JURNAL TABGHA Volume 5 No. 2 Oktober 2024 P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 EKSISTENSI DIGITAL DALAM MUSIK GEREJA REFLEKSI ALKITABIAH MAZMUR 40:4 1Eko Agus Setiawan, 2Nilawaty Manalu Prodi Teologi Sekolah Tinggi Teologi Tabgha Batam 1ekosetiawan@st3b. id, 2cttnila09@gmail. Abstract Now, digital existence is moving faster and faster among the activities of billions of people. With it, each individual is integrated. On the other hand, digital concepts continue to transform and capture everyone's Various literacies also discuss the good sides, challenges and opportunities of digital for humans and their generations. Added to this is the innovation of copying machines whose functions are not far from humans. It's called Artificial Intelligence (AI), a human-made intelligent machine designed to make human work easier. Finally, several opinions say that this machine will be a big threat if not managed properly. In this article the author will explain the existence of digital AI from a Christian Because like it or not, the church must accept and apply AI technology and media in its ministry to repair a broken world. However, modern technology will deny God's birth when it is in the wrong hands with the wrong motivation. David in his composition in (Psalm 40:. , reminds us that God is the creator of all good things for the glory of His name, not to destroy His creation. In another sense, digital was designed not for humanity's fall into sin, but instead for the work of salvation through the redemption He provided. In order to avoid misunderstandings about the existence of digitalization, the author will clarify the concept of digital in church music by providing a general overview of developing Keywords: church, music, digital, technology, bible. Abstrak Kini, eksistensi digital bergerak kian cepat di antara kesibukan milyaran manusia. Bersamanya, tiap individu terintegrasi. Di sisi lain konsep digital terus bertransformasi dan menyita perhatian setiap orang. Banyak literasi membahas sisi baik, tantangan dan peluang digital terhadap manusia dan generasinya. Ditambah lagi dengan inovasi mesin peniru yang fungsinya tidak jauh dari manusia. Namanya Artificial Intellegence (AI), mesin cerdas buatan manusia yang dirancang untuk mempermudah pekerjaan Terakhir, beberapa pendapat menyampaikan mesin ini akan menjadi ancaman besar jika tidak dikelola dengan baik. Dalam tulisan ini penulis akan menjelaskan eksistensi digital AI dari perspektif Kekristenan. Karena mau-tidak-mau gereja harus menerima dan menerapkan teknologi dan media AI dalam pelayanannya untuk memperbaiki dunia yang sedang rusak. Akan tetapi kemodernan teknologi akan mengingkari keilahiran Tuhan ketika berada di tangan yang salah dengan motivasi yang salah. Daud dalam gubahannya di (Mazmur 40:. , mengingatkan bahwa Tuhanlah pencipta segala kebaikan untuk kemuliaan nama-Nya, bukan untuk merusak ciptaan-Nya. Dalam pengertian lain, digital dirancang bukan untuk kejatuhan manusia ke dalam dosa, tetapi sebaliknya untuk karya keselamatan melalui penebusan yang Dia berikan. Guna menghindari kesalahpahaman keberadaan digitalisasi, penulis akan memperjelas konsep digital dalam musik gereja dengan memberikan gambaran umum terhadap teori yang berkembang. Kata Kunci: gereja, musik, digital, teknologi. Alkitab. PENDAHULUAN Tak dipungkiri rekayasa teknologi terus berkembang dari masa ke masa. Posisinya sudah menyamai listrik sebagai kebutuhan primer. Di satu sisi teknologi digital semakin memberikan dampak yang kentara untuk merebut hati setiap orang. Penyebarannya sangat cepat, mulai dari perkantoran, sekolah-sekolah, gereja, usaha kecil sampai perusahaan besar. masyarakat di dalam pekerjaannya, dari desa sampai ke kota, eksistensi digital dinilai telah mempermudah dan memberi manfaat besar. Hal itu membuat elektabilitas digital semakin kuat dan kian mendapat tempat di hati setiap orang. Ada hal-hal mencengangkan yang disuguhkan dunia digital, sehingga menarik perhatian untuk mengetahui lebih jauh cara Perkembangan teknologi tampaknya sudah terancang secara alami. Perlahan namun pasti, digital telah menciptakan paradigma baru. Tidak dipungkiri eksistensi digital sudah memberikan dampak positif kepada umat di dunia. Banyak hal tersingkap. JURNAL TABGHA Volume 5 No. 2 Oktober 2024 menjadi jelas terhadap objek yang tadinya masih langka, rahasia, dan tidak diketahui khalayak orang. Semua itu terjadi karena keterbatasan akses. Namun di era keterbukaan informasi, pelayanan publik semakin mudah diakses dan akuntabel. Dalam institusi pemerintahan misalnya, dikenal sistem blockchain . erfungsi untuk membantu birokrasi, dengan perangkat Artificial Intelligence (AI). Penemuan teknologi baru dianggap telah mampu memberi kemudahan, keadilan, rasa aman dan damai, serta kepuasaan. Indonesia baru saja dikejutkan dengan masalah