Jurnal REVORMA. Vol. No. Bulan November Tahun 2025 E-ISSN: 2808-4217 P-ISSN: 2808-6880 Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita pada Materi Lingkaran di Kelas Vi SMP Swasta Free Methodist-1 Medan Betesda Lumban Gaol 1. Tutiarny Naibaho2. Rani F Sinaga3 1,2,3 Pendidikan Matematika Universitas HKBP Nommensen lumbangaol@student. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada materi lingkaran di kelas Vi SMP Swasta Free Methodist-1 Medan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas Vi SMP Swasta Free Methodist-1 Medan yang terdiri dari 4 kelas dan sampel dalam penelitian ini ialah siswa kelas Vi- 4 yang diambil dengan menggunakan simple random sampling sebanyak 25 siswa. Analisis data dilakukan dengan mencari rata-rata dan simpangan baku yang diukur dengan distibusi frekuensi kemampuan berpikir kreatif siswa. Diperoleh sebanyak 5 siswa yang memiliki tingkat kemampuan berpikir kreatif yang tinggi sebesar 20%, 11 siswa memiliki tingkat kemampuan berpikir kreatif yang sedang sebesar 44%, 7 siswa yang memiliki tingkat kemampuan berpikir kreatif yang rendah sebesar 28%, dan 2 siswa yang memiliki tingkat kemampuan berpikir kreatif yang sangat rendah sebesar 8%. Kata kunci: Kemampuan Berpikir Kreatif. Soal Cerita Matematika. Lingkaran Abstract: This study aims to determine how students' creative thinking skills in solving story problems on circle material in class Vi of SMP Swasta Free Methodist-1 Medan. This type of research is descriptive quantitative. The population in this study were all students of class Vi of SMP Swasta Free Methodist-1 Medan consisting of 4 classes and the sample in this study were students of class Vi-4 taken using simple ramdom sample as many as 25 students. Data analysis was carried out by finding the mean and standard deviation measured by the frequency distribution of students' creative thinking skills. It was obtained that 5 students had a high level of creative thinking ability by 20%, 11 students had a medium level of creative thinking ability by 44%, 7 students had a low level of creative thinking ability by 28%, and 2 students had a very low level of creative thinking ability by 8%. Keywords: Creative Thinking Ability. Math Story Problem. Circle Jurnal REVORMA. Vol. No. Bulan November Tahun 2025 E-ISSN: 2808-4217 P-ISSN: 2808-6880 Pendahuluan Pendidikan merupakan kunci utama meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sehingga kita harus terus berupaya untuk mempelajari, memahami, dan memperoleh berbagai ilmu pengetahuan. 1 Pendidikan adalah proses pembelajaran yang dilakukan oleh siswa untuk membantu memahami sesuatu, terutama dalam matematika. 2 Menurut Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan No. 20 tahun 2003, mengatakan bahwa AuPendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan sepiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakatAy. Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang ada pada semua jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi yang pentingnya siswa mempelajari matematika agar mampu menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan seharihari. 3 Hal ini didukung oleh Mashuri yang mengatakan bahwa matematika merupakan pembelajaran pengetahuan universal yang mempunyai peranan penting dalam berbagai ilmu dan mengembangkan kemampuan penalaran manusia, serta mendasari perkembangan teknologi modern. Pembelajaran matematika merupakan pembelajaran harus ditingkatkan agar siswa tumbuh menjadi manusia yang mandiri dan berpikir kreatif. Pentingnya mempelajari matematika dalam menata kemampuan berpikir para siswa, bernalar, memecahkan masalah, berkomunikasi, mengaitkan materi matematika dengan keadaan sesungguhnya. Pembelajaran matematika merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang dipelajari di sekolah yang tidak hanya sekedar tentang angka-angka, tetapi melalui pembelajaran matematika seseorang dapat mengembangkan keterampilan yang lebih dalam yang dapat Siswa sering dihadapkan dengan masalah dalam menyelesaikan soal matematika seperti menyelesaikan soal cerita. 