JURNAL AKADEMI FARMASI PRAYOGA, 10. , 2025 FORMULASI DAN AKTIFITAS ANTIOKSIDAN KRIM UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L. ) DENGAN ISOPROPIL MIRISTAT Formulation and Antioxidant Activity of Purple Sweet Potato with Isopropyl Miristat Tuty Taslim1. Reny Salim. Verawaty Prodi D3 Farmasi. Akademi Farmasi Prayoga. Padang. Indonesia Akademi Farmasi Prayoga. Padang. Indonesia Email : tutytaslim@gmail. Diterima : September 2025 Direvisi : Oktober 2025 Disetujui : Oktober 2025 Abstrak Kulit adalah lapisan terluar tubuh manusia yang dapat menimbulkan masalah pada tingkat kelembaban dan sinar matahari yang cukup tinggi, sehingga menyebabkan kulit kusam, dan lebih mudah kering. Sediaan krim bermanfaat untuk melembabkan dan mencerahkan kulit. Tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan alami dalam produk perawatan kulit adalah ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L. ) yang mengandung senyawa antosianin dengan aktivitas antioksidan yang dapat membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas dari sinar matahari. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan formulasi dari ekstrak ubi jalar ungu dengan konsentrasi Isopropil Miristat 1% dan 5% sebagai pelembab dan mengukur aktifitas antioksidannya dengan metoda DPPH. Hasil uji fisik sediaan krim ubi jalar ungu memenuhi syarat secara organoleptis, homogen, tidak mengiritasi kulit, stabil. daya sebar 5,3 cm dan 5,5 cm. Evaluasi pH yang dilakukan selama 4 minggu berkisar dari pH 7,45 Ae 6,97 Sedangkan aktifitas antioksidan dengan metoda DPPH didapatkan IC50 ekstrak ubi jalar ungu 556 ppm, sedangkan IC50 sediaan krim 881 ppm yang menunjukkan semakin lemahnya aktifitas antioksidan. Kata kunci: Ubi jalar ungu. Antioksidan. Ekstrak. Krim. Isopropil Miristat Abstract Skin is the outermost protective barrier of the human body and is vulnerable to environmental factors such as ultraviolet (UV) radiation and high humidity, which may accelerate oxidative stress and skin aging. Purple sweet potato (Ipomoea batatas L. ) contains anthocyanins that are reported to possess antioxidant properties. This study aimed to formulate a topical cream containing purple sweet potato extract using Isopropyl Myristate as an emollient and to evaluate its physical characteristics and antioxidant activity using the DPPH method. The cream formulation demonstrated acceptable physical properties, including homogeneous texture, stable organoleptic characteristics, no skin irritation, and a spreadability of 5. 3 cm dan 5. 5 cm. The pH evaluation over 4 weeks ranged from 7. 45 to 6. which remained within the acceptable range for topical preparations. However, antioxidant activity testing revealed an ICCICA value of 556 ppm for the extract and 881 ppm for the cream formulation, indicating weak antioxidant activity. Keywords: Sweet potato. Anitoxidant. Extract. Cream. Isopropyl Miristat Formulasi Dan Aktifitas Antioksidan Krim Ubi Jalar Ungu (Ipomoea Batatas L. ) Dengan Isopropil Miristat PENDAHULUAN Indonesia dikenal sebagai negara beriklim tropis dengan tingkat kelembaban serta paparan sinar matahari yang tinggi. Kondisi permasalahan pada kulit, akibat paparan radikal bebas (Wulandari et al. , 2. Salah satu bahan