Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 ZONASI WISATA SEBAGAI UPAYA MITIGASI BENCANA DI PANTAI WEDIOMBO GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA Rizky Maulana 1. Suswanto 2. Halim Ahmad 3*. Hesti Purwaningrum 4 SEKOLAH TINGGI PARIWISATA AMBARRUKMO YOGYAKARTA rizkymaulana@stipram. suswanto@stipram. halimahmad@stipram. id 3* hesti@stipram. Abstract Wediombo Beach is situated in Java's southern coastline region, which is vulnerable to earthquakes and tsunamis due to a subduction zone at the Indian Ocean's bottom. Therefore, in order to achieve a balance between economic utilization and the protection of natural resources, as well as a shared commitment to safety from potential disasters, proper zoning management is required for the management and development of Wediombo Beach tourism based on disaster The research methodology used for this study was descriptive qualitative. A variety of techniques, including focus group discussions (FGD. , in-depth interviews, and mini-surveys . , were used to gather primary data. According to the study's findings. Wediombo Beach's geological distinctiveness and variety of attractions make it a strong point for tourism The beach's location in a disaster-prone area, however, calls for mitigating measures, such as zoning to guarantee that tourism may proceed without jeopardizing crucial elements of visitor safety Keywords: Disaster, mitigation. Wediombo, zonation PENDAHULUAN Yogyakarta Yogyakarta merupakan wilayah yang tersendiri bagi masyarakat karena banyak berada di sisi selatan Pulau Jawa, dengan dikelola sebagai objek wisata. Beberapa garis pantai sebagai tepian daratan di bagian pantai menjadi objek wisata yang digemari selatan, dan wilayah pegunungan menjadi oleh wisatawan di Yogyakarta, salah satunya pembatas utaranya. Posisi geografis tersebut adalah Pantai Wediombo. menyebabkan Yogyakarta memiliki pantai Pantai Wediombo termasuk objek panjang yang membentang terutama di wisata bahari berjenis pantai. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 Kabupaten Gunungkidul Kabupaten Bantul. Panjangnya garis pantai di Kepariwisataan. Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 Ngalalangi, menyelenggarakan wisata dan olahraga air, penangkapan ikan dengan menggunakan alat termasuk penyediaan sarana dan prasarana, tangkap tradisional yang terbuat dari akar serta jasa lainnya yang dikelola secara daun mawar (Nugraha dkk, 2. komersial di perairan laut dan pantai, dengan Pantai Wediombo merupakan bagian aktivitas yang meliputi permukaan laut dari Kawasan Cagar Alam dan Geoheritage . maupun bawah laut . (KCAG) berdasarkan SK Menteri ESDM (Salambue Nomor 2026K/40/MEM/208, yang juga snorkeling, berenang, berperahu, olahraga berada pada Geopark Gunung Sewu (RifAoan, pantai, maupun hanya sekedar piknik untuk Pantai Wediombo berada pada menikmati pemandangan pesisir dan lautan wilayah pantai selatan Jawa yang memiliki (Nurisyah, 2. Objek wisata bahari dapat dikelompokkan berdasarkan komoditi yang meliputi potensi spesies biota laut dan bencana gempa dan juga tsunami (Naja dan materian non-hayati yang memiliki daya Mardiatno, 2. Rencana Tata Ruang tarik, berdasarkan ekosistem yang terdiri dari Wilayah Kabupaten Gunungkidul Tahun ekosistem pesisir dan laut, serta berdasarkan 2010 Ae 2030 menyebutkan bahwa Kabupaten Gunungkidul merupakan kawasan rawan mempunyai daya tarik (Yulianda, 2. Samudra Hindia gempa bumi dengan tingkat resiko paling tinggi karena berada pada sesar patahan aktif. Wisata pantai merupakan wisata yang sekaligus berpotensi tsunami. Oleh karena menawarkan