Journal for Quality in Women's Health Vol. 4 No. 1 Maret 2021 | pp. 131 Ae 137 p-ISSN: 2615-6660 | e-ISSN: 2615-6644 DOI: 10. 30994/jqwh. Analisis Faktor yang Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan Pada Ibu Bersalin Sectio Caesarea Pada Era Pandemi di Rumah Sakit Restu Kasih Jakarta Tahun 2021 Aisyiah*. Nita Sukamti. Clara Ega Ayu Rutiani Universitas Nasional. Jakarta. Indonesia Corresponding author: Aisyiah . isyiah@civitas. Received: January 17 2021. Accepted: February 23 2021. Published: March 1 2021 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paritas, pengalaman, pendidikan, dan pengetahuan dengan tingkat kecemasan ibu bersalin sectio caesarea pada era pandemi COVID 19 di Rumah Sakit Restu Kasih Jakarta. Jenis penelitian ini deskriptif dengan metode penelitian cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 69 ibu bersalin sectio caesarea di Rumah Sakit Restu Kasih dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner pengetahuan yang telah diuji validitas dan reabilitas dengan nilai koefisien cronbachAos alpha 0,93, dan menggunakan instrumen tingkat kecemasan HARS (Hamilton Anxiety Rating Scal. yang sudah baku. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi Square Test. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden merupakan primipara . ,2%), tingkat pendidikan tinggi . ,6%), tidak pernah memiliki pengalaman bersalin secara SC . ,2%), pengetahuan kurang . ,6%) dan memiliki tingkat kecemasan sedang sebesar 56,5%. Analisis bivariat menunjukan adanya hubungan antara paritas . -value 0,012< 0,. , pengalaman sectio caesarea . -value 0,012<0,. , pendidikan . -value 0,037<0,. , dan pengetahuan . -value 0,025<0,. dengan tingkat kecemasan pada ibu bersalin. Adanya hubungan antara paritas, pengalaman, pendidikan dan pengetahuan terhadap tingkat kecemasan pada ibu bersalin sectio caesarea pada masa pandemic COVID 19 Kata Kunci: COVID 19. Paritas. Pengalaman. Pendidikan. Pengetahuan. Sectio caesarea. Tingkat Kecemasan This is an open-acces article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. PENDAHULUAN Selama kehamilan, sebagian besar wanita mengalami perubahan psikologis dan emosional, termasuk mengkhawatirkan masalah kehamilan bagi ibu dan bayi. Agar fisiologi ibu hamil berfungsi normal, ibu hamil membutuhkan dukungan psikologis dan kenyamanan, dukungan dari suami, orang tua, anak, teman dan orang disekitarnya, serta dukungan dari tenaga kesehatan (Yuni et al. , 2. Setiap ibu hamil berharap proses persalinan berjalan lancar untuk menjamin kesehatan ibu dan bayinya. Website: http://jqwh. org | Email: publikasistrada@gmail. Analisis Faktor yang Berhubungan DenganA. Persentase angka hidup ibu yang mengalami komplikasi persalinan meningkat dari 35% di SDKI tahun 2012 menjadi 41% di SDKI tahun 2017 (BKKBN, 2. Persalinan Sectio Caesarea (SC) adalah persalinan buatan, janin dilahirkan melalui insisi pada dinding abdomen . dan dinding uterus rahim . , dengan syarat rahim dalam keadaan utuh serta berat janin lebih dari 500gram (Sastrawinata, 2. Tindakan SC dilakukan untuk mengurangi komplikasi kehamilan dan persalinan serta menurunkan angka kematian ibu dan Sectio Caesarea dilakukan dengan indikasi dari ibu atau janin serta dapat dilakukan dalam keadaan gawat darurat atau secara terencana (Wiknjosastro, 2. Di Indonesia, kejadian seksio sesarea meningkat pada tahun 2000. Jumlah wanita yang menjalani seksio sesarea adalah 47,22%, 45,19% pada 2001, 47,13% pada 2002, 46,87% pada 2003, dan 53,2%, 51,59% pada 2005, 53,68%. % tahun 2006, tidak ada data penting tahun 2007, 22. 8% tahun 2009 (Sumelung et al. , 2. Di Indonesia kasus operasi pembedahan sesar ringan, menduduki peringkat tertinggi dengan jumlah kasus 480. 