ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 2 MEI 2022 PENGARUH PEMBERIAN KOMPRES HANGAT TERHADAP PENURUNAN DERAJAT DISMENORE PADA SISWI MAS USHULUDDIN KOTA SINGKAWANG Ferry Daniel Martinus Sihombing1. Dahlan Gunawan2. Mutiara Permata Putri3 Fakultas Kedokteran Universitas Batam, ferrydanielmartinusihombing@univbatam. Fakultas Kedokteran Universitas Batam, dahlangunawan@univbatam. Fakultas Kedokteran Universitas Batam, mutipputri08@gmail. ABSTRACT Background:Dysmenorrhea is a gynecological problem defined as cramping pain in the lower abdomen that occurs during menstruation. Management of dysmenorrhea can use nonpharmacological therapy such as warm compresses. Warm compresses can cause blood vessel dilation . so that it can increase blood circulation, relieve ischemia in myometrial cells, decrease myometrial smooth muscle contraction, increase muscle relaxation and reduce pain due to spasm or stiffness. Methods: This research is a quantitative research. This research method is preexperimental with one group pretest-posttest design. The sampling technique is purposive sampling. The sample in this study were 74 students who experienced dysmenorrhea in January 2022. Data was collected using the Numeric Rating Scale (NRS) dysmenorrhea pain scale observation sheet before . and after . warm compresses were given. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. Results: After the Wilcoxon Signed Rank Test, the results showed a p-value of The p value is smaller than the significant value or Sig. -taile. , which is 0. < 0. so that H0 is rejected, and Ha is accepted. Conclusion:Based on the results of this study, it can be concluded that there is an effect of giving warm compresses to the decrease in the degree of dysmenorrhea in students of MAS Ushuluddin Singkawang City in 2022. Keywords Dysmenorrhea. Warm Compres. Pain ABSTRAK Latar Belakang:Dismenore adalah masalah ginekologi yang didefinisikan sebagai nyeri kram pada perut bagian bawah yang terjadi saat menstruasi. Penatalaksanaan dismenore dapat menggunakan terapi non farmakologi seperti kompres hangat. Kompres hangat dapat menyebabkan terjadinya pelebaran pembuluh darah . sehingga dapat meningkatan sirkulasi darah, meredakan iskemia pada sel-sel miometrium, menurunkan kontraksi otot polos miometrium, meningkatkan relaksasi otot dan mengurangi nyeri akibat spasme atau kekakuan. Metode:Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Metode penelitian ini adalah Pre Eksperimental dengan desain one group pretest-posttest. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswi yang mengalami dismenore pada bulan Januari tahun 2022 sebanyak 74 siswi. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi skala nyeri dismenore Numeric Rating Scale (NRS) sebelum . dan setelah . diberikan kompres hangat. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil:Setelah dilakukan uji Wilcoxon Signed Rank Test, hasil penelitian menunjukkan nilai p sebesar 0. Nilai p value tersebut lebih kecil dari nilai signifikan atau Sig. -taile. , yaitu sebesar 0,05 . < 0,. sehingga H0 ditolak, dan Ha Kesimpulan:Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan terdapat pengaruh pemberian kompres hangat terhadap penurunan derajat dismenore pada siswi MAS Ushuluddin Kota Singkawang tahun 2022. Kata Kunci: Dismenore. Kompres Hangat. Nyeri Universitas Batam Page 97 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 2 MEI 2022 PENDAHULUAN Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Menurut WHO remaja adalah penduduk yang berada (Maharianingsih & Poruwati, 2. Pada usia ini remaja mengalami masa pubertas yang ditandai dengan pertumbuhan organ fisik yang cepat dan terjadi proses pematangan pada organ reproduksi (Alam et al. , 2. Salah satu tanda pubertas yang dialami remaja putri adalah menarche. Menarche merupakan terjadinya menstruasi yang pertama kali (Sari & Magga, 2. Menstruasi merupakan proses pelepasan perdarahan dan terjadi secara berulang