ekosistem pantai sebagai objek itu, dibutuhkan manajemen zonasi yang tepat utamanya, dengan berbagai aktivitas yang bisa dilakukan seperti bersantai, bermain air, pengembangan wisata Pantai Wediombo atau berenang ditepi pantai (Hidayat, 2. , berbasis mitigasi bencana agar terjadi juga menikmati pemandangan dan panorama alam seperti sunrise maupun sunset (Sanam ekonomi dan juga perlindungan sumber daya dan Adikampana, 2. Pantai Wediombo alam, serta sebagai komitmen keselamatan tidak hanya menawarkan atraktivitas berbasis bersama dari bencana yang berpotensi terjadi. alam saja, tetapi wisatawan juga bisa ikut menikmati sajian budaya dalam bentuk Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 METODE PENELITIAN data tata ruang wilayah, serta isu-isu Desain Penelitian Penelitian ini diselenggarakan dengan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif, dengan menggali data-data baik berupa data Pengumpulan Data Data primer dikumpulkan dengan lisan maupun tulisan secara mendalam untuk . , wawancara mendalam, dan Focus Group Discussion (FGD). Jenis Data Data Observasi Observasi dilakukan di kawasan Pantai digolongkan menjadi dua yaitu data primer Wediombo dan data sekunder: kelengkapan parameter yang ada untuk Data Primer: Diperoleh menentukan kelayakan sebuah destinasi. observasi lapangan menggunakan in- Observasi dilakukan di beberapa titik depth interview dan Focus Group amatan seperti titik atraksi wisata, desa Discussion (FGD). Pemilihan informan sekitar kawasan, titik fasilitas wisata dan kawasan pendukung wisata. pemetaan pemangku kepentingan yang Wawancara Wawancara mendalam dilakukan pada pengelolaan wisata di Pantai Wediombo. Data yang dibutuhkan mencakup data kebencanaan, persebaran sarana dan homestay dan pengelola warung makan. Wawancara ini bertujuan untuk menggali Pokdarwis, kewilayahan dan tata ruang. informasi secara komprehensif atas Data Sekunder: Mencakup berbagai data beberapa pokok topik terkait fungsi dan perundang-undangan pengelolaan wisata. pelaksanaannya tentang pengembangan masing-masing Focus Group Discussion (FGD) pariwisata, perwilayahan, serta industri FGD pariwisata, data historis kebencanaan. Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 meliputi pemerintah, masyarakat dan unsur swasta. Wediombo maksimal 3 meter dalam radius 200 meter Analisis Data yang tergolong perairan dangkal sehingga Pengolahan penetrasi cahaya bisa masuk kedalam air, tipe menggunakan teknik analisis deskriptif. pasir putih dengan sedikit batu yang tersusun Analisis dari material dasar berupa pasir berbatu, lebar mendeskripsikan antara data primer dengan pantai 8,43 Ae 23,29 meter dengan kategori dukungan data sekunder sehingga menjadi datar, dan termasuk daratan terbuka dengan satu data yang utuh untuk diterjemahkan beberapa pohon khas pantai, memiliki ombak kedalam narasi deskripsi. yang tinggi khas pantai wilayah selatan Jawa, serta ketersediaan air bersih yang mencukupi HASIL DAN PEMBAHASAN sehingga sangat sesuai untuk kegiatan wisata Gambaran Umum Pantai Wediombo (Budiasti et al, 2. Wediombo merupakan pantai yang memiliki pasir berwarna putih khas pantai di Gunungkidul, dan menjadi salah satu objek Kabupaten Gunungkidul (Yulianto, 2. Keindahan alam yang memukau, pasir putih yang menantang menjadikan pantai ini sebagai daya tarik utama bagi para pengunjung (Kairupan dan Pramono, 2. Pantai Wediombo menawarkan beragam atraktivitas keberadaan pasir putih, klaster karang yang unik, serta gelombang laut yang eksotis, memancing, snorkeling, dan surfing (Amali Wediombo merupakan nama yang diambil dari istilah dalam bahasa