Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung. Volume VII. No. 1 April 2019 P-ISSN : No. 2338- 0020 E-ISSN : No. 2615- 8604 HUBUNGAN PEMBERIAN KONSELING KB DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI IUD Herliana Akademi Kebidanan Panca Bhakti Bandar Lampung E-mail : herliana75@gmail. ABSTRAK Intera uterine device ( IUD ) merupakan metode kontrasepsi yang digunakan dalam jangka waktu lama, sehingga efektif dalam mencegah kehamilan, kenyataan yang terjadi penggunaan metode kontrasepsi IUD cenderung menurun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pemberian konseling KB dengan pemilihan alat kontrasepsi IUD. Penelitian ini bersifat analitik menggunakan rancangan case control, terhadap 200 responden yang terbagi menjadi 100 orang kelompok sampel akseptor IUD dan 100 orang kelompok kontrol tidak menggunakan KB IUD dengan menggunakan Probability Statistick Random Sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuisioner, analisis data dengan uji Chi-sqare. Hasil penelitian menyimpulkan lebih dari separuh responden tidak diberikan konseling KB yaitu 51 responden . %) sebagian responden menggunakan IUD yaitu sebanyak 100 responden dan sebagian responden . %). Kesimpulan penelitian yaitu ada hubungan antara konseling KB dengan pemilihan alat kontrasepsi IUD pada akseptor KB . value = 0,. OR sebesar 1,9 artinya ada kemungkinan berpeluang 1,9 kali lebih besar untuk memilih alat kontrasepsi IUD bila di berikan konseling. Petugas kesehatan agar terus meningkatkan pelayanan kesehatan, memberikan konseling dalam mementukan penggunaan alat kontrasepsi , memberikan informasi kepada masyarakat mengenai manfaat dan keuntungannya. Kata Kunci : IUD. Konseling KB. Pemilihan alat kontrasepsi. ABSTRACT Intra uterine device (IUD) is a contraceptive method that is used for a long time, so that it is effective in preventing pregnancy, the fact that the use of IUD contraceptive methods tends to decrease. The purpose of this study was to determine the relationship of family planning counseling with the selection of IUD contraception. This research is analytical using a case control design, for 200 respondents divided into 100 IUD acceptor sample groups and 100 control groups who did not use an IUD using Probability Statistick Random Sampling. Tool for collecting data using questionnaires, analyzing data with Chi-sqare tests. The results of the study concluded that more than half of the respondents were not given family planning counseling, namely 51 respondents . %), some respondents used an IUD as many as 100 respondents and some respondents . %). The conclusion of the study is that there is a relationship between family planning counseling and the selection of IUD contraceptives in family planning acceptors . value = . , an OR of 1. 9 means that there is a chance 1. 9 times greater chance for IUD contraception if counseled. Health workers are expected to continue to improve health services, provide counseling in determining the use of contraceptives, provide information to the public about the benefits and benefits. Keywords : IUD. Family Planning Counseling. Selection of contraception. P-ISSN : No. 2338- 0020 E-ISSN : No. 2615- 8604 Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung. Volume VII. No. 1 April 2019 penduduk dan peningkatan kualitas insani dan PENDAHULUAN Dalam tiga dasawarsa ini angka kelahiran di Indonesia telah mengalami penurunan secara melalui pengendalian pertumbuhan penduduk, nyata, dimana pada awal tahun 80-an angka fertilitas total berkisar 5,6 per wanita. Saat ini pengembangan kualitas penduduk, melalui diperkirakan lebih rendah dari 2,6 anak per wanita usia subur. Penurunan fertilitas di (Depkes RI, 2. Indonesia belum memberikan kondisi ideal untuk mencapai penduduk tumbuh seimbang Ada beberapa hal yang dapat mendukung karena angka kelahiran total (TFR) masih terwujudnya gerakan KB nasional. Pada tahun lebih tinggi dari 2,1 persen secara demografis 2003 adalah bahwa lebih dari 198. 