Router : Jurnal Teknik Informatika dan Terapan Volume. 2 No. 1 Maret 2024 e-ISSN: 3032-3312 . p-ISSN: 3026-3611. Hal. DOI: 47 Rancang Bangun Sistem Keamanan Ruang Persandian Menggunakan RFID dan Sensor PIR Berbasis IOT Eni Muhadi1. Sulartopo2. Danang3,Dani Sasmoko4. Nuris Dwi Setiawan5 Universitas Sains dan Teknologi Komputer Alamat : Jl. Majapahit No. Pedurungan Kidul. Kec. Pedurungan. Kota Semarang Koresponden penulis: cakrasurya87@gmail. Abstract. This Space Security System is a system that utilizes the existing Internet Network to monitor a room remotely or from a different location. With the aim of making it easier to limit employee access rights and monitor the presence of people in the room. So the author made a room security system tool using the Internet of Things (IOT) which was implemented at the Demak Regency Communication and Information Service. The way this system works is only employees who have access rights who can enter the room by attaching an RFID card to the RFID Reader sensor, and the way the PIR sensor works is to monitor human presence, when there is infrared or human emission it will send data to the web if it is in the room has people and the red LED lights up and the buzzer sounds, while the push button button is when the push button button is pressed the solenoid will open. making this design, it will help improve room security at the Demak Regency Communication and Information Service, especially the Encryption Room Keywords : Encryption Room Security. RFID Sensor. PIR Sensor. IOT Based Abstrak. Sistem Keamanan Ruang ini merupakan sistem yang memanfaatkan Jaringan Internet yang ada untuk melakukan pemantauan sebuah ruangan dari jarak jauh atau dari tepat yang berbeda. Dengan tujuan untuk mempermudah membatasi hak akses pegawai dan memantau keberadaan orang didalam ruangan. Jadi penulis membuat alat sistem keamanan ruangan menggunakan Internet of Things (IOT) yang diterapkan di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Demak. Cara kerja Sistem ini adalah hanya pegawai yang memiliki hak akses yang dapat memasuki ruangan dengan menempelkan kartu RFID ke sensor RFID Reader, dan cara kerja sensor PIR adalah untuk monitoring keberadaan manusia, ketika ada pancaran infra merah atau manusia maka akan mengirim data ke web kalau di dalam ruangan ada orang dan lampu LED merah menyala dan buzzer berbunyi, sedangkan tombol push button adalah ketika tombol push button ditekan maka solenoid akan terbuka. Dengan pembuatan rancangan ini, akan membantu meningkatkan keamanan ruangan pada Dinas komunikasi dan Informatika Kabupaten Demak khususnya Ruang Persandian Kata kunci : Keamanan Ruang Persandian. Sensor RFID. Sensor PIR. Berbasis IOT LATAR BELAKANG Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Demak merupakan suatu instansi pemerintahan di bidang pelayanan Data Website. Data Aplikasi. Data Menara Telekomuikasi. Gawat Darurat 112. Open Data dan Persandian. Pada layanan Bidang Persandian konsep pengamanan informasi meliputi kerahasiaan informasi, memastikan keutuhan dan keaslian informasi, keaslian data dan kebenaran informasi, serta memastikan kebenaran pengiriman informasi. Kondisi kantor saat ini sangat rawan pencurian dikarenakan lemahnya keamanan kantor yang dikarenakan sudah tidak ada penjaga malamnya. Untuk memantau lingkungan