JEKPEND Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Volume 9 Nomor 1 Bulan Januari 2026 Hal. Mulyadi Nursi. Hastuti Indra Sari. Asep Saifudin. Pengaruh Faktor Internal dan Faktor EksternalA | 1 p-ISSN: 2614-2139. e-IS SN: 2614-1973. Homepage:http://ojs. id/JEKPEND Pengaruh Faktor Internal dan Faktor Eksternal terhadap Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa (Studi Kasus di Institut Bisnis dan Komunikasi Swaday. Mulyadi Nursi1*. Hastuti Indra Sari2. Asep Saifudin3 Manajemen S2 Institut Bisnis dan Komunikasi Swadaya Email: mulyadi. nursi66@gmail. Manajemen S1 Institut Bisnis dan Komunikasi Swadaya Email: indrasarihastuti16@gmail. Manajemen S2 Institut Bisnis dan Komunikasi Swadaya Email: asepsaifudin@swins. Corresponding Author (Received: 8 November 2025. Accepted: 15 Januari 2026. Published: 29 Januari 2026 Abstrack. The development of student entrepreneurship is a strategic issue in higher education, particularly in the effort to produce graduates who are not only oriented as job seekers, but also capable of becoming job creators. This study aims to analyze the influence of internal and external factors on the entrepreneurial spirit of students at the Institute of Business and Self-Help. Internal factors include achievement motivation, self-efficacy, self-confidence, creativity, and independent personality, while external factors include the family environment, educational environment, social environment, media and technology, and campus policies and facilities. This study used a quantitative approach with a survey method of 60 students. Data analysis was conducted using Partial Least SquaresAeStructural Equation Modeling (PLS-SEM). The results showed that internal and external factors have a positive and significant effect on student entrepreneurship partially. Simultaneously, the influence of both factors is shown through the coefficient of determination (RA) value of 0. 682, which indicates that 68. 2% of the variation in student entrepreneurship can be explained by internal and external factors. These findings provide an empirical contribution in the development of a student entrepreneurship model based on the integration of internal and external factors in the higher education environment. Keywords: Entrepreneurial spirit. External factors. Internal factors. PLS-SEM. Students Abstrak. Pengembangan jiwa kewirausahaan mahasiswa merupakan isu strategis dalam pendidikan tinggi, khususnya dalam upaya menciptakan lulusan yang tidak hanya berorientasi sebagai pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor internal dan faktor eksternal terhadap jiwa kewirausahaan mahasiswa di Institut Bisnis dan Swadaya. Faktor internal meliputi motivasi berprestasi, efikasi diri, kepercayaan diri, kreativitas, dan kepribadian mandiri, sedangkan faktor eksternal mencakup lingkungan keluarga, lingkungan pendidikan, lingkungan sosial, media dan teknologi, serta kebijakan dan fasilitas Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 60 Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least SquaresAeStructural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal dan faktor eksternal berpengaruh positif dan signifikan terhadap jiwa kewirausahaan mahasiswa secara parsial. Secara simultan, pengaruh kedua faktor tersebut ditunjukkan melalui nilai koefisien determinasi (RA) sebesar 0,682, yang mengindikasikan bahwa 68,2% variasi jiwa kewirausahaan mahasiswa dapat dijelaskan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Temuan ini memberikan kontribusi empiris dalam pengembangan model kewirausahaan mahasiswa berbasis integrasi faktor internal dan eksternal di lingkungan perguruan tinggi. Kata Kunci: Jiwa kewirausahaan. Faktor internal. Faktor eksternal. Mahasiswa. PLS-SEM. PENDAHULUAN Pengembangan mahasiswa menjadi perhatian utama dalam DOI:10. 