JURNAL KEPEMIMPINAN & PENGURUSAN SEKOLAH Homepage : https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/jp Email : jkps. stkippessel@gmail. p-ISSN : 2502-6445 . e-ISSN : 2502-6437 Vol. No. September 2025 Page 1019-1028 A Author Jurnal Kepemimpinan & Pengurusan Sekolah KETERAMPILAN KOMUNIKASI EFEKTIF. KOMUNIKASI TERBUKA DAN JELAS DALAM MICRO LEADING Muhammad Aryo Ramadhan1. Dyonel Ilham Mufid2. Rahmat Ilham3. Sry Wahyana Br Tarigan4. Gladis Salsabilla Bangun5. Tuti Andriani6 1,2,3,4,5,6 Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Indonesia Email: rahmatilham420@gmail. DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. Sections Info Article history: Submitted: 23 June 2025 Final Revised: 11 July 2025 Accepted: 16 August 2025 Published: 24 September 2025 Keywords: Communication Effective Open Clear Micro Leading ABSTRACT A common phenomenon in micro-leadership practices across various work environments is poor communication between leaders and team members. Many leaders fail to recognize the importance of open and honest two-way communication and lack the skills to convey instructions or expectations clearly. This study aims to examine in depth how effective communication skills, open communication, and clear communication play a role in supporting the practice of micro leadership . icro The research method used is a literature study, by analyzing various scientific sources, including reference books and national as well as international journal articles relevant to the topic. The findings indicate that effective communication includes the ability to deliver messages accurately, empathetically, and to build two-way dialogue. Open communication creates a participatory space that fosters trust and psychological safety within the team. Meanwhile, clear communication ensures that each member understands their roles, tasks, and expectations accurately. These three aspects support one another and form an essential foundation for the success of micro leadership in building a solid, adaptive, and productive team. ABSTRAK Fenomena yang sering terjadi dalam praktik kepemimpinan mikro di berbagai lingkungan kerja adalah rendahnya kualitas komunikasi antara pemimpin dan anggota tim. Banyak pemimpin yang tidak menyadari pentingnya komunikasi dua arah yang terbuka dan jujur, serta kurangnya keterampilan dalam menyampaikan instruksi atau ekspektasi dengan jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana keterampilan komunikasi efektif, komunikasi terbuka, dan komunikasi yang jelas berperan dalam mendukung praktik kepemimpinan mikro . icro leadin. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah, termasuk buku referensi dan artikel jurnal nasional maupun internasional yang relevan dengan topik. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi efektif mencakup kemampuan menyampaikan pesan secara tepat, empatik, serta mampu membangun dialog dua arah. Komunikasi terbuka menciptakan ruang partisipatif yang mendorong kepercayaan dan rasa aman psikologis dalam tim. Sementara itu, komunikasi yang jelas membantu memastikan setiap anggota memahami peran, tugas, dan ekspektasi secara akurat. Ketiga aspek ini saling mendukung dan membentuk landasan penting bagi keberhasilan kepemimpinan mikro dalam membangun tim yang solid, adaptif, dan produktif. Kata kunci: Komunikasi. Efektif. Terbuka. Jelas. Micro Leading Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Keterampilan Komunikasi Efektif. Komunikasi Terbuka Dan Jelas Dalam Micro Leading PENDAHULUAN Dalam era organisasi yang semakin kompleks dan dinamis, kepemimpinan mikro . icro leadin. menjadi strategi penting dalam mengelola tim kecil, unit kerja, maupun proyek yang memerlukan komunikasi cepat, akurat, dan responsif. Keberhasilan