622 (Kemenkes RI. Baik persalinan normal maupun persalinan SC akan memiliki efek psikologis pada ibu dan keluarganya. Jika ibu harus melahirkan bayi melalui operasi, perasaan khawatir dan cemas akan meningkat. Kecemasan yang dialami ibu dan anggota keluarganya biasanya terkait dengan berbagai operasi luar negeri yang harus diikuti, dan menimbulkan ancaman terhadap keamanan psikologis akibat berbagai prosedur pembedahan dan anestesi (Carpenito, 2. Kecemasan adalah sesuatu yang mengganggu hampir semua orang di beberapa titik dalam hidup mereka. Kecemasan merupakan respons normal terhadap stres dalam kehidupan Kecemasan dapat terjadi sendiri atau bersamaan dengan gejala lain dari berbagai gangguan mood (Ramaiah, 2. Kecemasan tidak dapat dihindari dalam kehidupan seharihari (Saseno & Kriswoyo, 2. Jika setiap orang mengalami tekanan dan perasaan yang mendalam yang dapat menyebabkan penyakit mental dan akan berkembang dalam waktu lama, mereka akan merasakan kecemasan (Puspita & Sari, 2. Beberapa faktor penentu kecemasan ibu antara lain kecemasan akibat nyeri lahir, kondisi fisik ibu, riwayat asuhan kehamilan, pemahaman proses persalinan, dukungan sosial, dan latar belakang psikososial perempuan lainnya. Tingkat pendidikan ibu, status perkawinan ibu, kehamilan tidak diinginkan, status sosial ekonomi ibu (Bobak et al. , 2. Data yang diperoleh dari Kemenkes RI . saat ini muncul penyakit baru yang bermula dari virus, yaitu virus corona, yaitu sekelompok besar virus yang dapat menimbulkan gejala ringan hingga Penyakit Coronavirus (COVID-. merupakan jenis virus baru yang belum pernah ditemukan pada manusia sebelumnya. Manifestasi klinis COVID-19 biasanya muncul dalam 2 hingga 14 hari setelah terpapar. Tanda dan gejala umum infeksi virus corona antara lain gejala pernapasan akut seperti demam, batuk, dan sesak napas. Dalam kasus yang parah, dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian. Kondisi pandemic seperti sekarang ini, bisa menyebabkan peningkatan kecemasan pada ibu yang akan melahirkan khususnya dengan metode SC. Studi pendahuluan di RS Restu Kasih yang berada di wilayah Kecamatan Kramat Jati Kota Jakarta Timur, diketahui bahwa ibu bersalin sc sebanyak 9 orang mengalami cemas dimasa pandemi COVID-19 dikarenakan masih harus keluar rumah dan memeriksakan kehamilan yang membuat ibu merasa takut membawa kuman yang dapat berdampak pada dirinya dan anaknya. Serta terdapatnya perbedaan persiapan operasi saat masa pandemi, ibu yang akan melahirkan secara sc di RS Restu Kasih dimasa pandemi harus melakukan swab PCR sebelumnya dan hasil akan berlaku selama 14 hari, jika ibu yang akan bersalin sc belum melakukan swab PCR maka diharuskan untuk melakukan Test Rapid Swab Antigen. Perbedaan lainnya dimasa pandemi adalah seluruh petugas di RS Restu Kasih menggunakan APD level 3 (Hazmat, goggles, faceshield, dan masker N. , serta tidak diberlakukannya jam besuk. Hal ini akan menambah kecemasan pada ibu yang bersalin sc, mencemaskan tentang terkenanya penularan dari COVID-19. Berdasarkan data diatas dan pengamatan sampai saat ini, maka Journal for Quality in Women's Health Analisis Faktor yang Berhubungan DenganA. peneliti ingin melakukan penelitian mengenai analisis faktor yang berhubungan dengan kecemasan ibu bersalin Sectio Caesarea pada masa pandemic COVID 19 di RS Restu Kasih Jakarta. METODE Metode penelitian yang digunakan adalah desain deskriptif dengan metode penelitian Cross Sectional. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Accidental Sampling dengan jumlah 69 sampel. Penelitian menggunakan instrumen Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), pengalaman bersalin sebelumnya, pendidikan, paritas dan instrumen pengetahuan yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian dilakukan analisis deskriptif untuk univariat dan chi square test untuk analisis bivariat. HASIL Analisis Univariat Tabel 1. Distribusi Tingkat Kecemasan. Pengetahuan. Pengalaman, dan Pendidikan dan Paritas pada Ibu Bersalin Sectio Caesarea di RS Restu Kasih Jakarta Tahun 2021 Variabel Paritas Primipara Multipara Total Pendidikan Rendah (SD-SMP) Tinggi (SMA-PT) Total Pengalaman Tidak Pernah Pernah Kurang Pengetahuan Kurang Cukup Baik Total Tingkat Tidak ada Kecemasan Kecemasan Kecemasan Ringan Kecemasan Sedang Total Berdasarkan tabel 1, sebagian besar responden merupakan primipara . ,2%), tingkat pendidikan tinggi . ,6%), tidak pernah memiliki pengamana bersalin secara SC . ,2%), pengetahuan kurang . ,6%) dan memiliki tingkat kecemasan sedang sebesar 56,5%. Analisis Bivariat Tabel 2. Hubungan antara