Kantor Dinkominfo hanya mengandalkan petugas piket di layanan Gawat Darurat 112, dan itu tidak bisa fokus pada penjagaan kantor /kurang efektif terutama keamanan ruangan Persandian. Received Januari 10, 2024. Accepted Februari 02, 2024. Published Maret 07, 2024 * Eni Muhadi , cakrasurya87@gmail. Rancang Bangun Sistem Keamanan Ruang Persandian Menggunakan RFID dan Sensor PIR Berbasis IOT Ruang persandian ini sangat rawan sekali terhadap pencurian Apalagi ruang persandian saat ini tidak ada kontrol akses keluar masuk ruang persandian, mengakibatkan sangat rawan kehilangan data/ dokumen. Berdasarkan pengalaman Bapak Ahmad Wakhid sebagai penjaga malam sebelumnya, kantor Dinkominfo sebelumnya ditempati kantor BKKBN, kantor ini pernah terjadi pencurian. Dikarenakan buka tutup kunci masih dilakukan oleh manusia, kemungkinan terjadinya human error tentu tidak bisa dihindari seperti terlambat membuka menyulitkan orang yang sedang memiliki keperluan mendesak di dalam kantor, ataupun lupa mengunci pintu saat malam hari. Akibatnya lagi-lagi kemungkinan terjadinya pencurian tentu tidak bisa dihindari. Pada saat ini keamanan yang dijaga manusia masih sangat lah jauh dari kata aman. Untuk menjaga atau mengamankan sebuah berkas-berkas penting bagi kantor maupun . Berdasarkan permasalahan sebelumnya, menjadikan ketertarikan peneliti untuk merancang bangun sistem keamanan pintu ruang persandian pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Demak berbasis IOT yang memiliki fitur tentang akses masuk ruang persandian, hanya orang - orang tertentu/pegawai yang memiliki hak akses untuk bisa masuk ruang persandian yaitu dengan menempelkan kartu RFID ke tag reader dan penggunaan sensor PIR untuk mendeteksi pergerakan objek/manusia yang berada didalam ruangan persandian dan juga untuk memantau akses keluar masuknya ruang persandian dari jarak jauh KAJIAN TEORITIS Rancang bangun adalah menciptakan dan membuat suatu aplikasi ataupun sistem yang belum ada pada suatu instansi atau objek tersebut. Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur -prosedur yang saling bersama Aesama menyelesaikan suatu sasaran tertentu. Keamanan Pintu merupakan suatu hal yang sangat penting untuk diperhatikan dan untuk menciptakan keamanan tersebut banyak hal yang dapat kita lakukan salah satunya adalah pemanfaatan RFID dan Sensor PIR dalam menjaga keamanan ruang persandian, dimana Ruangan persandian merupakan tempat terdapatnya aset-aset yang vital yang perlu kita Kebanyakan masyarakat menggunakan kunci konvensional yang dengan mudah di bobol oleh pihak tindak kejahatan. Router : Jurnal Teknik Informatika dan Terapan - Volume. 2 No. 1 Maret 2024 E-ISSN: 3032-3312. dan P-ISSN: 3026-3611. Hal. Radio Frequency Identification (RFID) adalah teknologi untuk mengidentifikasi yang berbasis nirkabel . yang memanfaatkan gelombang elektromagnet dengan frekuensi tertentu untuk mengambil data dari suatu objek. Teknologi RFID dibagi ke dalam 2 komponen utama, yaitu RFID Reader dan Tag RFID. Tag RFID adalah alat yang berisi data pengenal (ID) yang dipasang pada objek. Sedangkan RFID Reader berfungsi untuk membaca data pengenal (ID) yang ada didalam Tag RFID . Sensor PIR (Passive Infrared Receive. adalah sensor yang digunakan untuk mendeteksi adanya pancaran sinar infra merah. Sensor PIR bersifat pasif, artinya