Angelion Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 6. No 1. Desember 2025. 38189/jan. e-ISSN : 2723-3324 Available at: e-journal. id/index. php/jan/index Fungsi Kepemimpinan Keluarga Berdasarkan Mazmur 78 di Era Digital Zinzendorf R. Dachi1 zinzendorfdachi@gmail. Abstract Technological developments in the digital era, widely accepted in society, have had a significant impact on families. Therefore, parents, as family leaders, need to learn from history to care for their families. Although there are efforts to solve family problems by paying attention to the function of parents as educators and role models, this has not been able to provide a complete answer. Parents must learn from history through Psalm 78. This study uses a qualitative method with a literature study approach and analysis of the text of Psalm 78 using the principle of hermeneutics. The results of the study show that parents who learn from history can influence their children to live in truth in today's digital era. Through history, parents influence children to know the Word of God, believe and carry out God's commands, and have steadfastness. Keywords: digital era. leadership function. Psalm 78 Abstrak Perkembangan teknologi di era digital yang diterima dalam masyarakat, memberi pengaruh yang signifikan bagi keluarga. Oleh karenanya, orang tua sebagai pemimpin keluarga perlu belajar melalui sejarah untuk memperhatikan keluarganya. Meskipun ada upaya untuk menyelesaikan masalah keluarga dengan memperhatikan pentingnya fungsi orang tua sebagai pendidik, dan menjadi teladan, akan tetapi hal itu belum sepenuhnya dapat memberi Orang tua harus belajar dari sejarah melalui Mazmur 78. Penelitian ini memakai metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis terhadap teks Mazmur 78 menggunakan prinsip hermeneutika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua yang belajar dari sejarah dapat mempengaruhi anak-anaknya untuk hidup dalam kebenaran di era digital saat ini. Melalui sejarah orang tua memberi pengaruh sehingga anak mengenal Firman Allah, percaya dan melakukan perintah Allah, dan memiliki keteguhan hati. Kata-kata kunci: era digital. fungsi kepemimpinan. Mazmur 78 PENDAHULUAN Dinamika kepemimpinan mengisyaratkan tentang perlunya hubungan antara manusia melalui proses, gaya kepemimpinan, pengambilan keputusan dan hal-hal lainnya Teologi. Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara Ungaran CopyrightA 2025. Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, e-ISSN 2723-3324 . Zinzendorf Dachi: Fungsi Kepemimpinan Keluarga Berdasarkan Mazmur 78 di Era Digital yang berkaitan dengan konteks organisasi. Permasalahan dalam kepemimpinan muncul ketika terjadi perubahan dari luar seperti perkembangan teknologi yang cepat. Permasalahan itu biasanya berhubungan dengan keteladanan figur, bergesernya visi sampai kepada kelemahan dalam kepemimpinan organisatoris. Meskipun kepemimpinan dalam organisasi itu penting, akan tetapi keluarga sebagai organisasi terkecil yang terdiri dari anak-anak sebagai anggota dan orang tua sebagai pemimpin, perlu mendapat perhatian khusus oleh karena hakikat dan sifatnya yang unik. Dikatakan unik oleh karena tanpa disadari, ada upaya mempengaruhi antara orang tua sebagai pemimpin terhadap anggota keluarganya. Teha Sugiyono mengatakan: alam semesta dapat mengalami perubahan yang signifikan dalam satu generasi jika para orangtua mengedepankan cara yang benar dalam mendidik anak-anak. 2 Cara yang benar yang dimaksudkan Sugiyono bukan saja tentang hal-hal yang harus dilakukan orang tua terhadap Cara yang benar yang dimaksudkan adalah sikap orang tua bertindak terhadap anak, sehingga anak dipengaruhi untuk hidup benar di hadapan Tuhan. Cara yang benar adalah yang dapat memberikan