PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. SUMATERA MAKMUR LESTARI DI PONTIANAK Nella Rita Lavenia Email: nella. ella8816@gmail. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Dharma Pontianak ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Sumatera Makmur Lestari Di Pontianak. Penelitian ini merupakan penelitian metode kuantitatif dengan menggunakan angket dan data sekunder sebagai metode pengumpulan data. Populasi dari penelitian berjumlah 39 responden pada PT. Sumatera Makmur Lestari Di Pontianak. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode teknik sampling jenuh. Pembahasan menggunakan uji koefisien determinasi ( ), analisis regresi berganda, uji F dan uji T. Alat analisis yang digunakan adalah IBM SPSS versi 22. Berdasarkan pada hasil penelitian, disimpulkan bahwa: disiplin kerja dan motivasi kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan diperoleh nilai Sig. 0,11<0,05. Disiplin kerja tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan diperoleh nilai Sig. 0,878 < 0,05. Motivasi kerja tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan diperoleh nilai Sig. 0,183<0,05. KATA KUNCI: disiplin kerja, motivasi kerja, kinerja karyawan PENDAHULUAN Sumber daya manusia sangat dibutuhkan oleh perusahaan karena berperan penting dalam setiap kegiatan organisasi. Sumber daya manusia juga yang dapat membuat perusahaan mencapai tujuan yang di harapkan. Sebagai sumber daya yang menggerakkan dan mengarahkan organisasi, sumber daya manusia harus selalu di perhatikan, di jaga, di perhatikan, serta dikembangkan oleh organisasi. Maka dari itu setiap sumber daya manusia juga diberikan adaptasi disiplin dan dorongan motivasi kerja untuk menjalankan suatu pekerjaan dengan baik yang berguna untuk mencapai tujuan perusahaan. KAJIAN PUSTAKA Disiplin Kerja Definisi Disiplin Kerja Disiplin kerja adalah kemampuan kerja seseorang untuk secara teratur, tekun terus-menerus dan bekerja sesuai dengan aturan-aturan berlaku dengan tidak melanggar aturan-aturan yang sudah ditetapkan menurut Hasibuan . 7: . dalam Sinambela . 2: . Maka dari itu disiplin kerja didalam perusahaan adalah untuk mengatur setiap karyawan untuk menaati aturan dan berperilaku dengan baik yang fungsinya untuk melancarkan kinerja pada karyawan. Berikut ini adalah indikator disiplin kerja menurut Mangkunegara . 2: . Tanggung jawab Prakarsa Kerja sama Ketaatan Motivasi Kerja Definisi Motivasi Kerja. Motivasi bagi perusahaan adalah pemberian semangat dalam bekerja agar karyawan bisa memberikan ide kreatif dan inovatif ke perusahaan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Selain itu pemberian motivasi terhadap karyawan akan dapat meningkatkan semangat karyawan dalam bekerja. Maslow menyusun teori tentang kebutuhan manusia secara hierarkial yang termasuk dalam kelompok defisiensi secara hierarkis adalah fisiologis, rasa aman, kasih sayang dan penerimaan, dan kebutuhan akan harga diri. Mangkunegara . dalam Aviati . 5: . menjabarkan hierarki Maslow sebagai berikut: Kebutuhan fisiologi Kebutuhan akan rasa aman Kebutuhan akan kasih sayang dan cinta Kebutuhan akan harga diri Kebutuhan akan aktualisasi diri 2 Indikator Motivasi Kerja Berikut ini adalah indikator motivasi kerja menurut Tanjung . 4: . sebagai Bekerja sesuai standar Semangat Juang Tinggi Merasa berharga d. Bekerja keras Sedikit pengawasan Kinerja Karyawan 1 Definisi Kinerja Karyawan Kinerja adalah pencapaian atas tujuan organisasi yang dapat berbentuk output kuantitatif maupun kualitatif, kreatifitas, fleksibilitas, dapat diandalkan, atau hal-hal lain yang diinginkan oleh organisasi (Brahmasari, 2004:. Kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugas sesuai tanggung jawab yang diberikan kepadanya seperti tugas untuk melaksanakan kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan Mangkunegara, . 