PENINGKATAN KAPASITAS DAN SIMULASI GAMPONG TANGGUH BENCANA (GAMTANA) DI GAMPONG LINGKUNGAN UNIVERSITAS MALIKUSSALEH CAPACITY BUILDING AND DISASTER RESILIENT VILLAGE SIMULATION (GAMTANA) IN THE ENVIRONMENTAL VILLAGE OF UNIVERSITAS MALIKUSSALEH Muhammad Sayuti1*. Muhammad Daud2. Arnawan Hasibuan2. Mariyudi3. Widyana Verawaty Siregar3. Cindenia Puspasari4. Dedi Irfansyah5. Nyak Qurratu Aini6. Dicky Kurniawan1. Rizky Almunadiansyah2. Fahrian Roid2 1 Jurusan Teknik Industri. Fakultas Teknik. Universitas Malikussaleh. Lhokseumawe. Indonesia 2 Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Malikussaleh. Lhokseumawe. Indonesia 3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Malikussaleh. Lhokseumawe. Indonesia 4 Jurusan Ilmu Komunikasi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Malikussaleh. Lhokseumawe. Indonesia 5 Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Kota Lhokseumawe 6 Program Studi Pendidikan Dokter. Fakultas Kedokteran. Universitas Malikussaleh. Lhokseumawe. Indonesia *Penulis korespondensi: sayuti_m@unimal. Abstrak Inisiatif pelibatan masyarakat ini berfokus pada peningkatan ketahanan bencana di tujuh desa . di sekitar Universitas Malikussaleh melalui peningkatan kapasitas dan simulasi latihan tanggap bencana, yang berkontribusi pada pembentukan Gampong Tangguh Bencana (GAMTANA), atau Desa Tangguh Bencana. Program pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan kemandirian dalam kesiapsiagaan dan tanggap bencana di dalam masyarakat, yang beroperasi di bawah model gugus tugas sukarela. Setelah koordinasi awal dengan para pemimpin desa . , program pelatihan dan simulasi dilaksanakan, sesuai dengan peran dan tanggung jawab yang telah ditetapkan dalam struktur organisasi GAMTANA. Hasil yang didapatkan menunjukkan efektivitas keberhasilan program ini yang ditunjukkan oleh partisipasi aktif dan keberhasilan pelaksanaan tugas yang diberikan oleh semua peserta, yang mencerminkan pemahaman mereka tentang fungsi masing-masing dalam kerangka tanggap bencana. Kesimpulannya, inisiatif ini berhasil membekali anggota masyarakat dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menjalankan peran mereka dalam satuan tugas GAMTANA, sehingga memperkuat ketangguhan bencana lokal dan mempromosikan penanggulangan bencana berbasis masyarakat. Kata kunci: simulasi. GAMTANA Abstract This community engagement initiative focuses on improving disaster resilience in seven villages . around Malikussaleh University through capacity building and simulated disaster response exercises, contributing to the establishment of Gampong Tangguh Bencana (GAMTANA), or Disaster Resilient Villages. This community empowerment program aims to foster self-reliance in disaster preparedness and response within the community, operating under a voluntary task force model. After initial coordination with village leaders . , a training and simulation program was implemented, in accordance with roles and responsibilities that have been defined in GAMTANA's organizational structure. The results demonstrated the effectiveness of this program as demonstrated by the active participation and successful execution of assigned tasks by all participants, reflecting their understanding of their respective functions within the disaster response framework. In conclusion, this initiative successfully equipped community members with the necessary skills and knowledge to carry out their roles within the GAMTANA task force, thereby strengthening local disaster resilience and promoting community-based disaster Keywords: simulation. GAMTANA Submitted 21-01-2025 | Revision 12-03-2025 | Accepted 17-03-2025 | Published 30-03-2025 Article ID 44203 | Copyright . 