Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Langit Biru Politeknik Penerbangan Indonesia Curug Vol. 07 No. 01 | Maret 2026 Hal. 85 - 94 Edukasi Pencatatan Keuangan Sederhana Berbasis Kas Untuk Santri Pesantren Quantum Idea Yolifiandri 1. Islamiah Kamil 2. Erfiana Wahyuningsih3. Sri Anjarwati4 1,2,3,4 Universitas Dian Nusantara. DKI Jakarta. Indonesia E-mail: 1yolifiandri@undira. id, 2islamiah. kamil@undira. wahyuningsih@undira. id , 4sri. anjarwati@undira. Received : 27 Desember 2025 Revised : 9 Maret 2026 Accepted : 27 Maret 2026 Abstrak Di era sekarang, santri tidak hanya perlu memahami ilmu agama, tetapi juga perlu memiliki kemampuan mengelola keuangan agar lebih mandiri di masa depan. Pondok Pesantren Quantum Idea di Jl. Camar No. Kelurahan Jatiraden. Kecamatan Jatisampurna. Kota Bekasi. Jawa Barat, berkomitmen membekali santrinya dengan pengetahuan karakter, kewirausahaan, dan keterampilan praktis. Program Edukasi Pencatatan Keuangan Sederhana Berbasis Kas ini muncul karena banyak santri yang semangat berwirausaha, tetapi masih kesulitan dalam mencatat dan mengelola keuangan dengan baik. Kurangnya pemahaman tentang literasi keuangan membuat arus kas, keuntungan, dan modal sulit dipantau. Padahal, pencatatan kas yang rapi penting agar usaha pesantren bisa berjalan dengan stabil dan Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan santri dalam memahami konsep dasar arus kas dan membuat laporan keuangan sederhana sesuai prinsip syariah. Santri akan belajar mencatat kas masuk dan keluar secara manual maupun digital serta menerapkan perencanaan keuangan untuk usaha maupun kebutuhan pribadi. Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan interaktif dengan contoh usaha pesantren, pendampingan praktik pencatatan, dan evaluasi hasil belajar melalui pre-test dan post-test. Kata Kunci: cash flow. kemandirian ekonomi. literasi keuangan. Abstract In today's era. Islamic boarding school students not only need to understand religious knowledge but also need to have the ability to manage finances to be more independent in the Quantum Idea Islamic Boarding School on Jl. Camar No. Jatiraden Village. Jatisampurna District. Bekasi City. West Java, is committed to equipping its students with character education, entrepreneurship, and practical skills. This Simple Cash-Based Financial Recording Education Program emerged because many students are enthusiastic about entrepreneurship but still struggle to record and manage their finances properly. A lack of understanding of financial literacy makes it difficult to monitor cash flow, profits, and capital. However, accurate cash recording is essential for the stable and sustainable running of Islamic boarding school businesses. The goal of this activity is to improve students' ability to understand the basic concepts of cash flow and create simple financial reports in accordance with sharia principles. Students will learn to record incoming and outgoing cash manually and digitally and apply financial planning for both business and personal needs. The activities were Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Langit Biru Politeknik Penerbangan Indonesia Curug carried out in several stages: outreach, interactive training with examples of Islamic boarding school businesses, mentoring in practical recording, and evaluation of learning outcomes through pre- and post-tests. Keywords: cash flow. economic independence. financial literacy. Islamic boarding Pendahuluan Pondok Pesantren Quantum Idea berlokasi di Jl. Camar No. Kelurahan Jatiraden. Kecamatan Jatisampurna. Kota Bekasi. Jawa Barat. Pesantren ini merupakan lembaga