JAIM: Jurnal Akuntansi Manado. Vol. 6 No. 1 April 2025 PENGARUH FINANCIAL TECHNOLOGY DAN LITERASI KEUANGAN TERHADAP INKLUSI KEUANGAN DI KOTA TOMOHON Jaqueline E. Tangkau1. Yana Rolyna Tampubolon2. Olviane O. Sumampouw3 1,2,3Jurusan Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Negeri Manado. Tondano. Indonesia E-mail: jaquelinetangkau@unima. id, yanarolyna13@gmail. Olkesumampouw01@gmail. Diterima:20-11-2024 Disetujui:19-04-2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Financial Technology (FINTECH) dan literasi keuangan terhadap tingkat inklusi keuangan di Kota Tomohon melalui Pendekatan kuantitatif. Sebanyak 100 responden mengisi kuesioner secara daring, pengambilan sampel melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan metode regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian baik secara parsial maupun simultan menunjukkan bahwa Financial Technology dan literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap inklusi keuangan di Kota Tomohon. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan kajian lokal dan menjadi rujukan bagi pemerintah serta lembaga keuangan dalam merumuskan kebijakan perluasan akses layanan keuangan berbasis teknologi dan edukasi masyarakat. Kata kunci: Financial technology. Literasi keuangan. Inklusi Keuangan. Abstract This study aims to analyze the influence of Financial Technology (FINTECH) and financial literacy on the level of financial inclusion in Tomohon City using a quantitative approach. A total of 100 respondents completed an online questionnaire, with samples selected through purposive sampling The data were analyzed using multiple linear regression methods with the assistance of SPSS version 25. The results of the study, both partially and simultaneously, indicate that Financial Technology and financial literacy have a positive and significant effect on financial inclusion in Tomohon City. This research provides empirical contributions to the development of local studies and serves as a reference for the government and financial institutions in formulating policies to expand access to technology-based financial services and public education. Keywords : Financial technology. Financial literacy. Financial inclusion. JAIM: Jurnal Akuntansi Manado | 139 JAIM: Jurnal Akuntansi Manado. Vol. 6 No. 1 April 2025 Pendahuluan Setelah krisis ekonomi global tahun 2008, inklusi keuangan menjadi perhatian dunia. Indonesia pun terdampak oleh krisis tersebut, yang ditandai dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi. Dalam konteks ini, inklusi keuangan berperan sebagai instrumen penting dalam sistem perbankan untuk menjaga stabilitas keuangan melalui penyediaan akses terhadap layanan keuangan. Inklusi keuangan mencakup ketersediaan institusi, produk, dan layanan finansial yang dirancang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat seperti transaksi, tabungan, pembiayaan, dan asuransi yang digunakan secara bijak dan berkelanjutan demi mendukung peningkatan kesejahteraan sosial (Affandi & Malik, 2. Terkait menjaga stabilitas melalui penerapan manajemen keuangan yang baik, manajemen keuangan tidak hanya berfungsi untuk memaksimalkan keuntungan tetapi juga meminimalkan biaya karena manajemen yang baik bertujuan untuk mengurangi biaya yang dkeluarkan oleh operasi bisnis. Peningkatan Inklusi dapat dipengaruhi oleh literasi keuangan, teknologi keuangan, dan demografi (Sari & Kautsar, 2. FINTECH atau Financial Technology dipandang sebagai bentuk integrasi teknologi ke dalam sektor keuangan yang berfungsi untuk mempermudah aktivitas ekonomi, seperti transaksi jual beli maupun kegiatan bisnis lainnya, melalui penyediaan layanan digital bagi para penggunanya. Era digital, perkembangan teknologi finansial (FINTECH) tidak hanya memudahkan transaksi keuangan, tetapi juga mendorong pencatatan tranksaksi secara Fandiyanto . dalam penelitiannya menegaskan bahwa FINTECH sangat penting bagi pertumbuhan UMKM di Indonesia karena menyederhanakan pengelolaan keuangan