Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal Volume 6. , 2024,86-97 ________________________________________________________________ Aktivitas Antibakteri Sediaan Masker Gel Peel Off Ekstrak Mentimun (Cucumis Sativu. Dan Tomat (Solanum Lycopersicu. Terhadap Staphylococcus Epidermidis Indri Dwi Rahasasti1. Eva Luviriani2. Rosellynia Calyptranti3. Triani Kurniawati4. Lia Handayani Rahayu5 Stikes An Nasher Cirebon. Pondok Pesantren Tarbiyatul Banin Kaliwadas Sumber Kabupaten Cirebon 45611 *Corresponding author: rahasasti@gmail. Received: 04 October 2024. Accepted:18 December 2024 Abstract: Acne is a disease that can be caused by bacteria, one of which is Staphylococcus epidermidis. Acne can be treated with active compounds derived from natural ingredients such as cucumbers and tomatoes. Gel masks peel off. This study aims to determine the average diameter of the inhibition zone, the difference in the average diameter of the inhibition zone, and the antibacterial activity of the peel-off from a mixture of cucumber (Cucumis sativu. and tomato (Solanum lycopersicu. with a concentration of 5%, 10 %, 15%, 20% against Staphylococcus epidermidis. This experimental study uses a Completely Randomized Design (CRD) consisting of one factor and 6 levels. The results showed that the average diameter of the inhibition zone of the anti-acne peel-off gel mask preparation of cucumber and tomato extracts against Staphylococcus epidermidis at a concentration of 5%, 10%, 15% and 20% were 16. 38 mm, respectively. 88 mm. mm and 34. 88 mm. There was a significant difference in the average diameter of the inhibition zone of the peel off mixture of cucumber and tomato extracts with a concentration of 5%, 10%, 15%, and 20%. against Staphylococcus epidermidis. mask preparation peels off from a mixture of cucumber and tomato extracts against Staphylococcus epidermidis at a concentration of 5%, 10% concentration, 15% concentration and 20% concentration, namely strong, very strong, very strong and very strong. Keywords: staphylococcus epidermidis, gel mask peel-off, cucumber, tomato Abstrak: Jerawat adalah penyakit yang dapat disebabkan oleh bakteri, salah satunya Staphylococcus epidermidis. Untuk pengobatan jerawat dapat dilakukan dengan senyawa aktif yang berasal dari bahan alam seperti mentimun dan tomat. Obat tersebut dapat dibuat berupa sediaan kosmetik seperti masker gel peel off. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rata-rata diameter zona hambat, perbedaan rata-rata diameter zona hambat dan aktivitas antibakteri pada sediaan masker gel peel off campuran ekstrak mentimun (Cucumis sativu. dan tomat (Solanum lycopersicu. dengan konsentrasi 5%, 10%, 15%, 20% terhadap Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini termasuk penelitian ekperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari satu faktor campuran ekstrak mentimun dan tomat dan 6 taraf yaitu konsentrasi 5%, 10%, 15%, 20% kontrol positif dengan tetrasiklin dan kontrol negatif dengan aquadest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata diameter zona hambat sediaan masker gel peel off campuran ekstrak mentimun dan tomat terhadap Staphylococcus epidermidis pada konsentrasi 5%, 10%, 15% dan 20% masing-masing sebesar 16,38 mm. 24,88 mm. 29,88 mm dan 34,88 Terdapat perbedaan yang signifikan