Terbit online pada laman web jurnal: http://jurnal. id/index. php/JAMTEKNO JAM-TEKNO ( Jurnal Pengabdian Masyarakat TEKNO) Vol. 6 No. 78 Ae 85 |ISSN Media Elektronik: 2828-6391 Memaksimalkan Tren Produk Untuk Pelaku UMKM Menggunakan Algoritma Iterative Dichotomiser 3 (ID. Muhamad Rizaludin1*. Husni Hidayat2. Mujibul Hakim3. Rudi Fanani4. Nur Hadian5 1,2,3,4,5Program Studi Teknologi Informasi. Fakultas Sains Dan Teknologi. Institut Teknologi Dan Sains Nahdlatul Ulama. Pekalongan. Indonesia lonly@gmail. com*, husni. hidayat11@gmail. com, 3mujibulhakim@gmail. 4idurinanaf@gmail. com,5nurhadian97@gmail. Abstract Micro. Small, and Medium Enterprises play a key role, especially in sectors that absorb a larger workforce, helping them to develop and sustain themselves during economic crises. As the national economy progresses, society is increasingly recognizing the importance of Micro. Small, and Medium Enterprises in Indonesia. So far. Micro. Small, and Medium Enterprises actors in Bugangan village have not introduced new innovations in terms of products or wider sales, due to business owners not examining in detail customer interests and market trends related to their products. This project applies the Iterative Dichotomiser 3 (ID. algorithm to identify overlooked product trends to boost sales, expand market share, and introduce new innovations for generating profits for Micro. Small, and Medium Enterprises in Bugangan village. The percentage obtained shows that the response from Micro. Small, and Medium Enterprises actors in Bugangan village to this community service program is 2%, with a score interpretation criterion of very good. Keywords: bugangan village, id3 algorithm, product trends Abstrak Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peranan utama terutama dalam sektor yang menyerap lebih banyak tenaga kerja untuk berkembang, termasuk dalam usaha untuk bertahan dalam krisis ekonomi. Dalam perkembangan perekonomian nasional, masyarakat semakin menyadari peran penting keberadaan UMKM di Indonesia. Selama ini pelaku UMKM desa Bugangan belum melakukan sebuah inovasi baru baik dalam hal produk dan penjualan yang lebih luas, hal ini disebabkan karena pemilik usaha belum melihat secara detail tentang bagaimana minat pelanggan dan apa yang sedang tren dipasaran menyangkut produknya. Untuk pengabdian ini menerapkan algoritma Iterative Dichotomiser 3 (ID. yang bertujuan digunakan untuk melihat tren produk selama ini yang terabaikan untuk meningkatkan penjualan, perluasan pangsa pasar dan menambah inovasi-inovasi dalam memperoleh keuntungan baru pada usaha UMKM desa Bugangan. Persentase yang diperoleh dapat diketahui bahwa tanggapan dari pelaku UMKM desa Bugangan terhadap pelaksanaan PKM ini yaitu dengan persentase 93,2% dengan kriteria interpretasi skor sangat baik. Kata kunci: UMKM desa bugangan, algoritma ID3, tren produk. keberlangsungan hidup mereka . Dalam kondisi ekonomi yang dinamis dan penuh ketidakpastian. Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki terutama ketika terjadi krisis ekonomi global yang peranan yang sangat penting dalam menopang berdampak langsung terhadap berbagai sektor industri, perekonomian suatu negara, termasuk Indonesia, karena UMKM sering kali menjadi sektor yang tetap bertahan sektor ini tidak hanya menjadi salah satu penyedia dan bahkan mampu berkembang di tengah situasi yang lapangan kerja terbesar, tetapi juga berperan dalam sulit, mengingat fleksibilitasnya yang lebih tinggi mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional serta dibandingkan dengan perusahaan besar yang sering kali meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan bagi kelompok ekonomi menengah ke bawah yang perubahan ekonomi yang cepat. Oleh karena itu. UMKM untuk tidak hanya dipandang sebagai tulang punggung Pendahuluan Diterima Redaksi : 12-03-2025 | Selesai Revisi : 23-11-2025 | Diterbitkan Online : 31-12-2025 Muhamad Rizaludin1*. Husni Hidayat2. Mujibul Hakim3. Rudi Fanani4. Nur Hadian5 JAM-TEKNO (Jurnal Pengabdian Masyarakat TEKNO) Vol . 