micro leading sangat bergantung pada keterampilan komunikasi yang tidak hanya efektif, tetapi juga terbuka dan jelas. Komunikasi yang efektif dalam konteks ini bukan hanya sebatas menyampaikan informasi, tetapi juga menciptakan interaksi yang bermakna, membangun kepercayaan, serta memfasilitasi kolaborasi yang produktif (Ambawani dkk. , 2. Peran kepemimpinan dalam sebuah organisasi tidak hanya terbatas pada skala besar atau level manajerial tinggi, tetapi juga sangat menentukan dalam konteks kepemimpinan mikro . icro leadin. (Amir dkk. , 2. Micro leading merujuk pada praktik kepemimpinan dalam ruang lingkup kecil seperti tim kerja, divisi kecil, atau kelompok proyek, di mana efektivitas komunikasi menjadi faktor penentu dalam pencapaian tujuan bersama. Dalam konteks ini, seorang pemimpin dituntut tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga keterampilan interpersonal yang tinggi, terutama dalam hal komunikasi (Andriani, 2. Pemimpin mikro di berbagai sektor organisasi harus mampu mendesain pola komunikasi yang tidak hirarkis dan lebih partisipatif, di mana setiap anggota tim merasa didengar dan dipahami (N. Siregar, 2. Komunikasi yang terbuka memungkinkan tersalurnya ide, kritik, dan saran secara konstruktif, sedangkan komunikasi yang jelas akan meminimalisir risiko miskomunikasi yang dapat menyebabkan kegagalan koordinasi (Romadona & Setiawan, 2. Komunikasi efektif dalam micro leading mencakup kemampuan untuk menyampaikan pesan secara tepat, mendengarkan secara aktif, memberikan umpan balik, serta membangun dialog yang terbuka dan jelas. Ketika komunikasi dalam tim berlangsung secara terbuka, anggota tim cenderung merasa dihargai dan termotivasi untuk memberikan kontribusi terbaik (Asriadi, 2. Sebaliknya, komunikasi yang tertutup, tidak jelas, atau bersifat satu arah dapat menimbulkan ketidakpahaman, kesalahpahaman, bahkan konflik yang menghambat kinerja tim. Fenomena yang sering terjadi dalam praktik kepemimpinan mikro di berbagai lingkungan kerja adalah rendahnya kualitas komunikasi antara pemimpin dan anggota tim. Banyak pemimpin yang tidak menyadari pentingnya komunikasi dua arah yang terbuka dan jujur, serta kurangnya keterampilan dalam menyampaikan instruksi atau ekspektasi dengan Dalam kondisi seperti ini, efektivitas kepemimpinan akan sangat terganggu, karena proses pengambilan keputusan, penyelesaian masalah, dan pelaksanaan tugas tidak dapat berjalan dengan optimal. Di samping itu, fenomena perubahan organisasi dan tantangan disrupsi digital semakin menuntut pemimpin untuk mampu mengembangkan gaya komunikasi kepemimpinan yang responsif dan fleksibel (Zainuba dkk. , 2. Pendekatan seperti kepemimpinan transformasional dan servant leadership dalam konteks mikro membuktikan bahwa efektivitas kepemimpinan sangat dipengaruhi oleh sejauh mana komunikasi bisa mendorong partisipasi dan keterlibatan emosional tim (Purnama dkk. , 2. Seiring dengan meningkatnya kompleksitas dinamika kerja dalam tim-tim kecil yang agile dan fleksibel, kebutuhan akan pemimpin dengan keterampilan komunikasi yang tinggi menjadi semakin penting. Oleh karena itu, penting untuk menelaah kembali bagaimana prinsip-prinsip komunikasi efektif dapat diinternalisasikan dalam praktik micro leading, khususnya dalam aspek komunikasi terbuka dan komunikasi yang jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam keterkaitan antara keterampilan komunikasi efektif, komunikasi terbuka, dan komunikasi yang jelas dalam Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Keterampilan Komunikasi Efektif. Komunikasi Terbuka Dan Jelas Dalam Micro Leading konteks micro leading melalui pendekatan studi literatur. Studi ini dilakukan dengan menelaah berbagai sumber ilmiah, jurnal, dan buku yang relevan untuk membangun landasan konseptual yang kuat mengenai bagaimana komunikasi dapat memperkuat praktik kepemimpinan mikro. Diharapkan, hasil kajian ini dapat memberikan kontribusi teoritis maupun praktis bagi para pemimpin tim, pelatih kepemimpinan, serta organisasi yang ingin mengembangkan efektivitas kepemimpinan pada level mikro. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur . iterature revie. sebagai metode utama untuk mengeksplorasi konsep dan implementasi keterampilan komunikasi efektif, komunikasi terbuka, dan komunikasi jelas dalam konteks micro leading. Studi literatur dipilih karena metode ini memungkinkan penulis untuk mengkaji berbagai teori, hasil penelitian terdahulu, serta pandangan para ahli dari berbagai sumber yang relevan. Literatur yang dianalisis meliputi buku-buku ilmiah, artikel jurnal nasional dan internasional. Beberapa literatur klasik juga disertakan untuk memperkuat landasan konseptual. Proses kajian dilakukan melalui beberapa tahap, dimulai dengan identifikasi topik dan fokus kajian pada tiga dimensi utama komunikasi dalam kepemimpinan mikro, yaitu komunikasi efektif, terbuka, dan jelas. Selanjutnya, dilakukan pengumpulan literatur melalui pencarian pada basis data akademik seperti Google Scholar. ResearchGate, dan ScienceDirect, dengan menggunakan kata kunci seperti micro leading, effective communication, open communication, clear communication, dan team leadership. Setelah itu, setiap sumber yang diperoleh dievaluasi kualitas dan relevansinya sebelum dianalisis secara tematik. Analisis dilakukan dengan mengelompokkan hasil temuan ke dalam tema-tema utama yang kemudian disintesis menjadi kerangka pembahasan yang sistematis. Melalui pendekatan studi literatur ini, artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai peran penting komunikasi yang efektif, terbuka, dan jelas dalam praktik kepemimpinan skala kecil . icro leadin. , serta menjadi referensi bagi pengembangan kepemimpinan interpersonal dalam konteks kerja tim atau organisasi kecil. HASIL DAN PEMBAHASAN Komunikasi Efektif dalam Micro Leading Komunikasi efektif merupakan komponen krusial dalam pelaksanaan kepemimpinan mikro . icro leadin. Dalam berbagai literatur kepemimpinan dan komunikasi organisasi, komunikasi efektif didefinisikan sebagai proses pertukaran informasi yang menghasilkan pemahaman bersama antara pengirim dan penerima pesan (Fitriyah & Suliyadi, 2. Dalam konteks micro leading, efektivitas komunikasi bukan hanya dinilai dari kejelasan isi pesan, tetapi juga dari kepekaan pemimpin dalam menyampaikan pesan sesuai dengan situasi emosional, karakter anggota tim, dan dinamika hubungan sosial yang terjadi. Keterampilan komunikasi yang efektif menjadi pilar penting dalam micro leading karena sifatnya yang sering kali bersentuhan langsung dengan proses pengambilan keputusan sehari-hari. Anggorowati dan Komariah (Anggorowati dkk. , 2. menekankan bahwa komunikasi dalam skala mikro perlu dilakukan dengan sensitivitas interpersonal tinggi agar dapat mengakomodasi dinamika relasional yang intens. Kepemimpinan mikro menuntut kedekatan yang tinggi antara pemimpin dan anggota Tidak seperti kepemimpinan pada level strategis atau makro, pemimpin mikro berinteraksi secara langsung dan rutin dengan timnya. Oleh karena itu, setiap pesan yang disampaikan akan memiliki dampak langsung terhadap motivasi, semangat kerja, dan produktivitas anggota tim. Seorang pemimpin mikro tidak cukup hanya dengan Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Keterampilan Komunikasi Efektif. Komunikasi Terbuka Dan Jelas Dalam Micro Leading memberikan arahan atau instruksi. ia harus mampu menyampaikan ide, visi, dan harapan dengan cara yang mudah dipahami, empatik, serta mendorong partisipasi aktif dari semua anggota tim. Beberapa indikator