2025 Bull. Community. Serv. :37-44 https://doi. org/10. 24815/bulpen. Sayuti et al. Pendahuluan Negara Indonesia merupakan negara yang berbentuk kepulauan dan memiliki berbagai macam kondisi alam yang berbeda, yakni kondisi geografis, geologis, hidrologis, dan demografis. Aceh juga berada pada aktivitas seismik dan vulkanisme yang dipengaruhi oleh subduksi Lempeng Eurasia Ae India dan Sumateran Fault Zone (Gunarsih et al. , sehingga Aceh sering terjadi gempa (Lusiani et al. Wesli et Kondisi ini memungkinkan Indonesia akan terjadinya bencana dilihat dari risiko, baik yang disebabkan oleh faktor alam, faktor non alam maupun faktor manusia. Sehingga dampak dari bencana ini akan mengakibatkan timbulnya korban jiwa, harta benda, kerusakan lingkungan, dan dampak psikologis manusia (Yulianto et al. Hasibuan et al. Melihat dari sejarah tsunami Aceh dan sekitarnya pada 26 Desember 2004. United States Geological Survey (USGS) mengatakan bahwa jumlah korban mencapai 100 orang tewas, 127. 700 hilang dan diduga tewas, serta 426. 800 mengungsi dan merupakan bencana dengan gempa terdahsyat ketiga di dunia sejak 1900 (Oktari 2. Berbagai macam bencana juga sudah terjadi sejak masa para Nabi sebagaimana dikisahkan dalam Al-QurAoan (Maulida 2019. Ismail et al. Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dalam rangka meminimalisasi dampak bencana. Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyusun sistem dan strategi melalui kebijakan agar upaya PRB berbasis pada komunitas di masyarakat desa . Strategi tersebut yaitu membentuk Desa Tangguh Bencana (Destan. seperti yang tertuang di dalam Peraturan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional Nomor 1 Tahun 2012 (BNPB Adapun Gampong Tangguh Bencana merupakan suatu gampong yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana yang merugikan, jika terkena bencana. Dalam pelaksanaannya masyarakat terlibat aktif secara mandiri dan sukarela dalam mengkaji, mengevaluasi dan mengurangi risiko-risiko bencana yang ada di wilayah mereka sejak dini (Oktari 2019. Atmojo 2. Dalam Alquran juga telah dikisahkan, bagaimana Nabi Nuh berupaya semaksimal mungkin dalam perencanaan mitigasi bencana (Syah 2. Gampong Blang Pulo. Batuphat Timur. Ujong Pacu. Cot Trieng. Padang Sakti. Meunasah Dayah dan Gampong Meuria Paloh adalah gampong yang berada dilingkungan kampus Bukit Indah, di mana posisi ke tujuh gampong tersebut berada Bull. Community. Serv. :37-44 di sebelah Utara. Barat. Selatan dan sebelah Timur kampus Bukit Indah. Sebagai wujud kepedulian kampus terhadap lingkungan di sekitar kampus, maka dibuatlah pengabdian kepada masyarakat yang juga merupakan salah satu Tridharma Perguruan Tinggi dengan judul AuPeningkatan Kapasitas dan Simulasi Gampong Tangguh Bencana (GAMTANA) di Gampong Lingkungan Universitas MalikussalehAy. Metode Pelatihan peningkatan kapasitas dan simulasi gampong tangguh bencana di gampong lingkungan kampus Bukit Indah Universitas Malikussaleh (UNIMAL) dimulai dengan koordinasi dengan Keuchik (Kepala Des. Adapun jumlah gampong yang dilatih dilingkungan tersebut sejumlah 7 Gampong. Gampong Blang Pulo. Gampong Batuphat Timur. Gampong Ujong Pacu. Gampong Cot Trieng. Gampong Padang Sakti. Gampong Menasah Dayah dan Gampong Meuria Paloh. Setiap Gampong tersebut