JURNAL RUPA VOL 9 NO 2 2024 DOI address: 10. 25124/rupa. A Semiotic Patterns of Emotional Representation in ChildrenAos Book Cover Design: Peircean Analysis on The Feelings Series by Trace Moroney Pola Semiotika Representasi Emosi pada Desain Sampul Buku Anak: Analisis Peirce pada The Feelings Series Karya Trace Moroney Hestia Rachmat Nunciata Lubis1*. Yosef Yulius1. Bobby Halim1 1 Program Studi Desain Komunikasi Visual. Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Budaya. Universitas Indo Global Mandiri. Palembang. Indonesia Abstract. The study investigates semiotic patterns of emotional representation in childrenAos book cover design using Charles Sanders PeirceAos icon-index-symbol framework. The research examines ten book covers from The Feelings Series by Trace Moroney, a childrenAos picture book series that consistently addresses basic emotions in early childhood. The study aims to identify how emotional meanings are constructed through visual signs and to examine the dominant semiotic strategies employed across covers. A descriptive qualitative method was employed was applied through structured visual observation of key cover elements, including character facial expressions, body gestures, colour palettes, typography, and background composition. Each visual element was treated as a unit of analysis and independently coded by two coders according to PeirceAos classification of iconic, indexical, and symbolic signs. Inter-coder reliability was assessed using percentage agreement, resulting in an initial agreement rate of 90%, with remaining discrepancies resolved through reflective discussion grounded in operational definitions and contextual visual analysis. The findings reveal a consistent cross-cover semiotic pattern in which indexical signs such as body posture, gesture, gaze direction, and compositional emphasis play a dominant role in constructing emotional context, while iconic signs, particularly facial expressions, function as primary cues for immediate emotional recognition. Symbolic signs, including colour conventions, typographic treatment, and series identity, operate to stabilize and reinforce emotional meanings through culturally familiar visual codes. These three sign types work in an integrated manner to form a cohesive and readable system of emotional representation across the series. The study demonstrates that PeirceAos semiotic framework can be systematically operationalized as and analytical tool in visual communication design research, particularly within the context of childrenAos emotional The identified semiotic patterns provide practical insights for designers and publishers in developing childrenAos book cover that effectively communicate emotions in ways that are visually clear, developmentally appropriate, and emotionally supportive. Correspondence address: * Hestia Rachmat Nunciata Lubis Email : hestia_dkv@uigm. Address : Program Studi Desain Komunikasi Visual. Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Budaya. Universitas Indo Global Mandiri. Jalan Jendral Sudirman Km. 4 No. 62, 20 Ilir D. IV. Kec. Ilir Tim 1. Kota Palembang. Sumatera Selatan 30129 Keywords: Semiotics. Charles Sanders Peirce. Book Cover Design. ChildrenAos Picture Book. Emotional Representation Abstrak. Penelitian ini mengkaji pola semiotik representasi emosi pada desain sampul buku anak dengan menggunakan kerangka ikon-indeks-simbol dari Charles Sanders Peirce. Objek mencakup sepuluh sampul buku dari The Feelings Series karya Trace Moroney, yaitu seri buku cerita bergambar anak yang secara konsisten membahas emosi dasar pada masa kanak-kanak awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana makna emosional dikonstruksi melalui tanda-tanda visual serta mengkaji strategi semiotik dominan yang digunakan pada masing-masing sampul. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi visual terstruktur terhadap elemen-elemen utama sampul, meliputi ekspresi wajah tokoh, gestur tubuh, palet warna, tipografi, dan komposisi latar. Setiap elemen visual diperlakukan sebagai unit analisis dan dikodekan secara independent oleh dua koder berdasarkan klasifikasi tanda Peirce, yaitu ikon, indeks, dan Reliabilitas antar-koder diuji menggunakan presentasi kesepakatan, yang menghasilkan tingkat kesepakatan awal 90%, sementara perbedaan penilaian yang tersisa diselesaikan melalui diskusi reflektif berdasarkan definisi operasional dan analisis konteks visual. Hasil penelitian menunjukkan adanya pola semiotic yang konsisten antar sampul, di mana tanda indeksikal seperti postur tubuh, gestur, arah pandang, dan penekanan komposisi memainkan peran dominan dalam membangun konteks emosional. Sementara itu, tanda ikonik, khususnya ekspresi wajah berfungsi sebagai petunjuk utama dalam pengenalan emosi secara langsung. Tanda simbolik, yang meliputi konvensi warna, tipografi, dan identitas seri, berperan dalam menstabilkan dan memperkuat makna emosional melalui kode visual yang akrab secara kultural. Ketiga jenis tanda tersebut bekerja secara terpadu membentuk sistem representasi emosi yang kohesif dan mudah dibaca di seluruh seri. Penelitian ini menunjukkan bahwa kerangka semiotika Peirce dapat dioperasionalisasikan secara sistematis sebagai alat analisis dalam penelitian desain komunikasi visual, khususnya dalam konteks literasi emosional anak. Pola semiotik yang teridentifikasi memberikan wawasan praktis bagi desainer dan penerbit dalam merancang sampul buku anak yang mampu mengomunikasikan emosi secara jelas secara visual, sesuai dengan tahap perkembangan, dan bersifat mendukung secara Kata Kunci: Semiotika. Charles Sanders Peirce. Desain Sampul Buku. Buku Cerita Bergambar. Emotional Representasi Emosi PENDAHULUAN Media visual memiliki peran strategis dalam proses komunikasi karena kemampuannya menyampaikan pesan secara langsung, konkret, dan mudah dipahami. Dalam konteks komunikasi kepada anak, media visual menjadi sangat penting karena menyesuaikan dengan karakteristik kognitif anak yang masih dominan berpikir secara Media dapat dipahami sebagai alat perantara yang memungkinkan komunikator menyampaikan pesan kepada komunikan secara efektif . Secara umum media dikelompokkan ke dalam empat kategori utama, yaitu media visual, media audio, media audio visual, dan multimedia . Di antara berbagai jenis media tersebut, media visual berupa buku cerita bergambar menempati posisi yang signifikan dalam konteks pembelajaran dan perkembangan anak. Buku cerita bergambar merupakan media yang mengintegrasikan teks dan ilustrasi secara terpadu untuk menyampaikan cerita dan pesan tertentu . Daya tarik visual buku cerita bergambar berperan penting dalam memikat perhatian anak, menumbuhkan minat baca, serta membantu proses pemahaman terhadap isi cerita . Gambar tidak hanya berfungsi sebagai elemen dekoratif, tetapi juga sebagai sarana utama yang mendukung alur narasi dan memperkuat makna cerita . Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa buku cerita bergambar memiliki kontribusi yang signifikan dalam mendukung perkembangan emosi anak. Melalui media ini, anak dapat mengenali berbagai situasi emosional, memahami interaksi sosial, serta mengembangkan empati dan kesadaran diri. Ketertarikan anak terhadap gambar menjadikan buku cerita bergambar sebagai medium yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan emosional kepada anak usia dini . Dengan demikian, buku cerita bergambar dapat dipahami sebagai kesatuan naratif yang didukung oleh visual untuk memudahkan anak dalam memahami dan memaknai isi cerita . Perkembangan emosi merupakan aspek fundamental dalam pertumbuhan anak. Perkembangan dipahami sebagai proses perubahan berkelanjutan yang memungkinkan anak menguasai kemampuan pada tingkat yang lebih tinggi dalam berbagai aspek kehidupan . Kemampuan sosial-emosional, seperti mengenali, mengekspresikan, dan mengelola emosi, tidak terbentuk secara instan, melainkan memerlukan stimulasi yang konsisten sejak usia dini. Penguasaan kemampuan sosial-emosional yang memadai merupakan fondasi penting bagi keberhasilan individu dalam berinteraksi dengan lingkungan sosialnya . Dalam konteks inilah, buku cerita bergambar berperan sebagai media strategis untuk menstimulasi dan memfasilitasi perkembangan emosi anak. Salah satu elemen visual yang pertama kali berinteraksi dengan pembaca dalam sebuah buku adalah cover atau sampul buku. Sampul berfungsi sebagai kemasan luar yang memberikan kesan awal sekaligus menjadi penentu ketertarikan terhadap isi buku. Dalam konteks buku anak, desain sampul memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pemilihan dan minat membaca . Setiap elemen visual pada sampul seperti ilustrasi, warna, tipografi, dan komposisi mengandung makna yang berkaitan dengan isi dan pesan buku. Makna-makna tersebut dapat dipahami melalui kehadiran tanda-tanda visual yang membentuk sistem komunikasi visual . Desain sampul buku anak memiliki peran strategis sebagai medium komunikasi awal yang menjembatani interaksi antara buku dan pembaca anak. Sampul tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetis, tetapi juga sebagai representasi visual dari isi dan pesan emosional yang ingin disampaikan. Dalam buku anak bertema emosi, desain sampul menjadi krusial karena berkontribusi pada proses pengenalan dan pemahaman emosi sejak usia dini melalui representasi visual yang bersifat konkret dan mudah Dalam penelitian ini, kajian difokuskan pada karya-karya Trace moroney, seorang penulis, ilustrator, dan desainer yang dikenal secara internasional melalui buku-buku cerita bergambar bertema pengembangan kecerdasan emosional dan sosial anak. Seri bukunya yang berjudul The Feelings Series secara konsisten mengangkat berbagai emosi dasar anak dan dirancang sebagai media pendukung literasi emosi, baik dalam konteks keluarga maupun pendidikan. Pendekatan semiotika digunakan sebagai landasan analitis untuk mengkaji makna tanda dalam desain komunikasi visual. Kerangka semiotika Charles Sanders Peirce, melalui klasifikasi tanda ikon, indeks, dan simbol, menyediakan alat konseptual yang relevan untuk membaca bagaimana elemen visual merepresentasikan emosi. Meskipun kajian semiotika telah banyak diterapkan dalam analisis visual, penelitian yang secara khusus membahas pola representasi emosi pada desain sampul buku anak melalui analisis lintas sampul dengan prosedur pengodean yang sistematis dan terkontrol masih relatif terbatas. The Feelings Series karya Trace Moroney dipilih sebagai objek penelitian karena konsistensinya dalam merepresentasikan emosi anak melalui desain visual yang sederhana namun komunikatif, serta penggunaannya yang luas dalam konteks pendidikan emosi. Pemaknaan emosi pada anak usia dini sangat dipengaruhi oleh kemampuan kognitif dan sosial-emosional yang masih bersifat konkret dan visual. Menurut Hurlock dan Piaget, anak mengenali emosi terutama melalui ekspresi wajah, gestur tubuh, serta simbol visual yang sederhana dan mudah dipahami. Oleh karena itu, analisis semiotik terhadap desain sampul buku anak menjadi relevan untuk mengungkap bagaimana emosi dimediasi dan dikomunikasikan melalui tanda-tanda visual. Berdasarkan celah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk: . mengidentifikasi tanda ikon, indeks, dan simbol pada desain sampul buku The Feelings Series. menemukan pola representasi visual emosi yang muncul secara konsisten antar-sampul. merumuskan implikasi praktis bagi perancangan desain sampul buku anak berbasis temuan semiotika. Sebagai kontribusi ilmiah, penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan menawarkan pemetaan pola representasi emosi berbasis ikon, indeks, dan simbol dalam desain sampul buku anak melalui analisis semiotika Charles Sanders Peirce yang sistematis dan terkontrol. Secara praktis, temuan penelitian ini menyediakan kerangka visual yang dapat dimanfaatkan oleh desainer sebagai pedoman dalam merancang sampul buku anak yang komunikatif dan mendukung pengembangan literasi emosi anak usia dini. METODE Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce untuk mengkaji pola representasi emosi pada desain sampul buku anak. Pendekatan ini dipilih karena mampu mengungkap makna tanda visual secara sistematis dan kontekstual dalam ranah desain komunikasi visual, khususnya dalam membedakan fungsi ikon, indeks, dan simbol dalam penyampaian pesan emosi . Objek penelitian adalah sepuluh sampul buku The Feelings Series karya Trace Moroney yang diterbitkan oleh Five Mile Press. Pemilihan objek dilakukan menggunakan teknik total sampling, karena seluruh sampul dalam seri tersebut secara konsisten merepresentasikan variasi emosi anak yang menjadi fokus kajian, sehingga memungkinkan analisis pola representasi emosi secara lintas-sampul. Analisis penelitian didasarkan pada klasifikasi tanda dalam semiotika Peirce yang meliputi ikon, indeks, dan simbol. Dalam konteks penelitian ini, ikon dipahami sebagai tanda yang memiliki kemiripan langsung dengan emosi yang direpresentasikan, indeks sebagai tanda yang memiliki hubungan klausal atau eksistensial dengan emosi, dan simbol sebagai tanda yang dimaknai melalui konvensi atau kesepakatan budaya . Klasifikasi ini digunakan sebagai kerangka konseptual utama dalam penyusunan tabel analisis ikonindeks-simbol, sehingga proses analisis dapat dilakukan secara terstruktur, transparan, dan konsisten. Unit analisis dalam penelitian ini meliputi: . ekspresi wajah karakter. gestur dan bahasa tubuh. palet warna dominan. tipografi judul. latar belakang dan komposisi visual. Setiap elemen visual diperlakukan sebagai satu unit data dan diklasifikasikan ke dalam kategori ikon, indeks, atau simbol berdasarkan relasinya dengan emosi yang direpresentasikan pada masing-masing sampul buku. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi visual terstruktur dan dokumentasi terhadap seluruh sampul buku. Proses analsis data dilaksanakan melalui tiga tahap utama, yaitu: . identifikasi elemen visual pada setiap sampul. pengodean elemen visual ke dalam kategori ikon, indeks, dan simbol berdasarkan kerangka Peirce. penarikan pola representasi emosi secara lintas-sampul berdasarkan hasil pengodean. Untuk meningkatkan ketelitian dan konsistensi interpretasi, proses pengodean dilakukan oleh dua pengode secara independen. Tingkat kesepakatan antar-pengode dihitung menggunakan percentage agreement dan menghasilkan nilai kesepakatan sebesar 90%. Perbedaan hasil pegodean kemudian dibahas secara reflektif dengan merujuk pada definisi operasional kategori tanda dan konteks visual sampul hingga diperoleh kesepakatan bersama. Penggunaan percentage agreement dalam penelitian ini dimaksudkan untuk menunjukkan konsistensi interpretasi dalam kerangka penelitian kualitatif desain, dengan tetap menyadari keterbatasannya yang tidak memperhitungkan kesepakatan kebetulan. Validitas analisis diperkuat melalui tiangulasi literatur, khususnya teori semiotika visual dan kajian psikologi emosi anak, guna memastikan bahwa interpretasi tanda visual selaras dengan karakteristik perkembangan emosi anak usia dini. Seluruh gambar sampul digunakan semata-mata untuk kepentingan akademik dengan mencantumkan sumber asli tanpa melakukan modifikasi visual. Kerangka triadik Peirce yang melibatkan relasi antara tanda . , objek . , dan interpretan . digunakan sebagai panduan konseptual dalam keseluruhan proses analisis, sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 1. Dalam penelitian ini, elemen visual pada sampul buku diposisikan sebagai tanda yang dapat berfungsi sebagai ikon, indeks, atau simbol. Emosi anak yang direpresentasikan pada masing-masing sampul dipahami sebagai objek, sedangkan makna emosi yang ditangkap dan dipahami oleh pembaca anak diasumsikan sebagai interpretan. Melalui kerangka ini, analisis tidak berhenti pada identifikasi bentuk visual semata, tetapi menelusuri bagaimana relasi antara elemen visual, emosi yang diacu, dan penafsiran makna bekerja secara terpadu dalam desain sampul buku anak . Kerangka triadik Peirce ini menjadi dasar konseptual dalam mengaitkan hasil pengodean ikon-indeks-simbol dengan pola representasi emosi yang dirumuskan pada bagian hasil dan simpulan penelitian. Gambar 1. Kerangka Triadik Peirce. Sumber: penulis PEMBAHASAN Gambar 2. Box set dari The Feeling Series. Sumber: https://fivemile. au diakses pada tahun Tabel 1. Informasi umum The Feeling Series. Sumber: penulis Nama buku Alamat Redaksi Penulis/ilustrator Editor Isi The Feelings Series Five Mile Press. Melbourne. Victoria. Australia Trace Moroney Tim Editorial Five Mile Press Buku cerita bergambar anak yang mengangkat berbagai jenis emosi dasar, seperti marah, kecewa, senang, cemburu, baik hati, kesepian, kasih sayang, cemas, sedih dan takut yang disajikan melalui narasi sederhana dan ilustrasi visual ekspresif yang berfokus pada satu karakter utama. 