seperti laporan keuangan, pembayaran online, dan pinjaman. Teknologi informasi merupakan seperangkat teknologi yang digunakan untuk mengolah dan menyimpan data, serta mencakup teknologi komunikasi yang berperan dalam menyampaikan informasi. Pemanfaatan teknologi informasi menjadi suatu keharusan dalam mendukung terciptanya laporan keuangan yang transparan dan akuntabel, sekaligus mempermudah proses pengelolaan data keuangan (Sumampouw & Miran, 2. Seiring dengan kemajuan teknologi tersebut, muncullah inovasi di bidang keuangan berupa Financial Technology (FINTECH), yang mengintegrasikan teknologi digital untuk memberikan kemudahan dalam mengakses, melakukan transaksi, dan memperoleh layanan keuangan secara lebih efektif dan efisien. Dompet digital dan aplikasi FINTECH bagi pengguna dapat membantu mencatat setiap transaksi secara real-time sehingga rekam jejak keuangan tetap terdokumentasi dengan baik. Pencatatan yang sistematis memudahkan pengguna untuk mengakses layanan keuangan formal seperti memperoleh pinjaman dengan riwayat transaksi yang transparan. Sistem yang otomatis dan terstruktur membuat pengelolaan keuangan menjadi lebih tepat, efisien, dan mudah di audit. Selain meningkatkan tranparansi dan akuntabilitas keuangan, pencatatan yang baik juga mendorong inklusi keuangan. Pemahaman yang kuat mengenai literasi keuangan berperan penting dalam membantu seseorang mengidentifikasi persepsi dan potensi risiko dalam aspek keuangan, sekaligus membangun kemampuan serta kepercayaan diri dalam membuat keputusan yang tepat, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan finansial individ (Hilmawati & Kusumaningtias, 2. Walaupun seseorang mungkin telah memahami dasar-dasar literasi keuangan seperti pentingnya menabung dan pengelolaan utang, penguasaan terhadap konsep-konsep akuntansi memberikan keunggulan tambahan, antara lain dalam menyusun anggaran dan menyajikan laporan keuangan pribadi maupun usaha secara lebih tepat, sehingga dapat mendukung keputusan keuangan yang lebih rasional. Dalam dunia bisnis, informasi akuntansi menjadi salah satu elemen penting dalam proses pengambilan keputusan, seperti dalam menganalisis dinamika pasar, penetapan harga, pertimbangan terhadap regulasi pemerintah maupun tuntutan kreditur . eperti lembaga perbanka. , serta penilaian terhadap kinerja keuangan usaha melalui analisis keuntungan dan kerugian (Darea et al. Individu yang memiliki pemahaman literasi keuangan yang baik umumnya lebih siap JAIM: Jurnal Akuntansi Manado | 140 JAIM: Jurnal Akuntansi Manado. Vol. 6 No. 1 April 2025 dan termotivasi dalam memanfaatkan berbagai layanan dan produk keuangan yang tersedia secara optimal, yang pada akhirnya dapat mendorong peningkatan inklusi keuangan. WaliKota Tomohon C. SH menyampaikan secara langsung pada kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2023, di Kota Tomohon masih terdapat kesenjangan antara tingkat literasi keuangan . ,13%) dengan inklusi keuangan . ,23%). Hal ini sesuai dengan Hasil dari prasurvei yang dilakukan oleh peneliti terhadap 20 responden, yang merupakan pelaku UKM di Kota Tomohon, mayoritas adalah perempuan dengan usia antara 20 hingga 30 tahun. Diketahui bahwa tingkat akses terhadap produk keuangan dan teknologi finansial (FINTECH) seperti OVO. Dana. GoPay, dan lain-lain masih berada pada angka 70%, sedangkan tingkat literasi keuangan penduduk di Kota Tomohon baru mencapai 25%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa literasi keuangan di Kota Tomohon masih sangat kurang. Peneliti melihat adanya kesenjangan dan belum menemukan peneliti lain yang telah melakukan penelitian di Kota Tomohon. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh teknologi finansial dan literasi keuangan terhadap inklusi keuangan di Kota Tomohon. Sejalan dengan latar belakang yang telah diuraikan, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh Financial Technology (FINTECH) terhadap tingkat inklusi keuangan di Kota Tomohon, mengidentifikasi peran literasi keuangan dalam mendorong inklusi keuangan, serta menganalisis kontribusi kedua faktor tersebut secara simultan. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkaya literatur lokal sekaligus menjadi referensi bagi penyusunan kebijakan perluasan akses layanan keuangan berbasis teknologi dan peningkatan edukasi keuangan masyarakat. Teori yang digunakan meliputi Theory of Planned Behavior (TPB). Teori Akuntansi Positif (PAT), dan Teori Keagenan (AT). Ketiganya mendukung hubungan antara literasi keuangan dan FINTECH terhadap keputusan individu dalam menggunakan layanan keuangan. FINTECH memudahkan akses layanan keuangan, sedangkan literasi keuangan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangannya secara bijak. Inklusi keuangan bisa dipandang selaku prosesnya yang mudah di akses penggunaan, serta ketersediaan sistem keuangan formal dari semua kalangan pegiat ekonomi. Inklusi keuangan memungkinkan penyediaan berbagai layanan keuangan seperti kredit, tabungan, pembayaran, dan asuransi dengan biaya terjangkau bagi seluruh pelaku ekonomi, terutama mereka yang berpenghasilan rendah. (Putri et al. , 2. mengatakan bahwa. Inklusi keuangan telah menjadi fokus strategis baik di tingkat global maupun nasional, sebagai instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan mempercepat penanggulangan Penggunaan Financial technology (FINTECH) sangat diperlukan untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan keuangan. FINTECH merupakan suatu bentuk perpaduan antara sistem dan teknologi jasa keuangan yang terdiri dari beberapa sektor seperti perbankan, peminjaman, pergerakan, valuta asing dan lain-lain. Kecepatan dalam operasional sistem pengolahan data dan informasi sangat bermanfaat dalam negosiasi sebagai siklus pertukaran ekonomi (Kambey et al. , 2. Kehadiran FINTECH memungkinkan berbagai kendala dalam transaksi jual beli dan pembayaran seperti kesulitan mencari barang di pusat perbelanjaan, keharusan datang ke bank atau ATM untuk mengakses dana, serta enggan mengunjungi tempat dengan pelayanan kurang memuaskan dapat dikurangi. Dengan kata lain. FINTECH menawarkan solusi transaksi dan sistem pembayaran yang lebih praktis, efisien, dan hemat biaya tanpa mengorbankan efektivitasnya. Literasi Keuangan Masyarakat juga sangat diperlukan dalam memahami layanan keuangan secara formal. Pemahaman tentang literasi keuangan memiliki peran krusial dalam proses pengambilan keputusan keuangan. Literasi keuangan adalah keterampilan yang seharusnya dimiliki oleh setiap individu guna meningkatkan kualitas hidup, melalui pemahaman, perencanaan, serta pengelolaan sumber daya keuangan secara optimal dan tepat guna. Tingkat literasi keuangan berperan dalam menentukan keputusan keuangan. JAIM: Jurnal Akuntansi Manado | 141 JAIM: Jurnal Akuntansi Manado. Vol. 6 No. 1 April 2025 Masyarakat dengan literasi yang rendah cenderung memiliki kemungkinan lebih kecil untuk berinvestasi di pasar saham. Hengkeng. Tumiwa. , & Lumapow. menyatakan semakin banyak pendapat dan pengalaman yang dimiliki seseorang dalam mengelola keuangan, maka semakin baik pula individu dapat mengelola keuangnnya, demi masa depan perlu mempertimbangkan potensi risiko yang mungkin terjadi serta memberikan ruang toleransi terhadap risiko tersebut. Mewujudkan masyarakat yang inklusif secara finansial membutuhkan peningkatan literasi keuangan guna menyebarluaskan pemahaman, keterampilan, dan penerapan keuangan dalam pengambilan keputusan finansial. Teknologi finansial adalah kombinasi antara sistem keuangan dengan teknologi yang menghasilkan beragam produk dan layanan keuangan. Kehadiran FINTECH diharapkan mampu diakses serta dimanfaatkan oleh masyarakat yang sebelumnya mengalami kendala dalam mengakses layanan keuangan, sehingga dapat mendorong peningkatan inklusi Dalam penelitian Kerthayasa & Darmayanti ( 2. Diwangsa & Sari . , dan Pratiwi . mengungkapkan bahwa Financial Technology berpengaruh positif terhadap inklusi keuangan. Pengaruh ini mempermudah masyarakat dalam mengakses serta memanfaatkan produk dan layanan keuangan secara fleksibel, baik dari segi waktu maupun lokasi, demi menunjang tercapainya target inklusi keuangan. Menurut Theory of Planned Behavior (TPB). Financial Technology dapat memberikan kerangka untuk memahami bagaimana individu atau kelompok mengambil keputusan untuk mengadopsi teknologi keuangan dan bagaimana keputusan ini pada gilirannya dapat mempengaruhi inklusi keuangan. Menurut Teori Akuntansi Positif, masyarakat akan mengadopsi FINTECH jika mereka melihat manfaat ekonominya. FINTECH menawarkan manfaat ekonomi yang nyata, masyarakat secara rasional akan mengadopsinya, yang pada akhirnya memperluas inklusi keuangan. Dengan semakin banyak orang menggunakan layanan keuangan digital, lebih banyak individu dapat menabung, berinvestasi, mengakses kredit, dan mengelola risiko keuangan, yang merupakan indikator utama inklusi keuangan. Menurut Teori Agensi. FINTECH membantu inklusi keuangan dengan mengurangi ketergantungan pada agen tradisional, meningkatkan transparansi, dan menurunkan biaya H1: Financial technology (FNTECH) berpengaruh terhadap Inklusi keuangan di Kota Tomohon Individu yang memiliki tingkat literasi keuangan yang baik akan lebih mudah memahami dan menggunakan informasi terkait berbagai fitur, manfaat, risiko, serta hak dan kewajiban yang melekat pada produk maupun layanan jasa keuangan. Kemampuan ini mendorong pemanfaatan produk dan layanan keuangan secara optimal, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan inklusi keuangan. Penelitian Liska et al. , . Octaviani Salsabella & Handri, . , dan Usmayanti et al. , . ditemukan hasil yang positif dan signifikan bahwa literasi keuangan berperan dalam mendorong inklusi keuangan. Dengan tingkat literasi keuangan yang baik, individu cenderung lebih bijak dalam menggunakan produk serta layanan Menurut teori perilaku terencana (TPB), literasi keuangan berperan penting dalam memengaruhi sikap dan persepsi kendali perilaku, hal ini pada akhirnya berdampak pada niat dan perilaku individu dalam berpartisipasi pada sistem keuangan formal. Melalui peningkatan literasi keuangan, individu mengembangkan sikap yang lebih positif terhadap layanan keuangan, merasa lebih berdaya, dan memiliki kendali atas keuangan mereka, yang mendorong inklusi keuangan. Tingkat literasi keuangan mencerminkan kemampuan individu dalam memahami konsep-konsep dasar keuangan. Dengan pemahaman terhadap prinsipprinsip akuntansi seperti pencatatan transaksi, perencanaan anggaran, dan analisis laporan keuangan, seseorang dapat menyusun laporan keuangan sederhana yang membantu dalam pengelolaan keuangan pribadi secara lebih efektif (Kessek. Literasi keuangan mengurangi asimetri informasi, sehingga pengguna lebih menyadari risiko dan manfaat layanan keuangan digital. Dari perspektif teori akuntansi positif, literasi keuangan mendorong individu untuk menggunakan layanan keuangan yang paling bermanfaat bagi mereka, yang pada akhirnya mempercepat inklusi keuangan secara umum. Menurut teori keagenan. JAIM: Jurnal Akuntansi Manado | 142 JAIM: Jurnal Akuntansi Manado. Vol. 6 No. 1 April 2025 peningkatan literasi keuangan memungkinkan orang untuk lebih mandiri dalam keputusan keuangan, mengurangi risiko eksploitasi oleh agen, dan berpartisipasi aktif dalam sistem keuangan formal. H2: Literasi keuangan berpengaruh terhadap Inklusi keuangan di Kota Tomohon Menurut Atika Safira et al. , . Teknologi finansial atau yang kerap disebut keuangan digital, merupakan bentuk inovasi dalam sistem keuangan berbasis digital yang dirancang untuk mempermudah akses masyarakat terhadap berbagai produk dan layanan keuangan, sekaligus menurunkan hambatan masuk . arrier to entr. dalam sektor tersebut. Menurut Sari & Kautsar, . Literasi keuangan adalah pemahaman terhadap konsep dasar ekonomi dan keuangan, serta kemampuan dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan keuangan untuk mengelola sumber daya finansial secara optimal demi mencapai