sensor ini tidak memancarkan sinar infra merah tetapi hanya menerima radiasi sinar infra merah dari Sensor PIR . ecara umum sensor PIR memang dirancang untuk mendeteksi manusi. dalam sensor PIR ini terdapat bagian- bagian yang mempunyai perannya masing -masing, yaitu Fresnel Lens. IR Filter. Pyroelectric sensor, amplifier, dan comparator. Internet of Things adalah struktur dimana obyek, orang disediakan dengan identitas eksklusif dan kemampuan untuk pindah data melalui jaringan tanpa memerlukan dua arah antara manusia ke manusia yaitu sumber ke tujuan atau interaksi manusia ke computer. METODE PENELITIAN Model pengembangan yang peneliti gunakan yaitu Prototyping perangkat lunak yang merupakan salah satu metode siklus hidup sistem yang didasarkan pada konsep model bekerja . orking mode. Tujuannya adalah mengembangkan model menjadi sistem final. Artinya sistem akan dikembangkan lebih cepat dari pada metode tradisional dan biayanya menjadi lebih . Gambar 1. Metode Prototyping Sumber : . Metode Prototyping memiliki beberapa tahapan antara lain: Analisa Kebutuhan Berawal dari identifikasi masalah yang ada di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Demak peneliti melakukan pengumpulan dan menganalisa data dalam bentuk informasi, untuk mencari dan melengkapi data yang dibutuhkan dalam pembuatan sebuah produk Sistem Keamanan Ruang Persandian menggunakan RFID dan Sensor PIR berbasis IOT, melalui observasi, wawancara ditempat penelitian dan Studi Literatur Rancang Bangun Sistem Keamanan Ruang Persandian Menggunakan RFID dan Sensor PIR Berbasis IOT Membangun Prototyping Untuk meningkatkan keamanan dan membatasi hak akses oleh pegawai maka peneliti harus membuat Rancang Bangun Sistem Keamanan pintu menggunakan RFID dan sensor PIR, sehingga dapat membatasi hanya pegawai yang mempunyai hak akses yang bisa memasuki pintu ruang dan juga monitoring pergerakan diruang persandian untuk mengamankan aset-aset vital di dalam ruangan persandian. hasil akhir dari pembuatan produk tersebut berupa desain produk yang efektif dan efisien. Evaluasi Prototyping Setelah melalui tahap membangun prototyping maka dilakukan validasi desain melalui pakar ahli atau evaluasi prototyping selanjutnya untuk dapat diketahui kelemahannya. Kelemahan tersebut selanjutnya untuk dilakukan perbaikan terhadap desain system Mengkodekan sistem Pada tahapan ini, prototyping yang sudah disetujui. Maka akan dilakukan pengkodean /melakukan pemrograman untuk membuat sistem. Menguji sistem Setelah sistem selesai dibuat. kegiatan uji coba sistem bisa dilakukan untuk mengetahui apakah sistem nya berjalan dengan lancar atau mengalami kegagalan, agar benar-benar siap pakai di tempat penelitian. Evaluasi Sistem Sistem yang sudah siap pakai akan dievaluasi oleh User untuk mengetahui apakah sistem yang dibuat sesuai dengan yang diharapkan. Apabila belum sesuai maka kembali pengkodean sistem untuk dilakukan perbaikan sesuai harapan User dan jika sudah sesuai maka bisa dilanjut ke penggunaan sistem Menggunakan sistem Sistem yang sudah diuji dan dan dievaluasi oleh User siap untuk digunakan digunakan Langkah awal untuk membuat sebuah project dengan membuat flowchart. Adapun Flowchart Program Sistem Keamanan Ruang Persandian adalah sebagai berikut: Flowchart Registrasi Melalui Arduino IDE Gambar 2. Flowchart Registrasi melalui Arduino IDE Sumber : Dokumen Pribadi Router : Jurnal Teknik Informatika dan Terapan - Volume. 