sosial yang miskin, serta pada bahan-bahan pokok sehari-hari. Fandy . mengatakan bahwa salah satu tujuan penetapan harga adalah tujuan yang berorientasi pada citra. Citra suatu perusahaan dapat dibentuk melalui strategi penetapan harga. Perusahaan dapat menetapkan harga tinggi untuk membentuk atau mempertahankan citra prestisius. Sianturi dan Muliani dan Sari (Pengaruh Cita Rasa dan Harga Terhadap Kepuasan Konsumen Ragusa Es Krim Itali. Destinesia: Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata Vol 3. No. September 2021, pp. E-ISSN 2686-2042 Dalam tujuan berorientasi pada citra, perusahaan berusaha menghindari persaingan dengan jalan melakukan diferensiasi produk atau dengan jalan melayani segmen pasar khusus. Dan hal ini paling banyak terjadi pada perusahaan-perusahaan yang menjual produk yang termasuk kategori special goods maupun produk yang membutuhkan keterlibatan tinggi dalam proses pembelian. Menurut Swastha . perusahaan menetapkan suatu harga memiliki empat maksud yaitu: Mendapatkan investasi yangditargetkan atau pengembalian pada penjualan bersih. Mencegah atau mengurangi persaingan Mepertahankan atau memperbaiki market share Memaksimumkan laba Menurut Laksana . , faktor-faktor yang memengaruhi harga meliputi: Demand for the product. Perusahaan perlu memperkirakan permintaan terhadap produk yang merupakan langkah penetapan penting dalam penetapan harga sebuah produk. Target share of market. Market share yang ditargetkan oleh perusahaan. Competitive reactions yaitu reaksi pesaing. Use of cream skimming pricing of penetration pricing adalah mempertimbangkan langkah-langkah yang perlu diambil pada saatperusahaan memasuki pasar dengan harga yang tinggi atau dengan harga yang rendah. Other parts of the marketing mix. Perusahaan perlu mempertimbangkankebijakan marketing mix . ebijakan produk, kebijakan promosi dan saluran distribus. Biaya untuk memproduksi atau membeliproduk. Product- line pricing. Penetapan harga terhadap produk yangsaling berhubungan. Dalam biaya, permintaan maupun tingkat persaingan. Berhubungan dengan permintaan. Berhubungan dengan biaya. Mengadakan penyesuaian harga. Stanton . menyatakan bahwa indikator yang mencirikan harga adalah: Keterjangkauan harga Kesesuaian harga dengan kualitas produk Daya saing harga Kepuasan Konsumen Menurut Priansah . kepuasan konsumen adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara kinerja . produk yang diperkirakan terhadap kinerja. tau hasi. yang diharapkan. Jika kinerja dibawah harapan, konsumen tidak puas. Jikakinerja memenuhi harapan, konsumenpuas. Jika kinerja melebihi harapan, konsumen amat puas / senang. Menurut Tjiptono . 4: . kata AukepuasanAy atau satisfaction berasal dari bahasa latin AusatisAy . rtinya cukup banyak, memada. dan AufacioAy . elakukan atau membua. Secara sederhana kepuasan dapat diartikan sebagai upaya pemenuhan sesuatu atau membuat sesuatu memadai. Kepuasan pelanggan adalah situasi kognitif pembelian berkenaan dengan kesepadanan atau ketidak-sepadanan antara hasil yang didapatkan dibandingkan dengan pengorbanan yang Sedangkan menurut Tjiptono . 