perubahan signifikan pada sebuah generasi, melalui ketetapan anak dalam mengekspresikan kebenaran hidupnya seperti yang dikehendaki Tuhan. Dalam konteks keluarga kristiani, kesadaran orang tua sebagai pemimpin untuk mengajar anak-anak merupakan hal penting lainnya dalam sebuah keluarga. Di Era Digital di mana semua orang termasuk anak-anak, sangat dipengaruhi oleh fasilitas dan kemampuan peralatan digital. Teknologi virtual yang mendominasi kehidupan masyarakat, sangat kuat dalam memberi pengaruh terutama kepada anak-anak. Kekuatannya tidak berimbang dengan kemampuan orang tua dalam mempengaruhi anak-anak untuk melakukan sesuatu yang benar seperti yang diinginkan Tuhan. Orang tua harus menyadari bahwa anak-anak ternyata lebih tertarik untuk membuka dan bermain dengan ponselnya. 3 Oleh karenanya kajian dalam tulisan ini menjadi penting untuk menunjukkan bagaimana fungsi orang tua sebagai pemimpin dalam keluarga. Fungsi kepemimpinan keluarga menjadi sangat penting untuk dibahas dengan sudut pandang yang tepat. Dikatakan tepat, oleh karena terungkap ada bermacam permasalahan dalam keluarga yang terhubung dengan berbagai faktor baik dari dalam maupun dari luar keluarga. Teha Sugiyono. Keluarga Sebagai Sekolah Cinta (Bandung: Lembaga Literatur Baptis, 2. Hermansiah Thi Ekoprodjo Simon. Andreas Joswanto. AuPeran Orang Tua Dalam Penanaman NilaiNilai Karakter Kristus Pada Era Digital,Ay ELEOS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen Volume 2. No. 1 (Juli, 2. : 35Ae49. CopyrightA 2025. Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, e-ISSN 2723-3324 . Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. Vol 6. No 2. Desember 2025 Penelitian Lius lebih melihat kepada fungsi orang tua sebagai pendidik sehingga dibutuhkan kesadaran untuk dapat mengajarkan anak-anak sehingga terbentuk kepribadian dan karakter anak. 4 Penelitian ini penting oleh karena di era digital orang tua harus menyadari akan fungsinya sebagai pendidik. Dalam penelitian lainnya. Rianto mengedepankan fungsi orang tua sebagai pemimpin yang harus menciptakan keselarasan antara karakter dan firman Allah. 5 Sedangkan Joko Santoso dalam penelitiannya melihat kepada orang tua yang menjalankan fungsinya sebagai pemimpin dalam keluarga, seharusnya tidak hanya memberi pendidikan semata, akan tetapi memberikan teladan. 6 Bila dicermati bahwa untuk menjawab permasalahan yang dihadapi keluarga di era digital, apa yang disampaikan dalam penelitian di atas belum sepenuhnya menjawab kebutuhan akan fungsi kepemimpinan yang tepat. Penelitian ini menawarkan pembacaan terhadap teks Mazmur 78 yang memuat perjalanan sejarah, di mana Allah menjadi pusat dalam terbentuknya eksistensi dan kekuatan Israel yang tidak didapatkan pada bangsa lain. Bagian-bagian penting dalam mazmur 78 ini, menjadi kerangka teologis yang menjadi acuan model kepemimpinan keluarga yang kontekstual bagi tantangan era digital, yang belum banyak dikaji dalam penelitian Penulis melihat bahwa fungsi kepemimpinan keluarga yang tergambar dalam mazmur 78, merupakan fungsi yang telah teruji dalam sejarah. Maksudnya, penting dalam proses kepemimpinan untuk melihat dan belajar dari sejarah. Kemajuan teknologi yang pesat dan perubahan era modern menjadi pos-modern, hal-hal negatif yang terjadi di dalamnya yang menjadikan anak-anak sebagai korban perubahan, menuntut kepekaan spiritual dari para orang tua. Ada hal-hal penting yang dapat dimaknai dalam usaha untuk melaksanakan fungsi kepemimpinan dalam keluarga pada waktu berhadapan dengan uraian teks mazmur Setiap kali penulis menggambarkan keadaan nenek moyang, penulis menyatakan tujuan yang ingin dicapai dalam kehidupan rohani anak-anak mereka. Hal ini menyebabkan penulis ingin membahas bagaimana fungsi kepemimpinan