setiap bulan (Maimunah et al. , 2. Menurut The International Federation of Gynecology and Obstetrics, frekuensi menstruasi normal adalah antara 24 sampai 38 hari dengan durasi menstruasi kurang dari 8 hari (Munro et al. Pada saat menstruasi, sering terdapat gangguan-gangguan baik dari segi fisik maupun psikologis. Dari segi fisik salah satunya adalah dismenore (Fauziah et al. Dismenore adalah masalah ginekologi yang paling umum terjadi di kalangan wanita. Dismenore didefinisikan sebagai nyeri kram pada perut bagian bawah yang terjadi sebelum atau selama menstruasi (Richi Delistianti et al. , 2. Lebih dari sebagian wanita yang menstruasi mengalami nyeri selama 1 sampai 2 hari setiap bulannya. Nyeri yang dialami biasanya ringan, tetapi bagi beberapa wanita, nyeri bisa sangat parah sehingga membuat mereka tidak dapat melakukan aktivitas normal selama beberapa hari dalam sebulan (The American College of Obstetricians and Gynecologists, 2. Dismenore membawa dampak yang cukup besar pada remaja. Masalah yang paling konsentrasi dan motivasi belajar pada Universitas Batam individu, sehingga para remaja tidak dapat mengikuti kegiatan pembelajarannya dengan maksimal bahkan tidak jarang menyebabkan ketidakhadiran di sekolah (Silaen & Ani, 2. Nyeri yang berhubungan dismenore disebabkan oleh hipersekresi prostaglandin dan peningkatan kontraksi uterus (Bernardi et al. , 2. Dismenore terbagi menjadi dua yaitu dismenore primer dan dismenore sekunder. Dismenore primer merupakan nyeri menstruasi yang tidak dismenore sekunder merupakan nyeri menstruasi yang didasari dengan kondisi patologis seperti ditemukannya endometriosis atau kista ovarium (Larasati & Alatas, 2. Berdasarkan dismenore dibagi menjadi tiga yaitu ringan . , sedang . , dan berat . Pada dismenore derajat ringan, rasa nyeri hanya terasa pada perut bagian bawah, dan belum mengganggu aktivitas. Pada dismenore derajat sedang, rasa nyeri menyebar pada punggung bagian bawah, atau paha bagian dalam dengan disertai gejala lain seperti penurunan konsentrasi belajar, penurunan nafsu makan serta terganggunya beberapa Pada dismenore derajat berat, nyeri telah menyebar ke bagian punggung, panggul, dan paha dalam, bahkan seringkali disertai dengan mual, muntah, lemas, diare, sakit kepala, tidak dapat berkonsentrasi sama sekali, hingga kehilangan kesadaran (Wrisnijati et al. , 2. Rata-rata lebih dari 50% wanita di setiap negara mengalami dismenore (Lail, 2. Menurut data World Health Organization tahun 2016didapatkan 1. 425 jiwa . %) wanita di dunia mengalami dismenore berat. Di Indonesia angka kejadian dismenore 673 jiwa . ,25%), yang terdiri 671 jiwa . ,89%) mengalami dismenore primer dan 9. 496 jiwa . ,36%) mengalami dismenore sekunder (Herawati. Dismenore primer dialami oleh 60% - Page 98 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 2 MEI 2022 75% remaja. Dilaporkan 30% - 60% remaja didapatkan 7 % - 15% tidak pergi ke sekolah (Larasati & Alatas, 2. Kasus terbanyak ditemukan pada usia remaja, yaitu usia 17-24 tahun (Silaen & Ani, 2. Untuk meredakan nyeri menstruasi atau farmakologis maupun non farmakologis. Terapi secara farmakologis dapat dilakukan dengan pemberian obat golongan Nonsteroid Anti-Inflammatory Drugs (NSAID) diantaranya yaitu ibuprofen, naproxen, diclofenac, ketoprofen, meclofenamate sodium. Namun, obat-obat tersebut tidak dianjurkan untuk dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama dan dosis yang tinggi karena dapat menyebabkan ketergantungan dan memiliki kontraindikasi seperti hipersensitifitas, ulkus gastrointestinal, insufisiensi ginjal, dan resiko tinggi perdarahan (Maimunah et al. , 2. Secara non farmakologis, salah satu tindakan untuk meredakan nyeri menstruasi yaitu dengan pemberian kompres hangat. Kompres hangat merupakan metode memberikan rasa hangat pada pasien dengan menggunakan cairan atau alat yang menimbulkan hangat pada bagian tubuh yang memerlukan (Mahua et al. , 2. Pemberian kompres hangat pada perut