p-ISSN 2723-245X e-ISSN 2723-0813 AL-ATHFAL: Jurnal Pendidikan Anak MENINGKATKAN KECERDASAN LINGUISTIK MELALUI ICE BREAKING ANAK USIA DINI 5-6 TAHUN DI RAUDATUL ATHFAL AR-RAHMAH Nur AsrimaA. Rantika WulandariA. Nadia TurrohmahA. Nayli Alyannur4. Novita Andini5. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Email: Nurasrima05@gmail. com, rantikawulandari0595@gmail. nadiaturrohmah@gmail. com, naylialyannur2512@gmail. com, novitandinii@gmail. Abstract This research has the aim of increasing linguistic intelligence in young children through the application of ice breaking in a learning context. The research method used this time is quasi experimental design. The subjects used in this research were 20 children at RA Ar-Rahmah. The instrument used is an observation sheet. The purpose of this writing is to determine the child's suitability and response to the ice breaking rhythm. From the research results, it was found that ice breaking in the learning context could increase the linguistic intelligence of children in the experimental class by 0. 9 after being given a post test or correct example in carrying out the ice breaking and in the control class it was 0. 2 because they were not given treatment as in experimental class. Key words: linguistics. early childhood. ice breaking Abstrak Penelitian ini memliki tujuan yaitu untuk meningkatkan kecerdasan linguistik pada anak usia dini melalui penerapan ice breaking dalam konteks pembelajaran. Metode dalam penelitian yang digunakan kali ini yaitu quasi experimental design. Subjek yang digunakan dalM penelitian ini adalah sebanyak 20 orang anak di RA Ar-Rahmah. Instrument yang digunakan yaitu lembar Tujuan dari penulisan ini itu untuk mengetahui kesesuaian dan respon anak yang sesuai dengan irama ice breaking. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa ice breaking dalam konteks pemebelajran dapat meningkatkan kecerdasan linguistik anak di kelas experiment sebesar 0,9 setelah diberikan post test atau contoh yang benar dalam melakukan ice breaking tersebut dan pada kelas control yaitu sebesar 0,2 karena tidak diberikan perlakuan seperti di kelas experiment. Kata kunci: linguistic, anak usia dini, ice breaking PENDAHULUAN Pendidikan pada anak usia dini sangat penting untuk guna dalam perkembangan lanjut anak untuk kehidupannya kedepan. Pendidikan pada anak usia dini juga di atur di dalam undang-undung untuk memperkuat dasar hokum kewajiban dalam memberikan Pendidikan bagi anak usia dini yairu menurut UU No. 20 tahun 2003 ialah upaya dan stimulasi atau pembinaan yang dilakukan dari anak lahir kedunia hingga usia 6 tahun yang dilakukan dengan rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan serta perkembangan secara jasmani dan rohani anak agar siap untuk pendidikan yang lebih Taman kanak-kanak adalah jenis pendidikan anak usia dini, yang mendidik anakanak usia empat hingga enam tahun. (Mayar et al. , 2. Selama periode emas perkembangan, perkembangan anak mengalami peningkatan signifikan yang tingkat perkembangannya lebih besar dari pada pertumbuhan yang dimiliki anak tersebut dan perkembangan anak ini akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan berikutnya AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 | 192 Nur Asrima. Etc. Meningkatkan Kecerdasan Linguistik Melalui Ice Breaking A para ahli sering menyebut perkebangan yang terjadi pada anak usia dini itu dengan masa perkembangan golgen age. (Putri krismawati salam & Chandra Apriyansyah, 2. Dalam perkembangan anak usia dini tidak banyak