di minta peserta sebanyak 5 orang termasuk satu diantaranya adalah Keuchik. Sehingga total peserta yang diikutsertakan sebanyak 35 orang. Di dalam peningkatan kapasitas dan simulasi, dilakukan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi dari struktur organisasi GAMTANA. Adapun struktur organisasi GAMTANA terdiri dari Keuchik sebagai penanggung jawab. Sekretaris Desa sebagai pengarah. Kepala Dusun/Kepala Lorong sebagai Ketua Satgas, kemudian ada Sekretaris dan Bendahara. Satgas GAMTANA memiliki 4 bidang, yakni Bidang Informasi dan Pendataan. Bidang Penyelamatan dan Evakuasi. Bidang Perlengkapan dan Logistik, serta Bidang Pelayanan, di mana setiap bidang memiliki peran masing-masing. Pelatihan dilaksanakan selama 2 . hari, dimana hari pertama pemberian materi dan geladi skenario sesuai dengan tugas masing-masing. Hasil dan Pembahasan Setelah satu hari pembekalan penguatan kapasitas peserta pelatihan dan simulasi Gampong Tangguh Bencana, maka dibuat skenario simulasi tanggap darurat bencana gempa bumi. Bentuk skenario sebagai berikut. Skenario situasi kejadian pertama. Pada suatu pagi yang cerah, seluruh warga gampong lingkungan UNIMAL sedang sibuk menjalankan tugas masing-masing. Tiba-tiba pukul 08. 00 WIB terasa getaran, perabotan di dalam rumah bergetar, jam dinding jatuh, kendaraan di jalan Semua warga panik dan saling berteriak Augempa. gempaAy. Kejadian ini terjadi selama 30 detik. Petugas simulasi membunyikan sirene bencana selama 15 detik Page 38 Sayuti et al. Bull. Community. Serv. :37-44 tanda sedang terjadinya gempa. Warga panik dan sibuk berusaha melindungi diri: yang di dalam rumah dan sulit keluar menerapkan prinsip drop-cover-hold, yakni Aujatuhkan diri atau merangkak dilantai, tutupi atau lindungi kepala, dan tahan atau berlindung di tempat sekitar tempat kejadian gempa, seperti meja yang kokohAy. Jika tidak ada meja di sekitar, turunlah ke tanah/lantai . di sudut dalam gedung dan tutupi kepala dan leher dengan tangan dan Yang dekat pintu keluar langsung melarikan diri ke luar rumah menjauhi bangunan yang berpotensi roboh, dan segera menerapkan prinsip drop-cover-hold sebagaimana Gambar 1a (Parlak et al. Shakeoutbc 2. , jangan lari ke ruangan, cukup berada di bawah meja yang kokoh. Ini adalah tindakan yang tepat untuk mengurangi cedera dan kematian selama gempa Situasi saat kejadian gempa sebagaimana Gambar 1b. Gambar 1. Drop-Cover-Hold. Ilustrasi Drop-cover-hold, . Simulasi Drop-cover-hold Skenario situasi kejadian kedua. 15 detik kemudian gempa berhenti, terlihat beberapa rumah mengalami keretakan dan perabotan berantakan, kendaraan di jalan berhamburan tidak karuan, ada pula pohon tumbang atau ranting patah yang berserak (Dirga dan Djafar Semua warga saling panik, mencari sanak keluarga serta melihat kondisi rumah masingmasing. sementara warga yang ada di dalam rumah, segera menyelamatkan diri keluar Lingkungan gampong di lingkungan Unimal yang tadinya tenang, tiba-tiba ricuh. Pak Keuchik selaku pimpinan wilayah segera menerapkan mode siaga bencana. Satuan Petugas siaga bencana segera dihubungi untuk segera bertindak. Selanjutnya, notifikasi BMKG pun muncul yang mengabarkan bahwa telah terjadi gempa bumi di Kota Lhokseumawe dengan kekuatan 5,8 magnitudo pada kedalaman 10 km pada jarak 8,7 km dari muara satu dengan Skala MMI IV-V. Kejadian : Bunyi notifikasi dari BMKG. Keuchik mengaktifkan mode siaga Selanjutnya Camat koordinasi lanjutan (Gambar 2. Selanjutnya camat melakukan koordinasi dengan BPBD