22cm x 22cm Five Mile Press Ukuran Penerbit Sinopsis The Feelings Series . ebagaimana yang ditunjukkan pada Gambar . merupakan seri buku cerita bergambar anak karya Trace Moroney yang dirancang untuk membantu anak usia dini mengenali, memahami, dan mengekspresikan berbagai jenis emosi. Setiap buku dalam seri ini berfokus pada satu emosi tertentu dan menampilkan ilustrasi karakter anak dengan ekspresi wajah dan gestur tubuh yang eksplisit, didukung oleh penggunaan warna dan komposisi visual yang konsisten dengan suasana emosi yang direpresentasikan. Melalui pendekatan visual yang sederhana dan narasi yang repetitif, seri ini berfungsi sebagai media literasi emosi yang memediasi pemahaman perasaan anak dalam konteks perkembangan kognitif dan sosial-emosional usia dini . Seri buku AuThe Feelings SeriesAy karya Trace Moroney bertujuan membangun literasi sosial dan emosional anak, membantu anak memahami perasaan. Seri pertama terbit pada tahun 2005, lengkap 10 buku di tahun 2019, tanpa urutan numerik khusus, dan diterbitkan oleh Five Mile. Proses pengodean dalam penelitian ini dilakukan oleh dua pengode secara independen untuk meminimalkan bias subjektif dalam interpretasi tanda visual. Pada tahap awal, masing-masing pengode mengklasifikasikan unit analisis ke dala katergori ikon, ideks, dan simbol berdasarkan kerangka semiotika Charles Sanders Peirce, tanpa saling memengaruhi hasil interpretasi. Dalam tabel analisis, ikon diidentifikasi pada elemen visual yang menunjukkan kemiripan langsung dengan objek emosi yang direpresentasikan, seperti ekspresi wajah dan gestur tubuh karakter. Elemen-elemen ini diklasifikasikan sebagai ikon karena memiliki kesamaan visual dengan ekspresi emosi manusia. Selanjutnya, indeks ditentukan berdasarkan adanya hubungan sebab-akibat atau keterkaitan langsung antara elemen visual dan kondisi emosinal yang ditampilkan. Elemen seperti postur tubuh, gestur defensif atau elemen pendukung visual diklasifikasikan sebagai indeks karena berfungsi sebagai indikasi atau bukti dari keadaan emosi tertentu. Sementara itu, simbol dianalisis melalui konvensi visual dan makna kultural yang melekat pada elemen-elemen seperti warna, tipografi dan metafora visual. Elemenelemen tersebut dikategorikan sebagai simbol karena maknanya dibentuk melalui kesepakatan dan kebiasaan visual yang berlaku secara sosial . Dengan menggunakan definisi operasional tersebut, tabel analisis ikon-indeks-simbol tidak hanya berfungsi sebagai deskripsi elemen visual, tetapi juga sebagai alat analitis untuk menjelaskan bagaimana makna emosi dikonstruksi dan dikomunikasikan secara visual pada sampul buku anak. Sampul When IAom Feeling: Angry Gambar 3. Sampul Buku AuWhen IAom Feeling AngryAy karya Trace Moroney. Sumber: https://w. com diakses pada tahun 2025 Visualisasi Sampul Buku Karakter kelinci pada Gambar 3 digambarkan dengan visual yang tegang dan intens, menunjukkan kemarahan. Ciri-cirinya meliputi alis berkerut, mata menyipit tajam, mulut mengatup rapat, pipi memerah, asap keluar dari telinga kelinci menyerupai awan badai dan tangan mengepal seolah siap menyerang. Palet warna yang digunakan didominasi oleh oranye menyala dan oranye gelap yang pekat. Warna-warna ini akan terasa panas dan agresif. Warna oranye sebagai peleburan dari warna merah dan kuning, sama-sama memberi efek yang kuat dan hangat . Jenis huruf yang digunakan pada sampul ini terlihat tajam, besar, bergerigi dan patah-patah. Hubungan Tanda dengan Makna Sampul Karakter kelinci menunjukkan kemarahan melalui ikon seperti alis berkerut, mata menyipit, mulut mengatup. Postur tubuh yang kaku disertai tangan mengepal mengindikasikan kecenderungan agresif. Dalam kerangka indeksikal, pipi yang memerah dan visualisasi asap dari telinga kelinci berfungsi sebagai penanda langsung atas intensitas ledakan emosi yang dialami tokoh. Simbol kemarahan terlihat pada gradasi warna oranye menyala hingga gelap, serta asap atau awan badai diatas kepala kelinci, yang secara konvensional diasosiasikan dengan kemarahan dan tekanan batin. Typeface dengan jenis huruf yang tajam, bergerigi dan berukuran besar menjadi simbol ledakan atau intensitas kemarahan. Penggunaan warna oranye gelap pada teks AuAngryAy adalah indeks kemarahan. Warna-warna ini sering dihubungkan dengan agresi atau panas yang membakar yang merupakan menunjukkan akibat dari kemarahan. Stroke weight dari huruf menggunakan garis sangat tebal atau berbobot menunjukkan beban atau tekanan dari emosi marah. Penggunakan font sans-serif yang bold dan all caps secara umum diakui sebagai representasi kekuatan atau kemarahan dalam desain grafis. Tabel 2. Analisis semiotika sampul buku When IAom Feeling Angry Unit Analisis Pengode 1 Pengode 2 Ekspresi wajah Ikon: Alis menurun dan menyatu, mata menyipit dan Ikon: Ekspresi wajah marah penekanan pada alis dan mulut Gestur tubuh Indeks: Kepalan tanggan dan bahu tegang Sepakat sejak Palet warna Indeks: Oranye tua dan kontras Indeks: tubuh dan penarian tangan ke dalam Indeks: Warna hangat intens yang agresif Tipografi Judul Simbol: Huruf kapital besar. Indeks: Bentuk seperti asap atau ledakan Indeks: Komposisi sentral dan Simbol: Tipografi tebal dan tidak Sepakat sejak Indeks: Representasi Indeks: Fokus tunggal pad Sepakat sejak Simbol: Identitas visual Simbol: Penanda konistensi seri Sepakat sejak Latar & Komposisi Elemen Dekoratif Samping (Kelinci Berulan. Status Kesepakatan Sepakat sejak Sepakat sejak Catatan: 0 perbedaan Pembahasan Analitis Ekspresi wajah berfungsi sebagai ikon karena memiliki kemiripan langsung dengan ekspresi kemarahan. Representasi visual dibuat eksplisit dan tidak ambigu agar mudah dikenali oleh anak usia dini, sesuai dengan karakteristik pemahaman emosi yang masih bersifat konkret. Gestur mengepal dan bahu yang kaku berfungsi sebagai indeks kondisi afektif internal yang tertekan. Bahasa tubuh ini menunjukkan akumulasi emosi marah yang belum tersalurkan secara verbal. Warna oranye pekat berfungsi sebagai indeks intensitas emosi. Warna hangat dengan saturasi tinggi secara visual mengindikasikan ketegangan dan energi emosi yang meningkat. Tipografi berfungsi simbolik melalui konvensi visual yang mengaitkan huruf besar, tebal, dan tekstur kasar dengan kekuatan serta ledakan emosi. Bentuk latar menyerupai ledakan atau asap berfungsi sebagai indeks tekanan emosional, menandakan luapan amarah yang tidak diekspresikan secara langsung oleh karakter. Penempatan karakter di tengah bidang visual mengindeks dominasi emosi marah sebagai pesan utama sampul, tanpa gangguan elemen naratif lain. Repetisi ikon kelinci di sisi kiri berfungsi simbolik sebagai identitas seri The Feelings Series, menciptakan rasa familiar yang kontras dengan emosi negatif yang Sampul When IAom Feeling Disappointed Gambar 4. Sampul Buku AuWhen IAom Feeling DisappointedAy karya Trace Moroney. Sumber: https://w. com diakses pada tahun 2025 Visualisasi Sampul Buku Kelinci Gambar 3 digambarkan dengan ekspresi lesu dan sedih. Hal ini ditunjukkan oleh alisnya yang menurun, mata hampa tidak fokus, mulut melengkung kebawah, bahu merosot, telinga terkulai dan tangan lemas. Kelinci tersebut mungkin menatap sesuatu yang tidak sesuai harapan, dengan latar belakang