6 No. 78 Ae 85 perekonomian nasional, tetapi juga sebagai sektor yang terjadi di desa Bugangan, di mana para pelaku UMKM memiliki ketahanan lebih tinggi dalam menghadapi masih menghadapi berbagai tantangan dalam tantangan ekonomi, baik di tingkat lokal maupun global. mengembangkan bisnis mereka ke skala yang lebih luas. Hingga saat ini, banyak pelaku UMKM di desa Lebih lanjut. UMKM juga berperan signifikan dalam Bugangan yang belum mampu melakukan inovasi baru, menyumbang devisa negara, terutama melalui ekspor baik dalam hal pengembangan produk maupun strategi non-migas yang menjadi salah satu pilar utama dalam pemasaran yang lebih modern dan efektif. Salah satu meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia di pasar faktor utama yang menyebabkan stagnasi ini adalah internasional . Seiring dengan meningkatnya kurangnya pemahaman mereka terhadap minat dan permintaan akan produk-produk lokal yang memiliki preferensi pelanggan, terutama dalam hal tren produk nilai tambah dan keunikan tersendiri. UMKM semakin yang sedang diminati di pasar. Akibatnya, meskipun memiliki peluang besar untuk memperluas jangkauan mereka telah memiliki pelanggan tetap yang loyal, pasarnya tidak hanya dalam skala nasional tetapi juga jangkauan pemasaran mereka masih terbatas dan belum hingga ke tingkat global. Oleh sebab itu, penguatan mampu berkembang ke pasar yang lebih luas, baik di sektor UMKM menjadi salah satu fokus utama dalam tingkat kota maupun nasional, sehingga peluang untuk kebijakan ekonomi nasional, terutama dalam upaya menjadikan produk mereka sebagai salah satu ikon khas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih dari kabupaten Pekalongan masih belum dapat inklusif dan berkelanjutan, di mana UMKM dan diwujudkan secara optimal. koperasi dijadikan sebagai alat kebijakan yang strategis dalam pembangunan nasional guna memastikan bahwa Melihat permasalahan yang dihadapi oleh pelaku pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan oleh seluruh UMKM di desa Bugangan, diperlukan suatu pendekatan lapisan masyarakat tanpa terkecuali . yang berbasis teknologi guna membantu mereka dalam memahami tren pasar serta mengidentifikasi strategi Selain berkontribusi dalam aspek ekonomi. UMKM juga yang paling efektif dalam meningkatkan daya saing memiliki dampak sosial yang sangat besar, terutama usaha mereka. Oleh karena itu, dalam rangka membantu dalam membantu pemerintah mengatasi berbagai pelaku UMKM dalam menghadapi tantangan tersebut, permasalahan yang berkaitan dengan pengentasan program pengabdian kepada masyarakat ini berupaya kemiskinan, penanggulangan pengangguran, serta untuk mengimplementasikan algoritma ID3 sebagai pemerataan distribusi pendapatan yang masih menjadi salah satu solusi inovatif yang dapat digunakan untuk tantangan besar dalam pembangunan ekonomi menganalisis tren produk serta membantu pelaku usaha Indonesia. Dengan adanya UMKM yang berkembang di dalam membuat keputusan yang lebih tepat berdasarkan berbagai daerah, lapangan pekerjaan dapat tercipta lebih data yang tersedia. Algoritma ID3 dipilih karena banyak, sehingga masyarakat tidak perlu berbondongmemiliki kemampuan dalam mengekstraksi pola bondong mencari pekerjaan di kota-kota besar, yang tersembunyi dari data historis, sehingga dapat digunakan pada akhirnya dapat mengurangi tingkat urbanisasi yang untuk mengidentifikasi produk-produk yang paling berlebihan dan menekan berbagai masalah sosial yang diminati oleh pelanggan, sekaligus membantu pelaku sering kali muncul akibat ketidakseimbangan antara UMKM dalam memahami tren pasar yang selama ini jumlah penduduk dan ketersediaan lapangan pekerjaan Dengan penerapan algoritma ini, diharapkan di perkotaan . Salah satu daerah yang memiliki peran pelaku UMKM di desa Bugangan dapat memperoleh besar dalam pengembangan sektor UMKM adalah wawasan baru mengenai kecenderungan pasar, sehingga kabupaten Pekalongan, yang selama ini dikenal sebagai mereka dapat mengembangkan inovasi produk yang salah satu kota dengan sektor ekonomi berbasis UMKM lebih sesuai dengan permintaan pelanggan, memperluas yang berkembang pesat, di mana banyak masyarakatnya jangkauan pemasaran mereka, serta meningkatkan daya menggantungkan mata pencaharian mereka pada saing bisnis mereka di tengah persaingan yang semakin berbagai usaha kecil dan menengah yang berorientasi pada produk lokal dengan nilai jual tinggi. Sebagaimana yang telah diketahui, algoritma ID3 Seperti halnya daerah-daerah lain yang memiliki merupakan salah satu metode dalam penggalian keunggulan tersendiri dalam sektor UMKM, kabupaten informasi baru dari kumpulan data dalam sebuah Pekalongan juga memiliki berbagai produk khas yang database, yang sebelumnya telah terbukti efektif dalam menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung membantu proses klasifikasi serta prediksi perilaku dan berbelanja, sehingga memberikan peluang besar pelanggan dalam konteks pengambilan keputusan bisnis, bagi para pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha khususnya dalam sektor UMKM . Dengan adanya mereka dengan lebih inovatif dan kompetitif agar dapat pendekatan berbasis data yang lebih terstruktur dan memenuhi permintaan pasar yang terus berkembang . sistematis, diharapkan pelaku UMKM tidak lagi hanya Namun, meskipun kabupaten Pekalongan dikenal mengandalkan intuisi dalam menjalankan bisnis mereka, sebagai daerah yang memiliki potensi besar dalam tetapi juga dapat mengambil keputusan yang lebih pengembangan UMKM, masih terdapat berbagai berbasis fakta dan analisis data yang akurat. Dengan kendala yang dihadapi oleh para pelaku usaha dalam demikian, melalui penerapan algoritma ID3 dalam mengoptimalkan potensi mereka, sebagaimana yang Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC BY 4. 