utama dari komunikasi efektif dalam micro leading yang ditemukan dalam studi literatur adalah (Istikomah & Haryanto, 2. (Nasukah dkk. , 2. Kejelasan(Clarit. Pemimpin mikro harus mampu menyampaikan informasi dengan bahasa yang lugas, tidak ambigu, dan sesuai dengan tingkat pemahaman audiensnya. Kejelasan ini tidak hanya berlaku pada instruksi kerja, tetapi juga dalam menjelaskan tujuan, visi jangka pendek, dan ekspektasi yang ingin dicapai bersama. Keterbukaan(Opennes. Komunikasi yang efektif terjadi dalam suasana keterbukaan. Pemimpin yang terbuka terhadap ide, kritik, maupun keluhan dari anggota tim akan menciptakan ruang yang aman dan nyaman untuk dialog. Hal ini meningkatkan rasa percaya diri anggota tim untuk berpartisipasi dan menyampaikan pendapat mereka tanpa takut disalahpahami. Empati Dalam literatur kepemimpinan yang berorientasi pada hubungan . elationship-based leadershi. , kemampuan mendengarkan menjadi salah satu inti dari komunikasi efektif. Pemimpin mikro yang mampu menunjukkan empati saat mendengarkan dapat memahami permasalahan dari sudut pandang anggotanya. Ini memperkuat kohesi tim dan mendorong kolaborasi. Feedback Komunikasi efektif tidak hanya bersifat satu arah. Pemimpin harus mampu memberikan umpan balik secara berkala, baik dalam bentuk apresiasi maupun koreksi. Umpan balik yang baik disampaikan dengan cara yang membangun, bertujuan untuk memperbaiki, bukan menghakimi. Konsistensi(Consistenc. Konsistensi dalam penyampaian pesan dan perilaku pemimpin akan memperkuat kepercayaan anggota tim. Ketidakkonsistenan antara apa yang dikatakan dan apa yang dilakukan dapat menurunkan kredibilitas pemimpin dan menimbulkan kebingungan dalam tim. Hasil studi literatur juga menunjukkan bahwa micro leading sangat efektif dalam mendorong inovasi, adaptasi cepat, dan kolaborasi lintas fungsi dalam organisasi yang dinamis, selama komunikasi antar individu berjalan dengan lancar. Ddalam tim yang kecil, komunikasi yang terlalu formal dan kaku justru menjadi penghambat. Sebaliknya, gaya komunikasi yang terbuka, fleksibel, dan berbasis pada hubungan interpersonal justru mempercepat pengambilan keputusan dan meningkatkan rasa memiliki terhadap tujuan bersama (Prasinta dkk. , 2. Selain itu, penting dicatat bahwa komunikasi efektif dalam micro leading juga erat kaitannya dengan aspek budaya organisasi dan konteks sosial. Dalam lingkungan kerja yang multikultural atau lintas generasi, pemimpin mikro harus mampu menyesuaikan gaya komunikasinya dengan nilai-nilai, bahasa, dan preferensi komunikasi dari setiap anggota Oleh karena itu, kompetensi komunikasi lintas budaya . ross-cultural communication competenc. menjadi bagian penting dari keterampilan komunikasi efektif yang harus dimiliki pemimpin mikro modern (Dana Maor dkk. , 2. Dalam praktiknya, kurangnya keterampilan komunikasi menjadi salah satu penyebab utama gagalnya pemimpin mikro dalam mengelola tim. Miskomunikasi yang terjadi pada tahap perencanaan maupun pelaksanaan sering kali menimbulkan kesalahan dalam Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Keterampilan Komunikasi Efektif. Komunikasi Terbuka Dan Jelas Dalam Micro Leading pelaksanaan tugas, rendahnya keterlibatan anggota tim, serta munculnya konflik internal yang berlarut-larut. Dengan demikian, hasil kajian literatur ini menegaskan bahwa komunikasi efektif merupakan elemen fundamental dalam micro leading. Untuk menjadi pemimpin mikro yang sukses, dibutuhkan kemampuan untuk menyampaikan pesan secara strategis, membangun dialog yang sehat, dan menjalin kedekatan emosional dengan anggota tim. Komunikasi yang baik bukan hanya menjadi alat untuk menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi media untuk membangun kepercayaan, menciptakan sinergi, serta menumbuhkan