4: . kepuasan pelanggan sebagai evaluasi secara Sianturi dan Muliani dan Sari (Pengaruh Cita Rasa dan Harga Terhadap Kepuasan Konsumen Ragusa Es Krim Itali. E-ISSN 2686-2042 Destinesia: Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata Vol 3. No. September 2021, pp. sadar atau atau penilaian kognitif menyangkut apakah kinerja produk relatif bagus atau jelek atau apakah produk bersangkutan cocok atau tidak cocok dengan tujuan atau pemakaiannya. Dalam menentukan kepuasan konsumen ada tiga faktor yang harus diperhatikan oleh perusahaan atau pemakainya (Tjiptono, 2014: . , antara lain: Kualitas produk Pelanggan akan merasa puas bila hasil mereka menunjukkan bahwa produk yang mereka gunakan berkualitas. Kualitas pelayanan atau jasa Pelanggan akan merasa puas bila mereka mendapatkan pelayanan yang baik atau sesuai dengan yang diharapkan. Promosi Pelanggan akan merasa bangga dan mendapatkan keyakinan bahwa orang lain akan kagum terhadapnya bila menggunakan produk dengan merek tertentu yang cenderung mempunyai tingkat kepuasan yang lebih tinggi. Kepuasan yang diperoleh bukan karena kualitas dari produk tetapi sosial atau self esteem yang membuat pelanggan merasa puas terhadap merek tertentu. Dimensi Kepuasan Konsumen Menurut Tjiptono . 4: . tidak ada satupun ukuran tunggal terbaik mengenai kepuasan pelanggan yang disepakati secara universal. Cara yang paling sederhana untuk mengukur kepuasan konsumen adalah langsung menanyakan kepada konsumen seberapa puas mereka dengan produk atau jasa spesifik tertentu. Biasanya, ada dua bagian dalam proses Mengukur tingkat kepuasan konsumen terhadap produk atau jasa perusahaan bersangkutan. Menilai dan membandingkannya dengan tingkat kepuasan konsumen keseluruhan terhadap produk atau jasa para pesaing. Berbagai penelitian memilah kepuasan konsumen atau pelanggan kedalam komponenkomponennya. Proses semacam itu terdiri empat langkah, yaitu: Mengidentifikasi dimensi-dimensi kunci kepuasan konsumen atau pelanggan. Meminta pelanggan menilai produk atau jasa perusahaan berdasarkan item-item spesifik seperti kecepatan layanan atau keramahan staf layanan pelanggan. Meminta pelanggan menilai produkatau jasa pesaing berdasarkan item- item spesifik yang Meminta para konsumen untukmenentukan dimensi-dimensi yang menurut mereka penting dalam menilai kepuasan pelanggan keseluruhan. Konfirmasi Harapan Kepuasan kesesuaian/ketidaksesuaian antara harapan pelanggan dengan kinerja aktual produk perusahaan pada sejumlah atribut penting. Minat beli ulang Kepuasan pelanggan diukur secara behavioral dengan jalan menanyakan apakah pelanggan akan berbelanja atau menggunakan jasa perusahaan lagi. Pelayanan yang berkualitas dapat menciptakan kepuasan konsumen dimanamutu pelayanan tersebut akan masuk ke benak konsumen sehingga dipersepsikan baik. Sianturi dan Muliani dan Sari (Pengaruh Cita Rasa dan Harga Terhadap Kepuasan Konsumen Ragusa Es Krim Itali. Destinesia: Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata Vol 3. No. September 2021, pp. E-ISSN 2686-2042 Kesediaan untuk merekomendasi Kesediaan untuk merekomendasi produk kepada teman atau keluarganya menjadi ukuran yang penting untuk dianalisis dan ditindaklanjuti. Apabila pelayanan yang diterima atau dirasakan sesuai dengan yang diharapkan, maka kualitas pelayanan dipersepsikan baik dan memuaskan, sehingga melalui kepuasan itu konsumen akan melakukan pembelian jasa atau memutuskan untuk menggunakan jasa danpada akhirnya akan merekomendasikan hal itu kepada orang lain. Ketidakpuasan pelanggan Aspek-aspek yang digunakan untuk mengetahui ketidakpuasan pelanggan, meliputi komplain, retur atau pengembalian produk, biaya garansi, recall, word of mouth negative, dan defections. Ada beberapa metode yang dapat digunakan setiap perusahaan untuk mengukur dan memantau kepuasan konsumennya. Keller . 