Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 4 Juli 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi Studi Faktor yang Mempengaruhi Swamedikasi Remaja Putri dalam Mengatasi Nyeri Menstruasi Riza Elhanina Ramadhani*1 Andriyani2 Nurmalia Lusida3 1,2,3 Program Studi Kesehatan Masyarakat. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Muhammadiyah Jakarta *e-mail: rizaelhanina10@gmail. com 1, andriyani@umj. id 2, nurmalialusida@umj. Abstrak Dismenorea adalah kondisi nyeri yang dirasakan sebelum, selama, dan setelah haid, khususnya di area perut bagian bawah, yang cenderung bersifat terus menerus. Ini adalah masalah ginekologis yang umum dialami oleh wanita remaja maupun dewasa. Ada dua jenis dismenorea, yaitu primer dan sekunder. Dismenorea primer adalah nyeri haid yang terjadi tanpa adanya kelainan pada organ genital. Tingkat nyeri yang dialami dapat bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku swamedikasi remaja putri dalam mengatasi nyeri menstruasi. Metode yang digunakan adalah studi literatur, dengan mencari 15 jurnal dari empat sumber, yaitu Google Scholar. PubMed. DOAJ, dan Garuda. Penelitian ini juga telah menjalani proses kaji etik di FKM UMJ dengan nomor kaji etik 10. C/KEPK-FKMUMJ/V/2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja putri mendapatkan informasi mengenai menstruasi dan masalah yang berkaitan, termasuk dismenorea, dari orang-orang terdekat seperti keluarga atau melalui media sosial. Dalam mengatasi nyeri haid, mereka menggunakan dua metode, yaitu farmakologi, seperti pemberian obat analgesik, dan non-farmakologi, seperti kompres botol hangat di perut. Penting untuk memberikan edukasi terkait penggunaan metode farmakologi agar dapat menghindari efek samping, seperti kecanduan obat, diare, komplikasi ginjal, kerusakan hati, serta gangguan tidur dan pencernaan. Kata Kunci: Dismenore. Nyeri Haid. Remaja Putri Abstract Dysmenorrhea is a painful condition felt before, during, and after menstruation, especially in the lower abdominal area, which tends to be continuous. This is a gynecological problem that is commonly experienced by adolescent and adult women. There are two types of dysmenorrhea, namely primary and secondary. Primary dysmenorrhea is menstrual pain that occurs in the absence of abnormalities in the genital organs. The level of pain experienced can vary, ranging from mild to severe. This study aims to research and analyze the factors that affect the self-medication behavior of adolescent girls in overcoming menstrual pain. The method used was a literature study, by searching 15 journals from four sources, namely Google Scholar. PubMed. DOAJ, and Garuda. This research has also undergone an ethics review process at FKM UMJ with an ethics review number 10. C/KEPK-FKMUMJ/V/2025. The results of the study showed that young women were informed about menstruation and related problems, including dysmenorrhea, from close people such as family or through social media. In dealing with menstrual pain, they used two methods, namely pharmacology, such as the administration of analgesic drugs, and non-pharmacology, such as warm bottle compresses in the It is important to provide education regarding the use of pharmacological methods in order to avoid side effects, such as drug addiction, diarrhea, kidney complications, liver damage, and sleep and digestive Keywords: Adolescent girls. Dysmenorrhea. Menstrual pain PENDAHULUAN Masa remaja adalah masa transisi dari masa kanak-kanak hingga dewasa di mana terjadi pertumbuhan yang cepat, termasuk fungsi reproduksi yang berdampak pada perkembangan fisik, mental dan sosial. Salah satu perubahan yang terjadi pada masa remaja adalah menstruasi, yang merupakan fase penting dari perkembangan mental dan fisik seseorang. Menstruasi adalah salah satu perubahan yang terjadi pada masa remaja. Bagi remaja perempuan, menstruasi adalah fase penting dari perkembangan