semangat kolaboratif dalam tim kecil. Komunikasi Terbuka dalam Micro Leading Komunikasi terbuka merupakan elemen penting dalam praktik micro leading yang Dalam konteks kepemimpinan mikro, di mana hubungan antara pemimpin dan anggota tim bersifat lebih dekat dan intensif, komunikasi terbuka memainkan peran strategis dalam membangun kepercayaan, meningkatkan partisipasi, dan menciptakan iklim kerja yang sehat (Safitri & Mujahid, 2. Berbeda dengan komunikasi satu arah yang hanya menekankan instruksi dan perintah, komunikasi terbuka mendorong keterlibatan dua arah, di mana pemimpin dan anggota tim saling berbagi informasi, gagasan, dan umpan balik secara jujur dan transparan. Studi literatur yang dilakukan menunjukkan bahwa komunikasi terbuka dalam micro leading menciptakan suasana kerja yang kolaboratif dan memperkuat loyalitas tim terhadap Komunikasi terbuka membantu menghilangkan hambatan psikologis antara pemimpin dan pengikut, seperti rasa takut, kekhawatiran disalahkan, atau enggan mengemukakan pendapat. Dalam tim kecil, di mana setiap suara sangat berarti, keberanian untuk menyampaikan pendapat dan merasa didengar menjadi faktor kunci dalam menciptakan kebersamaan yang produktif (Danim, 2. Ciri-ciri utama dari komunikasi terbuka dalam micro leading antara lain (Sari, 2. Transparansi Informasi. Pemimpin mikro yang menerapkan komunikasi terbuka akan menyampaikan informasi penting secara jelas dan tidak menutup-nutupi hal-hal yang berkaitan dengan tugas, keputusan, maupun perubahan dalam tim. Hal ini membangun kepercayaan dan mencegah timbulnya spekulasi yang kontraproduktif. Ketersediaan untuk Berdiskusi. Pemimpin terbuka adalah pemimpin yang tidak hanya memerintah, tetapi juga bersedia Ia memberikan ruang bagi anggota tim untuk bertanya, menyampaikan masukan, bahkan mengkritik keputusan pemimpin secara konstruktif. Ini menjadi dasar dari komunikasi yang sehat dan demokratis dalam tim kecil. Kesediaan Mendengar dan Memberi Respon yang Adil: Dalam micro leading, komunikasi terbuka diwujudkan dalam sikap aktif mendengarkan dan memberikan tanggapan yang tidak menghakimi. Pemimpin harus mampu menanggapi pendapat anggota tim dengan sikap terbuka, adil, dan bijaksana, tanpa membuat anggota merasa takut atau ragu berbicara. Kejujuran dalam Menyampaikan Kritik dan Masukan: Komunikasi terbuka tidak berarti selalu menyenangkan. Justru, dalam keterbukaan, pemimpin dan tim dapat menyampaikan kritik atau peringatan dengan cara yang santun namun tegas. Hal ini penting untuk membangun kedewasaan komunikasi dan tanggung jawab bersama dalam tim. Komunikasi terbuka dapat meningkatkan psychological safety atau rasa aman secara Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Keterampilan Komunikasi Efektif. Komunikasi Terbuka Dan Jelas Dalam Micro Leading psikologis dalam tim. Tim dengan tingkat komunikasi terbuka yang tinggi cenderung memiliki anggota yang merasa aman untuk berbagi ide dan mengambil risiko tanpa takut dihukum atau diremehkan. Dalam konteks kepemimpinan mikro, hal ini sangat berpengaruh terhadap penciptaan inovasi dan peningkatan kinerja tim. Di sisi lain, komunikasi yang tertutup atau terbatas akan menimbulkan berbagai persoalan dalam tim kecil, seperti miskomunikasi, rasa curiga, rendahnya partisipasi, serta lemahnya keterikatan emosional antara pemimpin dan anggota tim. Hal ini juga berdampak langsung terhadap kecepatan penyelesaian tugas dan kualitas hasil kerja tim. Penerapan komunikasi terbuka bukan tanpa tantangan. Dalam beberapa budaya kerja, keterbukaan sering kali disalahartikan sebagai bentuk pembangkangan atau kurangnya sopan santun. Oleh karena itu, penting bagi pemimpin mikro untuk menyeimbangkan komunikasi terbuka dengan pendekatan yang menghargai nilai-nilai budaya dan norma organisasi