Jurnal Semeru Vol. No. November 2025 E-ISSN : 3047-6518 Halaman : 255-261 Melestarikan Kesenian Reog Cemandi Melalui Kegiatan Gema Ria Cemandi Sebagai Upaya Eksistensi Budaya Lokal Di Kalangan Masyarakat. Terutama Generasi Muda Dita Ayuna Septin1. Qurrota AAoyun Dwitama Dermawan2. Ratna Setyarahajoe3. SyafiAoi4 Fakultas Ilmu Komunikasi dan Ilmu Politik, 2Fakultas Hukum, 4Fakultas Ekonomi & Bisnis 1,2,3,4 Universitas Bhayangkara. Surabaya. Indonesia email : ditaubhara@gmail. com, 2ayyunqurrota61@gmail. com, 3ratna@ubhara. syafii@ubhara. ABSTRACT Ae Community Service Program (KKN) is a form of student community service that aims to integrate academic knowledge with real-world practice. Cemandi Village. Sidoarjo Regency, has a rich local culture in the form of Reog Cemandi art which has historical and philosophical value, but the level of knowledge and awareness of the younger generation towards this art is still relatively low. Therefore, this KKN activity was carried out with the main work program of Gema Ria Cemandi as an effort to preserve and reintroduce Reog Cemandi art to the community, especially the younger The method of implementing the activity was carried out through several stages, namely the preparation stage, planning and counseling, direct practice, and evaluation. The form of activity included socialization to the community, cultural education in schools through making collages and Reog Cemandi mask crafts, and holding an art performance featuring Reog Cemandi as the highlight of the event. The results of the activity showed an increase in knowledge, awareness, and enthusiasm of the younger generation and the community towards the importance of preserving local arts. This activity also received support from village officials and active participation from residents, thus strengthening the sense of togetherness and pride in the cultural identity of Cemandi Village. Thus, this local arts-based KKN program is expected to be a sustainable initial step in maintaining the existence of Reog Cemandi so that it remains sustainable and is passed down to future generations amidst the development of the times. Keywords: Arts, preservation, culture, community, and reog Keywords: Arts, preservation, culture, society, and reog ABSTRAK Ae Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang bertujuan untuk mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan praktik nyata di lapangan. Desa Cemandi. Kabupaten Sidoarjo, memiliki kekayaan budaya lokal berupa kesenian Reog Cemandi yang memiliki nilai historis dan filosofis, namun tingkat pengetahuan dan kepedulian generasi muda terhadap kesenian tersebut masih tergolong rendah. Oleh karena itu, kegiatan KKN ini dilaksanakan dengan program kerja utama Gema Ria Cemandi sebagai upaya pelestarian dan pengenalan kembali kesenian Reog Cemandi kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu tahap persiapan, perencanaan dan penyuluhan, praktik langsung, serta evaluasi. Bentuk kegiatan meliputi sosialisasi kepada masyarakat, edukasi budaya di sekolah melalui pembuatan kolase dan kerajinan topeng Reog Cemandi, serta penyelenggaraan pentas seni yang menampilkan Reog Cemandi sebagai puncak acara. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, kesadaran, dan antusiasme generasi muda serta masyarakat terhadap pentingnya pelestarian kesenian lokal. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari perangkat desa dan partisipasi aktif warga, sehingga mampu memperkuat rasa kebersamaan dan kebanggaan terhadap identitas budaya Desa Cemandi. Dengan demikian, program KKN berbasis kesenian lokal ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam menjaga eksistensi Reog Cemandi agar tetap lestari dan diwariskan kepada generasi penerus di tengah perkembangan zaman. Kata Kunci: Kesenian, pelestarian, budaya, masyarakat, dan reog Jurnal Semeru : https://ejournal. id/semeru Doi : https://doi. org/10. 