seksual. (Nurmaliza et al. , 2. JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 4 Juli 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi Siklus menstruasi adalah proses di mana dinding Rahim . meluruh dan meninggalkan tubuh melalui vagina, ini tidak terjadi selama kehamilan. Karena setiap wanita mengalami menstruasi selama periode di mana sistem reproduksinya aktif, mulai dari pubertas hingga menopause, menstruasi terjadi secara alami. Masa mentruasi mulai terjadi untuk pertama kalinya . sekitar usia dua belas hingga lima belas tahun dan berlanjut hingga menopause empat puluh lima hingga lima puluh tahun. Wanita biasanya mengalami nyeri haid selama menstruasi pada hari pertama menstruasi, yang disebut dismenore atau dismenorea. (Mayangsari et al. , 2. Nyeri terus menerus di bagian bawah perut yang dapat terjadi sebelum, selama, atau sesudah menstruasi dikenal sebagai dismenore. Dismenore adalah masalah ginekologi yang umumnya terjadi pada wanita remaja atau dewasa. Terdapat dua jenis dismenore: primer dan Dismenore primer adalah nyeri haid yang tidak memiliki perubahan pada organ genital. Nyeri dismenore dapat ringan, sedang, atau berat. Remaja yang pernah menstruasi atau mengalami kram atau nyeri di bongkong sebelum atau selama menstruasi juga dapat mengalami keluhan lain seperti mual, muntah, diare, pusing bahkan sampai pingsan. Dismenore sangat umum di seluruh dunia. Lebih dari 50% wanita di setiap negara mengalami nyeri haid secara (Juwita, 2. Faktor internal dan eksternal mempengaruhi dismenore. Faktor internal termasuk usia menarche. Riwayat keluarga, lamanya menstruasi, kebiasaan olahraga, dan faktor eksternal termasuk stress, status gizi, dan makanan cepat saji. Secara umum, dismenore disebabkan oleh peningkatan hormon prostaglandin sebagai akibat dari penurunan hormon estrogen dan Ini menyebabkan endometrium bengkak dan mati karena tidak dibuahi, dan peningkatan hormon prostaglandin menyebabkan kontraksi otot eahim. Ada dampak pada kasus dismenore pada remaja. Salah satu efek yang dapat terjadi adalah konflik emosional, ketegangan dan kecemasan. Konflik ini akan mempengaruhi keterampilan dan kemampuan remaja. (Juwita. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam penelitian yang dilakukan oleh Sulistyorini, angka kejadian dismenore di seluruh dunia tergolong tinggi, dengan rata-rata lebih dari 50% wanita di setiap negara mengalami nyeri saat haid. Pada wanita muda, insiden dismenore berkisar antara 16,8% hingga 81%. Di negara-negara Eropa, dismenore tercatat terjadi pada 45% hingga 97% wanita, dengan prevalensi terendah ditemukan di Bulgaria sebesar 8,8% dan tertinggi di Finlandia mencapai 94%. Sekitar 10-15% dari mereka mengalami dismenore yang tergolong berat. Di Indonesia, kejadian nyeri haid diperkirakan mencapai sekitar 55%, dengan angka yang lebih tinggi di Jawa Tengah sebesar 56%, di Jawa Barat 54,9%, dan di Kota Bekasi, jumlah remaja yang mengalami dismenore mencapai 63,2%. Tingkat kejadian dismenore di Indonesia berkisar antara 45% hingga 95%. Dari segi pengobatan, 51,2% wanita menggunakan terapi obat, sementara 24,7% melakukan relaksasi dan 24,1% menggunakan pengalihan atau gangguan untuk mengatasi nyeri. Dismenore juga dialami oleh remaja perempuan dengan tingkat stres yang bervariasi, yaitu 22% dengan stres rendah, 29% dengan stres sedang, dan 44% dengan tingkat stres tinggi. (Nurmaliza et al. , 2. METODE Penelitian ini menggunakan metode literatur studi dengan melakukan pencarian data data dari artikel atau jurnal penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya dengan mengidentifikasi dan menganalisis Faktor Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Swamedikasi Remaja Putri Dalam Mengatasi Nyeri Menstruasi (Dismenor. di empat sumber yaitu Google Scholar. PubMed. DOAJ dan Garuda. Penelitian ini diambil dar sumber 5 tahun terakhir dari masing masing jurnal dengan menggunakan kata kunci "faktor nyeri