p-ISSN: 2089-2551 e-ISSN: 2615-143X https://journal. Volume 15. Nomor 3. Agustus 2025 CHARACTERISTICS OF NANOEMULGEL FORMULATION OF DAYAK ONION BULB EKSTRACT FOR DIABETIC WOUND HEALING Syamsiar1*. Besse Yuliana1. Rusman2 Farmasi/Fakultas Farmasi. Universitas Megareski Farmasi/Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Islam Makassar Alamat Korespondensi: rusman. dty@uim-makassar. ABSTRAK Latar belakang: Nanoteknologi menjadi salah satu bidang rekayasa dalam ilmu Fisika. Kimia, dan Biologi dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa aplikasi nanoteknologi yang berkembang pesat meliputi nanomedisin dan nanopartikel. Nanoteknologi memanfaatkan partikel berukuran kurang dari 1000 nm . Tujuan: Untuk mengkaji efektivitas sediaan nanoemulgel ekstrak umbi bawang dayak sebagai formulasi penyembuhan luka diabetes mellitus, mengevaluasi karakteristik fisik serta stabilitasnya, dan menentukan konsentrasi optimum yang efektif. Metode: Penelitian kuantitatif secara eksperimen terhadap 18 tikus, menggunakan ekstrak bawang Dayak. Ekstrak dibuat dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Dilanjutkan dengan pembuatan nanoemulgel, nanoemulgel diperoleh dilanjutkan uji aktivitas terhadap tikus diabetes melitus. Tikus dibagi dalam 5 kelompok perlakuan yaitu kelompok F1 dengan konsentrasi 2,5%, kelompok F2 dengan konsentrasi 5%, kelompok F3 dengan konsentrasi 7,5%, kontrol negative dan kontrol positif. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sediaan nanoemulgel ekstrak umbi bawang dayak (Eleutherine palmifoli. memiliki aktivitas penutupan luka yang lebih cepat dibandingkan kontrol negatif, serta menunjukkan efektivitas yang setara dengan kontrol positif pada konsentrasi 5%. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa formulasi nanoemulgel ekstrak umbi bawang dayak (Eleutherine palmifoli. efektif dalam mempercepat penyembuhan luka diabetes mellitus pada tikus putih dan memiliki karakteristik yang stabil secara fisika-kimia. Kata Kunci: Bawang Dayak. Nanoemulgel. Diabetes Melitus. Tikus PENDAHULUAN Nanoteknologi telah menjadi salah satu bidang rekayasa penting dalam ilmu Fisika. Kimia, dan Biologi yang mendapat perhatian besar dalam beberapa tahun terakhir. Perkembangan pesat di bidang ini mencakup nanomedisin dan nanopartikel (Kumowal et al. Nanoteknologi memiliki partikel dengan ukuran kurang dari 1000 nm (Fitri et al. , 2. Dengan ukuran partikel yang lebih kecil, nanopartikel memiliki luas permukaan yang lebih besar dan sifat fisik kimia yang lebih baik (Setiawan et al. , 2. Sistem penghantaran obat yang dapat mencegah hidrasi kulit, meningkatkan efek absorpsi meningkatkan penetrasi zat aktif dan dapat digunakan untuk sistem lepas terkendali (Saryanti et al. , 2. Penggunaan media tanaman dalam bentuk nanopartikel merupakan inovasi terbaru, salah satunya tanaman umbi bawang Dayak (Fitri et al. Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah, mencakup berbagai jenis tumbuhan dengan potensi manfaat kesehatan. Salah satu tanaman yang memiliki nilai farmakologis adalah bawang Dayak (Eleutherine palmifolia (L. ) Mer. Bagian umbi dari tanaman ini diketahui mengandung senyawa bioaktif yang bermanfaat sebagai obat tradisional. Bawang Dayak, yang merupakan flora khas Kalimantan Tengah dan berasal dari kawasan tropis Amerika, telah digunakan secara empiris untuk mengatasi beragam Pemanfaatan tradisionalnya meliputi pengobatan luka, penyakit kuning, batuk, gangguan pencernaan, disentri, diare berdarah, peradangan usus, serta sebagai terapi tambahan untuk kanker Jurnal Mitrasehat Volume 15 Nomor 3. Agustus 2025 payudara, kanker usus besar, infeksi kulit seperti bisul, dan sebagai agen perangsang muntah (Muti et , 2. Bawang Dayak mengandung