hukum yang menyeret sejumlah nama petinggi oknum kepolisian. Lagi-lagi teknologi digital berkontribusi membuka tabir sesungguhnya atas kasus kematian Josua Hutabarat. Ini adalah segelintir persoalan hukum yang sudah terungkap dengan dukungan digital. Di sisi lain, masyarakat menganggap peran media menjadi pilihan terakhir dalam upaya mencari keadilan ketika mereka menerima perlakuan yang menyimpang dari undangundang yang mengatur. Dalam bidang pendidikan, jarak tidak lagi penghalang bagi mahasiswa yang ingin Pembelajaran virtual online, daring, zoom, semakin membuka kesempatan bagi mahasiswa yang terkendala oleh waktu dan jarak. Teknologi yang sedang tren saat ini adalah Atificial Intelligence (AI), sarana yang dapat membantu kemampuan untuk Disebut juga sebagai mesin kecerdasan buatan. Di bidang kesehatan. AI menjadi perangkat penting untuk mendiagnosa penyakit, memperpanjang harapan hidup dan manfaat medis lainnya. Di sisi lainnya, gereja dalam Aumenjadikan segala bangsa menjadi muridNyaAy tidak dapat mengesampingkan kehadiran teknologi. Manusia sebagai objek penjangkauan jiwa, sekarang ada dalam kelompok media sosial yang bertrasformasi dengan digital tersebut. Platform-platform media sosial telah menarik dan menyatukan mereka dari belahan dunia, latar belakang dan berbagai lapisan masyarakat. Gambaran dihadapkan pada kebutuhan yang tidak bisa ditolak. Digital akan-dan-sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 sehari-hari. Mulai ketergantungan, dimulai dari bangun sampai menjelang tidur Akan tetapi, tidak semua orang melek digital bisa menerima konsep digital menggunakan perangkat digital, walaupun setiap orang rata-rata sudah menikmati media digital. Ilustrasinya, tidak semua orang bisa menyanyi. Akan tetapi dengan aplikasi yang tersedia, semua orang kini bisa menyanyi. Bagi mereka yang menganggap teknologi digital adalah sebuah ancaman, dan sulit membuka diri mau-tidak-mau akan tertinggal. Ini masalah membuka diri atau tetap mempertahankan tradisi yang sudah berlangsung sekian waktu. Dari perspektif individunya, kebanyakan yang tertinggal teknologi adalah orang-orang yang sudah berumur paruh baya . sia 45-64 tahu. , perempuan, masyarakat adat, dan daerah Dalam dunia kerja, teknologi telah memberikan pengaruh besar terhadap keberlanjutan para pekerja. Tenaga dan skil manusia kini banyak digantikan dengan Akibatnya, angka pengangguran diprediksi akan bertambah. Selain dunia pendidikan, kesehatan, sosial dan budaya, gereja sebagai institusi kerohanian juga terimbas dengan perkembangan teknologi Dalam perjalanan sejarah, gereja melaksanakan peribadahan sesuai dengan masing-masing denominasi gereja. Musik gereja bagian dari liturgi tentu saja tidak bisa menutup mata dengan perubahan tren. Terlebih lagi para pelayan bagian musik lahir dari zaman Tentu saja cara menggunakan musik dan genre musik anak muda berbeda dengan orang tuanya, atau jemaat yang sudah berusia paruh baya. Demikian juga produksi, presentasi musik, teknik berlatih dan cara menyajikan musik bisa dikatakan terpaut jauh dari generasi sebelumnya. Atau, haruskah gereja mengambil resiko kehilangan jemaat, ketika peribadahan yang dinilai monoton, sedangkan di dunia sekuler, alunan musik begitu menarik perhatian orang? Bahayanya, ketika gereja mempertahankan tradisi yang sudah berjalan sekian lama, secara tidak langsung dianggap telah mematikan kreativitas anak-anak muda yang sudah ketergantungan pada teknologi digital dan Anak-anak muda mulai tertarik JURNAL TABGHA Volume 5 No. 2 Oktober 2024 mempelajari alat musik tertentu. Tetapi cukup hanya mengandalkan kecerdasan buatan, yang dapat mendikte, membentuk liturgi, dengan kemampuannya untuk menyesuaikannya ke fokus liturgi. Melihat fenomena ini, penulis mencoba mengkaji dan memaparkan hubungan antara gereja, teknologi digital dan media. Penelitan ini berfokus pada apa itu gereja, dan menyoroti arti teknologi digital dan mencoba membahas cara yang mungkin dapat dilakukan gereja untuk memanfaatkan teknologi digital di zaman Pengamatan ini sekaligus (Mzm. menyatakan bahwa teknolgi digital dan media juga merupakan bagian dari karya Tuhan sebagai pencipta bumi dan segala P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 apa yang harus dilakukan manusia selama berada di bumi. Pekerjaan yang harus Harun dan keturunannya lakukan sebelum beribadah kepada Allah. Meskipun nama gereja tidak disebutkan secara eksplisit, namun Lukas dalam suratnya sudah menunjukkan keberadaannya sejak dahulu kala, dalam teks (Kis. Penulis meyakini bahwa awal gereja sudah terbentuk sejak Perjanjian Lama. Dalam versi King James, kata AuarcheAy, arkhay, the beginning, artinya Auyang dengannya segala sesuatu mulai ada, asal muasalnya, penyebab aktifnyaAy berkesinambungan juga dengan cara yang ditunjukkan (Mzm. sekumpulan jemaah yang besar di tengah penyembahan kepada