berwarna biru lembut yang menambah kesan melankolis dan statis. Judul menggunakan warna biru, dengan jenis huruf yang jatuh, lesu atau tipis. Hubungan Tanda dengan Makna Sampul Karakter kelinci menunjukkan tanda ikon melalui ekspresi wajah . lis menurun, mata hampa, mulut les. Gestur tubuh . ahu merosot, telinga dan tangan terkula. yang menjadi indeks kekecewaan, keputusasaan, atau hilangnya harapan. Visualisasi ini memungkinkan pembaca anak untuk langsung mengenali emosi kelinci tersebut. Sebagai tanda indeks, suasana yang sedikit redup mencerminkan suasana hati yang muram akibat kekecewaan, yang diinterpretasikan sebagai hasil langsung dari sesuatu yang tidak sesuai Penggunaan warna biru lembut sebagai indikasi perasaan kekecewaan yang lebih AuhalusAy dibandingkan emosi kuat lainnya. Tipografi secara visual menjadi simbol Contohnya huruf yang jatuh, lesu dan tipis menjadi ikon yang mencerminkan ekspresi sedih atau kurangnya energi. Tabel 3. Analisis semiotika sampul buku When IAom Feeling Disappointed Unit Analisis Ekspresi Pengode 1 Pengode 2 Ikon: Alis mulut kecil Indeks: Tatapan mata kebawah Ikon: Ekspresi wajah kecewa dan sedih Indeks: Penghindaran kontak visual Gestur Indeks: Kepala sedikit menunduk Indeks: Postur tubuh pasif Status Kesepakatan Sepakat sejak Sepakat sejak Pembahasan Analitis Ekspresi wajah berfungsi sebagai ikon karena menunjukkan kemiripan langsung dnegan ekspresi kekecewaan pada anak. Intensitasnya lebih ringan dibandungkan emosi sedih atau marah, ditandai oleh mulut yang tidak terlalu melengkung tajam. Arah pandang kebawah berfungsi sebagai indeks rasa kecewa dan ketidakberdayaan Elemen ini memperhalus perbedaan antara emosi kecewa dan emosi sedih yang lebih berat. Posisi kepala yang menunduk berfungsi sebagai indeks kondisi afektif berupa dan miring dan menurun Palet Simbol: Biru muda dengan saturasi sedang Indeks: Warna dingin yang Tipografi Judul Simbol: Huruf berwarna biru tua Latar & Komposisi Indeks: Karakter sentral dengan ruang kosong luas Simbol: Identitas visual seri Simbol: Tipografi ramah anak dan tidak Indeks: Fokus visual tunggal pada karakter Berbeda pada tahap awal, setelah diskusi Sepakat sejak Elemen Dekoratif Samping (Kelinci Berulan. Simbol: Penanda Sepakat sejak Sepakat sejak penurunan energi emosional. Gestur ini mengisyaratkan rasa gagal atau harapan yang tidak terpenuhi tanpa ekpresi agresif. Warna biru muda berfungsi sebagai indeks suasana emosional yang murung namun stabil. Pilihan warna ini membedakan kekecewaan dari kesedihan mendalam, sekaligus menjaga kenyamanan visual bagi anak. Tipografi membulat berfungsi simbolik untuk menahan intensitas emosi negatif. Bentuk huruf yang lembut menciptakan jarak dari kesan dramatis, sesuai dengan karakter emosi kecewa yang relatif ringan. Ruang kosong di sekitar karakter berfungsi sebagai indeks perasaan hampa dan reflektif. Komposisi ini memperkuat pesan emosional tanpa menambah elemen naratif lain. Repetisi ikon kelinci pada sisi kiri berfungsi simbolik sebagai penanda kesinambungan seri The Feeling Series, menciptakan rasa familiar yang membantu anak menerima emosi negatif dengan aman. Catatan: 1 perbedaan awal . Sampul When IAom Feeling Happy Gambar 5. Sampul Buku AuWhen IAom Feeling HappyAy karya Trace Moroney. Sumber: https://w. com diakses pada tahun 2025 Visualisasi Sampul Buku Kelinci digambarkan dengan ekspresi ceria melalui senyum lebar dan postur tubuh yang ringan dan energik. Lingkungan di sekitarnya cerah dengan bunga mekar, dan palet warna merah muda ceria menciptakan suasana hidup yang positif. Typeface berwarna merah muda dengan menggunakan gaya tulisan tangan yang ceria. Hubungan Tanda dengan Makna Sampul Kelinci menunjukkan tanda ikon melalui senyum lebar, mata berbinar. Gestur merentangkan tangan, yang mengindikasikan kebahagiaan dan kegembiraan. Ini memungkinkan pembaca anak langsung mengenali emosi tersebut karena visualisasinya menyerupai ekspresi kebahagiaan pada manusia. Sebagai simbol, bunga yang mekar melambangkan suasana hati yang positif dan gembira. Gaya typeface yang menyerupai tulisan tangan dengan variasi ukuran yang playful, dimana beberapa huruf lebih besar atau lebih kecil, melambangkan dinamika dan keceriaan yang simbolik dari kebahagiaan anak-anak. Penggunaan dominan merah muda cerah dan visualisasi bunga mekar berfungsi sebagai tanda indeks. Warna merah muda sering dikaitkan dengan kegembiraan, optimisme, keceriaan dan keramahan, sementara bunga melambangkan suasana hati yang positif dan penuh semangat. Ini menunjukkan hubungan sebab akibat antara lingkungan yang cerah dan perasaan senang kelinci. Tabel 4. Analisis semiotika sampul buku When IAom Feeling Happy. Unit Analisis Ekspresi Pengode 1 Pengode 2 Ikon: Senyum kecil dengan pipi merona, mata titik sederhana Ikon: Senyum tenang dan pipi merah Status Kesepakatan Sepakat Gestur Indeks: Tangan terangkat sambil memegang bunga Indeks: memberi dan Sepakat Objek . Simbol: Bunga sebagai tanda kebahagiaan dan Simbol: Latar merah muda cerah Simbol: Representasi afeksi dan Indeks: Warna Tipografi Simbol: Huruf dengan tekstur seperti krayon Komposisi & tata Indeks: Komposisi sentral dan simetris Simbol: Tipografi ekspresif dan Indeks: Fokus tunggal pada Elemen Dekoratif Samping (Kelinci Berulan. Simbol: Repetisi karakter sebagai penguat identitas Sepakat Setelah Sepakat Sepakat Sepakat Palet Warna Simbol: Penanda Catatan: 1 perbedaan awal . Pembahasan Analitis Ekspresi wajah kelinci berfungsi sebagai ikon karena kemiripan langsung dengan ekspresi bahagia anak. Senyum lebar dan mata terbuka merepresentasikan emosi positif yang mudah dikenali oleh anak usia dini. Gestur mengangkat bunga berfungsi sebagai indeks emosi positif yang diarahkan keluar . utward-oriented affec. , mengindikasikan rasa senang yang ingin dibagikan kepada orang Bunga tidak hanya dekoratif, tetapi berfungsi simbolik berdasarkan konvensi visual budaya anak sebagai penanda kebahagiaan, perhatia, dan perayaan emosi positif. Warna merah muda cerah berfungsi sebagai indeks suasana emosional positif. Gradasi lembut mencegah overstimulasi visual, menyesuaikan sensitivitas anak usia dini. Tipografi bertekstur menyerupai goresan tangan anak berfungsi simbolik sebagai representasi keceriaan dan spontanitas emosi Penempatan karakter di tengah bidang visual mengindeks kestrabilan emosi dan kejelasan pesan, memudahkan anak mengenali emosi utama tanpa distraksi. Elemen repetitif di kiri berfungsi simbolik sebagai identitas seri dan menciptakan rasa familiar, yang secara psikologis mendukung rasa aman dan nyaman. Sampul When IAom Feeling Jealous Gambar 6. Sampul Buku AuWhen IAom Feeling JealousAy karya Trace Moroney. Sumber: https://w. com diakses pada tahun 2025 Visualisasi Sampul Buku Kelinci digambarkan dengan ekspresi cemburu atau kesal . lis berkerut, mata melirik kesamping penuh ketidakpercayaan, dan mulut mengatup rapat melengkung kebawa. Posturnya defensif dengan tangan menyilang di dada dan wajah dipalingkan. Palet warna didominasi hijau gelap, yang sering dikaitkan dengan kecemburuan. Judul menggunakan warna hijau lumut gelap dengan jenis typeface serif yang sempit, sedikit tidak beraturan dan tajam. Hubungan Tanda dengan Makna Sampul Tanda ikonik pada ekspresi kelinci . lis berkerut, mata melirik, mulut mengatu. Gestur tubuh . angan disilangkan ke dada, wajah dipalingka. , sebagai indeks kecemburuan pada manusia, membuat anak langsung mengerti emosi kelinci. Tanda indeks pada wajah yang dipalingkan menunjukkan jarak emosional atau konflik, mengindikasikan bahwa ada penyebab langsung yang membuat kelinci memalingkan muka dari sumber kecemburuannya. Tanda indeks pada warna hijau di latar belakang mengindikasikan suasana kecemburuan dalam banyak budaya . Aygreen with envyA. Makna negatif dari warna hijau melambangkan kurang pengalaman, racun korosi, iri hati, dan keserakahan . Jenis huruf serif yang sempit, tajam tidak beraturan menjadi simbol yang melambangkan ketidaknyamanan. Penggunaan warna suram dan intens pada