7: . Kualitas Kuantitas Kehandalan Sikap METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode asosiatif dengan bentuk hubungan kausal. Penelitian asosiatif menurut Sugiyono . adalah: suatu pertanyaan penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih dalam penelitian ini, peneliti menggunakan bentuk penelitian asosiatif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan disiplin kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan penulis dalam penelitian ini adalah berupa Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Sumatera Makmur Lestari di Pontianak pada tahun 2009. Teknik pengambilan sampel yang digunakan didalam penelitian ini adalah teknik sampling jenuh. Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel (Sugiyono, . 7: . Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan yaitu sebanyak 39 karyawan di PT Sumatera Makmur Lestari di Pontianak. Skala Likert menurut Djaali . 8: . ialah skala yang dapat dipergunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang suatu gejala atau fenomena pendidikan. Penggunaan skala likert dinilai dari angka satu sampai dengan lima, yaitu bobot satu dinyatakan sangat tidak setuju (STS), bobot dua dinyatakan tidak setuju (TS), bobot tiga dinyatakan netral (N), bobot empat dinyatakan setuju (S), dan bobot lima dinyatakan sangat setuju (SS). PEMBAHASAN UJI Validitas Uji Validitas Variabel Disiplin Kerja Berdasarkan pengujian validitas, nilai tabel r tabel sebesar 0,316 dapat diketahui bahwa r hitung lebih besar dari r tabel. Untuk item XI. 1 dan XI. 2 dinyatakan tidak valid karena r hitung lebih kecil dari r tabel sehingga item XI. 1 dan XI. 2 tidak diikut sertakan dalam pengujian selanjutnya. Item XI. 3 sampai XI. 8 dinayatakn Valid. Uji Validitas Variabel Motivasi Kerja Berdasarkan pengujian validitas, nilai tabel r tabel sebesar 0,316 dapat diketahui bahwa r hitung lebih besar dari r tabel, sehingga dapat dikatakan bahwa item dari pernyataan variabel motivasi kerja adalah valid. Uji Validitas Variabel Kinerja Karyawan Berdasarkan pengujian validitas, nilai tabel r tabel sebesar 0,316 dapat diketahui bahwa r hitung lebih besar dari r tabel, sehingga dapat dikatakan bahwa item dari pernyataan variabel kinerja karyawan adalah valid. Uji Reliabilitas TABEL 1 HASIL REKAPITULASI UJI RELIABILITAS DATA DISIPLIN KERJA. MOTIVASI KERJA DAN KINERJA KARYAWAN PT. SUMATERA MAKMUR LESTARI No. Variabel Disiplin Kerja Motivasi Kerja Kinerja Karyawan Nilai CronbachAos Alpha 0,287 0,821 0,840 Koefisien Alpha Keterangan 0,60 0,60 0,60 Reliabel Reliabel Reliabel Sumber: Output SPSS 22,2022 Berdasarkan hasil dari tabel 3. 4 menyatakan nilai CronbachAos Alpha dari disiplin kerja sebesar 0,287. Nilai CronbachAos Alpha dari Motivasi kerja sebesar 0,821. Nilai CronbachAos Alpha dari Kinerja Karywan sebesar 0,840. Dan dari ketiga variabel tersebut reliabel untuk di gunakan karena lebih besar dari koeisien alpha. Uji Asumsi Klasik Berikut merupakan hasil uji asumsi klasik yang digunakan didalam Hasil pengujian di sajikan dalam bentuk tabel rekapitulasi yang terdapat pada TABEL 2 HASIL REKAPITULASI UJI ASUMSI KLASIK DATA DISIPLIN KERJA. MOTIVASI KERJA DAN KINERJA KARYAWAN PT. SUMATERA MAKMUR LESTARI No. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji Linearitas Disiplin Kerja Uji Linearitas Motivasi Kerja Uji Multikolinearitas Uji Heteroskedastisitas Nilai CronbachAos Alpha Diperoleh nilai Asymp. Sig. -taile. 200>0. Diperoleh nilai Deviation From Linearity sebesar 0,474. ,474>0,. Diperoleh nilai Deviation From Linearity sebesar 0,275. ,275>0,. Diperoleh nilai VIF dari masing-masing variabel adalah 1,019. ,019<. Diperoleh nilai Signifikansi dari variabel disiplin kerja 000 . 