menstruasi", "dysmenorrhea", "self medication dysmenorrhea", "faktor menangani dismenore,", "menangani JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 4 Juli 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi dismenore", "swamedikasi". Setelah mendapatkan artikel, maka dilanjutkan penggunaan kriteria inklusi dan ekslusi seperti bahasa Indonesia atau Inggris, tersedia secara terbuka . pen acces. , dapat diakses dalam bentuk teks lengkap, diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025. Penelitian ini dibuat dari bulan Januari sampai April 2025. Penelitian ini telah melalui proses kaji etik FKM UMJ dengan nomer kaji etik 10. C/KEPK-FKMUMJ/V/2025. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1 Daftar Literatur yang Digunakan dalam Penelitian No. Nama Penelitian Tiara Mayang Sari. Suprida. Rizki Amalia. Satra Yunola Luluk Meylawati. Anggraeni Judul Faktor- Faktor yang Berhubungan Dengan Dismenore Pada Remaja Putri Kesimpulan Dari hubungan bermakna antara usia menstruasi . value = 0,021O 0,. , lama menstruasi . value = 0,029 O 0,. Riwayat keluarga . value = 0,003 O 0,. Kesimpulan ada hubungan bermakna antara usia menarche. Riwayat dismenore di MAN 1 OKU Tahun 2021. (Sari et al. Eka Hubungan Tingkat Jurnal Wacana Sikap seseorang dalam Fitri Pengetahuan Dan Kesehatan Volume mengatasi Sikap Dalam 6. Nomor 1. Juli bisa dipengaruhi oleh Mengatasi banyak hal antara lain Dismenorea Primer yaitu wawasan yang Pada Remaja dimilikinya, informasi orang terdekat, media komunikasi baik itu elektronik, tempat dia menuntut ilmu baik formal maupun agama. Sikap akan terbentuk dengan adanya peristiwa yang kita alami secara melibatkan hal-hal yang Informasi didapatkan dari orang yang kita anggap penting JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 Publikasi Jurnal `Aisyiyah Medika Volume 8. Nomor 2. Agustus Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 4 Juli 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi kita dalam mengatasi masalah secara tidak Sikap seseorang juga bisa dipengaruhi oleh adanya informasi dari media komunikasi baik cetak (Meylawati & Anggraeni. Linda Juwita Faktor Faktor yang Berhubungan Dengan Tingat Nyeri Dismenorea A Primer Pada Remaja Putri Jurnal Penelitian Kesehatan. Jilid 13. Nomor Desember 2023 Hasil antara usia menarche, dengan tingkat nyeri dismenore a primer pada remaja putri, dan antara siklus menstruasi dengan tingkat nyeri dismenore a primer Faktor dismenore adalah tinggi meningkatkan kontraksi. (Juwita, 2. Nurmaliza. Hubungan Yusmaharani. Rini Pengetahuan Hariani Ratih Dengan Perilaku Remaja Putri Tentang Mengatasi Dismenorea JOMIS ( Journal of Midwifery Scienc. Vol 6. No. Juli 2022 Hasil analisis bivariat 0,029 < 0,05. Hal ini dapat diartikan bahwa ada hubungan antara perilaku remaja putri Hasil analisis didapatkan nilai OR = 8,035 memiliki pengetahuan baik akan beresiko 8 kali berperilaku baik JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 4 Juli 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi (Nurmaliza et al. , 2. Arista Gunawati. Faktor- Faktor yang Jurnal Kesehatan Wenny Artanty Berhubungan Reproduksi Vol. Nisman Tingkat No. April 2021 Dismenore di SMP Negeri Yogyakarta Faktor-faktor adalah nyeri menarche, frekuensi dismenorea aktivitas pada siswi di salah satu SMP Negeri di Yogyakarta. Faktorfaktor berhubungan dengan adalah umur, status gizi, umur menarche anak, umur menarche ibu, siklus menstruasi, kondisi badan sebelum menstruasi, dan lama dismenorea pada siswi di salah satu SMP Negeridi Yogyakarta. Faktor-faktor adalah nyeri menarche, (Gunawati & Nisman, 2. Sri Haryati. Selpy Faktor- Faktor yang Agustin. Berhubungan Maidartati dengan Dismenore Pada Remaja di SMA Pemuda Banjaran Bandung Hasil antara status nutirisi dengan nilai p-value 0,01, tidak terdapat hubungan antara pola primer dengan nilain pvalue 0,810 dan nilai korelasi 0,24, terdapat riwayat keluarga dengan primer