dan BMKG, yang selanjutnya informasi tersebut diteruskan kembali ke Keuchik, yang kemudian Keuchik untuk ditindaklanjuti. Ketua Satgas gencana Gampong menghubungi Marbot (Gambar 2. untuk membunyikan sirene evakuasi dan membuat pengumuman. Prioritas utama mencari informasi terkini dan informasi akan gempa susulan, serta menenangkan warga. Membuat pengumuman untuk semua anggota satgas berkumpul di titik kumpul (Fedryansyah et al. Gambar 2. Koordinasi. Koordinasi Keuchik dengan Camat, . Ketua Satgas menghubungi Marbot Page 39 Sayuti et al. Skenario situasi kejadian ketiga. Di tengah kericuhan dan kepanikan itu, tiba-tiba terdengar suara pengumuman dari pengeras suara Masjid yang menginformasikan kejadian gempa dan meminta warga untuk segera mengevakuasikan diri ke lokasi titik kumpul. Tanpa menunggu lama, warga dibantu satgas segera berlarian menuju titik kumpul. Di tengah pelarian itu, tibatiba kembali dirasakan getaran. semua warga kembali panik, namun satgas dengan sigap Pengumuman melalui pengeras suara Masjid tentang kejadian gempa sebelumnya dan meminta warga berkumpul di lokasi titik Warga berlarian ke titik kumpul dan terjadi gempa susulan di tengah pelarian. Ketua Satgas menghubungi pihak perangkat desa bertanggung jawab untuk menyampaikan segala kebutuhan bidang, serta memberi perintah kepada seluruh anggota sesuai dengan bidang masing-masing. Bidang Informasi dan Pendataan melakukan pengumuman terkait gempa dan evakuasi ke titik kumpul, serta melakukan penyelamatan dan evakuasi untuk pendataan Bidang Penyelamatan dan Evakuasi Bidang Perlengkapan dan Logistik menyiapkan lokasi Bull. Community. Serv. :37-44 titik kumpul. Bidang Pelayanan membantu bidang perlengkapan dan logistik, serta menyiapkan kebutuhan pelayanan Gambar 3 (Lasmana dan Supriyadi. Adapun tugas yang harus dilaksanakan oleh masing-masing bidang sebagai berikut. Bidang Informasi Pendataan: diperintahkan mencari informasi terkait gempa dan menginformasikan warga untuk mengevakuasikan diri ke lokasi titik kumpul, serta menyerahkan informasi data warga kepada bidang penyelamatan dan . Bidang Penyelamatan dan Evakuasi: Diperintahkan untuk membantu evakuasi seluruh warga, berdasarkan data warga dari bidang informasi & pendataan. Bidang Perlengkapan dan Logistik: Diperintahkan kebutuhan lokasi titik kumpul seperti tenda pengungsian dan dapur umum. Bidang Pelayanan: Diperintahkan untuk membantu bidang perlengkapan dan logistik, serta menyiapkan berbagai kebutuhan layanan medis bagi warga yang Gambar 3. Ketua Satgas mengumpulkan bidang masing masing, . Bidang Informasi dan Pendataan melakukan pendataan Skenario situasi kejadian keempat. Setelah gempa berhenti, notifikasi BMKG pun muncul Disebutkan bahwa telah terjadi gempa dengan kekuatan 4,6 magnitudo pada kedalaman 10 km pada jarak 8,7 km dari muara satu dengan Skala MMI i-IV. Semua warga dipandu oleh satgas segera melanjutkan jalannya menuju titik kumpul setelah gempa berhenti. petugas satgas dan perangkat daerah terkait juga segera melanjutkan tugasnya masing-masing. Gempa berhenti, warga melanjutkan evakuasi (Sayuti et Semua warga bergerak menuju lokasi titik kumpul. Bidang Informasi dan Pendataan melakukan pengumuman kedua terkait gempa susulan dan kondisi lokasi titik kumpul. Bidang Penyelamatan dan Evakuasi lanjut membantu evakuasi warga. Bidang Perlengkapan dan Logistik lanjut menyiapkan lokasi titik kumpul. Bidang Pelayanan melakukan pelayanan medis pada warga yang membutuhkan di lokasi titik Skenario