yang berlaku. Pendekatan yang bersifat dialogis, berbasis pada empati dan saling menghormati, dapat membantu menciptakan ruang komunikasi yang terbuka namun tetap Dengan demikian, komunikasi terbuka menjadi salah satu strategi utama dalam micro leading untuk memperkuat relasi interpersonal, mempercepat pengambilan keputusan, serta meningkatkan kualitas interaksi sosial dalam tim. Pemimpin mikro yang mengedepankan keterbukaan akan lebih mudah membangun tim yang adaptif, kreatif, dan memiliki rasa kepemilikan yang tinggi terhadap tujuan bersama. Komunikasi Jelas dalam Micro Leading Komunikasi yang jelas merupakan elemen penting dalam keberhasilan micro leading, yaitu kepemimpinan dalam ruang lingkup kecil atau tim terbatas yang menuntut kedekatan, efisiensi, dan kecepatan dalam pengambilan keputusan. Dalam konteks ini, kejelasan komunikasi menjadi faktor penentu dalam memastikan bahwa setiap anggota tim memahami tujuan, peran, instruksi, dan ekspektasi yang disampaikan oleh pemimpin (Bacharuddin Ali Akhmad, 2. Tanpa kejelasan dalam komunikasi, potensi miskomunikasi dan kesalahan dalam pelaksanaan tugas akan meningkat, yang pada akhirnya menurunkan efektivitas tim secara keseluruhan. Komunikasi yang jelas merujuk pada proses penyampaian informasi yang terstruktur, tidak ambigu, relevan dengan konteks, dan mudah dipahami oleh semua pihak yang terlibat. Dalam sebuah organisasi, kejelasan komunikasi akan memperkuat koordinasi kerja, mengurangi konflik internal, dan meningkatkan akuntabilitas. Dalam micro leading, hal ini menjadi semakin krusial karena interaksi yang terjadi bersifat langsung, rutin, dan personal (Mas & Phil. Ikhfan Haris, 2. Adapun karakteristik utama dari komunikasi yang jelas dalam konteks micro leading antara lain (Morissan, 2. (Nainggolan dkk. , 2. Bahasa yang Sederhana dan Tepat Sasaran. Pemimpin mikro harus mampu menyampaikan pesan menggunakan bahasa yang sederhana, menghindari istilah teknis yang tidak perlu, dan langsung pada inti Penggunaan kata-kata yang tepat dan tidak multitafsir akan meminimalkan kesalahpahaman, terutama dalam tim dengan tingkat keragaman pendidikan atau latar belakang budaya. Struktur Informasi yang Logis dan Sistematis. Pesan yang jelas adalah pesan yang disampaikan dengan urutan logis, dimulai dari latar belakang, maksud, tujuan, hingga tindakan yang diharapkan. Komunikasi yang terstruktur akan membantu anggota tim menangkap inti pesan dengan lebih cepat dan mengurangi kebutuhan klarifikasi berulang. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Keterampilan Komunikasi Efektif. Komunikasi Terbuka Dan Jelas Dalam Micro Leading Penekanan pada Informasi Kunci Dalam kepemimpinan mikro, sering kali waktu komunikasi terbatas. Oleh karena itu, pemimpin perlu mampu menyaring informasi yang paling penting untuk disampaikan lebih dahulu. Penekanan pada poin-poin utama akan membuat pesan lebih mudah diingat dan diimplementasikan. Penggunaan Media Komunikasi yang Sesuai Kejelasan komunikasi tidak hanya ditentukan oleh isi pesan, tetapi juga oleh media yang Komunikasi lisan cocok untuk arahan cepat atau diskusi informal, sementara komunikasi tertulis lebih efektif untuk instruksi teknis atau informasi yang perlu dirujuk Pemimpin mikro harus bijak dalam memilih media komunikasi yang paling sesuai dengan konteks. Konfirmasi Pemahaman Dalam komunikasi yang jelas, tidak cukup hanya menyampaikan pesan. Pemimpin juga perlu memastikan bahwa pesan telah diterima dan dipahami sebagaimana mestinya. Teknik seperti paraphrasing, feedback loop, atau meminta anggota mengulang kembali poin-poin penting adalah cara untuk mengonfirmasi kejelasan pesan. Komunikasi yang tidak jelas dapat menimbulkan berbagai persoalan dalam tim kecil, mulai dari tugas yang tidak terlaksana