aspek yang dikembangkan hanya enam aspek saja tetapi memiliki arti dan mamfaat yang sangat besar dalam kehidupan anak hingga anak dewasa nantinya, aspek yang perlu dikembangkan bagi anak usia dini itu adalah aspek nilai agama dan moral, aspek social-emosional, aspek Bahasa, aspek kognitif, aspek fisik-motorik, aspek Bahasa dan yang terakhir ada aspek seni. Tidak hanya pada aspek-aspek saja yang perlu diperhatikan dalam perkembangan anak ada juga hal lainnya yang perlu diperhatikan yaitu kecerdasan majemuk pada anak sehingga begitu penting Pendidikan ini dilakukan sejak dini. Karena kemampuan bahasa identik dengan kecerdasan linguistik, anak-anak tidak akan bisa bermain jika hanya memiliki perkembangan aspek social emosional yang bagus saja tetapi aspek Bahasa juga harus diperhatikan baik itu anak hanya mengerti Bahasa tubuh saja untuk lawan (Wisnu Budi Wijaya, 2. Terkadang anak usia dini memiliki Bahasa yang hanya sama-sama dimengerti sesama anak usia dini saja bahkan orang tuanya sendiri juga kurang mengerti sehingga hal ini patut dikembangkan dan distimulus sedemilkian rupa agar perkembangannya lebih (Nur Tanfidiyah & Ferdian Utama, 2. Orang yang mahir dalam Bahasa pasti akan memiliki aspek social emosional yang baik mengapa demikian karena dia mengerti apa yang dimaksud damorang lain mengerti apa yang dia maksud maka akan terjalin komunikasi yang saling sambung menyambung baik itu dari gerakan atau secara lisan. Kecerdasan dalam berbahasa memiliki hal yang berkaitan dengan fonologi,sintaksis dan sistemtik dalam berbahasa bagaimana bahasa dapat digunakan untuk membantu mengingat informasi dalam menjelaskan, berkomunikasi, atau merefleksikan bahasa. Empat ukuran kecerdasan linguistik, yang mengacu pada teori Gardner : retorika . empengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu dengan menggunakan bahas. , eksplanasi . enggunakan bahasa untuk (Arini, 2. Menyampaikan atau memberikan informas. , menemonik atau kata lainnya yaitu penghafalan . alam hal ini seorang mengandalkan daya ingatnya dalam menguasai dan mengingat sebuah informas. dan metabahasa . alam hal ini sesorang dapat memahami informasi dalam bentuk Analisa atau pemahaman dirinya sendiri tanpa mengubah makna Bahasa tersebu. Bahasa memilki efek dalam penyelesaian sebuah masalah, pengembangan masalah dan penciptaan sesuatu dengan mengunakana Bahasa secara efektif merupakan beberapa indikitor dalam Bahasa. Memilki pendapat untuk beberapa indicator dalam kecerdasan Bahasa yaitu (Fitriani et al. , 2. Kemampuan perorangan dalam berkomunikasi dengan pengunaan Bahasa yang baik dan benar Senang dalam bercerita imajinasi atau komedi Dapat berbicara secara efektif, lancar dan persuasive Senang menulis meskipun sekedar buku harian Jadi dapat disimpulkan secara ringkas kecerdasan Bahasa memiliki indicator sebagai berikut: menulis sebuah karangan, pembuatan puisi, penyusunan kata-kata Mutiara, pemahaman istilah dengan baik, penguasaan Bahasa baru, dapat mengekspresikan pikiran secara lisan, memiliki daya ingat yang tajam terutama nama orang lain, dapat membaca dan senang berbicara. Orang yang memiliki kecerdasan linguistic yang diatas rata-rata memiliki tumbuh kembang dalam lingkungan akademik yang stereotifikal yang biasanya bergantung pada mendengarkan pebelajaran kuliah 193 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Nur Asrima. Etc. Meningkatkan Kecerdasan Linguistik Melalui Ice Breaking A secara vorbal maupun nominal, membuat catatan, dan mengambil ujian tradisional. Perangkat penilaian kita biasanya