Empiris: Journal of Progressive Science and Mathematics Volume 01 Nomor 01 Tahun 2023 ISSN: x-x https://afeksi. id/journal3/index. php/empiris PENINGKATAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI MEDIA PELEPAH PISANG Demcy Ayu Barawati1. Arif Dwi Yuwono2. Novita Eka Nurjanah3. Wildan Nur Hidayat 4 Program Studi PGPAUD FKIP Universitas Terbuka,1,3 Program Studi PGPAUD FKIP Universitas Sebelas Maret2 UIN Salatiga4 Email: andariwaniiwildan@gmail. Abstrak Kemampuan fisik motorik halus anak di RA Syamila kids Salatiga kelas A diamati dengan kegiatan kegiatan pembelajaran anak-anak di sekolah. Hasil observasi menunjukkan kurangnya semangat bahkan anak-anak tidak tertarik dalam pembelajaran. Hal ini dapat dilihat dari beberapa anak yang belum bisa memegang pensil untuk menulis, crayon untuk Anak-anak di sekolah RA Syaamila kids Salatiga perlu kegiatan yang menarik untuk mengembangkan kemampuan fisik motorik halusnya. Media merupakan alat yang digunakan untuk menstimulasi aspek perkembangan anak seperti nilai moral dan agama, aspek motorik, aspek bahasa, aspek sosial emosional, aspek kognitif maupun aspek seni pada Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan, dua siklus, adapun tahapan siklusnya perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Tehnik pengumpulan data ini menggunakan observasi, dokumentasi dan menggunakan analisis data Subjek penelitian ini anak kelompok A. 2 di RA Syaamila Kids Salatiga dengan jumlah siswa 19 anak yang terdiri dari 10 anak perempuan dan 9 anak laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan media pelepah pisang ini dapat mengembangkan fisik motorik halus Presentase keberhasilan pada siklus 1 dengan 47%, dan Siklus II 92%. Dari Hasil data tersebut motorik halus anak mengalami perkembangan melalui media pelepah pisang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa peningkatan motorik halus anak meningkat dengan menggunakan media pelepah pisang. Kata Kunci: Fisik motorik halus. Media. Pelepah pisang PENDAHULUAN Pendidikan anak usia dini merupakan sebuah pendidikan yang berperan sangat penting untuk mengembangkan kemampuan dan kemandirian anak dalam mempersiap dirinya untuk memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Pendidikan usia dini merupakan sebuah jembatan antara lingkungan keluarga dengan lingkungan masyarakat yang lebih luas, yaitu lingkungan sekolah dasar dan lingkungan lainnya. (Masitoh, 2011: 1. Dalam Undangundang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 1 ayat 14 menyatakan bahwa pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. (Depdiknas, 2. Pendidikan anak usia dini/ TK pada hakikatnya merupakan sebuah pendidikan yang bertujuan untuk menfasilitasi tumbuh kembang anak secara menyeluruh atau menekan seluruh aspek pertumbuhan anak seperti kemampuan anak dalam berbahasa, bersosial, fisik Empiris: Journal of Progressive Science and Mathematics Volume 01 Nomor 01 Tahun 2023 ISSN: x-x https://afeksi. id/journal3/index. php/empiris motorik, dan kognitif. Pendidikan anak usia dini khususnya TK perlu menyediakan berbagai kegiatanya belajar dan bermaian yang menarik yang dpat mengembangkan berbagai aspek perkembangan anak yang meliputi kognitif, bahasa, sosial, emosi, fisik, dan motorik. Anderson, 1993 dalam (Masitoh, 2011:1. pengalaman anak dalam kehidupan sehari-hari saat bermain dan belajar dapat mengoptimalkan aspek perkembangan anak meliputi kognitif, bahasa, sosial emosional, dan fisik motorik. Perkembangan fisik adalah