6Banyak siswa yang masih berkutat dengan menangani rmasalah pada pembelajaran matematika, salah satunya adalah kemampuan berpikir yang masih Tujuan memberikan soal cerita untuk membuat siswa tertarik terhadap materi matematika yang berkaitan dengan kejadian nyata yang dialami, dilihat dan didengar oleh siswa itu sendiri. Hal ini didukung bahwa mengatasi masalah dan mengerjakan soal-soal yang memerlukan ketelitian dan kemampuan berpikir yang masih rendah menyebabkan hasil belajar siswa yang buruk dalam pembelajaran matematika. 7 Untuk menyelesaikan soal cerita secara sistematis dan informasi, siswa harus memahami soal, menentukan yang diketahui dan yang ditanyakan, membuat model matematika, dan memecahkan soal. 8 Kemampuan berpikir 1 Pristiwanti. Badariah. Hidayat. , & Dewi. Pengertian Pendidikan. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK), . , vol. 4,6. 2 Rahman. Munandar. Fitriani. Karlina. , & Yumriani. Pengertian Pendidikan. Ilmu Pendidikan dan Unsur-Unsur Pendidikan. Kajian Pendidikan, . , vol. , 1Ae8. 3 Savriliana. Sundari. , & Budianti. Media Dakota (Dakon Matematik. Sebagai Solusi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, . , vol. , 1160Ae1166. 4 Mashuri. Media pembelajaran matematika. Deepublish, . 5 Andiyana. Maya. , & Hidayat. Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Smp Pada Materi Bangun Datar. Jurnal Edukasi dan Sains Matematika (JES-MAT), . , vol. , 117Ae132. 6 Nurkamilah. , & Afriansyah. Analisis Miskonsepsi Siswa pada Bilangan Berpangkat. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, . , vol. , 49Ae60. 7 Jannah. , & Budiman. Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita pada Materi Lingkaran. JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovati. , . , vol. , 237Ae246. 8 Amien. Arsyad. MaAorup. , & Muzaini. Kemampuan Berpikir Kreatif Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Operasi Hitung Bentuk Aljabar Siswa Smp. Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika,. , vol. , 109Ae119. Jurnal REVORMA. Vol. No. Bulan November Tahun 2025 E-ISSN: 2808-4217 P-ISSN: 2808-6880 kreatif matematis dibutuhkan untuk menyelesaikan soal yang rumit atau permasalahan yang tidak rutin. 9 Oleh karena itu, dalam menyelesaikan permasalahan tersebut diperlukanlah kemampuan berpikir kreatif. Kemampuan berpikir kreatif merupakan kemampuan untuk menemukan cara-cara dalam pemecahan masalah yang timbul dalam situasi belajar yang didasarkan pada tingkah laku siswa, untuk menghadapi perubahan-perubahan yang tidak dapat dihindari dalam perkembangan proses belajar siswa. Hal ini didukung dalam artikel Andiyana yang mengatakan bahwa kemampuan berpikir kreatif merupakan kemampuan yang bertujuan untuk menciptakan atau menemukan ide baru yang asli, tidak umum yang membawa pada hasil yang pasti dan tepat. 10 Kemampuan berpikir kreatif sangat diperlukan untuk memajukan ilmu pengetahuan serta menentukan keberhasilan individu dalam menghadapi tantangan kehidupan yang semakin kompleks, siswa yang kreatif selalu dibutuhkan dalam pembelajaran dikelas karena kemampuannya dalam merespon pembelajaran yang terus berubah seiring perkembangan dari waktu ke waktu. 