0 | DOI: https://doi. org/10. 29207/ jamtekno. Muhamad Rizaludin1*. Husni Hidayat2. Mujibul Hakim3. Rudi Fanani4. Nur Hadian5 JAM-TEKNO (Jurnal Pengabdian Masyarakat TEKNO) Vol . 6 No. 78 Ae 85 program pengabdian ini, diharapkan pelaku UMKM di UMKM di desa Bugangan, baik dari segi inovasi desa Bugangan dapat semakin berkembang, tidak hanya produk, keterbatasan dalam strategi pemasaran, dalam hal peningkatan pendapatan tetapi juga dalam rendahnya pemahaman terhadap tren pasar, kurangnya memperluas jangkauan pemasaran mereka hingga ke pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan bisnis, hingga tingkat yang lebih luas, bahkan berpotensi menjadi salah permasalahan terkait akses terhadap pasar yang lebih satu ikon produk unggulan dari kabupaten Pekalongan luas. Data yang dikumpulkan dalam tahap ini yang dikenal secara nasional maupun internasional . selanjutnya digunakan sebagai bahan acuan dalam Selain itu, melalui penguatan kapasitas pelaku UMKM menyusun materi pelatihan serta strategi solusi yang dalam pemanfaatan teknologi dan analisis data, dapat diterapkan dalam program pengabdian ini. diharapkan ekosistem UMKM di kabupaten Pekalongan Pelaksanaan survei lapangan serta wawancara dan secara keseluruhan juga dapat semakin maju, sehingga diskusi dengan pihak terkait memberikan dampak yang lebih besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan Setelah permasalahan utama berhasil diidentifikasi, kesejahteraan masyarakat secara lebih merata . langkah berikutnya adalah melakukan survei lapangan secara langsung dengan mengunjungi UMKM di desa Metode Pengabdian Masyarakat Bugangan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih Dalam upaya untuk mencapai tujuan yang telah komprehensif mengenai kondisi nyata yang dihadapi dirumuskan sebelumnya dalam kegiatan pengabdian oleh para pelaku usaha. Dalam survei ini, dilakukan kepada masyarakat ini, diperlukan suatu pendekatan observasi secara langsung terhadap proses produksi, yang sistematis, terstruktur, dan berbasis data guna metode pemasaran yang digunakan, serta berbagai memastikan bahwa setiap langkah yang dilakukan dapat tantangan yang dihadapi dalam operasional sehari-hari. memberikan manfaat yang optimal bagi pelaku UMKM Selain observasi lapangan, dilakukan pula proses di desa Bugangan. Metode yang digunakan dalam wawancara mendalam dengan pemilik usaha, pekerja, pelaksanaan kegiatan ini melibatkan beberapa tahapan serta pihak-pihak terkait lainnya guna menggali penting, mulai dari identifikasi masalah yang dihadapi informasi lebih lanjut mengenai pengalaman mereka oleh pelaku usaha, pelaksanaan survei lapangan yang dalam mengelola bisnis, hambatan yang mereka hadapi, mencakup observasi langsung serta wawancara dengan serta harapan mereka terhadap solusi yang dapat pemilik usaha, studi literatur sebagai dasar referensi membantu meningkatkan daya saing usaha mereka. ilmiah, hingga implementasi penerapan algoritma ID3 Wawancara ini dilakukan dengan pendekatan yang yang bertujuan untuk menganalisis tren produk serta bersifat interaktif agar pelaku UMKM dapat dengan membantu para pelaku UMKM dalam menentukan leluasa menyampaikan pandangan serta kebutuhan strategi bisnis yang lebih efektif dan inovatif . Setelah mereka secara langsung. seluruh rangkaian kegiatan selesai, dilakukan pula evaluasi menyeluruh guna menilai keberhasilan program Sebagai tambahan, diadakan pula sesi diskusi terbuka serta mengidentifikasi area yang masih dapat yang melibatkan para pelaku usaha untuk membahas ditingkatkan di masa mendatang . Untuk berbagai strategi yang dapat diterapkan guna mengatasi memastikan bahwa kegiatan ini berjalan secara permasalahan yang ada. Dalam sesi ini, peserta didorong sistematis dan terarash, tahapan pelaksanaan metode untuk berbagi pengalaman serta ide-ide inovatif yang dalam program pengabdian kepada masyarakat ini dapat membantu meningkatkan efektivitas usaha dirancang dalam beberapa langkah utama