87 PERILAKU MEROKOK PADA SISWA SMP NEGERI TERNATE KABUPATEN ALOR PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Oleh: Aminullah. Sofyanthinus Donuhulu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Makassar ABSTRAK: Dunia kesehatan menyatakan bahwa merokok memberi dampak negatif yang luas bagi kesehatan dan diduga sebagai salah satu penyebab utama timbulnya penyakit kanker paru, penyakit jantung koroner, impotensi, bahkan gangguan kehamilan dan janin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Perilaku Merokok Pada Siswa SMP Negeri Ternate Kabupaten Alor Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel pada penilitian ini sebanyak 83 siswa dengan cara pengambilan sampel teknik total Data dikumpulkan dengan membagikan kuesioner kepada responden untuk melihat disteribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat Pengetahuan responden tentang bahaya merokok berada pada kategori baik yaitu sebanyak 57 orang . ,2%) sedangkan Sikap orangtentang bahaya merokok pada kategori positif yaitu sebanyak 16 orang . ,0%),untuk pengaruh masyarakat dalam penanganan bahaya merokok pada kategori baik yaitu sebanyak 57kepala keluarga . ,2%). Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa pengetahuan, sikap siswa dan pengaru masyarakat tentang bahaya merokokcukup baik. Untuk meningkatkan pengetahuan siswa, maka perlu di lakukan penyuluhan dan seminar tentang bahaya merokok guna membantu meningkatkan pengetahuan siswa. Kata kunci : Pengetahuan. Pengaruh keluarga dan Teman Sebaya. Sikap PENDAHULUAN Salah satu cara memelihara kesehatan adalah dengan mengaplikasikan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). PHBS adalah sekumpulan perilaku yang dipraktekkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan derajat kesehatan Salah satu unsur PHBS yang harus dilakukan adalah tidak merokok. Perilaku merokok merupakan perilaku yang dapat membahayakan kesehatan namun dapat dicegah. Hal ini disebabkan konsumsi rokok dan paparan terhadap asap rokok berdampak serius terhadap kesehatan. Dampaknya antara lain berupa kanker paru, kanker mulut, kanker organ lain, penyakit jantung, penyakit saluran pernapasan kronik, dan kelainan kehamilan. UU no 19 tahun 2003 rokok merupakan salah satu zat adiktif yang bila digunakan mengakibatkan bahaya bagi kesehatan individu dan masyarakat, oleh karena itu perlu dilakukan berbagai upaya Tujuan pengamanan yang dimaksud adalah melindungi kesehatan masyarakat terhadap insidensi penyakit yang fatal dan penyakit yang dapat menurunkan kualitas hidup akibat penggunaan rokok, melindungi penduduk usia produktif dan remaja dari dorongan lingkungan dan pengaruh iklan untuk inisiasi penggunaan dan ketergantungan terhadap rokok, serta meningkatkan kesadaran, kewaspadaan Jurnal Mitrasehat. Volume Vi Nomor 1. Mei 2018 ISSN 2089-2551 88 ___ Perilaku Merokok Pada Siswa SMP Negeri. kemampuan dan kegiatan masyarakat terhadap bahaya kesehatan terhadap penggunaan rokok. WHO memperkirakan terdapat 1,25 miliar penduduk dunia adalah perokok dan dua pertiganya terdapat di negara-negara maju, dengan sekurangkurangnya 1 dari 4 orang dewasa adalah perokok. Prevalensi perokok secara berturut di Amerika Serikat dan Inggris pada laki-laki adalah 25% dan 27% dan pada wanita adalah 21% dan 25%. Konsumsi rokok di Indonesia pada tahun 2008 mencapai 240 miliar batang atau setara dengan 658 juta batang rokok perharinya yang berarti uang senilai Rp 330 miliar AodibakarAo oleh para perokok di Indonesia dalam satu harinya. Prevalensi perokok menurut umur mulai merokok tiap hari tingkat propinsi NTT. Riskesdas 2010 umur 5-9 tahun proporsi perokok 0,6%, umur 10-14 tahun proporsi perokok 7,5%, umur 15-19 tahun proporsi perokok 32,2%, umur 20-24 tahun proporsi perokok 22,4%, umur 25-29 tahun proporsi perokok 9,1%, umur > 30 tahun proporsi perokok 6,2%. Berdasarkan uraian diatas maka dijadikan dasar untuk mengetahui perilaku merokok pada siswa SMP Negeri Ternate Tahun 2015. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan Sampel pada penilitian ini sebanyak 83 siswa dengan cara pengambilan sampel teknik total sampling. Data dikumpulkan dengan membagikan kuesioner kepada responden untuk melihat distribusi frekuensi. Lokasi dan waktu penelitian Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri Ternate. Penelitian ini akan dilakukan pada bulan 18 Agustus sampai 31 Agustus. Populasi dan Sampel Populasi adalah semua siswa SMP Negeri Ternate yang berjumlah 83 siswa. Sampel adalah semua siswa mempunyai kesempatan untuk menjadi sampel. Aminullah. Sofyanthinus Donuhulu Pengumpulan data Data primer dalam penelitian ini diperoleh langsung dari responden, melalui wawancara langsung terhadap siswa. Analisis Data Setelah memperoleh nilai dari masing-masing tabel, selanjutnya data dianalisasi dengan menggunakan deskriptif. HASIL PENELITIAN Karakteristik Responden Karakteristik umum responden adalah jawaban yang diberikan oleh responden yang terdiri dari umur dan tingkat pendidikan responden saat penelitian Kelas Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 80 responden terdapat 40 responden . ,0%) yang kelas Vi dan 40 responden . yang kelas IX. Hasil penelitian dapat dilihat pada tabel 1: Umur Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 80 responden yang paling banyak terdapat 29 responden . ,2%) dan paling sedikit adalah 16 tahun yaitu 4 . ,0%). Hasil penelitian dapat dilihat pada tabel 2: Jenis kelamin Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 30 responden terdapat 37 responden . ,2%) yang berjenis kelamin laki-laki dan 43 responden . yang berjeniskelamin Hasil penelitian dapat dilihat pada tabel 3: Analisis Univariat Pengetahuan Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 30 responden terdapat 14 responden . ,7%) yang berisiko dan 16 responden . yang tidak berisiko. Hasil penelitian dapat dilihat pada tabel 4: Sikap Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 30 responden terdapat 14 responden . ,7%) yang berisiko dan 16 responden . yang tidak berisiko. Hasil penelitian dapat dilihat pada tabel 5: Pengaruh Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 80 responden terdapat 57 responden . ,2%) yang positif dan 23 responden . ,8%) yang Negatif. Hasil penelitian dapat dilihat pada tabel 6: Perilaku Merokok Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 80 responden terdapat 29 responden . ,2%) yang merokok dan 51 responden . ,8%) yang tidak Merokok. Hasil penelitian dapat dilihat pada tabel 7: PEMBAHASAN Pengetahuan Pengetahuan merupakan segala sesuatu yang di ketahui atau yang diperoleh dari persentuhan panca indera terhadap objek tertentu. Pengetahuan pada dasarnya pada dasar dari proses melihat, mendengar, merasakan dan berfikir yang menjadi dasar manusia dalam bersikap dan bertindak manusia adalah makluk yang dinamis. Ada banyak prilaku manusia yang biasa diamati, dan diprediksi salah satu adalah perilaku Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 30 responden terdapat 14 responden . ,7%) yang berisiko dan 16 responden . yang tidak berisiko. Sikap Sikap remaja terhadap perilaku merokok sikap adalah reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objek yaitu apakah mereka mau menerima atau tidak sesuatu. Remaja yang masih terombang- ambing dalam mencari jati diri akan lebih muda terjerumus kedalam perilaku merokok. Sikap remaja terhadap pengaruh kelompok sebaya memiliki teman- teman yang merokok akan mempengaruhi individu lainnya untuk merokok pula. Karena peran kelompok sebaya sangat mempengaruhi sikap remaja lain untuk mengikuti sikap dari remaja lain baik itu positif maupun negatif. Sikap remaja terhadap pengaruh lingkungan keluarga perilaku merokok orang tua mempunyai pengaruh yang kuat terhadap prilaku merokok remaja. Pola interaksi dan merupakan factor yang juga berkontribusi terhadap prilaku merokok, misalnya dalam keluarga dengan tingkat peraturan dan pengawasan yang lebih ketat akan menurunkan tingkat perilaku merokok secara Sikap remaja terhadap iklan rokok melihat iklan rokok di media massa dan elektronik yang menampilkan gambaran bahwah perokok adalah lambing kejantanan atau glamour, membuat sering kali terpicu untuk mengikuti perilaku seperti yang ada dalam iklan tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 30 responden terdapat 14 responden . ,7%) yang berisiko dan 16 responden . yang tidak berisiko Pengaruh Pengaruh kelompok sebaya mengenai perilaku Memiliki teman teman yang merokok memprediksi kebiasaan merokok pada seorang individu. Sikap teman sebaya terhadap penggunaan berbagai zat termasuk nikotin dapat mempengaruhi individu untuk menggunakan zat tersebut. Pengaruh degan lingkungan keluarga mengenai perilaku mrokok keluaraga merupakan unik sosial kecil yang memberikan fondasi primer bagi perkembangan anak. Sedangkan lingkungan sekitar dan sekolah ikut memberikan nuansa pada perkembangan anak. Karna itu, baik buruknya struktur keluarga dan masyarakat sekitar memberikan pengaruh baik atau buruknya pertumbuhan kepribadian anak. Pengaruh degan iklan rokok prilaku merokok dapat muncul sebagai akibat dari iklan di media masa. Iklan rokok di berbagai tempat dan media massa yang saat ini makin merajalela sangat menarik bagi para remaja. Iklan rokok terbukti dapat menghambat usaha orang tua melarang anak- anak mereka untuk tidak merokok dan mempengaruhi prilaku anak anak muda untuk tetap merokok meski orang tua mereka Jurnal Mitrasehat. Volume Vi Nomor 1. Mei 2018 ISSN 2089-2551 90 ___ Perilaku Merokok Pada Siswa SMP Negeri. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 80 responden terdapat 57 responden . ,2%) yang positif dan 23 responden . ,8%) yang negatif. KESIMPULAN Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa pengetahuan, sikap siswa dan pengaruh masyarakat tentang bahaya merokokcukup baik. Untuk meningkatkan pengetahuan siswa, maka perlu di lakukan penyuluhan dan seminar tentang bahaya merokok guna membantu meningkatkan pengetahuan siswa. DAFTAR PUSTAKA