bergantung pada respons verbal, jadi mereka tampak sangat mahir dalam Bahasa. (Musyadad & Ingrum, 2. Penting terkait dengan kecerdasan linguistic anak usia dini yang perlu dikembangkan serta diperhatikan agar perkembangan Bahasa dan komunikasinya berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tahap pada perkembangan anak. Pemberian stimulus yang tepat dan cepat sangan berpengaruh terhadap perkembangan linguistic yang optimal. Berikut pembahasan lebih detai terhadap usia berapa dan perkembangan apa yang terjadi di usia tersebut serta factor yang mempengaruhinya dalam kecerdasan linguistic Tahapan didalam perkembangan linguistic menurut usia anak Ada banyak tahap perkembangan linguistic pada anak usia dini terutama pada usia anak yang pertumbuhan dan perkembangan yang melesat cepat dari usia yang lainnya. Berikut perkembangan kecerdasan linguistic sesuai dari usia sang anak(Fitriani et al. C Anak yang berusia 0 bulan sampai dengan 12 bulan memiliki kecerdasan linguistic mengoceh-neoceh, melakukan pembalasan saat orang tuanya berbicara dengan Bahasa yang diketahuinya serta meraba-raba mainan atau makanannya. C Anak yang berusia 12bulan sampai 18 bulan sudah memiliki kecerdasan linguistic anak sudah dapat mengucapkan kata pertamnya dengan jelas seperti mama dan papa, serta sudah bisa menirukan kata-kata yang keluar dari ucapan orang lain. C Anak yang berusia18 bulan sampai 24 bulan sudah mampu mengucapkan ocehan dengan mengunakan dua kata terkadang dalam usia segini anak masih celat dalam berbicara, dan meiliki penambahan dalam kosa katanya. C Anak yang berusia 2 tahun sampai 3 tahun anak umur segini sudah mampu menyusun kalimat meski dalam bentuk yang masih sederhana, mengenali beberapa symbol-simbol umum seperti lingkaran, balok dan lain-lain, serta sudah memiliki sedikit minat terhadap buku meski hanya memegangnya saja C Anak yang berusia 3 tahun sampai 4 tahun sudah dapat bercerita-cerita secara sederhana dan juga dapat menegenal antara huruf dan bunyi yang di dengar. C Anak yang berusia 4 tahun sampai 6 tahun sudah dapat bercerita secara rinci, menjelaskan suatu permasalahan dengan kompleks seperti orang dewasa, menulis tulisan perkalimat, membaca buku serta memiliki beribu-ribu kosa kata. factor-faktor yang memiliki pengaruh terhadap perkembangan linguistic anak Banyak sekali factor-faktor yang memiliki pengaruh terhadap setiap pertumbuhan maupun perkembangan selama anak berusia dini, terutama dalam perkembangan dan pertumbuhan semasa anak berusia balia atau dini. Berikut ada beberapa factor tersebut yaitu(Musyadad & Ingrum, 2. Pertama faktor hereditas yang diturunkan dari kedua gen orang tua untuk anaknya dan kematangan pada otak anak baik Kedua rangsangan dari lingkungan yang mendukung, tidak hanya dari lingkungan keluarga ternyata lingkungan masyarakat juga sangat mempengaruhi, mengapa demikian lingkungan masyarakat dan keluarga jika sering menjalin interaksi social maka kan leboh baik dalam mempengaruhi setiap pertumbuhn dan perkembangan anak apalagi kecerdasan linguistic. 