Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume. Nomor. 2 April 2026 E-ISSN . : 3064-1527. P-ISSN . : 3089-5448 Hal. DOI: https://doi. org/10. 59841/miftahulilmi. Tersedia: https://ibnusinapublisher. org/index. php/MiftahulIlmi Implementasi Metode Pembelajaran Aktif Reconnecting dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Kelas IX SMP Negeri 2 Sentani Kabupaten Jayapura Abdul Halim Manan1*. Zulihi2. Ubaidillah3 Pendidikan Agama Islam. Tarbiyah. IAIN Fattahul Muluk Papua. Indonesia. Email: halimpendragon@gmail. com 1*, zulihi560@gmail. com 2, aubaidillahmaduri05@gmail. Abstract: This study aims to analyze the implementation of the Reconnecting active learning method in Islamic Religious Education (PAI) for ninth-grade students at SMP Negeri 2 Sentani and to examine its role in enhancing studentsAo learning interest and engagement. This research employs a descriptive qualitative approach with a case study design to gain an in-depth understanding of the learning process. Data were collected through in-depth interviews with three PAI teachers, the school principal, and three students, and were further supported by classroom observations and documentation. The data analysis technique used the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the implementation of the Reconnecting method has a positive impact on studentsAo learning experiences, particularly in increasing their interest, active participation, and ability to relate learning materials to real-life contexts. Students become more responsive and motivated during the learning process. However, several challenges were identified, including limited instructional time and varying levels of teacher readiness in applying the method Therefore, continuous teacher training and better time management are recommended to optimize the use of this method in PAI learning. Keywords: Active Learning. Islamic Religious Education. Learning Interest. Reconnecting Method. Student Engagement. Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode pembelajaran aktif Reconnecting dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada siswa kelas IX di SMP Negeri 2 Sentani serta mengkaji perannya dalam meningkatkan minat dan keterlibatan belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai proses pembelajaran yang berlangsung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan tiga guru PAI, kepala sekolah, dan tiga siswa, yang didukung oleh observasi serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Reconnecting memberikan dampak positif terhadap pengalaman belajar siswa, khususnya dalam meningkatkan minat belajar, partisipasi aktif, serta kemampuan siswa dalam mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata. Siswa menjadi lebih responsif dan termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran. Namun demikian, terdapat beberapa kendala yang dihadapi, seperti keterbatasan waktu pembelajaran dan kesiapan guru yang belum merata dalam mengimplementasikan metode tersebut secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan berkelanjutan bagi guru serta pengelolaan waktu yang lebih efektif guna mengoptimalkan penerapan metode ini dalam pembelajaran PAI. Kata kunci: Keterlibatan Siswa. Metode Menghubungkan Kembali. Minat Belajar. Pembelajaran Aktif. Pendidikan Agama Islam. PENDAHULUAN Pendidikan Islam bertujuan untuk membentuk karakter dan moral peserta didik sesuai dengan ajaran Islam. Dalam mencapai tujuan tersebut, diperlukan proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga mampu mengaktifkan peran peserta didik dalam kegiatan belajar (Muhaimin, 2. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) masih didominasi oleh Naskah Masuk: 20 Maret 2026. Revisi: 03 April 2026. Diterima: 19 April 2026. Terbit: 27 April 2026 Implementasi Metode Pembelajaran Aktif Reconnecting dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Kelas IX SMP Negeri 2 Sentani Kabupaten Jayapura metode konvensional yang bersifat teacher-centered, sehingga siswa cenderung pasif dan kurang terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran Kondisi ini juga ditemukan di SMP Negeri 2 Sentani Kabupaten Jayapura, di mana pembelajaran PAI masih menggunakan metode ceramah, hafalan, dan praktik sederhana. Pola pembelajaran seperti ini menyebabkan suasana belajar menjadi monoton dan kurang menarik, sehingga pemahaman siswa terhadap materi belum optimal. Akibatnya, nilai-nilai ajaran Islam belum sepenuhnya dapat diinternalisasi dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Di era digitalisasi 4. 0, tantangan pendidikan semakin kompleks, sehingga guru dituntut untuk melakukan inovasi dalam pembelajaran (Sugiyono, 2. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah metode pembelajaran aktif, khususnya model Reconnecting, yang menekankan keterlibatan siswa secara langsung dalam menghubungkan materi dengan pengalaman nyata. Oleh karena itu, diperlukan kajian mendalam terkait penerapan metode ini dalam pembelajaran PAI guna meningkatkan kualitas pembelajaran dan membentuk karakter peserta didik secara optimal. Metode pembelajaran aktif . ctive learnin. merupakan pendekatan pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai pusat kegiatan belajar . tudent-centered learnin. (Melvin L. Silberman, 2. Menurut berbagai ahli pendidikan, pembelajaran aktif mendorong siswa untuk berpikir kritis, berdiskusi, bertanya, serta mengaitkan materi dengan pengalaman nyata. Hal ini berbeda dengan pembelajaran konvensional yang cenderung bersifat satu arah dan menempatkan siswa sebagai penerima informasi pasif. Sutrisno menyatakan bahwa metode ceramah yang dominan digunakan dalam pembelajaran PAI kurang memberikan ruang bagi siswa untuk melakukan proses eksplorasi, penemuan, dan penerapan nilai-nilai agama. Akibatnya, pembelajaran menjadi kurang bermakna dan tidak berdampak signifikan pada perilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, pendekatan Reconnecting dalam pembelajaran aktif menekankan pada upaya menghubungkan kembali pengetahuan yang telah dimiliki siswa dengan pengalaman baru (Melvin L. Silberman, 2. Melalui metode ini, siswa tidak hanya memahami materi secara kognitif, tetapi juga mampu menginternalisasi nilai-nilai yang dipelajari. Dengan demikian, penerapan metode pembelajaran aktif, khususnya Reconnecting, diyakini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran PAI, baik dari segi keterlibatan siswa, pemahaman materi, maupun pembentukan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. MIFTAHULILMI Ae VOLUME. NOMOR. 2 APRIL 2026 E-ISSN . : 3064-1527. P-ISSN . : 3089-5448 Hal. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan desain studi kasus. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam fenomena implementasi metode pembelajaran aktif Reconnecting dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), khususnya terkait dengan proses, pengalaman, serta dampaknya terhadap minat dan keterlibatan belajar peserta didik. Lokasi penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 2 Sentani. Kabupaten Jayapura. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada pertimbangan bahwa sekolah tersebut masih menerapkan metode pembelajaran yang relatif konvensional dalam pembelajaran PAI, sehingga relevan untuk diteliti terkait inovasi metode pembelajaran aktif. Subjek penelitian terdiri dari tiga guru Pendidikan Agama Islam, kepala sekolah, serta tiga orang siswa kelas IX. Pemilihan subjek dilakukan secara purposive, yaitu berdasarkan pertimbangan bahwa mereka memiliki informasi yang relevan dengan fokus penelitian. Guru dipilih karena berperan langsung dalam proses pembelajaran, kepala sekolah sebagai pengambil kebijakan, dan siswa sebagai pihak yang mengalami langsung proses pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Wawancara digunakan untuk menggali informasi terkait pengalaman dan pandangan informan mengenai penerapan metode Reconnecting. Observasi dilakukan untuk melihat secara langsung proses pembelajaran di kelas, sedangkan dokumentasi digunakan untuk melengkapi data berupa perangkat pembelajaran, foto kegiatan, dan arsip sekolah. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Reduksi data dilakukan dengan menyederhanakan dan memilih data yang relevan, penyajian data dilakukan dalam bentuk narasi deskriptif, sedangkan penarikan kesimpulan dilakukan secara bertahap selama proses penelitian berlangsung. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Triangulasi sumber dilakukan dengan membandingkan data dari guru, siswa, dan kepala sekolah, sedangkan triangulasi teknik dilakukan dengan membandingkan hasil wawancara, observasi, dan Waktu dan Tempat Penelitian Lokasi penelitian ini dilakukan di kelas IX SMP Negeri 2 Sentani. Alasan melakukan penelitian pada tempat tersebut, untuk mengetahui bagaimana Implementasi Metode Pembelajaran Aktif Reconnecting dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas IX SMP Negeri 2 Sentani. Implementasi Metode Pembelajaran Aktif Reconnecting dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Kelas IX SMP Negeri 2 Sentani Kabupaten Jayapura HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi Metode Reconnecting dalam Pembelajaran PAI Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SMP Negeri 2 Sentani, diperoleh temuan bahwa implementasi metode pembelajaran aktif