Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 3 No. 2 Desember, 2025 : 192-205 FIGUR TELADAN IDEAL DALAM MEMBINA KELUARGA SAKINAH (KAJIAN TERHADAP KISAH NABI IBRAHIM AS DALAM AL-QURAN) Nikmal Abdu Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh nikmalabdu10@gmail. Abstract This the research examines meaning of the example of the Prophet Ibrahim As in his efforts to foster and form a sakinah family. The results of the research can be explained that the Islamic religion with its holy book for its adherents, namely the Koran, fully exemplifies the complete personality of a chosen servant, namely the Prophet Ibrahim As, in portraying himself as a husband with good moral character, a loving father and a noble apostle for his people. Several thinkers in Islam, both men and women, such as Buya Hamka, explained that to be an ideal family is to be a couple who carry out their mutual functions by providing spiritual support to their wife and as a wife are willing to serve their husband to provide the same. According to Zakiah Daradjat, to achieve an ideal family there must be an attitude of mutual understanding between husband and wife, accepting each other, respecting each other, trusting each other and loving each other so that a sakinah or ideal family can be realized. Meanwhile, according to Quraish Shihab, the sakinah family has values of calm, comfort and love in the family. However, sakinah does not just come, but there are conditions and its presence. The heart must be prepared with patience and piety because sakinah has been sent down by Allah SWT into the heart. Keywords: Figures. Exemplary. Sakinah Family. Prophet Ibrahim Abstrak Penelitian ini mengkaji tentang makna keteladanan dari Nabi Ibrahim As dalam upaya membina sekaligus membentuk keluarga sakinah. Hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa agama Islam dengan kitab suci bagi pemeluknya yakni Alquran mencontohkan secara lengkap mengenai kepribadian paripurna dari seorang hamba pilihan yakni Nabi Ibrahim As dalam memerankan dirinya sebagai sosok suami yang berakhlakul karimah, ayah yang penyayang dan rasul yang mulia untuk Beberapa tokoh pemikir dalam Islam baik kalangan pria maupun wanita seperti Buya Hamka menjelaskan untuk menjadi keluarga ideal adalah menjadi sebuah pasangan yang saling menjalankan fungsinya dengan memberikan nafkah batin kepada istrinya dan sebagai seorang istri rela melayani suaminya untuk memberikan hal yang serupa. Menurut Zakiah Daradjat untuk menuju keluarga ideal harus ada sikap saling mengerti antara suami dan istri, saling menerima. Nikmal Abdu, dkk : Figur Teladan Ideal Dalam Membina Keluarga Sakinah (Kajian Terhadap Kisah Nabi Ibrahim As Dalam Al-Qura. saling menghargai, saling mempercayai dan saling mencintai sehingga terwujudnya keluarga yang sakinah atau keluarga ideal. Sementara menurut Quraish Shihab keluarga sakinah yang didalamnya mempunyai nilai ketenangan, kenyamanan dan kasih sayang dalam keluarga. Akan tetapi sakinah tidak datang begitu saja, melainkan adanya syarat dan kehadirannya. Kalbu harus disiapkan dengan kesabaran dan ketakwaan karena sakinah diturunkan Allah SWT ke dalam Kata kunci: : Figur. Keteladanan. Keluarga Sakinah. Nabi Ibrahim PENDAHULUAN Alquran merupakan kitab suci umat Islam yang terdiri dari kumpulan pesan-pesan Tuhan, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril. 1 Alquran bagi kaum muslimin adalah kalam Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW dengan perantaraan Jibril selama kurang lebih dua puluh tiga tahun. Alquran juga telah