55499/semeru. Jurnal Semeru Vol. No. November 2025 E-ISSN : 3047-6518 Halaman : 255-261 PENDAHULUAN Secara umum. KKN adalah program yang dirancang untuk menghubungkan teori yang dipelajari di perguruan tinggi negeri maupun swasta dengan praktik langsung di lapangan. KKN melibatkan mahasiswa untuk menjalankan program kerja yang telah dirancang bersama timnya. Pada umumnya program ini berlangsung 1-3 bulan, akan tetapi tergantung dengan masing-masing kebijakan perguruan tinggi. Program KKN memiliki tujuan utama untuk mengintegrasikan pengabdian kepada masyarakat dengan pengembangan keterampilan mahasiswa. Melalui KKN, mahasiswa dapat memahami secara langsung dinamika sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat, sekaligus mengasah keterampilan praktis seperti komunikasi, pemecahan masalah, dan kerja tim. Mahasiswa KKN juga berperan sebagai agen perubahan dengan merancang dan melaksanakan program pelestarian budaya daerah, mengedukasi masyarakat mengenai budaya lokal, serta mempromosikannya melalui kegiatan dan media digital agar tetap lestari dan bernilai bagi masyarakat. Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman budaya, baik berupa seni, adat istiadat, maupun tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Kekayaan budaya yang dimiliki oleh sebuah daerah merupakan sebuah identitas sekaligus kekayaan intelektual yang harus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat. Salah satu daerah yang memiliki kesenian ialah Desa Cemandi. desa tersebut memiliki kesenian Reog Cemandi. Kesenian tersebut menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat setempat dan memiliki nilai historis serta filosofi yang tinggi. Akan tetapi realitas di lapangan menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda terhadap pentingnya pelestarian kesenian Reog Cemandi masih tergolong rendah. Minimnya pemahaman mengenai asal-usul, makna, dan nilai budaya yang terkandung dalam kesenian tersebut menyebabkan Reog Cemandi kurang dikenal dan berpotensi tergerus oleh perkembangan zaman. Setelah melakukan observasi di Desa Cemandi dan keadaan di lingkungan tersebut, perlu dilakukan upaya konkret untuk mengembangkan dan memperkenalkan kembali Kesenian Reog Cemandi kepada masyarakat luas, terutama generasi muda. Kegiatan Gema Ria Cemandi yang dilaksanakan melalui program KKN menjadi salah satu sarana strategis dalam upaya pelestarian budaya lokal. Selain itu, kegiatan perlombaan pembuatan topeng, kolase Reog Cemandi, penampilan seni Reog Cemandi, serta pembuatan papan informasi mengenai sejarah dan asal-usul kesenian tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta, kebanggaan, dan kepedulian masyarakat terhadap budaya lokal yang dimiliki. Dalam pelaksanaan KKN Kelompok 005 Cemandi Arum dengan program kerja utama untuk melestarikan kesenian budaya lokal, mahasiswa berperan sebagai inisiator, fasilitator, dan agen Mahasiswa menginisiasi kegiatan pelestarian budaya agar kesenian lokal Reog Cemandi tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi muda. Selain itu, mahasiswa juga berperan sebagai fasilitator edukasi dengan memberikan pendampingan dan penyadaran kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga budaya sebagai identitas daerah. Kami juga berperan dalam mempromosikan kesenian budaya lokal melalui digital dan kerja sama dengan pihak desa, sehingga kesenian Reog Cemandi tidak hanya lestari, tetapi juga memiliki nilai sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Program ini tidak hanya berfokus pada aspek hiburan semata, tetapi juga mengedepankan unsur edukasi dan partisipasi aktif masyarakat. Dengan melibatkan generasi muda secara langsung dalam kegiatan seni dan budaya, diharapkan tercipta kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga dan melestarikan kesenian Reog Cemandi sebagai bagian dari kekayaan intelektual desa. Oleh karena itu, pengembangan dan pengenalan kesenian Reog Cemandi melalui kegiatan Gema Ria Cemandi menjadi salah satu langkah nyata dalam upaya pelestarian budaya lokal yang Jurnal Semeru : https://ejournal. id/semeru Doi : https://doi. org/10. 