11 Kemampuan berpikir kreatif dalam matematika meliputi kemampuan memecahkan masalah atau menyusun pemikiran dalam struktur, menyatakan pernyataan yang berbeda dengan logika deduktif biasa, dan mengedepankan konsep umum untuk menyatukan hal-hal yang penting dalam matematika. kemampuan berpikir kreatif siswa tinggi, maka siswa akan mampu menunjukkan banyak variasi atau alternatif jawaban yang berbeda untuk setiap permasalahan yang ada. Berdasarkan hasil observasi awal dan wawancara dengan guru kelas Vi di SMP Swasta Free Methodist-1 Medan, menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif matematis siswa masih rendah. Hal ini dibuktikan dari kurangnya semangat siswa dalam menyelesaikan soalsoal cerita matematika, karena siswa menganggap soal matematika merupakan soal yang sulit diselesaikan, maka berdampak kepada rendah dan menghambat perkembangan kemampuan berpikir kreatif. Jika guru tidak membimbing, siswa akan bermalas untuk menyelesaikan soal secara mandiri, tidak ada siswa yang bertanya mengenai cara lain untuk menyelesaikan dan memecahkan masalah sehingga siswa selalu menjawab soal dengan cara yang guru ajarkan, tidak ada keinginan untuk menyelesaikan soal dengan pemikiran sendiri dan jawaban yang beragam, guru terbiasa memberikan contoh soal dan penyelesaiannya sehingga ketika siswa menyelesaikan masalahnya, siswa cenderung melakukannya sesuai dengan contoh yang diberikan guru. Oleh karena itu kemampuan berpikir kreatif siswa di SMP Swasta Free Methodist-1 Medan masih rendah dan tidak berkembang. Metode Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Menurut Ramdhan. Aupenelitian deskriptif adalah penelitian dengan metode untuk menggambarkan suatu hasil yang bertujuan untuk memberi deskripsi, penjelasan, juga validasi fenomena yang ditelitiAy. 9 Harti. , & Imami. Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SMP pada Materi Lingkaran. Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika Universitas Singaperbangsa Karawang, . , vol. , 46Ae56. 10 Andiyana. Maya. , & Hidayat. Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Smp Pada Materi Bangun Datar. Jurnal Edukasi dan Sains Matematika (JES-MAT), . , vol. , 117Ae132. 11 Rohayu. Deni Adi Putra, & Kunti Dian Ayu Afiani. Analisis Penggunaan Media Pembelajaran dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa. Inventa: Jurnal Pendidkan Guru SD Dasar, . , vol. , 30Ae46. 12 Widiyanto. , & Yunianta. Pengembangan board game TITUNGAN untuk melatih kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, . , vol. , 425Ae436. 13 Febrianingsih. Kemampuan berpikir kreatif siswa dalam memecahkan masalah matematis. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, . , vol. , 119Ae130. 14 Ramdhan. Metode penelitian. Cipta Media Nusantara, 2021. Jurnal REVORMA. Vol. No. Bulan November Tahun 2025 E-ISSN: 2808-4217 P-ISSN: 2808-6880 Menurut Sugiyono, bahwa metode penelitian kuantitatif adalah metode penelitian berdasarkan pada filsafat positivisme yang digunakan untuk meneliti populasi atau sampel, teknik pengambilan sampel umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik yang bertujuan untuk menguji yang telah ditetapkan. Peneliti menyimpulkan bahwa dekriptif kuantitatif merupakan penelitian yang memaparkan variabel itu sendiri dan diperoleh angka-angka yang akan dianalisis menggunakan statistik. Peneliti akan meneliti mengenai kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada materi lingkaran di kelas Vi SMP Swasta Free Methodist-1 Medan. Hasil Dan Pembahasan Hasil Uji Coba Instrumen Penelitian Dari data hasil uji coba soal diperoleh perhitungan validasi, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya pembeda soal. Validitas Soal Pengujian validitas soal menggunakan rumus product moment dalam mengolah data penelitian menggunakan program Microsoft Excel dengan ketentuan ycEaycnycycycuyci > ycycycaycaycel, maka butir soal valid pada taraf signifikan 5% dengan n = 38. Hal ini bertujuan untuk mengetahui soal tersebut valid atau layak digunakan sebagai instrumen dalam penelitian. Dari hasil perhitungan uji validitas dengan menggunakan program Microsoft Excel diperoleh hasil uji validitas butir soal pada tabel 1. bahwa semua butir soal valid atau layak digunakan sebagai instrumen dalam penelitian (Lampiran . Sebanyak 5 butir soal yang valid tersebut akan dijadikan sebagai instrumen penelitian untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif. Hasil perhitungan validitas butir soal disajikan pada tabel 1. berikut ini: Tabel 1. Ringkasan Perhitungan Validitas Uji Coba Instrumen Nomor Soal ycycycaycayceyco 0,3202 0,3202 0,3202 0,3202 0,3202 ycEaycnycycycuyci 0,75357 0,72025 0,82911 0,87495 0,66602 Valid Valid Valid Valid Valid Dari tabel 1. diatas diketahui nilai ycycycaycaycel dengan sampel penelitian 38 siswa yaitu 0,3202 nilai Produck Moment yang dihasilkan soal masing-masing memiliki koefisien validitas yang lebih besar dibangdingkan dengan 0,3202 atau ycEaycnycycycuyci > 0,3202 untuk =0,05. Hal ini menunjukkan bahwa soal nomor 1,2,3,4,5, yang digunakan dalam soal mempunyai nilai yang valid. 15 Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Bandung,2019. Jurnal REVORMA. Vol. No. Bulan November Tahun 2025 E-ISSN: 2808-4217 P-ISSN: 2808-6880 Reliabilitas Soal Teknik yang digunakan untuk menentukan reliabilitas soal adalah dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach dalam mengolah data penelitian menggunakan bantuan program Microsoft Excel dengan ketentuan jika ycEaycnycycycuyci > ycycycaycayceyco, maka butir soal tersebut reliabel pada taraf signifikan 5% dengan n = 38. Dengan perhitungan keseluruhan diperoleh, ycEaycnycycycuyci= 0,81718 (Lampiran . Jika dibandingkan dengan ycycycaycaycel dengan = 5% dengan n = 38 yaitu sebesar 0,3202. Maka dapat disimpulkan bahwa ycEaycnycycycuyci > ycycycaycayceyco atau 0,81718 > 0,3202 sehingga seluruh soal dikatakan Tingkat Kesukaran Berdasarkan perhitungan tingkat kesukaran dengan kriteria soal dikatakan sukar jika TK< 0,30 soal dikatakan sedang jika 0,30 < TK > 0,70, soal dikatakan mudah jika TK > 0,70. Uji tingkat kesukatan menggunakan rumus ycUI ycNya = ycIycAya Dengan menggunakan kriteria indeks kesukaran soal pada tabel 3. 4 maka tingkat kesukaran dapat ditungjukkan pada tabel 4. 5 berikut : Tabel 2. Ringkasan Perhitungan Taraf Kesukaran Soal Kemampuan Berpikir Kreatif No. SMI Tingkat Kesukaran Keterangan yc 12,7632 0,63816 Sedang 12,0526 0,60263 Sedang 12,5526 0,62763 Sedang 12,4737 0,62368 Sedang 11,7368 0,58684 Sedang Berdasarkan hasil (Lampiran . dari tabel 4. 3 bahwa terdapat 5 soal kriteria sedang sehingga dapat disimpulkan bahwa soal yang diuji cobakan sudah layak untuk digunakan dalam penelitian. Uji Daya Pembeda Daya pembeda pada soal dihitung dengan rumus berikut ini: ycuya Oe ycuyaA ycuya Oe ycuyaA ycaycycayc yaycE = ycAya ycAyaA Berdasarkan perhitungan daya pembedabsoal kemampuan berpikir kreatif representasi matematis pada (Lampiran . diperoleh ringkasan daya pembeda tiap soal sebagai berikut: yaycE = Tabel 3. Ringkasan Daya Pembeda Soal Kemampuan Berpikir Keratif Matematis Nomor Daya Pembeda Kriteria 0,32895 Cukup 0,23421 Cukup 0,22368 Cukup 0,29737 Cukup 0,21316 Cukup Jurnal REVORMA. Vol. No. Bulan November Tahun 2025 E-ISSN: 2808-4217 P-ISSN: 2808-6880 Hasil Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Dari hasil tes kemampuan berpikir kreatif siswa diperoleh dari hasil nilai lima soal uraian yang dibagikan kepada kelas Vi SMP Swasta Free Methodist 1 Medan dengan jumlah sebanyak 25 siswa. Analisis deskriptif dengan menggunakan Microsoft Excel. Mean (Rata-rat. Berdasarkan data yang diperoleh melalui nilai yang berbentuk essay sebanyak 5 soal diperoleh perhitungan jumlah total nilai sebanyak 1875, maka diperoleh rata-rata sebagai ycUI = = 75 Simpangan baku Dari perhitungan nilai rata-rata akan dicari nilai simpangan baku, sebagai berikut: ycuE = 75 yc = Oo25Oe1 . Oe . Oe . Oe . Oe . Oe . Oe . 2 } yc = Oo24 . } yc= Oo. 175 0 75 400 . yc = Oo 24 yc = Oo66,6 yc = 8,16088 Perhitungan nilai rata-rata 75, perhitungan simpangan baku 8,16 nilai terendah 60, dan nilai tertinggi 85 dapat ditunjukkan pada tabel berikut: Tabel 4. Statistik Deskriptif Hasil Nilai Soal Jumlah total nilai Rata-rata Simpangan baku Nilai terendah Nilai tertinggi 8,16 Berdasarkan tabel 4. dan mempedomani tabel 3. 