kesejahteraan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Atika Safira et al. , . teknologi finansial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat inklusi keuangan masyarakat di Pekanbaru. Menurut Hasil penelitian dari Ainiyah & Yuliana, . Didapatkan Literasi keuangan memiliki dampak positif dan signifikan terhadap tingkat inklusi keuangan di kalangan mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. H3: Financial Technology (FINTECH) dan Literasi keuangan secara bersama Ae sama berpengaruh terhadap Inklusi keuangan di Kota Tomohon. Metode Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono . penelitian kuantitatif adalah metode yang memanfaatkan angka-angka untuk menggambarkan serta menguji hipotesis. Financial technology merupakan implementasi penggunaan teknologi informasi yang berhubungan dengan keuangan masyarakat Indonesia. Diukur melalui 4 indikator yaitu pengetahuan, kemudahana, efektivitas, dan minat (Priasiwi & Rochmawati, 2. Literasi keuangan merupakan pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang dapat mempengaruhi sikap dan perilaku masyarakat Indonesia dalam meningkatkan kualitas keputusan dan pengambilan keuangan, diukur berdasarkan 3 indikator meliputi pengetahuan keuangan, perilaku keuangan, dan sikap keuangan (Wahyuni et al. , 2. keuangan merupakan suatu kemampuan masyarakat dalam memiliki dan menggunakan akses terhadap produk dan layanan keuangan formal yang bermanfaat seperti transkasi, pembayaran, kredit, tabungan, dan asuransi. Indikatornya meliputi akses. Kesediaan layanan dan produk, penggunaan produk, dan kualitas (Otoritas Jasa Keuangan, 2. Data dalam penelitian merupakan data primer, menurut Sugiyono . sumber primer merupakan data yang langsung memberikan data secara langsung kepada pengumpul data. Populasi penelitian ini adalah masyarakat kota Tomohon baik yang ber- KTP atau tidak. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, yaitu dengan kriteria yang telah ditentukan oleh peneliti yakni responden berusia 18 Ae 60 tahun, tinggal di kota Tomohon, memiliki rekening Bank, dan memiliki penghasilan tetap Rp. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat umum kota Tomohon 657 jiwa. Sampel yang digunakan berjumlah 100 responden, yang jumlahnya dihitung menggunakan rumus Slovin. Penelitian ini ada dua klasifikasi Variabel yaitu variabel bebas dan terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Financial Technology dan Literasi Keuangan. Variabel Dependen adalah Inklusi Keuangan. Data yang di dapat dari penyebaran kuesioner secara online akan di olah dengan bantuan SPSS versi 25 dan menggunakan skala likert sebagai alat ukurnya kemudian di analisa dengan regresi linier Dalam hal penentuan hipotesis maka penelitian ini menggunakan tingkat signifikansi 5%. Hasil dan Pembahasan Hasil data kuesioner yang diperoleh total responden sebanyak 100 orang yang telah sesuai dengan karakteristik yang dikehendaki. Data di Tabel 1 menunjukkan bahwa JAIM: Jurnal Akuntansi Manado | 143 JAIM: Jurnal Akuntansi Manado. Vol. 6 No. 1 April 2025 responden pria lebih banyak dari wanita, yaitu 68%. Paling banyak yang mengisi berada pada rentan usia 18-32 Tahun. Semua responden, berdomisili di Tomohon, memiliki rekening Bank, dan berpenghasilan. Tabel 1. Rekapitulasi data responden Variabel Jenis Kelamin Usia Tempat Tinggal Tomohon Memiliki Rekening Bank Memiliki Pengahasilan Pernyataan Laki-Laki Perempuan 18-32 Tahun 33-46 Tahun 47- 60 Tahun Frequency Total Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Hasil olah data SPSS 25 Merujuk pada Tabel 2, seluruh item pernyataan pada masing-masing variabel, yaitu: Financial Technology (X. Literasi Keuangan (X. , dan Inklusi Keuangan (Y), memiliki nilai rhitung yang lebih besar dari r-tabel. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semua item pernyataan pada setiap variabel dinyatakan valid. Tabel 2. Hasil Uji Validitas Variabel Pernyataan Nilai R Nilai R Hitung Tabel Financial X1. 0,195 VALID Technology X1. 0,903 0,195 VALID (FINTECH) X1. 