000>0,. , dan nilai Signifikansi dari variabel motivasi kerja sebesar 1. 000>0,. Sumber:Data Olahan SPSS 22,2022 Berdasarkan pada Tabel 2, dapat diketahui bahwa seluruh data telah valid dan dapat digunakan ke tahap penelitian berikutnya. Pembahasan Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh disiplin kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Sumatera Makmur Lestari di Pontianak. Analisis Regresi Linear Berganda Dari Tabel 3 dapat diketahui bahwa hasil pengujian yang telah diperoleh, dapat disusun dalam bentuk persamaan regresi linear berganda yaitu: Y = 0,025 X1 0,223 X2 TABEL 3 HASIL UJI ANALISIS REGRESI LINEAR BERGANDA DATA DISIPLIN KERJA. MOTIVASI KERJA DAN KINERJA KARYAWAN PT. SUMATERA MAKMUR LESTARI Coefficientsa Standardized Coefficients Unstandardized Coefficients Model Sig. Beta Std. Error (Constan. TOTAL DISIPLIN 1 KERJA TOTAL MOTIVASI KERJA Dependent Variable: TOTAL KINERJA KARYAWAN Sumber: Output SPSS versi 22, 2022 Berdasarkan persamaan tersebut hasil penilaian terhadap persamaan regresi linear berganda adalah disiplin kerja mempunyai nilai 0,025, dan motivasi kerja mempunyai nilai 0,223. Maka dapat disimpulkan bahwa kedua variabel berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Dari model regresi yang telah diperoleh, dapat dijelaskan sebagai berikut: Koefisien regresi variabel disiplin kerja memiliki nilai positif yaitu sebesar 0,025 yaitu artinya variabel disiplin kerja memiliki pengaruh positif terhadap kinerja karyawan pada PT. Sumatera Makmur Lestari Pontianak. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik disiplin kerja, maka baik juga kinerja karyawan di perusahaan. Koefisien regresi variabel motivasi kerja memiliki nilai positif yaitu sebesar 0,225 yaitu artinya variabel motivasi kerja memiliki pengaruh positif terhadap kinerja karyawan pada PT. Sumatera Makmur Lestari Pontianak. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik motivasi kerja karyawan, maka baik juga kinerja karyawan di perusahaan. Uji Koefiesien Determinasi (R. Koefisien determinasi ( . pada intinyadigunakan untuk mengukur seberapa jauhkemampuan model dalam menerangkanvariabel terkait. Menurut Sugiyono 2017: Rumusuji signifikansikoefisien determinasi (R. Oo Oe2 Oo1 Oe Berikut ini uji koefesien determinasi (R. dari penelitian ini yang dapat dilihat pada tabel 4: TABEL 4 HASIL UJI KOEISIEN DETERMINASI (R. DATA DISIPLIN KERJA. MOTIVASI KERJA DAN KINERJA KARYAWAN PT. SUMATERA MAKMUR LESTARI Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson Predictors: (Constan. TOTAL MOTIVASI KERJA . TOTAL DISIPLIN KERJA Dependent Variable: TOTAL KINERJA KARYAWAN Sumber: Output SPSS versi 22, 2022 Dari Tabel 4 dapat di lihat pada kolom R Square sebesar 0,49. Sehingga hal ini menunjukan variabel disiplin kerja, dan motivasi kerja berpengaruh 49 persen terhadap variabel kinerja karyawan dan sisanya sebesar 51 persen dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel disiplin kerja dan motivasi kerja yang tidak termasuk dan tidak dianalisis pada penelitian ini. Uji F Uji F adalah uji kelayakan model yang dibentuk bertujuan untuk menguji ada atau tidaknya pengaruh variabel independen terhadap dependen. Untuk mengetahui hasil uji F maka dapat dilihat pada Tabel 5 berikut ini: TABEL 5 HASIL UJI KELAYAKAN MODEL (UJI F) DATA VARIABEL DISIPLIN KERJA. MOTIVASI KERJA DAN KINERJA KARYAWAN PT SUMATERA MAKMUR LESTARI PONTIANAK ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Dependent Variable: TOTAL KINERJA KARYAWAN Predictors: (Constan. TOTAL MOTIVASI KERJA. TOTAL DISIPLIN KERJA Sig. Sumber: Output SPSS versi 22, 2022 Berdasarkan Tabel 5, maka hipotesis dapat dirumuskan sebagai berikut: Kriteria uji hipotesis: Jika Fhitung > Ftabel maka Ho ditolak dan Ha diterima dan Jika Fhitung < Ftabel maka Ho diterima dan Ha ditolak. Dari Tabel 4. 