memperkenalkan dirinya antara lain sebagai hudallin-nas, yakni sebagai petunjuk bagi umat manusia pada umumnya dan orang-orang yang bertaqwa pada khususnya. Alquran di samping sebagai pedoman, ia juga berfungsi sebagai kitab yang diturunkan agar manusia keluar dari kegelapan menuju jalan yang terang-benderang atau cahaya kebenaran. Manusia yang mengikuti petunjuk Alquran akan selamat dunia dan akhirat, sementara mereka yang melanggar petunjuk tersebut akan tersesat bahkan Manusia dapat mengikuti petunjuk tersebut bila mereka memahami pesan Al-quran, dan untuk dapat dipahami dengan mudah oleh akal manusia, maka Alquran diturunkan dengan menggunakan bahasa manusia. Dalam realitasnya bahasa manusia cukup beragam dan masing-masing wilayah memiliki bahasa sendiri, oleh karena itu Allah AumeminjamAy atau Aumengambil sampelAy masyarakat Arab dengan bahasa Arab sebagai bahasa komunikasinya dan untuk selanjutnya bisa dipelajari oleh wilayah-wilayah lain dengan bahasa yang berbeda tersebut. Kandungan pesan Ilahi yang disampaikan oleh Nabi SAW dalam bentuk Alquran ini telah menjadi landasan kehidupan individual dan sosial kaum muslimin dalam segala sudut pandangnya bahkan masyarakat muslim mengawali eksistensinya dan telah memperoleh kekuatan hidup dengan merespon dakwah Alquran. Itulah sebabnya Alquran berada di jantung kehidupan umat Islam. Namun Abdul Muin Salim. Konsepsi Kekuasaan Politik dalam Al-qurAoan, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1. , hlm. Khadijatul Musanna and Ali Sodiqin. AuDebates in Modern Economic Transactions: Assessing the Gopay Agreement in the Perspective of Indonesian Ulama,Ay Asy-SyirAoah: Jurnal Ilmu SyariAoah Dan Hukum 56, no. : 329Ae49. Hasan AsyAoari. Membedah Kitab Tafsir-Hadis dari Imam Ibn Jarir al-Thabari hingga Imam al-Nawawi al-dimasyqi, (Semarang: Menara Kudus, 2. , hlm. Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 3 No 2. Desember, 2025:192-205 Nikmal Abdu, dkk : Figur Teladan Ideal Dalam Membina Keluarga Sakinah (Kajian Terhadap Kisah Nabi Ibrahim As Dalam Al-Qura. tanpa pemahaman yang semestinya terhadap Alquran, kehidupan dan pemikiran serta kebudayaan kaum muslimin akan sangat sulit dipahami. Untuk menjawab setiap problem yang ada. Alquran meletakkan dasardasar umum yang dapat dijadikan landasan oleh manusia serta relevan di segala 5 Di dalamnya juga terangkum berbagai tatanan sosial yang mengatur tentang habl min al-nas seperti tata cara kehidupan bernegara, bermasyarakat bahkan persoalan kehidupan rumah tangga. Suatu hukum alam bahwa untuk kelangsungan dan langgengnya kehidupan. Allah menciptakan laki-laki dan perempuan dan menjadikan hubungan antara keduanya dengan suatu cara tertentu untuk merealisasikan tujuan tersebut. Ini adalah kehendak Allah SWT. Allah lalu menjadikan hubungan laki-laki dan perempuan sebagai hubungan yang agung, yaitu sebuah pernikahan. Pernikahan menurut Islam adalah sesuatu yang sakral dan memiliki tujuan yang sakral pula, dan tidak terlepas dari ketentuanketentuan yang ditetapkan oleh ajaran Islam. Tujuan tama dari sebuah pernikahan adalah terbentuknya keluarga sakinah yang penuh kebahagiaan dan rasa kasih sayang. 