keluarga yang terdapat dalam mazmur 78 dapat memperlengkapi para orang tua di era digital. Bagaimana fungsi kepemimpinan keluarga berdasarkan Mazmur 78 ini dapat diterapkan oleh orang tua Kristen di era digital? Lius. AuPeranan Orng Tua Sebagai Pendidik Dalam Keluarga,Ay LOKO KADA: Jurnal Teologi Kontekstual & Oikumenis Volume 01, no. No. ): 49. Rianto J. A Metboki. AuPeranan Orangtua Kristen Dalam Membentuk Karakter Anak,Ay SESAWI: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen Volume 1, no. Nomor 2 . : 56. Joko Santoso. AuPeran Keteladanan Pemimpin Dalam Keluarga Berdasarkan Efesus 5: 21-6:4,Ay SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi Volume 10, no. Nomor 2 . ): 73Ae88. CopyrightA 2025. Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, e-ISSN 2723-3324 . Zinzendorf Dachi: Fungsi Kepemimpinan Keluarga Berdasarkan Mazmur 78 di Era Digital METODE PENELITIAN Metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis lebih jauh hal-hal yang berhubungan dengan konteks Mazmur 78. Sehingga dapat diperoleh hal-hal yang berhubungan dengan fungsi kepemimpinan dalam teks yang dianalisis. 7 Penelitian kepustakaan adalah usaha untuk mengkaji teori, referensi juga literatur ilmiah lain baik itu yang berhubungan dengan nilai-nilai, budaya dan normanorma yang berkembang di keadaan sosial yang diteliti. 8 Langkah dalam eksegesis adalah melakukan studi kata, leksikal dan gramatika, membandingkan terjemahan-terjemahan lain. Penelitian kualitatif menurut Anderson merupakan usaha untuk mengumpulkan, melaksanakan analisa, dan menafsirkan data-data yang tidak dapat diubah menjadi angka. Lebih lanjut Fauzy mengutip pandangan Creswell bahwa penelitian kualitatif adalah suatu upaya melakukan pendekatan dengan jalan mengeksplorasi dan memahami keberadaan individu atau kelompok yang berkaitan dengan persoalan sosial atau manusia. Sehingga mengidentifikasi bagaimana perkembangan pola perilaku penduduk dari waktu ke waktu. Usaha untuk melacak perilaku masyarakat dan keterlibatannya dalam aktivitas tersebut merupakan komponen penting dari pengumpulan data. HASIL DAN PEMBAHASAN Urgensitas Mazmur 78 dalam Sejarah Kitab mazmur merupakan kumpulan lebih dari dua belas penulis dan ditulis pada masa yang berbeda. 11 Sehingga untuk menetapkan kapan sebuah mazmur ditulis, terlebih dahulu harus diketahui siapa penulis mazmur tersebut. Mazmur 78 ditulis oleh Asaf . , dan merupakan mazmur pengajaran yang ditujukan kepada bangsa Israel. Dalam 1 Tawarikh 6:39-43, dijelaskan bahwa Asaf adalah generasi ke empat belas dari Lewi yang diangkat Daud sebagai salah satu penyanyi di Bait Allah. Akan tetapi bila mencermati isi mazmur 78 secara keseluruhan, maka besar kemungkinan Asaf yang dimaksud adalah Aubani AsafAy yang termasuk dalam daftar orang-orang yang kembali dari pembuangan (Ezr. Bila Basri H. AuUsing Qualitative Research in Accounting and Management Studies: Not a New Agenda,Ay Journal of US-China Public Administration Volume 11. Nomor 10 . ): 831Ae38, https://doi. org/DOI: 17265/1548-6591/2014. Asmendri Milya Sari. AuPenelitian Kepustakaan Dalam Penelitian Pendidikan IPA,Ay Natural Science [Diakses 11 Juli 2. 6, no. : 41Ae53. Gary J. Anderson. Dasar Dasar Penelitian Pendidikan (Jakarta: Psikologi Pers, 1. Ahmad Fauzy dkk. Metodologi Penelitian (Purwokerto: Pena Persada, 2. Clarence H Benson. Pengantar Perjanjian Lama: Puisi Dan Nubuat (Malang: Gandum Mas, 1. CopyrightA 2025. Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, e-ISSN 2723-3324 . Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. Vol 6. No 2. Desember 2025 dihubungkan dengan peristiwa pengkhianatan suku Efraim dan ketika Efraim bersekutu dengan Siria untuk menghancurkan Yehuda, maka rentang waktunya sangat jauh bila ditetapkan bahwa Asaf yang dimaksud adalah Asaf penyanyi pada masa Daud. Secara keseluruhan kitab Mazmur ditulis mulai sejak zaman Musa (Mazmur . sampai tahun 444 SM ketika Ezra melengkapi kanon mazmur-mazmur tersebut. Dari beberapa tema yang ditulis dalam mazmur 78 yang mengacu pada beberapa peristiwa yang terjadi pada bangsa Israel, yaitu mulai dari kisah keluarnya bangsa Israel dari Mesir sampai ke pembelotan suku Efraim dari perjanjian Allah . yat 5-. maka disimpulkan bahwa Mazmur 78 ditulis dan dikumpulkan pada masa Ezra. Beberapa ahli setuju bahwa Mazmur 78 ditulis setelah masa pengalihan kepemimpinan dari Saul yang merupakan wangsa Efraim kepada Daud yang merupakan wangsa Yehuda. 13 Mazmur 78 yang memuat banyak ungkapan tentang nenek moyang Israel menjadi tanda yang mendukung pandangan ini. Namun ayat 60-64 rupanya menunjuk kepada peristiwa 1 Samuel 4 yakni kepada kekalahan Israel melawan orang Filistin di Afek dan Tabut Perjanjian dirampas. Sedangkan ayat 56-59 dan 67 mungkin dimaksudkan untuk menunjuk pada peristiwa penarikan diri pasukan Efraim atau Israel dari jalan-jalan masuk ke pegunungan Samaria, ketika Asyur maju untuk menghancurkan kota Samaria pada tahun 724 SM. 14 Peristiwa kehancuran Israel secara keseluruhan inilah yang rupanya menarik hati Asaf untuk menulis Mazmur pengajaran ini. Israel mengalami banyak kemunduran karena banyak wilayahnya yang diambil alih oleh Asyur. Hal ini terjadi sampai pada masa pemerintahan Hosea yang mengambil alih pemerintahan dari Pekah. 15 Pada saat Asyur diperintah oleh Sargon II, sejumlah 27. orang Israel dipindahkan ke daerah jajahannya yang lain dan posisi mereka digantikan oleh orang-orang dari jajahan yang lain juga. 16 Inilah yang disebut dengan istilah Aopenduduk negeriAo ketika bangsa Israel diizinkan kembali ke Yerusalem oleh Koresy (Ezr. Kemerosotan moral dan spiritual yang terjadi pada bangsa Israel pada masa itu bukan merupakan satu-satunya yang pernah terjadi di sepanjang sejarah. Akan tetapi keadaan pada masa itu dapat dikatakan sebagai sebuah permulaan siklus kejatuhan peradaban bangsa yang Samuel J Schultz. Pengantar Perjanjian Lama Taurat Dan Sejarah (Malang: Gandum Mas, 2. J Brain Hendry. Tafsiran Alkitab Masa Kini Volume 2 (Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih. Marie Clarie Barth. Tafsiran Kitab Mazmur 73-150 (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1. Emil G. Kraeling. The Prophets (United States of Amerika: Rand McNally & Company, 1. John Drane. Memahami Perjanjian Lama 2 (Jakarta: Yayasan Persekutuan Pembacaan Alkitab. CopyrightA 2025. Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, e-ISSN 2723-3324 . Zinzendorf Dachi: Fungsi Kepemimpinan Keluarga Berdasarkan Mazmur 78 di Era Digital akan selalu berulang. Hal ini tergambar dari banyaknya anak-anak yang memilih hidup di jalanan meskipun mereka memiliki keluarga yang mapan. Sejarah mencatat bahwa kemerosotan moral dan kejatuhan peradaban yang berulang dapat dihindari apabila orang atau sekelompok orang belajar dari sejarah yang terjadi dimasa lampau. Fungsi Kepemimpinan Keluarga Berdasarkan Mazmur 78 Naskah Mazmur 78 disusun dengan mengutarakan pergumulan demi pergumulan, masalah demi masalah di mana suatu bangsa mengalami kehancuran dan kemerosotan moral serta spiritual. Asaf menceritakan dalam mazmurnya tentang generasi ke generasi yang bersikap atau berperilaku tidak setia sejak keluar dari Mesir. Asaf melihat bahwa selain kekerasan hati dan pemberontakan, kegagalan untuk mengajarkan sejarah kepada generasi berikutnya merupakan sikap yang salah. Generasi yang baru akan melupakan perbuatanperbuatan Allah dan kembali kepada kesalahan-kesalahan nenek moyang mereka. Asaf dengan tegas menggaris bawahi dalam mazmur ini beberapa hal yang sangat penting untuk