sebagai mereka. Dengan adanya diskusi ini, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih kolaboratif, di mana pelaku UMKM tidak hanya menerima informasi, tetapi Identifikasi masalah sebagai langkah awal dalam juga turut berkontribusi dalam merancang strategi yang perumusan materi dan pelatihan paling sesuai dengan kebutuhan mereka. Langkah pertama yang dilakukan dalam kegiatan Tinjauan pustaka sebagai dasar acuan materi dalam pengabdian ini adalah proses identifikasi masalah yang kegiatan pengabdian bertujuan untuk menggali serta memahami berbagai kendala yang dihadapi oleh pelaku UMKM di desa Dalam rangka memastikan bahwa materi yang Bugangan dalam mengembangkan usaha mereka. Proses disampaikan dalam kegiatan pengabdian ini memiliki identifikasi ini menjadi langkah yang sangat penting dasar ilmiah yang kuat dan relevan, dilakukan pula karena berfungsi sebagai dasar utama dalam proses tinjauan pustaka terhadap berbagai referensi menentukan arah dan fokus dari kegiatan pengabdian, akademik yang berkaitan dengan topik yang dibahas. sehingga materi yang disampaikan nantinya benar-benar Studi literatur ini mencakup berbagai penelitian sesuai dengan kebutuhan serta permasalahan nyata yang terdahulu, jurnal ilmiah, buku, serta artikel yang dihadapi oleh para pelaku usaha. membahas tentang strategi pemasaran dalam UMKM. Dalam tahap ini, dilakukan pengumpulan informasi pentingnya inovasi produk, serta penerapan algoritma secara mendalam mengenai berbagai faktor yang ID3 dalam analisis tren pasar. berpotensi menjadi hambatan bagi perkembangan Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC BY 4. 0 | DOI: https://doi. org/10. 29207/ jamtekno. Muhamad Rizaludin1*. Husni Hidayat2. Mujibul Hakim3. Rudi Fanani4. Nur Hadian5 JAM-TEKNO (Jurnal Pengabdian Masyarakat TEKNO) Vol . 6 No. 78 Ae 85 Melalui tinjauan pustaka ini, materi yang diberikan yang berisi pertanyaan mengenai pengalaman mereka dalam kegiatan pengabdian dapat disusun berdasarkan selama mengikuti kegiatan ini, tingkat kepuasan mereka pendekatan yang tidak hanya bersifat praktis tetapi juga terhadap materi yang disampaikan, serta pendapat memiliki dasar teoritis yang dapat dipertanggung mereka mengenai manfaat yang diperoleh dari program Selain itu, dengan adanya kajian pustaka ini, ini. Observasi perubahan: dilakukan pemantauan peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih terhadap perubahan yang terjadi setelah kegiatan ini mendalam mengenai berbagai metode yang dapat berlangsung, seperti apakah pelaku UMKM mulai diterapkan dalam mengembangkan usaha mereka menerapkan strategi yang diajarkan, serta apakah berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terdapat peningkatan dalam metode pemasaran atau inovasi produk mereka. Implementasi dan penerapan algoritma ID3 dalam Dengan adanya evaluasi yang menyeluruh ini, diharapkan hasil dari program pengabdian ini dapat terus analisis tren produk bagi UMKM ditingkatkan di masa depan, sehingga dapat memberikan Salah satu langkah utama dalam kegiatan pengabdian ini manfaat yang lebih besar bagi pelaku UMKM di desa adalah penerapan algoritma ID3, yang digunakan Bugangan serta membantu mereka dalam mencapai sebagai metode dalam menganalisis tren produk pertumbuhan usaha yang lebih signifikan. berdasarkan data yang telah dikumpulkan. Algoritma ID3 dipilih karena memiliki kemampuan dalam 3. Hasil dan Pembahasan mengolah dan mengekstraksi pola tersembunyi dari data Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat historis, sehingga dapat membantu pelaku UMKM yang ditujukan bagi para pelaku UMKM di desa dalam memahami preferensi pelanggan serta Bugangan telah berhasil menghasilkan berbagai luaran mengidentifikasi produk mana yang memiliki potensi yang memberikan dampak positif dalam berbagai aspek. besar untuk sukses di pasaran. Melalui penerapan metode yang sistematis serta Dalam implementasinya, algoritma ID3 digunakan pendekatan berbasis teknologi informasi, kegiatan ini untuk mengklasifikasikan data pelanggan serta telah memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan menentukan pola perilaku konsumen berdasarkan pemahaman, keterampilan, serta kesiapan para pelaku berbagai faktor seperti tren pembelian, preferensi UMKM dalam menghadapi tantangan bisnis yang produk, serta variabel lain yang relevan. Dengan adanya semakin kompetitif di era digital. Kegiatan pelaksanaan analisis berbasis data ini, pelaku UMKM di desa pengabdian dari sisi pesertaditampilkan dalam Gambar Bugangan dapat memperoleh wawasan yang lebih 1. akurat mengenai jenis produk yang sebaiknya mereka fokuskan, strategi pemasaran yang paling efektif, serta inovasi yang dapat dilakukan guna meningkatkan daya saing bisnis mereka di tengah persaingan yang semakin Selain membantu dalam pengambilan keputusan bisnis, penerapan algoritma ID3 dalam kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan edukasi kepada pelaku UMKM mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi dalam mengelola bisnis mereka. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai analisis data, diharapkan para pelaku usaha dapat lebih terbuka terhadap teknologi Gambar 1. Pelaksanaan Pengabdian dari sisi Peserta serta mampu mengoptimalkan strategi bisnis mereka Kegiatan pelaksanaan pengabdian dari sisi pemateri berdasarkan hasil analisis yang lebih terukur. ditampilkan dalam Gambar 2. Evaluasi keberhasilan kegiatan dan pengukuran dampak bagi peserta Setelah seluruh rangkaian kegiatan pengabdian ini selesai dilaksanakan, tahap selanjutnya adalah melakukan evaluasi guna menilai efektivitas program serta dampak yang telah diberikan kepada peserta. Evaluasi dilakukan melalui beberapa metode, di antaranya adalah: . Diskusi interaktif: diadakan sesi diskusi dengan peserta untuk mengetahui sejauh mana mereka memahami dan dapat menerapkan materi yang telah diberikan dalam kegiatan ini. Kuesioner evaluasi: setiap peserta diminta untuk mengisi kuesioner Gambar 2. Pelaksanaan Pengabdian dari sisi Pemateri Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC BY 4. 0 | DOI: https://doi. org/10. 29207/ jamtekno. Muhamad Rizaludin1*. Husni Hidayat2. Mujibul Hakim3. Rudi Fanani4. Nur Hadian5 JAM-TEKNO (Jurnal Pengabdian Masyarakat TEKNO) Vol . 6 No. 78 Ae 85 Luaran yang dicapai dalam pelaksanaan kegiatan ini UMKM dalam menciptakan serta mengembangkan mencakup beberapa aspek utama yang memberikan produk mereka. manfaat langsung bagi pelaku usaha, baik dalam hal Dengan memahami bagaimana menganalisis tren pasar peningkatan pengetahuan, adaptasi terhadap teknologi, serta memanfaatkan informasi yang tersedia, para pelaku efisiensi operasional, hingga pengambilan keputusan usaha kini lebih mampu untuk mengembangkan produk bisnis yang lebih tepat. yang sesuai dengan permintaan pasar. Selain itu, mereka Dampak kegiatan pengabdian bagi pelaku UMKM juga lebih efisien dalam mengelola sumber daya yang di desa Bugangan mereka miliki, sehingga dapat meningkatkan output produksi dengan kualitas yang lebih baik. Dampak dari Beberapa dampak utama yang telah dihasilkan dari peningkatan produktivitas ini pada akhirnya program ini: . Peningkatan pengetahuan bagi pelaku berkontribusi pada peningkatan keuntungan serta UMKM di desa Bugangan, salah satu hasil utama dari pertumbuhan usaha mereka dalam jangka panjang. kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya A Efisiensi dalam pengelolaan waktu dan biaya pengetahuan serta wawasan para pelaku UMKM mengenai berbagai aspek dalam menjalankan dan Salah satu tantangan utama yang sering dihadapi oleh mengembangkan usaha mereka. Melalui berbagai sesi pelaku UMKM adalah keterbatasan sumber daya, baik pelatihan dan diskusi, peserta diberikan akses terhadap dari segi waktu maupun biaya operasional. Melalui sumber pengetahuan yang relevan dengan bidang usaha kegiatan ini, pelaku usaha diajarkan bagaimana cara mereka, mulai dari strategi pemasaran yang efektif, memanfaatkan sumber daya yang ada dengan lebih pemanfaatan teknologi dalam bisnis, hingga pentingnya efektif dan efisien, sehingga dapat menghemat waktu analisis data dalam memahami preferensi pelanggan. serta mengurangi biaya yang tidak perlu. Dengan adanya Dengan adanya peningkatan pengetahuan ini, para pemahaman yang lebih baik mengenai strategi bisnis pelaku UMKM kini lebih memahami cara untuk berbasis data, pelaku UMKM kini lebih mampu untuk mengembangkan usaha mereka dengan pendekatan yang menentukan langkah yang tepat dalam menjalankan lebih terstruktur dan berbasis data. Mereka juga lebih usaha mereka. Misalnya, dengan mengetahui produk mampu mengenali peluang bisnis yang dapat mana yang memiliki permintaan tinggi, mereka dapat dimanfaatkan serta potensi risiko yang perlu diantisipasi mengalokasikan sumber daya secara lebih optimal, dalam menjalankan usaha mereka ke depannya. Dampak dari meningkatnya pengetahuan ini tidak hanya terbatas profitabilitas usaha mereka. Pengambilan keputusan pada pengelolaan usaha yang lebih baik, tetapi juga pada yang lebih tepat dan terarah, keputusan yang tepat peningkatan daya saing UMKM di pasar yang semakin merupakan faktor kunci dalam kesuksesan sebuah . Kemampuan pelaku UMKM dalam Melalui penerapan metode