194 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Nur Asrima. Etc. Meningkatkan Kecerdasan Linguistik Melalui Ice Breaking A Ketiga kemampuan dalam aspek kognitif dapat mempengaruhi anak dari kecerdasan yaitu dari cara anak berpikir dan meyelesaikan masalah. Keempat kondisi fisik dan psikologis seorang anak juga memiliki pengaruh yang paling besar karena secara garis besar anak-anak istimewa yang perkembangan fisik dan kondisi psikologi yang kurang sempurna maka akan mempengaruhi perkembangan lainnya untuk anak tersebut apalagi kecerdasan linguistic anak tersebut tentu akan Cara meningkatkan kecerdasan linguistik verbal anak yaitu membacakan buku cerita, merangkaikan atau mengajak anak merangkai sebuah cerita, bermain huruf dan angka secara acak, bermain peran, bernyanyi atau ice breaking, mendengarkan lagu dan ice breaking. Kecerdasan verbal linguistik dipengaruhi oleh kesehatan, intelegensi, status sosial ekonomi keluarga, jenis kelamin, dan hubungan keluarga. Kecerdasan linguistik adalah komponen penting pada perkembangan anak usia dini. (Putri krismawati salam & Chandra Apriyansyah, 2. Kecerdasan linguistik melibatkan kemampuan anak untuk memahami, menggunakan, dan berkomunikasi dengan bahasa. Bahasa yang digunakan anak tidak secara lisan atau tulisan saja tetepi dengan Bahasa tubuh melalui respon yang dilakukan oleh anak. Perkembangan kecerdasan linguistik yang baik pada anak usia dini memiliki dampak yang signifikan pada kemampuan mereka di masa depan untuk membaca, menulis, berbicara, dan berpikir kritis. (Zulfitria & Fadhila, 2. Dalam pendidikan awal, tujuan yang sangat penting adalah meningkatkan kecerdasan linguistik anak usia dini. Untuk mencapai tujuan ini, penggunaan pendekatan pembelajaran yang inovatif dan efektif sangat penting. Ice breaking dalam proses pembelajaran adalah salah satu pendekatan yang semakin mendapat perhatian. Dalam berbagai konteks, ice breaking adalah teknik yang sering digunakan untuk meningkatkan interaksi sosial, memecah kekakuan, dan menciptakan suasana yang santai dan Sementara teknik ini sering dikaitkan dengan permainan dan hiburan, penting untuk mengingat bahwa ice breaking juga dapat membantu pendidikan anak usia (Yeni Maryani, 2. Pada dasarnya, tujuan ice breaking adalah untuk mendorong peserta untuk berpartisipasi dalam aktivitas, membuat mereka merasa lebih nyaman, dan memungkinkan mereka untuk belajar dengan lebih baik. (Nur Tanfidiyah & Ferdian Utama, 2. Ice breaking adalah sentuhan yang dapat digunakan untuk mencairkan kebekuan, kebingungan, kebosanan, dan suasana jenuh sehingga mencair. Menggunakan ice breaking dalam pembelajaran bisa membantu peserta didik mendapatkan kembali semangat dan kegembiraan yang mereka miliki saat belajar. (Bakhtiar, 2. Permainan ice-breaking sangat cocok digunakan dalam pembelajaran karena tidak hanya menghilangkan kejenuhan, kebosanan, kegelisahan dan kepenatan peserta didik, tetapi juga memberikan pelatihan bahasa bagi anak melalui lagu-lagu yang dimainkan oleh Selain itu, penggunaan ice breaking dalam pembelajaran antara lain: mengajarkan peserta didik untuk berpikir luas, sistematis dan kreatif, mengajarkan peserta didik untuk bekerja sama dan berinteraksi dalam kelompok, meningkatkan rasa percaya diri dalam berbicara, meningkatkan konsentrasi, bertindak berani dan tidak takut salah, melindungi hubungan antar pribadi yang belum dikenal dalam pembelajaran, mengajarkan peserta didik untuk menghargai orang lain, meningkatkan rasa percaya diri, mengembangkan jiwa kepemimpinan, mengajarkan perilaku dan pengambilan keputusan, dan masih banyak lagi manfaat lainnya (Fanani, 2. Berdasarkan latar belakang dan kajian literatur, maka pertanyaannya adalah: Apakah ada pengaruh icebreaking terhadap kecerdasan linguistik anak di RA ArRahmah? 