5 bab i, maka disajikan distribusi frekuensi dan kategori kemampuan berpikir kreatif . siswa dalam menyelesaikan soal cerita sebagai berikut: Jurnal REVORMA. Vol. No. Bulan November Tahun 2025 Interval X > 90 80 < X O90 70 < X O 80 60 < X O 70 X O 60 Jumlah E-ISSN: 2808-4217 P-ISSN: 2808-6880 Tabel 5. Distribusi Hasil Nilai Soal Frekuensi Persentase (%) Kategori Kemampuan Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Berdasarkan hasil statistik nilai soal siswa maka di peroleh nilai siswa berdasarkan skor 0 sampai 5 pada kemampuan berpikir kreatif siswa. No. Tabel 6. Daftar Nama Subjek Analisis Kode Kategori Skor Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah Berikut ini akan menunjukkan proses analisis kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi lingkaran di kelas Vi-4 SMP Swasta Free Methodist-1 Medan: Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Soal Nomor 1 . Subjek YM Jawaban Tes tertulis (Jumlah skor adalah . Kemampuan Berpikir Lancar (Fluenc. Siswa mampu memberikan semua langkah penyelesaian dan gambar dengan tepat dan benar. Kemampuan Berpikir Luwes (Fleksibilit. Siswa mampu menyelesaikan dengan menjabarkan diketahui ditanya dan jawab dan Kemampuan Berpikir Orisinal (Originalit. Siswa mampu mengembangkan suatu gagasan sehingga lebih menarik dan sesuai dengan Jurnal REVORMA. Vol. No. Bulan November Tahun 2025 tetapi tidak membuat alternatif jawaban yang E-ISSN: 2808-4217 P-ISSN: 2808-6880 apa yang diminta dalam . Subjek NM Jawaban Tes tertulis (Jumlah skor adalah . Kemampuan Berpikir Lancar (Fluenc. Siswa mampu memberikan semua langkah penyelesaian dengan tepat dan benar. Kemampuan Berpikir Luwes (Fleksibilit. Siswa mampu menyelesaikan dengan menjabarkan diketahui ditanya dan jawab dan tetapi tidak membuat alternatif jawaban yang berbeda jawaban yang Kemampuan Berpikir Orisinal (Originalit. Siswa mampu mengembangkan suatu gagasan sehingga lebih menarik dan sesuai dengan apa yang diminta dalam . Subjek BA Jawaban Tes tertulis (Jumlah skor adalah . Kemampuan Berpikir Lancar (Fluenc. Siswa memberikan beberapa langkah penyelesaian, tetapi masih salah dalam menggunakan Kemampuan Berpikir Luwes (Fleksibilit. Siswa hanya mampu memberikan diketahui dan ditanya, tanpa memberikan jawaban yang lengkap. Kemampuan Berpikir Orisinal (Originalit. Siswa tidak mampu mengembangkan suatu gagasan dan belum mampu Jurnal REVORMA. Vol. No. Bulan November Tahun 2025 langkah untuk meyelesaikan soal E-ISSN: 2808-4217 P-ISSN: 2808-6880 menambahkan detail-detail sehingga lebih menarik. Subjek KJ Jawaban Tes tertulis (Jumlah skor adalah . Kemampuan Berpikir Lancar (Fluenc. Siswa tidak mampu membuat langkah penyelesaian selesai. Kemampuan Berpikir Luwes (Fleksibilit. Siswa mampu menyelesaikan dengan menjabarkan diketahui ditanya dan jawab dan tetapi tidak membuat alternatif jawaban yang berbeda jawaban yang Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Soal Nomor 2 . Subjek YM Jawaban Tes tertulis (Jumlah skor adalah . Kemampuan Berpikir Orisinal (Originalit. Siswa memberikan jawaban tetapi belum mampu mengembangkan suatu ide. Jurnal REVORMA. Vol. No. Bulan November Tahun 2025 Kemampuan Berpikir Lancar (Fluenc. Siswa mampu memberikan semua langkah penyelesaian dan gambar dengan tepat dan benar. Kemampuan Berpikir Luwes (Fleksibilit. Siswa mampu menyelesaikan dengan menjabarkan diketahui ditanya dan jawab, dan memberikan alternatif jawaban yang berbeda. E-ISSN: 2808-4217 P-ISSN: 2808-6880 Kemampuan Berpikir Orisinal (Originalit. Siswa mampu mengembangkan suatu gagasan sehingga lebih menarik dan sesuai dengan apa yang diminta dalam . Subjek NM Jawaban Tes tertulis (Jumlah skor adalah . Kemampuan Berpikir Lancar (Fluenc. Siswa mampu memberikan semua langkah penyelesaian dengan tepat dan benar. Kemampuan Berpikir Luwes (Fleksibilit. Siswa mampu