berbasis analisis data, beradaptasi dengan kemajuan teknologi informasi, di era pelaku UMKM kini lebih mampu dalam mengambil digital saat ini, perkembangan teknologi informasi keputusan yang didasarkan pada informasi yang akurat menjadi faktor yang sangat berpengaruh dalam dunia dan relevan, bukan hanya berdasarkan intuisi semata. Oleh karena itu, salah satu fokus utama dalam Dengan memahami bagaimana menganalisis data kegiatan pengabdian ini adalah membekali pelaku pelanggan, tren pasar, serta pola pembelian, pelaku UMKM dengan keterampilan serta pemahaman yang usaha dapat mengambil keputusan yang lebih strategis memadai mengenai pemanfaatan teknologi dalam dalam mengembangkan usaha mereka. Hal ini mendukung operasional bisnis mereka. Melalui kegiatan mencakup keputusan dalam menentukan produk yang ini, pelaku UMKM di desa Bugangan mendapatkan akan dikembangkan, strategi pemasaran yang akan wawasan tentang bagaimana teknologi dapat digunakan diterapkan, hingga cara terbaik dalam menghadapi untuk meningkatkan efisiensi bisnis, mulai dari persaingan di pasar. Pelaksanaan pengabdian penggunaan platform digital untuk pemasaran, ditampilkan dalam Gambar3. pemanfaatan media sosial sebagai alat promosi, hingga pentingnya analisis data dalam memahami tren pasar dan preferensi pelanggan. Dengan pengetahuan ini, pelaku UMKM kini lebih siap dalam menghadapi perubahan serta perkembangan teknologi, sehingga mereka tidak tertinggal dibandingkan dengan pelaku usaha lainnya yang telah lebih dulu mengadopsi teknologi dalam . Peningkatan produktivitas pelaku UMKM melalui pemanfaatan pengetahuan, pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan pengabdian ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dapat langsung diterapkan dalam praktik bisnis sehari-hari. Salah satu dampak positif yang dapat diamati adalah meningkatnya produktivitas pelaku Gambar 3. Pelaksanaan Pengabdian Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC BY 4. 0 | DOI: https://doi. org/10. 29207/ jamtekno. Muhamad Rizaludin1*. Husni Hidayat2. Mujibul Hakim3. Rudi Fanani4. Nur Hadian5 JAM-TEKNO (Jurnal Pengabdian Masyarakat TEKNO) Vol . 6 No. 78 Ae 85 Penyerahan materi pelatihan ditampilkan dalam Gambar waktu terjadinya transaksi penjualan. CP (Cara Promos. , atribut ini merepresentasikan strategi pemasaran yang digunakan oleh pelaku UMKM dalam memasarkan produk mereka. DLS K (Distribusi Lokal Skala Keci. , atribut ini menggambarkan sejauh mana produk didistribusikan dalam cakupan lokal dengan skala kecil. DLS B (Distribusi Lokal Skala Besa. , berbeda dengan DLS K, atribut ini menunjukkan distribusi produk dalam skala yang lebih luas. TK K (Teknik Kemasan Keci. , atribut ini merepresentasikan teknik pengemasan produk dalam ukuran kecil. TK B (Teknik Kemasan Besa. , atribut ini berkaitan dengan teknik pengemasan dalam ukuran besar. PE (Periode Even. , atribut ini menunjukkan apakah transaksi terjadi selama periode tertentu yang memiliki dampak terhadap . Total, atribut ini merupakan jumlah total penjualan dalam satu transaksi. Laris, atribut ini berfungsi sebagai label yang menunjukkan apakah suatu produk tergolong "laris" atau tidak berdasarkan data penjualan yang ada. Hasil klasifikasi menggunakan algoritma ID3, gambar hasil pengujian algoritma ditampilkan dalam Gambar 5. Gambar 4. Penyerahan Materi Pelatihan Analisis penjualan produk UMKM desa Bugangan menggunakan algoritma ID3 Sebagai bagian dari kegiatan pengabdian ini, dilakukan analisis penjualan produk UMKM di desa Bugangan dengan tujuan untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan suatu produk dalam mencapai angka penjualan yang tinggi. Salah satu teknik yang digunakan dalam analisis ini adalah algoritma ID3, sebuah metode dalam Decision Tree yang digunakan Gambar 5. Hasil Pengujian Algoritma ID3 untuk mengklasifikasikan data berdasarkan atribut tertentu yang memiliki pengaruh terhadap hasil akhir. Grafik Hubungan antara Laris dengan Transaksi . Atribut yang digunakan dalam analisis, analisis ini ditampilkan dalam Gambar 6. menggunakan beberapa atribut utama yang dianggap memiliki dampak signifikan terhadap tingkat penjualan Tabel berikut menunjukkan atribut-atribut yang digunakan dalam analisis data penjualan produk UMKM di desa Bugangan: Atribut data yang digunakan ditampilkan dalam Tabel 1. Tabel 1. Atribut Data Nama Atribut Tipe Tgl Transaksi Date Polynominal DLS K Polynominal DLS B Polynominal TK K Polynominal TK B Polynominal Polynominal Total Polynominal Laris Label Gambar 6. Grafik Hubungan Laris dengan Transaksi Setelah dilakukan analisis menggunakan