195 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Nur Asrima. Etc. Meningkatkan Kecerdasan Linguistik Melalui Ice Breaking A Dari rumusan masalah tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh icebreaking terhadap kecerdasan linguistik di RA Ar-Rahmah. METODE PENELITIAN Penelitian ini kali menggunakan metode quasi experimental design. Metode ini didefinisikan sebagai penelitian kuasi atau non eksperimen karena kelompok eksperimen yang dipilih secara acak tidak termasuk dalam kelompok utuh. Metode ini digunakan dalam penelitian ini karena adanya kelas eksperimen yang menggunakan ice breaking dan kelas kontrol sebagai kelompok pembanding. Dengan menggunakan metode sampel utuh, maka jumlah populasi penelitian sama dengan jumlah sampel, yaitu 20 anak usia 5-6 tahun, yang terdiri dari 10 anak dari kelompok B1 sebagai kelas eksperimen dan 10 anak dari kelompok B2 sebagai kelas kontrol. Penelitian dilakukan di Ra Ar Rahmah. Untuk pengumpulan data, observasi terstruktur dan panduan penilaian kecerdasan verbal ada empat tahap digunakan dalam penelitian ini. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana ice breaking mempengaruhi keselarasan antara instruksi yang diberikan oleh guru melalui ice breaking dan respons anak terhadap kegiatan di lapanagan sekolah sebelum mereka masuk ke kelas dalam upaya meningkatkan kecerdasan linguistik anak usia dini. (Widhianawati, 2. Penelitian dimulai dengan pretest dan posttest pada kelompok eksprimen dan Pretest dilakukan untuk mengetahui tingkat kemampuan awal siswa untuk nilai rata-rata, sehingga sebelum diberikannya stimulus atau gambaran gerakan peneliti untuk kelas eksperimen dan tidak mengunakan lagu hanya mengunakan kata-kata saja. Setelah pretest, uji posttest dilakukan untuk menguji akhir eksperimen dengan tujuan mengumpulkan nilai sampel kelompok eksperimen dan kontrol setelah perlakuan. Stimulus seperti gerakan dan lagu digunakan untuk melakukan ini. Lagu ini meminta anak-anak untuk membuat gerakan yang sesuai dengan liriknya dan menyaut beberapa kata untuk meningkatkan semangat mereka. Ini adalah lagu yang digunakan dalam eksperimen: Tepuk Siap persiapan Berdoa Satu jari dari sebelah Kanan, satu jari sekiri kugabung menjadi dua kubuat sangat Panjang jembatan Panjang . Dua jari dari sebelah kanan, dua jari dari sebelah kiri kugabung menjadi empat kubuat kamera ceklik . Tiga jari dari sebelah kanan, tiga jari kiri dari sebelah kugabung menjadi enam kubuat menara yang sangat tinggi . Empat jari dari sebelah kanan, empat jari dari sebelah kiri kugabung menjadi delapan kubuat telinga kelinci . engerakkan tangan yang dibuat di dekat telinga dan melakukan gerakan melompa. 196 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Nur Asrima. Etc. Meningkatkan Kecerdasan Linguistik Melalui Ice Breaking A Lima jari dari sebelah kanan, lima jari dari sebelah kiri kugabung menjadi sepuluh kusiap berdoa . enampung tangan siap berdo. epuk tanga. LanjutA Tangan keatas menggapai bintang, tangan kesamping burung terbang, tangan kedepan ikan berenang, duduk yang rapi siap berdoaA. Hasil dan pembahasan penelitian mencakup tabulasi data hasil penelitian sesuai dengan metode yang digunakan pada penelitian experiment. Experiment. Dari kelas experiment yang berjumalah 10 orang anak ketika melakukan pretest mendapatkan nilai keseluruhan 22 yaitu 2 anak yang memperoleh nilai 1, 4 anak yang memperoleh nilai 2 dan 4 yang memiliki perkembang sesuai dengan yang harapan yaitu sebanyak 3 orang anak. Jika di rata-ratakan kemampuan anak di kelas experiment pada pretest yaitu 2,2 tetapi setelah melakukan postest memiliki jumlah nilai 31 . anak memperoleh nilai 1, 3 anak memperoleh nilai 2, 3 anak memperoleh nilai 3 dan 3 anak memperoleh nilai. yang jika di rata-ratakan