menyelesaikan dengan menjabarkan diketahui ditanya dan jawab tetapi tidak memberikan jawaban alternatif yang berbeda. Kemampuan Berpikir Orisinal (Originalit. Siswa mampu mengembangkan suatu gagasan sehingga lebih menarik dan sesuai dengan apa yang diminta dalam Jurnal REVORMA. Vol. No. Bulan November Tahun 2025 E-ISSN: 2808-4217 P-ISSN: 2808-6880 Subjek BA Jawaban Tes tertulis (Jumlah skor adalah . Kemampuan Berpikir Lancar (Fluenc. Siswa mampu memberikan semua langkah penyelesaian dengan tepat dan benar tetapi tidak memberikan jawaban akhir Kemampuan Berpikir Luwes (Fleksibilit. Siswa mampu menyelesaikan dengan menjabarkan diketahui ditanya dan jawab tetapi tidak memberikan jawaban alternatif yang berbeda. Kemampuan Berpikir Orisinal (Originalit. Siswa mampu mengembangkan suatu gagasan sehingga lebih menarik dan sesuai dengan apa yang diminta dalam . Subjek KJ Jawaban Tes tertulis (Jumlah skor adalah . Kemampuan Berpikir Lancar (Fluenc. Siswa tidak mampu membuat langkah penyelesaian dengan Kemampuan Berpikir Luwes (Fleksibilit. Siswa tidak mampu menyelesaikan dan tetapi menjabarkan diketahui ditanya dan Kemampuan Berpikir Orisinal (Originalit. Tidak mampu memberikan jawaban tetapi belum mampu mengembangkan suatu Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Soal Nomor 3 . Subjek YM Jurnal REVORMA. Vol. No. Bulan November Tahun 2025 E-ISSN: 2808-4217 P-ISSN: 2808-6880 Jawaban Tes tertulis (Jumlah skor adalah . Kemampuan Berpikir Lancar (Fluenc. Siswa mampu memberikan semua langkah penyelesaian dengan tepat dan benar. Kemampuan Berpikir Luwes (Fleksibilit. Siswa mampu menyelesaikan dengan menjabarkan diketahui ditanya dan jawab, dan memberikan alternatif jawaban yang berbeda. Kemampuan Berpikir Orisinal (Originalit. Siswa mampu mengembangkan suatu gagasan sehingga lebih menarik dan sesuai dengan apa yang diminta dalam . Subjek NM Jawaban Tes tertulis (Jumlah skor adalah . Kemampuan Berpikir Lancar (Fluenc. Siswa mampu memberikan semua langkah Kemampuan Berpikir Luwes (Fleksibilit. Siswa mampu menyelesaikan dengan Kemampuan Berpikir Orisinal (Originalit. Siswa mampu mengembangkan suatu Jurnal REVORMA. Vol. No. Bulan November Tahun 2025 penyelesaian dengan tepat dan benar. E-ISSN: 2808-4217 P-ISSN: 2808-6880 menjabarkan diketahui ditanya dan jawab tetapi tidak memberikan jawaban alternatif yang berbeda. gagasan sehingga lebih menarik dan sesuai dengan apa yang diminta dalam . Subjek BA Jawaban Tes tertulis (Jumlah skor adalah . Kemampuan Berpikir Lancar (Fluenc. Siswa mampu memberikan semua langkah penyelesaian dengan tepat dan benar. Kemampuan Berpikir Luwes (Fleksibilit. Siswa mampu menyelesaikan dengan menjabarkan diketahui ditanya dan jawab tetapi tidak memberikan jawaban alternatif yang berbeda. Kemampuan Berpikir Orisinal (Originalit. Siswa mampu mengembangkan suatu gagasan sehingga lebih menarik dan sesuai dengan apa yang diminta dalam . Subjek KJ Jawaban Tes tertulis (Jumlah skor adalah . Kemampuan Berpikir Lancar (Fluenc. Siswa tidak mampu membuat langkah Kemampuan Berpikir Luwes (Fleksibilit. Siswa tidak mampu menyelesaikan dan tetapi menjabarkan Kemampuan Berpikir Orisinal (Originalit. Tidak mampu memberikan jawaban tetapi belum mampu Jurnal REVORMA. Vol. No. Bulan November Tahun 2025 penyelesaian dengan diketahui ditanya dan E-ISSN: 2808-4217 P-ISSN: 2808-6880 mengembangkan suatu Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Soal Nomor 4 . Subjek YM Jawaban Tes tertulis (Jumlah skor adalah . Kemampuan Berpikir Lancar (Fluenc. Siswa mampu memberikan semua langkah penyelesaian dengan tepat dan benar. Kemampuan Berpikir Luwes (Fleksibilit. Siswa mampu menyelesaikan dengan menjabarkan diketahui ditanya dan jawab tetapi tidak memberikan jawaban alternatif yang berbeda. Subjek NM Jawaban Tes tertulis (Jumlah skor adalah . Kemampuan Berpikir Orisinal (Originalit. Siswa mampu mengembangkan suatu