Paritas. Pendidikan. Pengalaman SC dan Pengetahuan dengan Tingkat Kecemasan Ibu Bersalin Sectio Caesarea pada masa Pandemic COVID 19 di RS Restu Kasih Variabel Paritas Pimipara Tingkat Kecemasan PTidak Kecemasan Kecemasan Total value Ada Ringan Sedang 4 11,1 7 69,4 36 100 0,012 Journal for Quality in Women's Health Analisis Faktor yang Berhubungan DenganA. Multipara Pendidikan Rendah Tinggi Pengalaman Tidak Pernah Pernah Pengetahuan Kurang Cukup Baik Total 100 0,037 100 0,012 100 0,025 Berdasarkan tabel 2, didapatkan bahwa responden yang merupakan primipara mengalami tingkat kecemasan sedang sebanyak 25 orang . ,4%) dan responden yang merupakan multipara yang mengalami tingkat kecemasan sedang sebanyak 14 orang . ,5%). Analisis menggunakan uji chi-square didapatkan nilai signifikasi p-value : 0,012 yang berarti terdapat hubungan paritas terhadap tingkat kecemasan pada ibu bersalin sectio caesarea di Rumah Sakit Restu Kasih Jakarta. Pada tabel 2 juga dapat dijelaskan bahwa responden yang pendidikan rendah yang mengalami tingkat kecemasan sedang sebesar 20 orang . ,5%) dan responden pendidikan tinggi yang mengalami tingkat kecemasan sedang sebanyak 19 orang . ,4%). Analisis menggunakan uji chi-square didapatkan nilai signifikasi p-value : 0,037 yang berarti terdapat hubungan pendidikan terhadap tingkat kecemasan pada ibu bersalin sectio Dapat dijelaskan juga bahwa responden yang tidak pernah memiliki pengalaman sectio caesarea yang mengalami tingkat kecemasan sedang sebanyak 25 orang . ,4%) dan responden yang pernah memiliki pengalaman seksio sesarea yang mengalami tingkat kecemasan sedang sebanyak 14 orang . ,4%). Analisis menggunakan uji chi-square didapatkan nilai chi- signifikasi p-value : 0,012 yang berarti terdapat hubungan pengalaman terhadap tingkat kecemasan pada ibu bersalin sectio caesarea di Rumah Sakit Restu Kasih Jakarta. Tabel 2 juga menejlaskan bahwa responden dengan pengetahuan yang kurang memiliki tingkat kecemasan sedang sebanyak 19 orang . ,9%), memiliki tingkat pengetahuan cukup yang mengalami kecemasan sedang sebanyak 15 orang . %), dan responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik yang tidak mengalami kecemasan sebanyak 9 orang . ,3%). Analisis menggunakan uji chi-square didapatkan nilai signifikasi p-value : 0,025. Karena nilai signifikan p-value 0,025 yang berarti terdapat hubungan pengetahuan terhadap tingkat kecemasan pada ibu bersalin sectio caesarea di Rumah Sakit Restu Kasih Jakarta. PEMBAHASAN Kecemasan Kecemasan tidak memiliki stimulus yang jelas yang dapat diidentifikasi (Videbeck. Gangguan kecemasan merupakan gangguan sadar . yang ditandai dengan rasa takut terus menerus yang belum terganggu dalam penilaian kemampuan tes realitas . ealita RTA) masih baik, dan kepribadian masih utuh . elum mengalami gangguan kepribadia. Perilaku tersebut masih dapat diganggu, namun masih dalam kisaran normal (Hawari, 2. Kecemasan merupakan manifestasi dari berbagai proses emosi yang bercampur dan terjadi ketika mengalami stres . dan konflik batin (Derajat, 2. Tingkat kecemasan pada ibu yang bersalin dengan sectio caesarea dikarenakan ibu mengkhawatirkan prosedur pembedahan yang akan dilakukan, kondisi pemulihan pasca pembedahan, berdaptasi terjadap cara belajar merawat bayinya yang baru lahir dan diperberat dengan kondisi pandemic yang dapat menularkan dan meningkat resiko ibu berslain dan bayinya yang baru lahir terhadap penularan virus COVID 19. Journal for Quality in Women's Health Analisis Faktor yang Berhubungan DenganA. Hubungan antara Paritas dengan Tingkat Kecemasan Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan antara paritas terhadap tingkat Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Zamriati . dimana terdapat hubungan yang bermakna antara paritas dan tingkat kecemasan ibu, dimana ibu multipara memiliki tingkat kecemasan yang lebih rendah dibandingkan dengan ibu Menurut Astria . , pada ibu multipara akan lebih siap dalam menghadapi persalinannya karena telah memiliki pengalaman dalam menjalanninya. Menurut Laili . , jika dilihat dari pengalaman melahirkan ada dua golongan ibu yang diliputi rasa takut dan cemas dalam menghadapi