PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Yahya Zahid Ismail Dosen STIT Sunan Giri Trenggalek Email: yahyazahid08@gmail. Abstract Each type of management knowledge has specific characteristics regarding what . , how . and for what purpose . management knowledge is organized. The three are interrelated . In management knowledge, philosophy essentially provides a set of knowledge . body of related knowledg. to think effectively in solving management problems. This is the essence of management as a scientific discipline in solving organizational problems based on an intelligent approach. At first, management could not be said to be a theory because theory must consist of concepts that can systematically explain and predict what will happen and prove the predictions based on research. Having been studied for several centuries, management has qualified as a field of knowledge that systematically seeks to understand why and how people work together. The development of Islamic Education Management (MPI) science uses the development of an open development system, which means that MPI science is very open to scientific criticism from various scientific fields. By not abandoning the values that have been built into MPI itself. Keywords: Development. Science and Management of Islamic Education Abstrak Setiap jenis pengetahuan manajemen mempunyai ciri-ciri yang spesifik mengenai apa . , bagaimana . dan untuk apa . pengetahuan manajemen tersebut disusun. Ketiganya saling berkaitan . Di dalam pengetahuan manajemen, falsafah pada hakikatnya menyediakan seperangkat pengetahuan . body of related knowledg. untuk berpikir efektif dalam memecahkan 30 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 masalah-masalah manajemen. Ini merupakan hakikat manajemen sebagai suatu disiplin iklmu dalam mengatasi masalah organisasi berdasarkan pendekatan yang intelegen. Pada awalnya manajemen belum dapat dikatakan sebagai teori karena teori harus terdiri dari konsep-konsep yang secara sistematis dapat menjelaskan dan meramalkan apa yang akan terjadi dan membuktikan ramalan itu berdasarkan penelitian. Setelah dipelajari selama beberapa zaman, manajemen telah memenuhi persyaratan sebagai bidang pengetahuan yang secara sistematik berusaha memahami mengapa dan bagaimana orang-orang bekerja sama. Pengembangan ilmu pengetahuan Manajemen Pendidikan Islam (MPI), merupakan menggunakan pengembangan open development system, yang artinya bahwa ilmu pengetahuan MPI sangat terbuka dengan kritik ilmiah dari berbagai macam bidang keilmuan. Dengan tidak meninggalkan nilai-nilai yang telah dibangun dalam MPI itu sendiri. Kata kunci: Pengembangan. Ilmu Pengetahuan, dan Manajemen Pendidikan Islam PENDAHULUAN Filsafat merupakan suatu ilmu pengetahuan yang bersifat ekstential yang artinya sangat erat hubungannya dengan kehidupan kita sehari-hari. Bahkan, dapat dikatakan filsafatlah yang menjadi penggerak kehidupan kita sehari-hari sebagai manusia pribadi maupun sebagai manusia kolektif dalam bentuk masyarakat atau bangsa. Ilmu pengetahuan pun tidak bisa terlepas dari filsafat, hal ini dapat dibuktikan dengan adanya fakta yang salah satunya berisi hukum-hukum alam yang diperoleh dari sains juga tidak bisa dianggap memiliki kebenaran kekal. Kurang diterimanya filsafat dikalangan masyarakat Islam pada umumnya dimungkinkan karena penggaruh pemikiran salah satu pemikir yang dianggapnya sebagai pembunuh pemikiran al-QurAoan. Dewasa ini banyak sudah dari para kalangan cendekiawan dan para ahli pikir melakukan kajian tentang filsafat, baik tentang agama Islam, pendidikan Islam ataupun bidang ilmu lainnya, walaupun dalam bahasanya 31 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 masih banyak kekaburan makna yang nantinya membuat para pembaca kurang dapat memahami dari kajian filsafat sesungguhnya. Kajian-kajian filsafat yang dilakukan telah mampu merubah sedikit demi sedikit sudut pandang para pemerhati pendidikan, khususnya pendidikan agama Islam. Sehingga pencapaian dari tujuan akhir pendidikan agama Islam yang menjadi pokok target tingkat keberhasilan dari mutu pendidikan dapat telah dan dikembangkan, sehingga pendidikan agama Islam tak lagi menghindar dalam pencarian makna dan hakikat pendidikan agama Islam itu sendiri. Pada dasarnya filsafat ilmu bertugas memberi landasan filosofi untuk minimal memahami berbagai konsep dan teori suatu disiplin ilmu, sampai membekali kemampuan untuk membangun teori ilmiah. Secara subtantif fungsi pengembangan tersebut memperoleh pembekalan dan disiplin ilmu masing-masing agar dapat menampilkan teori subtantif. Selanjutnya secara teknis dihadapkan dengan bentuk metodologi, pengembangan ilmu dapat mengoperasionalkan pengembangan konsep ilmu, dan teori ilmiah dari disiplin ilmu masing-masing. Sedangkan kajian yang dibahas dalam filsafat ilmu adalah meliputi hakekat . pengetahuan, artinya filsafat ilmu lebih menaruh perhatian terhadap problem-problem mendasar ilmu pengetahuan seperti. ilmu, epistimologi ilmu dan aksiologi ilmu. Dari ketiga landasan tersebut, bila dikaitkan dengan ilmu pengetahuan maka letak filsafat ilmu itu terletak pada ontologi dan epistimologinya. Ontologi disini titik tolaknya pada penelaahan ilmu pengetahuan yang didasarkan atas sikap dan pendirian filosofis yang dimiliki seorang ilmuwan. Jadi, landasan ontologi ilmu pengetahuan sangat tergantung pada cara pandang ilmuwan terhadap Manakala realitas yang dimaksud adalah materi, maka lebih