55499/semeru. Jurnal Semeru Vol. No. November 2025 E-ISSN : 3047-6518 Halaman : 255-261 METODE PELAKSANAAN Kegiatan KKN ini dilaksanakan di Desa Cemandi. Kecamatan Gedangan. Kabupaten Sidoarjo dalam periode 28 November Ae 08 Desember 2025. Mitra kegiatan dalam kegiatan ini di antaranya, perangkat Desa Cemandi. Pelaksanaan program kerja ini dilakukan dengan beberapa tahapan, sebagai berikut: Tahap Persiapan Pada tahap ini, mahasiswa perlu melakukan pembekalan dan koordinasi internal untuk memahami pedoman KKN, menyamakan visi, serta membagi tugas dalam kelompok. Selanjutnya, mahasiswa melakukan observasi dan pemetaan kondisi desa dengan mengumpulkan data sosial, budaya, ekonomi dan lingkungan melalui survei serta komunikasi dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat. Mahasiswa juga mengurus perizinan dan menjalin komunikasi dengan pihak terkait guna mendapatkan dukungan dalam pelaksanaan KKN. Tahap Perencanaan dan Penyuluhan Tahap ini merupakan proses penentuan program kerja berdasarkan hasil observasi kondisi desa, termasuk penetapan tujuan, sasaran, jadwal, dan metode pelaksanaan kegiatan. Pada tahap ini, mahasiswa juga melakukan penyuluhan kepada masyarakat untuk memberikan pemahaman, meningkatkan kesadaran, serta mengajak partisipasi aktif warga agar program KKN dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. Tahap Praktik Langsung Tahap praktik langsung untuk program kerja kami yaitu melaksanakan kegiatan pelestarian seni budaya lokal secara nyata di masyarakat, khususnya generasi muda. Mahasiswa terlibat langsung dalam pendampingan penampilan pentas seni Reog Cemandi, pembuatan kerajinan topeng Reog Cemandi, serta kreativitas kolase topeng Reog Cemandi yang dilakukan oleh generasi muda di desa tersebut agar kesenian lokalnya tetap lestari. Tahap Evaluasi Tahap evaluasi dalam KKN dilakukan untuk meninjau sejauh mana program kerja telah berjalan sesuai dengan rencana dan tujuan yang telah ditetapkan. Pada tahap ini, mahasiswa menganalisis pencapaian kegiatan sejauh mana, tingkat partisipasi masyarakat, serta perubahan yang terjadi, kemudian menyusun laporan dan rekomendasi sebagai dasar pengembangan program serupa di kemudian hari. Secara keseluruhan, pelaksanaan KKN melalui tahapan yang sistematis ini diharapkan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. Kegiatan yang dilakukan tidak hanya memberi dampak positif bagi masyarakat desa, khususnya dalam pelestarian kesenian budaya lokal, tetapi juga menjadi pengalaman pembelajaran bagi mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan, tanggung jawab, dan peran sosial di tengah masyarakat. HASIL DAN PEMBAHASAN Persiapan Desa Cemandi. Kecamatan Sedati. Kabupaten Sidoarjo, merupakan desa yang memiliki kekayaan budaya dan kesenian lokal yang masih terjaga hingga saat ini. Salah satu kesenian tradisional yang menjadi ciri khas Desa Cemandi adalah Reog Cemandi, yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai simbol identitas budaya dan sarana pelestarian nilai-nilai kearifan lokal masyarakat. Dalam pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa melakukan tahap persiapan melalui observasi lapangan untuk mengetahui kondisi sosial, budaya, serta potensi desa yang dapat Jurnal Semeru : https://ejournal. id/semeru Doi : https://doi. org/10. 55499/semeru. Jurnal Semeru Vol. No. November 2025 E-ISSN : 3047-6518 Halaman : 255-261 Berdasarkan hasil observasi dan diskusi dengan perangkat desa, tokoh masyarakat, serta pelaku seni setempat, ditemukan bahwa kesenian Reog Cemandi memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat, namun memerlukan dukungan kegiatan yang mampu meningkatkan minat dan partisipasi generasi muda agar kesenian tersebut tetap lestari di tengah perkembangan zaman. Selain itu, kegiatan seni juga dinilai efektif sebagai media untuk mempererat hubungan sosial antar warga serta meningkatkan rasa kebersamaan dalam masyarakat Desa Cemandi. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa pelaksana KKN berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk merancang program kerja utama di bidang kesenian, yaitu penyelenggaraan acara pentas seni Reog Cemandi. Program ini dipilih sebagai upaya pelestarian budaya lokal sekaligus sebagai sarana edukasi dan hiburan bagi Tahap persiapan kegiatan meliputi perencanaan konsep acara, penentuan waktu dan lokasi pelaksanaan, pembagian tugas antar anggota KKN, serta koordinasi dengan kelompok seni Reog Cemandi dan pihak-pihak terkait lainnya. Selain itu, persiapan juga mencakup penyusunan kebutuhan teknis seperti perizinan, perlengkapan panggung, tata suara, serta