Setibanya di titik kumpul. Bapak Keuchik dengan satgas dengan sigap segera menenangkan warga. Sembari petugas satgas menjalankan tugasnya, warga juga ikut berkontribusi dengan memberikan segala informasi yang dibutuhkan. Tak lupa pula dilakukan pendataan pada warga yang telah berkumpul di lokasi titik kumpul. Page 40 Sayuti et al. Semua warga berkumpul di lokasi titik kumpul. Bidang informasi dan pendataan melakukan pendataan warga yang telah berkumpul. Bidang Penyelamatan dan Evakuasi lanjut membantu evakuasi warga. Bidang Perlengkapan dan Logistik lanjut menyiapkan lokasi titik kumpul. Bidang Pelayanan melakukan pelayanan medis pada warga yang membutuhkan di lokasi titik kumpul (Gambar 4. Skenario situasi kejadian keenam. Setelah dilakukan pendataan diketahui terdapat 7 orang warga yang tidak diketahui dengan jelas lokasi Setelah ditelaah lebih lanjutnya, diketahui terdapat 5 warga yang dinyatakan Tim Penyelamatan dan Evakuasi melakukan mencarikan pada korban yang Bidang Informasi dan Pendataan melakukan pendataan ulang warga yang tidak Bull. Community. Serv. :37-44 pendataan finalnya ke ketua Satgas dan bidang Bidang penyelamatan dan evakuasi mencari korban yang hilang. Hasil investigasi mendapatkan informasi bahwa. 7 warga yang tidak diketahui Arial adalah anak-anak usia 13 tahun. Bold adalah Ibu dari anak Arial. Calibri adalah mahasiswa 22 tahun, sedangkan Deng adalah Nenek usia 65 Tahun, sedangkan Ebrima adalah Wanita hamil 7 bulan, kemudian Felix adalah anak anak usia 8 tahun, dan si Gabriola adalah Kakek usia 52 tahun. Dari hasil penelusuran berdasarkan informasi, 4 warga hilang, 3 ditemukan. Arial anak anak 13 tahun dan Calibri mahasiswa ditemukan di sekolah dan Bold di pasar. Korban yang hilang terus dicari sembari terus berkomunikasi dengan satgas lainnya di titik kumpul (Gambar 4. Gambar 4. Pengumpulan data dan peralatan yang diperlukan. Pendataan kebutuhan alat alat evakuasi, . Penanganan korban yang ditemukan Skenario situasi kejadian ketujuh. Tim penyelamatan dan evakuasi dibantu oleh beberapa orang warga tanpa mengenal terus mencari para warga yang dinyatakan hilang. persatu warga ditemukan yang selanjutnya dievakuasi ke titik kumpul. Semua sibuk dengan kepentingan masing-masing. Keuchik memantau warga dan terus berkoordinasi dengan perangkat daerah. Ketua satgas memonitoring kerja petugas satgas. Anggota Satgas bekerja sama menemukan dan menyelamatkan 4 warga yang hilang. Masing masing bidang mencari tau kebutuhan warga dan menyampaikannya ke menyampaikan perkembangan kondisi warga ke perangkat daerah terkait termasuk meminta bantuan yang dibutuhkan. Bidang informasi dan pendataan bersama bidang Bidang Perlengkapan dan Logistik menyiapkan segala kebutuhan di lokasi titik kumpul, terutama membuat warga menjadi lebih aman dan nyaman. Bidang pelayanan menyiapkan kebutuhan pelayanan medis untuk korban yang ditemukan. Bidang penyelamatan dan evakuasi mengevakuasi korban satu persatu (Gambar 5. Deng ditemukan meninggal di bawah papan pengumuman depan lorong rumahnya. Ebrima ditemukan mengeram kesakitan di pinggir jalan. Felix ditemukan menangis dekat pohon dengan kondisi kakinya tertusuk ranting pohon saat jatuh dari atas pohon. Gabriola ditemukan tergeletak pingsan di sawah. Warga Ebrima dan Felix segera dirujuk ke rumah sakit (Gambar Page 41 Sayuti et al. Bull. Community. Serv. :37-44 Gambar 5. Proses pencarian dan evakuasi warga. Penyelamatan korban dibantu warga, . Evakuasi ketempat yang telah ditentukan