11 JUSTIAN. Jurnal Sistem Informasi Akuntansi Vol. No. Maret, pp. ISSN: 2721-7523 Pengendalian Pasokan Produk Plumbing di Megah Grahaa Dengan SCM Method Berbasis Web Bulan Rahmadani1. Fauriatun Helmiah2. Febby Madona Yuma3 Info Artikel Diterima Februari 23, 2026 Revisi Maret 2, 2026 Terbit Maret 11, 2026 Keywords: E-Supply Chain Management. Supply Control. Information System. Plumbing Distribution. Web. ABSTRACT Supply control in the distribution of plumbing products is vulnerable to fluctuations in demand and supplier delays. Based on observations at Megah Grahaa, supplier delivery delays of 2Ae4 days were found during periods of high demand, stock data discrepancies of around A8% per month, and around 15% of slow-moving products stored for more than 60 days. These conditions indicate the need for a more integrated supply chain management system. This study aims to design and implement a web-based Electronic Supply Chain Management (ESCM) system to improve the effectiveness of supply control. The system was developed using the Waterfall model, which includes needs analysis, system design using UML, implementation with PHP and MySQL, and testing using black-box testing. The results of the study show an increase in operational performance after the system implementation, where stock data discrepancies decreased from A8% to less than 3% and the time to generate inventory reports was reduced from around 30 minutes to A10 minutes. The system also enables realtime stock monitoring, thereby improving coordination between warehouses, suppliers, and management. These findings indicate that the implementation of E-SCM can improve inventory accuracy and supply control efficiency in building material distribution. Identitas Penulis: Bulan Rahmadani1. Fauriatun Helmiah2. Febby Madona Yuma3 Sistem Informasi. Fakultas Ilmu Komputer. Universitas Royal. Asahan. Sumatera Utara1,2,3 Jl. Prof. Yamin No. Kisaran Naga. Kec. Kota Kisaran Timur. Kab. Asahan. Sumatera Utara Email: rahmadhanibulan624@gmail. com, fauriatunh@gmail. com, febbyyuma@gmail. PENDAHULUAN Pengendalian pasokan merupakan faktor krusial dalam industri perdagangan bahan bangunan, khususnya pada produk plumbing yang memiliki karakteristik teknis dan menjadi komponen utama proyek konstruksi . Ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan berpotensi menimbulkan stockout maupun overstock, yang berdampak langsung pada efisiensi biaya dan kepuasan pelanggan . Berdasarkan observasi awal di Megah Grahaa, rata-rata terjadi keterlambatan pasokan dari supplier selama 2Ae4 hari pada periode permintaan tinggi, serta ketidaksesuaian stok fisik dan pencatatan sebesar A8% per bulan. Selain itu, terdapat sekitar 15% produk slow moving yang menumpuk lebih dari 60 hari di gudang. Kondisi ini menunjukkan adanya permasalahan struktural dalam pengendalian rantai pasok yang belum berbasis sistem terintegrasi . Beberapa penelitian sebelumnya telah mengkaji implementasi Supply Chain Management (SCM) berbasis web pada sektor distribusi dan manufaktur . Studi-studi tersebut menunjukkan bahwa sistem SCM mampu meningkatkan integrasi data dan efisiensi distribusi . Namun, sebagian besar penelitian masih berfokus pada implementasi sistem tanpa menyajikan indikator kuantitatif tingkat perbaikan operasional, serta belum secara spesifik membahas karakteristik distribusi produk plumbing yang memiliki http://jurnal. id/index. php/justian JUSTIAN. Jurnal Sistem Informasi Akuntansi Vol. No. Maret, pp. ISSN: 2721-7523 variasi tipe, ukuran, dan perputaran stok yang berbeda . Selain itu, pendekatan yang digunakan cenderung generik dan belum menyesuaikan dengan pola fluktuasi permintaan sektor konstruksi yang dinamis . Dengan demikian, terdapat research gap berupa belum adanya model pengendalian pasokan berbasis ESupply Chain Management (E-SCM) yang dirancang secara kontekstual untuk distributor produk plumbing dengan analisis berbasis indikator operasional seperti frekuensi stockout, lead time pengadaan, dan tingkat perputaran stok. Penelitian ini tidak hanya mengimplementasikan sistem E-SCM, tetapi juga menganalisis dampaknya terhadap pengendalian pasokan secara terukur . Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut, penelitian ini berfokus pada upaya merancang suatu sistem Electronic Supply Chain Management (E-SCM) yang mampu mengintegrasikan proses pengadaan, penyimpanan, serta distribusi produk plumbing pada Megah Grahaa. Permasalahan utama yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana merancang sistem E-SCM berbasis web yang dapat mendukung pengelolaan rantai pasok secara terintegrasi serta bagaimana dampak penerapan sistem tersebut terhadap efektivitas pengendalian pasokan, khususnya dalam mengurangi ketidaksesuaian data stok, mempercepat proses pelaporan persediaan, dan meningkatkan koordinasi antara pihak gudang, pemasok, serta manajemen. Sejalan dengan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem E-Supply Chain Management berbasis web yang mampu mendukung pengendalian pasokan produk plumbing secara lebih terstruktur. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan sistem terhadap efisiensi operasional dan stabilitas pengelolaan persediaan pada Megah Grahaa melalui indikator operasional seperti akurasi data stok, kecepatan proses pelaporan, dan koordinasi distribusi. Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada pengembangan model implementasi E-SCM yang dirancang secara kontekstual untuk distributor produk plumbing skala menengah, yang memiliki karakteristik variasi produk dan dinamika permintaan yang berbeda dengan sektor distribusi lainnya. Selain itu, penelitian ini juga memberikan kontribusi melalui penyajian analisis berbasis indikator operasional yang terukur, seperti tingkat ketidaksesuaian stok, efisiensi waktu pelaporan, dan stabilitas pasokan setelah implementasi sistem. Dengan pendekatan tersebut, penelitian ini tidak hanya berfokus pada pengembangan sistem secara teknis, tetapi juga mengevaluasi dampak implementasi sistem terhadap peningkatan efektivitas pengendalian rantai pasok secara empiris . METODE Proses penelitian dilakukan secara sistematis menggunakan pendekatan pengembangan perangkat lunak dengan model Waterfall. Model ini dipilih karena menyediakan tahapan pengembangan sistem yang terstruktur dan berurutan, sehingga memudahkan proses perancangan dan implementasi sistem E-Supply Chain Management (E-SCM) yang sesuai dengan kebutuhan operasional Megah Grahaa. Tahapan dalam model Waterfall meliputi identifikasi masalah, pengumpulan data, analisis kebutuhan sistem, perancangan sistem, pengembangan aplikasi, pengujian sistem, serta implementasi dan evaluasi sistem. Setiap tahapan dilakukan secara berurutan, dimana hasil dari satu tahap menjadi dasar bagi tahap berikutnya. Pada tahap identifikasi masalah, dilakukan pengamatan terhadap proses pengendalian pasokan yang berjalan untuk mengetahui kendala yang terjadi dalam pengelolaan persediaan produk plumbing. Tahap pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan pihak pengelola, serta dokumentasi data terkait aktivitas distribusi dan persediaan barang. Selanjutnya dilakukan analisis kebutuhan sistem untuk menentukan fungsi dan fitur yang diperlukan dalam sistem E-SCM. Tahap berikutnya adalah perancangan sistem yang meliputi pemodelan sistem menggunakan Unified Modeling Language (UML), perancangan basis data, serta desain antarmuka pengguna. Setelah proses perancangan selesai, dilakukan pengembangan sistem berbasis web menggunakan bahasa pemrograman PHP dan basis data MySQL. Sistem yang telah dikembangkan kemudian melalui tahap pengujian menggunakan metode black-box testing untuk memastikan bahwa seluruh fungsi sistem berjalan sesuai dengan kebutuhan Tahap terakhir adalah implementasi dan evaluasi sistem untuk menilai efektivitas penerapan sistem E-SCM dalam mendukung pengendalian pasokan produk plumbing pada Megah Grahaa. http://jurnal. id/index. php/justian JUSTIAN. Jurnal Sistem Informasi Akuntansi Vol. No. Maret, pp. ISSN: 2721-7523 HASIL Data Analisis Kebutuhan