algoritma ID3, diperoleh hasil evaluasi model dengan metrik sebagai Berikut adalah penjelasan dari masing-masing atribut berikut: . Akurasi sebesar 78,18% menunjukkan yang digunakan dalam analisis data penjualan produk bahwa model klasifikasi yang dibangun mampu UMKM di desa Bugangan. Setiap atribut memiliki peran mengklasifikasikan data dengan tingkat keakuratan yang penting dalam memahami faktor-faktor yang cukup tinggi. Dengan kata lain, mayoritas prediksi yang memengaruhi keberhasilan suatu produk di pasar: . dihasilkan oleh model sesuai dengan hasil sebenarnya di Tgl Transaksi (Tanggal Transaks. , atribut ini mencatat lapangan. Presisi sebesar 77,14% mengindikasikan Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC BY 4. 0 | DOI: https://doi. org/10. 29207/ jamtekno. Muhamad Rizaludin1*. Husni Hidayat2. Mujibul Hakim3. Rudi Fanani4. Nur Hadian5 JAM-TEKNO (Jurnal Pengabdian Masyarakat TEKNO) Vol . 6 No. 78 Ae 85 bahwa dari seluruh produk yang diprediksi sebagai Berdasarkan data yang diperoleh, dilakukan perhitungan "laris", sekitar 77,14% benar-benar terbukti laris skor total dengan menggunakan bobot sebagai berikut: berdasarkan data aktual. Hal ini menunjukkan bahwa Sangat Setuju (SS) = 5 model memiliki keandalan yang cukup baik dalam Setuju (S) = 4 mengidentifikasi produk yang memiliki peluang tinggi Ragu-ragu (RG) = 3 untuk sukses di pasaran. Sensitivitas sebesar 62,79% Tidak Setuju (TS) = 2 berarti bahwa dari seluruh produk yang benar-benar laris Sangat Tidak Setuju (STS) = 1 di lapangan, sekitar 62,79% berhasil terdeteksi dengan benar oleh model. Meskipun angka ini menunjukkan Hasil perhitungan total skor sebagai berikut: bahwa masih terdapat beberapa produk laris yang tidak Jumlah skor dari SS: 69 y 5 = 345 teridentifikasi dengan baik oleh model, hasil ini tetap memberikan wawasan yang berharga bagi pelaku Jumlah skor dari S: 30 y 4 = 120 Jumlah skor dari RG: 1 y 3 = 3 UMKM dalam menyusun strategi bisnis mereka. Jumlah skor dari TS: 0 y 2 = 0 Hasil evaluasi kegiatan berdasarkan data kuesioner Jumlah skor dari STS: 0 y 1 = 0 Total skor keseluruhan: 466 Untuk mengukur keberhasilan kegiatan pengabdian ini, dilakukan evaluasi melalui penyebaran kuesioner Persentase kepuasan peserta dihitung sebagai berikut: kepada para peserta yang terdiri dari pelaku UMKM di desa Bugangan. Kuesioner ini dirancang untuk menggali ) y 100% = 93,2% tanggapan peserta terhadap berbagai aspek dalam pelaksanaan kegiatan, mulai dari relevansi materi yang Berdasarkan tabel interpretasi skor, hasil evaluasi ini disampaikan, efektivitas waktu pelaksanaan, hingga menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan pengabdian kepuasan terhadap interaksi dengan tim pengabdian, kepada masyarakat ini termasuk dalam kategori "Sangat grafik hasil kuesioner pelaksanaan pengabdian Baik" karena memperoleh persentase lebih dari 81%, ditampilkan dalam Gambar 7. kriteria interpretasi skor ditampilkan dalam Tabel 4. Tabel 4. Kriteria Interpretasi Skor Persentase 0% - 20% 21% - 40% 41% - 60% 61% - 80% 81% - 100% Pelaksanaan sudah sesuai dengan tujuan Program sudah sesuai Waktu pelaksanaan Dosen dan Mahasiswa Masyarakat setempat dengan kebutuhan relatif telah mencukupi bersikap ramah, cepat menerima dan masyarakat objek yang sesuai kebutuhan dan tanggap membantu mengharapkan program selama kegiatan saat ini dan masa yang akan datang Keterangan Sangat Kurang Baik Kurang Baik Cukup Baik Baik Sangat Baik Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini telah berhasil mencapai tujuan yang diharapkan dan Gambar 7. Hasil kuesioner Pelaksanaan Pengabdian memberikan manfaat yang signifikan bagi pelaku Hasil dari kuesioner yang telah dikumpulkan UMKM di desa Bugangan dalam meningkatkan menunjukkan bahwa mayoritas peserta memberikan kompetensi, produktivitas, serta kesiapan mereka dalam tanggapan yang sangat positif terhadap kegiatan ini. menghadapi tantangan bisnis di masa depan. Sangat Setuju Setuju Ragu-ragu Tanggapan peserta terhadap berbagai pertanyaan yang Kesimpulan diajukan dapat dirangkum dalam Tabel 2. Berdasarkan hasil analisis data penjualan produk Tabel 2. Bobot Nilai Jawaban UMKM di desa Bugangan dengan menggunakan Jawaban Bobot algoritma ID3, diperoleh wawasan yang berharga Sangat Setuju (SS) mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan Setuju (S) produk di pasar. Dari atribut-atribut yang dianalisis. Ragu-ragu (RG) Tidak Setuju (TS) ditemukan bahwa DLS K. DLS B, dan CP memiliki Sangat Tidak Setuju (STS) pengaruh yang signifikan terhadap tingkat penjualan. Dengan tingkat akurasi sebesar 78,18%, presisi 77,14%. Hasil Kuesioner yang 6. dalam kegiatan PKM ini dan sensitivitas 62,79%, model klasifikasi yang ditampilkan dalam Tabel 3. digunakan mampu memberikan gambaran yang cukup Tabel 3. Hasil Kuesioner akurat dalam memprediksi produk mana yang memiliki potensi untuk laris di pasaran. Jawaban Pertanyaan Total STS Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa strategi distribusi dan metode promosi memainkan peran penting dalam meningkatkan daya saing UMKM. Dengan memahami tren yang ada, pelaku UMKM dapat menyusun strategi pemasaran yang lebih efektif, seperti Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC BY 4. 