alami yang memiliki potensi besar adalah ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L. yang mengandung senyawa antosianin dengan aktivitas antioksidan yang kuat (Nurkhasanah et al. , 2. Senyawa ini dapat melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas, memperlambat penuaan dini, dan menjaga kesehatan sel kulit. Antosianin bersifat polar dan larut dalam air tetapi antosianin mengalami kendala dalam menembus lapisan kulit secara efektif. Untuk mengatasi hal tersebut, dapat digunakan senyawa peningkat penetrasi seperti Isopropil miristat. Isopropil miristat merupakan ester yang umum digunakan dalam produk topikal karena mampu memperbaiki kelembaban kulit sehingga meningkatkan permeabilitas zat aktif tanpa menimbulkan iritasi. Selain itu, senyawa ini juga bersifat emolien, memberikan rasa lembut di kulit, serta membantu membawa senyawa aktif ke lapisan yang lebih dalam (Nining et al. , 2. Beberapa penelitian sebelumnya yaitu krim body scrub ekstrak ubi jalar ungu berpotensi sebagai produk perawatan kulit dengan efek antioksidan (Latifah et al. Krim lulur scrub dari ektrak etanol Ubi Jalar Ungu dan Serbuk Beras Putih (Oryza sativa L. ) (Kusuma et al. (Kusuma et al. , 2. Formulasi sediaan masker gel peel off ekstrak ubi jalar ungu (Irwani. Desiana. Zakaria. Sari, 2. (Irwani. dkk, 2. dan lainlain. Penelitian-penelitian menentukan bagaimana aktifitas antioksidan dari sediaan yang dibuat. Tuty T Peneliti akan membuat sediaan krim dengan isopropil miristat sebagai sediaan kosmetik karena stabilitas sediaan krim yang lebih baik, mudah dioleskan, melembutkan kulit sehingga diharapkan penetrasi zat aktif sampai ke dalam kulit dapat terjadi. METODE Penelitian bersifat eksperimental. Sampel ubi jalar ungu yang diperoleh dari Alahan Panjang kabupaten Solok, dimaserasi dengan etanol 96% v/v yang didapar dengan Na Asetat pada pH 4,6 selama 24 jam. Ekstrak ubi jalar ungu dibuat menjadi sediaan krim ekstrak ubi jalar ungu dengan penambahan isopropil miristat dan dilakukan evaluasi sediaan krim dan uji aktifitas Alat dan Bahan Alat yang digunakan Timbangan digital (Mettle Toled. , blender (Philip. , inkubator (Term. , pH meter digital (OEM), skin analyzer, rotary evaporator (Buch. , penangas air (Memmer. , micropipet (Dragonla. , botol vial, spektrofotometer UV-Vis (T. , skin detector Bahan yang digunakan adalah asam stearat (Bratac. , cetyl alkohol (Akom. , isopropil miristat (Wilma. , gliserin (P&G), triethanolamin, metil paraben (MCE), propil paraben (Alpha Chemica. , dan aqua destilata. Na Asetat. Asam Asetat glasial. DPPH . ,2-Diphenyl-1 Picrylhydra. (TCI), etanol 96%. Metanol p. a (Merc. vitamin C (Sigma Aldric. Prosedur kerja Dilakukan beberapa tahap yaitu : Determinasi ubi jalar ungu. Dilakukan di Herbarium Biologi Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Andalas. Padang. Ekstraksi ubi jalar ungu (Agus Safari et , 2. Jurnal Akademi Farmasi Prayoga. Vol 10 No 2, 2025 Formulasi Dan Aktifitas Antioksidan Krim Ubi Jalar Ungu (Ipomoea Batatas L. ) Dengan Isopropil Miristat 500 g ubi jalar ungu segar yang telah dikupas, dipotong kecil-kecil, dihaluskan dengan blender dan dimasukkan ke dalam wadah botol berwarna gelap yang berisikan 1 L etanol 96% v/v yang telah