9: . mengemukakan empat metode untuk mengukur kepuasan konsumen yaitu: Survei berkala. Metode ini dilakukan dengan cara melacak kepuasankonsumen secara langsung dan juga mengajukan pertanyaan tambahan untuk mengukur niat pembelian kembali dan kemungkinan atau kesediaan responden untukmerekomendasikan suatu merekkepada orang Ghost shooping . embeli bayanga. Metode ini dilaksanakan dengan cara mempekerjakan beberapa orangghost shoppers untuk berperan atau bersikap sebagai konsumen atau pembeli potensial produk pesaing. Kemudian para ghost shopers menyampaikan temuan penting berdasarkan pengalamannya mengenai kekuatan dan kelemahan produk perusahaan dibandingkan para pesaing. Lost customer analysis . nalisis konsumen yang hilan. Pada metode ini perusahaan berupaya menghubungi para konsumennya yang telah berhenti membeli atau yang telah beralih pemasok dengan maksud dapat memahami penyebab terjadinya hal tersebut. Informasi ini diperlukan agar perusahaan dapat mengambil kebijakan perbaikan atau penyempurnaan selanjutnya tehadap produk yang dipasarkan dalam rangka meningkatkan kepuasan konsumen. Survei kepuasan konsumen dilakukan dengan wawancara langsung menggunakan survei, di mana perusahaan akan memperoleh tanggapan dan umpan balik dari pelanggan dan juga memberikan sinyal positif bahwa perusahaan menaruh perhatian terhadap mereka. Menurut Setyo . kepuasan konsumen diukur dari sebaik apa harapan konsumen atau pelanggan terpenuhi. Menjelaskan indikator kepuasan konsumen, yaitu: Terpenuhinya harapan konsumen Konsumen merasakan kepuasan akan terpenuhinya keinginan dan kebutuhan dari suatu produk barang atau jasa. Sikap atau keinginan menggunakan produk Sikap merupakan kecenderungan yang dipelajari, ini berarti bahwa sikap yang berkaitan dengan perilaku membeliterbentuk sebagai hasil daripengalaman langsung mengenai produk, informasi secara lisan yang diperoleh dari orang lain atau terpapar oleh iklan di media masa, internet dan berbagai bentuk pemasaran langsung. Merekomendasikan kepada pihak lain. Konsumen akan selalu merekomendasikan hasil pengalamanya kepada orang lain atas apa yang diperoleh dari suatu kualitas produk yang ditawarkan oleh suatu perusahaan. Sianturi dan Muliani dan Sari (Pengaruh Cita Rasa dan Harga Terhadap Kepuasan Konsumen Ragusa Es Krim Itali. E-ISSN 2686-2042 Destinesia: Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata Vol 3. No. September 2021, pp. Kualitas layanan Kualitas pelayanan dapat diwujudkan melalui pemenuhan dan keinginan konsumen serta ketepatan menyampaikan untuk mengimbangi harapan konsumen. Loyalitas konsumen Memiliki berbagai alasan untuk tidak mengembangkan loyalitas terhadap produk atau jasa tertentu, yang mampu memberikan manfaat atau harapan mereka terpenuhi. Reputasi yang baik Upaya bagi suatu perusahaan di mana produk utama yang dihasilkan adalahsuatu jasa, maka reputasi dan namabaik sangat menentukan adanya anggapan bahwa reputasi yang berupa citra merek . rand imag. , citra perusahaan . ompany imag. , reputasi merk . rand reputatio. , nama yang terbaik . he best nam. , pelayanan prima . ervice excelen. dan semua yang beruhubungan dengan kepuasan konsumen mendapatkan proritas. Lokasi Yang dimaksud dengan lokasi adalah tempat di mana perusahan memperjualbelikan produk barang/jasa yang ditawarkan kepada konsumen. Metodologi Jenis pendekatan yang dilakukanadalah menggunakan pendekatan kuantitatif, dimana peneliti menggunakan variabel yang dibagi atas pengaruh citarasa (X. dan harga (X. terhadap kepuasan konsumen (Y). Jenis enelitian yang digunakan adalah asosiatif kausal dengan tujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh di antara variabel tersebut (Sugiyono, 2010:. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan membuktikan hubungan antara pengaruh cita rasa dan harga terhadap kepuasan pembeli di Ragusa Es Krim Italia. Sedangkan sampel yang ada dalam penelitian, maka digunakan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Menurut Arikunto . 