bagian bawah saat terjadi nyeri menstruasi mampu menurunkan intensitas nyeri. Panas yang dihasilkan akan menyebabkan terjadinya pelebaran pembuluh darah . sehingga dapat meningkatan sirkulasi darah, meredakan iskemia pada sel-sel miometrium, miometrium, meningkatkan relaksasi otot dan mengurangi nyeri akibat spasme atau Ditinjau dari hasil penelitian Dahlan didapatkan penurunan nilai dari tingkat nyeri setelah diberikan perlakuan terapi kompres Universitas Batam hangat dan juga perbedaan yang bermakna sebelum dan setelah dilakukan kompres hangat dengan p = 0,000 dimana p < 0,05 (Dahlan & Syahminan, 2. Penelitian lain juga dilakukan oleh Bonde& Moningka menghasilkan nilai p = 0,00 < 0,05 yang berpengaruh terhadap penurunan derajat nyeri menstruasi pada siswi (Bonde & Moningka, 2. Berdasarkan survey pendahuluan dengan membagikan lembar kuesioner terhadap 20 siswi di MAS Ushuluddin Kota Singkawang, didapatkan 19 siswi pernah mengalami dismenore dan penanganan yang dilakukan untuk mengurangi nyeri yaitu dengan beristirahat atau tidur sebanyak 9 siswi, mengkonsumsi obat anti nyeri sebanyak 2 siswi, mengkonsumsi air putih sebanyak 2 siswi, mengoleskan minyak kayu putih sebanyak 2 siswi dan 1 siswi menggunakan kompres air hangat. Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang pengaruh pemberian kompres hangat terhadap penurunan derajat dismenore pada siswi MAS Ushuluddin Kota Singkawang. METODE PENELITIAN Penelitian metodepre eksperimental dengan desain one group pretest-posttest. Pada penelitian ini yang dijadikan populasi adalah seluruh siswi MAS Ushuluddin Kota Singkawang sebanyak 287 siswi. Teknik sampel menggunakan Purposive Sampling. Total sampel dalam penelitian ini berjumlah 74 sampel. Teknik pengambilan data menggunakan data primer dengan menggunakan lembar Standar Operasional Prosedur kompres hangat dan lembar observasi berupa Numeric Rating Scale untuk mengukur intensitas dismenore. Analisis menggunakan uji hipotesisWilcoxon Signed Page 99 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 2 MEI 2022 Rank Test. Penelitian ini dilaksanakan di MAS Ushul uddin Kota Singkawang pada bulan Januari Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kompres hangat. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah dismenore. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Univariat Distribusi Frekuensi Derajat Dismenore Sebelum Diberikan Kompres Hangat Tabel 1 Distribusi Frekuensi Derajat Dismenore Sebelum Diberikan Kompres Hangat Derajat Dismenore Frekuensi Persentase . (%) Nyeri Ringan Nyeri Sedang Nyeri Berat Total Berdasarkan Tabel 1 diketahui sebelum responden diberikan kompres hangat didapatkan yang mengalami nyeri ringan sebanyak 4 responden . ,4%), nyeri sedang sebanyak 44 responden . ,5%) dan nyeri berat sebanyak 26 responden . ,1%). Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa sebelum diberikan kompres hangat sebagian besar responden yang mengalami dismenore berada pada kategori nyeri sedang dengan skala 4-6. Hal ini sejalan dengan penelitian Saraswati yang menunjukkan bahwa sebelum diberikan kompres hangat sebagian besar responden mengalami dismenore kategori 54,2% (Lowdermilk. Perry. , & Cashion. Dismenore adalah nyeri yang timbul pada saat wanita mengalami menstruasi. Ini disebabkan karena kontraksi otot miometrium yang berlebihan maka akan mengurangi aliran darah, sehingga kekurangan oksigen dalam sel-sel miometrium yang mengakibatkan timbulnya nyeri pada saat menstruasi spasmodik, nyeri ini menyebabkan perut terasa mulas. Ini terjadi pada semua wanita yang mengalami menstruasi (Lowdermilk. Perry. , & Cashion, 2. Menurut teori yang dikemukaan oleh Corwin. Universitas Batam dysmenorrhea biasanya terjadi akibat pelepasan berlebihan prostaglandin tertentu yaitu Prostaglandin-F2 alfa, dari sel sel endometrium uterus. Prostaglandin-F2 alfa adalah suatu perangsang kuat kontraksi otot polos miometrium dan konstriksi pembuluh darah Hal ini memperparah hipoksia