2 No. 1 Maret 2024 E-ISSN: 3032-3312. dan P-ISSN: 3026-3611. Hal. Keterangan: Dimulai dari mengetab / mendekatkan kartu RFID ke RFID Reader Arduino IDE membaca kartu yang ditampilkan di serial monitor Menginputkan no kartu ke Arduino IDE untuk didaftarkan Flowchart Registrasi Melalui Database Keterangan: Dimulai dari menempelkan kartu ke RFID Reader Kartu RFID dibaca RFID Reader diterima ESP 32 terus dikirim ke database db_hakakses dan masuk ke tb_rfid Setelah masuk ke tb _rfid dikirim ke Form Tambah Data Pegawai Menginputkan /mendaftarkan pegawai dengan no Gambar 3. Flowchart Registrasi melalui Database Sumber : Dokumen Pribadi Flowchart Hak Ases / Masuk Ruangan Keterangan Flowchart Hak Akses antara lain: Dimulai dari inisialisasi id card RFID, dengan cara mendekatkan kartu RFID ke sensor RFID maka id Card terbaca dan ditampilkan di layar LCD Setelah id Card terbaca dilakukan pendaftaran id card RFID bagi Pegawai yang berhak menerima Setelah di lakukan pendaftaran, maka dilakukan scan card lagi untuk melakukan uji coba apakah sudah sesuai id card nya, apabila tidak sesuai maka akses ditolak dan apabila sudah sesuai maka relay menjadi LOW. Selenoid Door Lock terbuka Selanjutnya data dikirim ke database untuk ditampilkan di web browser. Gambar 4. Flowchart Hak akses Sumber : Dokumen Pribadi Flowchart Pemantauan Pergerakan Keterangan Flowchart Pemantauan Pergerakan antara lain: Sensor PIR akan mendeteksi pergerakan yang ada di dalam ruang persandian. Setelah terdeteksi maka buzzer akan berbunyi dan akan mengirim data ke database untuk ditampilkan di web browser Switch di off kan saat pegawai yang mempunyai akses, masuk ruang persandian untuk mematikan Rancang Bangun Sistem Keamanan Ruang Persandian Menggunakan RFID dan Sensor PIR Berbasis IOT Gambar 5. Flowchart Pemantauan Pergerakan Sumber : Dokumen Pribadi buzzer, dan switch di on kan saat pegawai keluar ruangan untuk mengaktifkan buzzer. Flowchart Akses Keluar Ruangan Keterangan Flowchart Akses Keluar Ruangan antara lain: Ketika pegawai akan keluar ruangan tombol push button ditekan Selanjutnya relay menjadi LOW . Selenoid Door Lock terbuka Data dikirim ke database untuk ditampilkan di web browser Gambar 6. Flowchart Akses Keluar Ruangan Sumber : Dokumen Pribadi HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam perencanaan alat . dibutuhkan sebuah aplikasi fritzing untuk mendesain rangkain mikrokontroler. Berikut rangkaian komponen produk secara keseluruhan yang terdiri dari rangkain Sensor RFID. Sensor PIR dan tombol push button Gambar 3. Rangkaian Produk Keseluruhan Sumber : Dokumen Pribadi Berikut penjabaran dari desain diatas : Rangkaian Sensor RFID Berikut adalah rangkain RFID dimana rangkaian ini terdiri dari ESP 32 sebagai fungsi mikrokontroler, modul RFID untuk membaca kartu RFID, 2 lampu led . erah dan hija. sebagai indikator dan buzzer sebagai indikator suara, dan LCD sebagai tampilan text dan relay sebagai saklar selenod door lock. Adaptor sebagai sumber tegangan, selenoid door lock untuk membuka dan mengunci pintu Router : Jurnal Teknik Informatika dan Terapan - Volume. 