pendidikan Islam modern yang menggabungkan pembelajaran agama dengan pelatihan kewirausahaan dan keterampilan praktis. Letaknya yang strategis di kawasan semi-perkotaan memudahkan akses ke pusat pendidikan dan perdagangan, sehingga memiliki potensi besar untuk mengembangkan kegiatan ekonomi produktif. Selain kegiatan pendidikan agama, pesantren memiliki berbagai unit usaha seperti kantin, percetakan sederhana, penjualan kerajinan tangan, perkebunan, dan peternakan. Santri aktif mengelola kebun sayuran dan tanaman hias serta menjual hasil panen kepada masyarakat sekitar. Di bidang peternakan, santri juga beternak ayam, ikan, dan kambing untuk memenuhi kebutuhan internal pesantren sekaligus menambah pemasukan ekonomi. Namun, kegiatan ekonomi tersebut masih bersifat sederhana dan belum menggunakan sistem pencatatan keuangan yang teratur. Berdasarkan hasil wawancara dengan pengelola, pencatatan arus kas harian belum dilakukan secara sistematis dan belum ada format pembukuan baku. Padahal, santri menunjukkan minat tinggi dalam kegiatan wirausaha dan pengelolaan hasil produksi pesantren. Sekitar 60% santri aktif dalam pelatihan bisnis, produksi makanan ringan, dan penjualan produk hasil kebun maupun ternak. Kondisi ini menunjukkan potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif pesantren, namun masih ada kesenjangan dalam kemampuan mengelola dan mencatat keuangan. Melalui Edukasi Pencatatan Keuangan Sederhana Berbasis Kas, diharapkan santri dapat meningkatkan literasi keuangan agar kegiatan usaha mereka lebih terarah, tertib, dan berkelanjutan. Berdasarkan hasil observasi dan diskusi dengan pimpinan Pondok Pesantren Quantum Idea, ditemukan beberapa permasalahan utama yang menjadi dasar pelaksanaan program Edukasi Pencatatan Keuangan Sederhana Berbasis Kas. Pertama, tingkat literasi keuangan santri dan pengelola usaha masih rendah. Banyak dari mereka belum memahami cara mencatat arus kas masuk dan keluar secara benar. Sebagian besar transaksi masih dicatat manual dan tidak teratur, bahkan sering tanpa bukti tertulis. Kedua, belum ada sistem pencatatan keuangan yang terstandar. Format jurnal kas atau laporan arus kas belum digunakan, sehingga pengelola kesulitan melakukan evaluasi keuangan dan merencanakan modal usaha dengan baik. Ketiga, pelatihan dan pendampingan mengenai pengelolaan keuangan berbasis syariah masih minim. Padahal pesantren memiliki visi ekonomi syariah yang seharusnya mencakup prinsip seperti pembagian keuntungan . dan penghindaran riba. Keempat, manajemen usaha pesantren masih belum berjalan profesional. Sebagian unit usaha dikelola berdasarkan inisiatif santri tanpa pendampingan intensif. ISSN: 2745-696X. e-ISSN : 2746-4881 DOI: https://doi. org/10. 54147/jpkm. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Langit Biru Politeknik Penerbangan Indonesia Curug Struktur tanggung jawab antara pengurus, pengajar, dan santri dalam mengelola keuangan juga belum jelas. Kelima, akses terhadap informasi dan teknologi belum dimanfaatkan Meskipun tersedia komputer dan internet, penggunaannya belum diarahkan untuk pencatatan keuangan atau pelaporan hasil usaha. Secara keseluruhan, kegiatan ekonomi pesantren sudah berjalan mulai dari pelatihan produksi hingga penjualan hasil kebun, ternak, dan produk santri. Namun, rantai kegiatan ini belum terhubung dengan sistem pencatatan keuangan yang baik. Tidak adanya pemisahan antara modal, laba, dan biaya operasional membuat laporan keuangan sulit disusun secara akurat dan transparan. Pesantren Quantum Idea memiliki hubungan yang baik dan saling mendukung dengan masyarakat sekitar. Banyak warga yang menjadi pemasok