26858/jekpend. pendidikan tinggi pada lima tahun terakhir, seiring meningkatnya ketidakpastian pasar kerja dan keterbatasan daya serap sektor formal Mulyadi Nursi. Hastuti Indra Sari. Asep Saifudin. Pengaruh Faktor Internal dan Faktor EksternalA | 2 terhadap lulusan perguruan tinggi. Kondisi ini mendorong kewirausahaan dipandang sebagai strategi alternatif yang berkelanjutan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi lulusan (Cera et al. , 2020. Tian et al. , 2. Studi internasional menunjukkan bahwa transisi lulusan ke dunia kerja semakin kompetitif, sehingga perguruan tinggi dituntut untuk membekali mahasiswa dengan kesiapan berwirausaha yang memadai. Secara empiris. Tian et al. melaporkan bahwa lebih dari 60% mahasiswa di negara berkembang menunjukkan minat awal terhadap kewirausahaan, namun hanya sebagian yang memiliki kesiapan psikologis dan keterampilan untuk memulai usaha. Hal ini menegaskan bahwa minat berwirausaha belum cukup tanpa didukung oleh jiwa kewirausahaan yang kuat. Jiwa kewirausahaan mencerminkan sikap, nilai, dan kesiapan individu dalam mengenali peluang, berinovasi, serta mengambil risiko secara terukur (Fayolle & Gailly, 2. Pengembangan mahasiswa tidak terlepas dari peran institusi pembelajaran yang mendukung terbentuknya Pendidikan kewirausahaan tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai proses pembentukan sikap, nilai, dan keterampilan yang relevan dengan dinamika dunia usaha (Fayolle & Gailly, 2. Cera et al. menegaskan bahwa pendekatan pembelajaran kewirausahaan berbasis praktik, seperti simulasi bisnis dan proyek usaha, memiliki dampak yang lebih signifikan dibandingkan pendekatan teoritis. Temuan ini diperkuat oleh Pukkinen et al. yang menyatakan bahwa kegiatan kewirausahaan kurikuler maupun ekstrakurikuler berkontribusi langsung terhadap peningkatan self-efficacy dan daya tarik kewirausahaan mahasiswa. Di sisi lain, keberhasilan pengembangan jiwa kewirausahaan juga sangat dipengaruhi oleh karakteristik individu mahasiswa. Faktor internal seperti motivasi dan self-efficacy berperan sebagai prasyarat psikologis dalam membentuk kesiapan berwirausaha. Yusoff et al. menemukan bahwa motivasi intrinsik menjadi faktor dominan yang mendorong mahasiswa mempertimbangkan kewirausahaan sebagai pilihan karier. Bandura . menjelaskan bahwa individu dengan self-efficacy tinggi memiliki keyakinan lebih kuat dalam menghadapi tantangan dan mengelola risiko, yang selanjutnya meningkatkan keberanian DOI:10. 26858/jekpend. dalam memulai usaha. Hal ini diperkuat oleh Hendrawan dan Anggraini . yang menunjukkan bahwa mahasiswa dengan selfefficacy tinggi lebih siap merencanakan dan memulai usaha. Selain faktor psikologis, pengalaman pribadi juga berkontribusi terhadap pembentukan jiwa kewirausahaan. Tian et al. menegaskan bahwa pengalaman berwirausaha sebelumnya, meskipun dalam skala kecil, mampu meningkatkan kemampuan mengenali peluang dan memahami proses bisnis secara realistis. Pengalaman tersebut berfungsi sebagai jembatan antara pembelajaran teoritis dan praktik Faktor eksternal juga memainkan peran penting dalam membentuk jiwa kewirausahaan Lingkungan keluarga, khususnya dukungan orang tua, memiliki pengaruh signifikan terhadap keberanian mahasiswa dalam memulai usaha (Dewi, 2024. Annisa et al. Selanjutnya. Zhang . menyatakan bahwa dukungan keluarga tidak hanya menyediakan sumber daya finansial, tetapi juga legitimasi sosial yang memperkuat kepercayaan diri Selain itu, pengalaman organisasi kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama tim. Salsabil . menunjukkan bahwa mahasiswa yang aktif