0,931 0,195 VALID X1. 0,898 0,195 VALID Literasi Keuangan X2. 0,820 0,195 VALID X2. 0,889 0,195 VALID X2. 0,823 0,195 VALID Inklusi Keuangan 0,881 0,195 VALID 0,899 0,195 VALID 0,924 0,195 VALID 0,909 0,195 VALID Sumber: Hasil olah data SPSS 25 Berdasarkan tabel 3, dapat disimpulkan bahwa nilai Cronbach's Alpha yang diperoleh masing-masing lebih besar dari 0,60. Dengan merujuk pada ketentuan yang telah dijelaskan sebelumnya, maka semua variabel yang digunakan dalam penelitian ini dapat dianggap Tabel 3. Hasil Uji Reliabilitas Variabel CronbachAos Alpha Nilai Kritis Keputusan Financial 0,924 Ou 0,60 Reliabel Technology(FINTECH) Literasi Keuangan 0,790 Ou 0,60 Reliabel Inklusi Keuangan 0,925 Ou 0,60 Reliabel Sumber: Hasil olah data SPSS 25 Pada tabel 4 berdasarkan uji normalitas diketahui nilai signifikansi 0,200 > 0,05. Maka dapat disimpulkan data yang digunakan memiliki distribusi normal dan tidak terjadi penyimpangan, sehingga data dikumpulkan dapat diproses dengan metode-metode Dapat dikatakan bahwa model regresi dalam penelitian ini berdistribusi normal. JAIM: Jurnal Akuntansi Manado | 144 JAIM: Jurnal Akuntansi Manado. Vol. 6 No. 1 April 2025 Tabel 4. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Mean ,0000000 Normal Parametersa,b Std. Deviation 1,03277014 Absolute ,068 Most Extreme Differences Positive ,068 Negative -,067 Test Statistic ,068 Asymp. Sig. -taile. ,200c,d Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Sumber: Hasil olah data SPSS 25 Berdasarkan tabel 5, terlihat bahwa nilai tolerance untuk variabel Financial Technology adalah 0,495, dan untuk variabel Literasi Keuangan juga 0,495, keduanya lebih besar dari 0,1. Di sisi lain, nilai VIF untuk Financial Technology tercatat 2,019, sementara untuk Literasi Keuangan juga 2,019, yang keduanya lebih rendah dari 10,00. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model regresi antara Financial Technology dan Literasi Keuangan tidak menunjukkan adanya masalah multikolinearitas. Tabel 5. Hasil Uji Multikolinieritas Model Unstandardize d Coefficients Std. Error 1,113 ,561 ,752 ,049 (Constan. Financial Technology Literasi ,166 ,075 Keuangan Dependent Variable: Inklusi Keuangan Coefficientsa Standardized Coefficien ts Beta Sig. Collinearity Statistics Tolerance VIF ,834 1,984 ,050 15,200 ,000 ,495 2,019 ,122 2,217 ,029 ,495 2,019 Sumber: Hasil olah data SPSS 25 Tabel 6 mengindikasikan bahwa hasil uji heterokedastisitas menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,131 untuk Financial Technology . ebih besar dari 0,. dan 0,671 untuk Literasi Keuangan . ebih besar dari 0,. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pada model regresi yang melibatkan Financial Technology dan Literasi Keuangan, tidak terdapat masalah heterokedastisitas, karena nilai signifikansi kedua variabel independen tersebut lebih besar dari 0,05. Tabel 6. Hasil Uji Heteroskedastisitas Model (Constan. Financial Technology Literasi Keuangan Dependent Variable: RES2 Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error ,407 ,337 ,045 ,030 -,019 ,045 Standardized Coefficients Beta ,216 -,061 Sig. 1,209 1,523 -,426 ,230 ,131 ,671 Sumber: Hasil olah data SPSS 25 JAIM: Jurnal Akuntansi Manado | 145 JAIM: Jurnal Akuntansi Manado. Vol. 6 No. 1 April 2025 Analisis regeri berganda dilakukan untuk mengetahui pengaruh antara variabel Financial Technology (X. Literasi keuangan (X. , dan Inklusi keuangan (Y). Berdasarkan Tabel 7 di bawah, dapat diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut : Y = 1,113 0,752 0,166a. Tabel 7. Hasil Uji Analisis Regresi berganda Coefficientsa Model Unstandardize Standardized t Sig. d Coefficients Coefficients Std. Error Beta (Constan. 