012 orang program Keluarga Berencana masih sangat wanita . ,53%) berstatus menikah pernah menggunakan salah satu alat kontrasepsi dan tumbuh seimbang. Walaupun demikian dari 108 orang wanita . ,66%) pasangan usia subur 69,8 persen ingin ber-KB berstatus menikah sedang menjadi peserta KB aktif (Badan Pusat Statistik, 2. Dalam mencapai 60,3 persen. Dari jumlah tersebut 56,7 persen menggunakan kontrasepsi modern dan 3,6 persen menggunakan cara tradisional. kehamilan atau kesuburan (Hartanto, 2. tidak ingin punya anak atau menunda menjarangkan kehamilan dan menghentikan Sedangkan pada pasangan usia subur yang Hingga tahun 2008 jumlah peserta KB aktif kontrasepsi sebesar 8,6 persen dan pasangan usia subur yang kehamilan belum dikehendaki sebesar 7,2 persen. Dari kedua variabel pelayanan KB sebesar 71,89% dari PUS Peserta KB baru sebanyak 309. tersebut merupakan indikator akses dan Dengan rincian IUD: 6. 650, implant: kualitas pelayanan KBKR (BKKBN, 2. ,2%). MOW: 785. Suntik: 148. MOP: 380. Pil: 121. 250 dan kondom 11. Pembangunan kependudukan dan keluarga (BKKBN, 2. kecil berkualitas merupakan langkah penting dalam mencapai pembangunan berkelanjutan. Lampung merupakan salah satu Propinsi di Hal ini diselenggarakan melalui kuantitas Indonesia yang mampu menyumbangkan P-ISSN : No. 2338- 0020 E-ISSN : No. 2615- 8604 Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung. Volume VII. No. 1 April 2019 penurunan laju fertilitas secara nasional. Selain itu pada tahun yang sama jumlah PB Tingkat Lampung dan KBA serta pengguna KB IUD di mengalami penurunan pada tahun 1984 Lampung Selatan menempati urutan pertama sebesar 4,27 dan pada tahun 2000 telah dan tertinggi di Propinsi Lampung dengan berubah menjadi 1,68 lebih rendah dari angka masing-masing berjumlah 29. 751 PB dan nasional sebesar 3,52 (BPS, 2. Kondisi 930 peserta KBA (Profil Kesehatan TFR yang lebih rendah dari angka nasional Provinsi Lampung, 2. Propinsi tersebut membuktikan Propinsi Lampung mempunyai andil yang cukup baik dalam Di Kabupaten Lampung Selatan didapatkan menurunkan angka fertilitas secara nasional. jumlah peserta KB baru pada tahun 2005 582 orang . ,7%) dari jumlah Pada tahun 2005 jumlah peserta KB baru PUS sebanyak 232. 113 orang, jumlah peserta (PB) di Propinsi Lampung sebanyak 961. KB aktif sebanyak 165. 543 orang . ,3%). orang dengan rincian peserta KB secara Kemudian pada tahun 2006 jumlah peserta KB MKJP adalah AKDR/IUD yaitu berjumlah baru bertambah menjadi 29. 792 orang dari 106 orang . ,39%). IUD berjumlah jumlah PUS sebanyak 233. ,74%), MOP/MOW sementara jumlah peserta KB aktif sebanyak 408 orang . ,94%) sedangkan peserta KB 938 orang . ,95%). Pada tahun 2007 non MKJP seperti suntik 337. 257 orang jumlah peserta KB baru di Kecamatan . ,18%) Sidomulyo sebanyak 2465 orang . ,12%) . 35%). Sementara dari jumlah PUS yang ada sebanyak 5994 didapatkan peningkatan jumlah Perkiraan orang, sementara jumlah peserta KB aktif Permintaan 324 orang . ,14%) (Profil Kesehatan Selatan, . 66%), Masyarakat (PPM) menjadi akseptor KB sebanyak orang dengan peserta pengguna MKJP yaitu Kabupaten Lampung 585 dimana akseptor KB IUD 500 orang . ,21%). IUD 17. Intera Uterine Device (IUD) merupakan orang . ,96%). MOP 550 orang . ,07%) metode kontrasepsi yang dapat digunakan dan MOW berjumlah 1. 000 orang . ,76%). dalam jangka waktu yang lama, sehingga Sedangkan peserta pengguna non MKJP akseptor KB suntik sebanyak 83. 910 orang . ,74%), pil 115. 700 orang . ,17%) dan cenderung menurun sekitar enam persen kondom berjumlah 6. 355 orang . ,09%). (BKKBN, 2. Rendahnya pemakaian IUD P-ISSN : No. 2338- 0020 E-ISSN : No. 2615- 8604 Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung. Volume VII. No. 1 April 2019 IUD METODOLOGI ketidaktahuan akseptor tentang kelebihan Jenis penelitian ini merupakan penelitian metode tersebut. Ketidaktahuan akseptor IUD kuantitatif menggunakan desain case control, dengan pendekatan AuretrospektifAy. Penelitian pelayanan KB kurang lengkap (Bessinger & Puskesmas Sidomulyo Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Bertrand, 2. Selatan. Penelitian akan dilaksanakan pada Puskesmas Sidomulyo bulan Maret 2010. Wilayah Kabupaten Lampung Selatan juga Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh memberikan pelayanan kontrasepsi kepada akseptor KB yang datang berkunjung ke akseptor KB. Informasi yang pelayanan KIE Puskesmas Sidomulyo Kecamatan Sidomulyo pada akseptor KB, dimana salah satunya Kabupaten Lampung Selatan. Populasi dalam adalah klien kesulitan memperoleh informasi penelitian ini sebanyak 6. 