Jurnal Tarbawi JURNAL TARBAWI Volume 17. Issue 2 (February 2. , 1-21 P-ISSN 2252-5882. E-ISSN 2597-6672 DOI: https://doi. org/10. 36781/tarbawi. Dampak Game Online Mobile Legends Terhadap Akhlak Siswa Aufar Rizqi. Bakharuddin. Ika Pusptasari Universitas Muhammadiyah Surabaya aufarrzq@gmail. Abstract: The This study is motivated by the widespread popularity of the online game Mobile Legends among adolescents, which is strongly suspected to affect studentsAo morality, particularly in religious island communities such as SMP Negeri 1 Sapeken. The aim of this research is to describe the intensity of Mobile Legends use among students and to analyze its impact on their morals, including discipline, communication ethics, emotional control, and religious as well as social responsibility. The study employs a descriptive qualitative approach with purposive sampling, using in-depth interviews, observations, and documentation involving students, teachers, and parents. The findings show that most students fall into the heavy user category with high playing duration, which triggers tendencies toward toxic language, poor emotional regulation, neglect of worship, and weakened relationships with parents. Although there are positive aspects such as improved teamwork and strategic thinking skills, the negative impact on studentsAo morals is generally more dominant. This research concludes that the main problem is not merely the existence of the game, but the excessive usage patterns and lack of guidance, thus requiring synergy between schools, families, and the community in managing gaming activities and fostering studentsAo digital morals. Keywords: Online games. Mobile Legends, student morality. Islamic Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya permainan game online Mobile Legends di kalangan remaja yang diduga kuat berpengaruh terhadap akhlak siswa, khususnya di lingkungan masyarakat kepulauan yang religius seperti SMP Negeri 1 Sapeken. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan intensitas penggunaan Mobile Legends di kalangan siswa serta menganalisis dampaknya terhadap akhlak, meliputi kedisiplinan, etika berkomunikasi, pengendalian emosi, dan tanggung jawab religius maupun sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling, melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap siswa, guru, serta orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa tergolong heavy user dengan durasi bermain tinggi, yang memicu kecenderungan perilaku toxic dalam Copyright: A 2024. The authors. Jurnal Tarbawi is licensed under a Creative Commons AttributionNonCommercial 4. 0 International License Aufar Rizqi. Bakharuddin. Ika Pusptasari berbahasa, sulit mengontrol emosi, pengabaian ibadah, serta melemahnya hubungan dengan orang tua. Meskipun terdapat sisi positif berupa peningkatan kerjasama dan kemampuan berpikir strategis, secara umum dampak negatif terhadap akhlak lebih dominan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa problem utama bukan hanya keberadaan game, tetapi pola penggunaan yang berlebihan dan minim pendampingan, sehingga diperlukan sinergi sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam pengelolaan game dan pembinaan akhlak digital siswa. Kata kunci: Game online. Mobile Legends, akhlak siswa, remaja, pendidikan Islam Introduction Perkembangan teknologi digital telah membawa semakin banyak perubahan dalam perilaku sosial masyarakat, terutama di kalangan Di era globalisasi, internet dan perangkat mobile telah menjelma menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Tidak hanya sebagai sumber informasi, internet kini menyediakan platform hiburan yang sangat beragam, terutama dalam bentuk permainan daring . nline game. Game daring, terutama yang berbasis pada perangkat seluler, semakin populer di kalangan pelajar karena aksesnya yang mudah, visual yang menarik, serta interaksi sosial dengan pemain lain secara real time. Fenomena ini telah memicu berbagai studi tentang dampak game terhadap aspek psikologis, sosial, dan akademik anak dan remaja. 1 Selain itu, studi lain menunjukkan bahwa kecanduan game online berdampak pada akhlak siswa melalui kecenderungan kurang disiplin waktu, kurang peka terhadap lingkungan sosial, dan fokus berlebihan pada dunia maya dibandingkan dunia nyata. Penelitian mengenai dampak game online pada perilaku sosial remaja juga menunjukkan adanya korelasi antara game online dan perilaku sosial negatif lainnya. Sebuah analisis kritis terhadap budaya game online pada remaja menegaskan bahwa kecanduan game dapat memengaruhi perilaku sosial siswa secara signifikan, terutama dalam konteks interaksi dan dinamika hubungan antar teman sebaya. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman awal mengenai bagaimana Andi Sri Purnama Danianti. Tenriwati. Amirullah. AuThe Impact of Online Gaming Addiction On Behavior Change Among Adolescents. Ay Jurnal life birth 5(Apri. : 11Ae18 2 Amin. Muhammad Agil. AuDampak Kecanduan Game Online Terhadap Akhlak Siswa. Ay JurnalIlmiahMahasiswaPendidikan Sejarah 6. : 156Ae62. Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Dampak Game Online Mobile Legends Terhadap Akhlak Siswa keterlibatan intens dalam game digital dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perilaku sosial remaja secara lebih luas. Dampak psikologis dan spiritual dari permainan online seperti Mobile Legends telah menjadi perhatian banyak pihak. Dalam perspektif Islam, akhlak digital mengacu pada perilaku dan sikap yang diambil seorang individu saat berinteraksi di dunia maya. Permainan online memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan sosial seperti kerja sama tim, tetapi juga dapat memperburuk perilaku negatif, seperti kecenderungan berkata kasar . oxic behavio. , agresivitas, dan pengabaian kewajiban ibadah. Penelitian menunjukkan bahwa kecanduan game online dapat menyebabkan gangguan emosional dan psikologis, seperti mudah marah, stres, dan kecenderungan agresi, yang berhubungan langsung dengan pengendalian emosi yang buruk. Fenomena ini menunjukkan bahwa game online dapat merusak akhlak moral dan spiritual siswa, terutama terkait dengan perilaku lisan dan pengabaian kewajiban agama. Dalam konteks ini, akhlak digital dalam Islam mengajarkan pentingnya menjaga adab berbicara dan menanggapi emosi dengan kesabaran. Oleh karena itu, pembahasan tentang dampak psikologis dan spiritual dari game online sangat relevan dalam konteks pendidikan Islam untuk membantu generasi muda mempertahankan akhlak mereka di era digital. Selain itu, penelitian empiris pada remaja menemukan hubungan negatif antara paparan game online dan perkembangan moral, di mana paparan yang tinggi dikaitkan dengan penurunan tingkat perkembangan moral siswa. Temuan tersebut penting karena menunjukkan bahwa dampak game terhadap moral siswa bukan hanya bersifat perilaku permukaan, tetapi bahkan dapat berhubungan dengan dimensi nilai moral yang mendalam. 5 Penelitian serupa juga melaporkan bahwa kecanduan game seperti Mobile Legends dapat membawa dampak emosional yang merugikan, seperti mudah tersinggung, stres, dan agresivitas, yang secara tidak langsung berkaitan dengan aspek akhlak dan disiplin peserta didik. Penelitian serupa juga melaporkan bahwa Gachibowli. AuImpact Of Online Gaming On Social Behaviour Among Adolescents: A Critical Analysis Of The Video Gaming Culture. Ay Journal Of the Oriental Institute M. University of Baroda 74. : 478Ae96. 4 Amin. Muhammad Agil. AuDampak Kecanduan Game Online Terhadap Akhlak Siswa. Ay JurnalIlmiahMahasiswaPendidikan Sejarah 6. : 156Ae62. 5 Xu. Liang, and Xiuzhen Wang. AuThe Impact of Online Electronic Games on the Moral Development of Middle School Students. Ay Academic Journal of Humanities & Social Sciences 7. : 182Ae86. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026. Jurnal Tarbawi Aufar Rizqi. Bakharuddin. Ika Pusptasari kecanduan game seperti Mobile Legends dapat membawa dampak emosional yang merugikan, seperti mudah tersinggung, stres, dan agresivitas, yang secara tidak langsung berkaitan dengan aspek akhlak dan disiplin peserta didik. Literatur yang ada memberikan kontribusi penting dalam memahami hubungan antara game online dan aspek sosial emosional siswa, tetapi terdapat keterbatasan signifikan dalam kajian yang secara khusus menelaah akhlak sebagai konsekuensi nilai moral dan perilaku etis anak di konteks pendidikan formal. Banyak studi yang fokus pada efek emosional, konsentrasi belajar, atau motivasi belajar, namun pujian terhadap hubungan antara game online dan akhlak siswa secara sistematis dan empiris masih sangat sedikit. Kajian yang mengevaluasi perubahan nilai moral, etika, dan perilaku yang mencerminkan akhlak siswa akibat paparan game populer seperti Mobile Legends masih belum terwakili secara memadai dalam literatur ilmiah yang tersedia. Dengan kata lain, terdapat gap penelitian yang jelas. Penelitian ini berfokus pada pengaruh permainan Mobile Legends terhadap akhlak siswa di SMP Negeri 1 Sapeken, sebuah wilayah kepulauan yang memiliki masyarakat religius. Fokus pada akhlak dalam perspektif pendidikan Islam di kepulauan lebih relevan dibandingkan dengan penelitian di daerah perkotaan karena karakteristik sosial dan kultural masyarakat di wilayah kepulauan yang lebih erat dan saling bergantung, serta pengaruh kuat agama dalam kehidupan sehari-hari. Berbeda dengan studi-studi perkotaan yang lebih terfokus pada prestasi akademik atau interaksi sosial yang lebih luas, penelitian ini menggali dampak dari permainan digital pada akhlak religius siswa di tengah komunitas yang religius dan terisolasi. Hal ini menjadi penting karena pemahaman tentang dampak game dalam konteks budaya kepulauan yang religius masih minim dalam literatur yang ada. Kondisi ini menunjukkan adanya kekosongan kajian yang mengintegrasikan konteks budaya kepulauan, karakter masyarakat religius, serta pengalaman keseharian siswa pemain Mobile Legends dalam kerangka analisis kualitatif tentang degradasi maupun rekonstruksi akhlak, yang berusaha diisi oleh penelitian ini. Pendekatan yang lebih spesifik pada akhlak siswa menjadi penting karena masa sekolah merupakan periode kritis dalam pembentukan 6 Lidya Rahmawati. Desy Safitri, and Sujarwo. AuDampak Kecanduan Game Online Mobile Legends Terhadap Tingkat Emosional Siswa SMA. Ay Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia 2. : 32Ae42. Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Dampak Game Online Mobile Legends Terhadap Akhlak Siswa karakter dan nilai moral. Akhlak bukan sekadar perilaku yang teramati secara permukaan, melainkan mencerminkan integritas nilai dan etika yang dipraktikkan siswa dalam interaksi sosial mereka. Di tengah dominasi game mobile yang kuat seperti Mobile Legends di kehidupan anak dan remaja saat ini, pemahaman yang lebih dalam mengenai bagaimana permainan tersebut dapat memengaruhi dimensi moral siswa menjadi urgensi baik secara akademik maupun praktis. Urgensi penelitian ini juga didukung oleh fakta bahwa popularitas game mobile tidak menunjukkan tanda-tanda akan menurun, khususnya di kalangan generasi Z dan Alpha. Mobile Legends, sebagai sebuah fenomena global, tidak hanya sekadar game untuk hiburan, tetapi juga ruang sosial tempat terjadinya interaksi intens antar pemain yang dapat mempengaruhi sikap, bahasa, dan nilai yang Interaksi yang terjadi dalam game sering kali melibatkan konten verbal yang intens dan kompetitif, yang dalam beberapa kasus dapat berkontribusi pada terbentuknya pola komunikasi negatif atau nilai sosial yang kurang mendukung pembentukan akhlak positif di dunia nyata. Hal ini menambah relevansi mengapa penelitan empiris terhadap hubungan antara game online dan akhlak siswa perlu dilakukan secara sistematis. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini hadir untuk menjawab pertanyaan utama: Bagaimana dampak permainan online Mobile Legends terhadap akhlak siswa di lingkungan sekolah? Tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk menganalisis secara empiris hubungan antara intensitas bermain Mobile Legends dan perubahan perilaku akhlak siswa di SMP Negeri 1 sapeken, termasuk aspek nilai moral, etika sosial, dan perilaku kehidupan sehari-hari yang mencerminkan akhlak. Temuan yang dihasilkan diharapkan akan memperkaya literatur akademik tentang game online dan pendidikan karakter, serta menjadi referensi penting bagi para pendidik, orang tua, dan pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi pendampingan yang lebih efektif di era digital. Dengan demikian, kontribusi penelitian ini bukan hanya bersifat akademis, tetapi juga aplikatif dalam konteks pendidikan karakter di lingkungan sekolah dan keluarga. Method Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif untuk menggali dan memahami secara mendalam fenomena dampak penggunaan game online Mobile Legends terhadap akhlak siswa Volume 17. Nomor 02. FEB 2026. Jurnal Tarbawi Aufar Rizqi. Bakharuddin. Ika Pusptasari di lingkungan SMP Negeri 1 Sapeken. Pendekatan kualitatif dipilih karena fokus utama penelitian adalah memahami secara mendalam bagaimana dampak permainan game online Mobile Legends terhadap akhlak siswa, bukan sekadar mengukur besarnya pengaruh secara angka atau statistik. Melalui pendekatan ini, peneliti berupaya menggali makna, pengalaman subjektif, serta dinamika perubahan perilaku dan akhlak siswa dalam konteks keseharian mereka di lingkungan sekolah, keluarga, dan pergaulan teman sebaya. Lokasi penelitian difokuskan di SMP Negeri 1 Sapeken, sebuah sekolah di wilayah kepulauan yang kini menghadapi tantangan digitalisasi, di mana data akan digali langsung dari siswa pemain aktif, guru, serta orang tua sebagai informan kunci melalui teknik purposive sampling. Proses pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi teknik yang meliputi observasi partisipan untuk melihat langsung ekspresi dan bahasa siswa saat bermain, wawancara mendalam untuk memahami motivasi dan kesadaran diri siswa, serta dokumentasi catatan perilaku dari guru BK. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles. Huberman, dan Saldana, dimulai dari mereduksi data temuan lapangan, menyajikannya dalam narasi deskriptif, hingga menarik kesimpulan yang kredibel mengenai bagaimana game tersebut mengonstruksi ulang nilai-nilai akhlak siswa dalam konteks budaya masyarakat kepulauan Sapeken. Result/Finding Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dampak game online Mobile Legends terhadap akhlak siswa SMP Negeri 1 Sapeken. Berdasarkan hasil wawancara mendalam terhadap 20 informan siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling, ditemukan empat tema utama yang menggambarkan pergeseran perilaku siswa, yaitu: Pola intensitas bermain yang ekstrem. Degradasi etika berkomunikasi . erbal abus. Disregulasi emosi dan perilaku agresif, serta Pengabaian kewajiban religius dan sosial. Intensitas dan Pola Bermain Siswa di Wilayah Kepulauan Data lapangan menunjukkan adanya polarisasi yang cukup tajam terkait intensitas bermain siswa. Dari 20 informan, ditemukan bahwa mayoritas siswa tidak lagi memposisikan game sebagai sarana hiburan . , melainkan sebagai rutinitas utama. Sebanyak 12 dari 20 informan . %) masuk dalam kategori heavy user atau kecanduan dengan durasi bermain rata-rata 5-7 jam per hari. Fenomena unik yang Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Dampak Game Online Mobile Legends Terhadap Akhlak Siswa ditemukan di SMP Negeri 1 Sapeken adalah adanya kaitan antara perilaku bermain dengan kondisi geografis kepulauan. Beberapa siswa mengaku rela begadang hingga dini hari atau pergi ke area pelabuhan/dermaga hanya untuk mendapatkan sinyal internet yang stabil demi bermain Mobile Legends. Hal ini diungkapkan oleh informan Siswa yang bernama Wawan dan Feri: "Sering begadang cari sinyal bagus di pelabuhan. Kalau di rumah kadang Sekolah jadi sering telat, tapi ya gimana lagi, lagi asyik push rank. " Wawan "Pernah gak tidur semalaman demi kejar Mythic. Paginya bolos sekolah alasan sakit. Orang tua tidak tahu. " Feri Temuan ini mengindikasikan bahwa motivasi mengejar peringkat . dalam game telah mengalahkan prioritas akademik . dan kesehatan fisik siswa. Degradasi Etika Berbahas (Toxic Behavio. Dampak paling nyata yang ditemukan pada siswa SMP Negeri 1 Sapeken adalah perubahan drastis dalam etika berkomunikasi atau akhlak lisan . ifz al-lisa. Lingkungan permainan yang kompetitif memicu normalisasi kata-kata kotor. Berdasarkan analisis transkrip wawancara, perilaku toxic ini terbagi menjadi dua manifestasi: Imitasi Bahasa Kasar: Siswa menyerap kosakata "Nama-nama Hewan" dan makian seksual yang lazim digunakan oleh pro-player atau streamer idola dan yang mereka tonton. Normalisasi Kekerasan Verbal: Siswa menganggap memaki teman adalah hal lumrah dalam konteks solidaritas tim atau pelampiasan atas kekalahan. Informan siswa yang bernama iwan memberikan pernyataan yang mengejutkan mengenai normalisasi ini: "Kalau gak toxic gak laki. Kak. Itu seni bermain ML. Sering berantem sama teman sekelas gara-gara saling menyalahkan pas kalah mabar. " Iwan Lebih mengkhawatirkan lagi, perilaku ini mengalami "kebocoran" . pill-over effec. ke kehidupan sehari-har. Seperti yang di katakan Informan Ilham mengakui adanya inkonsistensi perilaku: AuAh, akhlak saya baik-baik aja kok. Cuma emang kalau di game beda Tapi kadang kebawa dikit sih ngomong 'anjing' ke adik di rumah. Ilham Data ini menunjukkan bahwa game online telah meruntuhkan batasan sopan santun yang selama ini dijunjung tinggi dalam budaya masyarakat Sapeken. Faktor penyebab siswa terjerumus pada perilaku toxic dan pengabaian kewajiban agama di SMP Negeri 1 Sapeken sangat Volume 17. Nomor 02. FEB 2026. Jurnal Tarbawi Aufar Rizqi. Bakharuddin. Ika Pusptasari dipengaruhi oleh faktor sosial dan budaya lokal. Terisolasinya wilayah kepulauan, ditambah dengan keterbatasan infrastruktur seperti akses internet yang buruk, justru memperburuk kondisi ini. Siswa lebih memilih untuk begadang dan mencari sinyal stabil di pelabuhan untuk bermain game. Hal ini mengindikasikan bahwa permainan tidak hanya mengganggu rutinitas sekolah tetapi juga berfungsi sebagai pelarian bagi siswa dari kehidupan sosial mereka yang terbatas. Pola perilaku ini sering kali diperburuk oleh norma sosial yang berkembang di komunitas game, seperti saling meniru kata-kata kasar dan perilaku agresif sebagai tanda solidaritas tim. Sulit Mengkontrol Emosi dan Perilaku Agresif Selain aspek verbal, penelitian ini menemukan adanya ketidakmampuan siswa dalam mengelola emosi . motional disregulatio. Kekalahan dalam permainan . ose strea. atau gangguan teknis seperti sinyal buruk sering kali direspon dengan agresi fisik maupun verbal. Informan dari Toni dan Bayu mengakui adanya perilaku yang "Kalau kalah banting HP pernah sekali sampai retak layarnya. Emosi susah dikontrol. Kak. " Toni "Kalau kalah lose streak pernah ngamuk-ngamuk tidak jelas. Ay Bayu Perilaku ini mencerminkan terbentuknya akhlak mazmumah . berupa sifat ghadhab . Emosi yang meledak-ledak ini tidak hanya merusak benda, tetapi juga merusak hubungan interpersonal dengan teman sebaya. Faktor pemicu utamanya bukan hanya mekanisme permainan, tetapi juga tidak siapan mental siswa usia SMP dalam menghadapi tekanan kompetisi digital. Pengabaian Nilai Religius dan Disharmoni Keluarga Sebagai sekolah yang berada di lingkungan masyarakat religius, dampak game online terhadap pelaksanaan ibadah menjadi sorotan Dalam perspektif Islam, perilaku ini jelas bertentangan dengan ajaran untuk menjaga kehormatan diri dan sesama. Pengabaian kewajiban agama, seperti menunda shalat, menjadi lebih mudah terjadi ketika siswa mulai menganggap game sebagai prioritas utama, yang menggeser nilai-nilai spiritual yang seharusnya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hasil wawancara menunjukkan adanya fenomena "penundaan ibadah" . hingga "pengabaian total". Informan Putra dan Hendra menggambarkan bagaimana game menjadi prioritas di atas kewajiban agama: Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Dampak Game Online Mobile Legends Terhadap Akhlak Siswa "Sering telat sholat gara-gara tanggung lagi war. Kalau sudah masuk game, susah berhenti. " Putra "Sholat Jumat aja kadang telat gara-gara satu match lagi. " Hendra Selain aspek religius, hubungan dengan orang tua . irrul walidai. juga mengalami erosi. Muncul perilaku manipulatif . dan resistensi . terhadap orang tua. Informan Agus dan Hendra mengakui: "Sering lupa waktu, dipanggil Ibu pura-pura gak dengar karena pakai " Agus "Uang jajan habis buat beli kuota/diamond. Sering bohong minta uang buat beli buku. " Hendra Temuan ini menegaskan bahwa kecanduan Mobile Legends pada siswa SMP Negeri 1 Sapeken telah menyentuh level yang mengkhawatirkan, di mana kejujuran dan kepatuhanAiyang merupakan fondasi akhlak siswaAimulai tergerus demi pemenuhan hasrat bermain. Discussion Pembahasan penelitian ini disusun dengan mengaitkan temuantemuan di lapangan dengan teori, konsep, dan penelitian terdahulu tentang game online, perilaku remaja, dan akhlak. Fokus utama pembahasan meliputi: Intensitas bermain Mobile Legends dalam konteks remaja Temuan bahwa mayoritas siswa masuk kategori heavy user dengan durasi bermain 5Ae7 jam per hari menunjukkan bahwa Mobile Legends bagi siswa SMP di Sapeken bukan lagi sekadar hiburan, tetapi telah bergeser menjadi aktivitas dominan yang membentuk ritme harian, pola tidur, dan prioritas hidup mereka. Pola ini sejalan dengan konsep kecanduan game online . nline game addictio. , yaitu kondisi di mana individu sulit mengontrol dorongan bermain, terus menerus bermain meskipun menyadari dampak negatif, dan mengalami gangguan fungsi peran di sekolah, keluarga, maupun sosial. Dalam kajian kecanduan game. King & Delfabbro menjelaskan bahwa gangguan ini nyata-nyata menggeser prioritas remaja dari aktivitas yang adaptif . elajar, interaksi keluarga, ibada. ke aktivitas 7 Kibtyah. Maryatul et al. AuDampak Kecanduan Game Online Terhadap Kesehatan Mental Remaja Dan Penanganannya Dalam Konseling Islam. Ay 03. : 25Ae Volume 17. Nomor 02. FEB 2026. Jurnal Tarbawi Aufar Rizqi. Bakharuddin. Ika Pusptasari bermain game yang bersifat kompulsif. Temuan di Sapeken yang menunjukkan siswa rela begadang di pelabuhan demi mendapatkan sinyal yang lebih stabil mengafirmasi pergeseran prioritas tersebut, bahkan dalam konteks geografis yang menantang. Hal ini memperlihatkan bahwa faktor keterbatasan infrastruktur . inyal internet di kepulaua. tidak mengurangi intensitas, tetapi justru memunculkan perilaku kompensatoris seperti begadang, bolos, dan mencari lokasi tertentu untuk bermain. Dari perspektif perkembangan remaja, siswa SMP berada pada fase remaja awal yang secara psikososial masih rapuh dan sangat rentan terhadap stimulus eksternal yang memberikan kepuasan instan, termasuk game kompetitif dengan sistem