Allah. Gereja bukanlah jaringan sosial atau institusi Akan tetapi gereja adalah orangorang yang dipanggil ke dalam perjanjianNya. Keberadaan gereja, pelayan dan jemaat adalah sebagai konsekuensi dari tujuan Allah Tritunggal. Kor. dibentuk oleh oleh Roh Kudus, melalui persekutan pribadi-pribadi dengan Kristus (Oden 2. Meskipun Yesus sendiri telah meneguhkan Petrus sebagai Aubatu karangAy (Mat. Kekristenan menobatkannya sebagai AuBapak GerejaAy tetapi pernyataan orang-orang tidak percaya dalam surat . Ptr. sudah bapa-bapa gereja dalam kesatuan AuarcheAy. Dalam versi King James. Auall things continue as they were from the beginning of the creationAy segala sesuatu tetap berjalan Arche dalam pengertian lain juga disebut AutempatAy yang menjadi tempat orang-orang percaya di dalam Kristus, yang sudah menjadi tradisi orang Israel. Sebagaimana Allah memilih bangsa Israel sebagai umat-Nya, demikian juga Allah memanggil orang-orang percaya dalam kesatuan untuk perjanjian-Nya. Oleh karena itu, kekudusan harus menjadi unsur penting dalam kesatuan bagi gereja-Nya. Kristus sebagai Kepala, bersatu dengan jemaat-Nya dan menjadi satu tubuh. Perihal kesatuan. Alkitab mencatat bahwa Yesus tidak luput memohonkan kepada Bapa dan meminta agar pengikut-Nya menjadi kesatuan yang setia, seperti METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam pemecahan permasalahan adalah metode kualitatif, metode studi pustaka, dan metode tafsir. Menggunakan pendekatan pengamatan . dan penalaran . , logis dan empiris untuk mengungkap sesuatu yang berkenan dengan dunia nyata, yakni dunia teknologi digital yang dapat diobservasi dengan indra, sehingga pembaca tulisan ini dapat Selain itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan informasi merumuskan teori tentang gejala sosial dengan pemahaman individu. HASIL DAN PEMBAHASAN Gereja Dan Norma-Normanya Gereja adalah tempat sekelompok pelayan yang melayani atas nama Tuhan. Merupakan satuan yang berwujud spiritual dan sosial yang hadir di dunia namun belum sepenuhnya mengalami keadaan Gereja disebut sebagai ekklesia, yang berarti berkumpul. Istilah ini juga dipakai dalam Septuaginta (LXX), dalam Ibrani, mendeskripsikan kebiasaan orang Israel saat mendengar hukum, mengakui dosadosa mereka (Ul. Ditinjau dari akar katanya. Au uA,kel-ee' artinya perkakas, yakni perlengkapan musik yang digunakan pada saat berdiri di hadapan Allah. Suatu pesan JURNAL TABGHA Volume 5 No. 2 Oktober 2024 P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 hubungan-Nya dengan Bapa (Yoh. lakukan dianggap benar. Dipanggil Menjadi Kudus Gereja Bukan berarti setiap orang yang terpanggil di dalam Allah luput dari Kekudusan adalah kedudukan yang diberikan Tuhan kepada setiap orang percaya di dalam Dia. Allah meminta dari setiap orang yang dipanggil-Nya untuk hidup suci, seperti yang ditunjukkan Paulus dalam suratnya . Kor. Pentingnya kedudukan . yaitu kekudusan bagi setiap yang dipanggil dalam Kristus dan melakukannya dengan setia. Selain Yesus Kristus kudus. Firman-Nya, hukum-Nya, nubuatan-Nya. Injil dan nasihat-Nya juga Oleh sebab itu setiap orang Kristen karena telah mendengar dan menerima Kristus. Kekudusan juga menjadi misi pokok dari setiap gereja. Lembaga rohani yang diharapkan mampu mempertahankan kekudusan di tengah perbedaan dan perkembangan dunia yang terus bergerak Sebagai umat yang terpanggil, gereja juga dipilih dan dipanggil Allah untuk mampu menunjukkan kasih kepada dunia, tanpa terjebak dengan kemajuan teknologi Orang Kristen, gereja harus meniru teladan Kristus yang teguh pengikut-pengikut-Nya menjadi salinan dari Yesus Kristus di dunia ini (Yoh. , . Yoh. 2:15-. Selain itu, kekudusan gereja harus mengacu kepada Tritunggal. Bapa memanggil umat-Nya untuk-Nya. Yesus Kristus menguduskan diri dan pengikut-Nya, dan Roh Kudus menghidupi umat-Nya secara kudus, yang pada akhirnya Allah yang kudus akan bersama umat-Nya yang kudus di tempat yang kudus. Meskipun gereja didiami oleh orang-orang kudus, bukan berarti mereka luput dari perbuatan dosa. Jejak dosa masih ada dalam diri setiap orang, keselamatan melalui baptisan Roh Kudus. Keselamatan melalui penebusan yang diberikan Yesus Kristus kepada umat-Nya tidaklah sesederhana pemikiran manusia. Dengan bertobatnya seseorang, apalagi dianggap suci dan apapun yang mereka Gereja Dan Budaya Nama AugerejaAy berasal dari bahasa Yunani, ekklesia. Ek artinya. Aukeluar dariAy AumemanggilAy. Maka pengertian harfiah ekklesia, adalah memanggil keluar (Moulton 1. Dalam Kekristenan, ekklesia merujuk kepada komunitas Kristen yang dideskripsikan teks (Kis. 2:46-. Aumereka bertekun dalam persekutuan di Bait Allah, memecahkan roti, makan dengan gembira dan jumlah mereka terus bertambah setiap hariAy. Namun seiring perkembangan zaman, perubahan besar telah mengubah dunia dalam beberapa dekade terakhir. Tak terkecuali gereja. Banyak hal yang