6: . total sampling yang digunakan tersebut dengan cara mengambil sampel yang sama dengan jumlah populasi yang Hasil Penelitian Pada tahun 1930 Ragusa Es Krim Italia didirikan oleh dua orang berkebangsaan Italia. Luigie dan Vincenzo. Saat berada di Bandung, keduanya bertemu dengan seorang wanita Eropa yang mempunyai peternakan sapi dan memberikan banyak susu sapi kepada mereka. Susu tersebut kemudian diolah menjadi es krim yang ternyata banyak disukai. Dengan dibantu oleh Jo Giok Siaw. Luigie dan Vincenzo membangun toko es krim bernama Ragusa Es Krim Italia di Perlintasan Pos . ekarang Perlintasan Naripa. Bandung. Pada tahun 1932 Luigie dan Vincenzo mulai menjual es krim di Pasar Gambir Jakarta Fair. Mereka juga membuka kafe di Jl. Veteran I No. Jakarta Pusat. Pada kurun waktu 1945-1972, penjualan es krim sempat menurun karena banyaknya pelanggan warga negara asing yang pulang ke negaranya. Pada tahun 1972. Vincenzo berniat menjual toko es krimnya. Namun, tidak ada yang ingin membeli gerai es krim tersebut. Karena tidak ada yang ingin membeli gerai es krim tersebut. Vincenzo lalu menghibahkannya kepada Yo Boen Kong yang memang bekerja di Ragusa Es Krim Italia. Ragusa Es Krim Italia mengalami masa kejayaan di tahun 1990-an. Setidaknya hampir 20-an gerai yang sebelumnya dibuka di beberapa wilayah Jakarta habis dilalap si jago merah. Sekarang tersisa satu gerai yang masih dibuka, yaitu di Jl. Veteran. Jakarta Pusat. Secara umum, identitas responden yang diambil dalam penelitian ini adalah para pembeli di Ragusa Es Krim Italia yang berjumlah 100 orang dengan kisaran jenis kelamin dan umur pembeli Sianturi dan Muliani dan Sari (Pengaruh Cita Rasa dan Harga Terhadap Kepuasan Konsumen Ragusa Es Krim Itali. Destinesia: Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata Vol 3. No. September 2021, pp. E-ISSN 2686-2042 Tabel 4. Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Valid Cumulati ve Percent Frequency Percent Valid Percent laki-laki Total Sumber: Data diolah oleh peneliti. SPSS 26 (Januari, 2. Berdasarkan data diatas dapat diperhatikan bahwa responden jenis kelamin perempuan sebanyak 52 orang atau sebesar 52,0% . ari total responde. , sedangkan responden jenis kelamin laki-laki sebanyak 48 orang atau sebesar 48,0% . ari total responde. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa jumlah responden perempuan lebih banyak dari pada jumlah responden lakilaki. Tabel 4. Responden Berdasarkan Usia Valid Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Total Sumber: Data diolah oleh peneliti. SPSS 26 (Januari, 2. Berdasarkan data diatas dapat diperhatikan bahwa klasifikasi responden yang berusia antara 1629 tahun sebanyak 75 orangatau sebesar 75,0%. Responden yang berusia antara 30-39 tahun sebanyak 22 orang atau sebesar 22,0%. Dan responden yang berusia 40-49 tahun sebanyak 3 orang atau sebesar 3,0%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa jumlah responden terbanyak berusia diatas 16-29 tahun sebanyak 75 orang atau sebesar 75,0% . ari total responde. Selanjutnya dilakukan pengujian validitas yang ada dalam komputer dengan bantuan program SPSS for Windows Versi 26. Dalam pengujian validitas yang dilakukan terhadap 100 responden tersebut, berdasarkan pada nilai rhitung (Corrected Item-Total Correlatio. ternyata lebih besar (>) dari r tabel yakni 0,196. Artinya, seluruh item/ pertanyaan tersebut valid dan sebaliknya. Berdasarkan hasil perhitungan uji validitas variabel X1 (Cita Ras. dengan 3 item pertanyaan Tabel 4. Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Cita Rasa (X. Peryataa rHitun rTabe Kesimpula cronbach'Alpha Titik Kritis Kesimpulan Sianturi dan Muliani dan Sari (Pengaruh Cita Rasa dan Harga Terhadap Kepuasan Konsumen Ragusa Es Krim Itali. E-ISSN 2686-2042 Destinesia: Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata Vol 3. No. September 2021, pp. 0,736 Valid 0,782 Valid 0,767 Valid 0,63 Valid Sumber: Data primer diolah oleh peneliti di SPSS 26. Sianturi dan Muliani dan Sari (Pengaruh Cita Rasa dan Harga Terhadap Kepuasan Konsumen Ragusa Es Krim Itali. Destinesia: Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata Vol 3. No. September 2021, pp. E-ISSN 2686-2042 Berdasarkan hasil perhitungan uji validitas variabel X2 (Harg. dengan 4 item pertanyaan Tabel 4. Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Harga (X. Pernyataan rHitung rTabel Kesimpulan cronbach'Alpha 0,750 Valid 0,704 Valid 0,730 Valid 0,854 Valid 0,811 Valid Titik Kritis Kesimpulan Valid 0,829 Sumber: Data primer diolah oleh peneliti di SPSS 26 Sementara hasil perhitungan uji validitas variabel kepuasan konsumen dengan 7 item pernyataan adalah sebagai berikut: Tabel 4. Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Kepuasan Konsumen (Y) Peryataan rHitung rTabel Kesimpulan cronbach'Alpha 0,641 Valid 0,588 Valid 0,648 Valid 0,719 Valid 0,724 Valid 0,747 Valid 0,603 Valid 0,791 Titik Kritis Kesimpulan Valid Sumber: Data primer diolah oleh peneliti di SPSS 26 Berdasarkan Tabel 4. 5, maka dapat dilihat bahwa seluruh pertanyaan untuk variabel metode pelatihan memiliki status valid, karena nilai rhitung (Corrected Item-Total Correlatio. > r tabel sebesar 0,196. Berdasarkan hasil uji determinasi terhadap variabel Cita Rasa (X. dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4. Model Model Summary Koefisien Determinasi (R. Cita rasa Model Summary Adjusted R Std. Error of the Square Square Estimate Predictors: (Constan. Cita rasa (X. Sianturi dan Muliani dan Sari (Pengaruh Cita Rasa dan Harga Terhadap Kepuasan Konsumen Ragusa Es Krim Itali. E-ISSN 2686-2042 Destinesia: Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata Vol 3. No. September 2021, pp. Dependent Variabel Kepuasan Konsumen (Y) Berdasarkan table di atas dapat diketahui: r = 0,840 r2 = 0,706 x 100% = 70,6% Hasil tersebut memberikan pengertian bahwa variabel dependen yaitu cita rasa dapat dijelaskan oleh variabel independen yaitu kepuasan konsumen dengan nilai sebesar 70,6%, sedangkan sisanya sebesar 0,294 atau 29,4% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Sedangkan untuk variabel Harga (X. dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 4. Model Summary Koefisien Determinasi (R. Harga Model Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Harga (X. Dependent Variabel Kepuasan Konsumen (Y) Berdasarkan table di atas dapat diketahui: r = 0,840 r2 = 0, 732 x 100% = 73,2% Hasil tersebut memberikan pengertian bahwa variabel dependen yaitu harga dapat dijelaskan oleh variabel independen yaitu kepuasan konsumen dengan nilai sebesar73,2% sedangkan sisanya sebesar 0,268 atau 26,8% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian Sedangkan untuk analisis uji regresi linier berganda dapat diketahui hasilnya berdasarkan tabel di bawah ini: Tabel 4. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Coefficientsa Unstandardize d Coefficients Model Std. Error (Constan. Standardized Coefficients Beta Sig. Cita_Rasa (X. Harga (X. Dependent Variable: Kepuasan konsumen (Y) Sumber: Data diolah oleh peneliti di SPSS 26, (Januari, 2. Berdasarkan analisis data dengan menggunakan SPPS 26, maka diperoleh hasil persamaan regresi sebagai berikut: Y= 10. 833 0,577 X1 0. 