Manajemen Agribisnis:Jurnal Agribisnis (Volume 26 Nomor 1 Januari 2. ISSN : 1829-7889. e-ISSN : 2715-9086 Analisis Pengaruh Enterpreneurship Dan Employment Terhadap Motivasi Berwirausaha Dan Ketrampilan Kewirausahaan Petani Milenial Di Kabupaten Tulungagung Arik Tri Wahyuni Kantor Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung Co-author: arik. triwahyuni2@gmail. Abstrak Penelitian ini menggunakan Kuantitatif. populasi dalam penelitian ini adalah Petani Milenial kabupaten Tulungagung. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 orang yang terdiri dari 35 petani milenial dan 5 pembimbing. Teknik pengumpulan data adalah metode angket. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan perangkat lunak . Microsoft Office Excel 2007 untuk melaksanakan analisis statistik deskriptif dan perangkat lunak . Statistical Package for Social Sciences (SPSS) for Windows version 21. 0 untuk melaksanakan uji asumsi klasik, uji Hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Enterpreneurship dan Employment berpengaruh positif terhadap motivasi berwirausaha dan keterampilan kewirausahaan petani milenial di Kabupaten Tulungagung. Enterpreneurship berpengaruh positif terhadap motivasi berwirausaha dan keterampilan kewirausahaan petani milenial di Kabupaten Tulungagung dan Employment berpengaruh positif terhadap motivasi berwirausaha dan keterampilan kewirausahaan petani milenial di Kabupaten Tulungagung Kata Kunci: Enterpreneurship. Employment, motivasi berwirausaha, keterampilan Abstract This researchaims to: This researchaims to: Analyzing the insflience of entrepeneurship on the motivation and entrepeneurial skill of millenials farmer Tulungagung, analizing the influence of employment on the motivation and entepeneurial skills of millenials farmers in Tulungagung Analyzing the influence of entrepeneurship and employment on the motivation and entepeneurials kills of millenial sfarmers in Tulungagung. This research uses Descriptive Quantitative. the population in thisresearchis in the Millenials Farmers on Tulungagung. The sample in this sutdy consists of 40 individual sincluding 35 millenials Farmers and 5 mentors. The technique is a method of data collection now. In thisstudy, research ersused the software . Microsoft Office Excel 2007 to carry out a descriptive and statistical analysis software . Statistical Package for Social Sciences (SPSS) for Windows version 21. to carry out the test, test the classical, hypothesistesting and multiple linearregression analysis. The research findingsindicate a There is a positive influence of entrepeneurship on the motivation and entrepeneurialskill of millenials farmer Tulungagung. There is a positive influence of employment on the motivation and entepeneurial skills of millenials farmers in Tulungagung and There is a positive influence of entrepeneurship and employment on the motivation and entepeneurial skills of millenials farmers in tulungagung Keywords: Entrepeneurship. Employment. Entrepreneurial motivation. Entrepeneurial skill Pendahuluan Enterpreneurship Kewirausahaan merupakan proses yang melibatkan penciptaan dan pengelolaan usaha dengan tujuan untuk menghasilkan nilai tambah dari sumberdaya yang Kabupaten Tulungagung merupakan salah satu wilayah di Jawa Timur yang dikenal sebagai wilayah pertanian potensial dengan banyak sumber daya alam, salah satunya pada sektor Perekonomian daerah terutama digerakkan oleh sektor pertanian, yang sumberdaya alam yang melimpah, dan tingkat permintaan pasar yang tinggi. Kabupaten Tulungagung memiliki potensi pertanian