jawa AuwediAy yang berarti pasir dan AuomboAy yang berarti luas, sehingga AuwediomboAy bermakna hamparan pasir yang luas (Nugraha dkk. Namun kondisi saat ini tidak nampak keberadaan pasir luas di wilayah tersebut, tetapi justru teluknya yang terlihat luas (RifAoan. Kawasan Wediombo memiliki 5 satuan bentang alam berupa bentang alam laut, bentang alam bukit intrusi, bentang alam pantai lava, bentang alam bergelombang breksi, dan bentang alam kars, yang membentuk bentang alam tinggian dengan elevasi kurang dari 200 m dan kelerengan 20 Ae 40%, yang membentang barat - timur dan membelok ke arah selatan di Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 daerah Wediombo, dengan struktur setengah melingkar dan membuka ke arah Samudra Aktivitas Wisata Pantai Wediombo Wediombo Wisata bahari Pantai Wediombo (Hartono dan Bronto, 2. , yang terbentuk menawarkan beragam aktivitas, yang tidak hanya terbatas pada menikmati 3S . ea, sand Hindia Teluk dan su. saja, tetapi lebih daripada itu juga (Budiasti et al, 2. Wediombo menawarkan atraktivitas menyajikan beragam aktivitas tambahan dalam wujud keindahan yang keunikan seperti snorkeling serta bersantai minum karena merupakan bentukan dari keajaiban kelapa muda sambil menikmati semilir angin fenomena geologis yang langka sehingga pantai sebagai atraktivitas tambahannya. wisatawan rela untuk membayar lebih mahal Wediombo merupakan pantai yang memiliki daripada harga berwisata saat ini di lokasi (Rohmah and Harini, 2. Permasalahan Gunungkidul, dan menjadi salah satu objek dalam pengelolaan wisata di Pantai Wediombo adalah infrastruktur seperti kondisi jalan dan ketersediaan tempat parkir (RifAoan, 2. dan Gunungkidul (Yulianto. Wediombo menawarkan beragam atraktivitas Wediombo (Hengky. Kabupaten Pantai keberadaan pasir putih, klaster karang yang terumbu karang dalam kategori rusak sedang, unik, serta gelombang laut yang eksotis, yang didtandai dengan pertumbuhan karang yang didominasi bentuk tumbuh karang memancing, snorkeling, dan surfing (Amali Coral massive (CM) dan Coral encrusting (CE). Pantai Wediombo terumbu karang terhadap lingkungan dengan maksimal 3 meter dalam radius 200 meter gelombang dan arus kuat (Maulana dkk, yang tergolong perairan dangkal sehingga Namun Pantai Wediombo masih penetrasi cahaya bisa masuk kedalam air, tipe menyimpan potensi hayati lain dalam rupa pasir putih dengan sedikit batu yang tersusun keanekaragaman burung dalam tingkat sedang, dari material dasar berupa pasir berbatu, lebar yang didominasi oleh Burung Madu-sriganti, pantai 8,43 Ae 23,29 meter dengan kategori Sinonim, dan Walet Linchi (Amna dan datar, dan termasuk daratan terbuka dengan Rifqiyati, 2. Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 beberapa pohon khas pantai, memiliki ombak Gunungkidul kepada Pemerintah Kalurahan yang tinggi khas pantai wilayah selatan Jawa. Jepitu. Pendekatan pengembangan wisata serta ketersediaan air bersih yang mencukupi berbasis masyarakat diharapkan memberikan sehingga sangat sesuai untuk kegiatan wisata manfaat langsung yang lebih besar untuk (Budiasti et al, 2. masyarakat, terutama dalam meningkatkan Pantai masyarakat dalam pengelolaan wisata Pantai dalam wujud Tradisi Rasulan. Rasulan Wediombo diwujudkan dalam perannya merupakan wujud rasa syukur masyarakat sebagai pengelola aktivitas ekonomi di objek atas berkah yang diberikan oleh alam, yang Selain itu, upaya manfaat ekonomi dikemas dalam aktivitas sedekah laut. Tradisi dari retribusi tiket masuk wisatawan juga Rasulan berusaha untuk diseimbangkan antara Dinas masyarakat pada Bulan Suro dalam sistem Pariwisata