reward seperti rank, skin, dan Mekanisme reward ini berkaitan dengan teori operant conditioning, di mana perilaku bermain yang menghasilkan kemenangan, pujian teman, atau status gengsi akan diperkuat dan terus Pola ini menjelaskan mengapa sebagian besar siswa dalam data cenderung terus meningkatkan durasi bermain, meskipun mereka mengakui kelelahan, penurunan konsentrasi di sekolah, atau konflik dengan orang tua. Penelitian kuantitatif di SMPN 1 Kandanghaur. Indramayu, juga menemukan bahwa realitas intensitas bermain Mobile Legends berada pada kategori tinggi di kalangan siswa, walaupun pengaruh langsung terhadap akhlak dalam penelitian tersebut hanya 11,1% secara statistik. Perbedaan konteks . rbanAerural, daratanAekepulaua. memperkaya interpretasi: di Sapeken, intensitas tinggi muncul dalam setting yang akses internetnya justru terbatas, yang mengindikasikan dorongan bermain yang kuat dan relatif lebih dekat dengan pola kecanduan dibanding sekadar Ausering bermainAy. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi kontekstual bahwa fenomena kecanduan game 8 Nasution. Muhammad Amin. Muhammad Rizal Januri, and Marwan Ali Shodikin. AuDampak Game Online Terhadap Perilaku Sosial Siswa Smpn 1 Puncak Sorik Marapi : Sebuah Analisis Fenomenologis Impact Of Online Games On Social Behavior Of Smpn 1 Puncak Sorik Marapi Students : A Phenomenological Analysis Pendahuluan. Ay 2. : 71Ae86. Basori. Saiful. Zainuddin Fanani, and Universitas A-qolam Malang. AuDampak Game Online Terhadap Akhlak Remaja Di Era Digital Di Desa Sidoasri Kecamatan Sumbermanjing Wetan Positif . Banyak Juga Konten Game Yang Bermuatan Negatif Yang Dapat Dilihat Oleh Gamer ,. Ay Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Dampak Game Online Mobile Legends Terhadap Akhlak Siswa tidak hanya muncul di kota besar dengan akses internet mudah, tetapi juga di wilayah kepulauan yang relatif perifer. Pembentukan perilaku toxic dan degradasi akhlak lisan. Salah satu temuan paling konsisten adalah munculnya perilaku toxic berupa penggunaan kata-kata kasar, hinaan, dan makian dalam interaksi selama bermain Mobile Legends, yang kemudian merembes ke komunikasi sehari-hari di rumah dan sekolah. Pola ini sejalan dengan temuan penelitian tentang dampak game online terhadap akhlak remaja yang menunjukkan peningkatan agresi verbal, penurunan empati sosial, dan melemahnya kepatuhan terhadap norma sopan santun. 11 Fenomena ini dapat dijelaskan dengan pendekatan Teori Kognitif Sosial Bandura yang menekankan bahwa perilaku dipelajari melalui observasi, imitasi, dan penguatan sosial. Remaja mengamati perilaku pemain lainAibaik teman, streamer, maupun proplayerAiyang menggunakan kata-kata kasar saat bermain, kemudian menirunya karena dianggap AukerenAy. AumaskulinAy, atau bagian dari budaya komunitas gamer. Penelitian tentang perilaku imitasi pada remaja pemain Mobile Legends menunjukkan bahwa 60% pemain memperlihatkan kecenderungan tinggi untuk meniru kata-kata kasar yang mereka dengar di dalam game, dan perilaku ini mendapat penguatan positif dalam bentuk tawa, dukungan, atau dianggap Ausolidaritas timAy. Dalam perspektif akhlak Islam, penggunaan kata-kata kotor dan menyakiti orang lain secara lisan termasuk kategori akhlak mazmumah yang merusak kehormatan diri dan orang lain. Jurnal tentang akhlak mazmumah siswa yang bermain game online dan menggunakan media sosial menemukan bahwa kebiasaan bermain yang berlebihan berhubungan erat dengan munculnya kebiasaan berkata kasar, merendahkan orang lain, dan perilaku perundungan verbal. Temuan di SMPN 1 Sapeken menguatkan gambaran tersebut: beberapa siswa secara terbuka mengaku bahwa mereka menganggap toxic sebagai Auseni 10 Sakan. Maulana. AuPengaruh Intensitas Bermain Game Online Mobile Legend Terhadap Akhlak Siswa: Penelitian Pada Siswa Kelas Vi SMP Negeri 1 Kandanghaur Indramayu. Ay 11 Asiah. Asiah. AuDampak Bermain Game Online Dan Sosial Media Terhadap Akhlak Mazmumah Siswa Di SMP Islam Terpadu Subulussalam. Ay Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan 6. : 343Ae51. Arsyad. Muhammad. Ririanti Rachmayani Jamain, and Mursyidah J Parandrengi. AuAnalisis Perilaku Imitasi Pada Remaja Pemain Game Mobile Legends Online. Ay Jurnal Bimbingan dan Konseling 8. : 1349Ae55. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026. Jurnal Tarbawi Aufar Rizqi. Bakharuddin. Ika Pusptasari bermainAy dan ukuran Aukelaki-lakianAy, sehingga perilaku buruk ini bukan hanya terjadi karena emosi sesaat, tetapi sudah memasuki ranah pembentukan nilai dan identitas sosial. Implikasinya, praktik toxic tidak bisa dipandang sekadar sebagai Aucandaan anak-anakAy, melainkan sebagai gejala pergeseran norma komunikasi di kalangan remaja. Jika dibiarkan, hal ini berpotensi mengikis budaya sopan santun verbal yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat pesisir kepulauan yang religius dan komunal. Penelitian ini dengan demikian memperkaya literatur dengan menegaskan bahwa toxic behavior dalam game bukan hanya fenomena individual, tetapi merupakan produk interaksi sosial berbasis komunitas gamer yang bekerja melalui proses peniruan, penguatan, dan Disregulasi Emosi dan Kecenderungan Perilaku Agresif Temuan mengenai siswa yang membanting HP, memukul benda di sekitar, berteriak, hingga memaki teman saat mengalami kekalahan menggambarkan adanya disregulasi emosi yang cukup serius. Kalah dalam pertandingan, lag karena sinyal, atau adanya anggota tim yang dianggap noob memicu respon agresif baik secara verbal maupun fisik. Pola ini sejalan dengan sejumlah studi yang menemukan adanya hubungan signifikan antara intensitas bermain Mobile Legends dan perilaku agresif remaja. 