dapat dikontemplasi dari berdirinya suatu gereja hingga gereja itu menjadi gereja besar, kemudian ada yang terpecah, ditutup menghadapi fenomena digital yang membawa dampak bagi gereja serta Hakikat gereja adalah ilahi. Allah memberikan mandat kepada gereja-Nya . ukan banguna. untuk menggenapi rencana-rencana-Nya. Di sisi lain. Artificial Intelligence, merupakan salah satu produk teknologi yang cukup menyita perhatian dari semua pihak, termasuk gereja. Mungkin dengan sistem digital sekarang beberapa kelompok virtual mengklaim mereka juga adalah komunitas orangorang percaya yang bersekutu dan menilai gereja bukanlah satu-satunya penentu seseorang beriman atau percaya. Bagi mereka perasa Auiman pribadiAy, kehadiran digital sangat menguntungkan mereka. Sebaliknya, mau tidak mau gereja harus mengantisipasi efek negatif teknologi dengan keterbatasannya di tengah masyarakat yang berpikiran cetek tentang Demi peran itu, gereja harus menghadapi tantangan, yaitu budaya yang mulai bergeser. Jauh sebelum zaman digital, adalah momok tersendiri bagi seorang individu ketika orang tersebut tidak pergi beribadah setiap hari Minggunya. Khususnya, pandangan ini ada pada jemaat di gereja-gereja lokal. Bisa jadi seseorang pergi ke gereja, dengan keterpaksaan demi menghindari momok dan tidak ingin merasa diasingkan di keluarga, lingkungan atau pun dalam JURNAL TABGHA Volume 5 No. 2 Oktober 2024 Kondisi ini semakin parah setelah pandemi covid-19 beberapa waktu lalu, pandangan masyarakat semakin Banyak orang percaya. Aumerasa rohaniAy tanpa harus pergi ke gereja, dengan menumbuhkan prinsip bahwa bergereja itu adalah Auurusan pribadi sendiri dengan TuhanAy. bukan harus di gereja atau di satu tempat. Kendati demikian, di tengah anggapan Auurusan pribadiAy dan Auiman pribadiAy, masih banyak jemaat yang percaya bahwa jemaat tidak dapat berbuat banyak tanpa kehadiran gereja. Sebagian besar jemaat masih menerima bahwa dalam perjalanan kehidupan rohaninya, mereka masih membutuhkan gereja. Untuk kepercayaannya, jemaat masih banyak bersandar pada keberadaan lembaga gereja guna mendukung praktik spiritual mereka (Bellah. Robert N. Richard Madsen. William M. Sullivan. Ann Swidler Seorang sosiolog berpandangan klasik. Emile Durkheim mengatakan agama atau gereja masih penting di tengah variasi etika-etika Emeli Durkheim membahas komunitas moral dalam karyanya, dengan fokus bagaimana komunitas moral dapat tetap muncul, dipertahankan, dan meredam keinginan tiap-tiap individu. Di sini, perlakuan gereja menjadi pusat perhatian agama, sebagai suatu tempat bersatunya kepercayaan dan praktik dalam komunitas moral yang (Durkheim Sementara itu. Durkheim juga mengatakan gereja merupakan institusi yang kuat dalam individu dalam sebuah komunitas untuk identitas individu itu sendiri. Hal ini Audimensi moralAy (Greeley 1. Di sisi lain. Max Weber teologis mempengarui etika dan gaya hidup jemaat dengan menggunakan asumsiasumsi teologi untuk mengilhami etika, dan gaya hidup serakah dalam karyanya Auetika Protestan dan semangat kapitalismeAy (Weber 1. Gereja bukan sekadar berbicara sebuah bangunan yang terbuat dari papan, batu bata, atau anak tangga yang banyak terbuat dari marmer mahal. Atau juga sekadar rutinitas yang telah berjalan ribuan P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 tahun lalu dengan liturgi-liturginya. Akan tetapi bagaimana gereja beradaptasi dengan lingkungannya sekaligus sebagai . kebudayaan beragam kemudian bersatu dalam manifestasi ibadah secara kolektif. Lalu ritual dan liturgi itu dimaknai secara konkrit oleh setiap individu, kemudian kesaksian pribadi atau pun dengan mengungkapkannya kepada individu lain. Dalam pengertian lain, gereja dapat disebut sebagai komunitas Kristus yang merangkul keberagaman melalui kesatuan hubungan. Oleh sebab itu, tidak diharuskan gereja terpecah karena perbedaan budaya maupun ideologi, tetapi menjadi kesatuan merujuk dari identitas, tujuan dan visi yang sama dengan semangat kesetaraan, keadaan masyarakat yang majemuk . ersangkut paut dengan sistem sosial dan politikny. , dan kasih karunia Kristus akan membantu memperkuat fondasi gereja. Sepuluh tahun terakhir, adalah tahun perubahan budaya besar di tengah Tak dipungkiri jika digitalisasi telah menciptakan lapangan kerja baru, pola dan tren baru bagi tiap individu, baik yang tinggal di desa maupun kota. Sementara itu gereja terus berupaya mempertahankan kehadirannya dengan mengadaptasikan diri pada pergolakan budaya dan mulai bertransisi dari era konvensional ke era digitalisasi yaitu suatu proses perubahan media fisik menjadi digital yang menggunakan seperangkat peralatan komputer, scanner, operator dan perangkat lunak pendukung, artificial intelligence dan lain sebagainya. Teknologi. Media. Dan Gereja Jauh sebelum berkembangnya teknologi, geografi adalah tantangan yang sering dihadapi gereja-gereja, khususnya