yang signifikan. Peningkatan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini didukung oleh upaya pelestarian lahan Manajemen Agribisnis:Jurnal Agribisnis (Volume 26 Nomor 1 Januari 2. ISSN : 1829-7889. e-ISSN : 2715-9086 pertanian dan efisiensi pengelolaan sektorsektor Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) peningkatan taraf hidup masyarakat. (Fahmi & Santoso, 2. Berdasarkan hasil Sensus Pertanian 2023, hampir 70% petani Indonesia . umah tangga sekali pakai. UTP) berusia di atas 43 tahun. Populasi UTP di Indonesia saat ini adalah 27,8% dari mereka yang berusia di bawah 42 tahun. Kaum muda yang bercita-cita untuk menekuni di bidang pertanian menghadapi kesulitan seperti akses lahan yang terbatas, bantuan keuangan, dan risiko lain yang terkait dengan degradasi lingkungan dan fluktuasi harga, pengetahuan pasar yang tidak memadai, atau saluran komunikasi yang Pada pengangguran kaum muda di Indonesia rata-rata (Prayoga et al. , 2. Pembangunan nasional bertujuan untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan adil di daerah pedesaan, serta menyediakan akses terhadap Untuk pembangunan, kebutuhan pangan akibat pesatnya pertumbuhan penduduk perlu dilakukan peningkatan produktivitas petani dan besarnya partisipasi pasar, yang hanya dapat dicapai melalui petani berkualitas dan perubahan pola pertanian tradisional ke dunia modern. Generasi berperan penting dalam menyelesaikan tantangan tersebut. (Daminih et al. , 2. Pentingnya dinamika ini juga terlihat dalam inisiatif pemerintah dan sektor swasta yang mendukung kewirausahaan di Program pelatihan usaha dan program pelatihan yang dirancang untuk generasi muda diharapkan dapat meningkatkan motivasi mereka untuk berperan penting dan profesional di sektor pertanian. Dengan begitu, petani milenial tidak hanya menjadi produsen pangan, tapi juga wirausaha yang mampu memberikan nilai tambah pada produk pertaniannya. Adapun hipotesis pada penelitian ini yaitu Terdapat pengaruh positif antara Enterpreneurship terhadap motivasi dan keterampilan Kabupaten Tulungagung. Istilah Kewirausahaan berasal dari kata Entrepreneur , yang dalam bahasa inggis dikenal dengan between taker atau (Hamdani:2. Kewirausahaan (Mulyana:2. merujuk pada sifat, watak dan karakteristik yang melekat pada setiap individu yang memiliki kemampuan keras untuk mewujudkan dan mengembangkan gagasan kreatif dan inovatif dalam setiap kegiatan yang Tujuan Kewirausahaan (Basrowi : 2. adalah sebagai berikut: Meningkatkan jumlah wirausaha yang Meningkatkan Kemajuan Kemantapan para wirausaha untuk untuk menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Membudidayakan sikap, semangat, perilau dan kemampuan di kalangan Menumbuh kembangkan kesadaran dan orientasi kewi9rausahaan. Karaktristik Kewirausahaan (Suryana:2. karakteristik berwirausaha yang meliputi hal Ae hal sebagai berikut: Rasa tanggung jawab . esire for Memiliki resiko yang moderat . reverance for moderate ris. Percaya diri terhadap kemampuan diri . onfidence in their ability to Menghendaki umpan balik . esire for immediet feedbac. Semangat dan kerja Keras (Hight level of energ. Berorientasi pada masa depan (Future Orientatio. Memiliki kemampuan berorganisasi (Skill at organizatio. Menghargai Prestasi (Value of achievement of Money Menurut Mertani . Kewirausahaan pertanian dapat diartikan sebagai proses pengembangan usaha yang berbasis pada sumber daya alam seperti tanah, air dan sumber daya karbon untuk menghasilkan produk pertanian yang Kewirausahaan Manajemen Agribisnis:Jurnal Agribisnis (Volume 26 Nomor 1 Januari 