typeface seperti warna hijau lumut gelap dapat mengindikasikan perasaan iri dan terpinggirkan. Tabel 5. Analisis semiotika sampul buku When IAom Feeling Jealous. Unit Analisis Ekspresi Pengode 1 Pengode 2 Ikon: Tatapan mata menyamping, alis sedikit turun, mulut Ikon: Ekspresi nuansa ragu dan tidak Gestur Simbol: Kedua tangan disilangkan di depan dada Indeks: Gestur protektif dan Status Kesepakatan Sepakat Sepakat Pembahasan Analitis Ekspresi wajah kelinci berfungsi sebagai ikon karena kemiripan dengan ekspresi cemburu pada anak, yang umumnya tidak diekspresikan secara frontal. Tatapan menyamping mengindikasikan emosi sosial yang bersifat perbandingan dan evaluatif terhadap pihak Gestur menyilangkan tangan berfungsi sebagai indeks sikap menahan diri dan ketegangan Bahasa tubuh ini menandari konflik defensif Arah Indeks: Pandangan menyamping, tidak menghadap audiens Indeks: Penghindaran kontak visual Sepakat Palet Warna Simbol: Hijau sedang dengan saturasi Indeks: Warna dingin Sepakat Tipografi Simbol: Huruf membulat berwarna hijau tua Komposisi & tata Indeks: Komposisi sentral dengan karakter tertutup Simbol: Tipografi tebal namun Indeks: Fokus tunggal pada Elemen Dekoratif Samping (Kelinci Berulan. Simbol: Repetisi karakter sebagai penguat identitas Simbol: Fokus pada visual tunggal dan tertahan Sepakat Sepakat Sepakat emosional internal yang muncul dalam relasi dengan orang lain. Arah pandang menyamping menjadi indeks ketidaknyamanan sosial dan perbandingan dengan pihak lain, ciri khas emosi cemburu dibandingkan emosi negatif personal seperti sedih atau kecewa. Warna hijau berfungsi sebagai indeks suasana emosi cemburu selaras dengan konvensi populer . reen with env. Namun intensitasnya dilembutkan agar tetap ramah bagi anak. Tipografi berfungsi simbolik untuk menegaskan emosi tanpa agresvitas. Warna hijau tua pada judul memperkuat aosiasi emosional yang konsisten dengan latar. Penempatan karakter di tengah bidang visual mengindeks kestrabilan emosi dan kejelasan pesan, memudahkan anak mengenali emosi utama tanpa distraksi. Penempatan karakter di tengah dengan postur tertutup berfungsi sebagai indeks emosi yang berorientasi ke dalam . nward-oriented affec. , khas emosi sosial seperti cemburu. Catatan: 2 perbedaan awal . arna dan gestur tubu. Sampul When IAom Feeling Kind Gambar 7. Sampul Buku AuWhen IAom Feeling KindAy karya Trace Moroney. Sumber: https://w. com diakses pada tahun 2025 Visualisasi Sampul Buku Kelinci digambarkan dengan ekspresi hangat dan ramah, ditunjukkan oleh senyum lembut, mata menyipit penuh kasih, serta tindakan memeluk anak anjing. Lingkungannya cerah, didominasi palet kuning cerah hingga oranye lembut yang memancarkan Judul buku bulat dan melengkung untuk menambah kesan kebaikan. Judul berwarna peach cerah dengan jenis typeface yang membulat, lembut dan mengalir. Hubungan Tanda dengan Makna Sampul Senyum lembut dan mata berempati kelinci juga merupakan ikon ekspresi kasih sayang manusia. Ekspresi lembut menjadi ikon perasaan kebaikan atau kasih sayang yang sedang dirasakan. Indeks kelinci memeluk anjing kecil secara visual mengindikasikan tindakan kebaikan yang mudah dikenali anak. Indeks tindakan memeluk menunjukkan niat baik dan menjadi indikasi perasaan baik internal kelinci. Makna positif dari warna kuning adalah kecerdasan, kebijaksanaan, optimisme, idealisme, ceria, dan gembira . Typeface yang digunakan pada judul AuKindAy secara visual menyerupai karakteristik kebaikan, huruf yang membulat, lembut dan mengalir menjadi simbol yang melambangkan kelembutan sentuhan atau senyuman yang hangat. Penggunaan warna peach cerah pada judul AuKindAy dapat mengindikasaikan ketenangan dan keterbukaan Pemilihan typeface yang ramah merupakan simbol kelembutan dan keramahan yang dikenal luas. Tabel 5. Analisis semiotika sampul buku When IAom Feeling Kind. Unit Analisis Ekspresi Pengode 1 Pengode 2 Ikon: Senyum lembut dengan mata Ikon: Ekspresi tenang dan Gestur Indeks: Memeluk hewan kecil dengan kedua tangan Objek . ewan Palet Warna Indeks: Representasi makhluk yang peru Tipografi Simbol: Huruf besar, berwarna oranye Komposisi & tata Indeks: Komposisi sentral dengan fokus pada interaksi Elemen Dekoratif Samping (Kelinci Berulan. Simbol: Identitas visual seri Indeks: Gestur dan merawat Indeks: Penanda Indeks: Warna Simbol: Tipografi tebal dan Indeks: Penekanan Simbol: Penanda Indeks: Kuning cerah dan hangat Status Kesepakatan Sepakat Pembahasan Analitis Sepakat Sepakat Sepakat Ekspresi wajah kelinci berfungsi sebagai ikon karena menunjukkan kemiripan langsung dengan ekspresi afeksi dan ketenangan. Mata terpejam dan senyum tipis menandai kebagagiaan yang bersifat relasional, bukan Gestur memeluk berfungsi sebagai indeks perilaku prososial. Bahasa tubuh ini menandai emosi baik hati . yang diwujudkan melalui tindakan konkret terhadap pihak lain. Kehadiran hewan kecil berfungsi simbolik sebagai representasi pihak yang lemah atau membutuhkan perhatian, memperjelas makna kindness dalam konteks sosial anak. Warna kuning berfungsi sebagai indeks suasana emosional positif dan hangat. Warna ini secara visual mengomunikasikan rasa aman, keceriaan, dan kelekatan emosional. Sepakat Sepakat Tipografi berfungsi simbolik melalui konvensi visual yang mengaitkan bentuk membulat dan warna hangat dengan perasaan positif dan Penempatan karakter dan objek di pusat bidang visual berfungsi sebagai indeks bahwa relasi dan tindakan prososial merupakan inti pesan emosi yang disampaikan. Sepakat Repetisi ikon kelinci di sisi kiri berfungsi simbolik sebagai identitas The Feelings Series, menciptakan rasa familiar yang memperkuat penerimaan emosi positif oleh anak. Catatan: 0 perbedaan Sampul When IAom Feeling Lonely Gambar 8. Sampul Buku AuWhen IAom Feeling LonelyAy karya Trace Moroney. Sumber: https://w. com diakses pada tahun 2025 Visualisasi Sampul Buku Pada sampul buku cerita bergambar AuWhen IAom Feeling LonelyAy, kelinci digambarkan dengan pose seperti sedang memeluk diri sendiri dengan ekspresi kesepian . ulut sedikit cemberut, mata sendu menatap jauh, dan telinga terkula. Latar belakang menggunakan gradasi ungu lavender muda ke gelap yang dingin dan suram. Tipografi yang digunakan serius namun tetap ramah anak. Judul AuLonelyAy menggunakan warna ungu lavender gelap dengan jenis yang kurus, tipis, memanjang dan terpisah jauh. Hubungan Tanda dengan Makna Sampul Ekspresi wajah kelinci yang sedih atau murung adalah ikon yang mirip dengan tampilan kesedihan manusia. Gestur tubuh kelinci merupakan indeks dari perasaan internal kelinci. Gestur ini mengindikasikan karakter mengalami emosi negatif seperti Warna ungu lavender yang redup berfungsi sebagai indeks kesedihan, melankoli, atau introspeksi, mengindikasikan suasana sendu yang selaras dengan tema Warna ungu dan hubungannya pada budaya lokal adalah mengindikasikan kematian (Amerika Lati. Tipografi judul buku tetap mudah dibaca, namun lebih tenang dan tidak seceria buku lain, dengan warna yang senada latar belakang. Jenis huruf yang kurus, tipis, memanjang dan terpisah jauh menjadi simbol yang melambangkan isolasi atau kehampaan. Penggunaan warna dingin dan redup seperti ungu lavender gelap mengindikasikan perasaan terasing atau tertekan. Pemilihan typeface sans serif yang ramping dengan spasi antar kata yang lebih lebar merupakan simbol dari jarak, keterasingan atau kekosongan. Tabel 6. Analisis semiotika sampul buku When IAom Feeling Lonely. Unit Analisis Ekspresi Pengode 1 Pengode 2 Ikon: Mata menunduk, sudut mulut sedikit menurun, ekspresi Ikon: Ekspresi Gestur Indeks: Bahu turun, tubuh sedikit Indeks: Postur menarik diri Status Kesepakatan Sepakat Sepakat Pembahasan Analitis Ekspresi wajah kelinci berfungsi sebagai ikon karena menunjukkan kemiripan langsung dengan kondisi kesepian pada anak. Tidak ada tangisan atau distorsi wajah, menandakan kesepian sebagai emosi afektif rendah dan berlarut, bukan emosi akut. Postur tubuh yang mengecil berfungsi sebagai indeks penarikan diri dari lingkungan Bahasa tubuh ini