berbagai senyawa fitokimia, termasuk alkaloid, glikosida, flavonoid, fenolik, steroid, dan tanin. Kandungan bioaktif tersebut menjadikan tanaman ini sebagai sumber biofarmaka yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai obat modern untuk menunjang kesehatan manusia (Rusman. Syamsu & Gaffar. Sifat antidiabetes pada bawang Dayak ditunjukkan melalui kemampuannya menghambat aktivitas enzim -glukosidase. Enzim ini berperan penting dalam proses hidrolisis polisakarida menjadi monosakarida, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kadar glukosa dalam darah (Hasanuddin et al. , 2021. Sinthary et al. , 2. METODE Alat dan Bahan Penelitian Shaker. Corong buchner. Oven (Ecocel. Rotary evaporator (Heidolp. Waterbath, timbangan analitik, pipet tetes, stirrer, magnetik stirrer, sonikator. Spektrofotometri Uv-Vis dan Particle Size Analyzer. Viscometer Brookfield. Gelas Kimia (Iwak. Erlemeyer (Pyre. Tween 80. Propilenglikol. Isopropilmiristat. Etanol 96%. Ekstrak umbi bawang Dayak. Karbapol. Aquabidest. Trietanolamin, kapas. Tikus putih jantan (Rattus norvegicu. Ketamin. Alkohol 70%. Diabetes Mellitus Punch. Cutumed Gel. Aloksan. Pengambilan Sampel Emulgel merupakan sediaan topikal Sampel ekstrak umbi bayang Dayak berbentuk emulsi, baik tipe air dalam minyak (Eleutherine maupun minyak dalam air, yang dikonversi kecamatan sungai raya, kabupaten Kuburaya, menjadi bentuk gel melalui penambahan Kalimantan barat. gelling agent. (Damayanti et al. , 2. Nanoemulgel merupakan formulasi yang Pembuatan Ekstrak umbi bawang Dayak diperoleh dari nanopartikel yang diintegrasikan Ekstrak umbi bawang Dayak diperoleh ke dalam basis gel. Meskipun nanoemulsi melalui metode maserasi menggunakan pelarut memiliki kestabilan termodinamika dan etanol 96%. Etanol dipilih karena bersifat bersifat transparan, penggunaannya secara universal, polar, mudah diperoleh, serta langsung pada kulit kurang nyaman akibat memiliki selektivitas tinggi, tidak toksik, daya viskositas yang rendah, sehingga penambahan serap yang baik, dan kemampuan penyarian basis gel diperlukan untuk meningkatkan yang efektif untuk senyawa non-polar, semikekentalan polar, maupun polar. Konsentrasi etanol 96% (Damayanti et al. , 2. Nanopartikel diprioritaskan karena mampu menembus merupakan sediaan yang terdiri atas fase dinding sel sampel lebih optimal dibandingkan minyak dan fase air, distabilkan melalui konsentrasi yang lebih rendah, sehingga kombinasi surfaktan dan kosurfaktan, dengan menghasilkan ekstrak yang lebih pekat. ukuran droplet kurang dari 100 nm. Sebanyak 500 gram serbuk kering umbi bawang Keunggulan sediaan ini antara lain mampu Dayak dimasukkan ke dalam alat maserasi, meningkatkan kelarutan obat yang bersifat kemudian ditambahkan 5 liter etanol 96% lipofilik serta memperbaiki kemampuan secara perlahan ke dalam masing-masing penetrasi zat aktif ke dalam jaringan target. Erlenmeyer berisi sampel. Proses maserasi (Devi et al. , 2. Berdasarkan hal diatas maka dilakukan dengan pengadukan menggunakan perlu dibuat suatu sediaan nanoemulgel dari ekstrak shaker pada kecepatan 200 rpm selama 24 jam. bawang dayak sebagai terapai obat luka diabetesmellitus (Hasanuddin et al. , 2022. Hatari & Maserat yang dihasilkan disaring, lalu filtratnya Rusman, 2023. Rasyid. Bukhari. Alim, et al. , 2022. diuapkan menggunakan vacuum rotary evaporator pada suhu 45AC hingga diperoleh Rasyid. Bukhari. Hasanuddin, et al. , 2. Jurnal Mitrasehat Volume 15 Nomor 3. Agustus 2025 ekstrak kental, kemudian dilanjutkan proses penguapan menggunakan water bath dan oven hingga mencapai bobot tetap. Formulasi nanopartikel emulgel ekstrak bawang Dayak Pembuatan nanopartikel membutuhkan bahan ekstrak umbi bawang Dayak . at akti. , isopropil miristat . , tween 80 . , propilenglikol . fase air . Pembuatan nanopartikel dilakukan dengan melarutkan ekstrak umbi bawang Dayak terlebih dahulu kedalam 10 mL Etanol 96% dengan bantuan stirer sampai larut. Eksrtak yang sudah larut kemudian dimasukkan tetes demi tetes ke dalam propilenglikol sambil diaduk menggunakan stirer pada kecepatan 10 selama 5 menit dengan suhu dijaga 45AC. Kemudian ditambahkan Tween 80 sedikit demi sedikit dengan tetap diaduk pada kecepatan 10 selama 5 menit dengan suhu 45AC untuk menghomogenkan Selanjutnya, ditambahkan isopropil miristat . tetes demi tetes ke dalam campuran dengan tetap diaduk pada kecepatan 10 dengan suhu 45AC selama 5 menit. Dimasukkan fase air tetes demi tetes ke dalam campuran dengan tetap memperhatikan putaran dan suhu stirer. Hasil emulsi kemudian di sonikator selama 20 menit dengan suhu 40oC kemudian di lanjutkan untuk pengujian PSA dan % transmittan. Uji sifat fisik Uji ukuran partikel Ukuran globul ditentukan dengan menggunakan alat Particle Size Analyzer. Sebanyak 1 ml formula nanopartikel dilarutkan ke dalam 100 mL larutan blanko kemudian dianalisis dengan menggunakan alat PSA. Uji % Transmitan Sebanyak 1 ml formula nanopartikel diencerkan hingga 100 mL menggunakan Pengukuran persen transmitan dilakukan pada panjang gelombang 650nm menggunakan aquabidest sebagai blanko. Pengukuran spektrofotometer UV-Vis. Hasil angka yang memenuhi presentase sebesar 90%-100% membuktikan bahwa sediaan nanopartikel memiliki ciri yang transparan dan jernih. Uji Organoleptik Pengujian organoleptik dilakukan dengan cara pengamatan secara langsung warna, bau dan konsistensi dari nanoemulgel yang dibuat. Uji pH Pengujian menggunakan pH RoHS sediaan nanoemulgel harus sesuai dengan pH kulit yaitu 4,5 - 6,5. Daya Sebar Sejumlah 0,5 g emulgel diletakkan diatas kaca dan ditutup lagi dengan kaca yang sama. Kemudian, diletakkan beban 300gram tambahan dan didiamkan selama 1 menit lalu diukur diameternya. Daya sebar nanoemulgel yang baik antara 5-7 cm. Uji Viskositas Pengukuran viskositas dilakukan dengan Viscometer Brookfield, memasang spindle No. 4 pada alat kemudian dicelupkan ke dalam sediaan sampai batas tertentu dan atur kecepatan 50 rpm. Nilai viskositas sediaan emulgel yang baik yaitu 2000-4000 cPs/mPa. Pengujian efektviitas penyembuhan luka nanoemlugel ekstrak umbi bawang Dayak Sebelum melakukan uji terhadap hewan uji, dilakukan pengajuan ethical clearence kepada Komisi Etik. Pengujian akan dilakukan setelah mendapat Ethical Clearence. Tikus jantan/betina galur Wistar dengan bobot 1501074 Jurnal Mitrasehat Volume 15 Nomor 3. Agustus 2025 200gram usia 8 minggu sebanyak 18 ekor dibagi menjadi 6 kelompok: 3 ekor untuk kelompok A . erlakuan kontrol negatif tanpa perlakua. , 3 ekor untuk kelompok B . erlakuan kontrol negative Gel tanpa ekstra. dan 3 ekor kelompok C . erlakuan kontrol positi. , 3 ekor untuk kelompok D . erlakuan nanoemulgel EUBD 2,5%), 3 ekor untuk kelompok E . erlakuan nanoemulgel EUBD 5%), dan 3 ekor untuk kelompok F . erlakuan nanoemulgel EUBD 7,5%). Uji aktivitas penyembuhan luka: Rambut punggung tikus yang akan dilukai Dilakukan anastesi pada tikus yaitu menyuntikkan Ketamine dengan dosis 60 mg/kg secara Intramuskular. Punggung tikus dibersihkan dengan alkohol 70% lalu dilakukan pembuatan luka dengan menggunakan diabetes mellitus punch bulat 4 mm. Luka tikus diberikan perlakuan sesuai kelompoknya 2 kali sehari . agi dan sor. Perlakuan ini dilakukan setiap hari selama 14 hari. Penutupan luka diamati setiap hari dengan cara memotretnya dengan bantuan kamera Persen penutupan luka diukur dengan bantuan perangkat lunak ImageJA: pengukuran dilakukan dengan cara di ukur panjang tiap sudut diameter luka diabetes mellitus pada tikus mulai