uterus yang secara normal terjadi pada menstruasi, sehingga timbul rasa nyeri hebat Nyeri yang dialami responden bervariasi. Hal ini disebabkan intensitas nyeri pada individu yang berbeda dipengaruhi oleh deskripsi individu tentang nyeri, persepsi dan pengalaman nyeri. Nyeri adalah pengalaman menyenangkan akibat dari kerusakan jaringan yang aktual atau potensial. Skala nyeri dapat dibagi atas pasien yang memiliki kemampuan verbal dan dapat melaporkan sendiri rasa sakitnya . elf reporte. (Potter, 2. Berdasarkan teori yang dikemukakan Tamsuri dalam Anugraheni dan Wahyuningsih, nyeri mempengaruhi seseorang dan eksistensinya Nyeri bersifat individualistik, karakteristik paling subyektif pada nyeri adalah tingkat keparahan atau intensitas Intensitas nyeri adalah gambaran Page 100 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 2 MEI 2022 tentang tingkat keparahan nyeri yang dirasakan oleh individu, pengukuran intensitas nyeri sangat subjektif dan individual sehingga kemungkinan nyeri dalam intensitas yang sama dirasakan sangat berbeda oleh dua orang yang berbeda (Anugraheni & Wahyuningsih, 2. Dismenore dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu faktor biologis, psikologis, sosial, dan gaya hidup. Faktor biologis seperti usia menarche yang lebih dini, aliran darah menstruasi yang hebat, dan riwayat keluarga dismenore, faktor psikologis seperti stres, kecemasan, dan depresi, faktor sosial seperti dukungan sosial yang rendah dan faktor gaya hidup seperti merokok dan pola makan tidak teratur (Hu et al. , 2. Menurut peneliti, dismenore dengan derajat nyeri sedang mengganggu aktivitas penderitanya sehingga dibutuhkan pengobatan untuk menangani nyeri tersebut. Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti, dismenore menyebabkan aktivitas dan konsentrasi belajar para siswi terganggu saat melakukan pembelajaran Hal tersebut mengharuskan para siswi akhirnya mengunjungi UKS untuk meminta pengobatan. Hal ini didukung oleh Shifa dkk, yang mengatakan bahwa nyeri menstruasi tidak hanya menyebabkan rasa tidak nyaman tetapi juga mengganggu aktivitas sehari-hari dimana beberapa responden tidak mampu mengikuti kegiatan sekolah diakibatkan . Melihat dampak dari nyeri menstruasi tersebut dapat dikatakan bahwa nyeri menstruasi merupakan salah satu problema dalam kehidupan remaja, yang memaksa mereka untuk menggunakan berbagai cara untuk mencegah terjadinya dismenore (Shifa. Mahmud. Cara mengurangi dismenore dapat dilakukan dengan dua cara yaitu farmakologi dan non farmakologi. Secara farmakologi yaitu dengan obat golongan nonsteroid antiinflammatory (NSAID. ibuprofen, naproxen, diclofenac, hydrocodone (Anugraheni Wahyuningsih, 2. Sedangkan secara non farmakologi dapat dilakukan kompres hangat atau mandi air hangat, massase, latihan fisik, tidur yang cukup, hipnoterapi, distraksi seperti mendengarkan musik serta relaksasi seperti yoga dan nafas dalam (Patricia et al. Distribusi Frekuensi Derajat Dismenore Sebelum Diberikan Kompres Hangat Tabel 2 Distribusi Frekuensi Derajat Dismenore Setelah Diberikan Kompres Hangat Derajat Frekuensi Persentase Dismenore . (%) Nyeri Ringan Nyeri Sedang Nyeri Berat Total Berdasarkan Tabel 2 diketahui setelah responden diberikan kompres hangat didapatkan yang mengalami nyeri ringan sebanyak 42 responden . ,8%), nyeri sedang sebanyak 24 responden . ,4%), dan nyeri Universitas Batam berat sebanyak 8 responden . ,8%). Berdasarkan menyimpulkan bahwa setelah diberikan kompres hangat sebagian besar responden yang mengalami dismenore berada pada Page 101 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 2 MEI 2022 kategori nyeri ringan. Penurunan derajat nyeri tersebut dikarenakan pemberian kompres hangat yang dilakukan selama 5 menit dengan suhu 400C-450C menggunakan buli buli panas atau atau Warm Water Zack (WWZ) pada perut bagian bawah responden. Terjadi pepindahan suhu panas dari buli buli ke tubuh responden yang menyebabkan pelebaran pembuluh darah . Akibatnya sirkulasi darah menjadi lancar dan ketegangan otot berkurang sehingga nyeri yang dirasakan responden mengalami penurunan. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Anugraheni & Wahyuningsih, yang menyatakan bahwa sesudah dilakukan kompres hangat didapatkan paling banyak responden dengan intensitas nyeri ringan yaitu sebesar 63,3%. Penurunan nyeri responden disebabkan adanya perpindahan panas secara konduksi dari buli-buli panas ke dalam perut yang melancarkan sirkulasi darah dan menurunkan ketegangan otot sehingga menurunkan nyeri pada responden yang mengalami dysmenorrhea. Kompres hangat adalah suatu metode dalam penggunaan suhu hangat setempat yang dapat menimbulkan efek fisiologis. Kompres hangat dapat digunakan pada pengobatan nyeri dan merelaksasikan otot Ae otot yang tegang. Kompres mempergunakan buli Ae buli panas atau kantong air panas secara konduksi dimana terjadi pemindahan panas dari buli Ae buli ke pelebaran pembuluh darah dan terjadi penurunan ketegangan otot sehingga nyeri menstruasi yang dirasakan akan berkurang atau hilang (Anugraheni & Wahyuningsih. Hal ini juga didukung oleh teori yang disampaikan oleh Price, bahwa kompres hangat merupakan salah satu metode non farmakologi yang dianggap sangat efektif dalam menurunkan nyeri atau spasme otot. Panas dapat dialirkan melalui konduksi, konveksi, dan konversi. Oleh karena itu, peningkatan suhu yang disalurkan melalui kompres hangat dapat meredakan nyeri produk-produk inflamasi, seperti bradikinin, histamin, dan prostaglandin yang akan menimbulkan rasa nyeri lokal (Price, 2. Tujuan memperlancar sirkulasi darah, mengurangi rasa sakit, memperlancar pengeluaran cairan, merangsang peristaltik usus dan memberikan rasa nyaman dan tenang pada wanita yang mengalami nyeri menstruasi berlebihan (Inut et al. , 2. Menurut peneliti kompres hangat merupakan salah satu terapi non farmakologis yang dapat menurunkan dismenore. Suhu panas yang dihasilkan dari buli buli panas yang diisi air hangat dengan suhu 400C-450C tersebut menyebabkan pelebaran pembuluh darah sehingga mengakibatkan sirkulasi darah menjadi lancar dan ketegangan otot berkurang pada daerah yang nyeri yang kemudian nyeri yang dirasakan dapat Analisis Bivariat Pengaruh Pemberian Kompres Hangat Terhadap Penurunan Derajat Dismenore Pada Siswi MAS Ushuluddin Kota Singkawang Tahun 2022. Tabel 3 Pengaruh Pemberian Kompres Hangat Terhadap Penurunan Derajat Dismenore Pada Siswi MAS Ushuluddin Kota Singkawang Tahun 2022 Pre Post P value Derajat 0,000 Universitas Batam Page 102 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 2 MEI 2022 Nyeri ringan Nyeri sedang Nyeri berat Total Berdasarkan tabel 3 diketahui penelitian yang dilakukan pada 74 siswi MAS Ushuluddin Kota Singkawang didapatkan sebelum diberikan kompres hangat, nyeri dismenore yang dirasakan sebagian besar berada di kategori sedang yaitu sebanyak 44 responden . ,5%) dan setelah dilakukan kompres hangat dengan suhu 400C - 450C selama 5 menit, nyeri dismenore yang dirasakan sebagian besar berada di kategori ringan yaitu sebanyak 42 responden . ,8%). Berdasarkan uji analisa menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan hasil nilai signifikansi atau Sig. -taile. , yaitu sebesar 0,00 . < 0,. yang berarti terdapat perbedaan derajat dismenore sebelum dan setelah pemberian kompres hangat sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian kompres Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Maidartati dkk, namun dengan lama waktu kompres yang berbeda yaitu selama 10 menit, didapatkan data sebelum dilakukan kompres hangat tingkat nyeri dikategorikan nyeri sedang yaitu 23 orang . 9%) dan setelah dilakukan kompres hangat tingkat dysmenorrhea sebagian besar dikategorikan nyeri ringan yaitu 33 orang . 