2 No. 1 Maret 2024 E-ISSN: 3032-3312. dan P-ISSN: 3026-3611. Hal. Rangkaian Sensor PIR Berikut adalah tampilan rangkaian sensor PIR yang terdiri dari ESP 32 sebagai mikrokontroler. Sensor PIR untuk mendeteksi adanya pergerakan di dalam ruangan, 2 led. erah dan hija. sebagai indikator. Buzzer sebagai indikator suara dan saklar berfungsi untuk menonaktifkan buzzer Ketika ada pegawai didalam ruangan Rangkaian Tombol Push Button Berikut adalah tampilan rangkaian tombol Push button yang terdiri dari ESP 32 sebagai mikrokontroler, tombol push button sebagai saklar buka solenoid dari dalam ruangan ketika ada pegawai didalam ruangan, 2 led. erah dan hija. sebagai indikator, relay sebagai saklar solenoid door lock, adaptor sebagai sumber tegangan Hasil Uji Coba Pengujian alat digunakan untuk mendapatkan data-data spesifik dari alat yang sudah dibuat sehingga mempermudah proses Dalam pengujian alat dilakukan perkomponen/sensor untuk mempermudah dalam pengujian Pengujian RFID Reader Pengujian ini dilakukan dengan mendaftarkan pengguna baru terlebih dahulu, dan untuk pendaftaran ini melalui 2 registrasi untuk pengguna baru yaitu Pendaftaran pengguna baru melalaui Arduino IDE Pendaftaran melalui Arduino IDE digunakan untuk memberi hak akses pegawai keluar masuk ruangan yaitu dengan cara menempelkan kartu RFID ke RFID Reader setelah teridentifikasi nomor kartu pada serial monitor Arduino IDE, maka disalin dan dimasukkan ke dalam program Ardunino IDE Gambar 4. Tampilan No Kartu yang terbaca dan didaftarkan di Arduino IDE Sumber : Dokumentasi Pribadi Dan untuk tampilan di layar LCD I2C nomor yang belum terdaftar akan menampilkan AuMAAF KARTU ANDA TIDAK DIKENALAy. Gambar 5. Tampilan LCD Kartu yang belum terdaftar Sumber : Dokumentasi Pribadi Rancang Bangun Sistem Keamanan Ruang Persandian Menggunakan RFID dan Sensor PIR Berbasis IOT Pendaftaran Pengguna Baru Melalui Web. Setelah teridentifikasi data kartu RFID maka ESP 32 akan mengirim data ke database dan masuk pada tb_rfid, dari tb_rfid maka akan ditampilkan ke Form Tambah Data Pegawai untuk didaftarkan sebagai pegawai pengguna hak akses dan akan disimpan ke tb_pegawai _sandi dan akan ditampilkan ke Daftar Pegawai Sandi pada web. Berikut tampilan No Kartu yang dikirm dari ESP 32 ke tb_rfid pada db_hakakses dapat dilihat pada gambar 10 sebagai berikut: Gambar 6. Tampilan No Kartu diterima pada tb_rfid Sumber : Dokumentasi Pribadi Setelah data terkirm ke database maka masuk pada tampilan halaman web Daftar Pegawai. Selanjutnya pilih tambah Daftar pegawai maka akan tampil tambah data pegawai dan no kartu yang tersimpan di tb_rfid akan otomatis masuk pada label No kartu dan dilanjutkan penginputan data , dapat dilihat pada gambar 11, sebagai berikut Gambar 7. Tampilan Web Tambah Data Pegawai Sumber : Dokumentasi Pribadi Setelah data berhasil di inputkan maka data akan tampil pada daftar Pegawai pada halaman web, seperti pada gambar 12. sebagai berikut: Gambar 8. Tampilan Daftar Pegawai Yang Sudah Terdaftar Sumber : Dokumentasi Pribadi Router : Jurnal Teknik Informatika dan Terapan - Volume. 