7 Menurut pendapat lain, kata ahlun berasal dari kata ahala yang berarti menikah. Sedangkan menurut konsep islam, keluarga adalah satu kesatuan hubungan antara laki-laki dan perempuan melalui akad nikah menurut ajaran islam, dengan adanya ikatan akad nikah pernikahan tersebut dimaksudkan anak dan keturunan yang dihasilkan menjadi sah secara hukum agama. Sedangkan sakinah terambil dari kata sakana yang berarti diam/bergejolak. Sakinah karena perkawinan adalah ketenangan yang dinamis dan 9 Jadi, istilah keluarga sakinah adalah dua kata yang saling melengkapi, kata sakinah sebagai kata sifat, yaitu untuk menyifati atau menerangkan kata keluarga. Keluarga sakinah diartikan dengan keluarga yang tentram, tenang, bahagia, dan sejahtera lahir batin serta dilandasi dengan rasa cinta dan kasih sayang. Dalam hal ini. Islam menetapkan bahwa tujuan pernikahan adalah membentuk keluarga sakinah yang dilandasi dengan mawaddah, dan warrahmah. Abdul Hamid. Pengantar Studi Al-QurAoan, (Jakarta: Kencana, 2. , hlm. MannaAo Al-Qaththan. Pengantar Studi Ilmu QurAoan, terj. Ainur Rafiq el-Mazni, (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2. , hlm. Thariq Kamal An-NuAaimi. Psikologi Suami Istri, (Yogyakarta: Mitra Pustaka, 2. Syamsul Bahri. Skripsi tentang AuKonsep Keluarga Sakinah menurut Quraisy ShihabAy, (Yogyakarta, 2. , hlm, 1. Ainur Rahim Faqih. Bimbingan dan Konseling dalam Islam, (Yogyakarta: UII Press, 2. , hlm. Zainutah Subhan. Membina Keluarga Sakinah, (Yogyakarta. Pustaka Pesantren LKIS, 2. , hlm. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-QurAoan. Tafisr Al-QurAan Tematik. Jilid. 2, (Jakarta: Kamil Pustaka, 2. , hlm. Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 3 No 2. Desember, 2025:192-205 Nikmal Abdu, dkk : Figur Teladan Ideal Dalam Membina Keluarga Sakinah (Kajian Terhadap Kisah Nabi Ibrahim As Dalam Al-Qura. Terbentuknya keluarga yang bahagia tidak terlepas dari konsep hubungan Konsep hubungan peran muncul dengan sendirinya dan secara otomatis dipahami oleh setiap individu melalui proses sosialisasi bahkan pada masa kanakkanak. Dalam proses sosialisasi, setiap individu belajar mengetahui apa yang diinginkan keluarganya hingga pada akhirnya akan membawa individu tersebut kepada kesadaran tentang adanya kebenaran yang dikehendaki. Berkurangnya peran laki-laki selaku pemimpin dalam keluarga ini adalah sebuah fenomena sosial yang hari ini tidak dapat dinafikan. Studi kasus banyak menunjukkan realita bahwa degradasi moral yang terjadi pada generasi mutakhir ini memiliki keterkaitan erat dengan mandeknya figur teladan ideal dalam keluarga itu sendiri. Keteladanan adalah metode tarbiyah yang selaras dengan fitrah manusia. Adalah bagian dari fitrah, jika setiap manusia mendambakan hadirnya seorang tokoh atau figur yang layak menjadi panutan dalam hidup dan kehidupannya. Mengingat penelitian ini mengulas terkait Nabi Ibrahim As, maka tentu ini berhubungan erat dengan kisah-kisah dalam Alquran. Penempatan dan pemuatan berbagai kisah nyata . dalam Alquran itu, jelas selaras dengan karakter manusia yang pada umumnya menyukai sejarah, berita bahkan tidak jarang berita gosip yang buruk sekalipun. Di sinilah terletak manfaat keberadaan kisah sejati yang diangkat dan diungkap Alquran. Kisah-kisah dalam Alquran seringkali digunakan sebagai alat untuk berdebat, berdialog, menyampaikan berita gembira, mengancam, dan sekaligus menjelaskan dasar-dasar dakwah Islam. 14 Hal ini dikarenakan kisah dapat merangsang pembaca untuk terus mengikuti peristiwa dan pelakunya, terlepas ia suka atau tidak terhadap perbuatan tokoh-tokohnya. Pengaruh kisah juga dapat menembus berbagai kalangan, baik untuk orang yang berpendidikan tinggi maupun yang masih awan sekalipun. Bagi seorang sastrawan, tentu kisah merupakan media yang baik untuk menyampaikan pesan-pesan yang hendak disampaikan. Penuturan kisah dalam Alquran tidak berarti ia sebagai buku cerita, namun mempunyai tujuan yang tinggi, yaitu menanamkan nasihat dan pelajaran