http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 8 No 2, 31 Desember 2025. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 Artikel Review Literatur Review: The Impact of Particulate Matter Air Pollution on Diabetes Muhammad Rasid1 . Henny Pagoray2. Krispinus Duma2,Mayusef Sukmana*3 Abstrak Latar belakang: Diabetes melitus(DM) merupakan penyakit sistemik yang disebabkan oleh peningkatan kadar glukosa dalam darah. Prevalensi DM meningkat setiap tahunnya di dunia hingga mencapai 693 juta pada tahun 2045. Particulate Matter 2. 5(PM2. diduga berkontribusi terjadinya peningkatan angka kejadian DM. Tujuan penelitian ini adalah melakukan literatur review artikel pengaruh partikulat matter terhadap DM. Metode penelitian adalah literatur review. Kriteria inklusi : artikel 5 tahun terakhir. , terindeks scopus Q1 sampai dengan Q4. Mesin pencarian. PRISMA dan ekstrak data menggunakan aplikasi Watase Uake terdapat 3 artikel yang memenuhi kriteria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan PM2. 5 dan DR dengan konsumsi alcohol nilai 1,29 . ,01, 1,. kejadian DR untuk setiap peningkatan 10-g/m3 pada partikulat dengan diameter O2,5 dan 2,5Ae10-m masing-masing adalah 1,29 . ,11Ae1,. dan 1,37 . ,17Ae1,. Terdapat hubungan PM2. 5 dengan kejadian diabetes nefropati dan konsumsi Paparan jangka panjang sangat penting berhubungan erat dengan tingkat hsCRP. Hubungan yang lebih kuat Peningkatan adiponektin diamati di antara peserta non-obesitas. Peningkatan 10 g/mA paparan PM2. 5, kemungkinan terkena retinopati diabetik meningkat sebesar 41%. Kesimpulan: Pada pasien DM, semakin tinggi paparan partikulat, semakin tinggi pula risiko DR. Sangat penting untuk mengurangi paparan PM2. Kata kunci: Partikulat Mater. DM, retinopathy, biomark Abstract Background: Diabetes mellitus (DM) is a systemic disease caused by elevated blood glucose levels. The prevalence of DM in the world. It is predicted to increase every year to reach 693 million by 2045. Particulate Matter 2. 5 (PM2. is thought to contribute to the increase in DM incidence. The purpose of this study was to conduct a literature review of articles on the effect of particulate matter on DM. The research method is literature review. Inclusion criteria: articles from the last 5 years, indexed by Scopus Q1 to Q4. Search engine. PRISMA and extract data using the Watase Uake application. There were three articles criteria included. The results showed that there was an association of PM2. 5 and DR with alcohol consumption with a value of 1. 01, 1. the incidence of DR for every 10-g/m3 increase in particulates with diameters O2. 5 and 2. 5-10-m was 1. , respectively. There was an association of PM2. 5 with the incidence of diabetes nephropathy and alcohol consumption. Long-term exposure was importantly associated with hsCRP levels. A stronger association of increased adiponectin was observed among non-obese participants. A 10 g/mA increase in PM2. 5 exposure, the probability of developing diabetic retinopathy increased by 41%. Conclusion: in patients with DM, the higher the particulate exposure, the higher the risk of DR. It is important to reduce PM2. 5 exposure. Keywords: Partikulat Mater. DM, retinopathy, biomark Submitted : 06 Oktober 2025 Accepted: 31 Desember 2025 Affiliasi penulis : 1 Dosen Prodi Keperawatan Politeknik Kesehatan Banjarmasin2Dosen Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan Universitas Mulawarman3Dosen Prodi D3 Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Korespondensi : mayusef sukmanaAy mayusef@fk. kardiovaskular, gagal ginjal, dan neuropati. Berbagai faktor risiko berkontribusi terhadap perkembangan DM, termasuk faktor genetik, pola makan, kurangnya aktivitas fisik, dan faktor lingkungan. Prevalensi DM telah meningkat secara dramatis di Cina, dari 0,67 pada tahun 1980 menjadi 10,9 IMN 2013. Data lainnya meningkat dari 139 per 100. 000 populasi pada tahun 1990 menjadi 215 per 100. populasi pada 2017. China memiliki jumlah terbesar pasien DM di seluruh dunia. antara polutan lingkungan, paparan materi partikulat mater (PM) 2. 