524 X2 e Sianturi dan Muliani dan Sari (Pengaruh Cita Rasa dan Harga Terhadap Kepuasan Konsumen Ragusa Es Krim Itali. Destinesia: Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata Vol 3. No. September 2021, pp. E-ISSN 2686-2042 Persaamaan regresi diatas memperlihatkan hubungan anataara variable independent dengan variable dependen secara persial, dari persamaan tersebut dapat diambil kesimpulan berikut: Nilai konstanta adalah 10. 833, artinya jika tidak terjadi perubahan variabel Cita rasa dan Harga . ilai X1 dan nilai X2 adalah . maka kepuasana konsumen pada Ragusa Es Krim Italia sebesar 10. 833 satuan. Nilai koefisien regresi cita rasa adalah 0. 577 artinya jika variabel cita rasa (X. meningkat 1% dengan asumsi variabel harga (X. dan konstanta . adalah 0 . , maka kepuasan konsumen pada Ragusa Es Krim Italia 0. Hal tersebut menunjukan bahwa variabel cita rasa yang disediakan berkonstribusi positif bagi kepuasan konsumen. Nilai koefisien regresi Harga 0. 524 artinya jika variabel Harga (X. meningkat 1% dengan asumsi variabeal Cita rasa (X. dan konstanta . adalah 0 . maka kepuasan konsumen pada Ragusa Es Krim Italia sebesar 0. 524 hal tersebut menunjukan bahwa harga yang diberikan berkontribusi positif bagi kepuasan Untuk mengetahui signifikan atau tidaknya pengaruh antara variabel (X. , variabel (X. dan variabel (Y), maka pengujuan hipotesis dilakukan dengan menggunakan rumus uji t untuk pengaruh parsial hipotesis sebagai berikut: H1: Terdapat pengaruh (X. cita rasa terhadap (Y) kepuasan H0: Tidak Terdapat pengaruh (X) cita rasa terhadap (Y) kepuasan H2: Terdapat pengaruh (X. harga terhadap (Y) kepuasankonsumen H0: Tidak Terdapat pengaruh (X) cita rasa terhdap (Y) kepuasan Dengan kriteria uji: thitungtabel = H0 ditolak dan H1. H2 diterima Tabel 4. Uji T (Uji parsia. Coefficientsa Unstandardize Coefficients Model Std. Error (Constan. Cita Rasa (X. Standardized Coefficients Beta Harga (X. e Dependent Variable: Kepuasan konsumen (Y) Sig. Sianturi dan Muliani dan Sari (Pengaruh Cita Rasa dan Harga Terhadap Kepuasan Konsumen Ragusa Es Krim Itali. E-ISSN 2686-2042 Destinesia: Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata Vol 3. No. September 2021, pp. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahawa regresi variabel cita rasa dan harga memiliki nilai t hitung cita rasa 2. 499 dan harga 4. 147 pada tingkat kesalahan . 0,06 dengan jumlah sampel98 dan jumlah variabel bebas 1 maka nilai t tabel adalah . karena nilai t hitungnya . lebih besar dari t tabel . maka H0 ditolak artinya terdapat pengaruh antara variabel (X. cita rasa dan variabel (X. harga, kualitas pelayanan terhadap (Y) kepuasan konsumen. Hasil uji F . ini dilakukan dengan membandingkan signifikan nilai Fhitung > Ftabel maka model yang dirumuskan sudah tepat artinya berpengaruh secara bersama, dengan melihat Ftabel = f . : n-. F= . :100-. ,Ftabel = . : . = 3,09 dengan tingkat 5% Uji F yang dilakukan dapat dilihat pada Tabel 4. 9 di bawah ini Tabel 4. Hasil Hasil Uji F . ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Sig. Regression Residual Total Dependent Variable: Kepuasan konsumen (Y) Predictors: (Constan. Harga (X. Cita rasa (X. Sumber: Data diolah oleh peneliti di SPSS 26, (Januari, 2. Berdasarkan hasil pengujian pada tabel di atas dapat dilihat pada nilai X1 dan X2 terhadap kepuasan konsumen Y nilai F hitung>nilaif f tabel dan nilai f tabel 196 nilai signifikan 000< 0,05 nilai f hitung 21. 