data input pada sistem yang dirancang yaitu input data produk, data penjualan, data produk atau menu, data pelanggan, data Pemasok, data User dan laporan kemudian dijadikan data tersebut menjadi data yang dapat saling terkoneksi dalam sistem berbasis website. Nama CV. Putra Mas Pertama (PMP) CV. Kratau Mas Jaya CV. Graha Solusi Focus Electric Uni Teknik Sumber: Hasil Penelitian . Tabel 1. Data Analisis Alamat Jl. Letda Sujono Komp. Pergudangan PT. INII Blok 7. Medan Medan Medan Jln. Anif No. 8 H&I Komplek Ruko Cemara Kuta. Medan Jl. Merbabu No. 8C-D. Medan Medan Bahan Sambungan Pipa Rucika Sambungan Pipa Grest Sambungan Pipa Jaya Toren Air Pompa Air Panasonic Pompa Air Shimizu dan Sanyo Sistem Desain Merancang sistem menggunakan diagram use case. Diagram use case adalah diagram yang digunakan dalam pemodelan sistem untuk menggambarkan interaksi antara pengguna . dan sistem yang dikembangkan . Diagram ini menunjukkan bagaimana aktor berinteraksi dengan berbagai fungsi atau use case dalam sistem. Setiap use case mewakili tujuan atau aktivitas yang dilakukan oleh aktor dalam konteks pengembangan sistem . Gambar 1. Use Case Diagram Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 1 menunjukkan Use Case Diagram sistem E-SCM yang dikembangkan pada Megah Grahaa. Diagram ini menggambarkan interaksi antara tiga aktor utama, yaitu Admin. Pemasok (Supplie. , dan Pemilik. Admin bertanggung jawab mengelola data produk, data pemasok, pencatatan produk masuk, serta pembuatan laporan http://jurnal. id/index. php/justian JUSTIAN. Jurnal Sistem Informasi Akuntansi Vol. No. Maret, pp. ISSN: 2721-7523 Pemasok berinteraksi dengan sistem melalui proses pengiriman dan konfirmasi produk yang dipesan. Sementara itu. Pemilik memiliki akses untuk memantau laporan persediaan dan aktivitas distribusi sebagai dasar pengambilan keputusan strategis. Diagram ini menegaskan bahwa sistem dirancang untuk mengintegrasikan aliran informasi antar aktor secara terstruktur guna meningkatkan pengendalian pasokan. Implementasi Sistem Tampilan Home Tampilan utama merupakan tampilan awal dari sistem yang mana tampilan ini menampilkan produk. Gambar 2. Tampilan Home Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 2 menampilkan halaman utama sistem yang berfungsi sebagai pusat navigasi pengguna. Halaman ini menampilkan ringkasan informasi produk dan akses menuju fitur utama, sehingga memudahkan pengguna dalam memantau ketersediaan barang secara cepat dan terintegrasi. Tampilan Gallery Product Produk yang dijual dapat dilihat pada halaman gallery product. Gambar 3. Tampilan Gallery Product Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 3 menunjukkan halaman galeri produk yang menampilkan daftar produk plumbing beserta informasi Fitur ini membantu pengguna memperoleh informasi stok secara real-time dan mendukung transparansi dalam proses distribusi dan pengadaan. http://jurnal. id/index. php/justian JUSTIAN. Jurnal Sistem Informasi Akuntansi Vol. No. Maret, pp. ISSN: 2721-7523 Tampilan Login Form login merupakan halaman untuk hak akses bagi Admin, pemasok, pelanggan dan pemilik yang telah Berikut tampilan halaman login. Gambar 4. Tampilan Login Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 4 menampilkan halaman login sebagai mekanisme autentikasi sistem. Fitur ini memastikan bahwa setiap aktor, seperti admin, pemasok, dan pemilik, hanya dapat mengakses fitur sesuai dengan hak akses yang telah ditentukan. Tampilan Daftar Form Daftar merupakan form yang di gunakan untuk mendaftar sebagai pengguna aplikasi, dengan mengisi nama lengkap, usernamae, password, konfirmasi password, dan level Berikut tampilan halaman daftar. Gambar 5. Tampilan Daftar Sumber: Hasil Penelitian . http://jurnal. id/index. php/justian JUSTIAN. Jurnal Sistem Informasi Akuntansi Vol. No. Maret, pp. ISSN: 2721-7523 Gambar 5 menunjukkan halaman pendaftaran pengguna baru. Proses ini memungkinkan registrasi aktor sistem secara terstruktur, sehingga mendukung pengelolaan akses dan integrasi data pengguna dalam sistem