terarah pada ilmu-ilmu empiris. Manakala realitas yang dimaksud adalah spirit atau roh, maka lebih terarah pada ilmu-ilmu humanoria. Sedangkan epistimologi titik tolaknya pada penelaahan ilmu pengetahuan yang di dasarkan atas cara dan prosedur dalam memperoleh Dari penjelasan diatas kita dapat mengetahui bahwa kedudukan filsafat ilmu dalam ilmu pengetahuan terletak pada ontologi dan Yatimin A. Studi Islam Kontemporer (Jakarta: Amzah, 2. , hlm. 32 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 epistemologinya ilmu pengetahuan tersebut. Ontologi titik tolaknya pada penelaahan ilmu pengetahuan yang didasarkan atas sikap dan pendirian filosofis yang dimiliki seorang ilmuwan, jadi landasan ontologi ilmu pengetahuan sangat tergantung pada cara pandang ilmuwan terhadap Terdapat minat besar dalam manajemen pendidikan di bagian awal Hal ini karena kualitas kepemimpinan dipercaya secara luas membuat perbedaan yang signifikan kepada sekolah dan siswa. Di banyak bagian dunia, ada pengakuan bahwa sekolah membutuhkan pemimpin dan manajer yang efektif jika ingin memberikan pendidikan yang terbaik kepada para pelajar. Ketika ekonomi global mengalami resesi, pemerintah lebih menyadari bahwa aset utama mereka adalah orang-orang yang kompetitif dan semakin tergantung pada sebuah sistem pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja terampil. Hal ini memerlukan guru-guru yang terlatih dan berkomitmen, dan pada gilirannya, memerlukan kepemimpinan kepala sekolah yang sangat efektif dan dukungan lain manajer senior dan menengah (Bush, in pres. Bidang manajemen pendidikan adalah pluralis, dengan banyak kekurangan perspektif dan kesepakatan yang tak terhindarkan mengenai Salah satu kunci perdebatan adalah apakah manajemen pendidikan telah menjadi bidang yang berbeda atau hanya sebuah cabang studi yang lebih luas dari manajemen. Sementara pendidikan dapat belajar dari manajemen lain, manajemen pendidikan harus terpusat pada tujuan Tujuan ini memberikan arti penting arah untuk mendukung manajemen pendidikan. Kecuali keterkaitan antara tujuan dan manajemen pendidikan yang jelas dan dekat, ada resiko Managerialism, yakni AuPenekanan prosedur dengan mengorbankan tujuan pendidikan serta nilainilaiAu. (Bush, 1999:. PEMBAHASAN Open Development Ilmu Pengetahuan Sistem ini dimaksudkan untuk memberikan peluang bagi masuknya unsur-unsur baru, agar memungkinkan bagi kelangsungan keberadaan adanya sesuatu. Dengan sistem terbuka, penyelidikan akan lebih 33 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 verifikatif, sehingga lebih memungkinkan untuk mencapai tujuan yaitu kebenaran ilmiah. Sistem terbuka lebih banyak digunakan bagi objek penyelidikan kualitatif dan metode penyelidikan induktif. Ilmu pengetahuan sebagai sistem terbuka merupakan paham yang melawan dari sistem tertutup, paham ini didasari bahwa sebenarnya tidak ada sistem ilmu yang otonom. Jadi ilmu itu terbuka lebar, karena dihasilkan oleh konteks, yaitu oleh faktor entah psikis, social, atau bahkan ideologis. Istilah sistem terbuka sering dipakai, mula-mula untuk gejala tertentu, kemudian untuk seluruh bangunan ilmu. Antara lain oleh L. Von Bertalanfy dan K. Boulding, pada umumnya istilah ini diterapkan pada organisme hidup. Organisme hidup hanya ada bila: Bertahan dalam kemandirian Mengadakan penukaran terus-menerus dengan lingkungan Jasad . merupakan sistem sendiri yang ada lubang Terdapat pintu buat masukan untuk memasukkan makanan, tenaga . ntara lain cahay. dan informasi . ntara lain lewat Terdapat juga pintu keluaran untuk membuang sisa-sisa dan untuk mempengaruhi dunia luar . egiatan, antara lain tindakan Maka sistem bersifat amat luwes dan dinamis. Dari satu pihak diusahakan untuk mempertahankan diri, malah memperluas diri . ertumbuhan, perluasan daera. dari lain pihak. Karena pengaruh dari dunia luar selalu ada perubahan intern . daptasi dan asimilasi, yang terakhi ini lebih sebagai penyesuaian dunia luar kepada dirinya Mulai dari membentuk terumbu karang dan sarang-sarang sampai memetakkan bumi secara ilmiah oleh manusi. Bagi manusia istilah sistem terbuka mendapat arti yang lebih luas, boleh dikatakan bahwa seluruh kebudayaan manusiawi, termasuk pertanian, urbanisasi, permainan, aturan, susila, kesenia, dan agama merupakan bagian dari sistem terbuka manusiawi, termasuk juga ilmu-ilmu. Ilmu lebih daripada hanya cungkilan kebenaran teoritis Ilmu-ilmu merupakan serangkaian peta mengenai endapan pengetahuan, namun sekaligus memperluas kemungkinan agar manusia dapat menentukan kiblat. Manusia menyesusaian diri dalam ilmu . , namun menaklukan segi-segi dunianya . 34 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 Dalam arti ilmu merupakan bagian kebudayaan manusiawi bahwa bahkan bagian kebijakan manusiawi seluruhnya. 