854 orang. Sampel dan kontrol di ambil dari data primer dan sekunder dengan Teknik Probability Random penilaian . terhadap pesan yang Sampling. disampaikan dengan yang diterima. Hasil pre survey yang peneliti lakukan pada Kelompok Kasus dalam penelitian ini adalah minggu pertama dan kedua bulan Januari akseptor KB IUD yang masih menggunakan 2010 di Puskesmas Sidomulyo didapatkan 11 KB IUD yang berkunjung ke puskesmas orang akseptor KB IUD. Dari 11 orang Sidomulyo kecamatam Sidomulyo Kabupaten akseptor KB IUD yang peneliti temui 7 orang . ,63%) Lampung Selatan sebanyak 100 responden belum mengerti dan mengetahui kelebihan Kelompok kontrol atau pembanding dalam serta kekurangan dari metode kontrasepsi yang penelitian ini di ambil dari populasi yaitu sedang digunakan karena tidak mendapatkan akseptor KB yang di dak menggunakan IUD KIE secara jelas. yang jumlah nya sama dengan akseptor KB Berdasarkan uraian fenomena tersebut di atas, yang menggunakan alkon IUD sebanyak 100 mengenai AuHubungan Pemberian konseling KB dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi IUD. Alat ukur yang digunakan untuk konseling berjumlah 20 item soal. Sedangkan alat ukur P-ISSN : No. 2338- 0020 E-ISSN : No. 2615- 8604 Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung. Volume VII. No. 1 April 2019 Berdasarkan table di atas ,di dapatkan bahwa kontrasepsi IUD adalah angket yang berupa responden yang tidak menggunakan IUD dan pertanyaan tentang alat kontrasepsi IUD yang tidak di berikan konseling yaitu sebanyak 67 berjumlah 5 item soal. %) HASIL Analisis Bivariat Analisa bivariat di lakukan guna melihat Analisis Univariat hubungan pemberian konseling KB dengan pemilihan Alat Kontrasepsi IUD puskesmas perbedaan hubungan pemberian konseling KB Sidomulyo Kecamatan Sidomulyo Kabupaten dengan Pemilihan Alat kontrasepsi IUD di Lampung Selatan Tahun 2010 yaitu variabel puskesmas Sidomulyo Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2010 dependen . emilihan alat kontrasepsi IUD) Prosentase Distribusi Frekuensi Pengguna . adapun hasil analisa Bivariat adalah sebagai IUD Berdasarkan Konseling Tabel 1. Distribusi Frekuensi Responden Hubungan dengan IUD Berdasarkan Konseling KB Pemilihan Alat Kontrasepsi IUD Konseling Tabel 3. Hubungan Konseling Pemilihan Alat Kontrasepsi IUD Frekuensi Presentase (%) Di berikan Tidak Konseling Berdasarkan tabel diatas ,didapatkan bahwa Di berikan responden yang menggunakan IUD tidak di Tidak di Jumlah responden . %). Konseling Pemilihan Alkon IUD IUD Non IUD ( Kasu. 4 59, 5 43. Val 0,03 Tabel 2. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan tabel di atas, di dapat bahwa dengan Non IUD Berdasarkan Konseling KB pada pemilihan IUD . ,ada sebanyak 49 Konseling Frekuensi Di berikan Tidak Presentase (%) . ,8%) responden yang di berikan konseling sedangkan pada pemilihan alat kontrasepsi bukan IUD kontrol ada sebnyak 33 . ,2 % ) yang di berikan konseling, hasil uji statistik di peroleh nilai p Value= 0,031 yang berarti p < P-ISSN : No. 2338- 0020 E-ISSN : No. 2615- 8604 Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung. Volume VII. No. 1 April 2019 = 0,05, maka dapat di simpulkan bahwa secara statistik ada hubungan yang dengan pemilihan alat kontrasepsi IUD pada akseptor menimbulkan keberanian untuk memecahkan KB di Puskesmas Sidomulyo Kecmatan masalah yang di hadapi. Sdomulyo Kabupatn Lampung selatan . Hasi analisis juga di patakan nilai Odds Ratio Dengan diketahui bahwa masih di temukan (OR) sebesar 1,9 artinya ada kemungkinan responden yang di beri konseling berrpeluang konseling oleh tenaga kesehatan, di antaranya 1,9 kali lebih besar untuk memilih IUD di adalah waktu yang khusus di sediakan untuk responden dalam menerima konseling di Responden mendapat konseling untuk memilih IUD. anggap kurang, selain itu waktu dalam menerima konseling juga di anggap penyebab PEMBAHASAN Setelah di lakukan analisa dan interprestasi Penyebab lainnya juga cukup mempengaruhi Pemilihan kurangnya konseling oleh tenaga kesehatan Alat Kontrasepsi