Skenario situasi kejadian kedelapan. Setelah proses yang cukup lama, akhirnya semua korban berhasil dievakuasi (Gambar . Dari 4 warga yang hilang, 1 orang ditemukan meninggal dunia, 2 orang dirujuk ke rumah sakit dan 1 orang ditemukan dalam kondisi pingsan. Semuanya warga tersebut di evakuasi ke titik kumpul yang kemudian diberikan tindakan medis tahap awal, yang selanjutnya dirujuk ke rumah sakit terdekat. Semua warga saling tolong menolong di titik kumpul, proses evakuasi sebagaimana Gambar 7. Gambar 6. Proses evakuasi warga yang ditemukan Keuchik melaporkan kondisi korban ke perangkat daerah, yang selanjutnya korban meninggal dunia ditindaklanjuti sebagaimana kebiasaan warga. Ketua satgas meminta pelaporan kinerja dari anggota. Selanjutnya ketua satgas melanjutkan fase ke kerja ke tahap pasca bencana. Gambar 7. Semua Korban sudah ditemukan dan dikumpulkan di Posko Page 42 Sayuti et al. Skenario situasi kejadian kesembilan. Kondisi mulai kondusif, gempa sudah lama berlalu, seluruh warga telah berada di lokasi tapi, petugas satgas belum dapat beristirahat, tugas masih terus berlanjut. Pendataan pasca bencana harus dilakukan untuk memastikan bahwa warga sudah atau belum dapat kembali ke hunian masing-masing. Semua sibuk dengan kepentingan masing-masing. Bidang informasi dan pendataan dan bidang pendataan pasca bencana. Pendataan pasca bencana dilakukan secara menyeluruh dari kondisi jalanan, pepohonan tumbang/patah, kondisi rumah . ampak lua. , dan kondisi jalur Laporan pasca bencana ini dilaporkan ke ketua satgas, setibanya di lokasi titik Skenario situasi kejadian kesepuluh. Berdasarkan laporan pendataan pasca bencana, keuchik akhirnya menyatakan kondisi aman dan warga diperbolehkan kembali ke hunian masingmasing. Keuchik mengumumkan bahwa kondisi aman dan warga diperbolehkan kembali ke hunian masing-masing, serta juga disampaikan kondisi kerusakan yang terjadi sebagai Ketua satgas memerintahkan anggota satgas untuk membantu warga kembali ke hunian masing-masing dan membereskan lokasi titik kumpul. Laporan pasca bencana ditelaah untuk kemudian diambil kebijakan bahwa warga dapat kembali ke hunian masingmasing. Memerintahkan bidang penyelamatan dan evakuasi untuk membantu warga kembali ke hunian masing-masing dan anggota satgas lain untuk memberikan lokasi titik kumpul. Kesimpulan Dari hasil pelatihan penguatan kapasitas dan simulasi Gampong Tangguh Bencana (Gamtan. , para peserta saat antusias mengikuti pelatihan dan simulasi. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa, semua peserta telah dapat mengerjakan tugasnya sesuai dengan bidang masing-masing di struktur organisasi Satgas Bencana. Diharapkan Pendidikan yang didapat selama pelatihan penguatan kapasitas ini dapat terus ditingkatkan dan dibentuk Satgas di Gampong masing-masing, sehingga dikala terjadi bencana, gampong masing-masing telah siap secara mandiri melakukan evakuasi dan penyelamatan warga Ucapan Terima Kasih Ucapan terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Malikussaleh yang telah mendanai program pengabdian ini di bawah skema PNBP Kemudian ucapan terima kasih juga Bull. Community. Serv. :37-44 kepada Dekan Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh. Jurusan Teknik Industri yang telah bersedia melakukan MOA dan IA dengan mitra. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Lhokseumawe sebagai mitra serta semua peserta dari 7 gampong lingkungan Universitas Malikussaleh yang telah mengikuti pelatihan ini. Daftar Pustaka