13 Penelitian di Denpasar menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif moderat antara intensitas bermain Mobile Legends dan agresivitas remaja. makin tinggi intensitas bermain, makin tinggi pula tingkat perilaku agresif yang ditunjukkan, dengan kontribusi pengaruh sebesar 40,8%. Studi tinjauan sistematis lain menemukan bahwa anak yang sering bermain Mobile Legends mengalami peningkatan emosi negatif . udah mara. , lebih sering membantah, bersikap kasar, dan mengalami penurunan interaksi sosial dalam Temuan di Sapeken selaras dengan pola ini, terutama pada siswa yang mengakui sering membanting barang, berteriak, dan berselisih dengan teman maupun anggota keluarga. Secara teoretis, hubungan antara game kompetitif dan agresivitas dapat dijelaskan melalui Teori Pembelajaran Sosial (Social Learning Arsyad. Muhammad. Ririanti Rachmayani Jamain, and Mursyidah J Parandrengi. AuAnalisis Perilaku Imitasi Pada Remaja Pemain Game Mobile Legends Online. Ay Jurnal Bimbingan dan Konseling 8. : 1349Ae55. Putri Kumala. Diyas. Ade Devia Pradipta, and I Dewa Ayu Sugiarica Joni. AuHubungan Intensitas Bermain Game Online Mobile Legends Terhadap Perilaku Agresivitas Remaja Di Kota Denpasar. Ay Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ilmu Komunikasi Medium: 143Ae48. Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Dampak Game Online Mobile Legends Terhadap Akhlak Siswa Theor. , yang menyatakan bahwa perilaku agresif dapat dipelajari dengan mengamati model agresif di media dan kemudian menirunya dalam konteks nyata. Dalam Mobile Legends, pemain terpapar pada ekspresi kemarahan yang intens, trash talk, dan pola interaksi saling menyalahkan, yang lama-kelamaan diinternalisasi sebagai cara AunormalAy menyalurkan frustrasi. Ketika tidak tersedia mekanisme regulasi emosi yang memadai . endampingan orang tua, edukasi gur. , maka siswa memilih pola agresif sebagai jalan pintas untuk mengekspresikan Dari perspektif psikologi perkembangan, ini berbahaya karena masa SMP adalah fase pembentukan coping mechanism. Jika sejak dini remaja terbiasa merespons masalah dengan kemarahan, kekerasan verbal, atau tindakan destruktif, maka pola ini berpotensi terbawa hingga dewasa. Penelitian tentang kecanduan game online pada remaja juga menunjukkan bahwa kecanduan membuat individu cenderung antisosial, acuh terhadap lingkungan sekitar, dan kesulitan mengelola emosi secara sehat. Penelitian ini menguatkan temuan tersebut dengan konteks spesifik: remaja kepulauan yang secara kultural sebenarnya berada dalam komunitas yang erat, tetapi justru mengalami isolasi emosional dan konflik karena keterikatan berlebihan pada game. Implikasi praktisnya, sekolah dan orang tua perlu tidak hanya membatasi waktu bermain, tetapi juga secara aktif mengajarkan keterampilan regulasi emosi, seperti menerima kekalahan, mengelola frustrasi, dan berkomunikasi asertif. Bimbingan Konseling di sekolah dapat memanfaatkan temuan ini untuk menyusun program khusus bagi siswa gamer, misalnya konseling kelompok bertema AuMengelola Emosi Saat Bermain GameAy, yang menggabungkan pendekatan psikologis dan nilai-nilai agama. Pengabaian kewajiban ibadah dan keretakan relasi keluarga Temuan penting lainnya adalah pergeseran prioritas dari aktivitas religius ke aktivitas bermain game, seperti menunda atau meninggalkan sholat, malas mengaji, dan mengurangi keterlibatan dalam kegiatan keagamaan, serta munculnya kebohongan, pembangkangan, dan sikap acuh terhadap orang tua. Studi tentang dampak game online terhadap religiusitas remaja menemukan bahwa kecanduan game berkontribusi Nasution. Muhammad Amin. Muhammad Rizal Januri, and Marwan Ali Shodikin. AuDampak Game Online Terhadap Perilaku Sosial Siswa Smpn 1 Puncak Sorik Marapi : Sebuah Analisis Fenomenologis Impact Of Online Games On Social Behavior Of Smpn 1 Puncak Sorik Marapi Students : A Phenomenological Analysis Pendahuluan. Ay 2. : 71Ae86. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026. Jurnal Tarbawi Aufar Rizqi. Bakharuddin. Ika Pusptasari pada penurunan kualitas ibadah, seperti meninggalkan sholat, malas berdoa, dan enggan terlibat dalam kegiatan keagamaan. 16 Penelitian di lingkungan pesantren dan sekolah Islam juga mencatat bahwa remaja yang intens bermain game online lebih sering menunda ibadah wajib dengan alasan Autanggung mainAy, menunjukkan gangguan prioritas nilai. Temuan di SMPN 1 Sapeken memperlihatkan pola serupa: beberapa siswa mengaku sering telat atau bahkan melewatkan sholat maghrib dan isya karena sedang push rank, bahkan ada yang rela begadang demi mendapatkan sinyal yang lebih baik, yang berakibat pada keterlambatan sholat subuh dan kelelahan saat sekolah. Dalam perspektif pendidikan Islam, ini menunjukkan gangguan pada dimensi habl minallah . ubungan dengan Alla. , yang seharusnya menjadi fondasi akhlak. Di ranah keluarga, penelitian-penelitian tentang pengaruh game online terhadap perilaku anak dan relasi keluarga menyimpulkan bahwa intensitas bermain yang tidak terkontrol memicu penurunan komunikasi, peningkatan konflik, dan hilangnya kualitas kebersamaan dalam rumah tangga. Hal yang sama muncul di Sapeken: siswa mengaku sering pura-pura tidak mendengar panggilan orang tua karena memakai headset, berbohong tentang penggunaan uang . engaku untuk buku tetapi dipakai membeli kuota/diamon. , dan mudah marah ketika diminta berhenti bermain. Dari sisi akhlak, ini merupakan bentuk kemunduran dalam birrul walidain . erbakti pada orang tu. , di mana hormat, jujur, dan taat mestinya dijaga. Secara konseptual, game online dalam konteks ini berfungsi sebagai komoditas simbolik yang menggeser pusat perhatian remaja dari keluarga ke dunia virtual. Bagi sebagian siswa. Mobile Legends menjadi sumber identitas, pengakuan sosial, bahkan AupelarianAy dari tuntutan rumah dan sekolah. Penelitian tentang kecanduan game dan spiritualitas remaja menunjukkan bahwa ketika game menjadi pusat makna dan kepuasan, aktivitas spiritual dan keagamaan cenderung dianggap membosankan atau beban, karena tidak memberikan instant 16 Suryantika. Ika. Annisa Mawardini. Nurul Suci Daniati, and Siti Zahra Nursolihat. AuBahaya Game Online Bagi Akidah Anak Dan Kaitannya Dengan Penerapan Prinsip Pendidikan Anak Dalam Islam. Ay Karimah Tauhid 3. : 4062Ae82. 