bahan baku untuk kegiatan usaha pesantren, seperti bahan makanan dan alat tulis. Sebaliknya, hasil produksi santri, seperti makanan ringan dan kerajinan, dijual kembali ke warung dan toko di sekitar pesantren. Hubungan ini berjalan harmonis dan saling menguntungkan. Namun, potensi ekonomi yang besar antara pesantren dan masyarakat belum dimanfaatkan secara maksimal. Keterbatasan dalam manajemen dan pemahaman keuangan membuat kerja sama ekonomi belum berkembang dengan optimal. Secara ekonomi. Kecamatan Jatisampurna memiliki perkembangan UMKM yang cukup pesat. Berdasarkan data BPS Kota Bekasi tahun 2024, sekitar 35% pelaku usaha kecil di wilayah ini belum memiliki sistem pencatatan keuangan yang teratur. Hal ini menunjukkan bahwa masalah literasi keuangan tidak hanya dialami oleh santri di Pesantren Quantum Idea, tetapi juga masyarakat di sekitarnya. Melalui program Edukasi Pencatatan Keuangan Sederhana Berbasis Kas, diharapkan sinergi antara pesantren dan masyarakat dapat meningkat, sehingga keduanya mampu mengelola keuangan usaha dengan lebih baik dan produktif. Gambar 1: Produk Inovasi Para Peserta Santri Pesantren Quantum Idea ISSN: 2745-696X. e-ISSN : 2746-4881 DOI: https://doi. org/10. 54147/jpkm. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Langit Biru Politeknik Penerbangan Indonesia Curug Pesantren Quantum Idea memiliki peluang besar untuk menjadi contoh pesantren yang mandiri secara ekonomi melalui pengelolaan keuangan yang kreatif dan transparan. Sarana yang tersedia sudah cukup memadai, seperti ruang kelas yang nyaman, laboratorium komputer, dan jaringan internet yang stabil. Dukungan dari pimpinan pesantren juga sangat Pengasuh berkomitmen membangun ekosistem ekonomi santri yang mendorong kemandirian finansial melalui kegiatan usaha dan pencatatan keuangan yang tertib. Semangat santri yang tinggi dan dukungan lembaga yang solid menjadi modal penting untuk menjalankan program Edukasi Pencatatan Keuangan Sederhana Berbasis Kas. Dengan fasilitas dan motivasi tersebut, pesantren berpotensi mengembangkan sistem pencatatan keuangan digital sederhana menggunakan aplikasi spreadsheet atau perangkat mobile. Langkah ini akan membantu meningkatkan akuntabilitas usaha, mempermudah pengawasan arus kas, serta memperkuat kemampuan literasi keuangan santri melalui praktik langsung di lingkungan pesantren. Tujuan kegiatan Edukasi Pencatatan Keuangan Sederhana Berbasis Kas untuk Santri Pesantren Quantum Idea adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan santri dalam mengelola keuangan secara tertib dan transparan di lingkungan pesantren. Program ini dirancang agar santri memiliki kemampuan praktis dalam mencatat transaksi keuangan, menganalisis arus kas, serta menyusun laporan keuangan sederhana sesuai prinsip syariah. Melalui pelatihan ini, santri akan belajar mencatat pemasukan dan pengeluaran secara sistematis, mengelompokkan transaksi, membuat laporan kas bulanan, serta memahami keseimbangan antara modal dan keuntungan usaha. Kegiatan ini juga mendorong peningkatan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan pada unit usaha pesantren seperti kantin, percetakan, perkebunan, dan peternakan agar lebih profesional dan Selain memberikan manfaat langsung bagi santri, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Mahasiswa berperan dalam pendampingan dan edukasi, sehingga kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi santri dalam pengelolaan keuangan berbasis nilai Islam, tetapi juga memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu akuntansi di lingkungan sosial-keagamaan. Program ini mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU) 