menandai awal Palet Warna Simbol: Warna dingin . ngu Indeks: Suasana visual hening dan Sepakat Tipografi Simbol: Huruf membulat dengan warna lembut Komposisi & tata Indeks: Karakter sendirian di pusat Indeks: Komposisi sentral dengan fokus pada interaksi Indeks: Tipografi netral Indeks: Ruang dominan di sekitar karakter Indeks: Penekanan relasi karakterobjek Indeks: Minim stimulus visual Sepakat Sepakat Sepakat Sepakat Sepakat Komposisi & tata Relasi Indeks: Tidak antaradanya objek Elemen Simbol: Identitas Dekoratif visual seri Samping (Kelinci Berulan. Catatan: 1 perbedaan awal . Simbol: Penanda berkurangnya keterhubungan, ciri utama emosi kesepian. Warna dingin berfungsi sebagai indeks suasana emosional yang tenang namun Intensitas warna yang rendah menghindari kesan dramatis dan menegaskan kesepian sebagai kondisi emosional yang sunyi. Secara visual, warna ini memberikan kesan sejuk dan menjauh, menyerupai biru namun dengan kedalaman yang lebih kuat dan nuansa khidmat. Karakter tersebut memunculkan asosiasi emosional berupa kemurungan dan keprasrahan, serta secara simbolik merepresentasikan duka, kontemplasi, kesucian dan dimensi religius . Tipografi berfungsi simbolik untuk menjaga emosi negatif tetap dalam batas aman bagi Bentuk huruf yang konsisten dengan seri mengurangi kesan keterasingan ekstrem. Ruang kosong yang luas berfungsi sebagai indeks ketiadaan interaksi sosial. Komposisi ini secara visual menegaskan pengalaman AusendiriAy tanpa kehadiran tokoh lain. Penempatan karakter dan objek di pusat bidang visual berfungsi sebagai indeks bahwa relasi dan tindakan prososial merupakan inti pesan emosi yang disampaikan. Ketiadaan objek atau karakter lain berfungsi sebagai indeks kesepian itu sendiri, memperkuat makna melalui absensi, bukan kehadiran tanda. Repetisi ikon seri di sisi kiri berfungsi simbolik sebagai jangkar visual yang memberi rasa familiar dan aman, menyeimbangkan emosi kesepian yang ditampilkan. Sampul When IAom Feeling Love Gambar 8. Sampul Buku AuWhen IAom Feeling LoveAy karya Trace Moroney. Sumber: https://w. com diakses pada tahun 2025 Visualisasi Sampul Buku Pada sampul buku AuWhen IAom Feeling LoveAy, karakter kelinci digambarkan memeluk boneka kelinci dan anjing kecil dengan lembut. Latar belakang berwarna merah yang hangat dan cerah. Judul AuLoveAy menggunakan warna merah dengan jenis huruf cursive yang melengkung dinamis anggun dan ramah anak. Hubungan Tanda dengan Makna Sampul Gambar kelinci berpelukan adalah indikasi kasih sayang dan kehangatan, diperkuat oleh senyum terbuka sebagai ikon kebahagiaan dan kenyamanan. Tindakan mendekap erat menjadi indeks kedekatan fisik dan emosional, memancarkan perasaan nyaman dan Penggunaan warna merah secara ikonik diasosiasikan dengan kehangatan cinta. Makna positif dari warna merah mengindikasikan kehangatan cinta. Makna positif dari warna merah adalah gairah, cinta, darah, energi, antusiasme, kegembiraan, panas, dan kekuatan . Keseluruhan pesan pada buku ini adalah panduan emosional untuk anakanak mengenai pengalaman dicintai, pentingnya kasih sayang, dan bagaimana mengenali serta merasakan emosi tersebut. Tipografi menggunakan jenis huruf yang melengkung, lembut dan mengalir menjadi simbol yang melambangkan kehangatan dan kebahagiaan. Penggunaan warna hangat dan cerah pada judul seperti warna merah sebagai indeks yang berfungsi sebagai petunjuk langsung dari perasaan dicintai. Tabel 7. Analisis semiotika sampul buku When IAom Feeling Love. Unit Analisis Ekspresi Pengode 1 Pengode 2 Ikon: Senyum lembut dengan terpejam/relaks Ikon: Ekspresi afeksi dan Gestur Indeks: Gestur memeluk . angan Indeks: Kedekatan fisik dan afiliasi Objek Simbol: Kehadiran figus/objek yang dipeluk sebagai pihak signifikan Indeks: Warna hangat . Simbol: Representasi Indeks: Suasana visual hangat dan Indeks: Tipografi ramah dan Indeks: Fokus pada relasi dan Palet Tipografi Simbol: Huruf meliuk dengan warna hangat Komposisi & tata Indeks: Komposisi sentral dengan jarak visual dekat Elemen Dekoratif Samping (Kelinci Berulan. Simbol: Identitas visual seri Simbol: Penanda konsistensi seri Status Kesepakatan Sepakat Sepakat Sepakat Sepakat Sepakat Sepakat Sepakat Catatan: 0 perbedaan awal Pembahasan Analitis Ekspresi wajah kelinci berfungsi sebagai ikon karena menampilkan kemiripan langsung dengan perasaan kasih sayang yang Mata terpejam menandai rasa aman dan kelekatan emosional. Gestur memeluk berfungsi sebagai indeks relasi afektif yang aman . ecure attachmen. Tindakan ini menandai cinta sebagai emosi yang diwujudkan melalui kedekatan fisik. Objek/figur yang dipeluk berfungsi simbolik sebagai representasi relasi penting . ttachment figur. , memperjelas makna love dalam konteks anak. Warna hangat berfungsi sebagai indeks suasana afeksi dan keintiman. Intensitas warna dijaga lembut untuk menghindari Tipografi berfungsi simbolik melalui konvensi visual yang mengaitkan bentuk bulat meliuk dan warna hangat dengan rasa kedekatan dan kenyamanan. Kedekatan visual antara karakter dan objek/figur berfungsi sebagai indeks kelekatan . , menegaskan cinta sebagai emosi relasional-positif. Repetisi ikon seri di sisi kiri berfungsi simbolik sebagai jangkar visual yang menjaga kesinambungan dan rasa aman pembaca Sampul When IAom Feeling Nervous Gambar 9. Sampul Buku AuWhen IAom Feeling NervousAy karya Trace Moroney. Sumber: https://w. com diakses pada tahun 2025 Visualisasi Sampul Buku Seekor kelinci kecil . arakter utam. menunjukkan ekspresi cemas, gelisah, atau sedikit takut, iya memegang erat wajah . agian pip. nya sediri dan terlihat sedikit Latar belakang dengan warna abu yang gelap. Jenis typeface yang digunakan pada judul utama AuNervousAy adalah jenis hand-drawn. Hubungan Tanda dengan Makna Sampul Pada sampul buku AuWhen IAom Feeling NervousAy Kelinci menunjukkan kegugupan melalui ikon ekspresi wajah . lis menurun, bibir cemberu. yang mirip dengan kegugupan Indeks tindakan memegang erat objek dan garis bergelombang/efek getar, menunjukkan kegemparan internal. Indeks gradasi warna abu-abu dari terang ke gelap, mengindikasikan harapan dan keamanan. Warna abu-abu, negatifnya adalah kurang tanggung jawab, ketidakpastian, labil, tua, membosankan, cuaca buruk, kesedihan . Kata-kata AuWhen IAom Feeling NervousAy dan jenis huruf AuNervousAy adalah simbol dengan arti Aumerasa gugupAy. Jenis huruf dekoratif yang digunakan pada judul utama melambangkan kegugupan . uruf terlihat goyah, tidak konsisten, dan sedikit tidak beratura. menjadi simbol getaran atau kegelisahan. Penggunaan warna hitam yang dingin pada judul utama mengindikasikan ketidaknyamanan. Pemilihan typeface handdrawn yang terlihat ragu-ragu dengan spasi antar huruf yang tidak konsisten merupakan simbol ketidakpastian dan kegelisahan. Tabel 8. Analisis semiotika sampul buku When IAom Feeling Nervous. Unit Analisis Pengode 1 Pengode 2 Ekspresi Ikon: Mata terbuka kecil dengan alis sedikit terangkat, mulut tertutup tegang Simbol: Postur tubuh kaku, tangan saling Ikon: Ekspresi gugup dan Indeks: Ketegangan fisik ringan Sepakat Indeks: Tatapan ke depan tanpa Indeks: Antisipasi Sepakat Gestur tubuh Arah Status Kesepakatan Sepakat Pembahasan Analitis Ekspresi wajah kelinci berfungsi sebagai ikon karena menampilkan kemiripan langsung dengan ekspresi gugup pada anak. Tidak ada distorsi ekstrem, menandakan kecemasan ringan yang bersifat antisipatif. Gestur tubuh kaku dan tertahan berfungsi sebagai indeks ketegangan internal . Bahasa tubuh ini mengindikasikan kesiap-siagaan dan kehatihatian, bukan ketakutan akut. Tatapan lurus namun tidak ekspresif berfungsi sebagai indeks kondisi mental yang karakter Palet warna Indeks: Warna abu dengan kontras sedang Tipografi Simbol: Huruf handwritten style coretan dengan warna kontras . Indeks: Komposisi sentral dengan ruang cukup Komposisi & tata letak Elemen Dekoratif Samping (Kelinci Berulan. Simbol: Identitas visual seri Indeks: Suasana visual tenang namun Indeks: Tipografi tidak Sepakat Sepakat penuh antisipasi dan ketidakpastian, ciri