5 dan PM10 PENDAHULUAN Diabetes Melitus merupakan masalah kesehatan global yang prevalensinya terus Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan bahwa pada tahun 2045 akan terdapat 693 juta penderita DM di . DM ditandai dengan hiperglikemia kronis yang dapat menyebabkan berbagai Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 8 No 2, 31 Desember 2025. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 dihubungkan dengan peningkatan prevalensi dan tingkat kejadian DM. Tingkat PM di Cina relatif lebih tinggi daripada di negara negara Eropa dan Amerika, dan studi pada populasi Cina baru-baru ini melaporkan hubungan positif antara polusi PM dan DM. DM merupakan penyebab paling umum dari gangguan ginjal dan komplikasinya termasuk penyakit kardiovaskular, ginjal, dan retina tinggi . Selain itu, pasien DM mungkin lebih rentan terhadap efek samping polusi udara pada penyakit kardiovaskular . Namun, penelitian tentang efek samping PM pada penyakit mikrovaskuler diabetes belum banyak diteliti. Sementara paparan jangka panjang terhadap PM dikaitkan dengan penyakit ginjal kronis dan perubahan mikroalbuminuria pada pasien diabetes. , hanya satu penelitian yang melaporkan hubungan Antara paparan PM dan terjadinya retinopati diabetik (DR) pada pasien diabetes. Penelitian bahwa paparan terhadap polusi udara, khususnya particulate matter , juga berperan dalam meningkatkan risiko DM. merupakan partikel halus dengan diameter kurang dari 2. 5 mikrometer yang dapat menembus jauh ke dalam pernapasan dan masuk ke aliran darah. Partikel-partikel peradangan sistemik, stres oksidatif, dan berkontribusi terhadap resistensi insulin dan disfungsi sel pankreas, mekanisme kunci dalam patogenesis DM. , . Penelitian terkait menunjukkan ada hubungan antara paparan PM dan peningkatan risiko DM, namun tinjauan literatur yang komprehensif masih diperlukan untuk merangkum temuan-temuan penelitian menganalisis kesenjangan penelitian yang perlu diatasi. Hasil tinjauan ini diharapkan dapat memberikan informasi berharga bagi tenaga kesehatan, pembuat kebijakan, dan masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengendalian DM di era dengan tingkat polusi udara yang semakin tinggi. Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Dalam melakukan tinjauan pemilihan hasil penelitian dengan sampel besar dan berasal dari negara banyak penduduk menjadi pertimbangan dalam menentukan kajian literatur agar penelitian bisa lebih menggeneralisir subjek yang diteliti. Kajian Pustaka terkait hasil penelitian yang telah dipublikasikan untuk dampak pada manusia belum banyak dilakukan. Sehingga diperlukan literatur review. Tujuan penelitian ini adalah melakukan literatur review artikel tentang penelitian pengaruh PM pada diabetes melitus. METODE Metodologi menggunakan literature Mesin pencarian dengan aplikasi Watase Uake suatu aplikasi yang membantu terhubung dengan data based scopus. Watase Uake merupakan aplikasi sistem online yang dirancang untuk melakukan kolaborasi penelitian antar peneliti. Dirintis sejak tahun 2018 dan mulai dikembangkan dengan melibatkan peneliti dari beberapa perguruan tinggi pada tahun 2020. Watase. id dibuat bertujuan memfasilitasi peneliti dalam melakukan riset bersama . iset Dengan menggunakan Watase, peneliti saling berbagi dan berkerjasama dalam penelitiannya. Adapun beberapa filtur yang dikembangkan Watase meliputi Systematic Literature Review dengan PRISMA. Simple Meta Analysis Klasifikasi Artikel. Visualisasi Data. (Wahyudi, 2. Tahapan PRISMA, upload sumber data pada aplikasi Watase Uake. Ekstaksi data, analisis artikel. Tahap menggunakan kata kunci menggunakan Aupariticulate mater 2. 5 diabeticAy, tahun publikasi artikel 2019-2024, data based artikel pada scopus dengan rank jurnal Q1. Q2. Q3. Q4. Tahap skrining artikel dilakukan dengan membaca judul, abstrak dan kata Tahap penerimaan artikel dilakukan jika artikel sesuai dangan tema dan kata kunci yang ditetapkan. Tahap laporan PRISMA dihasilkan secara otomatis dari aplikasi Watase Uake. Tahap ektraksi data Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 8 No 2, 31 Desember 2025. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 dengan Ekstraksi data pada literatur review adalah proses pengumpulan dan pemilihan informasi penting dari berbagai sumber literatur yang relevan. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan merangkum temuan-temuan kunci yang berkaitan dengan topik yang diteliti, sehingga dapat memberikan dasar yang kuat untuk penelitian lebih lanjut atau untuk menyusun tinjauan pustaka yang komprehensif. Tahapan terakhir adalah melakukan analisis data di pembahasan Gambar 4. PRISMA menggunakan aplikasi Watase UAKE. diterima berjumlah 12 . ua bela. Artikel yang memenuhi kriteria berjumlah 3 . Gambar 4 memperlihatkan jumlah artikel yang diidentifikasi 24. ua puluh empa. artikel, 12 . ua belas artike. masuk didapatkan tahun 2019-2024, dan 3 . artikel memenuhi kriteria inklusi dan eligible. HASIL Dari tahap identifikasi artikel dari data base sampai penerimaan artikel didapatkan 24 artikel yang relevan dengan kata kunci. Hasil penapisan PRISMA sebagai berikut : Artikel yang ditolak dari data based scopus berjumlah 12 . ua bela. Artikel yang Tabel 1 Ektraksi data Dampak Polutan Particulate Matter2. 5 Pada Diabetes Melitus No. Author/Tah un/Judul/Ju Tujuan Lokasi. Sampel Populasi Teknik Sampel Tipe Variabel Signifikan Kebaruan Kekuat Kelema Shan, et al . Association long-term exposure to matter and Untuk PM2. 5 dan China. Populasi 52,041 regional China dengan DM dan Sampel 3111 orang Survey Particulat e Matter 5(PM2. PM2. dan DR nilai 1,29 . ,01, 1,. Temuan PM2. Jumla l yang ar luas Data Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Usia Jenis Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 8 No 2, 31 Desember 2025. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 No. Author/Tah un/Judul/Ju Tujuan Lokasi. Sampel Populasi Teknik Sampel study in China,Envir Internationa DOI: 1016/j. dengan DM di 10 . Provinsi. ilaya h pedesaan di kabupaten/kot a/kota mady. Status Multistage Pendapat dewasa di Cina Tipe Pendidika Merokok Alkohol Pengukur an PM2. Sitasi : 31 Rank Journal : Pan. ShihChun. Association between air and diabetic Environmen Internationa Signifikan BMI Environmen Internationa Variabel Untuk n hubungan risiko DR Pasien yang melitus (DM) selama tahun 2003Ae2012 Longitudinal Health Insurance Database Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Cohort Partikulat Mater 2. Diabatic Retinopat The NHI Rasio Odds . nterval aan 95%) DR untuk an 10g/m3 Kebaruan Kekuat Kelema diabetik di di China. g/mA PM2. t sebesar Interval (CI) 95% 1,27 1,57. China Tidak a kasus a pasien ta DM. Pada DM, tinggi pula risiko DR. Sampe l besar Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. Informa ci terkait an DM . isalny http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 8 No 2, 31 Desember 2025. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 No. Author/Tah un/Judul/Ju Tujuan Journal. Sitasi : 34 Rank Journal : Sarah Luchta, et. Air pollution in nondiabetic adults: A pathway to Environmen Internationa Journal. DOI : https://doi. rg/10. Sitasi : 40 Tipe 2. , bagian dari National Health Insurance Research Database. Populasi 5790 dan DOI: https://doi. rg/10. Lokasi. Sampel Populasi Teknik Sampel Variabel Signifikan Research Database (NHIRD) O2,5 dan 2,5Ae10m 1,29 . ,11Ae 1,. dan 1,37 . ,17Ae 1,. Variabel Independ en AP. Biomarker . diponec t [IL-1RA]. C-reactive . sCRP]. Paparan gan erat hsCRP a tidak ada pola Hubunga n yang lebih kuat Peningkat n diamati di antara Sampel 579 Mengevalu AP(Air Pollutio. diponekti interleukin1 [IL-1RA], protein Creaktif hsCRP ], pada orang Populasi di DM di Jerman 6727 orang Sampel 4052 Adiponektin. IL-1RA, hsCRP , dan diukur dalam sampel darah pada awal . 2000Ae2. tindak lanjut pertama . 