publikasi kegiatan kepada masyarakat agar acara dapat dihadiri secara luas. Dengan persiapan yang matang dan kerja sama yang baik antara mahasiswa KKN, pemerintah desa, serta masyarakat setempat, diharapkan kegiatan pentas seni Reog Cemandi dapat terlaksana dengan lancar, memberikan dampak positif bagi pelestarian budaya, serta memperkuat rasa cinta masyarakat terhadap kesenian tradisional Desa Cemandi. Perencanaan dan Penyuluhan Pada sesi perencanaan dan penyuluhan merupakan proses penentuan dan pematangan program kerja KKN berdasarkan hasil observasi kondisi Desa Cemandi. Pada tahap ini, mahasiswa KKN menetapkan tujuan, sasaran, jadwal, serta metode pelaksanaan kegiatan, khususnya untuk program kerja utama berupa pentas seni Gema Ria Cemandi. Perencanaan dilakukan secara terstruktur melalui koordinasi internal tim KKN serta komunikasi dengan perangkat desa dan pihak terkait guna memastikan kegiatan dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat setempat. Sebagai bentuk penyuluhan dan sosialisasi awal, mahasiswa KKN melakukan kegiatan berkeliling desa untuk menyapa warga sekaligus menyampaikan informasi mengenai rencana penyelenggaraan pentas seni Gema Ria Cemandi. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan program kepada masyarakat secara langsung, membangun kedekatan emosional dengan warga, serta mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam menyukseskan acara tersebut. Gambar 1. Penyuluhan Kepada Warga Desa Setempat Selain itu, setiap pelaksanaan program kerja sampingan atau tambahan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk menginformasikan kembali mengenai pentas seni Gema Ria Cemandi. Penyampaian informasi ini dilakukan secara informal namun Jurnal Semeru : https://ejournal. id/semeru Doi : https://doi. org/10. 55499/semeru. Jurnal Semeru Vol. No. November 2025 E-ISSN : 3047-6518 Halaman : 255-261 berkelanjutan agar masyarakat semakin mengenal kegiatan tersebut dan memiliki ketertarikan untuk hadir serta mendukung pelaksanaannya. Tahap penyuluhan juga dilaksanakan melalui kegiatan edukatif di MI Negeri 2 Sidoarjo dengan melakukan demonstrasi mengenai kesenian dan budaya lokal. Mahasiswa KKN memperkenalkan kesenian Reog Cemandi kepada siswa melalui kegiatan kreatif berupa pembuatan kolase topeng Reog Cemandi serta pembuatan kerajinan topeng Reog Cemandi bersama anak-anak Desa Cemandi. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai kecintaan terhadap budaya lokal sejak usia dini, meningkatkan kreativitas anak-anak, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian kesenian tradisional. Melalui rangkaian perencanaan dan penyuluhan ini, diharapkan program KKN dapat berjalan efektif, mendapat dukungan masyarakat, serta memberikan dampak yang berkelanjutan bagi pelestarian budaya Desa Cemandi. Gambar 3. Hasil Karya Pembuatan Kolase Topeng Reog Cemandi dan Demonstrasi Kesenian Budaya Lokal di MI Negeri 2 Sidoarjo Gambar 4. Pembuatan Kesenian Topeng Reog Cemandi dari Tanah Liat dan Clay Praktik Langsung Tahapan ini merupakan implementasi dari program kerja yang telah dirancang sebelumnya. Mahasiswa KKN melaksanakan program kerja utama, yaitu Gema Ria Cemandi sebagai wadah pelestarian dan pengembangan kesenian budaya lokal. Sebelum pembukaan resmi acara Gema Ria Cemandi, salah satu mahasiswa KKN menampilkan tarian tradisional khas Banyuwangi, yaitu Tari Jejer Jaran Dawuk sebagai pembuka kegiatan sekaligus bentuk pengenalan ragam budaya Nusantara kepada masyarakat. Dalam pelaksanaannya. Gema Ria Cemandi tidak hanya dihadiri oleh anak-anak yang Jurnal Semeru : https://ejournal. id/semeru Doi : https://doi. org/10. 