Jurnal informasi dan Komputer Vol: 10 No:2. P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 PERBANDINGAN METODE SIMPLE QUEUE DAN QUEUE TREE DALAM OPTIMALISASI MANAJEMEN BANDWIDTH Nafis Naufal Anwari1. Puwantoro 2. Tesa Nur Padilah 3 Universitas Singaperbangsa Karawang Jl. HS. Ronggo Waluyo. Puseurjaya. Telukjambe Timur. Karawang. Jawa Barat 41361 E-mail : nafis. anwari18178@student. id 1, purwantoro. masbro@staff. Tesa. nurpadilah@staff. ABSTRAK Internet saat ini sangat dibutuhkan karena meningkatnya penggunanya banyak orang ketergantungan dengan internet dikarenakan teknologi informasi ini sangat pesat. Dalam hal ini memiliki dampak yang sangat besar diperlukannya penyediaan layanan internet yang sangat efisien. Salah satu teknologi yang menjadi tren dalam jaringan komputer yaitu jaringan komputer nirkabel . ireless local area networka/WLAN) teknologi ini adalah perkembangan dari teknologi jaringan komputer local . ocal area networ. yang memungkinkan efesiensi dalam implementasi dan perkembangan jaringan komputer yang dapat meningkatkan mobilitas user dan teknologi jaringan komputer menggunakan media kabel. Manajemen bandwidth ialah cara untuk mengatur jaringan internet untuk pemerataan pemakaian bandwidth wlaupun pengguna jaringan tersebut banyak yang menggunakan metode simple queue dan queue tree salah satu metode untuk melakukan sebuah manajemen bandwidth, dalam simple queue dan queue tree ini terdapat pengaturan manajemen bandwidth dan bisa menambahkan ukuran bandwidth setiap client yang lebih besar, metodologi penelitian ini menggunakan kualitatif hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukan hasil dari perbandingan dua metode simple queue dan queue tree cukup optimal untuk digunakan dalam manajemen bandwidth cyberkomnet. Kata kunci : Internet. Manajemen Bandwidth. Simple queue. Queue tree. ABSTRACTS The internet is currently very much needed because of the increasing number of users, many people are dependent on the internet because this information technology is very fast. In this case, it has a huge impact on the need for the provision of very efficient internet services. One technology that is becoming a trend in computer networks, namely wireless computer networks . ireless local area networka / WLAN). This technology is the development of local area network technology that allows efficiency in the implementation and development of computer networks that can increase user mobility and computer network technology using cable media. Bandwidth management is a way to manage the internet network for even distribution of bandwidth usage even though many network users use the simple queue and queue tree method, one method for doing a bandwidth management, in this simple queue and queue tree there are bandwidth management settings and can add bandwidth size every larger client, this research methodology uses qualitative research The results showed that the results of the comparison of two simple queue and queue tree methods were optimal enough to be used in cybercomnet bandwidth management. Keywords: Internet. Bandwidth Management. Simple queue. Queue tree. PENDAHULUAN Eknologi dan komunikasi semakin meningkat pesat dan sesuai dengan perkembangan masyarakat current yang sangat mencari layanan dengan mudah, sehingga kebutuhan informasi dan komunikasi sangat maningkat. net adalah suatu sumber untuk mencari informasi, internet adalah suatu yang di butuhkan di masyarakat zaman 96 | S T M I K D i a n C i p t a C e n d i k i a K o t a b u m i Jurnal informasi dan Komputer Vol: 10 No:2. modern saat ini, sebab internet tidak dapet dijauhkan dari kehidupan sehari Ae hari. Semakin banyak tempat yang menyediakan internet setiap mall, kafe, tempat makan, taman, dan kampus dengan akses wifi dan banyak lagi yang menyediakan internet. Tahun demi tahun banyak company yang masuk ke daerah perumahan untuk memberikan layanan internet dengan pembelian paket yang murah dengan bandwidth yang didapat, tidak menutup kemungkinan pemukiman yang belum ada pelayanan dari provider penjual bandwidth dikarenakan belum memenuhi seperti adanya tiana atau tower untuk menghantar Belum lagi Banwidth yang diberikan itu tidak sesuai dengan pembelian paket costumer, sehingga diberlakukan manajeman bandwidth akan tetapi tidak memenuhi dan tidak menyentuh angka restrict pada pembelian paket semisalnya ada probider yang menjual paket dengan kecepatan 3 Mbps pada router wireless tetapi ratarata angka yang sering