2 Jadi, kesimpulannya ilmu sebagai sistem terbuka adalah ilmu bersifat menerima apa saja yang ada karena ilmu dihasilkan berdasarkan oleh konteks, yaitu oleh faktor entah psikis, sosial atau bahkan ideologis. Close Development Ilmu Pengetahuan Sistem ini sesuai dengan namanya karena sistem ini tidak memungkinkan bagi masuknya unsur-unsur baru kedalamnya. Sistem ini banyak membantu langkah-langkah penyelidikan dalam hal penyusunan hipotesis sampai penyusunan kesimpulan dan sistem ini banyak berhubungan dengan objek yang bersifat kuantitatif dan metode penyelidikan deduktif. Misalnya, susunan alam semesta yang merupakan satu kesatuan ini terdiri atas unsur-unsur yang jumlah an jenisnya tetap tidak mengalami perubahan berupa pengurangan dan penambahan sejak dari mulanya sampai masa berakhirnya. Dapat difahami bahwa ilmu itu merupakan hal yang tidak bisa dipengaruhi oleh apapun baik dari lingkungan dan dari luar. Ilmu dikatakan sebagai hal yang murni dimana ilmu itu mempunyai kedudukan khas dan otonomi sendiri, jadi pengaruh-pengaruh yang datang itu seolah-seolah dikeluarkan melalui pintu-pintu lain dan ilmu pun utuh dan murni tanpa mendapat pengaruh apapun. Misalnya yang mempengaruhi dari luar, hal ini dilihat sebagai penyampaian fakta. Bapak postivisme yaitu A. Comte menulis: Setiap ilmu terdiri dari koordinasi fakta. Menurut Comte, makin maju ilmu-ilmu, fakta makin bergayut pada metode. Pada pendapat ini sebetulnya tidak terdapat ketegangan antara observasi dan teori. Terdapat masukan fakta dalam ilmu, akan tetapi hal itu tidak menimbulkan masalah mendasar untuk membatasi ilmu. Meskipun sistem tertutup ini mendapatkan tentangan dari lain tapi paham ini tetap kuat. 3 Jadi, kesimpulannya ilmu sebagai sistem tertutup itu ilmu mempunyai otonomi sendiri dan tidak bisa dipengaruhi oleh apapun dari luar dan lingkungan. Ibid. , 74-75. Van Peusen. Susunan Ilmu Pengetahuan Sebuah Pengantar (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Umum, 1. , hlm. 35 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 Pengembangan Ilmu Pengetahuan MPI Pengertian Ilmu Pengetahuan Secara etimologi, ilmu pengetahuan terdiri dari dua kata, yakni ilmu dan pengetahuan. Ilmu dalam bahas Arab, berasal dari kata Alama artinya mengecap atau memberi tanda. Sedangkan ilmu berarti 4 Sedangkan dalam bahasa Inggris ilmu berarti science, yang berasal dari bahasa latin scientia, yang merupakan turunan dari kata scire, dan mempunyai arti mengetahui . o kno. , yang juga berarti belajar . o lear. Dalam WebsterAos Dictionary disebutkan Possession of knowledge as distinguished from ignorance or knowledge attain trough study or practice. (Pengetahuan yang membedakan dari ketidaktahuan atau kesalah pengetahuan yang diperoleh melalui belajar atau b departemen of sistematiced knowledge as an object of study . he science of theolog. uatu bagian dari pengetahuan yang disusun secara sistematis sebagai salah satu objek studi . lmu teolog. Knowledge covering general truths of the operasion laws esp. obtained and tested through scientific method. such knowledge concerned with the physical word an its phenomena . engetahuan yang mencakup kebenaran umum atau hukum-hukum operasinal yang diperoleh dan diuji melalui metode pengetahuan yang memperhatikan dunia pisik dan gejalagejalanya . lmu pengetahuan alam. d system or method based or purporting to be based an scientific . uatu sistem atau metode atau pengakuan yang didasarkan pada prinsip-prinsip ilmia. Munawar. Kamus Al-Munawwar Arab Indonesia Terlengkap, ditelaah oleh KH. Ali MaAosum. KH. Zaenal Abidin (Surabaya Pustaka Progressif. CET. xiv, 1. , hlm. Supalan Suharsono. Filsafat Ilmu Pengetahuan (Makassar: Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin, 1. , hlm. 36 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 Sedangkan pengetahuan merupakan arti dari kata knowledge yang mempunyai arti. The fact or conditioning of knowing something whit familiriality gained through experience or association. (Kenyataan atau keadaan mengetahui sesuatu yang diperoleh secara umum melalui pengalaman atau kebenaran secara umu. The fact or conditioning of being aware of something. (Kenyataan atau kondisi manusia yang menyadari sesuat. The fact or condition of having information or of being learned. (Kenyataan atau kondisi memiliki informasi yang sedang . The sum of is known. the body of truth, information, and principels acquired by mankind. (Sejumlah pengetahuan. kepercayaan, informasi dan prinsip-prinsip yang diperoleh Konklusi dari pernyataan tersebut diatas. Ilmu diinterpretasikan sebagai salah satu dari pengetahuan yang diperoleh melalui metode ilmiah yang sistematis. Sedangkan pengetahuan diperoleh dari kebiasaan atau pengalaman sehari-hari. Dengan demikian ilmu lebih sempit dari pegetahuan, atau ilmu merupakan bagian dari Pengertian tersebut tidak jauh berbeda dari definisi yang dikemukakan oleh para ahli terminologi. Kata ilmu diartikan oleh Charles Singer sebagai proses membuat pengetahuan. Definisi yang hampir sama dikemukakan John Warfield yang mengartikan ilmu sebagai rangkaian aktivitas penyelidikan. Sedangkan pengetahuan menurut Zidi Gazalba merupakan hasil pekerjaan dari tahu yang merupakan hasil dari kenal, sadar, insaf, mengerti dan pandai. Pengetahuan menurutnya adalah milik atau isi fikiran. 6 Sedangkan pengertian ilmu pengetahuan sebagai terjemahan dari science, seperti dikatakan oleh Endang Saefuddin Anshori ialah: AuUsaha pemahaman manusia yang disusun dalam satu sistem mengenai kenyataan, struktur, pembagian, bagian-bagian dan Amsal. Bakhtiar. Filsafat Ilmu (Jakarta: Rajawali Perss, 2. , hlm. 37 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 hukum-hukum tentang hal-ihwal yang diselidiki . lam, manusia, dan agam. sejauh yang dapat dijangkau daya pemikiran yang dibantu penginderaan itu, yang kebenarannya diuji secara empiris, riset dan eksprimentalAy. Dari definisi tersebut diperoleh ciri-ciri ilmu pengetahuan yaitu. sistematis, generalitas . , rasionalitas, objektivitas, verifibialitas dan komunitas. Sistematis, ilmu pengetahuan disusun seperti sistem yang memiliki fakta-fakta penting yang saling Generalitas, kualitas ilmu