2. ISSN : 1829-7889. e-ISSN : 2715-9086 dalam konteks ini tidak hanya mencakup aspek teknis seperti peternakan dan pertanian, tetapi juga berbagai kegiatan Kewirausahaan dapat memberikan pelatihan teknis, bantuan keuangan, dan akses pasar yang lebih besar kepada petani untuk meningkatkan keterampilan dan motivasi Pertanian menjadi lebih efisien dan produktif dengan bantuan teknologi pertanian seperti drone, sensor tanah, dan sistem irigasi otomatis. Suprihanto . mendefinisikan motivasi adalah merupakan masalah kompleks dalam organisasi, karena kebutuhan dan keinginan setiap anggota berbeda satu dengan yang lainnya. Hal ini berbeda karena setiap anggota suatu organisasi adalah unik secara biologis maupun psikologis, dan berkembang atas dasar proses belajar yang berbeda pula. Motivasi adalah proses-proses psikologis yang menyebabkan stimulasi, arahan, dan kegigihan terhadap sebuah kegiatan yang dilakukan secara sukarela yang diarahkan pada suatu tujuan (Robert Kreitner, 2. Menurut Alifia dan Jojok . 9 : . Motivasi berwirausaha merupakan motivasi yang berasal dari dalam atau luar diri seseorang untuk melakukan usaha. Semangat kewirausahaan mengubah pendekatan pertanian dari buruh murni menjadi bisnis. Untuk mendapatkan hasil maksimal dari kegiatan tersebut, para petani mulai memeriksa jenis tanaman, waktu tanam, bahkan pengolahan hasil Menurut Hassan et al. Kerjasama antara petani dan para pemangku kepentingan di tingkat lokal maupun nasional dapat membuka akses terhadap sumber daya yang sebelumnya sulit diakses, seperti modal, teknologi, dan Penelitian mereka mengindikasikan bahwa kolaborasi ini tidak hanya memperbaiki efisiensi produksi, tetapi juga memperkuat jaringan sosial, yang pada gilirannya dapat mendukung petani dalam bertukar pengetahuan dan pengalaman. Petani milenial adalah generasi muda yang aktif dalam sektor pertanian, istilah Petani Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 04 Tahun 2019 menerapkan pendekatan Dalam peraturan ini, petani milenial diartikan sebagai petani yang berusia antara 19 hingga 39 tahun, atau mereka yang adaptif terhadap teknologi Mereka berperan krusial dalam pergeseran pertanian tradisional menuju pendekatan yang lebih modern dan Sektor Indonesia menghadapi permasalahan yang terutama terkait ketidakseimbangan antara jumlah tenaga Sejumlah lulusan pendidikan memperoleh pekerjaan, yang mendorong mereka untuk mengeksplorasi opsi kewirausahaan di sektor pertanian. Menurut Badan Pusat Statistik . , peran petani milenial dalam YESS mengembangkan pertanian modern dan berkelanjutan, meningkatkan produktivitas ketergantungan pada pertanian tradisional, dapat membuka lapangan kerja baru, dapat mengembangkan ekonomi lokal, meningkatkan kesadaran lingkungan, mengembangkan inovasi pertanian, serta meningkatkan akses ke pasar global. MetodePenelitian Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dengan metode survei. Menurut Sugiyono . , penelitian kuantitatif merupakan pendekatan ilmiah yang terfokus pada pengumpulan data numerik serta analisis statistik guna menjawab pertanyaan penelitian. Metode ini umum diterapkan dalam penelitian terhadap populasi atau sampel tertentu, di mana pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen penelitian yang telah distandarkan dan selanjutnya dianalisis secara kuantitatif. Metodologi menganalisis Entrepreneurship terhadap motivasi dan keterampilan berwirausaha petani milenial di Kabupaten Tulungagung. Data menghasilkan data bersifat ordinal. Data Manajemen Agribisnis:Jurnal Agribisnis (Volume 26 Nomor 1 Januari 2. ISSN : 