yang dipetik dari peristiwa masa lalu. Manfaat yang bisa diambil berupa hakikat Wiliam J. Googe. Sosiologi Keluarga, cet, ke-7 (Jakarta. PT. Bumi Aksara 2. , hlm. Herlina Hasan Khalida. Membangun Pendidikan Islami di Rumah, (Jakarta: Niaga Swadaya, 2. Cet ke-1, hlm. Muhammad Amin Suma. Ulumul QurAoan (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2. Muhammad A. Khalafullah. Al-QurAoan Bukan Kitab Sejarah: Seni. Sastra dan Moralitas dalam Kisah-Kisah Al-QurAoan, terj. Zuhairi Misrawi dan Anis Maftukhin (Jakarta: Paramadina, 2. , hlm. Hanafi. Segi-Segi Kesusastraan pada Kisah-Kisah Al-QurAoan (Jakarta: Pustaka Alhusna, 1. , hlm. Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 3 No 2. Desember, 2025:192-205 Nikmal Abdu, dkk : Figur Teladan Ideal Dalam Membina Keluarga Sakinah (Kajian Terhadap Kisah Nabi Ibrahim As Dalam Al-Qura. peristiwa, kemurnian akidah dan kesempurnaan sastra serta beragam hal baik 16 Dalam konteks penelitian ini, penulis akan mengulas serta menelusuri tentang bagaimana sosok kekasih Allah yakni Nabi Ibrahim As yang dikisahkan Alquran dalam menjalankan perannya sebagai seorang suami sekaligus ayah bagi istri dan anak-anaknya hingga mampu menghadirkan ketahanan keluarga nilai ideal seorang kepala rumah tangga dalam membina keluarganya sendiri. Dalam penelitian ini penulis hanya akan meneliti beberapa ayat dari surahsurah tentang kisah Nabi Ibrahim yang ada dalam Alquran. Hal itu dikarenakan keterbatasan peneliti baik dari segi waktu maupun kemampuan. Selain itu, alasan pemilihan beberapa ayat dalam surah-surah tersebut adalah karena dalam ayat tersebut diceritakan kisah antara Nabi Ibrahim dengan istrinya dan antara Nabi Ibrahim dengan anaknya di mana sebuah keluarga itu terdiri dari suami istri dan anak sehingga akan lebih terfokus pembahasannya sesuai dengan tema yang akan Berdasarkan pemaparan latar belakang di atas, hipotesis penelitian ini adalah seyogyanya seorang laki-laki mampu menjadi teladan yang baik dalam perannya membina keluarga menuju sakinah sebagaimana patron yang telah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim As. Profil Nabi Ibrahim adalah keniscayaan yang mesti oleh setiap laki-laki diusahakan. Kepribadiannya bukan hanya sekedar mengajarkan tetapi memberikan teladan atau percontohan. Tidak sebatas mentransfer keilmuan yang luas, namun di sempurnakan dengan hadirnya uswah atau teladan terbaik. Fokusnya ialah bagaimana jiwa dan nilai serta tuntunan baik dari kepribadian Nabi Ibrahim As mampu diejawantahkan oleh kaum lelaki di era kekinian seperti sekarang ini serta yang tak kalah penting ialah bagaimana peran keluarga hendaknya diintegrasikan dengan iman, sehingga pengamalan akan berjalan dengan baik dengan menghasilkan akhlakul karimah. Dengan mengacu pada hal tersebut, penulis ingin meneliti bagaimana AuFigur teladan ideal dalam bina keluarga sakinah . ajian terhadap kisah Nabi Ibrahim As dalam Al-QuranAy. METODE PENELITIAN Metode penelitian tesis ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan . ibrary researc. , di mana jenis penelitiannya bersifat kualitatif. 17 Adapun alasan dipilihnya jenis penelitian ini, karena kepustakaan yang lebih banyak ditemukan sumber data mengenai sejarah dan konsep figur teladan dalam pembinaan bagi keluarga dengan mengacu atau mengkaji secara spesifik terkait kisah Nabi Ibrahim Shalah al-Khalidy. Kisah-Kisah Al-QurAoan: Pelajaran dari Orang-Orang Dahulu, terj. Setiawan Budi Utomo (Jakarta: Gema Insani Press, 1. , hlm 33. Khadijatul Musanna. AuE-Commerce Practice in the Light of Mashlahah Mursalah,Ay Journal of Islamic Economics Lariba 8, no. : 331Ae40. Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 3 No 2. Desember, 2025:192-205 Nikmal Abdu, dkk : Figur Teladan Ideal Dalam Membina Keluarga Sakinah (Kajian Terhadap Kisah Nabi Ibrahim As Dalam Al-Qura. dalam AlqurAoan. Penelitian kepustakaan . ibrary researc. , dilakukan dengan mencari literatir-literatir yang ada di perpustakaan sebagai fasilitas penelitian KONSEP DASAR Figur Teladan Ideal Makna figur merujuk pada seseorang yang dianggap sebagai contoh, panutan atau sosok yang penting bagi anggota keluarga lainnya. Adapun yang dimaksud dalam penelitian ini ialah figur teladan dalam membina keluarga yang sakinah dengan kajian terhadap kisah Nabi Ibrahim, seperti yang diketahui bahwa Nabi Ibrahim As adalah satu dari Nabi dan Rasul yang juga mendapat sebutan Ulul Azmi, yakni para Rasul yang memiliki keteguhan luar biasa selama menyebarkan berbagai risalah Allah SWT. Bertahun-tahun usia pernikahan Nabi Ibrahim dengan Sarah. Nabi Ibrahim masih belum dikaruniai anak hingga Sarah meminta sang Nabi menikahi Hajar, lalu Hajar melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Ismail. Sewaktu Nabi Ibrahim telah membuktikan keimanannya serta kesetiaannya kepada Allah dengan melaksanakan apapun yang Allah perintahkan maka Allah memilih Nabi Ibrahim sebagai sosok kepercayaan di muka bumi ini serta Allah memberkahi Nabi Ibrahim berupa anugerah berlimpah di dunia dan akhirat. 18 Ideal yang dimaksud dalam penelitian ini ialah ideal dalam menjalani kehidupan rumah tangga atau keluarga yang harmoinis, keluarga ideal tempat di mana kehangatan cinta dan kasih sayang serta perhatian dan kepedulian dan sikap rela berkorban. HASIL DAN PEMBAHASAN Kisah Nabi Ibrahim Dalam Alquran Surah Ash-Shaffat Ayat 102 a AE aO aA A Ae a eE aIA a aAE e aO CA ca aEa acI aEa a aI aNA a acI a eaA aI uacI aaO aA Ee aIIa aI A caE aaO A a a a aAE AaIae aI a a aO CA a ca AacEE aIIA a a AOIA a AEA aA a aca Aa eaI a aa aacI uI aA Artinya: AuKetika anak itu sampai pada . ia sanggup bekerja bersamanya, ia (Ibrahi. AuWahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku Pikirkanlah apa pendapatmu?Ay Dia (Ismai. AuWahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Alla. kepadamu! Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar. Ay19 Nabi Ibrahim As Sebagai Pemimpin Keluarga Indriya rusmana. Teladan Tarbiyah Ilahiyah Keluarga Nabi Ibrahim Menuju Era New Normal,A hlm. Mawaddatul Husna. Membaca Keluarga Sakinah Dalam Potret Keluarga Nabi Ibrahim, dalam Jurnal An- NidaAo. Volume 46. Nomor 2, 2022, hlm. Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 3 No 2. Desember, 2025:192-205 Nikmal Abdu, dkk : Figur Teladan Ideal Dalam Membina Keluarga Sakinah (Kajian Terhadap Kisah Nabi Ibrahim As Dalam Al-Qura. Sosok Ibrahim As menggambarkan seorang suami yang sukses mendidik keluarga, istrinya tetap taat dan setia walaupun ditinggalkan di lembah yang gersang, anaknya begitu taat kepada Allah SWT. Kesuksesan Ibrahim dalam mendidik keluarga tercermin dengan ketaatan anaknya meskipun harus disembelih, tidak keluar sepatah kata apa pun dari mulut Ismail atas penolakan terhadap perintah Allah tersebut. Bahkan kelebihan Ibrahim dalam mendidik generasi terbukti dengan suksesnya mendidik anak dalam beragama sampai bersama-sama membangun KaAobah dan Masjidil Haram yang merupakan tempat ibadah tertua. Keluarga dituntut untuk memahami dan mengaplikasikan role model positif kepada anggota keluarga lainnya. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga tatanan nilai dan moral yang saat ini sedang berada dalam kategori memprihatinkan sekaligus membutuhkan perhatian dan perbaikan. Keluarga merupakan bagian dari agent of ghange di garda depan pembangunan bangsa. Keluarga yang solid dan memilki karakter implementasi nilai maka kana melahirkan gengerasi emas. Sebaliknya, keluarga yang nihil karakter nilai akan tergerus dan cenderung terbawa arus kehidupan yang serba permisif. Sejarah mencatat bahwa dengan karakter kuat tersebut. Irahim berhasil mendidik anak dan keturunannya menjadi Nabi dan pemimpin dunia. Fakta bahwa Ibrahim mamu melahirkan generasi yang mayoritas menjadi pemimpin dunia, tentu akan sangat sesuai untuk dijadikan role midel keluarga di era saat ini maupun seterusnya. Analisis kisah Ibrahim sebagai sosok yang memiliki ketangguhan individu dan relasi sosial yang baik sehingga layak menjadi contoh atau uswah . ole mode. yang mampu diaplikasikan dalam kehidupan keluarga muslim. Pemikiran Tokoh Islam Mengenai Keluarga Ideal Keluarga Sakinah Menurut Hamka Buya hamka menjelaskan makna sakinah bahwa untuk menjadi keluarga ideal adalah menjadi sebuah pasangan yang saling menjalankan fungsinya, contohnya bilaman seorang suami memberikan nafkah batin kepada istrinya pun sebaliknya senbagai seorang istri rela melayani suaminya untuk memberikan hal yang serupa. Kunci dari hidup yang baik adalah kebahagiaan. Oleh karena itu, secara disadari maupun tidak manusia terus berupaya untuk mencapai kebahagiaan. Tuti Alawiyah. Idealita Keluarga Ibrahim AS Dalam Perspektif Tafsir Fi Zhilalil QurAoanAy, (Skripsi Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir. Universitas Islam Negeri Raden Intan. Lampung, 2. , hlm. Agus Supriadi. AuKisah Nabi Ibrahim Sebagai Role Model KeluargaAy, dalam Jurnal Of Islamic Legal Studies. Volume 12. Nomor 2, . , hlm. Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 3 No 2. Desember, 2025:192-205 Nikmal Abdu, dkk : Figur Teladan Ideal Dalam Membina Keluarga Sakinah (Kajian Terhadap Kisah Nabi Ibrahim As Dalam Al-Qura. Kebahagiaan itu sendiri dapat dicapai dengan terpenuhinya kebutuhan hidup dan ada banyak cara yang ditempuh oleh masing-masing individu. Orang bekerja untuk memperoleh pengahsilan dan pencapaian karier. Orang berkeluarga untuk memenuhi kebutuhan akan cinta dan aksih sayang, interkasi antar pribadi yang terjadi dalam keluarga ini ternyata berpengaruh terhadao kedaan bahagia . atau tidak bahagia . pada salah seorang atau beberapa anggota keluarga lainnya. Keluarga Sakinah Menurut Zakiah Daradjat Menurut Zakiah Daradjat untuk menuju keluarga ideal ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh setiap pasangan suami istri yaitu sebagai berikut: Saling Mengerti Antara Suami dan Istri Saling Menerima Saling mengerti Saling Mempercayai Saling Mencintai Keluarga Sakinah Menurut Quraish Shihab Keluarga sakinah menurut Quraish Shihab adalah keluarga yang didalamnya mempunyai nilai ketenangan, kenyamanan dan kasih sayang dalam Akan tetapi sakinah tidak datang begitu saja, melainkan adanya syarat dan kehadirannya. Kalbu harus disiapkan dengan kesabaran dan ketakwaan karena sakinah diturunkan Allah SWT ke dalam kalbu. Sifat- sifat itulah yang mengatur kepada kesadaran bahwa pilihan Allah adalah pilihan yang baik, bahkan mengantarkannya untuk tidak menghendaki dirinya kecuali yang dikehendaki-Nya, tidak juga mengharapkan sesuatu, kecuali apa yang ditetapkanNya untuk yang Saat itu, pasti kecemasan apapun hebatnya akan berubah menjadi ketenangan dan ketakutan apapun yang mencengkramnya akan beralih menjadi Itulah tanda AusakinahAu telah bersatu