pada rata-rata diameter zona hambat sediaan masker gel peel off campuran ekstrak mentimun dan tomat konsentrasi 5%. terhadap Staphylococcus epidermidis. Aktivitas antibakteri pada sediaan masker gel peel off anti jerawat dari campuran ekstrak mentimun dan tomat terhadap Staphylococcus epidermidis pada konsentrasi 5%, konsentrasi 10%, konsentrasi 15% dan konsentrasi 20% yaitu kuat, sangat kuat, sangat kuat dan sangat kuat. Kata kunci: staphylococcus epidermidis, masker gel peel off, mentimun, tomat. DOI: 10. 15408/pbsj. PENDAHULUAN sebum, pelepasan keratinosit, pertumbuhan bakteri, dan peradangan. Bakteri penyebab jerawat adalah Prevalensi jerawat di Indonesia berkisar 80-85% pada Propionibacterium remaja dengan puncak prevalensi antara 15-18 tahun, epidermidis, dan Staphylococcus aureus (Fissy et al. 12% pada wanita >25 tahun, dan 3% pada usia 35-44 tahun (Ramdani dan Sibero, 2. Faktor utama pembentukan jerawat adalah peningkatan produksi Staphylococcus 87 Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal, 2024. Vol. Rahasasti et al Staphylococcus epidermidis merupakan bakteri Gram aquades. , kloroform, methanol. Mg. CHCECOOH, positif yang dapat menyebabkan penyakit radang HCl pekat. FeCl3 1%, media mueller hinton agar . seperti jerawat, infeksi kulit, infeksi saluran (MHA), tryptic soy broth (TSB), manitol salt agar (MSA), standar Mc Farland 5 (BaCl 1% dan H2SO4 (Radji. Staphylococcus epidermidis dapat dihambat oleh 1%), tetracycline, epidermidis ATCC 14990. isolat murni staphylococcus tetrasiklin (Jawetz, 2. Pengobatan dari luar bisa Penelitian ini menggunakan metode eksperimental menggunakan salep, sabun dan yang paling efektif menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang serta lebih mudah digunakan yaitu masker gel peel off terdiri dari 1 faktor campuran ekstrak mentimun dan (Wardani, 2. Masker gel merupakan masker yang tomat dengan 6 taraf yaitu campuran ekstrak mentimun dan tomat konsentrasi 5%, 10%, 15%, langsung dikelupas setelah kering atau sering disebut 20%, kontrol positif dengan menggunakan tetrasiklin, masker gel peel off (Muflihunna dkk. , 2. kontrol negatif dengan menggunakan aquadest. Masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan Masker gel peel off juga harus mengandung bahan berdasarkan rumus perhitungan Federer yaitu: aktif yang memiliki aktivitas antibakteri, bahan . antibakteri bisa didapatkan dari bahan alami seperti buah dan sayur, salah satu contoh sayur yang mengandung antibakteri yaitu mentimun dan tomat. Berdasarkan penelitian sebelumnya oleh Purba dan Ramadhian . Salmonella Keterangan: = banyaknya kelompok perlakuan = jumlah replikasi . konsentrasi 100%, termasuk respon penghambatan 5 . 5r - 5 terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis pada 15 5 konsentrasi 50% termasuk reaksi penghambatan pertumbuhan sangat kuat. Dalam penelitian Dewi , . , tomat memiliki efek antibakteri pertumbuhan yang kuat. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tentang Aktivitas Antibakteri Formula Sediaan Masker Gel Peel Off Campuran Jadi, dilakukan replikasi sebanyak 4 kali untuk masing-masing perlakukan. Ekstrak Mentimun (Cucumis sativu. dan Tomat (Solanum lycopersicu. Terhadap Staphylococcus BAHAN DAN METODE 1 Determinasi Sampel Proses determinasi dilakukan diawal penelitian yang bertujuan untuk mengetahui taksonomi tanaman yang akan dianalisis. Determinasi tanaman Mentimun dan Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini Tomat di lakukan di Laboratorium MIPA. Fakultas adalah: ekstrak mentimun, tomat, polivinil alkohol. Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Institut Agama Islam HPMC, gliserin. TEA, propil paraben, metil paraben. Negeri Syekh Nurjati Cirebon. aquadest, etanol 70%. HCl, reagen dragendroff (KI dan aquades. , reagen mayer (HgCl. KI dan 88 Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal, 2024. Vol. 2 Preparasi Sampel ada perubahan warna jingga menjadi hijau kebiruan. Preparasi mentimun dan tomat adalah sebagai Buah Mentimun (Cucumis Tomat (Solanum lycopersicu. sebanyak 7 kg dibersihkan dari kotoran yang menempel, dicuci bersih dengan air mengalir dan tiriskan. Sampel dipotong-potong tipis, kemudian dikeringkan dalam oven 50AC selama 2x24 jam. Sampel yang telah kering dihaluskan dengan blender. Sampel yang sudah diblender kemudian diayak dengan pengayak ukuran 40 mesh hingga diperoleh serbuk simplisia sebanyak 300 gram. maka ekstrak mengandung etanol (Maria dkk. , 2. 5 Uji Fitokimia Uji fitokimia yang akan dilakukan menurut Hayati dan Roihatul . adalah sebagai berikut: Uji Alkaloid Ekstrak mentimun dan ekstrak tomat dimasukkan kedalam tabung reaksi. Ditambahkan 0,5 ml HCL 2N dan larutan dibagi kedalam dua tabung. Tabung I ditambahkan 2-3 tetes reagen Dragendroff. Tabung II ditambahkan 2-3 tetes reagen Mayer, jika tabung I berbentuk endapan jingga dan tabung II terbentuk 3 Ekstraksi Mentimun (Cucumis sativu. dan Tomat (Solanum lycopersicu. dengan pelarut etanol 70% metode maserasi Ekstraksi Rahasasti et al endapan kekuning-kuningan, maka menunjukkan adanya alkaloid. Uji Flavonoid menggunakan pelarut etanol 70% (Maong dkk. Ekstrak mentimun dan ekstrak tomat dimasukkan Simplisia mentimun dan tomat sebanyak 300 kedalam tabung reaksi. Kemudian dilarutkan dalam 1-2 ml methanol. Setelah itu ditambah serbuk Mg menggunakan etanol 70% 1,5 liter selama 2x24 jam 0,5 gram dan 4-5 tetes HCl pekat, jika Larutan hingga terekstrak sempurna. Dilakukan penyaringan menggunakan kertas saring untuk mendapatkkan menunjukkan adanya flavonoid. filtrat hasil ekstraksi simplisia mentimun dan tomat. Filtrat mentimun dan tomat dievaporasi selama 7 jam untuk menghilangkan pelarutnya dengan rotary Ekstrak mentimun dan ekstrak tomat dimasukkan evaporator sehingga diperoleh ekstrak etanol 70% kedalam tabung reaksi dilarutkan dalam 0,5 ml mentimun sebanyak 101 gram dan tomat sebanyak Selanjutnya ditambahkan 0,5 ml asam 142 gram. CHCECOOH. Kemudian ditambahkan 1-2 ml larutan Uji Steroid HCCSOCE pekat melalui dinding tabung reaksi, 4 Uji bebas etanol terbentuk cincin berwarna kecoklatan atau violet Uji bebas etanol ekstrak daun kemangi dilakukan dengan penambahan 1 mL asam asetat (CH3COOH) golongan seyawa steroid. dan 1 mL asam sulfat (H2SO. pekat pada sejumlah larutan uji. Setelah campuran tersebut dihomogenkan kemudian dipanaskan dengan api bunsen. Jika pada Ekstrak mentimun dan ekstrak tomat dimasukkan hasil uji tersebut tidak tercium bau ester, maka kedalam tabung reaksi ditambah air . sambil ekstrak positif bebas etanol. Cara kedua yaitu pada dikocok selama 1 menit, apabila menimbulkan busa larutan uji ditambahkan dengan 2 tetes asam sulfat ditambahkan HCl 1N. Jika busa yang terbentuk dapat (H2SO. pekat dan 1 mL kalium dikromat, apabila bertahan selama 10 menit dengan ketinggian 1-3 cm. Uji Saponin 89 Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal, 2024. Vol. Rahasasti et al diaduk hingga homogen. 