2 No. 1 Maret 2024 E-ISSN: 3032-3312. dan P-ISSN: 3026-3611. Hal. Selanjutnya dilakukan pengujian apakah kartu pengguna baru yang didaftarkan bisa digunakan untuk membuka Solenoid atau memasuki ruangan dan menampilkan tampilan di layar LCD I2C sesuai nama pengguna. Ketika kartu didekatkan dengan RFID Reader indikator lampu LED hijau menyala. LCD menampilkan AuSILAHKAN MASUK AKSES DITERIMAAy, dan Selenoid Doorlock terbuka Gambar 9. Tampilan Kartu Yang Sudah Terdaftar Sumber : Dokumentasi Pribadi Pada tampilan web di dasbord akan tampil AuSilahkan Masuk Saudara Nur Kusaeni Akses DiterimaAy Gambar 10. Tampilan Web Kartu Yang Terdaftar Sumber : Dokumentasi Pribadi Tampilan solenoid door lock terbuka ketika kartu yang sudah terdaftar di tag ke RFID Gambar 11. Tampilan Doorlock Terbuka /Kartu Terdaftar Sumber : Dokumentasi Pribadi pada tampilan web Scan kartu akan tampil Au Silahkan Masuk Ruang Persandian Saudara Nur KusaeniAy Gambar 12. Tampilan Web Tab Kartu Setelah Dapat Hak Akses Sumber : Dokumentasi Pribadi Rancang Bangun Sistem Keamanan Ruang Persandian Menggunakan RFID dan Sensor PIR Berbasis IOT Dari hasil pengujian RFID dilakukan oleh peneliti menggunakan jaringan WIFI terhadap produk ini secara berulang-ulang, sekali pengujian dilakukan 10 kali, kartu ditag ke RFID reader di dapatkan hasil rata-rata 3 kali berjalan dengan lancar dan 7 kali mengalami kendala dikarenakan rfid tidak bisa membaca nomor seri Kartu RFID, dapat diambil kesimpulan bahwa hasil pengujian RFID pada produk ini menggunakan WIFI tingkat keberhasilan 30 %. Tabel 1. Pengujian RFID No Kartu Led Merah Mati Led Hijau Nyala Buzzer Penyebab Lcd I2C Web Selenoid 90 D1 81 Bunyi Kartu SILAHKAN MASUK AKSES DITERIMA Terbuka 90 0D FA Mati Nyala Bunyi Kartu SILAHKAN MASUK AKSES DITERIMA Silahkan Masuk Saudara Nur Kusaeni Akses Diterima Silahkan Masuk Saudara Eni Muhadi Akses Diterima 70 BC AE Mati Nyala Bunyi Kartu SILAHKAN MASUK AKSES DITERIMA Terbuka 80 06 3C Mati Mati Mati RUANG PERSANDIAN TEMPELKAN KARTU 70 C0 4C Mati Mati Mati RUANG PERSANDIAN TEMPELKAN KARTU Tempelkan Kartu Anda Terkunci 70 BE 85 Mati Mati Mati RUANG PERSANDIAN TEMPELKAN KARTU Tempelkan Kartu Anda Terkunci 90 D1 81 Mati Mati Mati RUANG PERSANDIAN TEMPELKAN KARTU Tempelkan Kartu Anda Terkunci 90 0D FA Mati Mati Mati RUANG PERSANDIAN TEMPELKAN KARTU Tempelkan Kartu Anda Terkunci 70 BC AE Mati Mati Mati RUANG PERSANDIAN TEMPELKAN KARTU Tempelkan Kartu Anda Terkunci 80 06 3C Mati Mati Mati Kartu tapi tidak Kartu tapi tidak Kartu tapi tidak Kartu tapi tidak Kartu tapi tidak Kartu tapi tidak Kartu tapi tidak Silahkan Masuk Saudara M. Abduh Ibnu Said Akses Diterima Tempelkan Kartu Anda RUANG PERSANDIAN TEMPELKAN KARTU Tempelkan Kartu Anda Terkunci Terbuka Terkunci Pengujian Sensor PIR Pengujian sensor PIR dilakukan dengan kondisi atap produk tertutup dan terbuka. Dari hasil pengujian peneliti mengambil sample 10 kali pengujian . kali memasukan tangan kedalam , 3 kali dengan kondisi ruangan kosong atau atap tertutup, dan 4 kali berada disekitar dengan kondisi atap terbuka ). Dari 10 kali pengujian rata rata didapatkan hasil 60 % tingkat keberhasillanya sedangkan 40% sensor PIR masih bisa mendeteksi keberadaan orang disekitar Router : Jurnal Teknik Informatika dan Terapan - Volume. 