Kabupaten Gunungkidul dengan penanggalan Jawa. Keindahan alam yang Pemerintah memukau, pasir putih yang membentang pembagian waktu kerja. Wediombo Kalurahan Keterlibatan Jepitu luas, dan ombak yang menantang menjadikan Kolaborasi Pemerintah Kabupaten pantai ini sebagai daya tarik utama bagi para Gunungkidul dan Pemerintah Kalurahan pengunjung (Kairupan dan Pramono, 2. Jepitu yang sangat potensial untuk dikolaborasikan dengan sajian budaya sebagai pemecah Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui kejenuhan atraktivitas sekaligus berfungsi Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul sebagai atraksi penangkap wisatawan. telah memberikan fasilitasi baik secara fisik Pantai Wediombo. Pantai Wediombo termasuk dalam seperti pembangunan toilet serta penanda wilayah Desa Wisata Jepitu. Objek wisata jalur untuk aktivitas wisata di Pantai Pantai Wediombo dikelola oleh pemerintah Wediombo. Selain itu, fasilitasi dari Dinas daerah Kabupaten Gunungkidul, melalui Pariwisata Kabupaten Gunungkidul juga Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul. Pengelolaan wisata di Objek Wisata Pantai kapasitas sumber daya manusia melalui Jepitu dilakukan berdasarkan pendekatan kegiatan pelatihan pelayanan, juga kegawat Pengelolaan wisata di Pantai penugasan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Wediombo Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 mengalami gangguan dalam hal stabilitas penggunaan sistem pembayaran digital. Gambaran tentang keberadaan Namun demikian, sistem manual masih tetap fasilitas wisata di Pantai Wediombo seperti disediakan sebagai langkah antisipasi karena tersaji dalam gambar 1 berikut: wilayah Pantai Wediombo masih sering Gambar 1. Ilustrasi Keberadaan Fasilitas Wisata Pantai Wediombo Sumber: RifAoan, 2018 Potensi Bencana Bencana wilayah pesisir selatan Pulau Jawa tidak bisa lepas dari upaya penanggulangan potensi membawa pengaruh pada berkembangnya bencana yang akan mengancam keberadaan industri pariwisata di wilayah Gunungkidul kegiatan wisata itu sendiri (Adhiyati dkk, akibat hilangnya aset para peternak karena Keindahan daya tarik alam akan gempa bumi sehingga mereka mengalihkan berubaha menjadi menyeramkan begitu aktivitas ekonominya dengan mengelola bencana terjadi, sehingga dibutuhkan suatu pantai-pantai yang ada di wilayah mereka manajemen pengaturan yang sesuai untuk (Yuliasari, 2. Pengembangan wisata di Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 (Sanjiwani dan Pujani, 2. Penentuan memiliki ombak yang besar. Posisi tersebut zonasi dalam pengelolaan wisata menjadi salah satu unsur penting sebagai salah satu kejadian bencana. Pesisir selatan Jawa bentuk upaya mitigasi atas potensi bencana khususnya Gunungkidul berada pada zona yang ada (Ady dkk, 2. , yang apabila seismic gap yang merupakan perangkap dikelola dengan baik akan sekaligus menjaga energi dari gerakan lempeng tektonik pada nilai estetika serta daya tarik wisata, sehingga zona seismik yang ada disekitarnya, sehingga berguna untuk keberlanjutan kegiatan wisata (Battacharya and Nakamura, 2. , dan pada menimbulkan gempa besar yang dapat disertai tsunami (Nucifera dkk, 2. Selain kesejahteraan dan kelestarian lingkungan itu, terdapat juga potensi kecelakaan wisata untuk masyarakat (Mihardja et al, 2. yang cukup tinggi karena gelombangnya Badan Meteorologi dan Geofisika yang tinggi. Wilayah pesisir kawasan karst (BMKG) mencatat 105 kejadian gempa bumi Gunungkidul menyimpan potensi bencana pada periode Mei 2023 di wilayah Pulau berupa tsunami, rip current, abrasi, dan Jawa bagian selatan termasuk Gunungkidul, hempasan