17 Gabriella. Muthia. Salati Asmahasanah, and Kamalludin Kamalludin. AuPengaruh Penggunaan Game Online Terhadap Aktivitas Ibadah Shalat Siswa. Ay JPG: Jurnal Pendidikan Guru 3. : 233Ae38. Raihan. Muhammad et al. AuPengaruh Game Online Terhadap Komunikasi Orang Tua Dan Anak: Studi Kasus SDN 104188 Medan Krio. Ay Concept: Journal of Social Humanities and Education 3. : 1Ae15. Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Dampak Game Online Mobile Legends Terhadap Akhlak Siswa reward yang sama cepatnya. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan bukti empiris bahwa pergeseran tersebut terjadi bukan hanya di lingkungan perkotaan atau komunitas gerejawi/mahasiswa, tetapi juga di lingkungan SMP kepulauan dengan basis masyarakat muslim yang kuat. Ini menegaskan bahwa tantangan pembinaan akhlak di era digital bersifat lintas geografis dan menuntut intervensi berbasis keluarga, sekolah, dan komunitas secara bersamaan. Akhlak Mazmumah dalam Perspektif Pendidikan Islam Jika temuan di atas dilihat dalam kerangka akhlak Islam, sejumlah bentuk akhlak mazmumah yang muncul antara lain: ghadhab . , kadzdzib . Aouquq al-walidain . urhaka kepada orang tu. , sabbu wa syatmu . encela dan memak. , serta takasul Aoanith thaAoah . alas beribada. Jurnal-jurnal pendidikan Islam mencatat bahwa game online dan media sosial berkontribusi pada munculnya akhlak mazmumah seperti malas belajar, berkata kasar, menunda ibadah, dan menurunya rasa hormat pada guru dan orang tua. Penelitian tentang pengaruh bermain game online terhadap akhlak siswa di sekolah Islam menunjukkan adanya hubungan signifikan antara intensitas bermain dan munculnya perilaku negatif, meskipun tingkat pengaruhnya secara statistik dapat bervariasi. Dalam salah satu studi, intensitas bermain Mobile Legends hanya menjelaskan 11,1% variasi akhlak siswa, sisanya dipengaruhi faktor lain seperti lingkungan keluarga, sekolah, dan pergaulan. Temuan ini penting untuk menyeimbangkan narasi: game online memang berkontribusi terhadap kemerosotan akhlak, tetapi bukan satu-satunya faktor. Dalam konteks penelitian di Sapeken, meskipun banyak siswa menunjukkan gejala akhlak mazmumah, masih terdapat beberapa siswa yang mampu mengendalikan diri, menempatkan game sebagai hiburan sampingan, dan tetap menjaga ibadah serta sopan santun. Hal ini mengafirmasi hasil penelitian lain yang menemukan bahwa dampak game online bersifat ganda . ouble-edged swor. : pada penggunaan moderat dan diawasi, game dapat melatih kerja sama, komunikasi, dan berpikir strategis. namun pada intensitas berlebih dan tanpa pengawasan, game cenderung merusak dimensi moral dan spiritual Kontribusi artikel ini adalah menunjukkan secara lebih nuansa bahwa persoalan utamanya bukan semata Auadanya Mobile LegendsAy, tetapi Aubagaimana pola penggunaannyaAy . urasi, konteks, pengawasa. dan Aubagaimana kesiapan modal akhlak dan religiusitasAy siswa. Ini membuka ruang bagi pendekatan intervensi yang lebih konstruktif: Volume 17. Nomor 02. FEB 2026. Jurnal Tarbawi Aufar Rizqi. Bakharuddin. Ika Pusptasari bukan sekadar pelarangan total, tetapi pengaturan, edukasi, dan integrasi nilai dalam aktivitas digital. Implikasi Teoretis dan Praktis Penelitian Secara teoretis, penelitian ini menguatkan relevansi Teori Kognitif Sosial Bandura dan Teori Pembelajaran Sosial dalam menjelaskan bagaimana perilaku negatif seperti toxic talking dan agresivitas dapat terbentuk melalui paparan intens terhadap konteks game kompetitif dan komunitas gamer. Data lapangan di SMPN 1 Sapeken mendukung argumen bahwa remaja bukan hanya mengimitasi perilaku agresif di dalam game, tetapi juga memindahkannya ke konteks keseharian, terutama ketika perilaku tersebut mendapat penguatan sosial dari teman Selain itu, penelitian ini memperluas cakupan kajian kecanduan game online dengan memasukkan dimensi religiusitas dan akhlak. Studi sebelumnya tentang religiusitas dan kecanduan game menemukan hubungan negatif signifikan: makin tinggi kecanduan game, makin rendah tingkat religiusitas . an sebalikny. Temuan di Sapeken konsisten dengan pola ini, namun dengan konteks unik masyarakat kepulauan yang religius dan komunal. Hal ini menegaskan bahwa konsep religiusitas tidak cukup hanya sebagai pengetahuan, tetapi harus diterjemahkan menjadi self-control yang konkrit dalam menghadapi godaan digital. Secara praktis, beberapa implikasi yang dapat ditarik antara lain: Dampak bagi sekolah: Perlu menyusun kebijakan yang jelas tentang penggunaan gawai dan game online di lingkungan sekolah, disertai edukasi literasi digital dan etika bermain game. Layanan Bimbingan dan Konseling perlu mengembangkan modul khusus pencegahan kecanduan game dan pelatihan regulasi emosi bagi siswa gamer. Guru PAI dan wali kelas dapat mengintegrasikan materi akhlak digital . tika komunikasi daring, manajemen waktu bermain, tanggung jawab ibada. dalam pembelajaran. Dampak bagi orang tua: Diperlukan pengawasan dan pendampingan aktif, bukan hanya pelarangan tanpa alternatif. Orang tua perlu memahami mekanisme game, jenis konten, dan risiko sosial-emosional agar dapat berdialog dengan anak secara rasional. Pola komunikasi keluarga perlu diperkuat agar anak tidak menjadikan game sebagai satu-satunya