858 > nilai f tabel 196 dapat disimpulkan nilai signifikan untuk pengaruh cita rasa (X. dan harga (X. terhadap kepuasan konsumen (Y) adalah sebesar 0,000<0,05 dan f 858 >nilai f tabel 196 hal tersebut membuktikan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima artinya terdapat pengaruh citarasa (X. dan harga (X. terhadap kepuasan konsumen (Y) secara Pembahasan Berdasarkan dengan judul yang akan peneliti dan hasil peneliti di atas, maka peneliti melakukan pembuktian untuk mengetahui besar pengaruh variabel kualitas pelayanan terhadap variabel cita rasa dan variabel harga terhadap kepuasan konsumen. Berdasarkan dari hasil rekapitulasi cita rasa dan harga, pada variabel kepuasan konsumen didapat hasil rata-rata sebesar 4,20 untuk hal ini dinilai baik, namun sayangnya masih ada 4 indikator yang nilainya berada dibawah rata-rata antara lain: Konsumen mengetahui produk es krim ini dari iklan di media masa, internet dan berbagai bentuk pemasaran langsung nilai 4,14 . Konsumen merasa loyal terhadap produk atau jasa yang diberikan atau harapan mereka terpenuhi nilai 4,15. Konsumen merasa kualitas pelayanan yang diberikan cukup baikdan dapat memberikan kepuasan pada konsumen nilai 4,20 Produk es krim yang tertera dengan harga nilai 4,20 Sianturi dan Muliani dan Sari (Pengaruh Cita Rasa dan Harga Terhadap Kepuasan Konsumen Ragusa Es Krim Itali. Destinesia: Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata Vol 3. No. September 2021, pp. E-ISSN 2686-2042 Hal tersebut menunjukan bahwa cita rasa dan harga terhadap kepuasan konsumen di Ragusa Es Krim Italia harus ditingkatkan kembali dikarenakan masih ada beberapa indikator yang masih berada di bawah rata-rata. Selain itu, penelitian juga menganalisa uji hipotesis yang terdiri dari uji koefisien determinasi r2, regresi linier berganda dan uji t dan uji f . , dan hasil ini diteliti oleh peneliti guna mengetahui besar pengaruh variabel cita rasa dan harga terhadap kepuasan konsumen. Dan dari hasil uji tersebut peneliti mendapatkan hasil uji hipotesis X1 dan X2 menuju bahwa nilai t hitung 641 > t tabel 1,966 dengan tingkat signifikan 0,000. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel cita rasa dan harga berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan konsumen. Menurut Menurut Setyo . , kepuasan konsumen diukur dari sebaik apa harapan konsumen atau pelanggan terpenuhi. Cita rasa berpengaruh sebesar 0,706 atau 70,6% terhadap kepuasan konsumen dan sisanya sebesar 0,294 atau 29,4% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Harga berpengaruh sebesar 0,732 atau 73,2% terhadap kepuasan konsumen dan sisanya sebesar 0,268 atau 26,8% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Hasil tersebut diperoleh dari penelitian melakukan pengujian koefisien determasi untuk mengetahui kemampuan variabelindependen yaitu cita rasa dan harga dalam menjelaskan variabel dependen yaitu kepuasan konsumen. Hal penelitian ini memberikanmakna bahwa cita rasa dan harga merupakan suatu pendekatan baru yang membantu manajemen perusahaan untuk mencapai kepuasan konsumen. Hasil pengujian pada nilai X1dan X2 terhadap kepuasan konsumen Y nilai F hitung > nilaif f tabel dan nilai f tabel 0,196 nilai signifikan 000< 0,05 nilai f hitung 21. 858 > nilai f tabel 0,196 dapat disimpulkan nilai signifikan untuk pengaruh cita rasa (X. dan harga (X. terhadap kepuasan konsumen (Y) adalah sebesar 0,000<0,05 dan f hitung 21. 858 >nilai f tabel 1,966 hal tersebut membuktikan bahwa H0 ditolak dan H1 di terima artinya terdapat pengaruh cita rasa (X. dan harga (X. terhadap kepuasan konsumen (Y) secara simultan. Penutup Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan, maka penelitiandapat mengambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi (R. diperoleh hasil bahawa variabel dependen yaitu cita rasa dan harga dengan variabel independen yaitu kepuasan konsumen dengan nilai Cita rasa berpengaruh sebesar 0,706 atau 70,6% terhadap kepuasan konsumen dan sisanya sebesar 0,294 atau 29,4% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Harga berpengaruh sebesar 0,732 atau 73,2% terhadap kepuasan konsumen dan sisanya sebesar 0,268 atau 26,8% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Hasil uji T memiliki nilai t hitung sebesar 3. Pada tingkat kesalahan . 