E-SCM. Tampilan Produk Masuk Form produk masuk menampilkan data produk masuk atau produk yang dipesan ke pemasok pada Megah Grahaa. Gambar 6. Tampilan Produk Masuk Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 6 menampilkan halaman pencatatan produk masuk dari pemasok. Fitur ini berfungsi untuk merekam transaksi pengadaan barang, memantau jumlah stok yang diterima, serta mengurangi risiko ketidaksesuaian antara data dan stok fisik. Tampilan Cetak Laporan Produk Form cetak laporan produk menampilkan laporan produk yang ada di toko. Berikut Form cetak laporan produk. Gambar 7. Cetak Laporan Produk Sumber: Hasil Penelitian . http://jurnal. id/index. php/justian JUSTIAN. Jurnal Sistem Informasi Akuntansi Vol. No. Maret, pp. ISSN: 2721-7523 Gambar 7 menunjukkan fitur pencetakan laporan produk yang menyajikan data persediaan dan distribusi secara Laporan ini menjadi dasar evaluasi pengendalian pasokan dan mendukung pengambilan keputusan manajerial secara lebih akurat. 4 Pengujian Blackbox Pengujian sistem dilakukan menggunakan metode Blackbox Testing yang bertujuan untuk memastikan bahwa setiap fungsi dalam sistem E-Supply Chain Management (E-SCM) berjalan sesuai dengan kebutuhan Metode ini berfokus pada pengujian fungsi sistem berdasarkan input yang diberikan dan output yang dihasilkan tanpa melihat struktur kode program. Proses pengujian dilakukan pada beberapa fitur utama sistem seperti proses login, pengolahan data pemasok, pengelolaan data produk, serta pencatatan transaksi produk masuk dan pembuatan laporan. Hasil pengujian sistem disajikan pada Tabel 2 berikut. Skenario Pengujian Login sistem Login sistem Input data Input produk Edit data Hapus data Cetak laporan stok Tabel 2. Hasil Pengujian Blacbbox Hasil yang Hasil Pengujian Diharapkan Username dan Sistem berhasil Sistem menampilkan password valid menampilkan halaman halaman dashboard Username atau Sistem menampilkan Sistem menampilkan password salah pesan kesalahan login pesan Auusername atau password salahAy Mengisi data Data pemasok Data berhasil tersimpan pemasok baru tersimpan dalam Mengisi data Data produk masuk Data tersimpan dan stok produk masuk dari tersimpan dan stok Mengubah Sistem memperbarui Data berhasil diperbarui informasi produk data produk Menghapus data Data produk terhapus Data berhasil dihapus produk tertentu dari sistem Memilih menu Sistem menampilkan Laporan berhasil laporan stok dan mencetak laporan Data Uji Status Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, seluruh fungsi utama sistem berjalan sesuai dengan skenario pengujian yang telah dirancang. Hal ini menunjukkan bahwa sistem E-Supply Chain Management (E-SCM) yang dikembangkan telah mampu beroperasi dengan baik dalam mendukung proses pengelolaan data produk, pemasok, serta pencatatan persediaan pada Megah Grahaa. KESIMPULAN Penelitian ini berhasil merancang dan mengimplementasikan sistem Electronic Supply Chain Management (E-SCM) berbasis web untuk mendukung pengendalian pasokan produk plumbing pada Megah Grahaa. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem mampu meningkatkan akurasi pengelolaan persediaan dengan menurunkan ketidaksesuaian data stok dari sekitar A8% menjadi kurang dari 3%, serta mempercepat proses pembuatan laporan persediaan dari sekitar 30 menit menjadi A10 menit. Selain itu, sistem memungkinkan pemantauan stok secara lebih terintegrasi antara admin, pemasok, dan pemilik usaha sehingga membantu mengurangi potensi kekosongan stok dan meningkatkan efisiensi operasional. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengembangan model implementasi E-SCM yang disesuaikan dengan karakteristik distributor produk plumbing skala menengah serta didukung oleh evaluasi berbasis indikator operasional terukur, sehingga memberikan bukti empiris bahwa integrasi sistem informasi pada rantai pasok dapat meningkatkan akurasi inventaris dan efektivitas pengendalian distribusi. http://jurnal. id/index. php/justian JUSTIAN. Jurnal Sistem Informasi Akuntansi Vol. No. Maret, pp. ISSN: 2721-7523 REFERENSI