dengan baik, frustrasi antar anggota, hingga konflik yang sebenarnya bisa dihindari. Komunikasi yang tidak jelas sering kali menjadi sumber utama dari disorganisasi dalam kelompok kerja. Dalam prakteknya, komunikasi yang jelas dalam micro leading juga berdampak pada peningkatan efisiensi kerja tim. Tim yang mendapatkan arahan yang jelas akan lebih cepat merespons, lebih fokus pada tujuan yang sama, dan lebih minim dalam melakukan revisi atau koreksi kerja (R. Siregar dkk. , 2. Hal ini menciptakan efisiensi waktu, energi, dan sumber daya. Selain itu, kejelasan komunikasi juga berdampak pada aspek psikologis anggota tim. Anggota yang memahami dengan pasti apa yang harus dilakukan akan merasa lebih percaya diri, termotivasi, dan lebih bertanggung jawab atas hasil kerjanya. Kejelasan juga meminimalisir kecemasan akibat ketidakpastian yang sering kali menjadi pemicu stres kerja. Dalam kaitannya dengan komunikasi terbuka dan efektif, komunikasi yang jelas merupakan komponen yang memperkuat keduanya. Tanpa kejelasan, keterbukaan bisa menjadi bumerang karena disalahpahami. sementara komunikasi efektif tidak akan tercapai jika pesan yang disampaikan tidak dipahami secara tepat. Oleh karena itu, pemimpin mikro perlu mengasah keterampilan komunikasi yang tidak hanya terbuka dan dua arah, tetapi juga mampu menyampaikan pesan dengan tingkat kejelasan yang tinggi. Komunikasi yang jelas bukan sekadar teknik menyampaikan informasi, tetapi merupakan alat strategis dalam menciptakan tim kecil yang solid, adaptif, dan produktif. Pemimpin mikro yang menguasai keterampilan ini akan mampu menciptakan arah kerja yang seragam, mendorong efisiensi, serta meningkatkan rasa percaya dan komitmen anggota tim terhadap tujuan bersama. KESIMPULAN Penelitian ini telah mengungkapkan bahwa Kepemimpinan mikro . icro leadin. merupakan model kepemimpinan yang sangat menekankan pada kedekatan interpersonal antara pemimpin dan anggota tim dalam skala kecil. Dalam praktiknya, keberhasilan micro leading sangat bergantung pada keterampilan komunikasi yang dimiliki oleh pemimpin. Hasil studi literatur ini menunjukkan bahwa tiga dimensi utama komunikasi, yakni komunikasi efektif, komunikasi terbuka, dan komunikasi yang jelas, menjadi pilar fundamental dalam menciptakan tim yang solid, kolaboratif, dan produktif. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Keterampilan Komunikasi Efektif. Komunikasi Terbuka Dan Jelas Dalam Micro Leading Komunikasi efektif dalam micro leading tidak hanya menekankan penyampaian pesan yang tepat sasaran, tetapi juga mencakup empati, keterbukaan terhadap umpan balik, dan kemampuan membangun dialog yang membangun kepercayaan dan motivasi. Komunikasi terbuka memperkuat rasa aman psikologis dalam tim, mendorong partisipasi aktif, serta menciptakan ruang diskusi yang sehat dan demokratis. Sementara itu, komunikasi yang jelas memastikan bahwa setiap instruksi, ekspektasi, dan tujuan dapat dipahami dengan mudah, sehingga meminimalkan risiko miskomunikasi dan meningkatkan efisiensi pelaksanaan Ketiga aspek komunikasi tersebut saling melengkapi dan memperkuat satu sama lain. Tanpa kejelasan, komunikasi terbuka dapat menimbulkan salah paham. tanpa keterbukaan, komunikasi yang jelas bisa terasa kaku dan otoriter. dan tanpa efektivitas, pesan yang disampaikan tidak akan berdampak optimal. Oleh karena itu, pemimpin mikro dituntut untuk mengembangkan keterampilan komunikasi secara holistik agar mampu membangun hubungan kerja yang sehat, adaptif, dan selaras dengan dinamika tim kecil. Dengan demikian, artikel ini menegaskan bahwa penguasaan keterampilan komunikasi yang efektif, terbuka, dan jelas merupakan syarat utama bagi keberhasilan micro leading dalam konteks organisasi modern yang dinamis dan kolaboratif. REFERENSI