dengan nilai pvalue 0,03 dan terdapat JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 Jurnal Keperawatan BSI. Vol. Vi No. 1 April Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 4 Juli 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi primer dengan nilai pvalue 0,03. Sehingga status nutrisi, riwayat Sedangkan yang tidak (Hayati et , 2. Berliana Cahya Pengetahuan Sikap Usadha: Journal of Permata. Lilla dan Perilaku Pharmacy. Vol. Prapdhani Agni Remaja Purti No. 3, . Hajma Terhadap Swamedikasi Nyeri Haid (Dismenor. di SMA Negeri 3 Kota Cilegon Provinsi Banten Hasil menunjukkan adanya tingkat pengetahuan masingAamasing nilai p value sebesar 0,000. Nilai signifikansi 0,000 hubungan yang positif artinya semakin tinggi remaja putri SMA Negeri 3 Kota Cilegon terhadap swamedikasi nyeri haid . maka sikap dan perilakunya juga akan semakin tinggi, begitupun sebaliknya. (Cahya Permata et al. Lulu Mamlumah Faktor- Faktor yang Rosmiyanti Berhubungan Dengan Penanganan Nyeri Haid (Dismenohre. Pada Siswi Kelas VII MTs. ARRAHMAH JAKARTA TIMUR Hasil penelitian lebih dari separoh . %) siswi di MTs Ar-Rahmah Jakarta Timur Dan Lebih dari separoh %) siswi di MTs ArRahmah Jakarta Timur JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 Jurnal Kesehatan Rajawali Volume 11. No 1 Maret Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 4 Juli 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi Lebih separoh . %) siswi di MTs Ar-Rahmah Jakarta Timur tidak terpapar Lebih dari separoh . %) siswi di MTs Ar Rahmah Jakarta Timur tidak dapat menangani nyeri haid Berdasarkan penelitian faktor yang paling berperan dalam penanganan nyeri haid (Rosmayanti, 2. Devi Andra Gambaran Puspita. Hadi Pengetahuan dan Purwanto. Aby Penanganan Yazid Dismenore Pada Remaja Putri di Desa Ngrayung Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol. No. Juli 2022 Dari uraian diatas dapat penting bagi remaja putri untuk mengetahui Kurangnya penanganan dismenorea dikarenakan kurangnya kurangnya pendidikan Upaya yang dapat dilakukan remaja putri untuk seperti membaca dari bertanya kepada tenaga kesehatan, keluarga atau (Puspita, 2. Fikria Ramadani. Khoiriyah Parinduri. Nur Prevalensi dan Self- PROMOTOR Fitri Care Practice untuk Jurnal Mahasiswa Mengatasi Nyeri Kesehatan Resty Haid (Dismenor. Hasil Dari 27 orang remaja putri, 25 orang mengalami nyeri haid saat menstruasi dan JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 4 Juli 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi Jayanti. Eprilda pada Remaja Putri Masyarakat Vol. Prisella. Kayla di Pondok No. April 2023 Rahmawati Pesantren Darul Fallah melakukan praktik selfcare mengatasi nyeri haid. Nyeri haid merupakan umum terjadi pada remaja putri dalam upaya mengatasi nyeri melakukan praktik selfcare Penelitian digunakan sebagai data dasar dalam merancang self-care management mengurangi nyeri haid dengan efektif pada (Nur Ramadani et al. , 2. Annisa Sekar Fibriyan Putri. Elia Azani. Edi Sutarmanto Tingkat kalangan siswi SMA N 1 Susukan adalah baik . ,0%), cukup . ,0%), dan kurang . ,0%) di tunjukan pada tabel 2. Dan termasuk dalam kategori baik. Sedangkan pada tabel 3, tentang perilaku swamedikasi kalangan siswi SMA N 1 Susukan pada kategori positif . ,7%) dan negatif . ,3%). Dan termasuk dalam kategori perilaku positif. Jika penelitian sebelumnya, hanya ada dua tingkat pengetahuan yaitu, baik dan kurang baik. Hasil menunjukkan bahwa 83 ,2%) Hubungan Tingkat JIKA. Volume 8. Pengetahuan Nomor 2. Februari Terhadap Perilaku 2024 Swamedikasi Dismenorea pada Siswi SMAN Susukan JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 4 Juli 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi baik, dan 8 . ,8%) (Mayangsari et al. , 2. Titin Dewi Sartika Silaban. Sendy Pratiwi Rahmadhani. Merisa Riski Analisa Faktor yang Mempengaruhi Nyeri Menstruasi pada Remaja Putri Jurnal Kesehatan Terapan Volume 8. Nomor 1. Januari