0,06 dengan jumblah sampel 100 danvariabel bebas 1 maka nila t table adalah . karena nilai t hitung nya . maka H1 diterima, artinya terdapat pengaruh antara cita rasa (X. dan harga (X. terhadap kepuasankonsumen (Y). Selain itu penelitian juga mendapatkan hasil dari uji regresi linier berganda, dari uji tersebut penelitian memproleh hasil bahwa niali cita rasa koefisien regeresi (X. 577 dan niali harga koefisien regeresi (X. 524 mengandung arti bahwa pengaruh cita rasa (X. dan harga (X. berpengaruh terhadap kepuasan konsumen Ragusa Ice Cream Italia (Y). Sianturi dan Muliani dan Sari (Pengaruh Cita Rasa dan Harga Terhadap Kepuasan Konsumen Ragusa Es Krim Itali. E-ISSN 2686-2042 Destinesia: Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata Vol 3. No. September 2021, pp. Hasil uji f pada nilai x1dan x2 terhadap kepuasan konsumen Y nilaiF hitung > nilai f table dan nilai f table 1966 nilai signif 000< 0,05 nilai f hitung 21. 858 > nilai f table 1966 dapat di simpulkan nilai signifikan untuk pengaruh cita rasa (X. dan harga (X. terhadap kepuasan konsumen (Y) adalah sebesar 0,000<0,05 dan f hitung 21. 858 >nilai f table 1966 hal tersebut membuktikan bahwa H0 ditolak dan Ha di terima artinya terdapat pengaruh cita rasa (X. dan harga (X. terhadap kepuasan konsumen (Y) secara simultan. Saran Berdasarkan hasil penelitian maka dapat dirumuskan beberapa hal yang dapat menjadi masukan atau saran, diantaranya sebagai berikut: Untuk variabel harga ada beberapa yang harus ditingkatkan, terutama indikator berikut: Keterjangkauan harga dari hasil penelitian pada indikator inimendapat nilai sebesar 4,20 (Bai. namun nilai ini tersebutmasih dibawa nilai rata-rata hasil rekapitulasi, sebaiknya pihak Ragusa Ice cream Italia harus melakukan cek harga standar dan meyesuaikan keterjangkauan harga pada produk es krim. Untuk variabel kepuasan konsumen hal yang harus ditingkatkan, terutama indikator berikut: Sikap atau keinginan kosumen dari hasil penelitian pada indikator ini mendapat nilai sebesar 4,14 (Bai. namun nilai ini tersebut masih dibawa nilai rata-rata hasil rekapitulasi, sebaiknyapihak Ragusa Es Krim Italia perlu meningkatkan promosi setiap hari melalui media sosial dan internet, atau membagikan brosur. Loyal konsumen dari hasil penelitian pada indikator ini mendapat nilai sebesar 4,15 (Bai. namun nilai ini tersebut masih dibawa nilai rata-rata hasil rekapitulasi, sebaiknya pihak Ragusa Es Krim Italia harus meningkatkan kualitas pelayanan terhadap konsumen agar harapan konsumen terpenuhi sehingga konsumen menjadi lebih loyal. Kualitas layanan dari hasil penelitian pada indikator ini mendapat nilai sebesar 4,20 (Bai. namun nilai ini tersebut masih dibawa nilai rata-rata hasil rekapitulasi, sebaiknya pihak Ragusa Ice Cream Italia harus meningkatkan kualitas pelayanan, yang pada ujungnya juga akan berpengaruh kepada kepuasan dan loyalitas Salah satu indikator kualitas pelayanan adalah dengan menggunakan metode SERVQUAL yang dikembangkan oleh Parasuraman, et. al, yaitu dengan memperhatikan dimensi tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan Misalnya dalam dimensi responsiveness, pelayan harus segera membersihkan meja yangkotor agar konsumen yang baru akan masuk tidak perlu menunggu dan menjadi tidak nyaman. Referensi