berorganisasi memiliki kesiapan kewirausahaan yang lebih tinggi, terutama dalam konteks kewirausahaan digital. Meskipun berbagai penelitian telah mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi jiwa kewirausahaan mahasiswa, sebagian besar studi masih menganalisis faktor internal dan eksternal secara terpisah. Padahal, pembentukan jiwa multidimensional yang melibatkan interaksi kedua faktor tersebut secara simultan. Oleh karena itu, diperlukan penelitian yang mengintegrasikan faktor internal dan eksternal dalam satu model analisis yang komprehensif. Institut Bisnis dan Komunikasi Swadaya memiliki karakteristik unik sebagai institusi pendidikan tinggi yang menekankan kompetensi di bidang bisnis dan komunikasi. Kondisi ini menjadikan mahasiswa memiliki potensi besar dalam mengembangkan jiwa kewirausahaan, khususnya pada sektor usaha kreatif. Dengan demikian, penelitian ini memiliki urgensi akademik dan praktis, yaitu memberikan kontribusi empiris terhadap pengembangan kajian kewirausahaan mahasiswa serta menjadi Mulyadi Nursi. Hastuti Indra Sari. Asep Saifudin. Pengaruh Faktor Internal dan Faktor EksternalA | 3 dasar bagi institusi dalam merancang strategi pengembangan kewirausahaan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor internal dan faktor eksternal terhadap jiwa kewirausahaan mahasiswa di Institut Bisnis dan Komunikasi Swadaya, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini diharapkan mampu mengidentifikasi faktorfaktor yang paling berperan dalam membentuk kesiapan kewirausahaan mahasiswa. Urgensi penelitian ini terletak pada penyediaan bukti empiris yang terintegrasi mengenai peran faktor internal dan eksternal dalam pengembangan jiwa kewirausahaan Secara akademik, penelitian ini memperkaya kajian kewirausahaan mahasiswa dengan pendekatan model struktural yang Secara praktis, hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar bagi perguruan tinggi dalam merancang kebijakan, kurikulum, dan program kewirausahaan yang lebih efektif dan berkelanjutan dalam menghadapi dinamika pasar kerja yang semakin kompetitif. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah mahasiswa Institut Bisnis dan Swadaya. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria mahasiswa aktif yang telah mengikuti mata kuliah atau kegiatan kewirausahaan. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan skala Likert lima poin, yang disusun berdasarkan dimensi dan indikator masingmasing variabel penelitian. Tabel 1. Variabel Jiwa Kewirausahaan (Y) Dimensi Inovasi Keberanian Mengambil Risiko Orientasi Prestasi Kemandirian Indikator Pengukuran Kemampuan menghasilkan ide baru, berpikir kreatif, dan mencari solusi baru Kesanggupan menghadapi ketidakpastian dan tantangan dalam berwirausaha Hasrat untuk mencapai tujuan secara maksimal dan bersifat kompetitif Kemampuan bertindak secara mandiri dan tidak bergantung pada orang lain Keuletan dan Ketangguhan Orientasi Masa Depan Konsistensi dalam menghadapi hambatan dan sikap pantang menyerah Kemampuan melihat peluang dan merancang strategi jangka panjang Tabel 2. Variabel Faktor Internal (X. Dimensi Motivasi Berprestasi Efikasi Diri (SelfEfficac. Kepercayaan Diri Kreativitas Kepribadian Mandiri Indikator Pengukuran Dorongan kuat untuk sukses dan meraih target yang Keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam menghadapi tantangan Rasa yakin atas potensi diri sendiri dalam membuat keputusan dan bertindak Kemampuan berpikir secara tidak konvensional dan menghasilkan ide-ide unik Kecenderungan untuk tidak bergantung pada orang lain dalam membuat keputusan Tabel 3. Variabel Faktor Eksternal (X. Dimensi Lingkungan Keluarga Lingkungan Pendidikan Lingkungan Sosial Media dan Teknologi Kebijakan