hari ke 0 . ebelum perlakua. hingga hari ke 15. Selanjutnya dilakukan sunmary pada hasil tiap sudut pengukuran panjang diameter luka sehingga didapat hasil diameter luka. HASIL Sebanyak 500 gram serbuk simplisia Dayak menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Proses ini menghasilkan ekstrak sebanyak 32,715 gram dengan persentase rendemen sebesar 10,905 % panjang luka diabetes mellitus selama 15 hari, dapat dilihat terdapat perbedaan penyembuhan luka pada setiap kelompok. Kelompok I tanpa perlakuan mengalami penyembuhan luka yang lama, pada hari ke-15 belum memperlihatkan penutupan luka diabetes mellitus secara sempurna hal ini dikarenakan untuk proses penyembuhan luka. Fase maturasi berlangsung mulai hari ke-21 hingga sekitar1 tahun yang bertujuan untuk memaksimalkan kekuatan dan integritas struktural jaringan baru pengisi luka, pertumbuhan epitel dan pembentukan jaringan parut . Kelompok II perlakuan kontrol negatif dengan basis emulgel karbopol 940 sampai hari ke- 15 tidak memperlihatkan penyembuhan luka secara total, karbopol 940 merupakan basis gel yang bersifat mudah terdispersi dalam air dan memberikan kekentalan atau kekerasan pada sediaan Kelompok i dengan perlakuan kontrol positif obat gel bermerek (Cutimed Ge. memperlihatkan penutupan luka pada hari ke15 untuk tikus 1, sedangkan untuk tikus 2 dan 3 belum memperlihatkan penutupan luka secara total sampai hari terakhir. Kontrol positif menggunakan Cutimed Gel adalah hydrogel untuk perawatan luka pada kulit. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil pengamatan panjang luka diabetes mellitus selama 15 hari, dapat dilihat terdapat perbedaan penyembuhan luka pada setiap kelompok. Kelompok I tanpa perlakuan mengalami penyembuhan luka yang lama, pada hari ke-15 belum memperlihatkan penutupan luka diabetes mellitus secara sempurna hal ini dikarenakan untuk proses penyembuhan luka. Fase maturasi berlangsung mulai hari ke-21 hingga sekitar1 tahun yang bertujuan untuk memaksimalkan kekuatan dan integritas struktural jaringan baru pengisi luka, pertumbuhan epitel dan pembentukan jaringan parut . Kelompok II perlakuan kontrol Jurnal Mitrasehat Volume 15 Nomor 3. Agustus 2025 negatif dengan basis emulgel karbopol 940 sampai hari ke- 15 tidak memperlihatkan penyembuhan luka secara total, karbopol 940 merupakan basis gel yang bersifat mudah terdispersi dalam air dan memberikan kekentalan atau kekerasan pada sediaan Kelompok i dengan perlakuan kontrol positif obat gel bermerek (Cutimed Ge. memperlihatkan penutupan luka pada hari ke15 untuk tikus 1, sedangkan untuk tikus 2 dan 3 belum memperlihatkan penutupan luka secara total sampai hari terakhir. Kontrol positif menggunakan Cutimed Gel adalah hydrogel untuk perawatan luka pada kulit. Gel ini mengandung gliserin serta karbopol 940 yang sangat berpengaruh pada proses pengangkatan sel kulit mati pada kulit yang terluka saat proses penyembuhan. Kedua bahan ini diketahui memiliki khasiat yang sangat baik untuk mempercepat proses penyembuhan luka. Kedua kandungan tersebut dapat membantu proses pengangkatan jaringan mati pada luka atau proses debridement kulit secara efektif dan nyaman . Kelompok IV dengan perlakuan formula nanoemulgel ekstrak umbi bawang Dayak 2,5% memperlihatkan penutupan luka pada hari ke-14 untuk tikus 1 dan 3, sedangkan untuk tikus 2 belum memperlihatkan penutupan luka secara total sampai hari ke-15. Kelompok V dengan perlakuan nanoemulgel ekstrak umbi bawang Dayak konsentrasi 5% memperlihatkan penutupan luka pada hari ke-13 untuk tikus 3, tikus 2 pada hari ke-14 dan tikus 1 pada hari ke15. Kelompok V mengalami penutupan luka untuk semua tikus dengan perbedaan masingmasing tiap tikus pada hari terakhir penutupan Kelompok VI dengan