1,113 ,561 1,984 ,050 Financial Technology ,752 ,049 ,834 15,200 ,000 Literasi Keuangan ,166 ,075 ,122 2,217 ,029 Dependent Variable: Inklusi Keuangan Sumber: Hasil olah data SPSS 25 Tabel 7 menunjukkan konstanta yang diperoleh bernilai 1,113, yang berarti apabila Variabel Independen bernilai 0 . , maka Variabel Dependen akan bernilai 1,113. Koefisien regresi untuk Variabel X1 adalah positif ( ) sebesar 0,752, yang mengindikasikan bahwa apabila X1 meningkat. Y juga akan meningkat. Koefisien regresi untuk Variabel X2 yang bernilai positif ( ) sebesar 0,166 menunjukkan bahwa apabila X2 meningkat, maka Y juga akan mengalami kenaikan, dan sebaliknya. Tabel 8. Hasil Uji t (Parsia. Coefficientsa Sig. Unstandardized Standardized t Coefficients Coefficients Std. Beta Model Error 1,113 ,561 1,984 ,050 (Constan. ,049 ,834 15,200 ,000 Financial Technology ,752 ,166 ,075 Literasi Keuangan Dependent Variable: Inklusi Keuangan Sumber: Hasil olah data SPPS 25 ,122 2,217 ,029 Tabel 8 menunjukan Hasil uji t . untuk variabel Financial Technology (X. dengan koefisien regresi 0,834 menunjukkan t-hitung sebesar 15,200, yang lebih besar daripada 1,985, serta nilai signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Financial Technology (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Inklusi Keuangan (Y). Sementara itu, variabel Literasi Keuangan (X. dengan koefisien regresi 0,122 menunjukkan t-hitung sebesar 2,217, yang juga lebih besar dari 1,985, dengan nilai signifikansi 0,029 yang lebih kecil dari 0,05, yang berarti bahwa variabel Literasi Keuangan (X. juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Inklusi Keuangan (Y). Tabel 9. Hasil Uji F . ANOVAa Sum of Squares Df Mean Square Model 623,845 311,923 286,534 1 Regression 105,595 1,089 Residual 729,440 Total Dependent Variable: Inklusi Keuangan Predictors: (Constan. Literasi Keuangan. Financial Technology Sumber: Hasil olah data SPPS 25 Sig. ,000b JAIM: Jurnal Akuntansi Manado | 146 JAIM: Jurnal Akuntansi Manado. Vol. 6 No. 1 April 2025 Berdasarkan tabel 9 di atas Hasil dari olah data diperoleh f-hitung . > f-tabel . dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel Financial Technology (X. dan Literasi Keuangan (X. mampu mempengaruhi secara bersama-sama Inklusi Keuangan (Y). Tabel 10. Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate ,925a ,855 ,852 1,043 Predictors: (Constan. Literasi Keuangan. Financial Technology Sumber: Hasil olah data SPSS 25 Berdasarkan data pada tabel 10 di atas diketahui bahwa nilai R-Square sebesar 0,855. Hal ini berarti bahwa 85,5 % variabbel Y ditentukan oleh Variabel X1 dan X2. Dan sisanya dipengaruhi oleh Varabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Pembahasan Berdasarkan hasil uji parsial yang telah dilakukan, diperoleh nilai t-hitung untuk variabel Financial Technology (X. sebesar 15,200, dengan t-tabel 1,985 dan nilai signifikansi 0,000. Karena t-hitung . lebih besar daripada t-tabel . dan nilai signifikansi . lebih kecil dari 0,05, maka hipotesis diterima. Hal ini menunjukkan bahwa Financial Technology memiliki dampak positif yang signifikan terhadap Inklusi Keuangan, yang dipengaruhi oleh tingginya penggunaan teknologi keuangan di kalangan masyarakat Kota Tomohon. Teori Perilaku Terencana (TPB). Teori Akuntansi Positif, dan Teori Keagenan mendukung temuan ini dengan menunjukkan bahwa kemudahan akses terhadap teknologi keuangan serta manfaat yang ditawarkan mendorong individu untuk memanfaatkan berbagai produk dan layanan keuangan yang disediakan oleh lembaga keuangan. Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan Br Sinuraya. , . Diwangsa & Sari, . , dan Pratiwi, . yang menunjukkan bahwa teknologi keuangan (Financial Technolog. berpengaruh positif dan signifikan terhadap inklusi keuangan. Pemanfaatan FINTECH yang semakin tinggi akan mendukung peningkatan inklusi keuangan, sehingga akses dan layanan keuangan menjadi lebih luas dan mudah diakses. Uji parsial yang telah dilakukan, menemukan hasil dari variabel Literasi keuangan (X. thitung sebesar 2,217 dengan ttabel 1,985 dan nilai signifikansinya 0,029. Maka nilai thitung 2,217 > t-tabel 1,985 dan nilai signifikansi 0,029 < 0,05, yang berarti Hipotesis diterima. Oleh karena itu, literasi keuangan memiliki dampak positif dan signifikan