pengetahuan untuk merangkum fenomena yang senantiasa makin luas dengan penentuan konsep yang makin umum dalam pembahasan sasarannya. Rasionalitas, bersumber pada pemikiran rasional yang mematuhi kaidah-kaidah logika. Verifiabilitas, dapat diperiksa kebenarannya, diselidiki kembali atau diuji ulang oleh setiap anggota lainnya dari masyarakat ilmuan. Komunitas, dapat diterima secara umum, setelah diuji kebenarannya oleh ilmuwan. Sedangkan yang menjadi objek ilmu pengetahuan dapat dibagi dua yaitu objek materi . aterial objec. dan objek fomal . ormal objec. Objek materi adalah sasaran yang berupa materi yang dihadirkan dalam suatu pemikiran atau penelitian. Didalamnya terkandung bendabenda materi ataupun non-materi. Bisa juga berupa hal-hal, masalahmasalah, ide-ide, konsep-konsep dan lain-lain. Objek formal yang berarti sudut pandang menurut segi mana suatu objek diselidiki. Objek formal menunjukkan pentingnya arti, posisi dan fungsi-fungsi objek dalam ilmu pengetahuan. Sebagai contoh pembahasan tentang objek materi AumanusiaAy. Dalam diri manusia terdapat beberapa aspek, seperti: kejiwaan, keragaan, keindividuaan dan juga kesosialan. Aspek inilah yang menjadi objek forma ilmu pengetahuan. Manusia dengan objek formalnya akan menghasilkan beberapa macam ilmu pengetahuan, misalnya biologi, fisikologi, sosiologi, antropologi dan lain-lain. Dengan kata lain ilmu pengetahuan adalah pengetahuan Mulyadi Kertanegara. Integrasi Ilmu. Sebuah Rekonstruksi Holistic (Jakarta. UIN Jakarta Press, 2. 38 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 tentang suatu objek yang diperoleh dengan metode ilmiah yang disusun secara sistematik sebagai sebuah kebenaran. Pengembangan Ilmu Pengetahuan Perjalanan sejarah pengembangan ilmu pengetahuan dari masa ke masa, semula adalah muncul di Yunani pada abad keenam sebelum Masehi. Ilmu pengetahuan yang banyak berkaitan dengan dunia materi pada waktu itu masih bersatu dengan dunia filsafat yang banyak memusatkan perhatiannya pada dunia metafisika . unia di balik mater. Ilmu dan filsafat masih berada dalam satu tangan. Phytagoras. Aristoteles. Ptolemy. Galen. Hyppocrates misalnya, mereka adalah di samping seorang filosof juga seorang ilmuwan. Ketika ilmu pengetahuan dan filsafat Yunani di ambil alih oleh para ilmuwan Muslim melalui penerjemahan karya-karya klasik Yunani secara besar-besaran ke dalam Bahasa Arab dan Persia di AuDarul HikmahAy (Rumah Ilmu Pengetahua. Bagdad pada abad keVi hingga abad ke-Xi Masehi, seperti: Abu Yahya al-Batriq berhasil menterjemahkan ilmu kedokteran dan filsafat Yunani karya besar Aristoteles dan Hyppocrates. Hunain Ibn Ishaq berhasil menterjemahkan buku: AuTimacusAy karya Plato, buku AuPrognotikAy karya Hyppocrates, dan buku AuAphorismeAy karya penting dari Galen. Ghasta Ibn Luka (Luk. al-BaAolabaki berhasil menterjemahkan ilmu kedokteran dan matematika hasil karya dari: Diophantus. Theodosius. Autolycus. Hypsicles. Aristarchus dan karya Heron. Dan juga Tsabit Ibn Qurra al-Harrani . berhasil menterjemahkan ilmu-ilmu kedokteran dan matematika Yunani karya besar dari: Apoloonius. Archimedes. Euclid. Theodosius. Ptolemy. Galen dan Eutocius. Pada masa periode Islam ini, kematerian ilmu pengetahuan yang semula hanya bersatu dengan dunia filsafat, akhirnya masuk pula kesatuan agama di dalamnya. Hal ini dapat dilihat pada para tokoh Muslim seperti: Ibn Rusyd. Ibn Sina, al-Ghazali, al-Biruni, al-Khindi, al-Farabi, al-Khawarizmi dan yang lainnya, mereka adalah disamping George Sarton. Introduction to The History of Science (Washington D. : The Carbegie Institute, 1. Vol. 3, hlm. 39 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 sebagai seorang filosof, ilmuwan juga seorang agamawan . eolog maupun ahli dalam bidang hukum Isla. Perkembangan ilmu pengetahuan selanjutnya, adalah terjadinya kilas balik transformasi Ilmu dari Timur (Isla. ke dunia Barat (Erop. Hal itu terjadi berkat kerja keras orang-orang Eropa yang belajar di Universitas-Universitas Andalusia. Cordova dan Toledo (Spanyol Isla. , seperti: Michael Scot. Robert Chester. Adelard Barth. Gerard dan Cremona dan yang lainnya. Terjadinya kerja sama IslamAeKristen di Sicilia yang pernah dikuasai Islam tahun 831 hingga tahun 1091, dimana Ibu Kota Sicilia pernah dijadikan tempat penterjemahan buku-buku karya ulama Muslim ke dalam bahasa Latin, sehingga melahirkan renaisans di Italia. 10 Juga terjadinya kontak IslamAeKristen selama perang salib. Sejak peristiwa ini, ilmu pengetahuan dan filsafat yang telah dikuasai oleh dunia Islam dibawa kembali ke dunia Barat (Erop. dan sebagai akibatnya. Eropa keluar dari masa kegelapan dan memasuki masa renaisans dan selanjutnya perkembangan ilmu pengetahuan memasuki abad modern dengan kemajuan teknologinya yang cepat dan spektakuler. Ilmu Pengetahuan Bebas Nilai dan Terikat Nilai Perdebatan apakah ilmu itu Aubebas nilaiAy dan netral atau sebaliknya terikat nilai dan tidak netral telah memiliki implikasi terhadap peran ilmuwan. Apakah peneliti dan objek yang diteliti harus dianggap terpisah atau keduanya harus dilibatkan sebagai instrumen perubahan sosial. Implikasinya apakah seorang ilmuan hanya bertugas untuk memotret realitas sosial itu secara apa adanya, berjarak, dan tidak bertanggungjawab atas realitas itu ataukah mereka bertanggungjawab atas perubahan sosial seperti yang dikehendaki. Pertentangan itu tidak akan pernah berakhir karena tidak ada kekuatan atau kekuasaan yang dapat melarang atau dapat menghukum Harun Nasutioan. Islam Rasional (Bandung: Mizan, 1. , hlm. Ibid. , 301-302. Sayyed Hossein Nasr. Science and Civilization in Islam (Cambridge: Harvard University Press, 1. , hlm. Jurnal Masyarakat & Budaya. Volume 17 No. 2 Tahun 2015, 111. 