dan Fasilitas Kampus Indikator Pengukuran Dukungan orang tua, latar belakang keluarga wirausaha, dan dorongan Kualitas pembelajaran kewirausahaan, pelatihan, dan mentoring dari dosen Dukungan teman sebaya, komunitas mahasiswa, dan jejaring sosial Paparan informasi kewirausahaan melalui media sosial, internet, dan Ketersediaan inkubator bisnis, lomba kewirausahaan, dan akses modal kampus Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least SquaresAeStructural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Metode PLS-SEM dipilih karena mampu menganalisis hubungan laten yang kompleks serta sesuai digunakan pada ukuran sampel relatif kecil. Evaluasi model dilakukan melalui pengujian outer model dan inner model. HASIL DAN PEMBAHASAN DOI:10. 26858/jekpend. Mulyadi Nursi. Hastuti Indra Sari. Asep Saifudin. Pengaruh Faktor Internal dan Faktor EksternalA | 4 Karakteristik Responden Penelitian ini melibatkan 60 mahasiswa aktif Institut Bisnis dan Komunikasi Swadaya yang telah atau sedang menempuh mata kuliah Responden terdiri atas 53,3% laki-laki dan 46,7% perempuan, dengan mayoritas berada pada rentang usia 19Ae22 tahun. Sebagian besar responden berasal dari program studi yang berkaitan dengan bisnis dan komunikasi serta berada pada semester menengah hingga akhir. Komposisi ini menunjukkan bahwa responden memiliki pengalaman akademik dan organisasi yang memadai untuk menilai faktorfaktor kewirausahaan secara objektif. Deskripsi Data Penelitian Tabel 4. Statistik Deskriptif Variabel Variabel Faktor Internal Faktor Eksternal Jiwa Kewirausahaan Jumlah Item Mean Kategori 4,12 4,05 0,46 0,49 Tinggi Tinggi 4,18 0,44 Tinggi Hasil statistik deskriptif menunjukkan bahwa seluruh variabel penelitian berada pada kategori tinggi. Jiwa kewirausahaan memiliki nilai rata-rata tertinggi (Mean = 4,. , diikuti faktor internal (Mean = 4,. dan faktor eksternal (Mean = 4,. Temuan ini mengindikasikan kewirausahaan yang kuat, didukung oleh kesiapan psikologis internal serta lingkungan eksternal yang relatif kondusif. Evaluasi Model Pengukuran (Outer Mode. Tabel 5. Ringkasan Uji Validitas & Reliabilitas Konstruk Faktor Internal Faktor Eksternal Jiwa Kewirausahaan CronbachAos Alpha AVE >0,90 >0,90 >0,90 >0,90 >0,50 >0,50 >0,94 >0,95 >0,60 menunjukkan bahwa setiap konstruk memiliki perbedaan empiris yang jelas. Dengan demikian, model pengukuran dinyatakan layak digunakan untuk pengujian struktural. Evaluasi Model Struktural (Inner Mode. Tabel 6. Evaluasi Model Struktural (Inner Mode. Indikator Evaluasi Koefisien Determinasi (RA) Effect Size . A) Effect Size . A) Predictive Relevance (QA) Jalur Nilai Keterangan Jiwa Kewirausahaan 0,682 Faktor Internal Ie Jiwa Kewirausahaan Faktor Eksternal Ie Jiwa Kewirausahaan Jiwa Kewirausahaan 0,178 Kuat . ,2% Sedang 0,203 Sedang . ebih 0,487 Model Nilai RA sebesar 0,682 menunjukkan bahwa 68,2% variasi jiwa kewirausahaan mahasiswa dapat dijelaskan oleh faktor internal dan faktor eksternal, yang termasuk dalam kategori kuat. Hal ini mengindikasikan bahwa penjelasan yang baik. Nilai effect size . A) menunjukkan bahwa faktor internal . dan faktor eksternal . memiliki pengaruh sedang, dengan kontribusi faktor eksternal relatif lebih besar. Nilai QA sebesar 0,487 (> . mengindikasikan bahwa model memiliki daya prediksi yang baik, sehingga layak digunakan untuk menjelaskan dan memprediksi pengembangan jiwa kewirausahaan Uji Hipotesis Tabel 7. Hasil Uji Hipotesis Hasil pengujian outer model menunjukkan bahwa seluruh indikator memiliki outer loading > 0,70, sehingga dinyatakan valid. Nilai CronbachAos Alpha dan Composite Reliability > 0,70, serta AVE > 0,50, menandakan bahwa seluruh konstruk memenuhi kriteria reliabilitas dan validitas konvergen. Uji validitas diskriminan menggunakan FornellAeLarcker dan HTMT (< 0,. juga DOI:10. 