khas emosi nervous. Warna yang tidak terlalu gelap maupun cerah berfungsi sebagai indeks ambivalendi emosional, menyeimbangkan rasa cemas dengan keamanan visual bagi anak. Tipografi berfungsi simbolik melalui konvensi visual yang mengaitkan bentuk coretan dan warna kontras . dengan perasaan Indeks: Fokus tunggal tanpa Sepakat Sepakat Komposisi sederhana berfungsi sebagai indeks kondisi emosi yang terfokus pada diri sendiri, mendukung pembacaan gugup sebagai pengalaman internal. Repetisi ikon seri di sisi kiri berfungsi simbolik sebagai jangkar visual yang memberi rasa familiar dan aman bagi anak. Simbol: Penanda konsistensi seri Catatan: 1 perbedaan awal . estur tubu. Sampul When IAom Feeling Sad Gambar 10. Sampul Buku AuWhen IAom Feeling SadAy karya Trace Moroney. Sumber: https://w. com diakses pada tahun 2025 Visualisasi Sampul Buku Pada sampul buku cerita bergambar AuWhen IAom Feeling SadAy terdapat visualisasi ilustrasi karakter kelinci dengan ekspresi sedih . lis menurun, mulut melengkung kebawa. , ia terlihat menangis . ipi basah air mat. sambil menunduk dan memeluk sebuah boneka kelinci kecil dengan erat. Penggunaan background gradasi warna biru terang ke biru tua yang dingin. Jenis huruf yang digunakan pada judul utama adalah jenis serif yang sedikit bergelombang. Hubungan Tanda dengan Makna Sampul Mata yang menunduk, mulut cemberut, dan tetesan air mata adalah ikon yang langsung merepresentasikan ekspresi universal dari kesedihan yang kita kenali pada Postur sedikit membungkuk sambil memeluk boneka kelinci kecil dengan erat secara langsung mengindikasikan cara seseorang bereaksi ketika sedih atau mencari kenyamanan diri. Karakter kelinci yang memeluk boneka kelinci dengan erat menjadi indeks dari kebutuhan akan kenyamanan atau keamanan yang sering muncul saat seseorang merasa sedih atau rentan. Tetesan air mata di wajah kelinci adalah indeks langsung dari tangisan, yang merupakan respons fisiologis terhadap kesedihan. Kata-kata AuWhen IAom Feeling SadAy adalah simbol. Makna kata-kata ini Aumerasa sedihAy. Makna negatif dari warna biru melambangkan apatis, dingin, keterpisahan, dan depresi. Judul utama AuSadAy dengan typeface serif yang bergelombang melambangkan kesedihan. Warna biru tua yang digunakan pada judul utama mengindikasikan perasaan tertekan atau beban emosional. Pemilihan typeface sans serif yang ramping dan memiliki jarak spasi antar huruf yang lebar merupakan simbol dari keterasingan atau kehampaan yang sering menyertai kesedihan. Tabel 9. Analisis semiotika sampul buku When IAom Feeling Sad. Unit Analisis Pengode 1 Pengode 2 Ekspresi Ikon: Mata menunduk, sudut mulut jelas melengkung ke Ikon: Ekspresi sedih dengan afek rendahsedang Gestur tubuh Indeks: Bahu turun, kepala sedikit tertunduk Indeks: Postur pasif dan Sepakat Arah Indeks: Pandangan ke Indeks: Penghindaran kontak visual Palet warna Indeks: Warna biru dengan saturasi sedangrendah Indeks: Suasana visual Sepakat Sepakat Tipografi Indeks: Huruf serif dengan warna biru tua Komposisi & tata letak Indeks: Karakter sentral dengan ruang kosong di Simbol: Identitas visual seri Simbol: Tipografi tenang dan tidak agresif Indeks: Fokus tunggal pada kondisi emosi Elemen Simbol: Dekoratif Penanda Samping (Kelinci Berulan. Catatan: 1 perbedaan awal . ipografi judu. Status Kesepakatan Sepakat Sepakat Pembahasan Analitis Ekspresi wajah kelinci berfungsi sebagai ikon karena menampilkan kemiripan langsung dengan ekspresi kesedihan pada anak. Intensitasnya lebih kuat dibandingkan disappointed, namun tidak se-ekstrem emosi takut atau marah. Postur tubuh yang menurun berfungsi sebagai indeks penurunan energi emosional. Bahawa tubuh ini menandai kesedihan sebagai emosi yang berorientasi ke dalam dan melemahkan aktivitas. Arah pandang ke bawah berfungsi sebagai indeks penarikan diri dan refleksi internal, memperkuat makna sedih sebagai pengalaman personal. Warna biru berfungsi sebagai indeks kesedihan yang relatif konvensional dalam visual anak. Intensitas warna yang terkendali menjaga emosi tetap dapat diterima secara Tipografi berfungsi sebagai simbol kesedihan. Sepakat Ruang kosong di sekitar karakter berfungsi sebagai indeks suasana hening dan isolatif, menegaskan kesedihan tanpa kehadiran distraksi naratif. Sepakat Repetisi ikon seri di sisi kiri berfungsi simbolik sebagai identitas The Feelings Series, menciptakan rasa familiar yang membantu anak memproses emosi sedih dengan aman. Sampul When IAom Feeling Scared Gambar 11. Sampul Buku AuWhen IAom Feeling ScaredAy karya Trace Moroney. Sumber: https://w. com diakses pada tahun 2025 Visualisasi Sampul Buku Pada sampul buku AuWhen IAom Feeling ScaredAy di Gambar 10 terdapat visualisasi ilustrasi karakter kelinci dalam posisi atau ekspresi yang menunjukkan ketakutan, dengan alis yang berkerut turun dan mulut yang terbuka lebar, dan pose tangan yang seperti sedang menghalangi sesuatu. Warna background abu terang gradasi dari center ke warna hitam di pinggir sampul. Judul utama menggunakan jenis typeface grunge yang goyah dan memiliki efek blur. Hubungan Tanda dengan Makna Sampul Ekspresi wajah karakter kelinci dengan alis yang menurun, telinga yang tegak waspada dan mulut terbuka lebar adalah ikon yang langsung merepresentasikan ekspresi ketakutan yang kita kenali pada manusia. Bahasa tubuh dengan tangan yang seperti sedang mencari perlindungan mengindikasikan perilaku umum saat seseorang merasa takut dan ingin melindungi diri. Gradasi warna gelap di sekeliling sampul buku mengindikasikan suasana yang suram atau mengancam mirip dengan gambaran mental yang kita miliki tentang hal-hal yang menakutkan. Arah pandangan karakter kelinci yang terpaku pada sesuatu diluar bingkai menjadi indeks sumber ketakutannya. Warna hitam dipersepsikan memiliki unsur negatif, hitam dikonotasikan sebagai pembawa kesuraman, kesedihan, dan lain lain, hal ini karena hitam identik dengan ketiadaan terang dalam dirinya . AuWhen IAom Feeling ScaredAy ini adalah simbol, makna dari frasa ini Ausaat aku merasa takutAy. Huruf yang goyang dan memiliki efek blur pada judul utama AuScaredAy melambangkan getaran atau pandangan tidak fokus. Penggunaan warna kontras tinggi pada judul utama mengindikasikan ancaman atau keinginan untuk Typeface grunge yang kasar merupakan simbol ketegangan, bahaya atau horor yang dikenal luas. Tabel 10. Analisis semiotika sampul buku When IAom Feeling Scared. Unit Analisis Ekspresi Pengode 1 Pengode 2 Ikon: Mata terbuka lebar, alis terangkat, mulut kecil tertutup Ikon: Ekspresi takut dengan intensitas tinggi Status Kesepakatan Sepakat Pembahasan Analitis Ekspresi wajah kelinci berfungsi sebagai ikon karena menunjukkan kemiripan langsung dengan ekspresi ketakutan pada anak. Mata terbuka lebar dan alis terangkat menandai kewaspadaan ekstrem dan respons terhadap Gestur Indeks: Tubuh menyusut, tangan mendekap ke dalam Indeks: Gestur Sepakat Arah Indeks: Tatapan lurus dengan Indeks: Fokus pada potensi Sepakat Palet Simbol: Warna gelap dengan kontras kuat Indeks: Suasana visual tidak aman Sepakat Tipografi Simbol: Huruf tebal menggunakan tipe goresan kuas dengan warna Indeks: Karakter sentral dengan tekanan visual di Simbol: Identitas visual seri Simbol: Tipografi Sepakat Gestur menyusut dan mendekap berfungsi sebagai indeks respons protektif. Bahasa tubuh ini mengindikasikan dorongan untuk melindungi diri dari situasi yang dirasakan Tatapan lurus dan tegang berfungsi sebagai indeks kesiap-siagaan terhadap bahaya. Berbeda dari nerbous, tatapan pada scared bersifat reaktif terhadap stimulus yang dianggap mengancam. Warna gelap berfungsi sebagai indeks suasana takut dan ketidakpastian. Kontras yang lebih kuat dibanding emosi lain menegaskan intensitas emosi yang tinggi. Tipografi berfungsi simbolik melalui konvensi visual yang mengaitkan huruf tebal dan kontras tinggi dengan urgensi dan Indeks: Fius tunggal dengan Simbol: Penanda Sepakat Sepakat Penempatan karakter di pusat bidang dengan latar yang terasa menekan berfungsi sebagai indeks kondisi terancam, mengarahkan