diperhatikan agar generasi berikut dapat hidup benar di hadapan Allah. Orang tua Membawa Anak Mengenal Firman Allah . yat 5-6. Tujuan mengenal firman Tuhan sebagai pengajaran iman kepada anak terlihat dalam frase h,. nEb. li ['AydIAhl. y Wnyte_Ab. -ta, hW"c dengan penekanan pada kata kerja verb hiphil infinitive construct suffix 3rd person masculine plural, yang berarti mengetahui atau memberitahu yang dalam LAI diterjemahkan memperkenalkan. Penulis Mazmur 78 ini menjelaskan bahwa pengajaran iman akan terlaksana apabila Taurat atau Torah diperkenalkan kepada anak. Istilah Taurat tidak diartikan secara kaku sebagai sebuah peraturan yang mengikat melainkan sebagai sebuah alat yang dipakai untuk memimpin, mengajar dan mendidik setiap orang dengan pengajaran. Orang tua sebagai pemimpin dalam rumah tangga, berfungsi sebagai penuntun yang membawa anak mengenal Firman Tuhan. Setiap generasi harus mengenal Taurat yang diberikan Allah kepada Israel melalui Musa seperti yang terlihat pada frase W[Aod>yE ![. ymaA`an yyd`. Kata ![. ymaA`a. secara bebas diterjemahkan dengan for the sake of, sedangkan kata W[Aod>yE . Qal imperfect orang ketiga maskulin jamak, dari kata kerja . yang artinya know. 17 Frase demi supaya diketahui menunjukkan sebuah tujuan, yaitu supaya hukum Taurat yang sudah diberikan oleh Allah dikenal juga oleh anak-anak atau generasi selanjutnya. Tujuan ini perlu John Joseph Owen. Analytical Key To the Old Testament (Grand Rapids: Baker Book House, 1. CopyrightA 2025. Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, e-ISSN 2723-3324 . Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. Vol 6. No 2. Desember 2025 dinyatakan atau diteguhkan kembali mengingat generasi yang lahir pada saat 10 Hukum diberikan semuanya binasa sebelum memasuki tanah Kanaan oleh karena ketidakpercayaan dan pemberontakan mereka (Bil. 14:1-38. Ul. 2:14-. Di era digital anak perlu mengetahui Firman Tuhan sejak dini bukan sebagai sebuah peraturan yang mengikat atau memperbudak. Mengenal Firman Tuhan mempunyai tujuan agar anak-anak dapat mengerti dan menyimpan itu dalam hatinya. Orang tua sebagai pemimpin dalam keluarga harus memberi pengaruh agar anak-anak mengerti bahwa mengenal Firman Tuhan merupakan dasar bagi mereka untuk berserah dan berharap hanya kepada Allah saja. Orang tua memberi pengertian melalui pengajaran pokok-pokok dasar hidup beriman dalam Firman Tuhan dan melihat kepada komunitas Israel sebagai contoh tentang pentingnya ketaatan kepada apa yang Tuhan firmankan. Kemudian agar anak juga mengerti bahwa Firman Tuhan diberikan dengan maksud sebagai sarana bagi Allah untuk menggenapi janji-janji-Nya. Orang tua Membawa Anak Percaya Kepada Allah . Percaya kepada Allah adalah respons iman yang tidak muncul dengan sendirinya. Mazmur 78 ayat 7 menjelaskan bahwa sikap menaruh kepercayaan kepada Allah adalah sikap yang terwujud setelah anak mengenal Taurat Tuhan. Frase l'ys. Kiy yhiAl. be( Wmyfiyy"w> . ySyAmy b. Alyhym Kisly. , yang dalam Autorized Version diterjemahkan AuThat they might set their hope in God, . Ay secara literal Aomereka akan sungguh-sungguh mengatur/meletakkan pengharapan mereka di dalam Allah. Percaya kepada Allah merupakan tindakan atau respons yang ditunjukkan melalui sikap dan hal ini berlangsung sepanjang hidup. Hal ini tergambar dari sikap seseorang yang dengan sungguh-sungguh meletakkan pengharapan di dalam Allah. Kemajuan teknologi di era digital mampu memberi pengaruh kepada anak-anak dalam banyak hal termasuk apabila orang tua mampu membawa anak untuk mengenal Allah. Tindakan meletakkan pengharapan di dalam Allah, harus didahului dengan pengenalan yang benar tentang siapa Allah. Oleh karenanya, anak-anak sejak dini harus diajarkan atau diperkenalkan kepada Allah. Melalui firman Allah, anak akan mengenal siapa Allah. Calvin menjelaskan bahwa pengenalan tentang Allah dengan benar membawa manusia untuk mempercayai Allah dengan sungguh-sungguh dan digambarkannya sebagai berikut: AuApa gunanya mengenal Allah yang dengannya kita tidak berurusan? Sebaliknya, pengetahuan kita tentang Dia pertama-tama harus ditanamkan di dalam hati kita rasa segan dan hormat terhadap Dia, lalu mengajar dan membimbing kita untuk meminta segala kebaikan kepada-Nya dan untuk mengakui Dia sebagai asalnya. Dan CopyrightA 2025. Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, e-ISSN 2723-3324 . Zinzendorf Dachi: Fungsi Kepemimpinan Keluarga Berdasarkan Mazmur 78 di Era Digital sesungguhnya bagaimana pikiran akan Allah dapat timbul dalam hati kita, tanpa sekaligus ada pikiran Ae mengingat kita adalah hasil perbuatan tangan-Nya Ae bahwa sebagai ciptaan, kita harus tunduk dan menghambakan diri pada kekuasaan-Nya. Ay18 Pengharapan dan kepercayaan, selain mengandung aspek penundukan diri hendaknya juga dipahami, bahwa sebagai ciptaan, manusia diciptakan serupa dan segambar dengan Allah. Ayat 7b memerintahkan kepada generasi selanjutnya untuk tidak melupakan perbuatan-perbuatan Allah pada masa lampau, meskipun itu mungkin suatu peristiwa yang terjadi pada saat mereka belum lahir. Kata WxK. yIy al. uw> . ylyA yiKyH. ditulis dalam bentuk Qal imperfect dari kata dasar xk. v' . yang berarti lupa. Secara literal dapat diartikan dan . mereka tidak akan melupakan. Di mana objek dari frase ini adalah Aoperbuatanperbuatan AllahAy, sehingga frase tersebut dapat diartikan Audan supaya tidak melupakan perbuatan-perbuatan Allah. Penulis mazmur 78 melihat dengan jelas bahwa sebagian orang Israel, sering melupakan apa yang telah Allah perbuat sepanjang sejarah mereka sebagai suatu bangsa. Sebagian lainnya dari mereka yakni yang lahir kemudian tidak memahami akan apa yang telah Allah perbuat. Iris Cully mengatakan bahwa sejak semula gereja-Nya mempunyai sebuah pesan yang khas tentang Allah yaitu bahwa Ia adalah Allah yang hidup dan dikenal melalui pekerjaan-Nya. 19 Perbuatan-perbuatan Allah pada masa lampau ditulis bukan dengan tanpa maksud sama sekali, akan tetapi ditulis supaya menjadi peringatan bagi umat Allah di sepanjang zaman. Barth dan Pairera menyatakan bahwa objek dari apa yang telah diceritakan dan apa yang harus diceritakan kembali ialah perbuatan-perbuatan Tuhan yang masyhur dan ajaib yang telah dikerjakan-Nya bagi Israel pada awal sejarahnya. Anak dapat membangun kepercayaannya kepada Allah melalui pengajaran iman. era digital dengan kemajuan teknologi, ada banyak upaya orang untuk menumbuhkan iman melalui media sosial. Sudah ada bentuk-bentuk film pendek dan cerita Alkitab dalam bentuk animasi yang dapat dipakai orang tua untuk menjelaskan perbuatan-perbuatan Allah. Dengan menceritakan perbuatan Allah dimasa lampau, anak diajarkan untuk mengimani apa yang Allah kerjakan dan anak mengetahui bahwa Allah adalah dahsyat dalam segala perbuatanNya. Anak-anak dengan mata iman melihat melampaui yang kelihatan secara jasmani dan menyadari bahwa realitas terakhir bukanlah yang tampak tapi yang tidak tampak. Kemajuan teknologi harus dipakai untuk membawa anak menyukai penjelasan tentang apa Yohanes Calvin. Institutio. Pengajaran Agama Kristen (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. Iris V. Cully. Dinamika Pendidikan Kristen (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. Barth. Tafsiran Kitab Mazmur 73-150. Ronald Dunn. Krisis Iman (Malang: Gandum Mas, 2. CopyrightA 2025. Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, e-ISSN 2723-3324 . Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. Vol 6. No 2. Desember 2025 yang Allah sudah kerjakan. Ketertarikan anak terhadap cerita Alkitab dalam bentuk animasi yang menjelaskan perbuatan Allah, akan membawa anak percaya kepada Allah. Tujuan dari mengajarkan iman kepada anak-anak dalam keluarga adalah untuk mengajarkan mereka tentang pribadi Allah yang sebenarnya, yang telah menyatakan diriNya sejak awal zaman. Dengan demikian anak-anak akan mengenal Allah melalui pengalaman iman mereka. Anak-anak juga berani mengharapkan sesuatu yang tidak masuk akal bagi manusia karena mereka tahu bahwa Allah yang mereka sembah adalah Allah yang memiliki kekuatan untuk melakukan apa pun. Bahkan anak-anak berani mengakui keberadaan dan kekuasaan Allah dalam hidup mereka. mereka tidak melakukannya karena takut dihukum, tetapi karena mereka tahu bahwa Allah adalah Raja yang berhak memerintah umat-Nya. Tuhan memiliki otoritas untuk memerintah hamba-Nya, dan Bapa memiliki otoritas untuk memerintah anak-Nya. Orang tua Mengajarkan Anak Melakukan Perintah Allah . Frase yang menjelaskan bahwa anak dapat melakukan Firman Allah terdapat dalam ayat 7c: `Wrcon* >yI wyt'ywOc. miW . micwytyyw yincyAr. di mana kata wyt'ywOc. miW . diterjemahkan dengan Aohis commandments,22 dan kata `Wrcon* >yI . incyAr. diterjemahkan dengan Aokeep upAo sehingga frase ini berarti menyimpan perintah-perintah-Nya. Mazmur 78 ayat 7c dalam Alkitab Terjemahan Baru menuliskan: memegang perintah-perintah-Nya sementara dalam Autorized Version menuliskan. Aukeep his commandmentsAy23 Untuk menolong anak dapat melakukan perintah Allah, anak-anak tidak hanya diajarkan untuk mengenal dan menghafal karakter dan cerita dalam Alkitab. mereka juga diajarkan untuk berbicara tentang keadaan mereka dalam situasi dunia nyata, antara lain dengan mengatasi konflik sesuai dengan firman dan hukum Tuhan. 24 Fakta inilah yang menjadi fenomena pada saat ini. Suasana pendidikan agama di sekolah yang cenderung mengarah kepada religiositas dan humanis, kemajuan teknologi yang nyaris membuat anak hidup untuk dirinya sendiri dan kehilangan relasi dengan orang lain, dan keberadaan orang tua yang memosisikan diri mereka sebagai penyedia dan pemenuh kebutuhan materi. Orang tua harus memberikan dampak dan membangun relasi yang baik dengan anak. Anak tidak hanya memahami Alkitab sebagai sebuah buku cerita saja, akan tetapi lebih dari itu. Anak juga akan dapat lebih memahami maksud firman Allah ketika seorang Joseph Owen. Analytical Key To the Old Testament. Davidson. The Analytical Hebrew and Chaldee Lexicon (Bible Works, version 7. , 2. Tabitha K Christiany. Ajarlah Mereka Melakukan, ed. Andar Ismail (Jakarta: BPK Gunung Mulia. CopyrightA 2025. Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, e-ISSN 2723-3324 . Zinzendorf Dachi: Fungsi Kepemimpinan Keluarga Berdasarkan Mazmur 78 di Era Digital anak melihat bagaimana kehidupan orang tua mereka. Apabila frase Wrcon* >yI wyt'ywOcm. micwytyyw yincyAr. diartikan sebagai Aomenyimpan perintah,Ao maka kunci untuk menyimpan dan memelihara firman adalah menaati dengan tulus hati. Apabila orang-orang beriman menaati firman Allah dengan tulus hati, mereka pasti menjadi hamba-hamba 25 Dalam hal ini diperlukan sikap hati yang tulus untuk melakukan firman tanpa pertimbangan dan maksud hati yang lain seperti melakukan firman untuk memperoleh sesuatu dari orang tua dan dari Allah. Kata menyimpan bila diterapkan dalam hubungannya dengan firman Tuhan maka pelaksanaannya bukan sekedar seperti menyimpan sebuah barang dalam lemari dan baru akan dikeluarkan apabila hendak digunakan, akan tetapi kata ini menuntut sebuah penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua melatih anak untuk melakukan perintah Tuhan dengan cara belajar mengikuti perintah dan nasihat orang tua. Mussholder menjelaskan bahwa orang tua yang bijaksana akan membuat peraturan bagi setiap anak di mana