40 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 manusia dalam berpikir filsafat. Hal ini juga berpengaruh terhadap pengembangan ilmu pengetahuan. Perkembangan ilmu pengetahuan dalam sejarahnya tidak selalu melalui logika penemuan yang didasarkan pada metodologi objektivisme yang ketat. Ide baru bisa saja muncul berupa kilatan intuisi atau refleksi religius, di mana netralitas ilmu pengetahuan kemudian rentan permasalahan di luar Yaitu terikat dengan nilai subjektifitasnya seperti hal yang berbau mitologi. Dengan demikian netralitas ilmu semakin Dengan tahap perkembangan ilmu ini berada pada ambang kemajuan karena pikiran manusia tak tertundukkan pada akhirnya ilmu menjadi suatu kekuatan sehingga terjadilah dehumanisasi terhadap seluruh tatanan hidup manusia. Menghadapi fakta seperti ini ilmu pada hakekatnya mempelajari alam dengan mempertanyakan yang bersifat seharusnya, untuk apa sebenarnya ilmu itu dipergunakan, dimana batas wewenang penjelajahan keilmuan dan ke arah mana perkembangan keilmuan ini diarahkan. Pertanyaan ini jelas bukan urgensi bagi ilmuan seperti Copernicus. Galileo dan ilmuan seangkatannya, namun ilmuan yang hidup dalam abad kedua puluh yang telah dua kali mengalami perang dunia dan bayangan perang dunia ketiga. Pertanyaan ini tidak dapat dielakkan dan untuk menjawab pertanyaan ini maka ilmu berpaling kepada hakekat Setiap buah pikiran manusia harus kembali pada aspek ontologi, epistimologi, dan aksiologi. Hal ini sangat penting bahwa setelah tahap ontologi dan epistimologi suatu ilmu dituntut pertanyaan yaitu tentang nilai kegunaan ilmu . Dari sudut epistemologi, sains . lmu pengetahua. terbagi dua, yaitu sains formal dan sains Sains formal berada di pikiran kita yang berupa kontemplasi dengan menggunakan simbol, merupakan implikasiimplikasi logis yang tidak berkesudahan. Sains formal netral karena Inu Kencana Syafii. Pengantar Filsafat (Bandung: Refika Aditama, 2. , hlm. 41 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 berada di dalam pikiran kita dan diatur oleh hukum-hukum logika. Adapun sains empirikal tidak netral. Sains empirikal merupakan wujud konkret jagad raya ini, isinya ialah jalinan jalinan sebab akibat. Sains empirikal tidak netral karena dibangun oleh pakar berdasarkan paradigma yang menjadi pijakannya, dan pijakannya itu merupakan hasil penginderaan terhadap jagad raya. Pijakan ilmuwan tersebut tentulah nilai. Tetapi sebaliknya pada dasar ontologi dan aksiologi bahwa ilmuwan harus menilai antara yang baik dan buruk pada suatu objek, yang hakikatnya mengharuskan dia menentukan sikap. Objek ilmu memiliki nilai intrinsik sementara di luar itu terdapat nilai-nilai lain yang mempengaruhinya. Objek tidak dapat menghindari nilai dari luar dirinya karena tidak akan dikenal sebagai ilmu pengetahuan apabila hanya berdiri sendiri dan sibuk dengan nilainya sendiri. Dengan kata lain ilmu bukan hanya untuk kepentingan ilmu sendiri tetapi ilmu juga untuk kepentingan lainnya, sehingga tidak dapat diabaikan kalau ilmu terikat dengan lainnya seperti nilai. Paradigmalah yang menentukan jenis eksperimen dilakukan para ilmuwan, jenis-jenis pertanyaan yang mereka ajukan, dan masalah yang mereka anggap penting dan manfaatnya. Ketidaknetralan ilmu disebabkan karena ilmuwan berhubungan dengan realitas bukan sebagai sesuatu yang telah ada tanpa interpretasi, melainkan dibangun oleh skema konseptual, ideologi, permainan bahasa, ataupun paradigma. Di samping itu ilmu yang bebas nilai juga akan berimplikasi lepasnya secara otomatis tanggungjawab sosial para ilmuwan terhadap masalah negatif yang timbul, karena disibukkan dengan kegiatan keilmuan yang diyakini sebagai bebas nilai alias tak bisa diganggu Jika ilmuwan berlepas terhadap persoalan negatif yang ditimbulkannya, maka secara ilmiah mereka dianggap benar. Dalam perkembangan ilmu sering digunakan metode trial and error, dan sering menimbulkan permasalahan eksistensi ilmu ketika eksperimentasi ternyata seringkali menimbulkan fatal error sehingga tuntutan nilai sangat dibutuhkan sebagai acuan moral bagi Dalam konteks ini, eksistensi nilai dapat 42 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 diwujudkan dalam visi, misi, keputusan, pedoman perilaku, dan kebijakan moral. Masalah moral dalam menghadapi ekses ilmu dan teknologi yang bersifat destruktif para ilmuan terbagi dalam dua pendapat. Golongan pertama menginginkan ilmu netral dari nilai-nilai baik secara ontologis, epistemologis, maupun aksiologis. Golongan kedua berpendapat bahwa netralitas ilmu hanya terbatas pada metafisik keilmuan, namun dalam penggunaannya harus berlandaskan pada Einstein pada akhir hayatnya tak dapat menemukan agama mana yang sanggup menyembuhkan ilmu dari kelumpuhannya dan begitu pula moral universal manakah yang dapat mengendalikan ilmu, namun Einstein ketika sampai pada puncak pemikirannya dan penelaahannya terhadap alam semesta ia berkesimpulan bahwa keutuhan ilmu merupakan integrasi rasionalisme, empirisme dan mistis intuitif. Berbicara tentang ilmu akan membicarakan pula tentang etika, karena sesungguhnya etika erat hubungannya dengan ilmu. Bebas nilai atau tidaknya ilmu merupakan masalah rumit, jawabannya bukan sekadar ya atau tidak. Sebenarnya sejak saat pertumbuhannya ilmu sudah terkait dengan masalah-masalah moral namun dalam perspektif yang berbeda. Ketika Copernicus . 