11 dapat diketahui bahwa Fhitung sebesar 2,920 dengan menggunakan taraf kesalahan sebesar lima persen ( = 0,. , maka didapatkan Ftabel sebesar 1,688. Nilai Fhitung . lebih besar dari Ftabel . serta hasil uji F simultan menunjukkan Sig. F sebesar 0,000 yang mana lebih kecil dari 0,05. Sehingga uji hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima, atau ada hubungan secara signifikan antara variabel bebas disiplin kerja (X. dan motivasi kerja (X. terhadap variabel terikat kinerja karyawan (Y). Uji t Uji t bertujuan untuk menguji signifikansi antara variabel independen dan Hasil uji thitung dapat dilihat pada Tabel 6 berikut ini: TABEL 6 HASIL UJI PARSIAL/ UJI T DATA VARIABEL DISIPLIN KERJA. MOTIVASI KERJA DAN KINERJA KARYAWAN PT SUMATERA MAKMUR LESTARI PONTIANAK Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta (Constan. TOTAL DISIPLIN KERJA . TOTAL MOTIVASI KERJA Dependent Variable: TOTAL KINERJA KARYAWAN Model Sig. Sumber: Output SPSS versi 22, 2022 Berdasarkan Tabel 6 diatas dapat disimpulkan, pengujian disiplin kerja terhadap kinerja karyawan diketahui nilai t-hitung yang diperoleh adalah 0,155 dan ttabel sebesar 1,688 sehingga t-hitung lebih kecil dari ttabel . ,155 > 1,. , maka Ho diterima. Ha Hal ini menunjukkan didiplin kerja tidakberpengaruh terhadap kinerja Nilai sig. sebesar 0,878 dan derajat sig. yang digunakan adalah 0,05, dimana 0,878 > 0,05 maka H1 ditolak, artinya variabel disiplin kerja tidak terhadap kinerja karyawan. Selanjutnya pengujian hipotesis kedua pengujian motivasi terhadap kinerja karyawan nilai t-hitung yang diperoleh adalah 1,356 dan ttabel sebesar 1,688 sehingga thitung lebih kecil dari ttabel . ,356 < 1,. , maka maka Ho diterima. Ha ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Nilai sebesar 0,183 dan derajat sig. yang digunakan adalah 0,05, dimana 0,183 >0,05 maka H2 ditolak, artinya variabel motivasi tidak berpengaruh terhadap kinerja PENUTUP Simpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan mengenai pengaruh disiplin kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Sumatera Makmur Lestari di Pontianak, maka kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah: Disiplin kerja dan motivasi kerja secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Disiplin kerja secara parsial tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik disiplin kerja, maka semakin baik kinerja karyawan. Motivasi kerja secara parsial tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik motivasi kerja, maka semakin baik kinerja karyawan. Saran Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan, maka saran- saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut: Diharapkan perusahaan untuk memberikan disiplin kerja terhadap terhadap para karyawan, karena dengan adanya disiplin kerja karyawan dapat menunjukkan suatu kondisi atau sikap hormat yang ada pada diri karyawan terhadap peraturan dan ketetapan perusahaan. Dan perusahaan juga menerapkan motivasi kerja kepada karyawan yang berguna untuk mendorong kebutuhan dari dalam diri para karyawan yang perlu dipenuhi agar pegawai tersebut dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungan Berdasarkan pada hasil uji koefisien determinasi, diperoleh nilai sebesar 49 %, hal ini menunjukkan bahwa variabel disiplin kerja dan motivasi kerja berpengaruh sedang terhadap variabel kinerja karyawan pada PT. Sumatera Makmur Lestari di Pontianak, dan terdapat beberapa variabel lainnya yang dapat diteliti oleh peneliti selanjutnya. DAFTAR PUSTAKA