didapar dengan larutan Na Asetat pH 4,6 selama 24 jam. Filtrat disaring dengan Tuty T kertas saring dan diuapkan dengan rotary Ekstrak disimpan dalam lemari pendingin pada suhu 4AC jika tidak segera digunakan (He et al. , 2. Pembuatan krim ekstrak ubi jalar ungu dengan komposisi : Tabel 1. Komposisi krim ubi jalar ungu Bahan Ekstrak Ubi Jalar Ungu Asam Stearat Cetyl Alkohol Isopropil Miristat Gliserin Triethanolamin Metil Paraben Propil Paraben Aquadest ad Bagian fase minyak yaitu asam stearate, cetyl alcohol, isopropil miristat dilebur di atas penangas air pada suhu 700C hingga semua bahan meleleh. Sedangkan bagian fase air trietanolamin, gliserin, dan aquadest pada suhu 70AC. Metil Paraben dan Propil Paraben masing-masing dilarutkan secara terpisah dan disatukan dalam fase air. Kedua fase tersebut disatukan dalam lumpang hangat dan digerus sampai homogen dan membentuk masa krim. Dimasukkan ekstrak ubi jalar ungu ke masa krim dan digerus homogen Evaluasi sediaan krim ekstrak ubi jalar uji organoleptik yaitu bentuk, warna dan aroma yang diamati secara visual pH sediaan. 1 gram krim ditimbang dan diencerkan dengan aquades sampai 100 mL. Ukur pH dengan alat pH meter. Konsentrasi (%) Uji tipe krim (Prameswari & Saryanti, 0,5 g krim dimasukkan ke dalam tabung reaksi dan diencerkan dengan akuades. Krim akan terencerkan secara homogen jika tipe M/A Uji Iritasi (Sudewi et al. , 2. Sediaan dioleskan tipis-tipis pada bagian tubuh yang jarang disentuh seperti pada kulit belakang telinga atau lipatan siku tangan. Kemudian diamati gejalanya seperti gatal dan Uji Daya Sebar (Latifah et al. , 2. 0,5 g sediaan krim diletakkan pada sekeping kaca dan ditutup dengan kaca lainnya lalu . diberi beban 100 g di atasnya selama 1 menit, dan diukur diameter penyebarannya. Uji Homogenitas (Sudewi et al. , 2. Pemeriksaan dilakukan dengan cara dioleskan pada objek glass, kemudian diperhatikan partikel kasarnya di bawah Apabila ditemukan partikel Jurnal Akademi Farmasi Prayoga. Vol 10 No 2, 2025 Formulasi Dan Aktifitas Antioksidan Krim Ubi Jalar Ungu (Ipomoea Batatas L. ) Dengan Isopropil Miristat kasar maka sampel dinyatakan tidak ditemukan partikel kasar maka sampel dinyatakan homogen. Uji stabilitas fisik krim Pengujian ini dilakukan dengan satu siklus, di mana sediaan krim disimpan disaat suhu 4AC selama 24 jam, kemudian dikeluarkan dan ditempatkan pada suhu 40AC selama 24 jam. Kondisi fisik krim dibandingkan selama percobaan dengan sediaan yang telah ada Uji kelembaban Sediaan ini dioleskan pada 5 orang relawan selama 4 minggu. Hasilnya diukur menggunakan skin detector setiap minggu. Uji aktivitas antioksidan dengan metoda DPPH dilakukan pada formula dengan uji evaluasi paling baik. Pembuatan larutan DPPH 45 ppm. 10 mg serbuk DPPH dilarutkan dalam 100 mL methanol p. a, sehingga didapatkan konsentrasi 100 ppm. Dipipet 45 mL larutan tersebut dan dimasukkan ke dalam labu ukur 100 mL dengan penambahan methanol p. Pengukuran Panjang gelombang serapan maksimum larutan DPPH. 2 mL larutan DPPH 45 ppm dimasukkan ke dalam vial yang telah dilapisi dengan aluminium foil, dan ditambahan 1 mL methanol p. Didiamkan selama 30 menit di tempat gelap. Dilakukan pengukuran serapan DPPH spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang maksimal. Pembuatan larutan uji sampel. Dilakukan dengan 2 jenis sampel yaitu ekstrak ubi jalar ungu dan sediaan krim ekstrak ubi jalar ungu. Pembuatan larutan uji sampel dari ekstrak ubi jalar ungu. Ekstrak ditimbang sebanyak 250 mg dilarutkan dengan etanol 96% dalam labu ukur 25 mL, sehingga diperoleh konsentrasi 000 ppm. Konsentrasi tersebut dipipet 0,3 mL, 0,4 mL, 0,5 mL, 0,6 mL, dan 0,7 mL kemudian dilakukan pengenceran dengan Tuty T menambahkan etanol 96% sampai volume 10 mL sehingga diperoleh konsentrasi 300. 600 dan 700 ppm. Pembuatan larutan uji sampel krim ekstrak ubi jalar ungu. Ditimbang 5 gram sediaan krim lalu dilarutkan dengan etanol 96% sebanyak 20 mL ke dalam beker glass, kemudian sampel disaring menggunakan kertas saring hingga jernih. Hasil filtrat ditampung ke dalam labu ukur 50 mL ditambahkan etanol 96% hingga tanda batas (R. at al. Pratiwi 2. Konsentrasi ekstrak dalam krim diperoleh 6000 ppm. Dari konsentrasi tersebut dibuat konsentrasi 300, 600, 900, 1200, 1500 ppm, dengan cara dipipet 0,5. 1,5. 2,5 dan 3 mL. Kemudian dilakukan pengenceran dengan menambahkan etanol 96% sampai volume 10 mL sehingga diperoleh konsentrasi 300, 600, 900, 1200, 1500 ppm. Pengukuran aktivitas antioksidan ekstrak dan krim ubi jalar ungu 1 mL dari setiap larutan uji dipipet dan dimasukkan ke dalam vial berlapis aluminium foil, ditambahkan 2 mL larutan DPPH 45 ppm. Campuran dihomogenkan dan dibiarkan di tempat gelap selama 30 Kemudian diukur absorbansinya menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang maksimum. Aktivitas antioksidan Vitamin C Vitamin C digunakan sebagai pembanding kekuatan antioksidan dari ekstrak dan sediaan krim ubi jalar ungu. 10 mg vitamin C ditimbang dan dimasukkan ke dalam labu ukur 100 ml, ditambahkan aquadest sampai tanda batas sehingga diperoleh konsentrasi larutan induk 100 ppm. Dipipet larutan induk masing-masing 0,2 . 0,4 . 0,6 . 0,8 dan 1 mL dan dimasukkan ke dalam labu ukur 10 mL dan diencerkan dengan aquadest hingga tanda batas sehingga didapat larutan 2, 4, 6, 8, dan 10 ppm. Dari masing-masing larutan, diambil 1 ml dan ditempatkan dalam botol vial yang dilapisi aluminium foil. Kemudian ditambahkan 2 ml larutan DPPH 45 ppm. Jurnal Akademi Farmasi Prayoga. Vol 10 No 2, 2025 Formulasi Dan Aktifitas Antioksidan Krim Ubi Jalar Ungu (Ipomoea Batatas L. ) Dengan Isopropil Miristat dikocok hingga tercampur rata dan didiamkan selama 30 menit. Setelah itu diukur mengunakan spektrofotometer UVVis pada panjang gelombang maksimal. Analisis data Aktivitas antioksidan diukur sebagai % inhibisi dengan rumus sebagai berikut (Rahmatika et al. , 2. % Inhibisi = x 100% Selanjutnya penghambatan dengan menghitung IC50 yaitu konsentrasi antioksidan yang mampu menghambat 50% kekuatan radikal bebas dari DPPH . ,2-Difenil-1-Pikrilhidrazi. Pengukuran nilai IC50 dilakukan melalui pembuatan kurva linier, yang menunjukkan hubungan antara konsentrasi pengujian antioksidan pada sumbu x dan konsentrasi peredaman radikal bebas (% inhibis. pada sumbu y. Dengan memasukkan nilai y = 50 ke dalam persamaan linier y = ax b dapat dihitung nilai x, yang akan mewakili konsentrasi antioksidan yang menghambat 50% radikal bebas. Tuty T HASIL DAN PEMBAHASAN