3-1543M) mengajukan teorinya tentang kesemestaan alam dan menemukan bahwa Aubumi yang berputar mengelilingi matahariAy dan bukan sebaliknya seperti yang diajarkan oleh agama . maka timbullah reaksi antara ilmu dan moral . ang bersumber pada ajaran agam. yang berkonotasi Secara metafisik ilmu ingin mempelajari alam sedangkan dipihak lain terdapat keinginan agar ilmu mendasarkan pada pernyataan-pernyataan nilai berasal dari agama sehingga timbullah konflik yang bersumber pada penafsiran metafisik yang berakumulasi pada pengadilan inkuisisi Galileo pada tahun 1633M. Moh. Natsir Mahmud. Epistemologi dan Studi Islam Kontemporer (Makassar: , hlm. Jujun S. Suriasumantri. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer (Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, cet. x, 1. , hlm. 43 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 Perlunya penyatuan ideology tentang ketidak netralan ilmu ada beberapa alasan, namun yang penting dicamkan adalah pesan Einstein pada masa akhir hayatnya AuMengapa ilmu yang begitu indah, yang menghemat kerja, membikin hidup lebih mudah, hanya membawa kebahagiaan yang sedikit sekali pada kitaAy. Adapun permasalahan dari keluhan Einstein adalah pemahaman dari pemikiran Francis Bacon yang telah berabad-abad telah mengekang dan mereduksi nilai kemanusiaan dengan ide Aupengetahuan adalah kekuasaanAy. Strategi Pengembangan Ilmu Pengetahuan Berbicara tentang strategi pengembangan ilmu ini Koento Wibisono mengelompokkan menjadi 3 macam pendapat: Pendapat yang menyatakan bahwa ilmu berkembang dalam otonomi dan tetutup, dalam arti pengaruh konteks dibatasi atau bahkan disingkirkan. AuScience for sake of science onlyAy merupakan semboyan yang didengungkan. Pendapat yang menyatakan bahwa ilmu lebur dalam konteks, tidak hanya memberikan refleksi, bahkan juga memberi Dengan ini ilmu cendrung memasuki kawasan untuk menjadikan dirinya sebagai ideologi. Pendapat yang menyatakan bahwa ilmu dan konteks saling meresapi dan saling memberi pengaruh untuk menjaga agar dirinya beserta temuan-temuannya tidak terjebak dalam kemiskinan relevansi dan aktualitasnya. AuScience for sake of human progressAy adalah pendiriannya. Dari ketiga strategi di atas, semua tepat apabila disesuaikan dengan kondisi dan situasi di mana ilmu pengetahuan itu berada. Artinya, strategi pernbangunan ilmu pengetahuan tidak dapat dilepaskan dari garis politik pembaAngunan suatu daerah. Hal tersebut dapat dijabar bahwa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi kita harus mempertimbangkan dua hal Jurnal Sulesana. Volume 8 No 2 tahun 2013, hlm. Koento Wibisono S. AuFilsafat Ilmu Pengetahuan dan Aktualitasnya Dalam Upaya Pencapaian Perdamaian Dunia Yang Kita Cita-CitakanAy (Yogyakarta Fakultas Pasca Sarjana UGM, 1. , hlm. 44 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 yaitu visi dan falsafah/ideologi daerah tersebut serta visi dan praksis . raktik dalam bidang kehidupan dan kegiatan praktis manusi. Namun, dari ketiga pendapat ini pendapat yang ketiga yang mampu membangkitkan gairah keilmuan, karena strategi yang digunakan punya hubungan yang sangat erat untuk memperkaya muatan-muatan keilmuan sesuai dengan kemajuan dan kekinian ilmu yang berkembang di tengah-tengah masyarakat sehingga dari sini tak dapat diletakkan urgensi untuk mengembangkan ilmu yang tidak sekedar teori-teori belaka, tapi juga realisasi teori dalam praktik dan hasil-hasil yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Artinya di sini bahwa ada nilai-nilai yang menjadi muatan suatu ilmu bisa berkembang dan bermanfaat. Dengan demikian boleh dikatakan, selain ketiga strategi dan bagaimana strategi ilmu harus berkembang di atas, perkembangan ilmu pengetahuan juga harus mempertimbangkan bahkan harus mempunyai tanggung jawab sosial sehingga perkembangan ilmu pengetahuan tidak secara membabi buta tanpa mempertimbangkan idiologi, hukum, adat istiadat, nilai kearifan lokal, dan lain-lain yang ada di suatu daerah di mana ilmu pengetahuan itu berkembang. Pengembangan ilmu pengetahuan MPI memerlukan dua aspek yang terpadu yang penentunya yaitu manager dan leader yang berciri khas islam atau yang di jawai oleh ajaran dan nilai-nilai islam. Beberapa ajaran-ajaran dan nilai-nilai islam yang terkait dengan pengembangan manajemen pendidikan islam adalah sebagai berikut: me-manage pendidikan Islam dimulai dari niat sebagai pengejawantahan dari hadits Nabi Saw, yaitu: AuII EIE EIOA . anyalah segala amal perbuatan itu harus dibarengi dengan Niat adalah sesuatu yang direncanakan dengan sungguhsungguh untuk diwujudkan dalam kenyataan . Islam adalah amal agama amal atau kerja . Inti ajarannya adalah bahwa hamba mendekati dan memperoleh Ridha Allah melalui kerja atau amal saleh dengan mempurnikan sikap penyembahan hanya kepada-Nya (Qs. Al-Kahfi:. Hal ini mengandung makna bahwa Islam adalah agama yang 45 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 mengajarkan Auorientasi kerjaAy, sebagaimana juga dinyatakan dalam ungkapan bahwa Aupenghargaan dalam jahiliyah bedasarkan keturunan, sedangkan penghargaan dalam Islam bedasarkan amalAy (Madjid,1. uraian pada poin kedua tersebut menggarisbawahi adanya nilainilai esensial yang perlu ditegakkan atai dijadikan watak, siakp dan kebiasaan seseorang atau keompok dalam bekerja . ermasuk dalam manajemen pendidikan Isla. , yaitu Aubekerja . emanage pendidikan Isla. adalah sebagai ibadah yang harus dibarengi dengan niat yang ikhlas karena mencari Ridha AllahAy. Pengembangan Manajemen Pendidikan Islam di Lembaga Pendidikan Berdasarkan lapak tilas sejarahnya, lembaga-lembaga pendidikan Islam khususnya madrasah dan pesantren itu tumbuh dari bawah, dari gagasan tokoh-tokoh agama setempat. Diawali dari pengajian yang lantas mendirikan mushalla/masjid, madrasah diniyah, dan kemudian mendirikan pesantren atau madrasah. Sebagian besar tumbuh dan berkembang dari kecil dan kondisinya serba terbatas. Selanjutnya ada yang tubuh dan berkembang dengan pesat atau mengalami continuous quality improvement, ada juga yang stagnant . alan di tempa. dan ada pula yang tidak bisa stagnant. Bagi yang terus berkembang hingga mampu mendirikan lembaga-lembaga pendidikan umum dan perguruan tinggi, didukung oleh usaha-usaha lain yang bersifat profit seperti pertanian, perdagangan, percetakan, industri jasa dan lain sebagainya. Sejak dekade 90-an, kesadaran umat untuk meningkatkan mutu lembaga pendidikan Islam mulai bangkit dimana-mana dan beberapa di antaranya telah mampu menjadi sekolah unggul atau sekolah yang efektif . ffective schoo. Yang menjadi persoalan adalah model manajemen yang bagaimana yang tepat bagi pendidikan Islam yang Muhaimin. Manajemen Pendidikan Aplikasinya dalam Penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah/Madrasah (Jakarta: Kencana Prenada Media Grup, 2. , hlm. 46 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 memiliki mutu tinggi dan berkarakter islami? Adapun modelmodelnya yaitu sebagai berikut: Model Manajemen Bernuansa Entrepreneurship. Sebagaimana dikemukakan di muka bahwa sebagian besar pendidikan Islam tumbuh dan berkembang dari bawah dan dari Manajemen yang tepat adalah manajemen yang dapat memberikan nilai tambah. Manajemen yang dapat memberi nilai tambah adalah manajemen yang bernuansa entrepreneurship. Rhenald Kasali dalam Paulus Winarto menegaskan bahwa seorang entrepreneur adalah seorang yang menyukai perubahan, melakukan berbagai temuan yang membedakan dirinya dengan orang lain, menciptakan nilai tambah, memberikan manfaat bagi dirinya dan orang lain, karyanya dibangun berkelanjutan . ukan ledakan sesaa. dan dilembagakan agar kelak dapat bekerja dengan efektif di tangan orang lain. Seorang manajer yang sekaligus sebagai seorang entrepreneur memiliki karakter sebagai berikut: memiliki keberanian mengambil resiko, menyukai tantangan, punya daya tahan yang tinggi punya visi jauh ke depan dan selalu berusaha memberikan yang terbaik. Menjadi seorang entrepreneur diperlukan integritas yang kokoh, memiliki etos kerja yang tinggi dan kesanggupan untuk menghadapi tantangan, hambatan dan bahkan ancaman. Seorang entrepreneur adalah orang yang berani mengambil keputusan Aukeluar dari zona nyaman dan masuk ke dalam zona ketidakpastian . enuh resik. Ay. Manajer yang biasa . sebenarnya adalah orang yang paling membutuhkan keamanan dan status quo, dan sebaliknya takut pada perubahan. Hal ini wajar karena ia sedang berada di puncak piramida dalam struktur organisasi dengan segala fasilitas, kedudukan dan kehormatan yang melekat padanya. Seorang entrepreneur pada dasarnya adalah seorang pembaharu . karena melakukan sesuatu yang baru, dianggap baru atau berbeda dari kondisi sebelumnya. Apa yang dilakukan itu membawa perubahan ke arah yang lebih baik dan 47 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 memberi nilai tambah bagi diri maupun orang lain. Dalam upaya untuk menciptakan nilai tambah seorang entrepreneur sangat mengutamakan kekuatan brand, yaitu citra atau merek yang kuat atas apa yang dilakukannya. Dengan brand yang baik jelas akan memberikan value yang tinggi. Brand image bagi sebuah lembaga pendidikan merupakan aset yang paling berharga yang mampu menciptakan value bagi stakeholder dengan meningkatkan kepuasan dan menghargai kualitas dan akhirnya melahirkan Seorang manajer yang sekaligus entrepreneur bukan sekedar bisa membangun brand belaka, namun juga memanfaatkan kekuatan brand untuk melipatgandakan akselerasi sebuah perubahan. Model Manajemen Berbasis Masyarakat (Management Based Societ. Yaitu manajemen yang dapat menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar. AuData EMIS Departemen Agama menunjukkan 90% madrasah berstatus swasta dan 100 % pesantren adalah swastaAy. Ini berarti bahwa lembaga pendidikan Islam adalah lembaga milik masyarakat, atau bisa dikatakan Audari, oleh dan untuk masyarakatAy. Manajemen pendidikan Islam yang tepat adalah manajemen yang dapat mendekatkan pendidikan Islam dengan masyarakat, diterima, dimiliki dan dibanggakan oleh masyarakat, dan dapat mendayagunakan potensi-potensi yang dimiliki masyarakatnya. Konsep Manajemen berbasis sekolah (Management Based Schoo. dan pendidikan berbasis masyarakat (Society Based Educatio. dalam konteks otonomi daerah, lahir karena dilandasi oleh kesadaran bahwa masyarakat punya peran dan tanggung jawab terhadap lembaga pendidikan di daerahya disamping sekolah dan pemerintah. Bagi lembaga pendidikan Islam yang memang Audari, oleh dan untuk masyarakatAy, maka mengembalikan pendidikan Islam kepada masyarakat merupakan sebuah keniscayaan apabila pendidikan Islam ingin mengambil dan mendayagunakan Dengan kata lain, masyarakat adalah kekuatan 48 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 utama pendidikan Islam. Mencabut pendidikan Islam dari grass root nya . justru akan memperlemah pendidikan