3, yaitu dosen berkegiatan di luar kampus melalui kegiatan pelatihan masyarakat, serta IKU 2, mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus. Dengan pendekatan ini, diharapkan tercipta budaya finansial yang disiplin, transparan, dan mandiri di lingkungan Pesantren Quantum Idea Metode Mitra dalam kegiatan Edukasi Pencatatan Keuangan Sederhana Berbasis Kas untuk Santri Pesantren Quantum Idea adalah Pondok Pesantren Quantum Idea dengan target audiens 45 Santri. Pesantren ini menghadapi tiga masalah utama, yaitu rendahnya pemahaman santri dalam mengelola keuangan, belum optimalnya penggunaan teknologi digital untuk pencatatan kas, dan belum diterapkannya prinsip keuangan syariah dalam kegiatan ekonomi pesantren. Untuk mengatasi hal tersebut, program dilaksanakan melalui lima tahapan: sosialisasi, pelatihan, pendampingan, evaluasi, dan keberlanjutan. ISSN: 2745-696X. e-ISSN : 2746-4881 DOI: https://doi. org/10. 54147/jpkm. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Langit Biru Politeknik Penerbangan Indonesia Curug Sosialisasi program, tahap awal ini bertujuan mengenalkan program kepada santri dan pengurus pesantren serta membangun kesadaran tentang pentingnya pencatatan keuangan yang Langkah kegiatan: menjelaskan tujuan, manfaat, dan sistem pencatatan berbasis kas. melakukan pre-test untuk mengetahui pemahaman awal santri. diskusi dan tanya jawab tentang pengalaman dan kendala santri dalam mengelola uang. membagikan leaflet dan modul mengajak peserta berkomitmen mengikuti seluruh kegiatan pelatihan. Pelatihan pencatatan keuangan sederhana, tahapan ini berfokus pada peningkatan kemampuan santri dalam mencatat dan menyusun laporan arus kas. Materi pelatihan mencakup: konsep dasar keuangan dan arus kas . odal, pendapatan, dan pengeluara. latihan mencatat transaksi keuangan harian unit usaha pesantren. pembuatan laporan kas sederhana menggunakan format manual dan digital. penerapan nilai syariah seperti amanah dan tanggung simulasi langsung dari transaksi nyata pesantren seperti penjualan hasil kebun dan Pendampingan berkelanjutan, pendampingan dilakukan secara rutin agar santri dapat menerapkan ilmu pelatihan dengan benar. Kegiatan meliputi: bimbingan mingguan dalam penyusunan laporan kas. akses modul dan video pembelajaran digital melalui google drive. konsultasi online untuk membantu kendala teknis. pemantauan hasil pencatatan santri secara langsung untuk menjaga akurasi data. Evaluasi program, evaluasi dilakukan untuk menilai sejauh mana kegiatan berdampak pada peningkatan literasi keuangan santri. Tahapan evaluasi: evaluasi proses selama pelatihan evaluasi hasil akhir melalui perbandingan pre-test dan post-test. refleksi bersama antara pengurus dan santri terkait manfaat dan penerapan pelatihan. keberlanjutan program, tahap ini memastikan hasil pelatihan tetap berjalan setelah kegiatan PKM berakhir. Langkah kegiatan: membentuk tim amanah keuangan santri untuk mengelola sistem pencatatan digital. membangun komunitas literasi keuangan santri sebagai wadah berbagi pengalaman. menjalin kerja sama dengan universitas dan lembaga keuangan syariah untuk pelatihan lanjutan. memperbarui modul dan sistem pencatatan sesuai kebutuhan Partisipasi mitra, peran aktif pesantren menjadi kunci keberhasilan program. Partisipasi mitra meliputi: menyediakan tempat dan fasilitas pelatihan. mendorong kehadiran serta komitmen santri mengikuti kegiatan hingga selesai. mengimplementasikan hasil pelatihan dengan menggunakan sistem pencatatan digital berbasis prinsip syariah dalam kegiatan ekonomi pesantren. Hasil dan Pembahasan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam program Edukasi Pencatatan Keuangan Sederhana Berbasis Kas untuk santri Pesantren Quantum Idea diarahkan untuk meningkatkan kemampuan santri dalam mencatat dan mengelola keuangan secara teratur, sistematis, dan bertanggung jawab. Program ini memadukan prinsip dasar akuntansi dengan pemanfaatan teknologi digital sederhana yang mudah diakses dan digunakan oleh santri. Pendekatan tersebut dipilih agar proses pembelajaran dapat diterima secara optimal tanpa menimbulkan hambatan teknis, sekaligus tetap relevan dengan kebutuhan pengelolaan unit usaha pesantren. Ilmu akuntansi diterapkan melalui pelatihan langsung yang berfokus pada pengenalan jenis transaksi keuangan, pencatatan pemasukan dan pengeluaran berbasis kas, serta penyusunan laporan arus kas harian dan bulanan. Santri dilatih menggunakan contoh nyata dari aktivitas ekonomi pesantren, seperti pengelolaan kantin, percetakan, hasil kebun, dan Melalui praktik ini, santri tidak hanya memahami konsep pencatatan keuangan. ISSN: 2745-696X. e-ISSN : 2746-4881 DOI: https://doi. org/10. 54147/jpkm. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Langit Biru Politeknik Penerbangan Indonesia Curug tetapi juga mampu menerapkannya dalam kegiatan usaha yang dijalankan pesantren. Pendekatan praktik langsung membantu santri membangun keterampilan pengelolaan keuangan yang aplikatif dan berkelanjutan. Teknologi digital berperan sebagai alat pendukung untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan pencatatan. Google Sheets digunakan sebagai media utama pencatatan arus kas karena memiliki antarmuka yang sederhana dan mendukung kolaborasi. Google Drive dimanfaatkan sebagai media penyimpanan terpusat untuk modul pelatihan, laporan keuangan, dan dokumentasi kegiatan. WhatsApp Group digunakan sebagai sarana komunikasi antara tim pendamping dan santri untuk berbagi laporan, menyampaikan perkembangan, serta mendiskusikan kendala pencatatan yang dihadapi. Seluruh teknologi tersebut dipilih karena bersifat gratis, mudah dioperasikan, dan dapat diakses melalui perangkat yang dimiliki santri, baik laptop maupun ponsel. Penggunaan Google Sheets memungkinkan data keuangan tersimpan secara otomatis di sistem berbasis cloud sehingga lebih aman dan mudah diakses oleh pengurus pesantren. Fitur kolaborasi mendukung pembaruan data secara real-time dan memungkinkan pengawasan Google Drive memudahkan pengelolaan arsip keuangan dan dokumen pendukung secara terstruktur. Sementara itu. WhatsApp Group mempercepat koordinasi dan komunikasi, sehingga proses pencatatan dan pelaporan dapat dilakukan secara lebih responsif. Penerapan IPTEKS dalam program ini memberikan manfaat nyata bagi santri dan pengelola pesantren. Santri menjadi lebih memahami pentingnya pencatatan keuangan yang rapi dan konsisten. Proses pelaporan menjadi lebih cepat, mudah ditelusuri, dan dapat Data keuangan tersimpan dengan aman dan dapat diakses kapan saja. Selain itu, komunikasi antarpengelola menjadi lebih efektif, sehingga meningkatkan kepercayaan diri santri dalam mengelola keuangan pesantren secara profesional dan bertanggung jawab. Dari sisi manajemen risiko, penerapan IPTEKS membantu pesantren mengidentifikasi dan meminimalkan risiko keuangan, seperti kesalahan pencatatan, kehilangan data, dan penggunaan dana yang tidak terpantau. Sistem pencatatan digital memungkinkan pemantauan transaksi secara real-time dan memudahkan perbaikan apabila terjadi kesalahan tanpa menghilangkan data sebelumnya. Dengan dukungan komunikasi yang efektif, setiap kendala dapat segera ditangani. Melalui pendekatan ini, pesantren mampu membangun sistem keuangan yang transparan, akuntabel, dan selaras dengan nilai syariah seperti amanah, kejujuran, dan tanggung jawab. Gambar 2: Presentasi Materi Akuntansi Keaungan Berbasis Kas ISSN: 2745-696X. e-ISSN : 2746-4881 DOI: https://doi. org/10. 