26858/jekpend. Hipotesis Jalur Faktor Internal Ie Jiwa 0,268 Kewirausahaan Faktor Eksternal Ie Jiwa 0,302 Kewirausahaan Internal & RA = Eksternal Ie 0,682 pKeputusan 0,001 Diterima 0,000 Diterima Ai Diterima Mulyadi Nursi. Hastuti Indra Sari. Asep Saifudin. Pengaruh Faktor Internal dan Faktor EksternalA | 5 Hipotesis Jalur Dengan demikian, temuan penelitian ini pKeputusan memperkuat bukti empiris bahwa faktor internal Jiwa Kewirausahaan Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa: A Faktor internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap jiwa kewirausahaan ( = 0,268. p < 0,. A Faktor eksternal berpengaruh positif dan signifikan terhadap jiwa kewirausahaan ( = 0,302. p < 0,. A Secara simultan, faktor internal dan faktor eksternal berpengaruh signifikan terhadap jiwa kewirausahaan, yang tercermin dari nilai RA yang tinggi dan signifikansi jalur Dengan demikian, seluruh hipotesis penelitian diterima. Pembahasan Pengaruh Faktor Internal terhadap Jiwa Kewirausahaan Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap jiwa kewirausahaan mahasiswa. Temuan ini menegaskan bahwa aspek-aspek psikologis dan karakter personal yang berasal dari dalam diri mahasiswa memiliki peran penting dalam membentuk jiwa kewirausahaan. Faktor internal yang meliputi motivasi berprestasi, efikasi diri, kepercayaan diri, kreativitas, dan kepribadian mandiri terbukti mendorong mahasiswa untuk lebih siap dalam Mahasiswa dengan motivasi berprestasi tinggi cenderung memiliki dorongan kuat untuk mencapai tujuan usaha, sementara efikasi diri dan kepercayaan diri meningkatkan keyakinan terhadap kemampuan diri dalam mengelola risiko dan ketidakpastian bisnis. Hasil ini sejalan dengan penelitian Nengseh dan Kurniawan . yang menemukan bahwa efikasi diri berperan sebagai faktor penting dalam membentuk minat dan kesiapan berwirausaha mahasiswa. Penelitian Amin & Annisa . juga menegaskan bahwa motivasi dan efikasi diri memiliki pengaruh mahasiswa vokasi. Selain itu, studi Ichsan et al. menunjukkan bahwa kombinasi motivasi dan kepercayaan diri mampu memperkuat intensi kewirausahaan mahasiswa secara signifikan. DOI:10. 26858/jekpend. merupakan fondasi utama dalam pembentukan jiwa kewirausahaan mahasiswa. Pengaruh Faktor Eksternal terhadap Jiwa Kewirausahaan Hasil pengujian menunjukkan bahwa faktor eksternal berpengaruh positif dan Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan di luar individu memainkan peran penting dalam mendukung pengembangan jiwa Faktor eksternal yang terdiri atas lingkungan keluarga, lingkungan pendidikan, lingkungan sosial, media dan teknologi, serta kebijakan dan fasilitas kampus terbukti memberikan kontribusi nyata dalam membentuk sikap dan perilaku kewirausahaan mahasiswa. Dukungan keluarga memberikan rasa aman dan kepercayaan diri bagi mahasiswa untuk memulai usaha, sementara lingkungan pendidikan kampus berperan dalam menyediakan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman kewirausahaan melalui pembelajaran dan pelatihan. Temuan ini konsisten dengan penelitian Aditya et al. yang menunjukkan bahwa kewirausahaan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan efikasi diri. Penelitian Cera et al. juga menemukan bahwa pendidikan kewirausahaan memiliki dampak positif terhadap pembentukan intensi kewirausahaan mahasiswa. Selain itu, studi Zhang . menegaskan bahwa latar belakang keluarga dan dukungan lingkungan berkontribusi terhadap keberhasilan dan kesiapan berwirausaha individu. Dengan demikian, hasil penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan jiwa dukungan lingkungan yang kondusif dan Pengaruh Faktor Internal dan Faktor