Journal of Pharmaceutical and Sciences Electronic ISSN: 2656-3088 DOI: https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Homepage: https://journal-jps. ORIGINAL ARTICLE JPS. 2026, 9. , 68-76 Formulation of Moringa Leaf Extract Effervescent Tablets (Moringa oleifera L. ) as a Nutritional supplement to Prevent Stunting Formulasi Tablet Effervescent Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L. ) sebagai Pemenuhan Nutrisi untuk Pencegahan Stunting Elpa Giovana Zola a*. Eka Syafitri a. Rahmadevi a. Dea Ayu Agustina a a Program Studi Farmasi. Universitas Adiwangsa Jambi. Jambi. Indonesia. *Corresponding Authors: elpagiovanazola@gmail. Abstract Stunting remains a significant nutritional problem in Indonesia, requiring practical and acceptable nutritional interventions. Moringa oleifera L. leaves are known to contain essential minerals such as zinc, iron, and iodine, which play an important role in supporting optimal growth. This study aimed to formulate effervescent tablets of Moringa leaf extract and evaluate their physical quality as an alternative nutritional supplement for stunting prevention. Moringa leaf extract was obtained through maceration and formulated into four effervescent tablet formulas with varying extract concentrations. The evaluations included granule flow properties, angle of repose, pH, size uniformity, weight uniformity, dispersion time. FTIR analysis, and hedonic testing. The results showed that all formulas met the physical quality requirements of effervescent The granules exhibited good flow characteristics with an angle of repose below 40A, while the tablet pH values ranged from 4,4 -5,8, indicating suitability for oral administration. All formulas complied with the standards for size and weight uniformity, and the dispersion time ranged from 1 to 2 minutes. FTIR analysis confirmed the presence of hydroxyl, carbonyl, nitroso, and benzene functional groups associated with flavonoids, saponins, and tannins, which contribute beneficial mineral content. Based on physical and organoleptic evaluations. Formula 2 showed the best combination of extract content and granule flow properties, while Formula 1 was the most preferred in terms of taste. Keywords: Moringa oleifera L. Effervescent Tablets. Nutritional Supplement. Stunting Prevention. Abstrak Stunting masih menjadi masalah gizi yang serius di Indonesia dan memerlukan upaya pemenuhan nutrisi yang efektif, aman, dan mudah dikonsumsi. Daun kelor (Moringa oleifera L. ) diketahui kaya akan mineral penting seperti seng, zat besi, dan iodium yang berperan dalam pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan serta mengevaluasi mutu fisik tablet effervescent ekstrak daun kelor sebagai alternatif suplemen nutrisi pendukung pencegahan stunting. Ekstrak daun kelor diperoleh melalui metode maserasi, kemudian diformulasikan menjadi empat formula tablet effervescent dengan variasi konsentrasi Evaluasi dilakukan terhadap sifat alir granul, sudut istirahat, pH, keseragaman ukuran, keseragaman bobot, waktu dispersi, analisis spektrum FTIR, serta uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua formula memenuhi persyaratan mutu fisik tablet effervescent, dengan kecepatan alir granul yang baik, sudut istirahat <40A, dan pH 4,4-5,8 yang sesuai untuk sediaan oral. Tablet juga memenuhi syarat keseragaman ukuran dan bobot, serta memiliki waktu dispersi 1Ae2 menit. Analisis FTIR mengonfirmasi adanya gugus hidroksil, karbonil, nitroso, dan benzena pada senyawa flavonoid, saponin, dan tanin yang berhubungan dengan kandungan mineral penting bagi pertumbuhan. Berdasarkan evaluasi fisik dan organoleptik. Formula 2 menunjukkan kombinasi terbaik antara kandungan ekstrak dan sifat alir granul, sedangkan Formula 1 paling disukai dari segi rasa. Kata Kunci: Moringa oleifera L. Tablet Effervescent. Suplemen Nutrisi. Pencegahan Stunting. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2026. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Copyright A 2020 The author. You are free to : Share . opy and redistribute the material in any medium or forma. and Adapt . emix, transform, and build upon the materia. under the following terms: Attribution Ai You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use. NonCommercial Ai You may not use the material for commercial purposes. ShareAlike Ai If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original. Content from this work may be used under the terms of the a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. International (CC BY-NC-SA 4. License Article History: Received:04/11/2025. Revised:02/01/2026. Accepted:02/01/2026. Available Online: 17/01/2026,. QR access this Article https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Pendahuluan Stunting di Indonesia menjadi permasalahan kesehatan yang harus di tangani secara serius yang dapat memberi dampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan, sehingga kasus ini harus segera diselesaikan . Kasus stunting di Indonesia tahun 2022 masih terbilang tinggi menurut riskesdas yaitu 21,6% dari seluruh populasi penduduk Indonesia. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada tubuh dan otak, yang sering disebut dengan kegagalan pertumbuhan . rowth falterin. yang disebabkan oleh akumulasi kekurangan nutrisi yang berlangsung lama, dimulai dari masa kehamilan hingga usia 24 bulan . Salah satu faktor yang menyebabkan kasus ini adalah pemberian makanan pendamping yang terbatas dalam jumlah, kualitas dan variasi jenisnya, sehingga kurangnya asupan mineral untuk pertumbuhan terutama zink dan Fe . at bes. Zink berperan dalam pembelahan sel pada manusia, sedangkan Fe bertanggung jawab pembentukan sel darah merah . Pentingnya pemberian suplemen seperti vit A, iodium, zinc, serta zat besi sebagai strategi pencegahan, peneliti terus melakukan eksplorasi terhadap potensi sumber daya alam Indonesia sebagai alternative penanggulangan stunting. Berbagai tanaman lokal telah menunjukkan aktivitas yang menjanjikan, salah satunya daun kelor yang dapat memuhi kebutuhan tersebut . Daun kelor mengandung vitamin C hingga 7 kali lebih banyak dibandingkan jeruk, vitamin A, 10 kali lebih banyak dibandingkan wortel, kalsium 17 kali lebih banyak dibandingkan susu, protein 9 kali lebih banyak dibandingkan yoghurt, kalium 15 kali lebih banyak dibandingkan pisang, dan zat besi 25 kali lebih banyak dibandingkan bayam . Oleh karena itu, kandungan nutrisi dalam daun kelor menjadi alternatif yang baik untuk mendukung kebutuhan nutrisi, terutama selama masa pertumbuhan. Suplemen ini berbentuk tablet Effervescent yang mempunyai keuntungan larut dalam air dan diminum secara oral dalam bentuk larutan, dosis tepat, menutupi rasa, bau khas dari ekstrak daun kelor sehingga meningkatkan kepatuhan dalam mengomsumsi obat. Hingga saat ini belum terdapat penelitian yang memformulasikan ekstrak daun kelor dalam bentuk sediaan tablet effervescent yang secara khusus ditujukan untuk pencegahan stunting. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada formulasi dan evaluasi mutu fisik serta organoleptik tablet effervescent ekstrak daun kelor sebagai tahap awal dalam pengembangan suplemen nutrisi pendukung pencegahan stunting. Metode Penelitian Berdasarkan studi pustaka peneliti ingin membuat sediaan farmasi untuk mempermudah aplikasi penggunaan secara oral yang larutan yaitu Tablet Effervescent Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L. sebagai pemenuhan kebutuhan stunting, penelitian ini bertujuan untuk melihat aktivitas dari Tablet Effervescent Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L. ) yang berperan sebagai pemenuhan kebutuhan stunting karena sebelumnya belum ada informasi pengujian ilmiah dari Tablet Effervescent Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L. ) sebagai pemenuhan kebutuhan stunting. Bahan dan Alat Bahan-bahan yang digunakan berupa Daun Kelor (Moringa oleifera L. Etanol 96%. Asam sitrat. Asam tartarat. Maltodextrin. Laktosa. PEG 6000. PVP. Natrium Bikarbonat. Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2026. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Alat yang digunakan pada penelitian ini meliputi neraca analitik (Shimadzu AUYA), kertas perkamen, cawan uap, kaca arloji, lumpang, alu, pH meter (HannaA). Oven (MemmertA). Lemari pendingin (PanasonicA), pipet tetes, penggaris, jangka sorong, sarung tangan, gunting dan alat-alat gelas yang umum digunakan di laboratorium teknologi farmasi. Metode Penelitian Sebanyak 4 kg simplisia daun kelor (Moringa oleifera L. ) dimaserasi dengan etanol 96% dengan perbandingan 1:3 pelarut. Maserasi dilakukan selama 3x24 jam. Hasil maserasi kemudian diuapkan dengan menggunakan rotary evaporator untuk mendapatkan ekstrak kental dengan suhu 55oC hingga diperoleh ekstrak kental dengan rendemen 13%. Pembuatan tablet effervecent dilakukan dengan metode granulasi basah, membuat dua fase granul yaitu granul fase asam: mencampurkan asam sitrat, asam tartarat, polivinilpiridon, maltodekstrin dan granul fase basa: mencampurkan natrium bikarbonat, fruktosa, dan ekstrak yang akan digunakan. masing-masing lumpang homogenkan selama 15 menit, kemudian setelah semua fase granul dihomogenisasi, campurkan kedua fase granul menjadi satu dalam lumpang lalu dihomogenkan kembali selama 10 menit. Dan tambahkan PEG 6000, lalu dihomogenkan kembali dan setelah itu di oven selama 5 menit dengan suhu 30A Cuntuk pengeringan ekstrak di dalam tablet supaya kadar air ekstrak dalam tablet berkurang dan menghindari kelembaban pada tablet yang mengakibatkan senyawa asam dan basa Setelah dioven diamkan granul hingga dingin setelah itu granul dapat dikempa menjadi sediaan tablet effervescent. Tabel 1. Rancangan Formula Sediaan Tablet effervecsent ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L. Nama Bahan Ekstrak daun kelor Asam Sitrat Asam Tartarat Natrium Bikarbonat Polivinilpiridon (PVP) Maltodektrin PEG 6000 Laktosa Berat Sediaan pertablet . 0 m. 52,4 mg 104,8 mg 157 mg ad 100% ad 100% ad 100% ad 100% Evaluasi Granul dan sediaan tablet Uji Organoleptik Pengujian organoleptik mengunakan panca indera, untuk mendeskripsikan bentuk, warna, rasa dan bau secara visual. Uji Sifat Alir dan Sudut Istirahat Dilakukan dengan menimbang granul sebanyak 25 gram, granul dituangkan secara perlahan-lahan ke dalam corong flow tester, melalui tepi corong dalam kondisi ujungnya tertutup. Setelah itu, tutup corong dibuka sehingga granul dapat mengalir keluar, dan waktu yang dibutuhkan untuk seluruh granul melewati corong dicatat menggunakan stopwatch. Data tersebut digunakan untuk menghitung kecepatan alir granul. Selain itu, pengujian ini juga digunakan untuk menentukan sudut istirahat granul. Pengamatan dilakukan dengan mengukur sudut yang terbentuk antara permukaan datar dengan puncak gundukan granul setelah Nilai tinggi dan diameter gundukan granul kemudian digunakan dalam perhitungan sudut . Uji pH Tablet effervescent dilarutkan dalam aquades, lalu dilakukan pengukuran pH. Nilai pH dapat dibaca pada display alat pH meter . Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2026. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Keseragaman ukuran Pengujian keseragaman ukuran dilakukan dengan mengukur diameter serta ketebalan 20 tablet menggunakan jangka sorong. Suatu tablet dianggap memenuhi persyaratan apabila diameter yang dimiliki tidak lebih dari tiga kali ketebalannya dan tidak kurang dari sepertiga dari ketebalan tersebut . Keseragaman bobot Uji keseragaman bobot membutuhkan 30 tablet yang ditimbang satu persatu menggunakan neraca Bobot dari 30 tablet dihitung rata-ratanya dan dihitung penyimpangannya. Tidak boleh ada 2 tablet yang menyimpang lebih besar ataupun lebih kecil dari 7,5% dan tidak boleh ada satupun tablet yang menyimpangi lebih dari ataupun kurang dari 15% . Waktu Dispersi Tablet effervescent dilarutkan didalam beaker gelas berisi air 200 mL. Waktu larut dihitung dengan menggunakan stopwatch dimulai dari tablet dimasukkan kedalam aquades sampai semua tablet terlarut dan gelembung-gelembung disekitar wadah mulai menghilang. Waktu larut tablet effervescent yang baik<2 menit. Uji FTIR Uji FTIR digunakan untuk menentukan gugus fungsi dalam suatu molekul, menganalisis komposisi campuran, dan memeriksa kemurnian bahan. Letakan sampel secukupnya di atas pelat kristal ATR (Attenuated Total Reflectenc. Pastikan sampel menutupi palet kristal ATR, masukan ID sampel dan data lainya terkait sampel yang akan diamati. Pengujian tingkat kesukaan responden . ji Hedoni. Setelah dilakukan evaluasi tablet pada ketiga formula tablet effervescent ekstrak daun kelor, dilakukan uji hedonik atau kesukaan, dilakukan pada 25 panelis dengan mencicipi tablet effervescent dan menilai dari rasa manis yang pas untuk menutupi rasa khas dari ekstrak daun kelor. Hasil dan Pembahasan Determinasi tanaman dilakukan di Herbarium Jatinangor. Laboratorium Taksonomi Tumbuhan. Jurusan Biologi FMIPA UNPAD No. 40/HB/10/2025. Hasil determinasi tanaman menunjukkan bahwa tanaman yang digunakan adalah benar daun Kelor (Moringa oleifera L. Hasil pengamatan organoleptis dari granul dan sediaan jadi, semua sediaan berbentuk solid, berbau khas, dan semakin tinggi konsentrasi ekstrak semakin pekat warna granul dan juga tablet. Tablet effervecsent daun kelor (Moringa oleifera L. ) dibuat dalam 4 formula dengan konsentrasi ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L. Ekstrak yang berbeda yaitu (F. 0 gram, (F. 52,4 mg, (F. 104,8 mg, (F. 157 mg dibuat berbagai macam konsentrasi untuk mendapatkan perbandingan formula tablet yang baik dan memiliki efektivitas. Gambar 1. Tablet effervecsent ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L. Evaluasi organoleptis dengan melihat sifat fisik yang diamati meliputi warna, bentuk dan bau dari Evaluasi organoleptis menunjukkan bahwa sediaan F0. F1. F2. F3 memiliki warna yang berbeda pada setiap formulasi dilihat dari warna, karena pengaruh dari jumlah ekstrak yang berbeda tiap formula. semakin tinggi konsentrasi ekstrak aktif maka semakin pekat warna dari tablet tersebut. Jika dilihat dari bentuk dan bau semua formula memiliki bentuk dan bau yang sama yaitu bentuk solid dan bau yang khas. Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2026. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Formula rata-rata laju alir granul Menit Rata-rata laju alir 6,413 A 0,115 5,863 A 0,221 5,313 A 0,187 4,603 A 0,057 Gambar 2. Data laju alir Menunjukkan bahwa seluruh formulasi memiliki kecepatan alir granul yang baik, yaitu 4,6-6,4 g/detik. Menurut farmakope rentang laju alir yang baik yaitu berada pada 4-10 g/detik. Kecepatan alir granul dipengaruhi oleh bentuk serta ukuran granul. Semakin besar ukuran granul, maka sifat alirnya akan semakin baik. Selain itu, kemampuan alir yang baik juga ditentukan oleh tingkat kohesivitas granul. Granul yang dihasilkan pada penelitian ini dapat dipertahankan dalam kondisi tidak lembap . rata-rata sudut istirahat 18,586 A 0,028 18,933 A 0,083 19,443 A 0,049 20,210 A 0,032 rata-rata sudut istirahat granul Formula Gambar 3. Data sudut istirahat Menunjukkan bahwa seluruh formulasi memiliki sudut istirahat kurang dari <40A. Parameter ini dipengaruhi oleh ukuran partikel, semakin kecil partikel semakin tinggi kohesivitasnya, sehingga aliran menjadi lebih lambat dan sudut istirahat yang terbentuk semakin besar meningkat . Formula rata-rata pH 5,8843 A 0,016 5,146 A 0,020 4,863 A 0,012 4,443 A 0,024 rata-rata pH Gambar 4. Data uji pH Pengujian pH dilakukan untuk mengetahui kesesuaian karakteristik tablet yang dihasilkan. Berdasarkan hasil, seluruh formulasi menunjukkan rentang pH 4,4 Ae 5,8. komposisi bahan yang bersifat Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2026. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. asam maupun basa dalam formulasi sangat memengaruhi pH akhir sediaan. Nilai pH pada setiap formula tersebut mencerminkan keseimbangan komponen-komponen tersebut. Rata-rata ukuran diameter 1,153 A 0,004 1,150 A 0,001 1,154 A 0,002 1,151 A 0,002 rata-rata ukuran diameter tablet Formula 1,15 Gambar 5. Data ukuran diameter tablet Rata-rata ukuran ketebalan 1,663 A 0,012 1,673 A 0,004 1,650 A 0,008 1,653 A 0,016 rata-rata ukuran ketebalan tablet Formula Gambar 6. Data ukuran ketebalan tablet Berdasarkan pada hasil uji keseragaman ukuran diameter dan tebal tablet menunjukkan bahwa diameter tablet tidak melebihi tiga kali tebal tablet dan tidak kurang dari sepertiga tebal tablet. Temuan ini menandakan bahwa seluruh tablet telah memenuhi standar keseragaman ukuran. Tebal tablet dipengaruhi oleh besarnya tekanan punch selama proses pencetakan, sedangkan diameter tablet ditentukan oleh ukuran die yang digunakan. Pengujian dilakukan dengan mengukur tebal dan diameter tablet menggunakan jangka sorong. Ukuran tablet yang dihasilkan pada pengujian ini tidak terpengaruh oleh variasi bahan yang digunakan . Rata-rata keseragaman bobot 997,503 A 0,694 991,346 A 0,522 995,190 A 0,283 998,636 A 0,267 rata-rata keseragaman bobot tablet Formula Gambar 7. Data keseragaman bobot Data tersebut memperlihatkan bahwa tidak ada dua tablet yang melampaui batas penyimpangan 7,5% dan tidak ada satu tablet yang melebihi batas 15%. Dengan demikian, tablet telah memenuhi persyaratan keseragaman sesuai standar yang berlaku. Sifat alir granul yang baik berkontribusi pada keseragaman sediaan tersebut. Selain itu, variasi bahan yang digunakan tidak mempengaruhi fluktuasi Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2026. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. bobot tablet yang dihasilkan Dengan demikian, variasi asam maupun lubrikan pada penelitian ini tetap menghasilkan tablet yang memenuhi persyaratan keragaman bobot . Rata-rata waktu dispersi 1,350 A 0,026 1,443 A 0,020 1,550 A 0,016 1580 A 0,008 rata-rata waktu dispersi tablet Menit Formula Gambar 8. Data waktu dispersi Untuk setiap formulasi, 3 tablet digunakan dalam uji waktu larut. Tablet ditempatkan dalam gelas berisi 200 mL air, kemudian waktu pelarutannya diukur dengan stopwatch sejak tablet dimasukkan hingga larut sepenuhnya. Hasil uji menunjukkan bahwa semua formula tablet effervecsent larut sempurna dalamwaktu kurang dari 2 menit. Memiliki selisih waktu yang tidak jauh berbeda hal ini dipengaruhi oleh variasi ekstrak . Gambar 9. Data overlay FTIR Hasil analisis FTIR pada gambar 9 Spektrum FTIR mengkonfirmasi keberadaan gugus kimia bioaktif seperti hidroksil O-H . 7,07cm-. , gugus fungsi karbonil C=O . 1,47 cm-. , benzena yang berada dalam senyawa atau rantai gugus fungsi flavonoid O-H . C=O . CH . , pada gugus fungsi saponin O-H . C-H . C=O . C=C . dan tannin O-H . C-H . C=O . C=C. yang diperlukan untuk pemulihan kasus stunting, selain itu adanya interaksi antara ekstrak dan ekspesien mengakibatkan pergeseran dan penambahan puncak. Tabel 2. Data uji hedonik Tingkat kesukaan Warna Rasa Bau Warna Rasa Bau Warna Rasa Bau Total Keterangan : : sangat tidak suka 2 . : tidak suka 3 . : suka 4 (Empa. : sangat suka Data hasil uji hedonik menunjukkan bahwa F1 sangat disukai dari segi rasa dan bau sedangkan F2 sangat disukai dari segi tampilan warna. Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2026. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa formulasi tablet effervescent ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L. F0. F1. F2. F3 ekstrak daun kelor memenuhi semua persyaratan fisik sediaan effervescent yang baik. Formula dengan konsentrasi ekstrak F2 menunjukkan sifat alir granul yang optimal, sedangkan formula dengan konsentrasi ekstrak F1 paling diterima secara organoleptik dan hedonik. Sediaan ini berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai suplemen nutrisi, namun memerlukan uji stabilitas, analisis kuantitatif kandungan mineral, dan uji efikasi in-vivo untuk memastikan klaim pencegahan stunting. Ucapan Terima Kasih Terimakasih kepada Direktorat Riset. Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang telah memberikan pendanaan melalui skema hibah PDP Nomor Kontrak 131/C3/DT. 00/PL/2025. 035/LL10/DT. 00/PL/2025, 001/PLT/LPPM/2025 dan dan Terimakasih kepada LPPM Universitas Adiwangsa Jambi. Referensi Black. , & Heidkamp. Causes ofstunting and preventive dietary interventions in NestleNutrition Institute Workshop Series. https://doi. org/10. 1159/000486496 Karlsson. Kim. Bogin. , & SV. Maternal height-standardized prevalence of stunting in 67 low-and middle-income countries. Journal of Epidemiology, 32. , 337Ae344. https://w. jp/article/jea/32/7/32_JE20200537/_article/-char/ja/ Hoffman. Sawaya. Verreschi, & Tucker. Why are nutritionally stunted children at increased risk of obesity? Studies of metabolic rate and fatoxidation in shantytown children from Syo Paulo, 71, 702-715. Bloem. Pee. Hop. Khan. NC. Laillou, et al. Key strategies to further reduce stunting in Southeast Asia: Lessons from the ASEAN countries workshop. Food and Nutrition Bulletin, 34 . Correction to Vol. No. 1 (Supplement . : International Zinc Nutrition Consultative Group (Izinc. Technical Document #1. Food Nutr Bull. 2004 Jan. :216Ae216. Kurniasih. Khasiat dan manfaat daun kelor untuk penyembuhan berbagai penyakit. Pustaka Baru