Maserasi ubi jalar ungu dilakukan dengan menggunakan cairan penyari alhohol 96% dalam suasana pH 4,6. Berdasarkan mendapatkan nilai pH yang stabil untuk memperoleh aktivitas antioksidan tetapi dapat digunakan secara aman sebagai krim yang tidak mengiritasi pada kulit, sehingga peneliti mencoba melakukan penyarian pada pH 4,6 (Chin-Chia Chen . Chi Lin, 2. kg ubi jalar ungu segar yang dibuat menghasilkan 19,0791 g ekstrak kental berwarna ungu kehitaman dan diperoleh rendeman ekstrak sebesar 3,82%. Basis krim tipe M/A dibuat terlebih dahulu dengan menyatukan bagian yang dapat disatukan Dengan menggunakan lumpang dengan suhu yang sama, basis krim dapat dibuat dengan sangat baik dan sesudah dingin ditambahkan ekstrak ubi jalar ungu dan dihomogenkan. Evaluasi organoleptik yang dilakukan selama 4 minggu sediaan krim tetap dengan bentuk semi padat yang homogen, berwarna coklat muda keunguan dan bau spesifik. Gambar 1. Krim ubi jalar ungu pH sediaan krim diamati selama 4 Ekstrak yang dibuat dengan menggunakan dapar pH 4,6 tidak mampu mempertahankan pH ekstrak tetap stabil ketika dihomogenkan dengan basis krim yang menggunakan asam stearat dan Tri Etanolamin TEA. Kombinasi tersebut cenderung menghasilkan pH netral sampai Jurnal Akademi Farmasi Prayoga. Vol 10 No 2, 2025 Formulasi Dan Aktifitas Antioksidan Krim Ubi Jalar Ungu (Ipomoea Batatas L. ) Dengan Isopropil Miristat alkali tergantung dari perbandingan masingmasing (Prameswari & Saryanti, 2. Hal Formula (F) Tuty T ini terlihat dari pengamatan pH yang Tabel 2. pH sediaan krim pH Minggu ke 7,32 6,98 6,92 7,45 7,12 7,09 6,89 6,97 Dari warna coklat muda keunguan sediaan krim yang dibuat tetap homogen. Sedangkan krim terlihat bahwa stabilitas antosianin stabilitas fisik krim yang disimpan selama 24 mulai berubah dari warnanya sesuai dengan jam pada suhu 40C dan dilanjutkan dengan suhu 400 C selama 24 jam terlihat tetap stabil. pH yang terbentuk akibat degradasi Isopropil miristat dalam formula antosianin tersebut (Chin-Chia Chen . Chi digunakan sebagai emolien yang mampu Lin, 2. Tetapi dari kriteria pH sediaan mempertahankan kelembaban kulit dengan krim masih termasuk pada pH krim yang baik yang dapat memberikan rasa lembut dan memenuhi syarat yaitu 4,5 Ae 8 (Widyasanti et tidak lengket, sehingga lebih disukai untuk , 2. penggunaan pada kulit. (Rowe. 0,5 gram krim diencerkan dengan Sheskey. Quinn, 2. Krim digunakan akuades menunjukkan adanya krim tipe M/A, pada punggung tangan 5 orang sukarelawan sedangkan pengujian iritasi pada 5 orang dan diukur nilai kelembaban kulit dengan suka relawan tidak menunjukkan kemerahan menggunakan alat skin detector baik sebelum dan rasa gatal pada kulit yang dioleskan. maupun sesudah penggunaan sediaan krim. Diameter daya sebar dari pada Uji dilakukan selama 4 minggu (Wardani et sediaan F1 diperoleh 5,3 cm sedangkan pada , 2. F2 sebesar 5,5 cm. Homogenitas sediaan krim yang dilakukan selama 4 minggu menunjukkan Tabel 3. Persentase pemulihan kelembaban % Pemulihan Kelembaban Form Sukare Minggu Minggu Minggu Minggu ula lawan 29,54 16,46 21,14 Rerata 27,06 22,98 28,04 21,28 Rerata Jurnal Akademi Farmasi Prayoga. Vol 10 No 2, 2025 Formulasi Dan Aktifitas Antioksidan Krim Ubi Jalar Ungu (Ipomoea Batatas