55499/semeru. Jurnal Semeru Vol. No. November 2025 E-ISSN : 3047-6518 Halaman : 255-261 menjadi salah satu unsur utama dalam acara ini, tetapi juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Acara ini dihadiri oleh beberapa perangkat desa serta perwakilan organisasi lain yang ada di Desa Cemandi. Antusiasme masyarakat juga terlihat dari banyaknya warga yang berdatangan untuk menyaksikan rangkaian kegiatan. Kehadiran dari berbagai unsur masyarakat tersebut menunjukkan adanya dukungan dan apresiasi terhadap upaya pelestarian budaya lokal yang dilakukan melalui program KKN. Puncak acara dari kegiatan Gema Ria Cemandi adalah penampilan Reog Cemandi yang menjadi daya tarik utama sekaligus simbol identitas budaya desa. Selain menampilkan kesenian utama, kegiatan ini juga dilengkapi dengan acara pendamping, yaitu penampilan karya seni berupa topeng Reog Cemandi dari tanah liat yang telah dibuat bersama anakanak desa dalam kegiatan edukasi sebelumnya. Gambar 5. Penampilan Reog Cemandi Melalui rangkaian kegiatan ini, mahasiswa KKN berperan sebagai fasilitator dalam menumbuhkan minat dan apresiasi masyarakat terhadap kesenian dan budaya lokal, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan serta kepedulian masyarakat terhadap pelestarian budaya Desa Cemandi. Evaluasi Melalui pelaksanaan pengabdian ini, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa kesenian lokal Reog Cemandi lebih banyak diketahui oleh kalangan dewasa, sedangkan di generasi muda hanya sebagian kecil yang mengetahui keberadaan dan makna kesenian tersebut. Minimnya pengetahuan generasi muda terhadap kesenian lokal menjadi salah satu tantangan dalam upaya pelestarian budaya di Desa Cemandi. Namun, dengan adanya kegiatan Gema Ria Cemandi, terlihat adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran generasi muda desa bahwa mereka memiliki kesenian tradisional yang bernilai dan perlu Selain mengenal kesenian Reog Cemandi secara umum, generasi muda juga memperoleh pengetahuan mengenai unsur-unsur penting dalam pertunjukan Reog Cemandi, termasuk keberadaan dua tokoh utama yang ditampilkan dengan topeng yang berbeda. Pengetahuan ini diharapkan dapat menumbuhkan ketertarikan dan rasa bangga terhadap kesenian lokal yang dimiliki. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap ke depannya kesenian Reog Cemandi dapat terus berkembang, dikenal lebih luas, serta diwariskan kepada generasi penerus sehingga kesenian tersebut tidak tenggelam oleh perkembangan zaman dan Jurnal Semeru : https://ejournal. id/semeru Doi : https://doi. org/10. 55499/semeru. Jurnal Semeru Vol. No. November 2025 E-ISSN : 3047-6518 Halaman : 255-261 SIMPULAN Pelaksanaan KKN di Desa Cemandi melalui program kerja utama Gema Ria Cemandi menunjukkan bahwa kegiatan berbasis kesenian dan budaya lokal dapat menjadi sarana yang efektif dalam upaya pelestarian budaya sekaligus pemberdayaan masyarakat. Melalui rangkaian tahapan yang meliputi persiapan, perencanaan dan penyuluhan, praktik langsung, serta evaluasi, mahasiswa KKN berperan sebagai inisiator, fasilitator, dan agen perubahan dalam mengenalkan kembali kesenian Reog Cemandi kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak-anak serta remaja mengenai keberadaan, nilai, dan unsur penting dalam kesenian Reog Cemandi, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga dan kepedulian terhadap budaya lokal yang dimiliki desa mereka. Antusiasme masyarakat, dukungan perangkat desa, serta keterlibatan berbagai unsur warga dalam kegiatan Gema Ria Cemandi menjadi indikator bahwa program ini diterima dengan baik dan memiliki dampak sosial yang positif. Oleh karena itu, kegiatan KKN berbasis kesenian lokal seperti Gema Ria Cemandi diharapkan dapat menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam menjaga eksistensi Reog Cemandi agar tetap lestari, berkembang, dan diwariskan kepada generasi penerus di tengah arus modernisasi. UCAPAN TERIMA KASIH Kami segenap mahasiswa KKN Universitas Bhayangkara Surabaya Kelompok 005 Cemandi Arum Tahun 2025 mengucapkan terima kasih kepada seluruh perangkat Desa Cemandi, terkhusus kepada Bapak Sholikhuddin yang telah menerima kami dengan tangan terbuka di saat kami membutuhkan bimbingan. Terima kasih yang sebesar-besarnya juga kami peruntukkan kepada dosen pembimbing kami, yaitu Dr. SyafiAoi. SE. Ak. BKP dan juga Dra. Ratna Setyarahajoe. Si yang tidak pernah lelah memberikan arahan dan bimbingan. Kepada warga dan anak-anak Desa Cemandi yang selalu antusias menantikan dan berpartisi. si dalam kegiatan kami, serta temanteman mahasiswa KKN Universitas Bhayangkara Cemandi Arum yang telah bekerja sama dengan baik selaku tim, teman, bahkan seperti keluarga. Semoga dari pengabdian ini bisa bermanfaat untuk kita dan menjadi bekal akan pengabdian berikutnya. REFERENSI