54147/jpkm. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Langit Biru Politeknik Penerbangan Indonesia Curug Kegiatan Edukasi Pencatatan Keuangan Sederhana Berbasis Kas dilaksanakan pada Pondok Pesantren Quantum Idea dengan melibatkan 45 santri sebagai peserta utama. Program ini dirancang untuk menjawab tiga permasalahan utama yang dihadapi pesantren, yaitu rendahnya pemahaman santri dalam mengelola keuangan, belum optimalnya pemanfaatan teknologi digital dalam pencatatan kas, serta belum terinternalisasinya prinsip keuangan syariah dalam kegiatan ekonomi pesantren. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, program dilaksanakan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, pendampingan, evaluasi, dan Pada tahap sosialisasi, kegiatan difokuskan pada pengenalan tujuan dan manfaat program serta pentingnya pencatatan keuangan berbasis kas dalam menunjang keberlanjutan unit usaha pesantren. Santri dan pengurus diberikan pemahaman awal mengenai sistem pencatatan sederhana yang akan digunakan. Pada tahap ini dilakukan pre-test untuk mengukur tingkat pemahaman awal santri terkait konsep dasar keuangan, pencatatan kas, penggunaan teknologi digital, serta pemahaman nilai-nilai keuangan syariah. Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar santri belum memahami konsep arus kas secara utuh dan belum terbiasa melakukan pencatatan transaksi keuangan secara terstruktur. Diskusi dan tanya jawab mengungkapkan bahwa pengelolaan keuangan santri masih bersifat informal dan tidak terdokumentasi dengan baik. Tahap pelatihan pencatatan keuangan sederhana menjadi inti dari kegiatan. Santri diberikan materi mengenai konsep dasar keuangan berbasis kas, meliputi modal, pendapatan, dan pengeluaran. Pelatihan dilanjutkan dengan praktik pencatatan transaksi keuangan harian dari unit usaha pesantren seperti kantin dan penjualan hasil kebun. Santri dilatih menyusun laporan arus kas sederhana baik secara manual maupun menggunakan Google Sheets. Pada tahap ini, nilai-nilai keuangan syariah seperti amanah, kejujuran, dan tanggung jawab ditekankan sebagai landasan utama dalam setiap aktivitas pencatatan keuangan. Simulasi transaksi nyata membantu santri memahami hubungan antara aktivitas ekonomi dan pencatatan keuangan secara konkret. Pendampingan berkelanjutan dilakukan untuk memastikan bahwa keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara konsisten. Pendampingan dilakukan secara mingguan dengan memberikan bimbingan langsung dalam penyusunan laporan kas. Santri juga memperoleh akses ke modul dan video pembelajaran melalui Google Drive sehingga dapat belajar secara mandiri. Konsultasi daring disediakan untuk membantu santri mengatasi kendala teknis, terutama dalam penggunaan pencatatan digital. Pemantauan langsung terhadap hasil pencatatan dilakukan untuk menjaga akurasi dan ketertiban data keuangan. Evaluasi program dilaksanakan secara formatif dan sumatif. Evaluasi formatif dilakukan selama proses pelatihan untuk mengamati perkembangan keterampilan santri. Evaluasi sumatif dilakukan melalui post-test yang menggunakan instrumen yang sama dengan pre-test. Hasil post-test menunjukkan peningkatan yang signifikan pada seluruh indikator literasi keuangan dan pencatatan kas santri. Selain itu, sesi refleksi bersama pengurus dan santri menunjukkan adanya perubahan sikap terhadap pentingnya pencatatan keuangan yang tertib dan transparan. Pada tabel 1 menunjukkan perbandingan hasil pre-test dan post-test literasi keuangan santri Pesantren Quantum Idea sebelum dan sesudah pelaksanaan program edukasi pencatatan keuangan berbasis kas. Pre-test dilakukan untuk mengukur pemahaman awal santri terhadap konsep dasar keuangan, pencatatan kas, pemanfaatan teknologi digital, serta nilai keuangan Post-test dilaksanakan setelah seluruh rangkaian sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan selesai. ISSN: 2745-696X. e-ISSN : 2746-4881 DOI: https://doi. org/10. 