pertumbuhan atau perubahan tubuh/badan jasmani pada seseorang anak yang dapat dilihat secara kasap mata seperti tinggi badan dan berat badan. Sedangkan motorik . otor developmen. merupakan perubahan secara progresif pada kontrol dan kemampuan anak untuk melakukan gerakan-gerakan yang diperoleh dari interaksi antara faktor kematangan . dan latihan selama kehidupan yang dapat dilihat melalui perubahan yang terjadi pada anak. Perkembangan motorik adalah sebuah proses pertumbuhan anak dalam meningkatkan keterampilan dan pola gerakan. Perkembangan motorik di bagi menjadi dua, yaitu perkembangan motorik kasar dan motorik Motorik kasar merupakan sebuah gerakan-gerakan yang bertujuan untuk mengontrol otot-otot besar, seperti berjalan jinjit, berljan diatas papan titian, berlari, melompat, berguling, naik tangga, naik bola dunia, lempar tanggap bola. Sedangkan perkembangan motorik halus, yaitu sebuah gerakan terbatas dari bagian-bagian yang meliputi otot-otot kecil, terutama gerakan di bagian jari-jari tangan, seperti menulis, menggambar, mengecap, menggunting. Pembelajaran motorik dapat diartikan sebagai fase anak dalam belajar keahlian gerakan dan penghalusan kemampuan motorik, dan variabel untuk mendukung atau menghambat kemahiran dalam keahlian motorik. (Decaprio, 2. Menurut Suwardi, dkk . usia anak-anak lebih mudah memahami berbagai hal melalui media, sebuah media dapat mempengaruhi perilaku manusia, kehidupan dan normanorma, sehingga media merupakan sebuah faktor yang penting dalam membentuk cara berfikir, perilaku, dan norma manusia. Dalam kegiatan belajar mengajar anak usia dini dibutuhkan alat perantara yang disebut dengan media pembelajaran, media pembelajaran ini bertujuan untuk membuat anak agar tidak cepat bosan, dapat membuat anak konsentrasi dalam kegiatan pembelajaran dengan waktu yang cukup lama serta menyenangkan untuk Dengan menggunakan media pelepah pisang anak dapat mengembangkan fisik motorik halusnya, seperti memegang pelepah pisang, mengecap menggunakan pelepah pisang. Mengecap adalah sebuah kegiatan berkarya seni rupa yang dilakukan dengan cara mencapkan alat atau acuan yang diberi tinta/cat pada sebuah gambar sehingga membuat gambar berwarna. Dalam kegiatan mengecap ini seorang guru tidak harus memebeli alat, guru dapat memanfaatkan bahan alam untuk mengecap. Pendidik dapat memanfaatkan bahan alam, seperti pelepah pisang, ubi, wortel sebagai alat mencetak. (Gunarti, dkk, 2013:7. Mengecap menggunakan pelepah pisang merupakan sebuah kegiatan atau hal baru yang menyenangkan bagi anak- anak. Mereka dapat mencetak berbagai berbagai bentuk dan Kegiatan mencetak ini dapat menstimulasi kemampuan motorik halus anak-anak. Untuk meningkatakan motorik halus kegiatan mengecap ini harus menerapkan cara-cara yang sesuai dengan tingkat kemampuan yang dimiliki oleh anak untuk menghasilkan karya seni Empiris: Journal of Progressive Science and Mathematics Volume 01 Nomor 01 Tahun 2023 ISSN: x-x https://afeksi. id/journal3/index. php/empiris Berdasarkan pengamatan proses pembelajaran di RA Syamila kids salatiga menunjukkan masih rendah kemampuan fisik motorik halus, di temukanya masalah yaitu anak belum mampu memegang benda seperti pensil, krayon dll. Dengan siswa yang berjumlah 19 ada beberapa anak blum bisa memegang krayon, pensil. Untuk mengoptimal kemampuan fisik motorik halus anak maka diterapkan bermain sambil belajar. Dengan menggunakan media pelepah pisang ini berharap anak tidak akan jenuh dalam belajaran, karena