perhatian penuh pada emosi takut. Repetisi ikon seri di sisi kiri berfungsi simbolik sebagai jangkar visual yang memberi kontinuitas seri dan menyeimbangkan intensitas emosi takut. Komposisi & tata Elemen Dekoratif Samping (Kelinci Berulan. Catatan: 1 perbedaan awal . Sintesis Keseluruhan Hasil analisis semiotika visual terhadap sepuluh sampul buku The Feelings Series disajikan secara rinci pada Tabel 1 hinggal Tabel 10, dengan setiap tabel merepresentasikan satu sampul buku dan memuat tujuh unit analisis yang dikodekan ke dalam kategori ikon, indeks, dan simbol berdasarkan kerangka Peirce. Pengodean dilakukan secara independen oleh dua pengode untuk setiap unit analisis, sehingga memungkinkan identifikasi kesepakatan dan perbedaan interpretasi secara sistematis pada tingkat mikro . er-elemen visual dan per-sampu. Sintesis dari keseluruhan hasil pengodean pada Tabel 1-10 kemudian dirangkum dalam Tabel 11, yang menyajikan rekapitulasi klasifikasi tanda ikon, indeks, dan simbol secara lintas-sampul. Tabel ini berfungsi untuk menunjukkan kecenderungan pola representasi emosi yang muncul secara konsisten pada desain sampul buku anak dalam seri tersebut. Selanjutnya Tabel 12 menyajikan perhitungan tingkat kesepakatan antarpengode . ercentage agreemen. yang dihitung berdasarkan keseluruan unit analisis pada sepuluh sampul buku. Berdasarkan perbandingan langsung hasil pengodean pada Tabel 1-10, dari total 70 unit analisis, tercatat 63 unit dengan kesepakatan langsung dan 7 unit dengan perbedaan awal yang kemudian diselesaikan melalui diskusi reflektif. Rekapitulasi pada Tabel 12 menunjukkan tingkat kesepakatan antar-pengode sebesar 90%, yang menegaskan konsistensi interpretasi dalam kerangka penelitian kualitatif desain. Dengan demikian, keterkaitan antara analisis rinci (Tabel 1-. dan rekapitulasi lintas-sampul (Tabel 11-. memperlihatkan bahwa temuan penelitian ini dibangun melalui prosedur analiris yang terstruktur, transparan, dan dapat ditelusuri kembali. Tabel 11. Rekapitulasi klasifikasi ikon-indeks-simbol lintas sampul Kategori Tanda (Peirc. Ikon Jumlah Kemunculan Unit Analisis Dominan Implikasi Representasi Emosi Ekspresi wajah karakter Indeks Simbol Gestur tubuh arah pandang, komposisi Palet warna, tipografi, identitas seri Emosi anak direpresentasikan secara langsung dan mudah dikenali Emosi dibangun melalui petunjuk visual yang bersifat relasional dan situasional Makna emosi diperkuat melalui konvensi visual dan konsistensi desain Total unit analisis:70 Tabel 12. Perhitungan percentage agreement antar-pengode Kategori Jumlah Unit Persentase Kesepakatan langsung Perbedaan awal Total unit analisis Rumus: Percentage Agreement= (Jumlah Kesepakatan/Total Unit Analisi. y100%)Ie. y100%=90% Berdasarkan sintesis hasil analisis rinci yang disajikan pada Tabel 1-10 serta rekapitulasi lintas-sampul pada Tabel 11 dan Tabel 12, dapat ditegaskan bahwa representasi emosi pada desain sampul The Feelings Series dibangun melalui kombinasi tanda ikon, indeks, dan simbol yang bekerja secara saling melengkapi. Ekspresi wajah karakter cenderung berfungsi sebagai ikon utama yang menghadirkan pengenalan emosi secara langsung, sementara gestur tubuh, arah pandang, dan komposisi visual berperan dominan sebagai indeks yang memperkaya konteks emosional. Pada saat yang sama, palet warna, tipografi judul, dan konsistensi identitas seri beroperasi sebagai simbol yang menstabilkan makna emosi melalui konvensi visual yang berulang. Tingkat kesepakatan antar-pengode sebesar 90% sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 12 mengindikasikan bahwa klasifikasi tanda visual yang digunakan dalam penelitian ini memiliki konsistensi interpretatif yang tinggi dalam kerangka penelitian kualitatif desain. Perbedaan awal yang muncul sebagian kecil unit analisis terutama pada batas interpretasi antara indeks dan simbol justru memperkaya pembacaan semiotik melalui diskusi reflektif, tanpa mengaburkan pola umum yang teridentifikasi. Dengan demikian, temuan penelitian ini tidak hanya bersifat deskriptif, tetapi juga menunjukkan pola representasi emosi yang dapat ditelusuri secara metodologis dan dijadikan dasar untuk perumusan implikasi desain pada bagian simpulan. KESIMPULAN Berdasarkan rekapitulasi hasil analisis semiotika visual pada sepuluh sampul buku The Feelings Series karya Trace Moroney sebagaimana dirangkum dalam Tabel 11 serta tingkat kesepakatan antar-pengode pada Tabel 12, penelitian ini menyimpulkan bahwa pola representasi emosi tidak hadir secara acak, melainkan mengikuti pola semiotika visual yang relatif stabil dan dapat diidentifikasi secara analitis. Tanda ikon berperan penting dalam memfasilitasi pengenalan emosi secara langsung dan cepat, terutama melalui ekspresi wajah karakter yang bersifat representasional dan minim ambiguitas. Sementara itu, tanda indeks muncul sebagai kategori dominan, terutama melalui gestur tubuh, arah pandang, serta pengaturan komposisi visual yang memperkuat intensitas dan konteks emosional secara bertahap. Dominasi indeks menunjukkan bahwa emosi pada sampul buku anak tidak hanya ditampilkan sebagai kondisi internal, tetapi juga dikonstruksi melalui relasi visual antara tubuh, ruang, dan Adapun tanda simbol berfungsi sebagai penguat makna kontekstual melalui konvensi visual yang bersifat kultural, seperti palet warna, tipografi judul, dan konsistensi identitas seri. Tingkat kesepakatan antar-pengode sebesar 90% sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 12 mengindikasikan bahwa klasifikasi ikon-indeks-simbol yang digunakan dalam penelitian ini memiliki konsistensi interpretatif yang tinggi dalam kerangka penelitian kualitatif desain. Perbedaan interpretasi awal yang muncul terutama berkaitan dengan batas antara fungsi indeks dan simbol, dan diselesaikan melalui diskusi reflektif berbasis definisi operasional serta relasi representamen-objek-interpretant. Dengan demikian, objektivitas dalam penelitian ini dicapai melalui prosedur analisis yang transparan dan dapat ditelusuri. Secara keseluruhan, temuan penelitian ini merumuskan pola semiotika representasi emosi yang dapat dipahami sebagai strategi visual dalam desain sampul buku anak. Pola tersebut memiliki implikasi praktis bagi desainer dan penerbit buku anak, khususnya dalam merancamg sampul yang komunikatif secara emosional, konsisten lintas-seri, serta mendukung pengembangan literasi emosi anak usia dini melalui bahasa visual yang mudah dikenali, kontekstual dan selaras dengan karakteristik perkembangan anak. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan memperlihatkan operasionalisasi kerangka ikon-indeks-simbol Peirce sebagai alat analisis yang konsisten untuk mengidentifikasi pola representasi emosi pada desain sampul buku anak. Dengan demikian, semiotika Peirce tidak hanya berfungsi sebagai teori interpretatif, tetapi juga sebagai kerangka metodologi dalam penelitian desain komunikasi visual. Sebagai implikasi lanjutan, penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji resepsi desain sampul secara langsung dari audiens anak, melakukan komparatif dengan seri buku anak lain yang mengangkat tema emosi dengan pendekatan visual berbeda, serta mengembangkan analisis multimodal yang mengaitkan desain sampul dengan narasi dan ilustrasi interior buku. Bagi praktisi deain komunikasi visual, khususnya desainer buku anak, pemahaman dan penerapan semiotika Peirce direkomendasikan untuk menghasilkan karya yang tidak hanya menarik secara estetis, tetapi juga komunikatif, bermakna, dan efektif dalam menyampaikan pesan emosional yang bersifat abstrak kepada anak usia dini. UCAPAN Penulis menyampaikan penghargaan kepada Universitas Indo Global Mandiri atas dukungan institusional dan fasilitas akademik yang memungkinkan terlaksananya penelitian ini. Artikel ini menggunakan The Feelings Series karya Trace Moroney sebagai objek kajian dalam analisis semiotika visual, dengan pemanfaatan materi semata-mata untuk kepentingan akademik dan penelitian ilmiah. DAFTAR PUSTAKA