didalam kalbu. Membentuk Keluarga Sakinah Di Era Kekinian Hafidzotun Nisa. AuKonsep Keluarga Ideal Dalam Al-QurAoan (Studi Analisis Tafsir AlAzhar dan Tafsir Al-Misbah Karya Buya Hamka dan Quraish ShihabAy (Tesis Pengkajian Islam Konsentrasi Tafsir. UIN Syarif Hidayatullah. Jakarta, 2. , hlm. Kispul Haerani. AuKeluarga Sakinah Dalam AlqurAoan (Studi Tafsir Komparatif Antara Buya Hamka dan Quraish Shihab Dalam Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Misba. Ay, (Skripsi Ilmu AlqurAoan dan Tafsir. Universitas Islam Negeri Mataram. Mataram, 2. , hlm. Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 3 No 2. Desember, 2025:192-205 Nikmal Abdu, dkk : Figur Teladan Ideal Dalam Membina Keluarga Sakinah (Kajian Terhadap Kisah Nabi Ibrahim As Dalam Al-Qura. Membangun kehidupan keluarga sakinah di era kekinian, dapat diterapkan dalam kehidupan sesuai dengan prinsip-prinsip keluarga sakinah, antara lain: Upaya dalam Rangka Menciptakan Generasi yang Shalih Membangun keluarga yang sempurna memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Mempunyai anak yang shalih dan shalihah merupakan dambaan setiap orang tua. Anak merupakan anugerah terindah karena lewat mereka orang tua bisa terbantu masuk surga atau sebaliknya bisa menyeret orang tua ke dalam neraka. Larangan Menelantarkan Keluarga di Tempat yang Tidak Layak Pada dasarnya pesan yang berkaitan dengan pelarangan menelantarkan keluarga di tempat yang dinilai kurang layak mengajak untuk membahagiakan keluarga dengan memenuhi hak-hak yang harus didapatkan oleh masing-masing anggota Dalam kehidupan saat ini, keharmonisan dan kelangsungan hidup berkeluarga perlu didukung oleh ketersediaan kebutuhan hidup dasar seperti pangan, sandang serta penghasilan yang baik dan cukup. Hal tersebut merupakan kewajiban dari seorang suami, keluarga yang dikatakan sejahtera lebih banyak menggunakan indikator ekonomi materi daripada mental psikologis. Meskipun demikian, hal tersebut belum tentu dapat menjamin kebahagiaan sebuah rumah tangga. Usaha Mencari Rezeki dalam Keluarga Saat Ini Pada dasarnya, kewajiban mencari dan memberi nafkah terhadap keluarga merupakan pekerjaan seorang suami. Namun, disadari atau tidak, dalam kehidupan modern saat ini menyebabkan banyaknya tuntutan yang harus dipenuhi dalam keluarga sehingga dalam hal mencari rezeki pun wanita ikut serta di dalamnya. Agama Islam sendiri dapat menerima perkembangan baru ini karena syariAoat pun tidak melarang perempuan keluar rumah untuk bekerja selama ini dilakukan dengan baik, sopan dan sesuai dengan norma agama dan budaya. Musyawarah dalam Keluarga Mahmudah Hafan. AuKonsep Keluarga Sakinah Berdasarkan Kisah Nabi Ibrahim Dalam Tafsir Al-Munir Karya Wahbah Al-Zuhaili (W. Ay, (Skripsi Tafsir Hadis. Institut Ilmu AlqurAoan (IIQ). Jakarta, 2. , hlm. Mahmudah Hafan. AuKonsep Keluarga Sakinah Berdasarkan Kisah Nabi Ibrahim Dalam Tafsir Al-Munir Karya Wahbah Al-Zuhaili (W. AyA, hlm. Mahmudah Hafan. AuKonsep Keluarga Sakinah Berdasarkan Kisah Nabi Ibrahim Dalam Tafsir Al-Munir Karya Wahbah Al-Zuhaili (W. Ay. , hlm. Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 3 No 2. Desember, 2025:192-205 Nikmal Abdu, dkk : Figur Teladan Ideal Dalam Membina Keluarga Sakinah (Kajian Terhadap Kisah Nabi Ibrahim As Dalam Al-Qura. Bermusyawarah atau berkomunikasi dalam keluarga, hendaknya dari masingmasing anggota mengetahui secara benar kebutuhan dirinya serta memiliki ketrampilandalam menyampaikan pandangannya secara baik. Selain itu, dari masing-masing pihak juga harus dapat mendengar secara efektif dari pasangannya, sehingga tidak segera memberi penilaian baik atau buruk terhadap gagasan yang disampaikan kepadanya. Setelah itu baru kemudian bersama-sama mencari penyelesaian terbaik yang di dasari oleh saling pengertian, tidak menuntut untuk menang sendiri, dan tidak pula harus terus menerima dan mengalah sehingga dapat menemukan hasil yang terbaik. Pendidikan Terhadap Anak Berbicara mengenai pendidikan anak, tentu tidak lepas dari masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat pada saat ini. Dalam kehidupan sekarang, media massa merupakan salah satu penyebab kemerosatan moral anak jika dalam pemakaianya disalah gunakan. Di samping itu, pergaulan bebas yang terjadi dalam masyarakat juga merupakan ancaman besar bagi orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Di samping itu, dalam proses pembentukan anak, aspek keteladanan juga memiliki peran yang sangat uas dalam pembimbingan, pembangunan kepribadian anak dan pendidikannya. Keteladanan ayah dan ibu adalah objek pertama yang dicontoh oleh anak baik dalam hal perbuatan, ucapan maupun perilaku mereka sebelum sesuatu yang berada di luar lingkungannya, baik itu sekolah, maupun lingkungan sekitar. PENUTUP Berdasar penelitian yang telah dilakukan, maka penulis menyimpulkan bahwasanya dengan memakai beberapa teori yang telah terpaparkan sebelumnya, penulis dapat melihat esensi dari keberadaan figur teladan ideal dalam upaya membina dan mewujudkan keluarga sakinah. Ini menjadi sangat krusial mengingat problematika hari ini banyak umat Islam yang dalam keluarganya masing-masing memang kekurangan sosok yang dapat dijadikan suri teladan. Agama Islam dengan kitab suci bagi pemeluknya yakni Alquran mencontohkan secara lengkap mengenai kepribadian paripurna dari seorang hamba pilihan yakni Nabi Ibrahim As dalam memerankan dirinya sebagai sosok suami yang berakhlakul karimah, ayah yang penyayang dan rasul yang mulia untuk umatnya. Terkhusus dalam perannya di keluarga, ini sangatlah mencolok hingga bahtera rumah tangga yang diarunginya senantiasa dalam rahmat serta keberkahan dari Allah SWT. Beberapa tokoh pemikir dalam Islam baik kalangan pria maupun wanita sepakat bahwa keluarga merupakan Mahmudah Hafan. AuKonsep Keluarga Sakinah Berdasarkan Kisah Nabi Ibrahim Dalam Tafsir Al-Munir Karya Wahbah Al-Zuhaili (W. Ay. , hlm. Mahmudah Hafan. AuKonsep Keluarga Sakinah Berdasarkan Kisah Nabi Ibrahim Dalam Tafsir Al-Munir Karya Wahbah Al-Zuhaili (W. Ay, (Skripsi Tafsir Hadis. Institut Ilmu AlqurAoan (IIQ). Jakarta, 2. , hlm. Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 3 No 2. Desember, 2025:192-205 Nikmal Abdu, dkk : Figur Teladan Ideal Dalam Membina Keluarga Sakinah (Kajian Terhadap Kisah Nabi Ibrahim As Dalam Al-Qura. elemen terkecil dari peradaban suatu umat. Jika keluarga baik, maka akan berpengaruh besar dalam kemajuan sebuah bangsa. Demikian juga sebaliknya. Oleh karenanya, arus dan arah dari keluarga tentu sangat bergantung pada lelaki yang menjadi imam/kepala dalam rumah tangga itu. Penulis mendapati bahwa tipikal lelaki yang paham agama dan memiliki keimanan yang teguh, bersikap penuh kesantunan, mampu mengelola amarah tatkala sedang emosi, punya iffah dan senantiasa memelihara Aoiffah . dan marwah . arga dir. serta bertanggung jawab akan cenderung membawa ia kepada keteladanan yang dapat diikuti oleh anggota keluarganya. Ruang kemunduran atau tidak tercapainya tujuan keluarga yang rukun, indah dan sejahtera mustahil ada jikalau sang pemimpin keluarga dapat menonjolkan dirinya dengan beberapa aspek yang tadi telah disebutkan di atas. DAFTAR PUSTAKA