gereja lokal yang ada di tempat terpencil. sisi lain, generasi muda sebagai penerus gereja, banyak berurbanisasi karena alasan mencari pekerjaan, maupun melanjutkan pendidikan. Lambat laun, kondisi ini melemahkan keberadaan gereja lokal, sehingga kehilangan generasi muda peribadahan di gereja tersebut. Sebaliknya populasi jemaat akan bertambah di Namun perpindahan generasi muda ke kota selalu diikut dampak buruk JURNAL TABGHA Volume 5 No. 2 Oktober 2024 dan baik terhadap anak muda gereja di Pada awalnya, generasi muda akan mencari gereja yang sama, sealiran atau yang masih berhubungan dengan gereja Misalnya, jika di kampung halamannya dia adalah jemaat HKBP, maka ia pun akan mencari gereja yang Meskipun di kemudian hari terjadi perpindahan denominasi gereja, hal itu disebabkan oleh beberapa faktor seperti pertemanan, hubungan si individu dengan individu lain, ketertarikan pengajaran, liturgi dalam gereja lain. Sementara itu, kehadiran para urban menjadi perhatian gereja-gereja di Gereja berusaha mengemas ibadah dari latar belakang budaya yang berbeda, dengan versi liturgi dan nyanyian yang berbeda. Tentu saja, tradisi musik gereja di kota-kota tidak hanya membahas musik tetapi memperhatikan lingkungan sosial, budaya yang berkembang, genre dan politik di mana gereja itu bertumbuh. Tahun 1950-an, identitas gereja masih kuat, walaupun pada waktu itu sudah ada perubahan sosial dan mobilitas masyarakat yang membatasi denominasi. Era itu, komunikasi dilakukan melalui mobil, surat kabar dan radio. Kehadiran radio setakat memperkuat kesadaran atas perbedaan antar komunitas gereja. Muncul ideologi dengan anggapan bahwa sejumlah kelompok Kristen sebagai versi dari suatu kelompok yang sama, tak peduli dengan label-label Denominasialisme ini terikat erat dengan jaringan sosial antar kelompok yakni Baptist Jerman. Lutheran Swedia. Katolik di daerah Kansas. Amerika Serikat (Wuthnow Berpindahnya jemaat yang satu ke denom yang lain bukan sekadar karena perbedaan keyakinan semata, tetapi juga dipengarui interpretasi kebenaran ilahi, perbedaan bahasa, latar belakang, liturgi dan musik yang tidak lagi menarik di hati jemaat, serta pemimpin agamanya yang dipandang lebih fokus kepada identitas dengan kebenaran Kitab Suci. Demikian Artificial Intellegence, akan menambah beban kerja Jika tidak, gereja akan berpotensi kehilangan jemaat bila tetap bertahan pada P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 identitas dan tradisi yang sudah berakar puluhan bahkan ratusan tahun. Pada zaman sekarang, teknologi, musik, media, dan liturgi adalah hal yang tidak bisa dielakkan oleh gereja. Unsur ini menjadi suatu kesatuan yang melekat. Media dan teknologi terus berkembang secara kolektif. Sebenarnya, sejak dari masa media cetak, radio, telegram, komputer, televisi, media dan teknologi, keduanya memiliki kaitan yang tidak bisa Teknologi berkembang bersama hingga ke periode media digital dan jejaring sosial. Teknologi menciptakan media. Artinya, sangat tidak mungkin berbicara teknologi tanpa media. Berasal dari kata Yunani, techne yang berarti seni, atau keahlian. Logos yang berarti ilmu atau pengetahuan. Secara harfiah, teknologi dapat didefinisikan ilmu tentang ketrampilan dan seni. DW Gill mendefinisikan teknologi sebagai produk para penemu telepon, komputer, lemari es, mobil, lampu listrik, pabrik, pemutar CD dan lain sebagainya (Gill 2. Lebih didefenisikan sebagai teknik menciptakan mesin untuk memecahkan masalah meningkatkan, memudahkan kehidupan manusia itu sendiri. Di mana teknik ini sudah dilakukan sepanjang sejarah untuk memenuhi kebutuhan manusia, seperti membangun rumah, bekerja, bertani, berkomunikasi, dan beribadah. Sedangkan pada masa prasejarah, alat teknologinya masih menggunakan batu (Gill 2. Menjelaskan bahwa teknologi juga sudah ada sejak zaman dahulu. Meskipun konsepnya sama, yaitu untuk kemudahan proses dalam kehidupan manusia itu Keadan ini hampir sama dengan zaman batu, bagaimana peralatan dari batu mengubah cara hidup manusia pramodern dan seberapa baik mereka makan dan Bagaimana pun keberadaan teknologi sekarang telah membentuk cara hidup yang berbeda dari sebelumnya. Contoh lainnya, kalkulator pertama ditemukan di Babilonia pada tahun 2400 SM dalam bentuk sempoa hingga Charles Babbage menemukan komputer modern Peristiwa mendeskripsikan bahwa seluruh aspek kehidupan saat ini dipengaruhi oleh JURNAL TABGHA Volume 5 No. 2 Oktober 2024 Mesin-mesin pengolah mulai diciptakan untuk sektor pertanian misalnya, dari mulai mengirik, menanam dan Meskipun dibalik produktivitas yang meningkat, selalu ada dampak negatif yang ditimbulkan yaitu berkurangnya tenaga manual dan lapangan pekerjaan di Di sektor kesehatan, angka menggunakan alat pendeteksi penyakit. Artinya, membahas teknologi dengan kehidupan manusia tidak akan ada habisnya, karena peran dan manfaat teknologi