L. ) Dengan Isopropil Miristat Berdasarkan hasil uji statistik Independent TTest terhadap rerata persentase pemulihan kelembaban, tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara formula F1 dan F2 . > 0,. Namun demikian, formula F2 menunjukkan kecenderungan peningkatan Tuty T nilai rerata pada minggu ke-2 dan ke-3 F1, komponen pada F2 berpotensi meningkatkan kemampuan retensi kelembaban kulit. Gambar 2. Perbandingan nilai rerata pemulihan kelembaban F1 dan F2 Berdasarkan hasil di atas dilanjutkan uji aktifitas antioksidan dari F2 yaitu dari sediaan krim dengan isopropil miristat 5% Pengukuran Panjang gelombang serapan maksimum dari larutan DPPH 45 ppm didapatkan pada 516 nm dengan absorbansi 0,799 Gambar 3. Panjang gelombang maksimum DPPH Hasil penentuan aktivitas antioksidan ekstrak ubi jalar ungu Tabel 4. Aktivitas antioksidan ekstrak ubi jalar ungu Kosentrasi . Serapan DPPH 0,710 0,710 0,710 0,710 0,710 Sampel DPPH 0,483 0,445 0,398 0,347 0,256 % Inhibisi 31,9718 37,3239 43,9437 51,1268 63,9437 Jurnal Akademi Farmasi Prayoga. Vol 10 No 2, 2025 Formulasi Dan Aktifitas Antioksidan Krim Ubi Jalar Ungu (Ipomoea Batatas L. ) Dengan Isopropil Miristat Tuty T Gambar 4. Kurva linier ekstrak ubi jalar ungu dengan % inhibisi Dari kurva regresi tersebut didapatkan y = 0,0777x 6,7887. Kurva ini digunakan untuk menghitung IC50 sehingga didapatkan IC50 ekstrak ubi jalar ungu pada konsentrasi 556 Penentuan aktivitas antioksidan krim ekstrak ubi jalar ungu Tabel 5. Aktivitas antioksidan krim ekstrak ubi jalar ungu Kosentrasi . Serapan % Inhibisi DPPH Sampel DPPH 0,643 0,643 0,643 0,643 0,643 0,443 0,375 0,312 0,258 0,202 31,1042 41,6796 51,4774 59,8756 68,5848 Gambar 5. Kurva linier krim ekstrak ubi jalar ungu dengan % inhibisi Dari kurva tersebut dengan y = 0,0311x 22,597 digunakan untuk menghitung IC50 sehingga didapatkan IC50 krim ubi jalar ungu pada konsentrasi 881 ppm. Sebagai perbandingan digunakan larutan vitamin C sebagai antioksidan sintetis dengan aktivitas yang termasuk sangat kuat. Jurnal Akademi Farmasi Prayoga. Vol 10 No 2, 2025 Formulasi Dan Aktifitas Antioksidan Krim Ubi Jalar Ungu (Ipomoea Batatas L. ) Dengan Isopropil Miristat Tuty T Tabel 6. Aktivitas antioksidan Vitamin C Kosentrasi . Serapan % Inhibisi DPPH Vit. C DPPH 0,710 0,649 8,5915 0,710 0,562 20,8451 0,710 0,488 31,2676 0,710 0,406 42,8169 0,710 0,303 57,3239 Gambar 6. Kurva linier vitamin C dengan % inhibisi Dari persamaan garis linier y = 5,9718x Ae 3,662 digunakan untuk menghitung IC50 vitamin C yaitu 9 ppm. Aktivitas antioksidan suatu senyawa dinilai dari nilai IC50, dimana senyawa dengan nilai di bawah 50 ppm tergolong aktivitas antioksidan sangat kuat, antara 50Ae100 ppm termasuk kuat, 100Ae150 ppm dikategorikan sedang, dan 151Ae200 ppm tergolong lemah (Hartanto. Hansen, 2. Baik aktivitas antioksidan dari ekstrak maupun sediaan krim yang dihasilkan termasuk pada kategori antioksidan tergolong lemah. KESIMPULAN Ubi jalar ungu dapat dapat dibuat menjadi sediaan krim yang memenuhi evaluasi, sedangkan penggunaan isopropil miristat kelembaban kulit. SARAN Dapat menggunakan pengemulsi lain yang tidak bersifat basa sehingga ekstrak ubi jalar ungu dapat dipertahanakan dalam suasana asam. UCAPAN TERIMA KASIH