Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan Volume 15. No. Oktober 2024 ISSN:2086-3861 E-ISSN: 2503-2283 Kematangan Gonad Ikan Cempedik (Osteochilus spiluru. Pada Musim Kemarau Di Sungai Bumang. Pulau Bangka Gonad Maturity of Cempedik Fish (Osteochilus spiluru. in the Dry Season On the Bumang River. Bangka Island Tiara Damayanti1. Ardiansyah Kurniawan1. Tiara Puspa Anjani1. Ahmad Fahrul Syarif1 Program Studi Akuakultur. Fakultas Pertanian Perikanan dan kelautan. Universiatas Bangka Belitung, 33172 Penulis Korespondensi: Email: damayantitiara568@gmail. (Diterima Agustus 2024 /Disetujui Desember 2. ABSTRACT The Cempedik fish, which is popular on Belitung Island, is often studied for its gonadal maturity during the rainy season. This seasonal focus aligns with the peak fishing period for the species. However, no studies have yet been conducted on this species during the dry season. This research aims to analyze the gonadal maturity level of Cempedik fish (Osteochilus spiluru. during the dry Fish samples were collected from the Bumang River in Kemuja Village. Bangka Regency. A total of 30 fish were randomly sampled using traditional bamboo traps. Sampling was conducted at the peak of the dry season in July 2024. The majority of the fish showed gonadal maturity levels ranging from stages 3 to 4 in both males and females. The findings indicate that Cempedik fish, previously known to reach gonadal maturity during the rainy season, also exhibit high maturation levels in the dry season. This suggests that the species may reproduce throughout the year, during both the dry and rainy seasons. Keywords: Osteochilus spilurus. Dry season. Gonadal maturity. Bangka Island ABSTRAK Ikan Cempedik yang populer di Pulau Belitung seringkali dikaji kematangan gonadnya pada musim penghujan. Pemilihan musim penghujan menyesuaikan dengan musim penangkapannya. Belum ada kajian pada spesies ini pada musim kemarau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kematangan gonad ikan cempedik (Osteochilus spiluru. pada musim Penelitian ini mengambil sampel ikan di Sungai Bumang. Desa Kemuja. Kabupaten Bangka. Sebanyak 30 ekor ikan diambil secara acak dari tangkapan menggunakan alat perangkap Pengambilan sampel ikan dilakukan pada puncak musim kemarau yaitu Bulan Juli 2024. Sebagian besar ikan menunjukkan kematangan gonad ikan jantan maupun ikan betina berada pada tingkat 3 sampai 4. Ikan Cempedik, yang sebelumnya diketahui memasuki kematangan goad pada musim penghujan, juga memiliki tingkat maturasi tinggi pada musim kemarau. Spesies ini dimungkinkan bereproduksi disepanjang musim baik musim kemarau maupun musim penghujan. Kata Kunci: Ostechilus spilurus. Musim kemarau. Kematangan gonad. Pulau Bangka PENDAHULUAN Ikan Cempedik (Osteochilus spiluru. merupakan salah satu spesies ikan air tawar yang cukup penting di Indonesia, khususnya di wilayah Bangka Belitung. Ikan ini tersebar di wilayah Asia Tenggara, seperti Semenanjung Malaysia. Thailand. Brunei Darussalam. Kalimantan Barat. Sumatra. Riau. Jambi. Pulau Belitung dan Pulau Bangka. Icas et al. menyatakan Ikan Cempedik merupakan ikan yang biasa hidup pada perairan berarus tenang dan banyak terdapat To Cite this Paper : Damayanti. Kurniawan. Anjani. Syarif. F,. Kematangan Gonad Ikan Cempedik (Osteochilus spiluru. Pada Musim Kemarau Di Sungai Bumang. Pulau Bangka. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 15 . : 262-267. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. diperairan sungai Bangka seperti diperairan Sungai Lelabi. Sungai Jeruk. Sungai Menduk. Sungai Lebak serta beberapa sungai lainnya yang ada di Pulau Bangka. Mahendra et al. menambahkan bahwa spesies ini ditemukan pada perairan sungai air jernih hingga coklat. Masyarakat pulau Bangka menyebut Ikan Cempedik sebagai Ikan Kepaet. Ikan ini seringkali ikut tertangkap pada jaring atau bubu pada perairan sungai. Namun konsumsi spesies ini di Pulau Bangka belum populer. Berbeda dengan Pulau Belitung, masyarakatnya suka mengkonsumsi ikan ini sehingga populer sebagai ikan air tawar dengan nilai ekonomis (Kurniawan & Triswiyana, 2. Popularitasnya di Pulau Belitung menjadikan banyak riset awal ikan ini dilakukan di pulau tersebut, termasuk kajian kematangan gonadnya. Rizkika et al. dan Kurniawan et al. memaparkan kematangan gonad Ikan Cempedik pada musim penghujan mencapai TKG 4. Kajian tersebut dilakukan pada musim penghujan karena sebagian besar penangkapan Ikan Cempedik di Belitung terjadi pada saat curah hujan tinggi (Kurniawan et al. Belum diketahui apakah Ikan Cempedik hanya bereproduksi pada musim penghujan saja atau juga di waktu lainnya. Informasi yang terbatas pada musim penghujan ini menjadikan belum dapat dipahaminya pengaruh faktor lingkungan seperti musim terhadap kematangan gonadnya. Pada umumnya, siklus reproduksi ikan sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, termasuk perubahan suhu, ketersedian pakan, dan kualitas air yang dipengaruhi oleh musim (Yustiati & Asiah, 2. Di pulau Bangka, terdapat 2 musim utama, yaitu musim kemarau dan musim Saat ini penelitian tentang kematangan gonad ikan cempedik masih terbatas pada pengamatan pada musim penghujan (Rizkika et al. Namun, kondisi kematangan gonad ikan cempedik pada musim kemarau yang memiliki karakteristik lingkungan yang berbeda belum Oleh karena itu, diperlukan pengamatan pada musim kemarau untuk melengkapi data yang ada dan mengetahui pengaruh perubahan musim terhadap siklus reproduksi ikan cempedik. Pada musim kemarau, terjadi penurunan ketinggian air, suhu air cenderung lebih tinggi dan ketersedian pakan relatif stabil (Kurniawan et al. Penangkapan ikan lebih mudah dilakukan saat musim kemarau, ketika sebagian area sungai mengering dan ikan berkumpul di bagian yang lebih dalam (Nurdawati, 2. Sementara pada musim penghujan, curah hujan yang tinggi menyebabkan suhu air menurun dan terjadi perubahan drastis pada kondisi lingkungan. Hal ini diduga mempengaruhi perkembangan gonad ikan. Penelitian yang dilakukan oleh menunjukkan bahwa pada musim kemarau terjadi penurunan ketinggian air sungai di Membalong, yang memudahkan masyarakat untuk menangkap ikan. Kondisi ini serupa dengan rawa banjiran di sungai Batanghari. Jambi, di mana Musim penangkapan tersebut berbeda dengan wilayah Belitung Timur, di mana waktu penangkapan lebih sering terjadi pada musim penghujan. DATA DAN METODE Data dan Lokasi Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dilapangan, seperti eksplorasi, observasi dan survei (Alir, 2. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber yang sudah ada seperti jurnal, artikel, dan buku (Ahmad et al. Data yang diambil meliputi nisbah kelamin, berat tubuh ikan, indeks kematangan gonad, dan tingkat kematangan gonad. Pengambilan sampel ikan dilaksanakan pada puncak musim kemarau yaitu tanggal 31 Juli 2024 di Sungai Bumang. Desa Kemuja. Kec. Mendo Barat. Pulau Bangka. To Cite this Paper : Damayanti. Kurniawan. Anjani. Syarif. F,. Kematangan Gonad Ikan Cempedik (Osteochilus spiluru. Pada Musim Kemarau Di Sungai Bumang. Pulau Bangka. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 15 . : 262-267. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. Gambar 1. Peta Lokasi Sampling Adapun alat dan bahan yang digunakan meliputi perangkap ikan . , toples sampel, alat bedah, timbangan digital analitik, styrofoam. Penggaris, cawan petri, alat tulis dan kamera Hp. Sedangkan bahan yang digunakan yaitu ikan sampel, formalin 4%, dan umpan ikan. Metodologi Dalam penelitian ini menggunakan metode survei langsung kelapangan dengan pengamatan, dan pengumpula data secara sistematik serta terstruktur (Siyoto & Sodik, 2. Pengambilan sampel menggunakan metode random sampling atau pengambilan sampel secara acak disuatu populasi. Sebanyak 30 ekor sampel ikan ditangkap saat sampling. Setelah ikan di tangkap dimasukkan ke dalam formalin dengan konsentrai 4%. Setelah itu, dilakukan pengamatan terhadap kematangan gonad ikan di Laboratorium Manajemen Sumberdaya Perairan. Universitas Bangka Belitung. Pengamatan Tingkat Kematangan Gonad (TKG) dilakukan secara visual dengan membedah ikan sampel dari anus ke bagian atas perut, hingga belakang operculum, dan ke arah ventral sampai dasar perut. Setelah itu, posisi dan kondisi gonad didokumentasikan. Penilaian TKG dilakukan berdasarkan kondisi gonad dan kepenuhan rongga perut. Sebelum pembedahan, ikan sampel ditimbang untuk menghitung Indeks Kematangan Gonad (IKG) dengan membandingkan bobot tubuh dan bobot gonad ikan (Rizkika et al. Kemudian data yang didapat di analisis secara deskriptif eksploratif yang mana mendeskripsikan atau menggambarkan keadaan yang terjadi dilapangan penelitian sehingga menjadi pengetahuan baru di khalayak masyarakat. Data yang diperoleh diolah menggunakan Microsoft Exel 2016. Kemudian data dipaparkan dalam bentuk gambar dan diagram. HASIL DAN PEMBAHASAN Nisbah Kelamin Nisbah kelamin adalah perbandingan antara jumlah kelamin jantan dan betina dalam suatu Dalam panangkapan yang telah dilakukan pada musim kemarau yakni pada Bulan Juli didapat hasil sebanyak 46,67% adalah jantan dan sebanyak 53,33% berjenis kelamin betina dari 30 ikan sampel yang diamati (Gambar . To Cite this Paper : Damayanti. Kurniawan. Anjani. Syarif. F,. Kematangan Gonad Ikan Cempedik (Osteochilus spiluru. Pada Musim Kemarau Di Sungai Bumang. Pulau Bangka. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 15 . : 262-267. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. [VALUE] Jantan [VALUE] Betina Gambar 2. Persentase nilai nisbah kelamin pada musim kemarau Pada Gambar 2 terlihat bahwa proporsi ikan betina lebih dominan dibandingkan ikan jantan. Hal ini terjadi pada musim kemarau, umumnya suhu air yang lebih tinggi dan kondisi lingkungan yang lebih stabil, yang mendorong ikan betina untuk mempersiapkan pemijahan. Pada proses ini, ikan betina lebih dominan meningkatkan perkembangan gonadnya, sehingga lebih banyak ikan betina yang teridentifikasi selama pengambilan sampel ikan. Menurut Nikolsky . , rasio kelamin ikan dapat mengalami perubahan menjelang dan selama proses pemijahan. Selama migrasi ikan untuk memijah, nisbah