Hasil menunjukkan terdapat hubungan berat badan Kesimpulan penelitian ini adalah yang bermakna antara (Silaban et , 2. Samar Karout. Lama Soubra. Deema Rahme. Lina Karout. Hani M J Khojah and Rania Itani Prevalence. Risk Karout et al. BMC Factors, and WomenAos Health Management . Practices of Primary Dysmenorrhea Among Young Females Prevalensi PD adalah 80,9%. Sebagian besar menggambarkan nyeri haid mereka sedang . %) hingga parah . ,6%), yang secara signifikan memengaruhi aktivitas sehari-hari dan mereka (P < 0,. Utama faktor risiko yang menstruasi yang berat . asio peluang yang disesuaikan [AOR] = 10,. , riwayat keluarga PD (AOR = 2,. , riwayat upaya penurunan berat badan (AOR = 2,. , dan spesialisasi medis (AOR = 1,. Hanya 36,9% mencari nasihat medis Sebagian besar . ,4%) JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 4 Juli 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi untuknmanajemen PD, dan luar biasa tidak ada kontrasepsi hormonal. Obat digunakan untuk PD adalah asam mefenamat . ,2%), . %), dan parasetamol . ,5%), yang diberikan ketika rasa sakit dimulai . ,2%). Semua obat secara signifikan efektif dalam mengurangi skor nyeri (P = 0,. , dan sebagian besar NSAID lebih kuat daripada mengelola PD (P = 0,. (Karout et al. Saida Saida. Wa Ode Syahrani Hajri. Arfiyan Sukmadi Frequency and J Dow Univ Health Factors Associated Sci 2024. Vol. Primary Dysmenorrhea Adolescents Living in Kendari City. Indonesia: A Crosectional Study JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 Dari total 173 gadis remaja, usia rata-rata adalah 13,23 A0,78 Dismenore primer diamati pada 44 ,4%) Hubungan ditemukan dengan usia . ilai-p <0,. , . ilai-p <0,. , dan olahraga . ilai-p 0,. Risiko adalah 7,16 kali lebih tinggi secara signifikan pada remaja yang tidak mengalami menstruasi pada usia 14-15 tahun . OR 7,16, 95%CI 3,32 hingga 15,45, nilaip<0,. Demikian pula, remaja dengan pendapatan keluarga di bawah upah minimum provinsi adalah 7,77 kali mengalami dismenore primer . OR 7,77, 95% Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 4 Juli 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi CI 3,42 hingga 17,64, nilai-p<0,. Lebih jauh, risiko dismenore primer kira-kira tiga kali signifikan pada remaja yang tidak melakukan olahraga . OR 2,76, 95% CI 1,35 hingga 5,65, nilaip 0,. (Saida et al. Mila Karmila. Hubungan Jurnal Ners Hermanto. Kristin Pengetahuan Volume 8 Nomor 2 Rosela Dengan Perilaku Tahun 2024 Remaja Putri Dalam Mengatasi Dismenorea SMPN 2 Mentaya Hilir Selatan Hasil didapatkan pengetahuan dengan kategori cukup sebanyak 26 . ,8%), kurang 11. ,4%), baik 8 . ,8%). Perilaku positif dalam mengatasi 31. ,9 %) dan perilaku negatif 14 . ,1 %). Hasil pengetahuan dengan perilaku remaja putri dismenore dengan pvalue 0,000. Disarankan melalui berbagai metode pemberian leaflet, poster dan booklet. (Mengatasi et al. , 2. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari tabel 1 yang mencangkup 15 jurnal penelitian. Sebagian besar penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia menarche, durasi menstruasi, riwayat keluarga, serta pengetahuan remaja tentang penanganan dismenore dengan perilaku remaja putri dalam menghadapi dismenore. Pengetahuan yang baik ternyata dapat meningkatkan resiko hingga delapan kali lipat bagi remaja putri untuk berperilaku positif dalam mengatasi dismenore dan menjalankan praktik self-care, baik melalui metode farmakologi maupun non-farmakologi guna mengurangi nyeri haid. Meski demikian, beberapa jurnal juga menyatakan tidak adanya hubungan antara usia menarche dan durasi menstruasi dengan tingkat nyeri dismenore primer pada remaja putri. Selain itu, faktor-faktor lain seperti umur, status gizi, siklus menstruasi, kondisi fisik sebelum menstruasi, serta lama dismenore ternyata juga tidak berhubungan dengan tingkat dismenore dalam beberapa penelitian. JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 4 Juli 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi Salah satu tanda bahwa seorang wanita mulai memasuki masa pubertas adalah munculnya menstruasi. Menstruasi adalah proses keluarnya lapisan endometrium yang disertai oleh ovum yang tidak dibuahi, berbentuk cairan darah dari saluran reproduksi. Di antara berbagai gangguan kesehatan reproduksi yang berkaitan dengan mentruasi, dismenore menjadi salah satu yang cukup umum. Gangguan menstruasi yang dialami perempuan juga beragam, seperti Pre Menstruasi Syndrome (PMS), amenore, poligomenore, dan oligomenore, serta Dismenore sendiri merupakan kondisi yang ditandai oleh berbagi gejala saat menstruasi, termasuk nyeri perut, kram, dan sakit di bagian punggung bawah. Kondisi ini dapat dibagi menjadi tiga derajat, yaitu ringan, sedang, dan berat. (Sari et al. , 2. Selama siklus menstruasi, banyak remaja putri yang mengalami berbagai perubahan fisik dan emosional, serta kram perut. Salah satu perubahan fisik yang umum terjadi adalah timbulnya nyeri atau kram perut menjelang menstruasi. Rasa nyeri menstruasi sering kali dialami pada harihari prtama menstruasi. Sebagian remaja putri mungkin menjalani menstruasi tanpa keluhan, tetapi tidak sedikit dari mereka yang merasakan ketidaknyamanan, yang sering dikenal sebagai (Nurmaliza et al. , 2. Sebagai remaja, khususnya remaja putri, mereka akan mendapatkan pemahaman mengenai menstruasi dan berbagi permasalahan yang menyertainya, termasuk nyeri haid, melalui informasi yang disampaikan di sekolah. Selain itu, media elektronik saat ini juga telah menyediakan beragam infromasi mengenai isu-isu reproduksi remaja. Dengan demikian, semakin banyak informasi yang diterima oleh remaja, semakin tinggi pula tingkat pengetahuan yang mereka miliki. Pernyataan ini sejalan dengan teori yang diungkapkan oleh Notoatmodjo, yang menyatakan bahwa pendidikan dan media massa merupakan faktor penting yang mempengaruhi pengetahuan seseorang. (Selvia & Amru, 2. Remaja putri yang mengalami nyeri haid pada saat menstruasi seringkali melakukan praktik self-care, baik dengan metode farmakologi maupun non-farmakologi, untuk meredakan rasa sakit tersebut. Nyeri haid merupakan masalah yang umum dialami oleh remaja putri, dan mereka biasanya berusaha untuk mengatasinya melaluui praktik self-care. Beberapa cara yang sering dilakukan oleh remaja putri untuk mengatasi nyeri saat menstruasi dengan metode nonfarmakologi antara lain adalah menggunakan kompres botol hangat, mandi dengan air hangat, atau minum minuman hangat yang kaya kalsium. Mereka juga tidak jarang melakukan pijatan lembut di area perut atau pinggang yang terasa sakit, serta melakukan pernapasan dalam secara perlahan untuk relaksasi. Namun, ada juga yang memilih untuk tidur sebagai cara mengatasi nyeri, sementara Sebagian lainnya lebih memilih untuk membiarkannya berlalu. Setiap remaja putri yang mengalami dismenore memiliki cara yang berbeda-beda dalam mengatasi masalah tersebut, sesuai dengan kenyamanan dan kebutuhan masing-masing untuk menjaga aktivitas (Nurmaliza et al. , 2. KESIMPULAN Berdasarkan hasil tinjauan dari 15 jurnal yang telah disebutkan, dapat disimpulkan bahwa remaja putri memperoleh informasi mengenai pengetahuan tentang menstruasi dan berbagai masalah yang menyertainya, termasuk nyeri haid . , melalui orang-orang terdekat seperti keluarga atau dari media sosial. Untuk mengatasi nyeri haid ini, mereka mengadopsi dua pendekatan: pertama, metode farmakologi, yang melibatkan pemberian obat kedua, metode non-farmakologi, seperti menggunakan kompres botol hangat di perut. Oleh karena itu, penting untuk memberikan edukasi tentang metode farmakologi agar dapat meminimalkan risiko efek samping, seperti kecanduan obat, diare, komplikasi ginjal, kerusakan hati, gangguan tidur, dan masalah pencernaan. JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 4 Juli 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi DAFTAR PUSTAKA