Open Community Service Journal 4 . : 297-302 2025 Contents lists available at openscie. E-ISSN: 2828-1195 Open Community Service Journal DOI: 10. 33292/ocsj. Journal homepage: https://opencomserv. Belajar Konsep Angka dan Bentuk Bangun Datar pada Bangunan Masjid JamiAo Air Tiris Molli Wahyuni1*. Muhammad Rahmatullah2. Syaiful Rohman3 Jurusan Pendidikan Matematika. Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. Riau. Indonesia Jurusan Pendidikan Ekonomi. Universitas Lambung Mangkurat. Kalimantan Selatan. Indonesia Jurusan Pendidikan Fisika. Universitas Bengkulu. Bengkulu. Indonesia *Correspondence E-mail: whykpr@gmail. INFORMASI ARTIKEL Riwayat Artikel: ABSTRAK Latar Belakang: Di Kuala Lumpur, terdapat anak-anak usia sekolah keturunan Indonesia yang tidak dapat mengikuti sekolah formal karena status kewarganegaraan. Disubmit 18 November 2025 Untuk membantu agar anak-anak tersebut tetap bisa belajar dan mengikuti Diperbaiki 4 Desember 2025 pembelajaran, sejumlah warga asal Indonesia berinisiatif mendirikan Sanggar Belajar Diterima 18 Desember 2025 Muhammadiyah (SBM). Anak-anak belajar di SBM tersebut tanpa ada guru yang tetap, sehingga kurikulum yang diikuti tidaklah kurikulum formal dan hanya diajarkan Diterbitkan 20 Desember 2025 agar tetap bisa membaca, berhitung, belajar beribadah. Tujuan: Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk: . meningkatkan Kata Kunci: pemahaman konsep belajar angka dan bentuk bangun datar melalui kontekstualisasi budaya, dan . menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan budaya. Pembelajaran Bangun Datar, diharapkan menjadi lebih bermakna dan mengurangi kecemasan matematika karena Etnomatematika, menghubungkan matematika dengan identitas budaya. Pengabdian ini dilaksanakan Konsep Angka, karena siswa di Sanggar Belajar Muhammadiyah (SBM) belajar tidak memiliki guru khusus matematka, sehingga pemahaman terhadap konsep-konsep dasar matematika. Invited Speaker, khususnya angka dan bangun datar masih sangat kurang. Pengabdian Masyarakat Metode: Pengabdian kepada masyarakat ini bentuk partisipasi sebagai Invited Internasional. Speaker dalam konferensi internasional The 3rd IJESAS 2025 dengan tema "Innovating for a Sustainable Future: Holistic Integration of Sciences to Achieve the SDGs through Technological Advances". Kegiatan dilaksanakan secara hybrid pada 2-3 Oktober 2025 di SBM Kuala Lumpur. Malaysia. Metode yang digunakan adalah presentasi ilmiah, diskusi, dan diseminasi manuskrip. Hasil: Hasil yang dicapai antara lain: . Terjadi transfer ilmu mengenai etnomatematika kepada peserta internasional. Terjalinnya jejaring untuk kolaborasi masa depan. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan berlangsung lancar dan seluruh siswa dari SBM Kuala Lumpur Malaysia yang membuktikan bahwa partisipasi dalam forum internasional efektif sebagai media pengabdian masyarakat memiliki berdampak positif, yang mana peserta sudah lebih baik dalam memahami konsep tentang angka dan bentuk bangun datar. Disarankan untuk melakukan pendampingan lanjutan dan pengembangan modul berbasis etnomatematika untuk sanggar belajar komunitas Indonesia di luar negeri Untuk mengutip artikel ini: Wahyuni. Rahmatullah. Rohman. Belajar Konsep Angka dan Bentuk Bangun Datar pada Bangunan Masjid JamiAo Air Tiris. Open Community Service Journal, 4. , 297Ae302. Artikel ini berada di bawah lisensi: A Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International (CC BY-SA 4. License. Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Copyright A2025 by author/s Pendahuluan Pengabdian kepada masyarakat merupakan pilar fundamental dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang esensinya adalah menerapkan ilmu pengetahuan untuk memecahkan masalah nyata di masyarakat (Nurdin, 2. Dalam konteks global, pengabdian ini dapat mengambil bentuk pemberdayaan komunitas diaspora Indonesia, yang sering kali menghadapi tantangan tersendiri dalam mempertahankan identitas budaya sambil beradaptasi dengan lingkungan baru (Andriani et al. , 2. Sanggar Belajar Muhammadiyah (SBM) Kuala Lumpur hadir sebagai salah satu komunitas yang menjadi tumpuan utama bagi anak-anak Indonesia di Malaysia. Di balik semangat untuk belajar, anakanak di SBM sering kali menghadapi kesulitan dalam memahami konsep belajar angka dan bentuk bangun datar yang merupakan fondasi matematika (Rachmawati et al. , 2025. Saputri & Jayanti. Observasi awal menunjukkan pemahaman konsep dasar seperti nilai tempat, operasi hitung bilangan, dan pengenalan sifat-sifat bangun datar masih belum tertanam dengan kuat. Selain perbedaan kurikulum, anak- anal SBM juga rentan mengalami math anxiety yang ditandai dengan perasaan grogi ketika berhadapan dengan matematika. Akar masalahnya terletak pada kesenjangan budaya di mana materi ajar terasa abstrak dan tidak relevan dengan konteks keseharian anak (Luttenberger et al. Ramirez et al. , 2. Upaya dalam menanggapi tantangan tersebut, pendekatan etnomatematika diyakini dapat menjadi solusi inovatif untuk membangun pemahaman konsep belajar angka dan bentuk bangun datar secara lebih kokoh (Hardiarti, 2017. Rosa & Orey, 2011. Wicaksono et al. , 2. Etnomatematika mengintegrasikan unsur budaya dalam pembelajaran matematika, mengubah paradigma dari abstrak menjadi konkret. Untuk anak-anak di pekerja migran Indonesia di Kuala Lumpur, pendekatan ini menjadi media memperkuat identitas budaya Indonesia di negeri orang (Lusiana et al. , 2. Kegiatan pengabdian dirancang untuk menerapkan pendekatan etnomatematika dalam penguasaan konsep belajar angka dan bentuk bangun datar. Konsep bilangan dan operasi hitung dikembangkan eksplorasi pada bangunan yang ada di kompleks Masjid JamiAo Air Tiris (Lusiana et al. Sementara pemahaman bentuk bangun datar dikembangkan melalui analisis pola geometris pada berbagai ornamen dan komponen yang terdapat pada Masjid JamiAo Air Tiris. Pendekatan gamifikasi dalam konteks ini terbukti meningkatkan motivasi belajar (Suparmini et al. , 2. Melalui intervensi ini, kegiatan pengabdian memiliki tujuan meningkatkan pemahaman konsep belajar angka dan bentuk bangun datar melalui kontekstualisasi budaya dan menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan budaya. Pembelajaran diharapkan menjadi lebih bermakna dan mengurangi kecemasan matematika karena menghubungkan matematika dengan identitas budaya. Keberhasilan model ini bergantung pada analisis kebutuhan yang berkelanjutan , sekaligus menjadi bukti kontribusi perguruan tinggi dalam memberdayakan komunitas diaspora melalui pendekatan pendidikan berbasis kearifan lokal. Metode Pelaksanaan Pengabdian dilaksanakan di SBM Kuala Lumpur Malaysia pada 2-3 Oktober 2025. Peserta berupa anak-anak keturunan Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Malaysia namun tidak menjalani pembelajaran di sekolah formal. Pengabdi hadir dalam momen International Community Services IJESAS sebagai invited speaker, yang mana para invited speakers menyediakan materi berupa power point dan video yang dipaparkan di hadapan siswa. Prosedur kerja dalam pemecahan masalah yaitu, . Perencanaan (Agustus-September 2. : Koordinasi dengan panitia IJESAS, penyusunan materi presentasi dan manuskrip. Pelaksanaan . -3 Oktober 2. : Keikutsertaan dalam konferensi dan penyampaian materi. Evaluasi (Oktober 2. : Menganalisis feedback dari peserta dan panitia. Pelaporan (Oktober 2. : Penyusunan laporan akhir pengabdian masyarakat. Pihak yang terlibat adalah Penyelenggara IJESAS 2025 (INF. PAPENTARA. BREC. DSE). Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, dan Sanggar Belajar Muhammadiyah Kuala Lumpur sebagai mitra tidak langsung yang menjadi studi kasus dalam presentasi. Para siswa dibagi menjadi 10 kelompok, yang mana satu kelompok berjumlah 5-7 orang. Setiap kelompok memperoleh pembelajaran dari 3 . invited Kelompok yang yang mengikuti pengabdian kepada masyarakat dengan tema Masjid JamiAo ini merupakan kelompok 3 yang berjumlah 5 orang. Evaluasi dilakukan secara kualitatif berdasarkan respons dan pertanyaan dari audiens selama sesi berlangsung. Indikator keberhasilan kegiatan pengabdiam kepada masyarakat ini adalah terlaksananya kegiatan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan, keaktifan peserta selama program serta kemampuan siswa mengenal angka dan bentuk bangun datar. Keberlanjutan program diwujudkan melalui rencana publikasi naskah dan potensi kolaborasi lebih lanjut dengan penyelenggara dan peserta konferensi. Hasil dan Pembahasan 1 Hasil Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Masyarakat Kegiatan berhasil dilaksanakan sesuai jadwal. Sebagai Invited Speaker, penulis menyampaikan presentasi dengan judul "Berburu Angka dan Bentuk di Masjid Jami' Air Tiris di Sanggar Belajar Muhammadiyah Kuala Lumpur". Presentasi berisi konsep etnomatematika dan relevansinya dengan pendidikan berkelanjutan, eksplorasi detail konsep matematika pada arsitektur Masjid Jami' Air Tiris, studi kasus penerapannya dalam kegiatan pembelajaran di Sanggar Belajar Muhammadiyah (SBM) Kuala Lumpur, dan dampak positif terhadap minat dan pemahaman siswa. Gambar 1. Pelaksanaan bimbingan/presentasi di hadapan para siswa SBM tentang belajar angka dan bentuk pada bangunan Masjid JamiAo Air Tiris Gambar 2. Video tentang Belajar Angka dan Bentuk di Masjid JamiAo Air Tiris yang dipresentasikan dan SBM Kuala Lumpur https://w. com/watch?v=lA4McHuOllc Peserta yang terdiri dari siswa yang belajar di Sanggar Belajar Muhammadiyah (SBM) Kuala Lumpur, sangat antusias dan takjub melihat Bangunan Masjid JamiAo Air Tiris yang unik, dan disertai dengan pelajaran tentang angka dan bentuk dalam konsep matematika yang ada di Masjid tersebut. Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi, yang terlihat dari sesi diskusi yang interaktif. Pada saat pemutaran video, pembicara menyampaikan konsep-konsep angka pada bangunan masjid dengan mengajak siswa untuk belajar berhitung. Di samping itu juga para siswa diminta untuk menunjuk bagian-bagian bangunan yang menyerupai bangun datar seperti lingkaran, persegi delapan, belah ketupat, persegi panjang dan konsep bangun datar lainnya. Sebanyak 5 orang siswa yang tergabung dalam kelompok 3 yang mengikuti kegiatan ini aktif seluruhnya dan penuh semangat bertanya maupun Peserta menunjukkan kekaguman melihat ornamen Masjid JamiAo Air Tiris, dan menghitung bersama jumlah tiang yang ada dalam masjid, bentuk-bentuk bangun datar yang ada pada bangunan masjid yang ditampilkan di video. Gambar 3. Bagian video Bentuk Bangun Datar di Masjid JamiAo Air Tiris Pembahasan Keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat "Belajar Konsep Angka dan Bentuk Bangun Datar pada Bangunan Masjid Jami' Air Tiris" terbukti dari bahwa terlaksananya kegiatan sesuai rencana, aktifnya para peserta yang ditunjukkan dari dialog antara narasumber dengan peserta selama kegiatan Peserta juga telah mampu menyebutkan bentuk-bentuk bangun datar seperti persegi panjang, segi delapan, menghitung jumlah anak tangga hingga menghitung jumlah tiang besar yang ada di dalam masjid. Pada forum ilmiah internasional ini penulis sebagai invited speaker dapat bertransformasi menjadi sebuah mekanisme pengabdian masyarakat yang efektif dan berdampak luas. Presentasi mengenai pendekatan inovatif ini pada konferensi internasional tidak hanya menjadi ajang diseminasi semata, tetapi berfungsi sebagai platform strategis untuk menggalang perhatian global, memvalidasi metodologi, dan memperluas jejaring kolaborasi untuk implementasi yang lebih luas. Hal ini sejalan dengan pernyataan Nurdin . bahwa pengabdian masyarakat global sebagai upaya yang dirancang untuk menangani masalah yang kompleks dengan melampaui batas-batas geografis, di mana pengetahuan yang dihasilkan dari interaksi akademik internasional dapat dikembalikan untuk memajukan kesejahteraan komunitas (Suparmini et al. , 2. Pendekatan etnomatematika yang menjadi inti presentasi dan implementasi kegiatan, berhasil memainkan peran ganda. Penelitian yang relevan menemukan bahwa pendekatan etnomatematika berhasil mempromosikan kekayaan budaya Indonesia, dalam hal ini arsitektur vernakular Melayu-Islam dari Masjid Jami' Air Tiris ke kancah global. Eksplorasi konsep geometri fraktal pada ukiran, simetri pada fasad, dan proporsi arsitektur masjid, tidak hanya dilihat sebagai objek matematika, tetapi sebagai artefak budaya yang bernilai tinggi (Alifia et al. , 2. Pendekatan etno matematika menawarkan solusi praktis dan inovatif untuk masalah pendidikan matematika universal, seperti math anxiety dan rendahnya relevansi pembelajaran. Hal ini dibuktikan oleh penelitian yang relevan yakni Rizta & Antari . , yang mengungkapkan bahwa mengontekstualisasikan matematika melalui lingkungan budaya yang akrab, pendekatan ini mengurangi rasa takut dan abstraksi, sekaligus meningkatkan keterlibatan dan pemahaman konseptual. Melalui pendekatan ini peserta yang merupakan anak-anak usia sekolah sudah mampu memahami konsep angka dan konsep bangun datar. Kegiatan ini secara langsung menyentuh beberapa target SDGs, khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualita. dengan mempromosikan pendidikan matematika yang inklusif dan relevan, serta SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjuta. dengan menyoroti peran warisan budaya dan bangunan bersejarah sebagai sumber belajar yang berkelanjutan. Integrasi yang dilakukan bukan hanya lintas disiplin ilmu . atematika, pendidikan, arsitektur, dan antropolog. , tetapi juga integrasi antara pengetahuan akademik . , nilai-nilai sosial-budaya . ocal wisdo. , dan praktik pendidikan yang transformatif. Respon positif dari peserta pengabdian ini merupakan indikator awal yang kuat. Respon positif dimaksud ditunjukkan dari sikap kooperatif peserta yang bersedia masuk kelas, tidak keluar ruangan selama pembelajaran dan bersedia mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir. Minat dan apresiasi peserta menunjukkan bahwa model pembelajaran etnomatematika berbasis arsitektur lokal ini memiliki potensi replikasi dan adaptasi yang tinggi dalam konteks yang berbeda. Dengan demikian, siklus dari pengabdian masyarakat ke forum internasional dan kembali ke pengabdian yang lebih luas telah Presentasi internasional berhasil memvalidasi dan mempromosikan model ini, sekaligus membuka jalan untuk diseminasi dan adaptasi lintas batas, yang pada akhirnya memperkuat dampak pengabdian masyarakat yang telah dimulai dari Masjid Jami' Air Tiris. Kesimpulan Berdasarkan pelaksanaan kegiatan, dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep belajar angka dan bentuk bangun datar melalui kontekstualisasi budaya mengalami peningkatan. Para peserta yang merupakan anak-anak keturunan Indonesia merasakan bangga atas kebudayaan dan situs bersejarah yang berasal dari tanah leluhur yang dibuktikan dengan sikap antusiasme selama kegiatan berlangsung. Ucapan Terimakasih Terimakasih kepada penyelenggara IJESAS 2025 (INF. PAPENTARA. BREC. DSE) yang telah mengundang saya sebagai invited speaker pada kegiatan International Community Services IJESAS 2025. Terimakasih kepada Rektor Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai yang telah memfasilitasi keikutsertaan dalam kegiatan pengabdian masyarakat internasional ini, dan Sanggar Belajar Muhammadiyah Kuala Lumpur sebagai mitra tidak langsung yang menjadi studi kasus dalam presentasi. Daftar Pustaka