54147/jpkm. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Langit Biru Politeknik Penerbangan Indonesia Curug Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan pada seluruh indikator. Pemahaman konsep dasar keuangan dan arus kas meningkat dari 38 persen menjadi 86 persen. Kemampuan mencatat transaksi kas harian meningkat dari 32 persen menjadi 84 persen. Kemampuan menyusun laporan arus kas sederhana meningkat dari 28 persen menjadi 82 Pemanfaatan teknologi digital untuk pencatatan keuangan meningkat dari 25 persen menjadi 80 persen. Pemahaman nilai keuangan syariah meningkat dari 40 persen menjadi 88 Kemampuan praktik pencatatan keuangan unit usaha pesantren meningkat dari 22 persen menjadi 78 persen. Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa program efektif dalam meningkatkan literasi keuangan, keterampilan pencatatan kas, serta internalisasi nilai syariah pada santri. Tabel 1. Hasil Pre-test dan Post-test Indikator Penilaian Pemahaman konsep dasar keuangan dan arus kas Kemampuan mencatat transaksi kas harian Kemampuan menyusun laporan arus kas sederhana Pemanfaatan teknologi digital untuk pencatatan keuangan Pemahaman nilai keuangan syariah . manah dan tanggung jawa. Kemampuan praktik pencatatan keuangan unit usaha pesantren Sumber: Data diolah Penulis 2025 Pre-test (%) Post-test (%) Kemampuan menyusun laporan arus kas sederhana mengalami peningkatan dari 28 persen menjadi 82 persen. Peningkatan ini menunjukkan bahwa santri tidak hanya mampu mencatat transaksi, tetapi juga menyajikannya dalam bentuk laporan yang mudah dipahami. Pemanfaatan teknologi digital untuk pencatatan kas meningkat dari 25 persen menjadi 80 persen, yang menandakan bahwa penggunaan Google Sheets dan Google Drive dapat diterima dengan baik oleh santri meskipun sebelumnya belum terbiasa menggunakan teknologi tersebut. Pemahaman nilai keuangan syariah mengalami peningkatan dari 40 persen menjadi 88 Hal ini menunjukkan bahwa integrasi nilai amanah dan tanggung jawab dalam materi pelatihan berhasil membentuk kesadaran santri terhadap pentingnya etika dalam pengelolaan Kemampuan praktik pencatatan unit usaha pesantren juga meningkat secara signifikan dari 22 persen menjadi 78 persen, yang menandakan bahwa santri mampu menerapkan pencatatan keuangan pada aktivitas ekonomi nyata pesantren. Gambar 3: Tim Pegabdian Masyarakat dan Santri Pesantren Quantum ISSN: 2745-696X. e-ISSN : 2746-4881 DOI: https://doi. org/10. 54147/jpkm. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Langit Biru Politeknik Penerbangan Indonesia Curug Tahap keberlanjutan program dirancang untuk memastikan bahwa sistem pencatatan keuangan tetap berjalan setelah kegiatan PKM selesai. Pembentukan Tim Amanah Keuangan Santri menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan sistem pencatatan kas. Selain itu, pembentukan komunitas literasi keuangan santri membuka ruang berbagi pengalaman dan pembelajaran berkelanjutan. Kerja sama dengan universitas dan lembaga keuangan syariah direncanakan untuk mendukung pengembangan kapasitas santri di masa mendatang. Partisipasi aktif mitra berperan penting dalam keberhasilan