persalinan. Golongan pertama adalah ibu yang sudah pernah melahirkan namun mempunyai pengalaman yang tidak menyenangkan dan golongan ke dua adalah ibu yang baru pertama kali melahirkan, tetapi mendengar banyak cerita dan pengalaman yang menakutkan dari orang sekitar. Hubungan antara Pendidikan dengan Tingkat Kecemasan Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan antara pendidikan dengan tingkat Hasil pada penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Dewi . , mengenai terdapatnya hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan dengan tingkat kecemasan ibu, dimana responden yang memiliki tingkat pendidikan rendah (SDSMP), akan lebih banyak mengalami kecemasan dibandingkan dengan responden yang memiliki tingkat pendidikan tinggi (SMA-PT). Ibu dengan pendidikan tinggi akan memiliki pengetahuan yang lebih luas dibandingkan dengan ibu berpendidikan rendah. Menurut Astria . , semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka semakin besar kemungkinan untuk mencari pengobatan ke pelayanan kesehatan, sebaliknya tingkat pendidikan yang rendah dari seseorang akan menyebabkan kurangnya informasi mengenai kesehatan sehingga dapat menimbulkan kecemasan. Lutfa . berpendapat bahwa pendidikan setiap orang memiliki arti tersendiri. Pendidikan sering kali dapat digunakan untuk mengubah cara berpikir, perilaku dan pengambilan keputusan. Tingkat pendidikan yang memadai akan memudahkan untuk mengidentifikasi sumber stres iinternal dan eksternal. Tingkat pendidikan juga mempengaruhi kesadaran dan pemahaman tentang rangsangan. Hubungan antara Pengalaman SC dengan Tingkat Kecemasan Pengalaman persalinan sebelumnya telah mempengaruhi tingkat kecemasan ibu menghadapi proses persalinan. Bagi ibu yang baru pertama kali melahirkan akan merasa sangat cemas, karena ibu akan memiliki kesan tersendiri terhadap proses persalinan. Hasil penelitian tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Dewi . , yang menyatakan tidak adanya hubungan yang bermakna mengenai hubungan antara pengalaman sectio caesarea sebelumnya dengan tingkat kecemasan ibu. Adanya pengalaman sectio caesarea sebelumnya dapat meningkatkan kesiapan ibu dalam menghadapi persalinan dengan seksio sesarea. Ibu dengan pengalaman sectio caesarea sebelumnya akan memiliki kecemasan yang lebih rendah dibandingkan ibu yang mengalami sectio caesarea untuk yang pertama kalinya. Karena ibu yang memiliki pengalaman operasi sectio caesarea sebelumnya akan lebih paham mengenai prosedur yang harus dijalani sehingga dapat menurunkan tingkat kecemasan pada ibu yang pernah memiliki pengalaman operasi sectio caesarea sebelumnya. Hubungan antara Pengetahuan dengan Tingkat Kecemasan Hasil penelitian ini menggunakan uji chi-square didapatkan nilai signifikasi p-value : 0,025< 0. 05, maka Ho ditolak yang berarti terdapat hubungan pengetahuan terhadap tingkat kecemasan pada ibu bersalin sectio caesarea di Rumah Sakit Restu Kasih Jakarta. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Angesti . , terdapat hubungan Journal for Quality in Women's Health Analisis Faktor yang Berhubungan DenganA. antara pengetahuan dan tingkat kecemasan. Hal ini dikarenakan belum adannya obat atau vaksin untuk virus COVID-19 yang membuat ibu semakin cemas karena takut terjadi suatu hal yang tidak diinginkan. Hawari . menyatakan, bahwa kecemasan adalah gangguan alam perasaan yang ditandai dengan perasaan ketakutan atau kekhawatiran yang mendalam. Ibu dengan tingkat pengetahuan yang rendah akan lebih tinggi dalam mengalami tingkat kecemasan, hal ini disebabkan karena ada kurangnya pengetahuan mengenai COVID-19 dan pencegahan serta tata laksananya sehingga ibu menjadi was-was, tidak tenang dan selalu mempunyai firasat buruk takut tertular COVID-19. Sedangkan ibu yang memiliki pengetahuan yang baik akan lebih paham mengenai proses penularan COVID-19 sehingga dapat menurunkan tingkat kecemasan ibu. KESIMPULAN Kesimpulan dari penelitain ini adalah terdapat hubungan antara paritas, pendidikan, pengalaman SC sebelumnya dan pengetahuan dengan tingkat kecemasan ibu bersalin dengan sectio caesarea pada masa pandemic COVID 19 di RS Restu Kasih Jakarta. DAFTAR PUSTAKA