2%), hal ini dapat disimpulkan bahwa dengan melakukan kompres air hangat mampu mengurangi satu tingkat skala nyeri pada menstruasi (Maidartati & Hasanah. Didukung juga dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Dhirah dan Sutami, yang menyatakan bahwa sesudah pemberian kompres hangat mampu menurunkan intensitas dismenore. Setelah dilakukan uji Wilxocon-test menggunakan program SPSS Universitas Batam didapatkan hasil Asymp. Sig. -taile. = 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terapi kompres hangat berdampak positif dalam menurunkan intensitas dismenorea sehingga Ha diterima dan Ho ditolak (Dhirah & Sutami. Menurut Dahlan dan Syahminan, dalam kompres hangat sangat efektif dilakukan untuk mengurangi nyeri dismenorea karena tidak harus memerlukan biaya yang banyak, waktu yang lama, dan kerja fisik yang berat tetapi harus tetap hati-hati karena air yang terlalu panas dapat mengakibatkan iritasi pada kulit (Dahlan & Syahminan, 2. Hal ini juga didukung oleh teori yang Lowdermilk mengatakan bahwa nyeri dismenore dapat berkurang dengan terapi non-farmakologi berupa kompres hangat yaitu memberikan rasa aman pada pasien dengan menggunakan cairan atau alat yang menimbulkan hangat pada bagian tubuh yang memerlukan. Hal ini berakibat terjadi pemindahan panas ke perut sehinga perut yang dikompres menjadi hangat, terjadi pelebaran pembuluh darah di bagian yang mengalami nyeri serta meningkatnya aliran darah pada daerah tersebut sehingga nyeri dismenorea yang dirasakan akan berkurang atau hilang (Lowdermilk. Perry. , & Cashion. Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan sebelum diberikan kompres hangat sebagian besar responden berada pada nyeri kategori sedang, dan setelah diberikan kompres selama 5 menit dengan suhu 400C-450C sebagian besar responden berada pada nyeri kategori ringan. Penurunan nyeri tersebut dikarenakan Page 103 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 2 MEI 2022 perpindahan panas dari buli buli ke tubuh responden yang mengakibatkan vasodilatasi pembuluh darah, sirkulasi darah menjadi lancar, dan ketegangan otot miometrium berkurang sehingga nyeri yang dirasakan perlahan menurun. Dismenore pada kategori ringan merupakan nyeri yang tidak membatasi penanganan yang serius dan responden dapat melaksanakan aktivitasnya yang sebelumnya terganggu dikarenakan nyeri menstruasi . KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada bulan Januari tahun 2022 di Madrasah Aliyah Swasta Ushuluddin Kota Singkawang dengan jumlah sampel 74 responden dan pembahasan yang telah dipaparkan, maka dapat disimpulkan bahwa : Diketahui derajat dismenore sebelum pemberian kompres hangat . re tes. nyeri ringan sebanyak 5,4% responden, nyeri sedang 59,5% responden dan nyeri berat sebanyak 35,1% responden. Diketahui derajat dismenore sesudah pemberian kompres hangat . ost tes. nyeri ringan sebanyak 56,8% responden, nyeri sedang sebanyak 32,4% responden, dan nyeri berat sebanyak 10,8% Terdapat pengaruh pemberian kompres hangat terhadap penurunan derajat dismenore pada siswi MAS Ushuluddin Kota Singkawang tahun 2022 dengan p value = 0,000 . < 0,. Yang artinya H0 ditolak dan Ha diterima. untuk memberikan penyuluhan tentang nyeri menstruasi . kepada siswi untuk dismenore dan cara menangani dismenore tanpa menggunakan obat obatan, salah satunya dengan kompres hangat yang terbukti dapat menurunkan derajat dismenore. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis terimakasihkepada dr. Ferry Daniel Martinus S. Sp. OG dan dr. Kasih Purwati. Kes yang telah memberikan banyak bimbingan, dorongan motivasi dan masukan pada penelitian ini. Ucapan terimakasih juga penulis ucapkan kepada dr. Yusmahenry Galindra dan ibu Isramilda. Si yangtelah memberikan masukan dalam penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA Alam. Syahrir. Adnan. , & Asis. Hubungan Status Gizi dengan Usia Menarche pada Remaja Putri. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 10. , 200Ae207. Anugraheni. , & Wahyuningsih. Efektifitas kompres hangat dalam Kediri: Jurnal STIKES Baptis, 6. Bernardi. Lazzeri. Perelli. Reis. & Petraglia. Dysmenorrhea and related disorders. F1000Research, 6. SARAN