peraturan tersebut harus memiliki tiga aspek berikut: . setiap peraturan akan diberikan untuk melindungi roh, jiwa dan tubuh, . pembatasan yang jelas perlu diberikan. apa yang boleh dan apa yang tidak boleh, dan . pelanggaran peraturan harus didisiplin dengan konsisten dengan penuh kasih. Orang tua Mempengaruhi Anak sehingga Memiliki Keteguhan Hati . Mazmur 78:8 menceritakan bahwa nenek moyang bangsa Israel sebagai bangsa yang suka memberontak oleh karena mereka tidak memiliki ketetapan hati. Kata ketetapan hati !ykiyhe . ditulis dalam bentuk hiphil perfect orang ke-3 maskulin tunggal dari kata kerja !WK . yang artinya Aoto fix prepareAo terjemahan baru menerjemahkannya dengan Aotetap hati,Ao Autorized Version menuliskan dengan Auheart aright. Ay Jadi kata !ykiyhe . dapat dimaknai sebagai hati yang benar yakni hati yang siap untuk selalu diperbaharui dari hari ke sehari, akan tetapi dengan pemahaman sudah memiliki dasar yang kuat, sehingga tidak mudah dipengaruhi oleh hal-hal atau pengajaran yang tidak benar. Di era digital, anak lebih membuka diri dan gampang percaya kepada informasi yang diterimanya dari sumber media sosial yang belum tentu kebenarannya. 26 Hal ini membuat seorang anak menjadi mudah berubah keyakinan terhadap suatu kebenaran yang diajarkan Agar anak memiliki ketetapan atau keteguhan hati, maka dasar yang utama Greg Zoschak. Membangun Karakter Anda (Jakarta: Immanuel Publishing, 2. Yuni Setiani Merlianta Girsang dan Intansakti Pius X. AuAplikasi Nilai-Nilai Kristiani Dalam Keluarga Di Era Digital,Ay Jurnal Pendidikan Agama Dan Teologi Volume 2, no. No. 2 (Juni 2. : 344Ae53. CopyrightA 2025. Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, e-ISSN 2723-3324 . Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. Vol 6. No 2. Desember 2025 adalah pengenalan akan Allah. Pengenalan akan Allah merupakan pusat bagi semua pengertian yang benar dalam hidup kekristenan. Ketika seseorang mengenal Allah dan bertumbuh dalam hubungan yang akrab dengan Dia, maka hidupnya akan ditandai dengan integritas dan dapat dipercaya. 27 Integritas akan terbangun apabila pengenalan yang benar akan Allah menjadi dasar hubungan manusia dengan Allah. Integritas ini sering berhubungan dengan kecerdasan emosional seorang anak. Kecerdasan emosional merupakan kemampuan merasakan, memahami dan secara selektif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi dan pengaruh yang manusiawi serta menanggapinya dengan tepat dan menerapkan secara efektif energy emosi dalam kehidupan sehari-hari. 28 Ketika seorang anak mampu merasakan dan memahami isi hati Allah yang diperoleh dari hubungan yang akrab dengan Allah, maka anak akan mampu untuk memiliki ketetapan hati. Hal ini dapat dijelaskan dalam rangkaian memiliki hubungan akrab dengan Allah Ae merasakan dan memahami isi hati Allah Ae memiliki ketetapan hati Ae memiliki integritas. KESIMPULAN Fungsi kepemimpinan dalam keluarga dapat berlangsung dan memberikan pengaruh bagi setiap anggota keluarga dengan memperhatikan dan belajar dari sejarah. Mazmur 78 dengan terang memaparkan bahwa sejarah mencatat pentingnya keterlibatan orang tua sebagai pemimpin dalam keluarga untuk memberikan pengaruh kepada anak. Dengan demikian secara teologis pokok-pokok yang menjadi fungsi kepemimpinan keluarga dapat dilakukan oleh orang tua kepada anak-anak. Di era digital ini, anak-anak dapat mengenal firman Allah, percaya kepada Allah, melakukan perintah Allah dan memiliki keteguhan hati, melalui keterlibatan setiap orang tua yang menjalankan fungsi kepemimpinannya dalam Melalui tulisan ini, orang tua Kristiani belajar untuk mempercayai Allah sebagai pribadi yang dapat membawa keluarga untuk menghadapi era digital dengan memperhatikan apa yang diajarkan dalam mazmur 78. REFERENSI