Reconnecting dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) telah dilaksanakan dengan cukup efektif dan terstruktur. Metode ini menjadi salah satu pendekatan inovatif yang mampu menggeser paradigma pembelajaran dari yang bersifat konvensional menuju pembelajaran yang lebih partisipatif dan Dalam praktiknya, guru tidak lagi berperan sebagai satu-satunya sumber informasi . eacher-centere. , melainkan sebagai fasilitator yang mengarahkan jalannya proses Guru secara aktif merancang kegiatan pembelajaran yang melibatkan siswa, seperti diskusi kelompok, tanya jawab interaktif, serta pemberian studi kasus yang relevan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Hal ini menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam strategi pembelajaran yang diterapkan. Tahap awal dalam penerapan metode Reconnecting dimulai dengan kegiatan apersepsi, yaitu menghubungkan materi yang akan dipelajari dengan pengalaman atau pengetahuan awal Guru berusaha menggali pengalaman siswa yang berkaitan dengan topik pembelajaran, sehingga tercipta jembatan antara pengetahuan lama dan pengetahuan baru. Proses ini sangat penting karena membantu siswa memahami konteks materi secara lebih mendalam. Selanjutnya, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan pendapat, mengajukan pertanyaan, serta berinteraksi dengan teman sekelas dalam bentuk diskusi. Aktivitas ini tidak hanya meningkatkan keterlibatan siswa, tetapi juga melatih kemampuan komunikasi dan berpikir kritis mereka. Dalam hal ini, siswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga menjadi subjek aktif dalam proses pembelajaran. Penerapan metode Reconnecting ini sejalan dengan konsep pembelajaran konstruktivistik yang menekankan bahwa pengetahuan dibangun oleh siswa melalui pengalaman dan interaksi Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada proses pembentukan makna. Lebih lanjut, penggunaan contoh-contoh konkret yang relevan dengan kehidupan seharihari menjadi salah satu kekuatan dari metode ini. Guru mengaitkan materi PAI dengan situasi nyata yang dihadapi siswa, seperti perilaku sehari-hari, interaksi sosial, serta nilai-nilai moral dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini membuat pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan mudah dipahami oleh siswa. MIFTAHULILMI Ae VOLUME. NOMOR. 2 APRIL 2026 E-ISSN . : 3064-1527. P-ISSN . : 3089-5448 Hal. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa implementasi metode Reconnecting dalam pembelajaran PAI di SMP Negeri 2 Sentani telah berjalan dengan baik dan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, interaktif, dan bermakna. Peningkatan Minat dan Keterlibatan Belajar Siswa Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penerapan metode Reconnecting memberikan dampak positif terhadap peningkatan minat dan keterlibatan belajar siswa. Hal ini terlihat dari perubahan perilaku siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Siswa menunjukkan tingkat antusiasme yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional. Mereka lebih aktif dalam mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan dari guru, serta berpartisipasi dalam diskusi kelompok. Aktivitas ini menunjukkan bahwa siswa merasa lebih nyaman dan termotivasi untuk terlibat dalam proses pembelajaran. Peningkatan minat belajar siswa juga dipengaruhi oleh cara penyampaian materi yang lebih menarik dan relevan. Dengan mengaitkan materi PAI dengan kehidupan nyata, siswa menjadi lebih mudah memahami dan merasakan manfaat dari pembelajaran tersebut. Materi yang sebelumnya dianggap abstrak dan sulit dipahami kini menjadi lebih konkret dan aplikatif. Selain itu, metode Reconnecting juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan pendapat dan ide mereka. Hal ini penting dalam membangun rasa percaya diri siswa serta mendorong mereka untuk berpikir secara mandiri. Siswa tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi juga aktif dalam mengolah dan menginterpretasikan informasi Dari segi keterlibatan, siswa terlihat lebih fokus dan terlibat secara emosional dalam Mereka tidak hanya mendengarkan, tetapi juga berpartisipasi secara aktif dalam setiap tahap pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa metode Reconnecting mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi siswa. Lebih jauh lagi, metode ini juga mendorong siswa untuk berpikir kritis dan reflektif. Siswa diajak untuk menganalisis suatu permasalahan, mengaitkannya dengan nilai-nilai agama, serta menarik kesimpulan yang relevan dengan kehidupan mereka. Proses ini sangat penting dalam pembentukan karakter dan internalisasi nilai-nilai agama. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Reconnecting tidak hanya meningkatkan minat belajar siswa, tetapi juga meningkatkan keterlibatan mereka secara aktif dalam proses pembelajaran. Hal ini berdampak positif terhadap kualitas pembelajaran secara Implementasi Metode Pembelajaran Aktif Reconnecting dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Kelas IX SMP Negeri 2 Sentani Kabupaten Jayapura Kendala dalam Penerapan Metode Reconnecting Meskipun memberikan banyak manfaat, penerapan metode Reconnecting juga menghadapi berbagai kendala yang perlu diperhatikan. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan waktu Metode pembelajaran aktif seperti Reconnecting membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan metode ceramah. Hal ini disebabkan oleh adanya berbagai aktivitas yang melibatkan siswa, seperti diskusi, presentasi, dan refleksi. Akibatnya, guru harus mampu mengelola waktu secara efektif agar seluruh materi dapat tersampaikan dengan baik. Selain itu, kesiapan guru juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan penerapan metode Tidak semua guru memiliki pengalaman dan keterampilan yang memadai dalam menerapkan pembelajaran aktif. Beberapa guru mungkin masih terbiasa dengan metode konvensional, sehingga mengalami kesulitan dalam mengelola kelas yang interaktif. Kendala lainnya adalah perbedaan karakteristik siswa. Dalam satu kelas, terdapat siswa dengan tingkat kemampuan dan keaktifan yang berbeda-beda. Ada siswa yang aktif dan mudah berpartisipasi, namun ada juga yang cenderung pasif dan kurang percaya diri. Hal ini menjadi tantangan bagi guru untuk menciptakan suasana pembelajaran yang inklusif dan mampu melibatkan seluruh siswa. Selain itu, faktor lingkungan belajar juga dapat memengaruhi efektivitas penerapan metode Misalnya, jumlah siswa yang terlalu banyak dalam satu kelas dapat menyulitkan guru dalam mengelola diskusi dan memastikan semua siswa terlibat. Meskipun demikian, kendala-kendala tersebut bukanlah hal yang tidak dapat diatasi. Dengan perencanaan yang matang, pelatihan guru, serta dukungan dari pihak sekolah, penerapan metode Reconnecting dapat dilakukan secara lebih optimal. Faktor Pendukung Implementasi Metode Reconnecting Di balik berbagai kendala yang dihadapi, terdapat pula faktor-faktor pendukung yang berperan penting dalam keberhasilan implementasi metode Reconnecting. Salah satu faktor utama adalah antusiasme siswa terhadap pembelajaran yang lebih interaktif. Siswa cenderung lebih menyukai pembelajaran yang melibatkan mereka secara langsung dibandingkan dengan pembelajaran yang bersifat satu arah. Hal ini menjadi modal penting dalam penerapan metode Reconnecting, karena keberhasilan metode ini sangat bergantung pada partisipasi aktif siswa. Dukungan dari pihak sekolah juga menjadi faktor penting. Sekolah yang memberikan ruang bagi guru untuk berinovasi dalam pembelajaran akan mendorong terciptanya proses pembelajaran yang lebih kreatif dan efektif. Fasilitas pembelajaran yang memadai, seperti MIFTAHULILMI Ae VOLUME. NOMOR. 2 APRIL 2026 E-ISSN . : 3064-1527. P-ISSN . : 3089-5448 Hal. ruang kelas yang nyaman dan media pembelajaran yang mendukung, juga turut berkontribusi terhadap keberhasilan metode ini. Selain itu, kesadaran dan komitmen guru untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran menjadi faktor pendukung yang tidak kalah penting. Guru yang memiliki motivasi untuk belajar dan berinovasi akan lebih mudah dalam mengadopsi metode pembelajaran baru, termasuk metode Reconnecting. Kolaborasi antar guru juga dapat menjadi faktor pendukung dalam penerapan metode ini. Melalui diskusi dan berbagi pengalaman, guru dapat saling belajar dan mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif. Dengan adanya faktor-faktor pendukung tersebut, penerapan metode Reconnecting dapat berjalan dengan lebih optimal dan memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran PAI. KESIMPULAN Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Reconnecting merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. Metode ini tidak hanya mampu meningkatkan minat dan keterlibatan siswa, tetapi juga mendorong mereka untuk berpikir kritis dan reflektif. Meskipun terdapat beberapa kendala dalam penerapannya, faktor-faktor pendukung yang ada mampu membantu mengatasi kendala Oleh karena itu, metode Reconnecting dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pembelajaran PAI maupun mata pelajaran Dengan pengelolaan yang baik, metode ini berpotensi untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna, relevan, dan berdampak positif terhadap perkembangan peserta didik, baik dari segi kognitif, afektif, maupun psikomotorik. DAFTAR PUSTAKA