yaitu 3,1. Setelah didaapat data dan dilakuakn analisis data untuk uji t yaitu sebagai berikut: Anak . = 10 Nilai rata-rata pretest = 2,2 Nilai rata-rata posttest = 3,1 Derajat kebebasan . = n-1 = 10-1 = 9 Rumus uji t . aired sample t-tes. t = (X1 - X. / s / Oon t = . ,2-3,. / 0,9 / Oo10 t = 0,3612 Kontrol Dari kelas kontrol yang berjumalah 10 orang anak ketika melakukan pretest mendapatkan nilai keseluruhan 23 yaitu . anak memperoleh nilai 1, 5 anak memperoleh nilai 2, dan 4 anak memperoleh nilai . yang jika di rata-ratakan yaitu 2,3 orang anak yang jika di rata-ratakan kemampuan anak di kelas control pada pretest yaitu 2,3 tetapi setelah melakukan postest memiliki jumlah nilai 25 . anak memperoleh nilai 2, dan 5 anak memperoleh nilai . yang jika di rata-ratakan yaitu 2,5. Berdasarkan data yang diberikan untuk kelas kontrol, berikut ini analisis uji t-nya: = 10 Nilai rata-rata pretest = 2,3 Nilai rata-rata posttest = 2,5 Derajat kebebasan . = n-1 = 10-1 = 9 197 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Nur Asrima. Etc. Meningkatkan Kecerdasan Linguistik Melalui Ice Breaking A S = 0,2 Rumus uji t . aired sample t-tes. t = (X1 Ae X. / s / Oon = . ,3-2,. /0,2/Oo10 = 0,3162 Keterangan: X1 = nilai rata-rata pretest X2 = nilai rata-rata posttest s = standar deviasi n = jumlah sampel setelah dilakukannya uji t ini maka dapat disimpulkan bahwa pada uji t perkembangan anak- anak pada kelas control benarnya sama karena kelebihan dari nilai satu ditutupi oleh anak yang memiliki nilai tinggi Tabel 1 data perobaan ice breaking dalam meningkatkan kecerdasan linguistic Kelas Experimen Control Pretest Post test Dari tabel data percobaan ice breaking dalam meningkatkan kecerdasan linguistic dapat meningkatkan kecerdasan anak di kelas experiment sebesar 0,9 setelah dibeikan post test atau contoh yang benar dalam melakukan ice breaking tersebut dan pada kelas control yaitu sebesar 0,2 karena tidak diberikan perlakuan seperti di kelas experiment. Setelah melakukan penelitian dengan metode penelitian experiment dan melakukan uji hipotesis pada penelitian tersebut memiliki hasil dari pengujian hipotesis dengan uji-t pada kelas control dan kelas experiment dengan cara signifikan ditunjukkan dengan hasil nilai rata-rata 3,1 sedangkan untuk posttest menunjukkan bahwa kinerja pada kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas control. Setelah melakukan pretest dan posttest diperoleh bahwa di dalam kelas eksperimen memilki peningkatan nilai yang lebih baik dibandingkan dengan kelas Yang awalnya kelas control memiliki nilaiyang lebih tinggi dari pada nilai Pada hal ini ada beberapa alasan yang mengakibatkan pada kelas control ini memiliki kenaikan nilai salah satunya dikarenakan pada kelas experiment guru memberikan contoh pada gerakan sehingga anak kelas experiment dapat memahami gerakan sehingga lebih baik dari kelas control. Table 2 interval perkembangan Interval experimen Control 198 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Nur Asrima. Etc. Meningkatkan Kecerdasan Linguistik Melalui Ice Breaking A Perlakuan yang diberikan kepada anak memiliki penyebakan adanya perbedaan perilaku siswa pada saat kegiatan ice breaking, siswa yang terdapat pada kelas kontrol terlihat bersemangat, siswa menunjukan perhatian pada saat melakukan setiap gerakan. Pada saat melakukan geraka ice breaking sederhana siswa memperoleh gerakan dengan irama lagu yang sesuai dengan ice breaking yang di instruksikan oleg pemandu atau gurunya meskipun ada beberapa anak yang salah tetapi tidak