program. Pesantren menyediakan fasilitas pelatihan, mendorong kehadiran santri secara penuh, serta berkomitmen mengimplementasikan sistem pencatatan digital berbasis prinsip syariah dalam kegiatan ekonomi pesantren. Secara keseluruhan, hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa program ini efektif dalam meningkatkan literasi keuangan, keterampilan pencatatan kas, pemanfaatan teknologi digital sederhana, serta internalisasi nilai keuangan syariah pada santri Pesantren Quantum Idea. Kesimpulan Kesimpulan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa Edukasi Pencatatan Keuangan Sederhana Berbasis Kas bagi santri Pesantren Quantum Idea menunjukkan bahwa program ini berjalan efektif dan mampu menjawab permasalahan utama yang dihadapi mitra. Program berhasil meningkatkan literasi keuangan santri, baik dalam memahami konsep dasar keuangan, melakukan pencatatan transaksi kas, menyusun laporan arus kas sederhana, memanfaatkan teknologi digital, maupun menginternalisasikan nilai-nilai keuangan syariah. Hasil evaluasi melalui perbandingan pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan yang signifikan pada seluruh indikator, yang menandakan adanya perubahan pengetahuan, keterampilan, dan sikap santri terhadap pengelolaan keuangan pesantren. Pendekatan pelaksanaan yang mengintegrasikan sosialisasi, pelatihan berbasis praktik langsung, serta pendampingan berkelanjutan terbukti efektif dalam membangun kemampuan santri secara aplikatif dan berkelanjutan. Penerapan teknologi digital sederhana seperti Google Sheets dan Google Drive mampu meningkatkan efisiensi pencatatan dan keamanan data keuangan pesantren tanpa menimbulkan hambatan teknis bagi santri. Selain itu, penekanan pada prinsip keuangan syariah seperti amanah, kejujuran, dan tanggung jawab berhasil memperkuat kesadaran etis santri dalam mengelola dana unit usaha pesantren. Partisipasi aktif pengurus dan santri dalam seluruh tahapan kegiatan menjadi faktor penting yang mendukung keberhasilan program. Berdasarkan hasil tersebut, beberapa saran dapat diajukan untuk pengembangan program selanjutnya. Pertama, sistem pencatatan keuangan berbasis kas yang telah diterapkan perlu dijadikan sebagai standar operasional pesantren agar praktik pencatatan dapat berjalan secara konsisten. Kedua, pendampingan lanjutan perlu dilakukan dalam jangka waktu yang lebih panjang untuk memastikan keberlanjutan penerapan sistem dan peningkatan kualitas laporan keuangan. Ketiga, pelatihan lanjutan dengan materi yang lebih mendalam, seperti perencanaan keuangan dan pengelolaan risiko usaha syariah, perlu dikembangkan. Keempat, kerja sama dengan lembaga keuangan syariah dan perguruan tinggi perlu diperkuat untuk mendukung peningkatan kapasitas santri dan keberlanjutan program literasi keuangan Ucapan Terima Kasih Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini didukung pendanaannya oleh Universitas Dian Nusantara (UNDIRA). Jakarta. Oleh karena itu, penulis menyampaikan penghargaan ISSN: 2745-696X. e-ISSN : 2746-4881 DOI: https://doi. org/10. 54147/jpkm. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Langit Biru Politeknik Penerbangan Indonesia Curug kepada Rektor Universitas Dian Nusantara dan ucapan terima kasih secara khusus kepada Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat (LRPM) UNDIRA atas fasilitasi dan bantuan pendanaan yang telah diberikan. Dukungan tersebut berperan penting dalam menjamin kelancaran pelaksanaan kegiatan serta berkontribusi terhadap pencapaian tujuan program, sekaligus menunjukkan komitmen institusi dalam meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan Daftar Pustaka