2006Ae2. dari prospektif Heinz Nixdorf Recall (HNR) studi kohort di Jerman. Ratarata paparan Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Cohort Instrumen an AP Air Kebaruan Kekuat Kelema A1C). Pada ti pola antara AP terkait di bahwa AP ngan DM Jumla e yang l diteliti . Laboro Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. Model EURAD 1 km2 , a tingkat n kami bias ini http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 8 No 2, 31 Desember 2025. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 No. Author/Tah un/Judul/Ju Tujuan Lokasi. Sampel Populasi Teknik Sampel Rank Journal : tempat tinggal PM10. PM2. NO2, dan jumlah partikel (PNAM) jendela waktu . sebelum model dispersi Tipe Variabel Signifikan Kebaruan Kekuat Dispersio (EURAD) Pemeriks ELISA kits from R&D Systems (Wiesbad German. Kelema kami ke Selain PM2. PNAM EURAD n, dan Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 8 No 2, 31 Desember 2025. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 No. Author/Tah un/Judul/Ju Tujuan Lokasi. Sampel Populasi Teknik Sampel Tipe Variabel Signifikan Kebaruan Kekuat Kelema PM10 NO2. Kemung si dalam PEMBAHASAN Partikel udara yang sangat halus dikenal sebagai partikel materi 2. 5 (PM2. yang memiliki kemampuan untuk masuk ke dalam sistem pernapasan dan bahkan masuk ke dalam aliran darah. Studi terbaru menunjukkan korelasi kuat antara paparan PM2. 5 dan berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan metabolisme. Studi-studi ini secara khusus menekankan korelasi antara PM2. 5 dan biomarker glikemik, peradangan ditunjukkan oleh kadar IL6. Hubungan PM2. biomarker glisemik seperti HOMA-IR dan 2hPG. HOMA-IR adalah indeks yang menilai resistensi insulin. Menurut penelitian. PM2. resistensi insulin. Ini dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti inflamasi, stres oksidatif, dan gangguan fungsi endotel. 2hPG: glukosa darah dua jam setelah tes toleransi glukosa oral dikenal sebagai 2hPG, yang merupakan indikator kemampuan tubuh untuk memproses glukosa. Studi telah menemukan hubungan positif antara paparan PM2. 5 dan kadar 2hPG yang lebih tinggi, yang menunjukkan bahwa kurangnya Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman toleransi glukosa berarti risiko diabetes tipe 2 . Hubungan antara PM2. 5 dan PM10 dan variabel-variabel ini dapat dijelaskan oleh Inflammasi: PM2. 5 dapat menyebabkan respons inflamasi dalam tubuh, yang dapat sel-sel metabolisme glukosa, dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Stres oksidatif: PM2. 5 dan PM 10 dapat menghasilkan radikal bebas yang merusak sel dan jaringan, menyebabkan stres kronis. Disfungsi endotel: PM2. 5 dapat merusak lapisan dalam pembuluh darah . , yang bertanggung jawab atas metabolisme glukosa. Kerusakan pembuluh darah yang terjadi di daerah retina akan berdampak pada suplai oksigen dan nurtisi pada saraf saraf retina menjadi berkurang. Kerusakan rentina akan lebih cepat sehingga berakhir pada diabetic retinopathy. Hasil konsekuensi yang signifikan bagi kesehatan Perlu dilakukan upaya untuk Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 8 No 2, 31 Desember 2025. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 pengendalian emisi dari berbagai sumber, seperti kendaraan bermotor, industri, dan pembangkit listrik. Selain itu, penting juga untuk mendorong orang untuk menjalani gaya hidup sehat, seperti berhenti merokok, tidak meminum alcohol, menjaga berat badan ideal, dan sering berolahraga. Penelitian lebih lanjut diperlukan mendasari hubungan antara PM dan berbagai masalah kesehatan. Penelitian masa depan juga perlu berkonsentrasi pada pengembangan metode intervensi yang efektif untuk mengurangi efek negatif paparan PM diabetes melitus. SIMPULAN Paparan Particulate Matter 2. 5 dan PM10 menunjukkan korelasi yang kuat pada diabetes melitus, berisiko menyebabkan DM dengan komplikasi retinopati. Sangat penting untuk mengurangi paparan PM2. 5 dan PM10. Disarankan menghindari paparan PM agar risiko terjadi DM dengan komplikasi retinopati menjadi berkurang. DAFTAR PUSTAKA