sebanyak anak kelas Sebelum melakukan penelitian ini, peneliti lebih terdahulu meilihat penelitianpenelitian terdahulu sebagai bahan acuan serta referensi dan pedoman dalam melakukan kajian penelitian karya tulis ilmiah jurnal ini. Berikut adalah penelitian-penelitan terdahulu yang telah dilakukan oleh senior-senior yang berpengalaman dan karya tulisnya sudah terbit dalam meningkatkan kecerdasan linguistic dengan mengunakan ice breaking yaitu sebagai berikut: Penelitian yang dilakukan oleh putri dkk pada tahun 2020 dalam penelitian yang dilakukan tersebut memiliki kesimpulan bahwa penerapan ice breaking dengan mengunakan permainan Bahasa dapat meningkatkan berbahasa anak secara lisan. Penelitian sebelumnya dilakukan oleh kristiana pada tahun 2019 juga menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berbicara anak melakui penerapan metode permainan dengan ice breking. Penelitian oleh nurlina pada tahun 2018 juga menggunakan ice breking dalam peningkatan berbahasa ternyata metode ini dapat meningkatkan kecerdasa berbahasa anak usia dini dalam artian juga meningkatkan kecerdasan linguistic pada anak dini. Jadi dari haril penelitian yang dilakukan oleh peneliti dan penelitian-penelitian terdahulu dengan menggunakan ice breking ketika dirancang dengan tepat dapat memiliki mamfaat yang snagat besar dalam meningkatkan kecerdasan linguistic pada anak usia dini, karena ini juga membantu anak belajar dengan bermain. KESIMPULAN Hasil setelah melakukan analisis data di atas menyimpulkan bahwa penggunaan media ice breaking dapat mempengaruhi perkembangan linguistic anak. Ini terbukti dengan perubahan signifikan pada hasil setelah adanya perlakuan anak. Setelah melakukan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya dengan mengunakan metode eksperimen, dapat ditarik beberapa kesimpulan terkait beberapa hal mengenai pengingkat kecerdasan lingusitik melaui kegiatan ice breaking anak usia dini sebagai berikut: Pertama dalam pengunaan ice breaking ini untuk upaya peningkatan aspek kecerdasan linguistic terbukti efektif karena didukung oleh setelah diberikan posttes memiliki peningkatan keselarasan antara gerakan dan perintah dari ice breaking. Kedua dengan ice breaking ini juga mampu meningkatkan minat, semangat dan motivasi pada aank karena metode yang digunakan oleh guru atau pemandu dikemas dengan baik agar tidak membosankan sehingga kegiatan lebih menyenagkan dan Ketiga bermacam-macam jenis atau modifikasi yang dibuat dalam lagu dan gerakan ice breaking dapat di buat sedemikian ruapa dalam melatih kecerdasan linguistic 199 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Nur Asrima. Etc. Meningkatkan Kecerdasan Linguistik Melalui Ice Breaking A Keempat dalam menerapkan ice breaking bisa dilkukan seiring dengan pembelajaran maupun di luar pembelajaran. Kelima penggunaan ice breaking hendaklah adanya kesesuaikan antara perkembangan linguistic anak dengan usia yang ditempuh anak agar hasil yang didapatkan lebih optimal dan efektif. Keenam seorang pendidik perlumelakukan inovasi dalam ice breaking agar tidak membosnkan dan tidak monoton dari yang aslinya. Ketujuh bimbingan serta pengawasan pendidik harus saat atau selama anak melakukan kediatan ice breaking. Dengan demikianlah, dari pembahasan dan hasil penelitian di atas ditarik kesimpulan bahwa dalam melakukan penerapan ice breaking yang pas dan tepat memiliki pengaruh mamfaat yang besar terhadap perkembangan linguistic anak usia dini dengan menunakan metode kegiatan ceria atau menyenagkan. DOKUMENTASI DAFTAR PUSTAKA