7 Evaluasi Sediaan Fisik Uji Tanin Ekstrak mentimun dan ekstrak tomat dimasukkan kedalam tabung reaksi. Kemudian ditambahkan 2-3 tetes larutan FeCl3 1 %. Jika larutan menghasilkan Uji Organoleptis Diamati adanya perubahan bentuk, warna, dan bau dari masing-masing sediaan masker gel peel off. Setelah itu dicatat perubahan tersebut. warna hijau kehitaman atau biru tinta, maka bahan tersebut mengandung tanin. Uji pH Ambil sedikit sampel lalu larutkan dengan sedikit 6 Pembuatan Sediaan Masker Gel peel off aquadest kemudian celupkan pH meter kedalamnya Prosedur pembuatan masker gel peel off adalah hingga tercelup semua bagian pH meternya. Diamati sebagai berikut (Agustina, 2. dan dibaca hasilnya pada pH meter Disiapkan bahan aktif . kstrak mentimun dan toma. dan bahan tambahan (PVA. HPMC. Gliserin. TEA. Uji Homogenitas Metil Paraben. Aquades. yang diperlukan untuk Ambil sedikit sampel sediaan formula masker gel membuat masker gel peel-off. Semua bahan yang peel off campuran ekstrak mentimun dan tomat dan akan digunakan ditimbang terlebih dahulu semua diletakkan sedikit gel pada kaca objek. Diamati dengan formulasi pada tabel 1. susunan partikel kasar atau ketidak homogenan, lalu Sediaan harus menunjukkan susunan yang Dalam cawan masukkan Polivinil Alkohol, lalu homogen dan tidak terlihat adanya butiran kasar. dipanaskan di atas penangas air pada suhu 80oC Uji Daya Sebar hingga mengembang sempurna, kemudian diaduk Letakkan sampel sebanyak 0,5 gram sediaan pada . assa I). Di cawan lainnya dikembangkan pula bagian tengah kaca bulat berskala dan ditutup dengan HPMC dalam aquadest dingin hingga mengembang kaca bulat lain. Pengukuran diameter penyebaran Di cawan lainnya Gliserin dan Metil sediaan secara membujur dan melintang, serta Paraben dilarutkan dalam aquadest panas . dilakukan tiap penambahan beban 50 gram hingga Di dalam lumpang bersih masukkan massa 1 dan berat total 150 gram. Daya sebar yang memenuhi massa 2. HPMC, serta TEA secara berturut-turut dan syarat yaitu 5-7 cm (Yusuf dkk. diaduk hingga homogen. Kemudian dimasukkan ekstrak mentimun dan tomat yang sebelumnya dilarutkan dalam aquadest sedikit demi sedikit, lalu Uji Daya Lekat Letakkan sampel sebanyak 0,25 gram diantara 2 gelas Tabel 1. Formulasi Sediaan Masker Gel peel off Nama Zat Ekstrak Campuran Mentimun Dan Tomat F1. F2. F3. F4. 2,5 g 7,5 g PVA HPMC Gliserin TEA Metil Paraben 9,5 g 0,95 g 5,7 g 0,95 g 0,9 g 5,4 g 0,9 g 8,5 g 0,85 g 5,1 g 0,85 g 0,8 g 4,8 g 0,8 g 0,095 g 0,09 g 0,085 g 0,08 g 50 ml 50 ml 50 ml 50 ml Aquadest ad 90 Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal, 2024. Vol. Rahasasti et al obyek lalu ditekan dengan beban 1 kg selama 5 menit aquadest sebagai kontrol negative. Setelah itu Angkat beban dari gelas obyek kemudian gelas diinkubasi pada suhu 37AC selama 24 jam dan diukur obyek dipasang pada alat test. Alat test diberi beban zona hambat disekitar tepi sumuran menggunakan 80 gram dan kemudian dicatat waktu pelepasan jangka sorong (Nuraina, 2. masker gel peel-off dari gelas obyek (Arikumalasari , 2. 