sudah dirasakan manusia. Media berasal dari bahasa Latin, medius, bentuk jamak dari istilah medium, yang berarti perantara atau pengantar (Arsyad 2. Dari definsi ini, penulis berpendapat jika gereja dan pelayanan di medianya Kristus untuk menyampaikan berita Injil Kristus. Penggunaan teknologi di dalam gereja tidak bisa dimaknai hanya dalam bentuk fisik saja, tetapi lebih ke informasional komponen. Platform zoom adalah salah satu sarana tatap muka media pembelajaran, bekerja dari rumah, dan beribadah dari rumah selama masa pandemi covid-19. Zoom menjadi wadah komunikasi secara serentak dari lokasi yang berbeda-beda. Di masa itu gereja dan perkantoran tidak memiliki pilihan lain selain melakukan tatap muka melalui sistem daring. Demikian pula halnya dengan keberadaan Artificial Intellegence, gereja sudah tidak memiliki pilihan selain mengikuti perkembangan digital tersebut. Ketika para si pembuat teknologi menciptakan sesuatu, tentu saja itu lahir dari inspirasi, cita-cita untuk memenuhi Mungkin saja ia seorang Kristen yang pernah melihat prosesi liturgi kurang efektif dalam suatu peribadahan dengan cara-cara manual. Beberapa penulis lain memperkuat fungsi teknologi dalam gereja dan masyarakat. Yaitu suatu sistem yang dibangun dari konsep pengetahuan/teknik dan tindakan. Artinya, keberadaan teknologi selalu berhubungan dengan hasil, penyelesaian, masalah. Konsep teknologi juga pengembangan produk (Wahab 2. Lalu, timbul pertanyaan mengapa musik P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 harus dikendalikan digital dan akibat penggunaan digitalisasi, musik gereja tidak lagi terkesan agung untuk Tuhan yang Musik gereja kehilangan esensinya sebagai lagu pujian dan penyembahan yang ditujukan kepada Allah. Refleksi Mazmur 40:4 Bukan rahasia umum, ketika ada orang Kristen menolak AusesuatuAy dengan alasan Aoapa yang didengarnya dan dilihatnya tidak terkandung di dalam AlkitabAo. Teknologi, digital, media secara gamblang memang tidak terverifikasi di dalam Alkitab. Namun hal ini bisa dijelaskan melalui rujukan teks-teks yang ada di dalam Alkitab. Untuk menyatukan persepsi, orang Kristen tidak dapat terus Autidak terdapatAy dalam Alkitab. Akan tetapi, lebih luwes jika diganti Aubagaimana Allah melihat teknologi dari perspektif AlkitabAy. Sehingga dari pengertian-pengertian itu, didapati satu kesimpulan yang saling membangun dan menguatkan satu antara yang lain. Pertama. Allah menciptakan langit, bumi, dan segala isinya (Kej. Mencipta berasal dari akar kata bara, dalam bahasa Ibrani: A c artinya, kata yang digunakan untuk membentuk langit dan bumi, menciptakan manusia, membuat kondisi yang baru, di mana dalam Leksikon Hebrew, dijelaskan Allah adalah subjeknya. Artinya, apapun yang ada di dunia ini. Tuhan punya otoritas atas ciptaan yang Karena sumber segala sesuatu dari yang kosong . idak ad. menjadi berbentuk adalah Allah. Sebagai representatif Allah di bumi, yang diciptakan sesuai selem-Nya, manusia juga diberi kuasa untuk menciptakan dari apa yang telah Allah sediakan, termasuk teknologi yang berkembang sekarang. Manusia diciptakan gambar-Nya, bahwa manusia memiliki kemiripan dengan Allah, baik dari pekerjaan-Nya, salah satunya mencipta. Allah menginginkan kemampuan kreatif dari setiap umat-Nya. Tuhan memberikan tanggung jawab kepada umat-Nya lewat akal budi yang Semuanya itu, dipersembahkan kepada-Nya, sebagai bentuk syukur, pengabdaian manusia kepada Allah sang pencipta. Oleh karena JURNAL TABGHA Volume 5 No. 2 Oktober 2024 itu dapat disimpulkan bahwa Allah memberkati manusia dengan kemampuan kreatif dari sumber daya yang telah Allah ciptakan, semua keterampilan dan keahlian bersumber dari Tuhan dan harus digunakan untuk mengabdi kepada-Nya (Walton 2. Kedua, pengiring, teknologi dan digital sebagai media ada di bawah otoritas-Nya. Nyanyian sebagai komponen lirik dan lagu berasal dari-Nya (Mzm. Alkitab terjemahan Ibrani mencacat natan. A Aartinya AumemberiAy nyanyian baru di mulut setiap orang, untuk memuji-Nya. Menunjukkan bahwa Allah sendiri yang memberi Lainnya, amanat yang diberikan Allah. AuBeranakcuculah dan bertambah penuhilah bumi dan taklukkanlahAy (Kej. bukan sekadar manusia bertambah banyak mengisi hamparan luas yang masih kosong lalu menguasainya tetapi juga mengisi bumi dengan perkembangan teknologi dan media seperti yang ada sekarang. Frase berikutnya, nyanyian baru. Terjemahan King James menjelaskan sir dalam bahasa Ibrani sebagai, lagu, musik. Sedangkah AubaruAy, dari kata hadas. menjelaskan hal-hal yang segar, . Penulis berpendapat bahwa dalam nyanyian baru, paketnya sudah lengkap, mulai dari yang berkenaan dengan musik . itra musi. , nada suara yang disusun sedemikian rupa hingga mengandung . erutamanya yang menggunakan alat-alat dibawakan oleh singer sampai menjadi nyanyian semua umat untuk memuji Tuhan, harus selalu fresh. Namun Kekristenan, kehadiran teknologi dianggap sebuah ancaman untuk generasi muda, khususnya keberlanjutan musik gereja. Beberapa orang memiliki kesan negatif terhadap musikal yang telah dilakukan sebagian gereja. Jauh sebelum penerapan AI, menerapkan sistem genre ini meskipun Berbagai asumsi bermunculan. Pemikiran stigma negatif, menilai gereja tertentu seperti melakukan konser sekuler. Ironisnya, pernyaatan publik ini ditujukan P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 kelompok atau gereja tertentu dan terkadang dalam pernyataan-pernyataan ini justru disampaikan oleh pemimpin gereja atau pendeta. Kendati demikian, perlu ketelitian untuk memilih media dan musik dalam Sebagai ungkapan syukur kepada Allah. AupemazmurAy dalam hal ini adalah umat Allah selayaknya melakukan ibadah yang murni, berbentuk nyanyian setelah menerima keselamatan, kemenangan lewat pengorbanan Yesus Kristus di kayu Pemazmur bersaksi kepada orangorang. Allah telah membebaskan Daud. Tujuan nyanyian Daud adalah untuk memberitahukan kepada tiap orang supaya memperbaruhi keyakinannya karena Allahlah yang memberi kekuatan dan kemenangan atas hidupnya. Alkitab juga mencatat. Allah tidak dilakukan dengan keributan, kebisingan, dan gemuruh. Dalam terjemahan KJV, ana. A( a aAbahasa Aramai. yang berarti orang yang mendekati Allah untuk tujuan apa pun . HAmyn. A i iAyang berarti gumaman, kebingungan dan terburu-buru dari orang banyak pada saat membawakan lagu pujian, sir AoA, song . Demikian juga dengan melodi dalam bahasa Ibraninya: zimry. A n iAyang dinyanyikan. Allah tidak akan mendengarnya sebagai lagu pujian karena lahir dari pelanggaran (Amos 5:. Memang dengan penggunaan alat digital akan meningkatkan kualitas produksi lagu, variasi dan aransemen musik dalam kebaktian gereja. Perangkat lunak akan menghasilkan suara yang lebih jernih, perekaman dan pengeditannya lebih Pertanyaannya, kira-kira apakah mungkin masih menggunakan produk atau sistem yang lama, jika ada yang lebih efesien, profesional dan mudah Sama transformasi Microsoft Windows dari jaman dulu hingga keluaran sekarang. Para pengguna Microsoft akan memilih yang terbaru dengan fitur yang lebih baik. Dan sejauh ini dari pengalaman para pengguna. Microsoft mengganggu kehidupan mereka manusia. Demikian halnya dengan transrformasi peralatan musik digital saat ini. Dulu hanya orang yang memiliki skill yang bisa menciptakan musik dan lagu. JURNAL TABGHA Volume 5 No. 2 Oktober 2024 Akan tetapi dengan kehadiran instrumen virtual, pengguna yang tidak memiliki talenta atau yang tidak memiliki waktu untuk belajar secara manual . dalam kurun waktu cukup lama, sudah bisa berkualitas tinggi, didukung dengan berbagai pilihan suara. P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 dampak dari pelatihan musik digital, adalah untuk menghubungkan antara materi dalam praktik musik gereja dan permainan musik yang bergantung pada perangkat keras-lunak-digital dan alat musik yang Sehingga kesimpulan bagaimana menciptakan musik berdasarkan ide gereja itu sendiri, dengan digitalisasi untuk pendidikan musik gereja. Gereja memainkan perannya dengn menekankan kebijakan akan pentingnya akses yang setara bagi bidang media dan teknologi di musik gererja. Tentunya penekanan musik sesuai tujuan ibadah, bahwa yang harus dihormati, dimuliakan adalah Tuhan hingga musik tersebut mempengaruhi hati setiap orang yang Bukan menjadi ajang untuk menonjolkan diri, membuat kekeliruan dengan pemilihan kata-kata yang tidak dimengerti (Mzm 96:1. 98:1. Saat ini rata-rata masyarakat aktif di berbagai platform media sosial, seperti Facebook. Twitter. Tiktok. Whatsapp. Youtube dan lain sebagainya. Mereka menyampaikan keluh kesah, berbagai Gereja bisa memanfaatkan peluang ini untuk memperkuat nilai-nilai moral Kekristenan dengan konten dan menawarkan konten tersebut dengan tujuan, dapat mengubah fokus pengguna media pada hal-hal yang positif dan Penting menyesuaikan musik dengan kesalehan dan hati nurani, bukan untuk menunjukkan keahlian atau gaya. Pengulangan kata-kata yang tidak relevan dapat membuat musik tidak bermakna dan menyimpang dari tujuan pujian. Pemilihan kata-kata yang sesuai dan bermakna dimaksudkan untuk memastikan bahwa lagu pujian benarbenar Tuhan, menimbulkan keributan dan kebingungan. Selain memperhatikan dengan seksama lagu yang dipilih untuk mengekspresikan pengabdian dan kasih kepada Tuhan dengan baik. Dalam Amos 5:23, Tuhan memerintahkan umat-Nya agar membuang lagu-lagu yang mereka nyanyikan ketika mereka menyembah Dia, karena lagu-lagu itu hanya menimbulkan kebisingan di telinga-Nya. Dia bahkan tidak mau SIMPULAN Gereja tidak bisa mengasingkan diri dari perkembangan teknologi dan media. Bagaimana pun transformasi musik digitial telah memberikan dampak positif yang menjangkau keterlibatan semua pihak. Gereja harus bisa menerima dan berbaur dengan budaya pemain musik, penyanyi dan media teknologi yang berkembang saat ini. Tidak bisa menyamakan persepsi budaya di zamannya, atau budaya 50 tahun silam dengan budaya sekarang. Cara pandang musik generasi ke generasi ditinjau dari mulai menggunakan musik dan selera, sudah pasti berbeda. Bermain musik generasi baby boomer, yaitu yang berusia antara 56-74 tahun . dengan anak yang lahir di Post Gen Z . nak yang lahir mulai tahun 2013 sampai selanjutny. sangat antagonis. Oleh karena itu, orang tua atau yang tidak sezaman dengan generasi Z dan generasi Post Gen Z, tidak bisa memaksakan genrenya untuk dimainkan di zaman sekarang. Ketika anak muda diarahkan dengan cara konvensional karena alasan khawatir dengan efek digital, mereka akan kesulitan menerimanya. Mereka akan kebingungan dengan hal yang belum pernah mereka kenal dan lihat. Akan tetapi mereka akan tetap mencari dan belajar dari apa yang berhadapan dengan mereka saat ini. Gereja dan orang tua hanya bisa mengarahkan dan memantau peran mereka dalam menciptakan kreativitasnya, dibimbing dan mengupayakan pelatihan akan teknologi digital. Namun harus tetap memperhatikan ketelitian, kehati-hatian dalam memproduksi lagu dengan fokus pada makna dan sedapat mungkin mengurangi persepsi yang bertolak belakang dari kata-kata. Sebab nyanyian rohani bukanlah lagu rohani jika tidak menjadi dipahami jemaat ketika ada kelainan dalam bahasa, keanehan akan genre lagu yang didengarkan. Salah satu JURNAL TABGHA Volume 5 No. 2 Oktober 2024 mendengarkan musik pengiringnya. Dia akan menutup telinga dan lubang hidungNya. Perkataan yang ditujukan kepada orang Israel . ada pasal . , di mana orang Israel "perayaan" dan "pertemuan" keagamaan yang mana mereka mengaku menyembah Allah. Tuhan memerintahkan bangsa Israel untuk merayakan beberapa hari raya. Beberapa hari raya yang dimaksud, adalah Paskah. Roti Tidak Beragi. Buah Sulung. Pentakosta . uga disebut Panen atau Mingg. Terompet, dan Pondok Daun . uga disebut Pondok atau Pengumpula. Namun seberapa pasti mereka setia merayakan hari-hari istimewa ini. Allah membenci pertemuan ibadah bangsa Israel, karena bangsa Israel tidak menyembah Dia dari hati mereka . Yes 1:13-. Mereka hanya melakukan gerakan ibadah. Pengulangan kalimat AuAku benciAy. AuAku menolakAy, dan AuAku juga tidak senangAy, menekankan betapa Allah membenci jenis ibadah AuAku tidak mau menerimaAy. AuAku tidak mau melihatAy, dan AuAku tidak mau mendengarkanAy, di ayat 22 dan 23. Beberapa orang-orang Kristen membayar mahal tiket 'konser Kristen', namun tidak mau menghadiri kelas studi Alkitab gratis atau seminar Alkitab di gereja mereka sendiri. Musik Kristen adalah bisnis besar saat ini, namun seberapa besar musik Kristen benar-benar mengagungkan musik Kristen. Atau benarkah perkataan Tuhan bahwa musik mungkin hanyalah kebisingan bagi-Nya. Akan tetapi, khotbah, nyanyian pujian, media, dan media sosial dapat membantu peningkatan penginjilan Kristen Gereja menggunakan platform seperti Facebook. Twitter. AI. Tiktok, dan Instagram untuk memperkuat interaksi antar anggota gereja dan membangun kelompok kecil online untuk memeriksa dan mendukung anggota secara teratur. Penerapan teknologi digital dalam musik gereja harus mencerminkan iman Kekristenan. Dengan kebenaran dan bantuan transformasi digital Kristen mengalami bagaimana umat Allah di masa lalu berhubungan dengan-Nya. Teknologi digital dapat merevolusi kehidupan ibadah keluarga, gereja, pola dan persekutuan. P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 dan menjembatani kesenjangan antara dulu, sekarang dan yang akan datang. Dengan tetap teguh. Tuhan adalah sumber daya yang cukup bagi orang percaya, sehingga menyerahkan diri dengan sukacita, dan berserah diri dalam bentuk apapun penyembahan itu. Musik pujian, diwujudkan melalui sukacita dan kasih. Pengampunan atas dosa adalah anugerah terbesar Tuhan bagi manusia yang harus diakui dengan penuh Musik yang indah datang dari hati yang hancur karena dosa, dengan menghasilkan pujian yang tulus. Keyakinan Tuhan membutuhkan kejujuran dan keberanian untuk bersikap terbuka dan tulus. Secanggih apapun budaya manusia menghasilkan budaya teknologi digital, umat Allah harus menunjukkan ketundukan pada kedaulatan Allah dengan hormat dan Yakin bahwa Tuhan akan memberikan bantuan yang cukup bagi gereja-gereja dan umat-Nya. Belajar dari pemazmur Daud tentang pentingnya menjunjung tinggi Allah dalam setiap tindakan dan sikap sebagai bentuk kesetiaan kepada Sang Pencipta. Ibadah dalam Mazmur 40:4 adalah respon manusia terhadap perbuatan Tuhan. Penyembahan berasal dari Tuhan dan manusia meresponsnya dengan Tuhan selalu menjadi inisiator dalam penyembahan, sedangkan manusia adalah penanggapnya. Respon manusia dalam ibadah meliputi pengakuan dosa, pujian, dan ucapan syukur. Tuhan menjadi segala sesuatu yang manusia perlukan ketika beribadah kepada-Nya. DAFTAR PUSTAKA