Islam itu sendiri. Pondok pesantren yang mampu menjaga hubungan baiknya dengan basis sosialnya terbukti dapat terus berkembang, dan sebaliknya akan mengalami surut ketika ditinggalkan oleh masyarakatnya. Lembaga-lembaga pendidikan di negara-negara maju terutama yang berstatus privat pada umumnya terdapat lembaga semacam Dewan Sekolah. Majlis Madrasah. Dewan Penyantun. Majlis Wali Amanah dan lain sebagainya yang antara lain bertugas memperhatikan hubungan, kedekatan dan aspirasi masyarakat serta siap mendayagunakan potensi masyarakat dan memberikan layanan pengabdian . angsung maupun tidak langsun. kepada masyarakat. Di Stanford University misalnya ada The Board of Trustees yang berwenang mengelola dana hibah dan hadiah . , sumbangan . dan lain sebagainya yang dihimpun dari dana masyarakat untuk pengembangan Stanford University. Di beberapa universitas luar, seperti di University of London United Kingdom dan McGill University Canada misalnya terdapat lembaga yang namanya Board of Governor. Anggota lembaga ini sebagian besar dari luar universitas yang pada umumnya memiliki tugas dan peran sebagaimana The Board of Trustees pada Stanford University. McGill University misalnya, lembaga ini dapat berkembang karena semangat amal dari Diawali dari hibah James McGill yang menghibahkan sebagian kekayaannya berupa uang 10. 000 pound sterling dan tanah 40 hektar beserta real estat yang ada di dalamnya, lembaga ini didirikan dan berkembang dengan terus menggali dana dari masyarakat sampai sekarang. Di McGill, semangat beramal itu tidak hanya dalam pengertian materi terutama dari para dermawan dan hartawan, tetapi juga perbuatan dengan kontribusi tenaga maupun pikiran. Dosen, karyawan dan 49 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 pimpinan McGill rela bekerja keras karena dilandasi oleh semangat amal, semangat beribadah. Semangat beramal untuk membangun lembaga pendidikan dalam tradisi iman umat Islam sebenarnya bukan sesuatu yang baru, bahkan umat Islam pernah menjadi pelopor . vant-gard. dalam komitmennya mengembangkan lembaga pendidikan melalui semangat amal. Yang menjadi persoalan sekarang adalah, bagaimana upaya rekonstruksi semangat beramal ini dalam mengembangkan pendidikan Islam? Pertama, adanya lembaga semacam Board of Trustees atau semacam Majlis Wali Amanah yang anggotanya dari wakil masyarakat yang memiliki integritas dan komitmen yang tinggi terhadap pendidikan Islam. Kedua, perlu dibangkitkan kembali semangat juang . , etos kerja semua komponen stake holder internal sebagai wujud amal . Ketiga, perlu diterapkan manajemen mutu terpadu . otal quality managemen. dalam penyelenggaraan pendidikan Islam. Model Manajemen Berbasis Masjid (Management Based Mosqu. Embrio pendidikan Islam adalah Masjid. Manajemen pendidikan Islam yang berbasis masjid adalah manajemen yang dijiwai oleh nilai dan semangat spiritual, semangat berjamaah, semangat ihlas lillahi taAoala . hlas karena Alla. dan semangat memberi yang hanya berharap pada ridlo Allah. Proses pembelajaran yang integratif dengan masjid memberikan nuansa religius yang kental dalam penanaman nilai-nilai religius maupun praktek langsung pengalaman beragama. Di mulai dari pembiasaan shalat sunah, shalat dzuhur berjamaah dan shalat ashar berjamaah bagi yang full day school. Sampai saat ini pun, sebagian besar institusi pendidikan Islam itu mempunyai masjid atau mushalah yang menjadi pusat kegiatan spiritual pelajar maupun pengajar. Kata kuncinya menjadi bagaimana mengaplikasikan konsep manajemen masjid kepada institusi pendidikan Islam. Mengapa belajar dari manajemen masjid, berikut tulisan spektakuler Muhbib Abdul 50 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 Wahab yang dimuat pada harian Republika Online (ROL) bahwa alasannya karena AuMasjid adalah pusat dan sumber inspirasi dalam segala hal, karena di masjid semua Muslim hanya mengabdi dan memohon pertolongan kepada Allah SWT (QS AlFatihah . : . Ayat ini oleh para mufassir, antara lain, dimaknai ayat pembebasan manusia dari ketergantungan kepada makhluk menuju tauhid sejati. Shalat berjamaah di masjid tidak hanya melambangkan persatuan dan kebersamaan, tetapi juga persamaan . , egalitarianisme, dan anti-diskriminasi. Yang kaya dan miskin, pejabat dan rakyat, penguasa dan pengusaha dapat berdiri dalam shaf yang sama. Tidak ada masjid hanya dikhususkan para penguasa, pengusaha, atau pejabat. Masjid, seperti halnya kemerdekaan, adalah hak semua. Masjid mendidik kita untuk mandiri, mengembangkan semangat kebersamaan, nasionalisme, dan patriotisme sejatiAy. KESIMPULAN Pengembangan ilmu didasarkan pada pandangan filosofis bahwa ilmu mampu meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja, mempermudah hidup, memperindah segala sesuatu, dan meningkatkan kebagahagiaan pada tingkat tertentu. Dalam diskursusnya, strategi pengembangan ilmu terbagi dalam berbagai pendapat, antara lain: ilmu berkembang namun tetap dibatasi oleh konteksnya sendiri, ilmu berkembang lebur dalam konteksnya, dan antara ilmu dan konteks saling memberi pengaruh agar hasilnya tidak lepas dari aktualitasnya. Pengembangan ilmu Manajemen Pendidikan Islam (MPI) pada implementasinya terkendala pada model islami. Namun ada ranah model yang dapat dijadikan diskusi para pengembang MPI antara lain: model manajemen bernuansa entrepreneurship, model manajemen berbasis masyarakat . anagement based societ. , dan model manajemen berbasis masjid . anagement based mosqu. DAFTAR PUSTAKA