Jurnal Keperawatan Vol. 24 No. Maret 2026 hal. p-ISSN 2088-2173 e-ISSN 2580-4782 Efektivitas Edukasi Berbasis Media Sosial Terhadap Peningkatan Pengetahuan Menstrual Hygiene pada Remaja Putri Seri Herawati1*. Fitri Dyna2. Deswinda3. Afrida Sriyani4 1*, 2, 3, 4 Fakultas Keperawatan Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru Corresponding author *: seriherawati655@gmail. ABSTRAK Menstrual hygiene merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh remaja putri saat di fase menstruasi. Remaja putri seringkali mengabaikan menstrual hygiene saat sedang menstruasi seperti tidak mengganti pembalut setiap 4-6 jam, tidak mencuci area genital dengan bersih, tidak mencuci tangan sebelum dan sesudah mengganti Menstrual hygiene yang tidak benar saat menstruasi dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan seperti infeksi saluran kemih (ISK), infeksi jamur, keputihan patologis, bahkan penyakit radang panggul yang dapat memengaruhi Kurangnya menstrual hygiene pada remaja putri terjadi karena rendahnya tingkat pengetahuan mengenai menstrual hygiene. Untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai menstrual hygiene perlu adanya pemberian edukasi agar remaja putri tidak mudah menerima stigma yang salah terkait Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas edukasi berbasis sosial media terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang menstrual hygiene. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan database Google Scholar. Science Direct. Sematic Schoolar dan Scopus dengan kata kunci menggunakan PICOS. P (Remaja Putr. I (Artikel Penkes Menstrual Hygien. C (Peningkatan Pengetahua. O (Peningkatan Pengetahuan Berbasis Media Sosia. S (Quasy Eksperiment. Pre-Eksperimenta. Kriteria inklusi dari artikel yang telaah yaitu jurnal yang diterbitkan dalam waktu 10 tahun terakhir, artikel full text, metode quasy eksperiment dan pre-experimental. Hasil dari 8 artikel yang telah diriview dapat diketahui bahwa pemberian edukasi berbasis media sosial dalam meningkatkan pengetahuan menstrual hygiene pada remaja putri terbukti efektif dan memiliki pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap pada remaja Kata kunci: Menstrual Hygiene. Pengetahuan. Edukasi. Remaja. Media Sosial The Effectiveness of Social MediaAeBased Education on Improving Menstrual Hygiene Knowledge among Adolescent Girls ABSTRACT Menstrual hygiene is something that adolescent girls need to pay attention to during their menstrual phase. Adolescent girls often neglect menstrual hygiene during menstruation, such as not changing sanitary pads every 4-6 hours, not washing the genital area thoroughly, and not washing their hands before and after changing sanitary pads. Incorrect menstrual hygiene during menstruation can lead to various health problems such as urinary tract infections (UTI. , fungal infections, pathological Jurnal Keperawatan Vol. 24 No. Maret 2026 hal. p-ISSN 2088-2173 e-ISSN 2580-4782 vaginal discharge, and even pelvic inflammatory disease, which can affect fertility. The lack of menstrual hygiene among adolescent girls occurs due to low levels of knowledge about menstrual hygiene. To increase adolescent girls' knowledge about menstrual hygiene, education is needed so that adolescent girls do not easily accept false stigmas related to menstruation. The purpose of this study was to determine the effectiveness of social media-based education in increasing adolescent girls' knowledge about menstrual hygiene. The methods used in this study were Google Scholar. Science Direct. Semantic Scholar, and Scopus databases with keywords using PICOS. P . dolescent girl. I . rticles on menstrual hygien. C . nowledge improvemen. O . ocial mediabased knowledge improvemen. S . uasi-experimental, pre-experimenta. The inclusion criteria for the articles reviewed were journals published within the last 10 years, full-text articles, and quasi-experimental and pre-experimental methods. The results of the 8 articles reviewed showed that social media-based education in improving menstrual hygiene knowledge among adolescent girls was proven to be effective and had an influence on improving knowledge and attitudes among adolescent girls. Keyword: Menstrual Hygiene. Knowledge. Adolescents. Education. SocialMedia. PENDAHULUAN Masa remaja merupakan peralihan dari masa kanak-kanak dan masa dewasa pada usia 10 hingga 19 tahun, yang dimana pada periode ini terdiri dari masa remaja awal . sia 15-19 tahu. Masa remaja ditandai dengan terjadinya pubertas dan terdapat ciri-ciri seks sekunder pada wanita (Arisani & Herlinadiyaningsih, 2. Masa remaja merupakan fase transisi penting dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa yang menyebabkan terjadinya perubahan fisik, psikologis dan sosial (Putriani et al. , 2. Salah satu perubahan penting yang terjadi pada remaja putri yaitu dimulainya menstruasi yang menandakan pematangan fungsi reproduksi, pada fase ini remaja putri perlu memiliki pemahaman yang baik terutama dalam menjaga kebersihan diri saat menstruasi (Irma et al. , 2. Menstruasi merupakan proses fisiologis alami yang dialami setiap remaja (Hartinah et al. , 2. Pada saat menstruasi, tubuh mengalami kondisi yang lebih rentan terhadap infeksi karena adanya darah yang keluar dari organ reproduksi. Menurut (WHO, 2. persentase infeksi saluran infeksi saluran reproduksi tertinggi terjadi pada usia remaja yaitu sekitar 35%-42% dengan pravelensi kejadian kandidiasis antara 25%-50% dan bacterial vaginosis antara 20%-40%. Oleh sebab itu, menjaga kebersihan diri menjadi hal yang sangat penting untuk mencegah gangguan kesehatan serta menjaga kenyamanan selama periode menstruasi berlangsung (Widarini et al. , 2. Menstrual hygiene atau kebersihan menstruasi merupakan salah satu aspek penting dalam kesehatan reproduksi remaja. Menstrual hygiene mencakup berbagai perilaku menjaga kebersihan diri selama masa menstruasi, seperti mengganti pembalut secara teratur, mencuci tangan sebelum dan sesudah mengganti pembalut, menjaga kebersihan area genital, hingga memilih produk menstruasi Jurnal Keperawatan Vol. 24 No. Maret 2026 hal. p-ISSN 2088-2173 e-ISSN 2580-4782 yang aman dan sesuai kebutuhan (Alfinda et al. , 2. Tingkat pengetahuan yang rendah dapat mempengaruhi menstrual hygiene pada remaja putri, yang dimana hal ini didasari pada kurangnya penerimaan edukasi mengenai menstrual hygiene baik dari sekolah maupun dirumah serta masih kuatnya stigma dan anggapan tabu untuk membicarakan topik menstruasi secara Akibatnya, remaja putri berisiko mengalami berbagai gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran kemih, keputihan patologis, dan infeksi jamur (Raisha Alfi et , 2. Peningkatan pengetahuan melalui edukasi yang tepat sangat diperlukan agar remaja putri dapat menerapkan perilaku kebersihan menstruasi yang baik dan Faktor sosial budaya juga berperan penting dalam mempengaruhi praktik kebersihan menstruasi pada remaja putri (Wada et al. , 2. Era digital saat ini menghadirkan media sosial sebagai salah satu sarana komunikasi yang paling dekat dengan kehidupan remaja. Media sosial memiliki keunggulan seperti menyampaikan informasi secara visual dan menarik, kemudahan akses serta juga memungkinkan diskusi interaktif, klarifikasi mitos, dan penyebaran pesan kesehatan yang luas dalam waktu cepat (Gusti et al. , 2. Platform seperti