gagasan sehingga lebih menarik dan sesuai dengan apa yang diminta dalam Jurnal REVORMA. Vol. No. Bulan November Tahun 2025 Kemampuan Berpikir Lancar (Fluenc. Siswa mampu memberikan semua langkah penyelesaian dengan tepat dan benar. Kemampuan Berpikir Luwes (Fleksibilit. Siswa mampu menyelesaikan dengan menjabarkan diketahui ditanya dan jawab tetapi tidak memberikan jawaban alternatif yang berbeda. E-ISSN: 2808-4217 P-ISSN: 2808-6880 Kemampuan Berpikir Orisinal (Originalit. Siswa mampu mengembangkan suatu gagasan sehingga lebih menarik dan sesuai dengan apa yang diminta dalam . Subjek BA Jawaban Tes tertulis (Jumlah skor adalah . Kemampuan Berpikir Lancar (Fluenc. Siswa mampu memberikan semua langkah penyelesaian dengan tepat dan benar. Kemampuan Berpikir Luwes (Fleksibilit. Siswa mampu menyelesaikan dengan menjabarkan diketahui ditanya dan jawab tetapi tidak memberikan jawaban alternatif yang berbeda. Kemampuan Berpikir Orisinal (Originalit. Siswa mampu mengembangkan suatu gagasan sehingga lebih menarik dan sesuai dengan apa yang diminta dalam Jurnal REVORMA. Vol. No. Bulan November Tahun 2025 E-ISSN: 2808-4217 P-ISSN: 2808-6880 Subjek KJ Jawaban Tes tertulis (Jumlah skor adalah . Kemampuan Berpikir Lancar (Fluenc. Siswa mampu memberikan semua langkah penyelesaian dengan tepat dan benar. Kemampuan Berpikir Luwes (Fleksibilit. Siswa mampu menyelesaikan dengan menjabarkan diketahui ditanya dan jawab tetapi tidak memberikan jawaban alternatif yang berbeda. Kemampuan Berpikir Orisinal (Originalit. Siswa mampu mengembangkan suatu gagasan sehingga lebih menarik dan sesuai dengan apa yang diminta dalam Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Soal Nomor 5 . Subjek YM Jawaban Tes tertulis (Jumlah skor adalah . Kemampuan Berpikir Lancar (Fluenc. Siswa mampu memberikan semua langkah Kemampuan Berpikir Luwes (Fleksibilit. Siswa mampu menyelesaikan dengan menjabarkan diketahui Kemampuan Berpikir Orisinal (Originalit. Siswa mampu mengembangkan suatu gagasan sehingga lebih Jurnal REVORMA. Vol. No. Bulan November Tahun 2025 penyelesaian dengan tepat dan benar. ditanya dan jawab tetapi tidak memberikan jawaban alternatif yang berbeda. E-ISSN: 2808-4217 P-ISSN: 2808-6880 menarik dan sesuai dengan apa yang diminta dalam . Subjek NM Jawaban Tes tertulis (Jumlah skor adalah . Kemampuan Berpikir Lancar (Fluenc. Siswa mampu memberikan semua langkah penyelesaian dengan tepat dan benar. Kemampuan Berpikir Luwes (Fleksibilit. Siswa mampu menyelesaikan dengan menjabarkan diketahui ditanya dan jawab tetapi tidak memberikan jawaban alternatif yang berbeda. Subjek BA Jawaban Tes tertulis (Jumlah skor adalah . Kemampuan Berpikir Orisinal (Originalit. Siswa mampu mengembangkan suatu gagasan sehingga lebih menarik dan sesuai dengan apa yang diminta dalam Jurnal REVORMA. Vol. No. Bulan November Tahun 2025 Kemampuan Berpikir Lancar (Fluenc. Siswa mampu memberikan semua langkah penyelesaian dengan tepat dan benar. E-ISSN: 2808-4217 P-ISSN: 2808-6880 Kemampuan Berpikir Luwes (Fleksibilit. Siswa mampu menyelesaikan dengan menjabarkan diketahui ditanya dan jawab tetapi tidak memberikan jawaban alternatif yang berbeda. Kemampuan Berpikir Orisinal (Originalit. Siswa mampu mengembangkan suatu gagasan sehingga lebih menarik dan sesuai dengan apa yang diminta dalam . Subjek KJ Jawaban Tes tertulis (Jumlah skor adalah . Kemampuan Berpikir Lancar (Fluenc. Siswa tidak mampu membuat langkah penyelesaian dengan Kemampuan Berpikir Luwes (Fleksibilit. Siswa tidak mampu menyelesaikan dan tetapi menjabarkan diketahui ditanya dan Kemampuan Berpikir Orisinal (Originalit. Siswa memberikan jawaban tetapi belum mengembangkan suatu Jurnal REVORMA. Vol. No. Bulan November Tahun 2025 E-ISSN: 2808-4217 P-ISSN: 2808-6880 Pembahasan Hasil Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMP Swasta Free Methodist-1 Medan dengan menggunakan deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan hasil analisis kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada materi lingkaran dikelas Vi SMP Swasta Free Methodist-1 Medan. Penelitian ini dilakukan sebanyak 1 kali pertemuan pada kelas Vi-4 yang terdiri dari 25 orang siswa. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 18 juli - 22 juli 2024 pada semester ganjil T. 2023/2024. Pengambilan sampel yang digunakan pada pebelitian ini adalah simple random sampling yaitu pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi yang dapat dilakukan dengan cara pengundian. Materi yang diujikan adalah materi lingkaran dalam bentuk cerita. Pada penelitian ini yang menjadi fokus adalah kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada materi lingkaran, karna merupakan tolak ukur untuk mengetahui keberhasilan siswa dalam meyelesaikan soal cerita lingkaran. Dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan berpikir kreatif siswa. Untuk memperoleh tujuan tersebut peneliti terlebih dahulu memberikan soal essay kemampuan berpikir kreatif. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan melalui nilai tes yang berbentuk essay sebanyak 5 soal diperoleh perhitungan jumlah total nilai sebanyak 1875, perhitungan nilai rata-rata 75 yang didapar dari hasil nilai total dibagi dengan jumlah n, perhitungan simpangan baku 8,16 nilai terendah 60, dan nilai tertinggi 85. Berdasarkan hasil perhitungan rata-rata dan simpangan baku, diperoleh interval distribusi frekuensi kemampuan berpikir kreatif yaitu X > 90 kategori kemampuan sangat tinggi, 80 < X O90 kategori kemampuan tinggi, 70 < X O 80 kategori kemapuan sedang, 60 < X O 70kemampuan kategori rendah. X O 60kategori kemampuan sangat rendah. Dari hasil interval ditribusi frekuensi kemampuan berpikir kreatif siswa, diperoleh sebanyak 5 siswa yang memiliki tingkat kemampuan berpikir kreatif yang tinggi sebesar 20%, hal ini sejalan dengan hasil penelitian dari Pratiwi dkk, 2022 yang mengatakan bahwa siswa pada kategori tinggi mempunyai kemampuan berpikir kreatif matematis yang baik . , diantaranya mereka mampu menjawab soal dengan pemikiran yang lancar dan mendetail serta menggunakan hasil pemikirannya sendiri walaupun belum mampu memberikan jawaban dari arah pemikiran yang berbeda-beda. Diperoleh 11 siswa memiliki tingkat kemampuan berpikir kreatif yang sedang sebesar 44% siswa pada kategori sedang mempunyai kemampuan yang cukup kreatif dan sebagian besar mereka menuliskan jawaban hanya saja masih ada kekeliruan sehingga jawaban yang diperoleh masih ada yang kurang lengkap. Diperoleh 7 siswa yang memiliki tingkat kemampuan berpikir kreatif yang rendah sebesar 28%, siswa pada kategori rendah kurang mampu menggunakan informasi yang mereka peroleh dari soal sehingga menghambat bahkan membuat mereka tidak dapat mengemukakan ide-ide matematisnya sehingga soal tidak terselesaikan dengan baik, selain itu mereka kurang cermat dan teliti dalam menuliskan jawaban. Diperoleh 2 siswa yang memiliki tingkat kemampuan berpikir kreatif yang sangat rendah sebesar 8%, siswa yang memperoleh kategori sangat rendah tidak mampu menggunakan kemampuan dan mengembangkan jawaban serta tidak mampu dalam menyelesaikan soal menggunakan kemampuan berpikir kreatif. Berdasarkan pembahasan maka kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal cerita di SMP Swasta Free Methodist-1 Medan tergolong Jurnal REVORMA. Vol. No. Bulan November Tahun 2025 E-ISSN: 2808-4217 P-ISSN: 2808-6880 Kesimpulan Dari hasil analisis data disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal cerita di kelas Vi SMP Swasta Free Methodist-1 Medan termasuk dalam kategori sedang dimana disrtibusi hasil kemampuan berpikir kreatif sebesar 44% yang terdiri dari 11 siswa. Diperoleh sebanyak 5 siswa yang tinggi sebesar 20%, 7 siswa yang rendah sebesar 28%, dan 2 siswa yang sangat rendah sebesar 8%. Bibliography