IUD di puskesmas Sidomulyo adalah tenaga kesehatan yang di anggap sulit Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2010 di hubungi bila sewaktu-waktu responden Maka di ketahui sebagai berikut : Hal karenakan jumlah bidan yang ada masih Berdasarkan tabel 1 di gambarkan bahwa terbatas yaitu 20 orang dan harus menangani lebih dari separuh responden tidak di berikan 62 posyandu dari 15 desa. Hasil tersebut juga konseling yaitu sebanyak 51 responden . di dukung dari pertanyaan yang di ajukan oleh %) dan sisanya 49 responden . %) di peneliti terhadap responden, dimana hampir berikan konseling. semua responden mengatakan bahwa ketiga hal tersebut merupakan beberapa hal yang Dari hasil yang di peroleh di ketahui bahwa sebagian responden di berikan konseling dan sisanya tidak di berikan , melihat hasil ini Sidomulyo. Namun hal ini bertolak belakang peneliti menilai bahwa yang di berikan oleh dengan temuan peneliti di lapangan di tenaga kesehatan belum seluruh nya berhasil. temukan bahwa masih banyak responden Uraian tersebut tidak sejalan dengan temuan Effendi . yang myatakan bahwa tujuan khususnya IUD tetapi memilih Alkon lain, dari konseling adalah membantu klien untuk karena mereka belum benar-benar mengerti P-ISSN : No. 2338- 0020 E-ISSN : No. 2615- 8604 Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung. Volume VII. No. 1 April 2019 tentang keunggulan dan kerugian masing- pemberian informasi baik secara langsung masing alkon yang cocok dengan kondisi oleh tenaga kesehatan maupun tidak . Secara responden saat ini , begitu juga sebaliknya yang tidak mendapat konseling tapi memilih mengadakan penyuluhan seperti Puskesmas. IUD di karenakan responden mendapat Posyandu, dan tempat lainnya sedangkan secara tidak langsung dapat di lakukan lingkungan terdekat atau kerabat responden dengan memasang poster-poster di tempat- itu sendiri, begitu pula pekerjaan dan paritas tempat umum yang mudah di lihat dan di baca serta dengan membagikan leaflet tentang keberhasilan konseling tersebut. Dimana dari penting nya melakukan konseling dalam hasil yang di temukan di dapatkan bahwa pemilihan alat kontrasepsi. sebagian responden bekerja sebagai ibu rumah tangga ,yang berarti waktu yang di KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan konseling dari tenaga kesehatan sebenarnya cukup banyak. Meskipun disayangkan bahwa menyimpulkan ada hubungan yang bermakna dan berarti antara konseling dengan pemilihan Sidomulyo masih kurang ,namun di harapkan Alkon IUD pada akseptor KB di Puskesmas upaya dapat di lakukan adalah dengan terus Sidomulyo Kecamatan Sidomulyo kabupaten Lampung Selatan . Value=0,. dan di masyarakat khusus nya tentang pentingnya dapat OR sebesar 1,9 yang artinya ada konseling dalam menentukan penggunaan alat konseling berpeluang 1,9 kali lebih besar ,maka untuk memilih IUD di banding dengan Peneliti menilai bahwa selain dukungan responden yang tidak mendapat konseling KB untuk memilih IUD ,dukungan khususnya calon akseptor KB IUD sangat di Oleh karena konseling cenderung memiliki harapkan demi keberhasilan penggunaan alat kontrasepsi khususnya IUD. Untuk hubungan dengan pemilihan Alkon IUD, maka perlu di lakukan upaya Aeupaya untuk penanggulangannya, berkaitan dengan hal tersebut peneliti menyarankan bidan dan konseling dan pemilihan alat kontrasepsi IUD tenaga kesehatan yang terkait agar terus di Puskesmas Sidomulyo perlu terus di upayakan pelaksanaan kegiatan berupa P-ISSN : No. 2338- 0020 E-ISSN : No. 2615- 8604 Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung. Volume VII. No. 1 April 2019 penyuluhan tentang pentingnya melakukan Departemen Kesehatan RI. Profil konseling dalam menentukan penggunaan alat Kesehatan Indonesia. Depkes Memberikan informasi kepada RI. Jakarta: Departemen Kesehatan RI masyarakat tentang manfaat dan keuntungan . baik secara lisan . enyuluhan di puskesmas. Profil Kesehatan Indonesia 2005. Jakarta : Depkes RI. Posyandu dan tempat pelayanan kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. ataupun tulisan . emasang poster Profil Kesehatan Lampung Tahun dan membagikan leafle. Lampung : Dinkes Provinsi Lampung Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan. KEPUSTAKAAN