Instagram. TikTok. Youtube. WhatsApp digunakan secara aktif oleh remaja untuk berinteraksi, mencari informasi, serta berbagi pengalaman, sehingga media sosial memiliki potensi besar sebagai media edukasi kesehatan yang interaktif, mudah diakses, dan sesuai dnegan karakteristik komunikasi generasi muda (Kurnia & Hidayah, 2. Edukasi melalui media sosial dapat disampaikan dalam berbagai bentuk konten, mulai dari video edukasi, infografis, hingga kampanye digital yang bersifat partisipatif. Penggunaan media sosial dalam edukasi kesehatan dapat meningkatkan ketertarikan audiens serta mempermudah pemahaman materi karena disajikan dengan bahasa sederhana dan visual yang menarik (Sitepu et al. , 2. Oleh karena itu, penggunaan media sosial sebagai media edukasi kesehatan menstrual hygiene menjadi pendekatan inovatif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh (Diva Azaahra et al. , 2. menunjukkan bahwa pemberian pendidikan kesehatan berbasis media sosial tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga dapat mengubah sikap dan perilaku. Hal ini terjadi karena media sosial seperti Tik-Tok. Youtube dan Instagram dapat menggugah perhatian, memberikan stimulus emosional, serta mengajak penontonnya untuk melakukan refleksi diri. METODE PENELITIAN Penulisan artikel ini berdasarkan kajian pustaka dengan menggunakan desain penelitian literature review dalam melakukan pengkajian serta menganalisis hasilhasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan personal hygiene menstruasi pada Database yang digunakan dalam pencarian literature menggunakan Google Schoolar. Sematic Schoolar. Science Direct dan Scopus. Kata kunci yang digunakan Jurnal Keperawatan Vol. 24 No. Maret 2026 hal. p-ISSN 2088-2173 e-ISSN 2580-4782 yaitu berdasarkan PICOS. P . emaja putr. I . C . emaja putri yang tidak mendapatkan edukasi melalui media sosia. O . eningkatan tingkat pengetahuan mengenai menstrual hygien. S . uasy-eksperiment, pre-eksperimenta. Kriteria inklusi dari artikel yang telaah yaitu jurnal yang diterbitkan dalam waktu 10 tahun terakhir, subjek remaja putri, artikel yang mengandung informasi mengenai edukasi pengetahuan terhadap menstrual hygiene berbasis media sosial, artikel full text, metode quasy eksperiment dan pre-experimental. Dari data yang diperoleh kemudian dirangkum dan dianalisis menggunakan narasi. p-ISSN 2088-2173 e-ISSN 2580-4782 Jurnal Keperawatan Vol. 24 No. Maret 2026 hal. Tabel 1 Seleksi Literatur Review Prisma Skrining Identifikasi Jumlah artikel yang di dapat dari Google Scholar . =2. Scopus . Science Direct . Semantic Schoolar . Artikel yang dieksklusikan Judul dan abstrak tidak sesuai Artikel lebih dari 10 tahun Artikel di skring melalui judul, tahun dan kelengkapan artikel . Artikel yang layak untuk dinilai . Artikel yang memenuhi kreteria inklusi . =2. Artikel yang di eksklusi Artikel: Buku, skripsi, abstrak, atau tidak dapat diakses Desain: Review . iterature review atau syematic revie. Literatur: Tidak sesuai topik penelitian Diterima Artikel yang akan di telaah, dieliminasi memenuhi kreteria inklusi . Kreteria inklusi . Terbit: 10 tahun terakhir Jenis: Artikel penelitian edukasi media sosial Isi: Efektivitas edukasi media sosial pada pengetahuan menstrual hygiene remaja putri Teks: Full text Bahasa: Inggris & Indonesia Subjek: Remaja putri Metode: Kuasi-eksperimen, preeksperimen, studi kasus. Jurnal Keperawatan Vol. 24 No. Maret 2026 hal. p-ISSN 2088-2173 e-ISSN 2580-4782 HASIL PENELITIAN Tabel 2. Efektivitas Edukasi Berbasis Media Sosial Terhadap Peningkatan Pengetahuan Menstrual Hygiene Pada Remaja Putri Desain Peneliti/ Penelitian. Judul Tujuan Hasil Tahun Sampel. Instrumen Alisa