ruang ekspresi dan Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Dampak Game Online Mobile Legends Terhadap Akhlak Siswa pengakuan diri. Kegiatan keluarga yang bermakna . badah bersama, diskusi santai, aktivitas luar ruan. dapat mengurangi ketergantungan pada dunia virtual. Dampak bagi yang pemerhati kebijakan pendidikan dan Temuan ini dapat menjadi dasar penyusunan program pembinaan remaja berbasis masjid, pesantren kilat, atau organisasi kepemudaan di kepulauan dengan memasukkan isu digital religiosity dan etika bermedia. Diperlukan sinergi antara sekolah, tokoh agama, dan pemerintah desa untuk menyediakan alternatif ruang aktualisasi positif bagi remaja . lahraga, seni, organisas. agar kebutuhan akan kompetisi dan pengakuan tidak hanya dipenuhi lewat Kontribusi penting penelitian ini bagi ilmu pengetahuan adalah memberikan gambaran empiris yang kaya tentang bagaimana Mobile Legends mempengaruhi dimensi akhlak remaja dalam konteks sosiokultural kepulauan yang religius. Penelitian ini mengisi celah literatur yang selama ini lebih banyak berfokus pada konteks perkotaan atau lembaga pendidikan besar, serta menekankan pentingnya memandang game online sebagai fenomena multidimensi: psikologis, sosial, moral, dan religius. Bagi praktik lapangan, hasil ini dapat menjadi pijakan awal untuk merancang intervensi yang lebih kontekstual, humanis, dan demonisasi teknologi. Conclusion Penelitian ini menegaskan bahwa permainan game online Mobile Legends memberikan dampak yang dominan negatif terhadap akhlak siswa SMP Negeri 1 Sapeken, terutama dalam dimensi akhlak lisan, pengendalian emosi, kedisiplinan beribadah, serta hubungan dengan orang tua dan lingkungan sosial terdekat. Game yang awalnya diposisikan sebagai hiburan bergeser menjadi aktivitas utama yang mengatur ritme harian siswa, ditandai dengan durasi bermain 5Ae7 jam per hari, begadang demi sinyal, hingga mengorbankan kewajiban sekolah dan kesehatan fisik. Fenomena ini mengindikasikan adanya pola kecanduan game yang mendorong perubahan prioritas hidup, dari aktivitas yang konstruktif seperti belajar dan ibadah, menuju pemenuhan kesenangan instan di dunia virtual. Dalam konteks masyarakat kepulauan yang religius, perubahan tersebut menjadi Volume 17. Nomor 02. FEB 2026. Jurnal Tarbawi Aufar Rizqi. Bakharuddin. Ika Pusptasari semakin problematis karena menggerus nilai-nilai dasar yang selama ini dijaga dalam keluarga dan komunitas. Untuk mengatasi kecanduan game dan perilaku toxic di kalangan siswa, intervensi berbasis agama dapat dilakukan melalui program pendidikan karakter Islam yang lebih mendalam. Program ini bisa dilakukan dengan pendekatan berbasis komunitas, mengajak siswa untuk terlibat dalam kegiatan yang memadukan nilai-nilai agama dan pengembangan karakter secara langsung. Misalnya, program yang mengajarkan regulasi emosi dalam konteks digital, seperti "Mengelola Emosi Saat Bermain Game", dapat dijalankan di sekolah untuk membantu siswa dalam memperbaiki akhlak mereka. Di sisi lain, pembinaan melalui tokoh agama atau orang tua dalam keluarga juga sangat penting, mengingat mereka memiliki peran kunci dalam menanamkan nilai-nilai akhlak yang kuat. Dari sisi komunikasi, penelitian menemukan degradasi serius dalam etika berbahasa, di mana kata-kata kasar, hinaan, dan makian menjadi bagian yang dinormalisasi dalam interaksi saat bermain dan kemudian terbawa ke kehidupan sehari-hari. Pola imitasi terhadap bahasa toxic dari pro-player dan streamer, serta penguatan sosial dari teman sebaya, menunjukkan bahwa perilaku tersebut tidak lagi sekadar luapan emosi sesaat, tetapi telah menjadi bagian dari identitas sosial remaja gamer. Dalam perspektif pendidikan Islam, normalisasi sabbu wa syatmu ini merepresentasikan menguatnya akhlak mazmumah yang bertentangan dengan tuntunan hifz al-lisan dan adab berbicara yang Dengan demikian, game tidak hanya memengaruhi perilaku permukaan, tetapi juga mengonstruksi ulang cara siswa memaknai AukerenAy. AumaskulinAy, dan AusolidaritasAy dalam pergaulan mereka. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa intensitas bermain Mobile Legends berkorelasi dengan munculnya disregulasi emosi dan perilaku agresif, baik verbal maupun fisik. Ekspresi kemarahan seperti membanting gawai, berteriak, memaki teman, hingga melakukan tindakan destruktif terhadap benda sekitar, memperlihatkan lemahnya kemampuan mengelola frustrasi dan menerima kekalahan. Pada saat yang sama, terjadi pengabaian kewajiban religius seperti shalat tepat waktu dan aktivitas keagamaan lain, serta melemahnya birrul walidain yang tampak dari kebiasaan berbohong kepada orang tua, mengabaikan panggilan, dan bersikap defensif ketika diminta berhenti bermain. Keseluruhan temuan ini mengafirmasi bahwa kecanduan game online Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Dampak Game Online Mobile Legends Terhadap Akhlak Siswa berimplikasi langsung pada dimensi habl minallah dan habl minannas yang menjadi fondasi utama akhlak dalam Islam. Meskipun demikian, penelitian ini juga mencatat bahwa dampak game tidak sepenuhnya bersifat monolitik dan negatif. Pada sebagian kecil siswa yang mampu mengatur waktu dan mendapatkan pendampingan yang memadai, game dapat melatih kerja sama tim, komunikasi, dan pengambilan keputusan strategis. Hal ini menegaskan bahwa persoalan utama bukan semata keberadaan Mobile Legends, melainkan pola penggunaannya . urasi, konteks, kontrol dir. dan lemahnya pengawasan serta pembinaan nilai yang mengiringinya. Oleh karena itu, pendekatan solusi yang hanya berfokus pada pelarangan total berpotensi tidak efektif jika tidak diimbangi dengan penguatan literasi digital, regulasi emosi, dan pembinaan akhlak yang kontekstual. REFERENCES