2 No. 1 Maret 2024 E-ISSN: 3032-3312. dan P-ISSN: 3026-3611. Hal. luar ruangan dengan kondisi atap terbuka. Dan hasil pengujian dapat dilihat pada Tabel 2 Pengujian Sensor PIR sebagai berikut: Tabel 2. Pengujian Sensor PIR LED Merah Nyala Buzzer Penyebab Kondisi PIR Bunyi bepbep-bep Mati Nyala Nyala Mati Nyala Nyala Mati Tidak Bunyi bepbep-bep Tidak Tidak Bunyi bepbep-bep Bunyi bepbep-bep Tidak Sensor PIR dihadapkan dengan salah satu benda yang diam /memasukan tangan kedalam Kondis Atap tertutup/tidak ada orang Atap terbuka , dan ada orang disekitar luar ruangan Switch On/Ada Pegawai Nyala Nyala Bunyi bepbep-bep Bunyi bepbep-bep Kondis Atap tertutup/tidak ada orang Atap terbuka , dan ada orang disekitar luar ruangan Switch Off/Ada pegawai Kondis Atap tertutup/tidak ada orang Atap terbuka , dan ada orang disekitar luar ruangan Atap terbuka , dan ada orang disekitar luar ruangan LCD I2C Ada Orang Web Tidak Ada Orang Ada Orang Ada Orang Ada Orang Ada Orang Ada Orang Ada Orang Ada Orang Ada Orang Ada Orang Tidak Ada Orang Ada Orang Ada Orang Tidak Ada Orang Ada Orang Ada Orang Pengujian Tombol Push Button Pengujian push button ini dilakukan dengan menekan tombol push button yang ada didalam almari kaca untuk membuka solenoid atau membuka pintu dari dalam dan pengujian ini dilakukan dengan mengambil sample pengujian sebanyak 10 kali ( 5 kali push button tidak di tekan dan 5 kali push button ditekan ) dengan hasil pengujian 10 kali berjalan lancar. Adapun hasil pengujian tampil pada tabel 3 Pengujian Push Button. Kondisi Led Led Push Merah Hijau Penyebab Web Selenoid Button Mati Nyala Push button ditekan Pintu Terbuka Dari Dalam Terbuka Mati Nyala Push button ditekan Pintu Terbuka Dari Dalam Terbuka Mati Nyala Push button ditekan Pintu Terbuka Dari Dalam Terbuka Mati Nyala Push button ditekan Pintu Terbuka Dari Dalam Terbuka Mati Nyala Push button ditekan Pintu Terbuka Dari Dalam Terbuka Nyala Mati Push button tidak ditekan Pintu Terkunci Terkunci Mati Nyala Push button tidak ditekan Pintu Terkunci Terkunci Mati Nyala Push button tidak ditekan Pintu Terkunci Terkunci Rancang Bangun Sistem Keamanan Ruang Persandian Menggunakan RFID dan Sensor PIR Berbasis IOT Mati Nyala Push button tidak ditekan Pintu Terkunci Terkunci Mati Nyala Push button tidak ditekan Pintu Terkunci Terkunci Tabel 3. Pengujian Push Button Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa pengujian Tombol Push Button pada prinsipnya berjalan sesuai dengan yang di inginkan. Pada saat tombol Push Button di tekan maka solenoid akan terbuka, lampu LED Hijau akan menyala dan tampilan di web AuPintu Terbuka Dari Dalam Au Gambar 13. Tombol Push Button Ditekan Sumber : Dokumentasi Pribadi Berikut tampilan Web Ketika tombol push button di tekan maka akan tampil pada web Au Pintu Terbuka Dari DalamAy. Gambar 14. Tampilan Web Tombol Push Button di Tekan Sumber : Dokumentasi Pribadi KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa: Alat ini dapat membantu untuk monitoring kemanan ruang persandian Sistem keamanan ruang persandian dapat membatasi akses keluar masuk ruang persandian dan dapat menampilkan siapa saja yang mengakses masuk dan keberadaan orang di dalam ruangan Adapun Kelemahanya pada produk ini antara lain: Pengujian dengan kuota data pada lokasi sulit dapat jaringan akan berpengaruh pada Produk ini mengirim data secara terus menerus, jadi akan membebani data base Dari 10 kali pengujian RFID 3 kali kartu yang terbaca Router : Jurnal Teknik Informatika dan Terapan - Volume. 2 No. 1 Maret 2024 E-ISSN: 3032-3312. dan P-ISSN: 3026-3611. Hal. Masih bisa mendeteksi keberadaan orang disekitar luar ruangan dengan kondisi atap Menyulitkan pencarian data /monitoring akses keluar - masuk ruangan SARAN