Diva Influence of Tujuan dari Penelitian Hasil Azzahra. Health penelitian ini kuantitatif Emi Education Lindayani. Trought Tik mengetahui Ayu Tok Media on pengaruh experiment Wilxocon Prameswa Increasing one group terdapat Adolescent pre-testAe . WomenAos melalui media post-test. Level of sosial TikTok sampel 70 signifikan Knowledge siswi kelas X antara Regarding XI pengetahuan Personal SMAN Hygiene remaja putri Rancakalon sebelum dan During Mestruation kesehatan pengetahua pendidikan hygiene saat n . item, kesehatan skor 0Ae. melalui media sosial Tik Tok. Jasmin Efektivitas Penelitian ini Penelitian Hasil Khoirul Edukasi Barriyah. Melalui menggunak menunjukka Kurniyati Media Sosial mengetahui Ulfah. Tiktok eksperiment edukasi Yulidar Terhadap Sampel TikTok Yanti. Atin Pengetahuan melalui media pada efektif dalam Karjatin Sikap sosial atau penelitian . Remaja Putri sosial media ini Terkait dan remaja putri pengetahuan Keputihan sebanyak 76 dan Instrumen remaja putri Media sosial mengenai sikap TikTok remaja putri p-ISSN 2088-2173 e-ISSN 2580-4782 Jurnal Keperawatan Vol. 24 No. Maret 2026 hal. Ferika Desi The Effect OfHealth Promotion Throught Whatsapp SocialMediaO n Knowledge Young Women About Personal HygieneWith SymptomsOf VaginitisIn SMP Panyabunga n Mandailing Natal In2025 Penelitian ini melalui media WhatsApp siswi kelas IX SMP Penelitian ini dengan Sampel ini adalah remaja putri kelas IX SMP Instrumen yaitu media WhatsApp Siti Ninawati. Novita Pengaruh Pendidikan Kesehatan Berbasis Media Sosial WhatsApp Terhadap Pengetahuan Remaja Putri Tentang Personal Hygiene Saat Menstruasi Di MTsN 2 Kota Serang Tahun 2023 Tujuan penelitian ini adalah untuk Pendidikan media sosial remaja putri hygiene saat Desain yang yaitu quasy dengan Pre posttest without Sampel ini sebanyak remaja putri Insrumen WhatsApp Asyaul Wasiah. Eka Sarofah Pengaruh Edukasi Melalui WhatsApp Tujuan penelitian ini adalah untuk Penelitian Hasil penilitian ini media sosial WhatsApp pribadi pada remaja SMP Negeri Kelas Panyabungan Hasil media social hygiene saat pada remaja Hasil penelitian ini p-ISSN 2088-2173 e-ISSN 2580-4782 Jurnal Keperawatan Vol. 24 No. Maret 2026 hal. Ningsih Group Terhadap Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menstruatio n Self Care group remaja putri tentang remaja putri self care serta dengan prepost Sampel remaja putri Instrumen yang berisi diri selama Terry Nur Keefektifan Tujuan Penelitian Indahsari. Media penelitian ini ini Dipo TikTok untuk menggunak Wicakson Terhadap o. Nadya Peningkatan peningkatan Puspitas Pengetahuan efektifitas al dengan Adriana Dan Sikap media tiktok one gruoup Tentang Personal Sampel Hygiene (Menstruas. khusus Pada Remaja menstruasi ini sebanyak Putri Instrumen yaitu media TikTok Putri Pengembang Tujuan Desain yang Zakia Ulfa, an Media penelitian ini Dzul Audio Visual yaitu untuk Fahmi Melalui self care pada remaja putri WhatssApp Group dinilai siswa remaja Hasil penelitian ini media sosial pada remaja Validasi ahli media 95% . angat Jurnal Keperawatan Vol. 24 No. Maret 2026 hal. Afriyanto. Budi Prasetyo Diyana Faricha Hanum. Noviatul Rochma. Mahcica Afshokun Nabila Youtube Tentang Cara Menjaga Personal Hygiene Saat Menstruasi di SMPN 18 Surakarta n media audio visual dengan penilaian dari para ahli dna Edukasi Tujuan penelitian ini remaja putri meningkatkan hygiene saat hygiene remaja putri p-ISSN 2088-2173 e-ISSN 2580-4782 ini yaitu Research Deveplomen siswa 86,2% . angat respon baik Penelitian Sampel remaja putri Instrumen yaitu media Hasil penelitian ini remaja putri hygiene saat dan youtube. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil literature riview yang dilakukan didapatkan sebanyak 795 artikel dari beberapa database. Pada database Google Schoolar didapatkan 480 artikel. Science Direct sebanyak 26 artikel. Scopus sebanyak 9 dan Semantic Schoolar sebanyak 280 artikel. Selanjutnya artikel diskrining berdasarkan judul, tahun dan kelengkapan artikel dan didaptakan 516 artikel yang relevan. Kemudian artikel diidentifikasi berdasarkan desain serta topik yang tidak sesuai dengan penelitian dan didapatkan 29 artikel yang layak untuk dinilai. Dari 29 artikel terdapat 8 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Menstruasi terjadi akibat peluruhan lapisan endometrium . inding rahi. yang sebelumnya menebal sebagai persiapan untuk kehamilan. Proses ini dipicu oleh tidak terjadinya pembuahan sel telur, sehingga kadar hormon estrogen dan progesteron menurun dan menyebabkan lapisan endometrium terlepas serta keluar melalui vagina dalam bentuk darah menstruasi. Siklus menstruasi normal berlangsung rata-rata 28 hari. Selama menstruasi, perempuan dapat mengalami perubahan fisik dan emosional seperti nyeri perut, lemas, sakit kepala, dan Jurnal Keperawatan Vol. 24 No. Maret 2026 hal. p-ISSN 2088-2173 e-ISSN 2580-4782 perubahan suasana hati akibat fluktuasi hormon (Fadillah et al. , 2. Pada saat menstruasi, remaja putri perlu memperhatikan bagaimana perawatan diri yang benar selama masa menstruasi, tingkat pemahaman dan pengetahuan yang baik sangat diharapkan agar remaja tidak salah dalam melakukan menstrual hygiene (Raisha Alfi et al. , 2. Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa 8 artikel yang diriview menunjukkan adanya pengaruh peningkatan pengetahuan menstrual hygiene remaja putri dengan pemberian edukasi berbasis media sosial. Promosi kesehatan berbasis media sosial merupakan salah satu metode yang digunakan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam memelihara kesehatan (Helmalia et al. , 2. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Agma, 2. yang menunjukkan bahwa hasil nilai pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan didapatkan remaja putri memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup yaitu sebanyak 18 orang . %) dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan didapatkan remaja putri memiliki tingkat pengetahuan dengan kategori baik yaitu 29 orang . %) (Demtsu et al. , 2. Media akan memainkan peran penting dalam penyebaran informasi sehingga pengetahuan seseorang akan berpengaruh pada sikapnya (Meisyaroh Syamson et , 2. Dengan adanya media seseorang dengan mudah bisa mendapatkan informasi terupdate sehingga peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap seseorang dapat dengan mudah terjadi (Amanda, 2. Media sosial saat ini sangat diminati dikalangan remaja yang dimana melalui media sosial remaja putri bisa dengan mudah mengakses informasi kesehatan terutama kesehatan reproduksi (Usman et al. , 2. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan kajian pustaka yang dilakukan pada beberapa literature, pemberian edukasi berbasis media sosial terhadap peningkatan pengetahuan menstrual hygiene remaja putri dinilai efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri setelah diberikan intervensi tentang personal hygiene menstruasi. Terdapat peningkatan skor sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Saran Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber bacaan dan referensi bagi peneliti selanjutnya, mengenai penggunaan media sosial sebagai sarana edukasi kesehatan reproduksi, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan menstrual hygiene pada remaja putri. Jurnal Keperawatan Vol. 24 No. Maret 2026 hal. p-ISSN 2088-2173 e-ISSN 2580-4782 DAFTAR PUSTAKA