1829-7889. e-ISSN : 2715-9086 ordinal ini kemudian ditransformasi menjadi data interval menggunakan model Skala Likert. Metode rating yang dijumlahkan disebut juga metode summated ratings yang diusulkan oleh Rensis Likert (Azwar. Azwar, 2. Nilai data dari skor likert yang disusun berskala interval yang dijadikan dasar untuk menghitung. Solimun,et. Dalam kuisioner menggunakan perhitungan kelas atau lebar selang sebagai kriteria interpretasi ratarata skor. Nilai skor tertinggi 5 dan terendah 1, dengan demikian diperoleh rentang R = 5-1 = 4, maka diperoleh selang lebar k = 4/5 = 0,8. Interpretasi masing Ae masing jawaban responden disajikan berikut: 1,00-1,8 sangat rendah 1,8>- 2,6 rendah / jelek 2,6 >- 3,4 tinggi / baik 4,2 > sangat tinggi / sangat jelas Selanjutnya, validitas dan Reliabilitas Instrumen. Dalam perangkat lunak . Statistical Package for Social Sciences (SPSS) for Windows version 21 untuk melaksanakan uji instrumen. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah perhitungan nilai rata-rata dan persentase atau proporsi serta untuk mengetahui Pengaruh antar faktor. Lokasi penelitian akan dilaksanakan di Kabupaten Tulungagung Jawa Timur. Populasi penelitian ini adalah 40 orang petani milenial peserta pelatihan program Youth and Employment Support Service (YESS) di Kabupaten Tulungagung yang telah menerima bantuan hibah. Petani milenial adalah generasi muda yang aktif di sektor pertanian dan mengikuti program YESS. Sampel penelitian ini terdiri Petanimilenialmewakilikelompokpetanimile nial yang aktif dalam program YESS di Tulungagung dan 5 pembimbingdari program YESS. Desain sampel ini dilakukan untuk memastikan responden yang dipilih relevan Menurut Sugiyono . , valid artinya instrumen tersebut bisa digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Teknik analisis data merupakan suatu langkah yang paling menentukan dari suatu penelitian, karena analisa data berfungsi untuk menyimpulkan hasil penelitian. penelitian ini menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Uji validitas dan reliabilitas dilaksanakan melalui pengujian instrumen atau kuesioner terhadap dengan petani yang dijadikan sampel. Menurut (Nanang, 2010:. dalam menganalisis permasalahan yang diteliti, maka akan dilakukan analisis secara Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data yang berupaanka. Data yang berupa angka tersebut kemudian diolah dan dianalisis untuk mendapatkan suatu informasi ilmiah di balik angka Ae angka tersebut. Uji asumsi Normalitas, uji Multikolinieritas, dan Uji Heterokedaktisitas. Uji Signifikansi Multivariat digunakan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan titik pusat . dua kelompok atau lebih yang dapat dievaluasi dengan berbagai kriteria uji Statistik Uji yang digunakan Uji Pillac Trace. Willie Lambda. Hotelling Trace dan RoyAos Largest Root yang diolah dengan software SPSS. Kriteria yang digunakan dalam pengujian adalah sebagi berikut: Jika signifikan (Si. > 0,05. Maka Ho Jika signifikan (Si. < 0,05. Maka Ho Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan angket . yang dirancang dengan skala Likert untuk mengukur sikap dan pendapat Data kuantitatif diukur dengan menghasilkan data bersifat ordinal. Data ordinal ini kemudian ditransformasi menjadi data interval menggunakan metode pengembangan penskalaan model Likert. Metode rating yang dijumlahkan disebut juga metode summated ratings yang diusulkan oleh Rensis Likert (Azwar, 1995. Azwar, 2. Langkah pertama adalah mengedit mengkodekan jawaban agar lebih mudah dimasukkan kedalam komputer. Setelah itu Manajemen Agribisnis:Jurnal Agribisnis (Volume 26 Nomor 1 Januari 2. ISSN : 1829-7889. e-ISSN : 2715-9086 dilakukan validasi dan uji reliabilitas untuk menjamin keandala alat ukur. Data tersebut kemudian dianalisis untuk menggambarkan karakteristik responden dan pola yang muncul. Instrumen penelitian diuji dengan uji validitas secara konten . ontent validit. dan konstruk . onstruct validit. , serta uji reliabilitas. Validitas konten yang dipakai untuk penelitian ini dengan koefisien korelasi item total yang dianalisis menggunakan Statistik SPSS. Validitas konten item dilihat pada nilai korelasi item total yang disebut dalam analisis statistik SPSS 21 dengan melihat nilai Correction Item Total Correlation (CITC). Item yang mencapai koefisien korelasi minimal lebih besar dari R tabel maka daya pembedanya dinyatakan valid dan layak (Azwar, 2. Pengerjaan kuantitatif menggunakan SPSS (Statistical Package for the Social Science. for Windows merupakan salah satu metode analisis data yang paling banyak digunakan, terutama dalam penelitian sosial, psikologi, pendidikan, kesehatan, dan bidang lainnya (Rati et al. Hasil analisis ini akan membantu untuk menemukan hubungan antara YESS peningkatan motivasi dan keterampilan Kabupaten Tulungagung. Hasil Dan Pembahasan Kabupaten Tulungagung merupakan salah satu wilayah di Jawa Timur yang potensial dengan banyak sumber daya alam, salah satunya pada sektor pertanian. Perekonomian digerakkan oleh sektor pertanian, yang didukung oleh faktor geografis, sumber daya alam yang melimpah, dan tingkat permintaan pasar yang tinggi Tabel 1 Rata-rata Variabel Indikator Rerata 1 Entrepeneurship (X. 2 Employment (X. 3 Motivasi Berwirausaha (Y. 4 Ketrampilan Kewirausahaan (Y. Data Primer diolah . Ket*: rata-rata Hasil Rata-rata tertinggi dari variable adalah Entrepeneurship yang memiliki ratarata Entrepeneurship usaha, dan strategi pemasaran modern untuk meningkatkan produktivitas serta nilai jual produk pertatian. Dengan pola pikir entrepreneur, mereka tidak hanya bertani mengembangkan model bisnis berbasis agribisnis, agroindustri, atau argotourism untuk menciptakan peluang ekonomi yang lebih luas. Tabel 2 Rerata Indikator Variabel Employment (X. Indikator Rerata Kemauan keras untuk mencapai tujuan dan kebutuhan hidup (X1. Kemampuan mengidentifikasi peluang usaha (X1. Keterbukaan Lapangan 4. Kerja (X1. Rata Ae rata Data Primer diolah . Ket *: Rerata Rerata tertinggi dari variable ini adalah Keterbukaan Lapangan Kerjayang memiliki rerata sebesar 4. Hal tersebut lapangan kerja dapat mengurangi Tingkat pengangguran. Keterbukaan perdagangan serta rasio Kesempatan Kerja terhadap penduduk usia kerja menjadi lebih dengan adanya Program YESS terkait umur produktif 19 Ae 39th. Sehingga petani milenial mempunyai keahlian untuk bekerja dan ini dan ini akan mengurangi tingkat pengangguran. Program YESS membuat petani milenial yang sudah tergabung dalam Program YESS lebih mudah untuk mendapatkan jaringan dan permodalan serta bantuan teknis dan Tabel 3 Rerata Indikator Variabel Motivasi Berwirausaha (Y. Indikator Rera Kebutuhan prestasi (Y1. Manajemen Agribisnis:Jurnal Agribisnis (Volume 26 Nomor 1 Januari 2. ISSN : 1829-7889. e-ISSN : 2715-9086 Pengambilan Resiko 3. (Y1. Keinginan Berwirausaha (Y1. Rata Ae rata Data Primer diolah . Ket* : Rearata Petani milenial dengan batas usia pemasaran produk yang baik dapat mengembangkan usaha mereka. Hal ini berkaitan dengan petani milenial yang menghadapi tantangan alam dan pasar. Selain itu keterampilan manajemen juga mempunyai peran penting dimana petani menerapkan secara efektif agar usaha lebih produktif dan berkelanjutan. Tabel 4 Rerata Indikator Variabel Ketrampilan Kewirausahaan (Y. Indikator Rerata Keterampilan manajemen(Y2. Keterampilan (Y2. Keterampilan berinteraksi (Y2. Rata Ae rata Data Primer diolah . Hasil rerata tertinggi dari variable ini adalah Ketrampilan manajemen yang memiliki rerata sebesar 3. Dengan menguasai keterampilan manajemen ini, petani milenial dapat mengembangkan usaha pertanian yang lebih modern, efisien dan berdaya saing tinggi. Petani milenial yang mengikuti program YESS tidak hanya menjadi pelaku usaha, tetapi juga menjadi agen perusahaan yang membawa sektor pertanian indonesia ke tingkat yang lebih maju dan berdaya saing global. Hasil dari Uji Regresi diatas dapat dilihat pada Tabel 4. Berdasarkan persamaan garis regresi yakni Y1= a1 b1X1 dan Y2= a1 b1X1 Selanjutnya, nilai a1, nilai b1,b2, dimasukkan ke dalam persamaan garis regresi sehingga dapat disusun persamaan Y1=18. 423 0, 583X1 dan Y2=18. 423 0, 583X1 penjelasan sebagai berikut : Konstanta 18. 432 yang dapat diartikan bahwa Jika tidak mengikuti Program Entrepreneurship (X1 = 0 ) maka nilai motivasi dan Ketrampilan berwirausaha diperkirakan 18. b1 yakni koefisien regresi dari X1 (Enterpreneurshi. Koefisien regresi 583 hal tersebut menyatakan bahwa setiap penambahan satu (Enterpreneurshi. dengan asumsi variabel lain (X. dianggap konstan maka akan berpengaruh pada peningkatan besarnya Y (Motivasi dan Ketrampilan Kewirausahaa. 583 dengan asumsi faktor yang tetap. Sementara Kenyataan Entrepeneurship (Mertani:2. Kewirausahaan pertanian dapat diartikan sebagai proses pengembangan usaha yang berbasis pada sumber daya alam seperti tanah, air dan sumber daya karbon untuk menghasilkan produk pertanian yang Kewirausahaan dalam konteks ini tidak hanya mencakup aspek teknis seperti peternakan dan pertanian, tetapi juga berbagai kegiatan Kewirausahaan pertanian dapat memberikan pelatihan teknis, bantuan keuangan, dan akses pasar yang lebih besar kepada petani untuk meningkatkan keterampilan dan motivasi petani milenial. Pertanian menjadi lebih efisien dan produktif dengan bantuan teknologi pertanian seperti drone, sensor tanah, dan sistem irigasi otomatis. Hasil penelitian ini juga didukung oleh peneltian yang dilakukan oleh Hermaya . menyimpulkan bahwa bahwa Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) telah menunjukkan hasil yang signifikan dalam meningkatkan pendapatan dan keterampilan petani milenial di Kecamatan Bulukumpa. Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini lebih kuat karena sesuai dengan yang ditemui oleh peneliti bawasannya Enterpreneurship berperan besar dalam meningkatkan motivasi dan Manajemen Agribisnis:Jurnal Agribisnis (Volume 26 Nomor 1 Januari 2. ISSN : 1829-7889. e-ISSN : 2715-9086 Namun keberhasilan mereka bergantung pada ekosistem yang baik, termasuk akses modal, pendampingan bisnis, serta pemanfaatan teknologi. Untuk Entrepreneurship milenial, perlu adanya sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas lingkungan bisnis yang kondusif Kesimpulan Hasil Rata-rata tertinggi dari variable adalah Entrepeneurship yang memiliki rata-rata sebesar 3. Entrepeneurship memanfaatkan teknologi, diversivikasi usaha, dan strategi pemasaran modern untuk meningkatkan produktivitas serta nilai jual produk pertanian. Dengan pola pikir entrepreneur, mereka tidak hanya bertani secara konvensional, tetapi juga mengembangkan model bisnis berbasis agribisnis, agroindustri, atau argotourism untuk menciptakan peluang ekonomi yang lebih luas. Daftar Pustaka