gelombang refleksi (Marfai dkk, dengan gempa 5,0 terjadi di Laut Pacitan Kondisi pantai Wediombo yang bertebing khas objek wisata di wilayah pantai kegempaan bumi di sepanjang area selatan Pulau Jawa sangat intensif (Maryani, 2. ancaman tebing longsor (Aco, 2. Sejarah berkekuatan diatas 6 (SR) sejak tahun 1800an (Setyaningrum dan Rumagutawan, 2. , dimana kejadian gempa bumi di wilayah Yogyakarta patut diwaspadai terutama oleh daerah wisata pantai selatan karena beresiko (Saptadi Zonasi Berbasis Mitigasi Bencana Pantai Wediombo Atraktivitas wisata Pantai Wediombo yang menawarkan ragam daya tarik sehingga menjadikannya sabagai salah satu objek wisata paling populer di Gunungkidul akan sangat berresiko apabila tidak disertai manajemen mitigasi kebencanaan dengan Djamal,2. Objek Yogyakarta mencatatkan sudah terjadi lima kali gempa Gunungkidul Pantai Wediombo berada pada pesisir selatan yang dikenal tepat dan bijaksana. Beberapa fasilitas pendukung upaya mitigasi bencana di Pantai Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 Wediombo sudah tersedia seperti lokasi titik keberhasilan dalam mendamaikan kebutuhan kumpul dan papan penanda jelur evakuasi. ekonomi melalui kegiatan pariwisata, dan Tanda peringatan, rambu, penanda jalur evakuasi dan titik kumpul, juga early mengintai kawasan. Zonasi wisata sangat warning system menjadi bentuk mitigasi menentukan kebijakan dalam pengembangan kebencanaan di wilayah pantai Gunungkidul wilayah destinasi wisata (Waidah, 2. guna mewujudkan pariwisata yang tangguh Zonasi pemanfaatan wisata di objek wisata (Pahleviannur Pantai Wediombo seperti tersaji dalam Pemetaan pemanfaatan wilayah untuk kegiatan wisata gambar 2 berikut. dengan manajemen zonasi menjadi kunci Gambar 2. Peta Zonasi Pemanfaatan Wisata Pantai Wediombo Prosedur evakuasi juga menjadi hal potensi bencana gempa bumi dan tsunami yang memiliki peran krusial dalam upaya seperti yang sudah disusun oleh Badan meminimalisir dampak kejadian bencana di Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pantai Wediombo. Prosedur evakuasi dari Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 Kabupaten Gunungkidul adalah sebagai Bawalah barang paling berharga Bila merasakan getaran gempa bumi Ikuti arahan petugas di lapangan ( kuat segeralah keluar dan menjauh dari bangunan serta menjauhi pantai Polisi. TNI. SAR ) Bila minimal 500 meter. EWS, Pantai menuju keutara, titik kumpul Pasar resmi dari Pusdalops Kabupaten suara/sirine Wediombo, titik aman tempat parkir Dengarkan informasi dan himbauan Gunungkidul Jepitu Girisubo SAR KESIMPULAN Pantai, petugas Pos Wisata dan segera ikuti arahannya. Pantai Wediombo memiliki peluang untuk menjadi salah satu objek wisata bahari Bila mendengar bunyi sirine panjang andalan Kabupaten Gunungkidul. Keunikan . , segera lakukan evakuasi. geologis yang disertai dengan variasi atraksi Himbauan saat melakukan evakuasi: yang beragam menjadi kekuatan dalam upaya Selamatkan diri dengan mulai pengembangan wisata Pantai Wediombo. mengevakuasi diri sendiri. Ikutilah rambu-rambu evakuasi di tempat/titik aman. Namun posisi pantai yang berada pada wilayah rawan bencana membuat Pantai Wediombo perlu melakukan upaya-upaya yang bersifat mitigatif. Pemanfaatan ruang Bantulah warga di dekat anda yang memerlukan pertolongan. kawasan menjadi titik kompromi agar Lakukan evakuasi sesuai wilayah kegiatan wisata bisa tetap terselenggarakan, dusun/pantai masing-masing dengan berjalan kaki ke tempat tanpa mengorbankan aspek-aspek penting terkait keamanan berwisata. lebih tinggi . tas buki. dan tempat penampungan (TPS/TPA) DAFTAR PUSTAKA