Eksternal secara Simultan terhadap Jiwa Kewirausahaan Hasil analisis inner model menunjukkan bahwa faktor internal dan faktor eksternal secara simultan berpengaruh signifikan terhadap jiwa kewirausahaan mahasiswa, yang tercermin dari nilai RA sebesar 0,682. Dengan demikian, hipotesis ketiga (H. Mulyadi Nursi. Hastuti Indra Sari. Asep Saifudin. Pengaruh Faktor Internal dan Faktor EksternalA | 6 Nilai RA yang tinggi menunjukkan bahwa kombinasi faktor internal dan faktor eksternal mampu menjelaskan sebagian besar variasi jiwa Temuan mengindikasikan bahwa pembentukan jiwa kewirausahaan tidak dapat dijelaskan oleh satu faktor tunggal, melainkan merupakan hasil interaksi antara kesiapan internal individu dan dukungan lingkungan eksternal. Hasil ini sejalan dengan penelitian AlJubari et al. yang mengintegrasikan faktor psikologis dan lingkungan dalam menjelaskan intensi kewirausahaan mahasiswa. Penelitian Tian et al. juga menegaskan bahwa pengalaman, pendidikan kewirausahaan, dan bersama-sama berpengaruh terhadap pembentukan niat dan perilaku kewirausahaan. Selain itu, studi Pukkinen et al. menunjukkan bahwa dukungan kurikuler dan ekstrakurikuler secara simultan mampu meningkatkan efikasi diri dan daya tarik kewirausahaan pada mahasiswa. Dengan demikian, hasil penelitian ini memperkuat pandangan bahwa pengembangan jiwa kewirausahaan mahasiswa memerlukan mengintegrasikan penguatan faktor internal dan penciptaan ekosistem eksternal yang mendukung di lingkungan perguruan tinggi. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan menggunakan metode Partial Least SquaresAe Structural Equation Modeling (PLS-SEM) terhadap 60 responden mahasiswa Institut Bisnis dan Komunikasi Swadaya, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: Faktor internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap jiwa kewirausahaan Hal ini menunjukkan bahwa motivasi berprestasi, efikasi diri, kepercayaan diri, kreativitas, dan kepribadian mandiri merupakan fondasi penting dalam membentuk kesiapan dan karakter kewirausahaan Faktor eksternal berpengaruh positif dan signifikan terhadap jiwa kewirausahaan Lingkungan keluarga, lingkungan pendidikan, lingkungan sosial, media dan teknologi, serta kebijakan dan fasilitas kampus terbukti memberikan dukungan nyata dalam mendorong perkembangan jiwa Faktor internal dan faktor eksternal secara simultan berpengaruh signifikan terhadap jiwa DOI:10. 26858/jekpend. kewirausahaan mahasiswa. Nilai koefisien determinasi (RA) sebesar 0,682 menunjukkan bahwa kedua faktor tersebut mampu 68,2% kewirausahaan mahasiswa, yang menandakan bahwa pembentukan jiwa kewirausahaan merupakan hasil sinergi antara kesiapan individu dan dukungan lingkungan. Secara menegaskan bahwa pengembangan jiwa kewirausahaan mahasiswa tidak dapat dilepaskan dari integrasi faktor personal dan ekosistem pendukung di lingkungan perguruan tinggi. Berdasarkan kesimpulan dan implikasi penelitian, beberapa saran yang dapat diajukan adalah sebagai berikut: Perguruan pendidikan kewirausahaan melalui pendekatan pembelajaran berbasis pengembangan fasilitas seperti inkubator bisnis dan program pendanaan mahasiswa. Upaya ini penting untuk memperkuat sinergi antara faktor internal mahasiswa dan faktor eksternal kampus. Mahasiswa kepercayaan diri, dan kreativitas, serta aktif kewirausahaan yang disediakan oleh kampus dan lingkungan sekitar sebagai bekal dalam menghadapi dunia usaha. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel lain, seperti literasi digital, modal sosial, atau orientasi inovasi, serta memperluas jumlah dan cakupan sampel agar hasil penelitian dapat digeneralisasikan secara lebih luas. Selain itu, penggunaan metode campuran . ixed method. dapat pengembangan jiwa kewirausahaan DAFTAR RUJUKAN Aditya. Ratumbuysang. Hasanah. , & Harahap. Pengaruh lingkungan keluarga dan pendidikan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha mahasiswa melalui selfefficacy. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE), 12. , 404Ae415. https://doi. org/10. Mulyadi Nursi. Hastuti Indra Sari. Asep Saifudin. Pengaruh Faktor Internal dan Faktor EksternalA | 7 Al-Jubari. Hassan. , & Liyyn. Entrepreneurial intention among university students in Malaysia: Integrating selfdetermination theory and the theory of International Entrepreneurship Management Journal, 15. , 1323Ae1342. https://doi. org/10. 1007/s11365-018-05290 Amin. L & Annisa. Entrepreneurial Self-Efficacy In Entrepreneurial Intention: The Mediating Role Of Entrepreneurial Education. EKOMBIS REVIEW: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis. http://doi. org/10. 37676/ekombis. Annisa. Tentama. , & Bashori. The role of family support and internal locus of control in entrepreneurial intention of vocational high school students. International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE), 10. , https://doi. org/10. 11591/ijere. Bandura. Toward a psychology of human agency: Pathways and reflections. Perspectives on Psychological Science, 15. , 691Ae713. https://doi. org/10. 1177/174569162090391 Cera. Mlouk. Cera. , & Shumeli. The impact of entrepreneurship education on entrepreneurial intention: A quasi-experimental design. Journal of Competitiveness, 12. , 39Ae56. https://doi. org/10. 7441/joc. Dewi. The Role of Family Support in Entrepreneurial Endeavors: Perspectives from Family-Owned Businesses. Research Square (Research Squar. https://doi. org/10. 21203/rs. rs4003999/v1 Fayolle. , & Gailly. The Impact of Entrepreneurship Education on Entrepreneurial Attitudes and Intention: Hysteresis and Persistence. Journal of Small Business Management, 53. , 75Ae https://doi. org/10. 1111/jsbm. Hendrawan. , & Anggraini. Entrepreneurial motivation and readiness to start a business among vocational Jurnal Pendidikan Ekonomi, 17. , 98Ae108. https://doi. org/10. 17977/um014v17i22022 DOI:10. 26858/jekpend. Ichsan. Masri. Purnama Dewi. Mallisza, , & Rinaldo. The influence of motivation and self-efficacy on interest in entrepreneurship in FEB students of Battuta University. Journal of Social and Economics Research, 6. https://doi. id/JSER/index. php/JSER Nengseh. , & Kurniawan. Efikasi diri sebagai mediasi pengaruh pendidikan kewirausahaan dan motivasi berwirausaha terhadap minat berwirausaha Edunomic Jurnal Pendidikan Ekonomi, 9. , 156Ae165. https://doi. org/10. 33603/ejpe. Pukkinen. Hytti. Heinonen. , & Stenholm. Curricular and Extracurricular Entrepreneurial Activities Supporting Entrepreneurial Self-Efficacy and Desirability of Rural Youth. Entrepreneurship Education Pedagogy, 7. , https://doi. org/10. 1177/251512742311908 Salsabil. The role of student organizational involvement in shaping digital entrepreneurial intentions. AlFalah: Journal of Islamic Economics, 9. , 93Ae108. https://doi. org/10. 29240/alfalah. Tian H. Akhtar S. Qureshi NA. Iqbal S. Predictors of entrepreneurial intentions: The role of prior business experience, entrepreneurial education. Front Psychol. 13:882159. https://doi. org/10. 3389/fpsyg. Zhang. Impact of family background and family traits on entrepreneurial Scholedge International Journal of Management & Development, 10. , 81Ae84. https://doi. org/10. 19085/sijmd100601 Yusoff. Ismail. , & Khalid. The entrepreneurial intention among ASEAN Asian Journal of Entrepreneurship, 1. , 22Ae35. https://doi. org/10. Mulyadi Nursi. Hastuti Indra Sari. Asep Saifudin. Pengaruh Faktor Internal dan Faktor EksternalA | 8 DOI:10. 26858/jekpend.