di dapatkan pada patron adalah 2 Mbps dan 1 Mbps untuk download dan add walaupun up to jarang sekali menyentuh angka maksimal tersebut. Disebabkan karena sudah di tentukan batasan kecepatan saja tidak adanya menajeman lagi pada maksimal restriction yang menjadi rata-rata kecepatan internet. Dikarenakan itu perlu metode dalam menajeman Karena diperlukannya penyediaan layanan internet untuk wilayah yang belum mendapatkan akses untuk menggunakan wifi atau router wireless dan perlunya manajemen bandiwidth untuk mencapai angka dari restrict paket bandwidth tersebut. Pada saat ini sedah ada beberapa penelitian yang sudah dilakukan mengenai manajeman bandwidth, di antaranya penelitian yang dilakukan (Kevin Bagus Aditya. Desember 2019 ) dalam yang berjudul AuPerbandingan Metode Simple Queue dan Queue Tree Untuk Optimalisasi Manajemen Bandiwith Menggunakan MikrotikAy menyimpulkan bahwa penerapan metode pada menejemen jaringaan khususnya bandwidth merupakkan hal yang sangat penting untuk dilakukan, karena bandwidth merupakan salah satu komponen utama. Cyberkomnet merupakan reseller bandwidth dari ISP kepada customer. Cyberkomnet ini merupakan mitra dari Unina. net yang bergerak pada bidang penyediaan internet (ISP). Karena itu Cyberkomnet membeli paket di CBR. Cyberkomnet membuka usaha pada jaringan ini di sebabkan belum adanya tiang, hub, jalur atau tower dari provider penyediaan wifi rumah, terlebih lagi tempat owner tinggal terbatas P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 dengan perumahan lain, membuat dengan mudah mancari customer. Cybermnet menggunakan tower pemancar radio untuk mendapatkan bandwidth dari pembelian di PT Unina net. Cyberkomnet menggunakan kabel fiber optic, switch, router wireless untuk dipasang di rumah-rumah customer, kabel lan dan router untuk manajeman bandwidth. Cyberkomnet melakukan pembelian bandwidth sebesar 150 Mbps dan nantinya salurkan lagi kepada customer dengan bandwidth sesuai pembelian paket yang sudah ditentukan oleh Cyberkonet. Cyberkomnet memiliki 2 jenis paket dengan besar bandwidth yang berbeda, paket itu terdiri dari up to 5 Mbps, 10 Mbps. Dari . paket itu besar paket yang di miliki Cyberkomnet adalah 150 Mbps. Dari 150 Mbps itu di bagi-bagi kepada customer yang ingin membeli paket yang Dari total bandwidth 150 Mbps Cyberkomnet menggunakan metode simple queue dan metode queue tree agar setiap router pada customer mendapatkan akses yang sesuai dengan kebutuhan. Tetapi meskipun paket data yang kita gunakan besar apabila pengguna dari paket data tersebut banyak, maka tetap tidak berpengaruh karena paket data tersebut harus dibagikan secara merata kepada seluruh pengguna. Hal ini bisa dihindari apabila pemakaian dari paket data ini dikelola dengan baik dengan kata lain harus ada pengelola bandwidth ini sangat bermamfaat karena bisa memperioritaskan pengguna paket Kegiatan yang dipaparkan diatas merupakan kegiatan internet aktif yang dapat mengakibatkan sistem pembagian bandiwdth tidak merata karena metode simple queue dan queue tree dalam jaringan internet yang dipakai. Syaifuddin M. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang dipergunakan jenis penelitian NDLC. Pendifinisian universal menimpa tahapan dan alur proses elemen-elemen yg pada bisa pada riset ini, penulis memakai adat NDLC etwork development life cycl. NDLC adalah contoh yg mendefinisikan daur proses perancangan ataupun pengembangan sesuatu sistem jaringan personal personal personal personal komputer . NDLC mempunyai elemen yang mendefinisikan fase, tahapan, langkah ataupun prosedur proses kata cycle artinya kunci deskriptif asal daur biologi 97 | S T M I K D i a n C i p t a C e n d i k i a K o t a b u m i Jurnal informasi dan Komputer Vol: 10 No:2. P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 Yang menggambarkan secara totalitas proses serta tahapan pengembangan sistem jaringan yg bekerjasama. Queue Tree dan metode Simple Queue yang akan dibangun dalam penelitian ini. Simulasi prototype NDLC mampu dijadikan norma yang digunakan selaku acuan . ecara totalitas ataupun secara garis besar ) pada proses pengembangan serta perancangan sistem jaringan pc, mengingat kalua sistem jaringan mempunyai kebutuhan yang tidak selaras dan mempunyai persoalan yang unik menjadi akibatnya memerlukan pemecahan perkara yang tidak selaras menggunakan melakssanakan pendekatan yang di model NDLC. NDLC menggambarkan daur proses yang berbentuk fase atupun tahapan asal meanisme yang pada perlukan dalam suatu rancangan proses pembangunan ataupun pengembangan suatu sistem jaringan personal personal komputer . Pada tahap ini akan melakukan simulasi topologi jaringan yang digunakan untuk mengetahui topologi yang dibuat berjalan dengan baik atau Implementasi Pada perancangan ini akan dijelaskan langkah Ae langkah menejemen bandwidth, seperti di tunjukan pada gambar berikut, adalah langkah Ae langkah setting pada simple Queue dan Queue tree dan langkah Ae langkah pada Queue Tree Monitoring Pada tahapan ini melakukan monitoring dengan apa yang sudah dilakukan pada tahapan implementasi perbandingan metode simple queue dan queue tree Manajemen Gambar 2. 1 Metode NDLC 1 Tempat dan waktu penelitian Penelitian dilakukan bertempat di cyberkomnet alamat sentul 1 desa pulojaya kecamatan lemah abang karawang, yang adapun waktu penelitian dilakukan sejak bulan mei 2022 hingga juli 2022 2 NDLC Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis untuk memperoleh data dan informasi dalam penelitian ini yaitu: Dalam penelitian ini menjelaskan kondisi pada jaringan komputer yang sudah diterapkan di dalam penelitian ini. Untuk menjaga jaringan agar tetep stabil dan termanajemen bandiwdth dengan baik agar tidak terjadinya error dan tidak stabil pasti akan ada kendala pada jaringan yang penuh atau operator jaringan sedang dalam gangguan teknnis sehingga menggangu akses Dalam menjaga keamanan jaringan tidak menjaga internet yang tidak stabil saja namun ada bagian hal yang diperhatikan yaitu keaamanan fisik dan keaamanan software. Karena itu harus dijaga dan dilindungi agarbbisa menciptakan jaringan yang stabil dan tidak adanya gangguan yang kecil maupun besar. Rincian spesifikasi perangkat keras ditampilkan pada tabel 1 Analisis Analisis ini menjalankan apa saja yang diperlukan dalam membangun bandwidth yang dibangun seperti untuk perangkat keras dan perangkat lunak. Desain Mengganbarkan Topologi jaringan yang akan dibuat dan juga menjelaskan tahapan metode Perangkat keras RAM Hardisk Mikrotik Prosesor Acces point Spesifikasi 8 Gb DDR4 512 SSD Rb 750 GR 3 Ryzen 5 4000 series Toto Link @808 Tabel 2. 1 spesifikasi perangkat keras 98 | S T M I K D i a n C i p t a C e n d i k i a K o t a b u m i Jurnal informasi dan Komputer Vol: 10 No:2. P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 Rincian spesifikasi perangkat lunak ditampilkan pada tabel 2 Proses Sistem operasi Remote acces Tahapan Simple queue Tahapan Queue tree di tampilkan pada gambar 3. Perangkat lunak Windows 11 Winbox Tabel 2. 2 Spesifikasi perangkat lunak Desain CYBERKOMNET bisa diliat pada. Gambar 2 Topologi jaringan fisik HASIL DAN PEMBAHASAN Setelah melakukan pengujian dari perbandingan kecepatan antara consumer dan hasil yang digunakan dari speedtest. internet maka akan dilakukan analisis untuk mendapatkan hasil yang baik pada kecepatan internet dengan dua metode simple queue dan queue tree. Yang lebih baik antara penambahan metode simple queue atau lebih baik memakai metode queue tree dan menganalisis lebih baik antara dua metode yang di pakai untuk costomer saat menggunakan Adapun pada bagian ini akan dilakukan desain, simulasi, implementasi, tracking dan Untuk mengetahui kualitas layanan dari manajemen bandwith simple Queues dan Queues Tree dengan cara melakukan analisis CYBERKOMNET. Gambar 3. 1 tahapan simple queue dan queue tree 1 Data customer Data customer CYBERKOMNET di tampilkan pada tabel 3 Nama Pelanggan Abang Ajun Dawang Erwin Golek Kubil IP Address Jenis Paket Rumahan Rumahan Rumahan Rumahan Rumahan Rumahan Tabel 3 data Costomer 2 Besaran banwidth setiap customer Data CYBERKOMNET di tampilkan pada gambar 3 99 | S T M I K D i a n C i p t a C e n d i k i a K o t a b u m i Jurnal informasi dan Komputer Vol: 10 No:2. P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 dan queue tree pada usaha cyberkomnet dangen pengambilan 6 customer dengan paket 5 mbps. Dapat kesimpulan yaitu sebagai berikut, melihat hasil uji speed test pada manajemen bandwidth dengan menggunakan 6 customer cyberkomnet 5 mbps dalam kecepatan intenet, dalam pengecekan kedua metode yang digunakan dan akan di bandingkan metode simple queue tidak melebihi batas kecepatan yang ditentukan untuk metode queue tree melebihi batasan yang di gunakan. Gambar 3. 2 Besaran bandwidth customer Hasil Speed test metode queue tree di tampilkan pada gambar 4 Gambar3. 1 Hasil speed test queue tree Hasil Speed test metode simple queue di tampilkan pada gambar 5 DAFTAR PUSTAKA