0 | DOI: https://doi. org/10. 29207/ jamtekno. Muhamad Rizaludin1*. Husni Hidayat2. Mujibul Hakim3. Rudi Fanani4. Nur Hadian5 JAM-TEKNO (Jurnal Pengabdian Masyarakat TEKNO) Vol . 6 No. 78 Ae 85 memilih jalur distribusi yang optimal serta mengadopsi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara teknik promosi yang lebih menarik dan sesuai dengan lebih luas. preferensi pelanggan. Selain itu, faktor kemasan dan periode pemasaran juga berperan dalam menentukan Daftar Rujukan tingkat penjualan, terutama dalam menghadapi . Alfani A. Roz. , dan Sukmana F. , 2021. Prediksi Penjualan perubahan tren pasar dan pola konsumsi pelanggan. Produk Unilever Menggunakan Metode k-Nearest Neighbor. Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika (JIPI). Sebagai langkah strategis ke depan, pelaku UMKM di 6. desa Bugangan perlu lebih aktif dalam mengadopsi . Raharjo M. , 2017. Analisis Algoritma Klasifikasi Dan Asosiasi Terhadap Atribut Data Pelaku Usaha Mikro Kecil Dan Menengah inovasi, baik dari sisi pengemasan, distribusi, maupun (UMKM). Technologia, 8. pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar. Yusuf W. Witri R. , dan Juliane C. , 2022. Model Prediksi Dengan memanfaatkan teknologi informasi dan data Penjualan Jenis Produk Tekstil Menggunakan Algoritma kanalitik. UMKM tidak hanya dapat meningkatkan Nearest Neighbor . -NN). Indonesian Journal on Computer and Information Technology (IJCIT), 7. , 1-6. penjualan tetapi juga mampu bersaing dalam skala yang . Ronaldi. , dan Hunafi N. , 2020. Implementasi Data Mining lebih luas, baik di tingkat lokal maupun nasional. Untuk Prediksi Penjualan Pestisida Pada CV Mitra Artha Sejati Menggunakan Algoritma Nayve Bayes. eProsiding Teknik Secara keseluruhan, hasil dari pengabdian ini Informatika (Protekti. , 1. , 250-257. menunjukkan bahwa penerapan algoritma ID3, dapat . Angela P. , 2021. Sistem Pendukung Keputusan Penentuan menjadi solusi yang efektif dalam membantu UMKM Permodalan UMKM Menggunakan Metode Decision Tree Dan AHP Di Kota Malang. Jurusan Teknik Informatika Universitas memahami pola penjualan, meningkatkan daya saing Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. produk, serta membuka peluang baru untuk ekspansi . Rizaludin M. , dan Fikriah F. , 2023. Prediksi Perilaku Pelanggan bisnis yang lebih besar dan berkelanjutan Pada Produk UMKM Batik Dengan Menggunakan Algoritma Ucapan Terimakasih . ika ad. Penulis dengan penuh rasa syukur dan penghargaan yang tinggi mengucapkan terima kasih kepada Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pekalongan atas dukungan finansial yang diberikan, sehingga pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat berjalan dengan lancar dan mencapai tujuan yang diharapkan. Selain itu juga disampaikan kepada para pelaku UMKM di desa Bugangan yang telah berperan aktif dalam setiap tahap Partisipasi, antusiasme, serta keterbukaan mereka dalam menerima ilmu dan berbagi pengalaman menjadi faktor kunci keberhasilan program ini. Semoga hasil dari pengabdian ini dapat memberikan manfaat nyata bagi perkembangan usaha mereka serta ------ Decision Tree. Teknomatika, 13. , 8-16. Rizaludin M. Hidayat H. , dan Hakim M. , 2024. Analisis Tren Produk UMKM Di Desa Bugangan Menggunakan Algoritma Iterative Dichotomiser 3 (ID. Teknomatika, 14. , 21-28. Rizaludin M. Fanani M. Hidayat H. , dan Hadian N. , 2024, Perbandingan Teknik Data Mining Untuk Prediksi Penjualan Produk UMKM Batik Karangdowo. Teknomatika, 14. , 32-39. Fanani MR. Rizaludin M. , dan Hidayat H. , 2024. Sosialisasi Produksi Penjualan Produk UMKM Yang Diminati Konsumen Menggunakan Algoritma C4. 5 di Desa Karangdowo Kec. Kedungwuni Kab. Pekalongan. SOROT Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3. , 22-25. Nosiel. Sriyanto, dan Maylani F. , 2021. Perbandingan Teknik Data Mining Untuk Prediksi Penjualan Pada UMKM Gerabah. Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC BY 4. 0 | DOI: https://doi. org/10. 29207/ jamtekno.