terhadap inklusi keuangan, hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya tingkat pengetahuan literasi keuangan masyarakat di Kota Tomohon. Tingkat literasi keuangan digunakan untuk mengukur pemahaman seseorang terhadap konsep-konsep keuangan, termasuk aspek dasar akuntansi seperti pencatatan transaksi, pembuatan anggaran, dan analisis laporan keuangan. Dengan pemahaman ini, individu dapat membuat laporan keuangan sederhana untuk mengelola keuangan mereka dengan lebih efisien. Theory of Planned Behavior. Teori Akuntansi Positif, dan Teori Keagenan mendukung dalam penelitian ini mengemukakan bahwa peningkatan pengetahuan keuangan akan mengurangi asimetri informasi antara masyarakat dan penyedia layanan keuangan, meningkatkan kepercayaan serta akses layanan, masyarakat dapat lebih mandiri dalam mengambil keputusan keuangan, mengurangi risiko eksploitasi oleh agen, dan secara aktif berpartisipasi dalam sistem keuangan formal yang pada akhirnya dapat mempengaruhi peningkatan Inklusi keuangan di kota Tomohon. Hasil penelitian ini sejalan dengan penemuan Sari & Kautsar, . Ainiyah & Yuliana, . dan Suryani, . yang menemukan bahwa Literasi keuangan memiliki dampak besar terhadap inklusi keuangan. Ketika seseorang memiliki pemahaman yang mendalam mengenai konsep keuangan, maka tingkat inklusi keuangan mereka juga akan semakin tinggi. JAIM: Jurnal Akuntansi Manado | 147 JAIM: Jurnal Akuntansi Manado. Vol. 6 No. 1 April 2025 Ini menunjukkan bahwa semakin baik pengetahuan keuangan seseorang, semakin positif perilaku dan sikap keuangan mereka, yang pada akhirnya akan meningkatkan penggunaan, pemanfaatan, serta pemahaman terhadap produk dan layanan jasa keuangan. Hasil uji simultan mengenai dampak Financial Technology (FINTECH) dan literasi keuangan terhadap inklusi keuangan di Kota Tomohon menunjukkan bahwa berdasarkan pengujian hipotesis (H. , nilai F-hitung sebesar 286,534 lebih besar dibandingkan nilai F-tabel yang sebesar 3,089 dengan derajat kebebasan . Oleh karena itu. F-hitung . > F-tabel . , yang berarti dapat disimpulkan bahwa variabel Financial Technology (FINTECH) (X. dan Literasi Keuangan (X. memengaruhi variabel Inklusi Keuangan di Kota Tomohon (Y). Penelitian ini memiliki keterkaitan dengan studi yang dilakukan oleh Atika Safira et al. , . dan peneltian Apriliani & Yudiaatmaja, . yang menemukan bahwa Literasi Keuangan dan Teknologi Keuangan (Financial Technolog. memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Inklusi Keuangan. Temuan ini juga sejalan dengan hasil penelitian Ainiyah & Yuliana, . , yang menyatakan bahwa Financial Technology dan Literasi Keuangan berpengaruh signifikan terhadap Inklusi Keuangan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat Literasi Keuangan, maka semakin baik pula inklusi keuangan, serta semakin tinggi penggunaan FINTECH, maka semakin baik pula inklusi keuangan tersebut. Kesimpulan dan Saran Secara parsial, ditemukan bahwa Financial Technology (FINTECH) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap inklusi keuangan di Kota Tomohon. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pemanfaatan FINTECH, maka semakin besar pula peningkatan inklusi keuangan yang terjadi. Selain itu, literasi keuangan juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap inklusi keuangan, yang berarti bahwa semakin baik pemahaman masyarakat mengenai literasi keuangan, maka semakin tinggi pula tingkat inklusi keuangan yang dapat dicapai. Berdasarkan hasil uji simultan. FINTECH dan literasi keuangan secara bersama-sama memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap peningkatan inklusi keuangan di Kota Tomohon. Oleh karena itu, disarankan agar Pemerintah Kota Tomohon memberikan perhatian lebih terhadap peningkatan pemanfaatan teknologi finansial dan pemahaman literasi keuangan di kalangan masyarakat, misalnya melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan literasi digital, serta pengenalan berbagai produk keuangan kepada warga Kota Tomohon. Daftar Pustaka