media menggunakan bahan alam dan juga pewarna makanan dengan warna yang berbeda-beda yang membuat anak tidak jenuh dan bosan sehingga anak dapat meningkatkan kelenturan otot tangan dan otot-otot jari dengan baik. METODE PENELITIAN Penelitian ini adalah anak didik kelompok A. 2 di RA Syaamila Kids salatiga tahun pelajaran 2022/2023 yang berjumlah 19 anak yang terdiri dari 9 laki-laki dan 10 perempuan. Penelitian yang dilakukan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian tindakan kelas ini merupakan sebuah penelitian yang longgar karena tujuan utama penelitian ini adalah memperbaiki praktik pembelajaran, meningkatkan kreatifitas guru dalam proses pembelajaran dan memperbaiki kualitas pembelajran. Penelitian tindakan kelas merupakan sebuah kegiatan yang langsung berhubungan dengan proses mengajaran guru ketika di Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki kinerja sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat. (Wardhani, 2012:1. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mengunakan Observasi dilakukan oleh teman sejawat untuk membantu mengamati proses dan dampak perbaikan yang kemudian didiskusikan antara peneliti dan teman sejawat. Analisis data penelitian menggunakan analisis data kualitatif. Dalam penelitian ini dinyatakan dalam sebuah predikat yaitu menggunakan predikat BB (Belum Berkemban. MB (Mulai Brekemban. BSH (Berkembang Sesuai Haapa. dan BSB (Berkembang Sangat Bai. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan penelitian prasiklus didapatkan informasi bahwa pembalajaran yang berhubungan dengan motorik halus anak terdapat 45% anak yang belum berkembang sesuai Sedangkan berdasarkan penelitian Pada siklus ini 1 melakukan 4 tahapan tindakan yaitu membuat Perencanaan ini peneliti berdiskusi tentang kegiatan yang akan dilakuakan pada silus, setalh itu melakukan pelaksanaan mulai dari tanggal 2-7 Mei dengan diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 1. Hasil Penilaian Siklus I RPPH Nilai Perkembangan Kognitif BSH BSB RPPH 1 RPPH 2 RPPH 3 RPPH 4 RPPH 5 Empiris: Journal of Progressive Science and Mathematics Volume 01 Nomor 01 Tahun 2023 ISSN: x-x https://afeksi. id/journal3/index. php/empiris Jumlah Prosentase Berdasarkan Tabel 1. dapat disimpulkan bahwa kemampuan motorik halus anak belum mencakup indicator keberhasilan yaiti 85%. Sehingga peneliti perlu mengadakan evaluasi pada siklus 1 ini agar pada siklus selanjutnya dapat mencapai kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan dan di harapkan oleh peneliti. Pada Siklus ke II yang dilaksanakan pada tannga 8-7 Mei 2023 melalui empat tahap tindakan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi . , dan refleksi. Diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 2. Hasil Penilaian Siklus II RPPH Nilai Perkembangan Kognitif BSH BSB RPPH 1 RPPH 2 RPPH 3 RPPH 4 RPPH 5 Jumlah Persentase 9,3 % 90,7% Persentase keberhasilan kemampuan kognitif anak telah mencapai kriteria keberhasilan yaitu 90,3% sudah berkembang sesuai haraban atau berkembang sangat baik. Hasil tersebut telah memenuhi kriteria keberhasilannpenelitian tindakan kelas yang telah ditetapkan peneliti yaitu 90%. Maka dari itu peneliti di RA syaamila kids dinyatakan berhasil. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa menggunakan media pelepah pisang dapat meningkatkan kemmapuan motorik halus anak RA Syaamila kids salatiga pada kelompok A2. Hal ini dapat dilihat dari hasil presntase Siklus 1dan 2 karena hasilnya DAFTAR PUSTAKA