perlakuan nanoemulgel ekstrak umbi bawang Dayak konsentrasi 7,5% memperlihatkan penutupan luka pada hari ke- 13 untuk tikus 2, hari ke-14 untuk tikus 1 dan hari ke-15 untuk tikus 3. Kelompok VI sama dengan kelompok V mengalami penutupan luka untuk semua tikus dengan perbedaan masing-masing tiap tikus pada hari terakhir penutupan luka. Hasil memperlihatkan bawang Dayak (Eleutherine palmifoli. memiliki aktivitas penutupan luka lebih cepat jika dibandingkan dengan kontrol negatif serta kontrol positif. Hal ini terjadi karena ekstrak umbi bawang Dayak (Eleutherine palmifoli. memiliki kandungan senyawa bioaktif yang terlibat dalam penyembuhan luka seperti senyawa flavonoid yang tinggi . Senyawa flavonoid memiliki siklooksigenase (COX), suatu enzim yang berperan penting dalam produksi prostaglandin. Prostaglandin merupakan salah satu mediator Dengan menghambat COX maka produksi prostaglandin juga dihambat sehingga proses inflamasi akan terhenti dan proses penyembuhan luka akan dipercepat(Rusman, 2023, 2. Pada penelitian Amalia hairiah dan Eka wisnu kusuma tahun 2021 tentang AuUji Aktivitas Anti-Inflamasi Krim Ekstrak Etanolbawang Dayak (Eleutherine almifolia (L) Mer. Pada Luka sayatan Tikus Putih JantanAy menyatakan sediaan krim ekstrak etanol bawang Dayak (Eleutherine palmifolia (L). Mer. mempunyai aktivitas antiinflamasi yang dapat mempercepat penyembuhan luka sayat pada hari ke-12 dengan persentase 100%. Sediaan krim ekstrak etanol bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L). Mer. pada formula 3 dengan konsentrasi 15% mempunyai aktivitas antiinflamasi yang paling baik untuk menyembuhkan luka sayatan. Penggunaan nanoteknologi dalam bentuk nanopartikel emulgel memberikan efek farmakologis yang lebih baik. Pada penelitian ini konsentrasi ekstrak umbi bawang Dayak yang digunakan . ,5%. 7,5%) memiliki aktivitas penyembuhan luka pada hari ke 13 dan 14 dengan persentase penutupan luka 100%. Hal ini menunjukkan formulasi nanoemulgel dengan konsentrasi yang lebih rendah Jurnal Mitrasehat Volume 15 Nomor 3. Agustus 2025 menunjukkan efektivitas yang sama dengan penggunaan konsentrasi yang tinggi pada penelitian lain. Formula nanoemulgel ekstrak umbi bawang Dayak (Eleutherine palmifoli. yang paling baik digunakan untuk wound healing adalah Fomula 2 dan 3 dengan konsetrasi 5% dan 7. Data diolah menggunakan uji statistik paired sampel T test, uji yang dilakukan terhadap dua arah sampel yang berpasangan . Sampel berpasangan yaitu sampel dengan subyek yang sama nama mengalami dua perlakuan yang berbeda . Dasar pengambilan keputusan pada uji paired sample T test, data dikatakan efektif jika nilai signifikasi <0,05. Sebaliknya, data dikatakan tidak efektif jika nilai signifikasi >0,05 . Analisis statitstic dengan menggunakan IBM SPSS statistic 29 uji paired T test diperoleh hasil p<0,05 untuk kelompok i. V dan VI dibandingkan dengan kelompok I dan II yang artinya bahwa kecepatan penyembuhan luka diabetes mellitus pada tikus dengan perlakuan berbeda menunjukkan perbedaan secara Sedangkan untuk kelompok IV dibandingkan dengan kelompok I dan II hasil uji paired T test p>0,05 yang artinya kecepatan penyembuhan luka diabetes mellitus pada tikus dengan perlakuan berbeda tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna. KESIMPULAN Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan Sediaan nanoemulgel ekstrak umbi bawang Dayak (Eleutherine palmifoli. memiliki aktivitas dalam penyembuhan luka diabetes mellitus pada tikus putih jantan/betina. Sediaan nanoemulgel memiliki karakteristik sifat fisik dan stabilitas yang baik. Formulasi dengan konsentrasi 5% memiliki aktivitas dalam penyembuhan luka diabetes mellitus yang paling baik setara dengan kontrol positif. DAFTAR PUSTAKA