9 Teknik Analisis Data Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji Uji Waktu Tunggu Mengering Ambil 1 gram sampel lalu oleskan pada kulit lengan dengan panjang 7 cm dan lebar 7 cm. Dihitung one way ANOVA untuk mengetahui perbedaan diameter zona hambat pada konsentrasi 5%. terhadap Staphylococcus epidermidis. Jika data tidak terdistribusi dengan normal dan tidak menggunakan stopwatch. homogen pada one way ANOVA maka dilanjutkan Uji Viskositas dengan uji statistik non parametrik yaitu uji Kruskal- Dilakukan dengan cara sebanyak 200 mL gel dimasukkan ke dalam beaker glass lalu dipasang spindle 6, spindle harus terendam dalam sediaan uji. Dinyalakan dan dipastikan rotor dapat berputar pada Wallis. Jika hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan maka dilanjutkan dengan uji Mann U Whitney. HASIL DAN PEMBAHASAN kecepatan 60 rpm. Diamati jarum penunjuk dari viskometer yang mengarah ke angka pada skala Penelitian aktivitas antibakteri formula sediaan viskositas lalu dicatat (Zulkarnain, 2. masker gel peel off campuran ekstrak mentimun (Cucumis sativu. dan tomat (Solanum lycopersicu. 8 Uji aktivitas Antibakteri Sediaan Masker Gel terhadap Staphylococcus epidermidis dimulai dengan membuat ekstrak mentimun dan tomat menggunakan peel off dengan Metode Sumuran metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Alasan Siapkan cawan petri yang telah disterilkan dalam pemilihan pelarut etanol 70% yaitu karena etanol oven, kemudian masukkan sebanyak 1 ml suspensi dapat menarik senyawa aktif yang lebih banyak Staphylococcus dibandingkan dengan jenis pelarut organik lainnya kekeruhan standar Mc Faland 5 kedalam cawan petri. Etanol memiliki titik didih yang rendah yaitu 79 oC Lalu tuangkan media Mueller Hinton Agar (MHA) sehingga memerlukan panas yang lebih sedikit untuk sebanyak A 15ml pada cawan petri yang berisi proses pemekatan. Selain itu, etanol merupakan satu- satunya jenis pelarut yang aman atau tidak bersifat homogenkan dengan cara digoyang pada permukaan beracun apabila dikonsumsi karena rendahnya tingkat datar membentuk angka 8 agar tersebar merata dan toksisitas dibanding pelarut lain (Farida et al. , 2. Staphylococcus didiamkan hingga memadat. Dibuat sumuran dengan menggunakan cork borrer berdiameter 6 mm dan Kemudian masukan sediaan masker gel peel off campuran ekstrak mentimun dan tomat sampai penuh ke dalam asetatdidapatkan hasik tidak adanya bau ester pada lubang sumuran dengan konsentrasi 5%. ekstrak kental, hal ini menunjukkan bahwa ekstrak Dan antibiotik Tetrasiklin dengan konsentrasi kental sudah bebas etanol. Tujuan dilakukan uji ini sebagai kontrol positif dan H2SO4 91 Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal, 2024. Vol. Rahasasti et al untuk memastikan jika ekstak kental tersebut merupakan ektrask muni dan tidak ada kandungan dilanjutkan dengan uji Kruskal-wallis dan uji Mann U etanol di dalamnya. Whitney. Hasil penelitiaN disajiakn pada tabel 2 Selanjutnya dilanjutkan dengan uji fitokimia untuk Hasil One Anova 33,784%, mentimun dan tomat. Selanjutnya pembuatan sediaan mentimun dan rendemen sebesar 47,648% untuk masker gel peel off campuran ekstrak mentimun dan Semakin tinggi nilai rendemen menunjukkan tomat dan dilanjutkan dengan evaluasi sediaan fisik bahwa ekstrak yang dihasilkan semakin besar. masker gel peel off campuran ekstrak mentimun dan Rendemen dikatakan baik jika nilainya lebih dari Kemudian dilakukan uji aktivitas antibakteri Oleh karena itu rendemen ekstrak yang Table 2: Hasil Ekstraksi Mentimun dan Tomat Jenis Pelarut Simplisia . Pelarut . Ekstrak Kental . Rendemen (%) Etanol 70% 33,784 47,648 sediaan masker gel peel off campuran ekstrak didapatkan dinyatakan baik karena hasil rendmen >10% (Madjid et al. , 2. Data Staphylococcus Uji fitokimia dilakukan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder pada mentimun dan tomat. mengandung metabolit sekunder alkaloid, flavonoid. Berdasarkan tabel 2. didapatkan hasil ekstrak mentimun mengandung metabolit sekunder alkaloid. Tabel 3. Hasil uji fitokimia ekstrak mentimun dan tomat Senyawa Reagen Alkaloid Dragendroff Mayer Flavonoid Steroid Saponin Metanol Mg HCl pekat Kloroform Asam Asetat Glasial H2SO4 Pekat Aquadest HCl Tanin FeCl3 1% Jenis Ekstrak Mentimun Tomat Endapan jingga Endapan kuning Endapan jingga Endapan kuning Larutan berwarna jingga Hasil Larutan berwarna jingga Cincin berwarna violet Cincin berwarna Tidak terdapat busa Larutan berwarna hijau Terdapat busa Larutan berwarna coklat Uji Uji daya lekat bertujuan untuk mengetahui mengamati bentuk fisik sediaan masker gel peel off waktu yang dibutuhkan oleh sediaan untuk melekat secara visual. Berdasarkan hasil pemeriksaan, sediaan pada kulit, hasil yang didapatkan sesuai dengan syarat masker gel peel off menunjukkan perbedaan tiap yaitu > 4 detik. formula, hal ini dipengaruhi banyaknya ekstrak dalam formula tersebut dan dipengaruhi banyakan basis gel Uji viskositas bertujuan untuk mengetahui seberapa dalam sediaan, semakin tinggi konsentrasi basis kental sediaan masker gel peel off. Hasil yang didapat HPMC maka massa gel akan semakin kental (Afianti pada uji viskositas masker gel peel off dinyatakan dan Murrukmihadi, 2. baik karena memenuhi syarat 2. 000 cP (SNI, 16-4399-1. Menurut Afianti dan Murrukmihadi. Uji pH bertujuan untuk melihat sediaan yang dibuat . semakin tinggi kosentrasi basis gel HPMC tidak akan mengiritasi kulit. Hasil menunjukkan yang digunakan maka luas penyebarannya semakin keempat sediaan masker gel peel off dari campuran ekstrak mentimun dan tomat aman digunakan untuk kulit karena pH yang didapatkan memenuhi syarat 4,5 Ae 8. 0 (SNI 16-4399-1. Uji waktu mengering bertujuan untuk mengetahui berapa lama sediaan masker gel peel off mengering Uji pada permukaan kulit dan membentuk lapisan film. keseragaman partikel dalam sediaan gel sehingga Hasil uji waktu mengering sesuai dengan syarat yaitu 15-30 menit (Fauziah dkk. , 2. digunakan, uji homogenitas menunjukkan hasil pada masing-masing sediaan yaitu homogen (Agustina. Perhitungan Diameter Zona Hambat Bakteri Staphylococcus epidermidis Aex Uji daya sebar merupakan syarat penting dari sediaan Hasil uji daya sebar sediaan masker gel peel off memiliki daya sebar yang baik karena telah memenuhi syarat. Hasil tersebut dinyatakan baik Keterangan : D = Diameter zona hambat . X = Lubang sumuran . d1 = Diameter vertikal zona hambat pada media . d2 = Diameter horizontal zona hambat pada media . karena masuk kedalam rentang 5-7 cm (Rahmania. Tabel 4. Hasil evaluasi sediaan fisik masker geel peel off campuran ekstrak mentimun dan tomat No. Jenis uji evaluasi sediaan masker gel peel Organoleptis Homogenitas Daya Sebar Daya lekat Waktu mengering Viskositas Daya proteksi Formula Bentuk: Semi Warna: coklat tua Bau: Khas Bentuk: Semi Warna: coklat tua Bau: Khas Bentuk: Semi Warna: coklat Bau: Khas Bentuk: Semi Warna: coklat Bau: Khas Homogen 5 cm 69 detik 26 menit 530 cp Tidak warna merah Homogen 5,2 cm 71 detik 28 menit 100 cp Tidak warna merah Homogen 5,3 cm 13 detik 30 menit 900 cp Tidak warna merah Homogen 5,2 cm 48 detik 29 mrnit 100 cp Tidak warna merah 93 Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal, 2024. Vol. Rahasasti et al Sediaan masker gel peel off campuran ekstrak dalam respon hambat pertumbuhan sangat kuat dan mentimun dan tomat dari semua konsentrasi hasil kuat, pada kontrol positif menunjukkan hasil zona rata-rata diameter zona hambat terkecil terdapat pada hambat yang berbeda beda pada setiap pengulangan konsentrasi 5% sebesar 16,38 mm, termasuk dalam hal ini dapat dipengaruhi oleh faktor pada saat respon hambat pertumbuhan kuat dan yang tertinggi menginokulasikan suspensi bakteri secara tidak pada konsentrasi 20% sebesar 34,38 mm, termasuk merata (Damayanti dkk. , 2. Beberapa faktor lain dalam respon hambat pertumbuhan sangat kuat juga mempengaruhi diameter zona hambat yang (Tabel . Pada penelitian Purba dan Ramadhian dihasilkan seperti tingkat ketebalan media agar dan . dan Dewi dkk. , . juga mendapatkan tingkat kekeruhan suspensi bakteri (Zeniusa dkk. diameter zona hambat mentimun dan tomat termasuk Tabel 5. Hasil uji aktivitas antibakteri pada sediaan masker gel peel off campuran mentimun dan tomat dengan konsentrasi 5%. dan 20% terhadap S. epidermidis dengan metode sumuran Rata-rata Diameter Zona Diameter Zona Respon Hambatan Konsentrasi Pengulangan Hambat . Hambat . Pertumbuhan A SD 16,38A2,78 Kuat 24,88A3,61 Sangat kuat 29,88A0,25 Sangat kuat 34,38A1,70 Sangat kuat ontrol 42,38A12,39 Sangat kuat . ontrol 0A0 Lemah Data yang dapat diujikan dengan uji Shapiro-Wilk sebanyak kurang dari 50 data. Berdasarkan uji normalitas data menggunakan Shapiro-Wilk terhadap konsentrasi 5%. 20% sediaan masker gel 30 unit percobaan, didapatkan hasil data tidak peel off anti jerawat dari campuran ekstrak mentimun terdistribusi normal, pada uji homogentitas sebagai (Cucumis sativu. dan tomat (Solanum lycopersicu. syarat untuk uji analisis one way ANOVA didapatkan hasil uji tidak homogen, sehingga dilanjutkan dengan dilanjutkan dengan uji Mann U Whitney. uji non parametrik untuk uji one way ANOVA yaitu dengan uji Kruskal-Wallis. Hasil uji Kruskal-Wallis Staphylococcus 94 Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal, 2024. Vol. Rahasasti et al Gambar 1. Zona hambat berbagai konsentrasi (%). (K. Campuran ekstrak mentimun dan tomat konsentrasi 5%. (K. Campuran ekstrak mentimun dan tomat konsentrasi 10%. (K. Campuran ekstrak mentimun dan tomat konsentrasi 15%. (K. Campuran ekstrak mentimun dan tomat konsentrasi 20%. (K. Kontrol Positif dengan menggunakan Tetrasiklin. (K. Kontrol Negatif dengan menggunakan Aquadest. 95 Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal, 2024. Vol. Hasil uji Mann U Whitney pada K1 dengan K2. K3. K4. K5. K6 didapatkan nilai asymp. Sig. 014 < 0,05 artinya terdapat perbedaan, pada K2 dengan K3. K4. K5. didapatkan nilai asymp. Sig. 018 < 0,05 artinya terdapat perbedaan, pada K3 dengan K4. K5. K6 didapatkan nilai asymp. Sig. 0,05 Rahasasti et al SARAN