kelamin berubah secara bertahap, dimulai dengan dominasi ikan jantan. Rasio kemudian menjadi seimbang, yaitu 1,00 : 1,00, dan akhirnya diikuti oleh dominasi ikan betina. Penelitian yang dilakukan oleh Wujdi et al. menunjukkan bahwa ketidakseimbangan nisbah kelamin ikan jantan dan betina dapat disebabkan perbedaan laju kematian alaminya, tingkah laku ikan dalam kawanannya, kondisi lingkungan serta faktor penangkapan dan upaya untuk mempertahankan kelestarian populasinya. Idealnya rasio kelamin ikan berada pada kondisi seimbang atau setidaknya jumlah ikan betina lebih banyak daripada ikan jantan (Ayun, 2. Distribusi Tingkat Kematangan Gonad Pada musim kemarau, ikan jantan maupun ikan betina sebagian besar berada pad TKG i dan TKG IV. Hasil persentase dari nilai tingkat kematangan gonad Ikan Cempedik pada musim kemarau dapat dilihat pada Gambar 3. TKG Pada Musim Kemarau [VALUE] [VALUE] [PERCENT AGE] TKG 1 TKG 2 TKG 3 TKG 4 Gambar 3. Persentase nilai TKG pada musim kemarau To Cite this Paper : Damayanti. Kurniawan. Anjani. Syarif. F,. Kematangan Gonad Ikan Cempedik (Osteochilus spiluru. Pada Musim Kemarau Di Sungai Bumang. Pulau Bangka. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 15 . : 262-267. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSAPI http://dx. org/10. 35316/jsapi. Gambar 4. Ikan jantan Gambar 5. Ikan Betina Ikan Cempedik yang mencapai Tingkat Kematangan Gonad (TKG) i . akan terlihat ketika gonad menutupi sepertiga atau lebih dari rongga perut. Ikan pada TKG IV . angat matan. , gonadnya akan memenuhi sebagian besar rongga perut (Rizkika et al. Seluruh sampel Ikan Cempedik yang berada pada TKG i dan IV menunjukkan bahwa baik ikan jantan maupun betina sedang memasuki musim pemijahan saat pengambilan sampel pada musim kemarau. Ikan pada TKG i memiliki gonad yang telah matang, sedangkan pada TKG IV ikan siap untuk memijah (Rochmatin et al. Indeks Kematangan Gonad (IKG) Perubahan pada gonad secara kuantitatif dapat diukur melalui indeks yang disebut Indeks Kematangan Gonad (IKG). Indeks ini menunjukan rasio antara berat gonad dengan berat tubuh ikan, termasuk gonad yang dinyatakan dalam persen. Nilai Indeks ini akan meningkat dan mencapai puncaknya menjelang pemijahan. Hasil Pengamatan yang telah dilakukan pada bulan Juli nilai rata-rata IKG sebesar 4,41% dengan rentang antara 0,80% sampai 7,25%. Nilai ini selaras denga temuan Ridhanie et al. bahwa Ikan Cempedik yang berada pada TKG 2 dan 3 memiliki IKG 3,7 Ae 5,13%. Nilai IKG Osteochilus spilurus ini lebih kecil dibandingkan spesies dalam genus yang sama. Susanto . melaporkan bahwa rata-rata IKG pada ikan Melem (Osteochilus vittatu. adalah 10,9% dengan kisaran antara 1,07Ae19,9%. Menurut Effendi . , ikan dengan IKG di bawah 20% merupakan jenis ikan yang dapat memijah lebih dari satu kali dalam setahun. KESIMPULAN Pada musim kemarau mayoritas Ikan Cempedik memasuki TKG i dan IV dengan nilai nisbah kelamin jantan betina berkisar 46,67% dan 53,33%. IKG ikan Cempedik yang dibawah 20% memungkinkan ikan ini dapat digolongkan sebagai jenis ikan yang mampu memijah lebih dari satu kali setiap tahunnya. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Ardiansyah Kurniawan,. Pi. selaku dosen pembimbing penulis, yang telah banyak memberikan pengarahan kepada penulis sehingga dapat meyelesaikan penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA