JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN. VOL. 3 NO. 1 JULI 2018 HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DUKUN BAYI DENGAN TINDAKAN PERAWATAN BAYI BARU LAHIR DI WILAYAH PUSKESMAS PUNGGUR KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA Nurhasanah1. Maylendra Puspita2 Akademi Kebidanan AoAisyiyah Pontianak Email: nur. nh83@gmail. ABSTRAK Latar Belakang : Masa pertumbuhan dan perkembangan bayi merupakan masa yang sangat rentan terhadap berbagai jenis penyakit ataupun infeksi, untuk itu perlu dilakukan perawatan yang lebih intensif pada bayi baru lahir. Tenaga yang sejak dahulu sampai sekarang dipercaya masyarakat dalam perawatan bayi baru lahir adalah dukun Berdasarkan data yang diambil di Puskesmas Punggur, ternyata masih banyak dukun bayi yang melakukan tindakan perawatan bayi baru lahir tidak sesuai standar, yaitu: masih ada dukun bayi yang melakukan perawatan tali pusat dengan menggunakan ramuan. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan tindakan perawatan bayi baru lahir. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 35 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Analisa data menggunakan analisa univariat, bivariat dan untuk mengetahui hubungan variabel digunakan uji statistik. Metode Penelitian : Jenis metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan . ilai p Value=0,. dengan tindakan responden terhadap perawatan bayi baru lahir. Simpulan : Berdasarkan hasil penelitian perlu ditingkatkan kemitraan antara nakes dan non nakes dalam melakukan evaluasi tentang pengetahuan dan tindakan responden dalam melakukan perawatan bayi baru lahir setiap 3 bulan sekali untuk meningkatkan pengetahuan dan tindakan sesuai standar kesehatan. ABSTRACT Background: The growth and outgrowth phase of baby is a very susceptible to various diseases or infections, for it needs more intensive treatment at baby newborns. The labor that has been trusting by the public in the care of newborn babies is a midwife . shaman who helps in child deliver. Based on data taken at PunggurPuskesmas, there were still many midwifes who did the newborn care action which not appropriate to standard, that is: there is still a midwife who does umbilical cord care using concoction. Resarch Purposes: The purpose of this study is to know the relationship of knowledge with the action of the newborn care. This study is an analytic correlation research using cross sectional approach and the number of samples taken was 35 respondents by using total sampling technique. Data analysis using was univariate analysis, bivariate and to know the relation of variable used statistic test. Research Methods: This research is conducted by using the analytical correlation method with cross sectiona The Results: The results showed a significant relationship between knowledge . value = 0. with respondents' actions toward the newborn baby care. Conclusion: Based on the results of study, there needs to be an enhancement of partnership between nakes and non nakes in evaluating the knowledge and actions of respondents in doing the newborn baby care once every 3 months to improve knowledge and action appropriate to health standards. JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN. VOL. 3 NO. 1 JULI 2018 PENDAHULUAN Rencana strategi nasional di Indonesia, mempunyai program kesehatan bayi baru lahir yang tercakup dalam program kesehatan ibu, dimana menargetkan adanya dampak pada kesehatan untuk bayi baru lahir dengan menurunkan angka kematian neonatal dari 278 di tahun 2015 menjadi 32. 007 pada tahun 2016 dan di tahun 2017 angka kematian bayi 294 kasus (Kemenkes RI, 2. Menurut Mochtar . dalam Sarwono P . Infeksi nasokomial merupakan penyebab infeksi yang sering menyerang neonatus dalam perawatan, penularan, yang dapat ditularkan melalui petugas medis maupun peralatan yang digunakan sehingga sterilisasi dan kebersihan merupakan syarat utama suatu unit perawatan pada umumnya termasuk pada unit perawatan Dalam perawatan bayi baru lahir perlu diperhatikan mengenai perawatan tali pusat. Dengan dipotong dan diikatnya tali pusat maka menyebabkan pemisahan fisik antara bayi dan Selanjutnya tali pusat dirawat dalam keadaan steril atau bersih dan kering (Wiknjosastro, 1. Tenaga yang sejak dahulu sampai sekarang dipercaya masyarakat di desa dalam perawatan bayi adalah dukun bayi. Dukun bayi dalam lingkungannya merupakan tenaga terpercaya dalam perihal yang bersangkutan dengan reproduksi, ia diminta pertimbangannya pada masa kehamilan, mendampingi wanita bersalin sampai persalinan selesai dan mengurus ibu serta bayinya dalam masa nifas. Dukun bayi biasanya seorang wanita umumnya berumur 40 tahun lebih dan buta huruf, ia menjadi dukun bayi karena pekerjaan turun menurun dalam keluarga atau oleh karena ia merasa mendapat panggilan untuk menjalankan pekerjaan itu (Sarwono. Segala upaya telah dilakukan oleh Puskesmas Punggur dari tahun 2010 hingga sekarang, diantaranya: melakukan pertemuan dukun tiga bulan sekali. Melalui pertemuan tersebut petugas puskesmas yaitu bidan melakukan intervensi dengan membahas masalah-masalah kasus resiko tinggi pada ibu hamil, persalinan, perawatan bayi baru lahir dan perawatan ibu nifas. Dengan intervensi tersebut diharapkan dukun tetap menjadi mitra nakes (Bida. dan dukun beralih profesi yang dulunya sebagai penolong persalinan diharapkan saat ini sebagai pendamping ibu meternal . bu hamil, bersalin dan nifa. Selain pendamping ibu maternal, dukun juga diharapkan sebagai motivator keselamatan ibu maternal dan bayi (BBL). Dengan mengenyampingkan peran dukun dimasyarakat, dukun bisa melakukan pekerjaannya yaitu dengan melakukan perawatan ibu pada masa nifas dan juga melakukan perawatan pada BBL dengan baik dan benar. Namun dengan upaya-upaya tersebut ternyata masih ada dukun yang melakukan pertolongan persalinan tanpa ditemani oleh nakes dan melakukan perawatan bayi baru lahir dengan tidak steril, yaitu masih ada dukun yang melakukan perawatan tali pusat dengan menggunakan ramuan- ramuan dan memandikan bayi segera setelah lahir. METODE PENELITIAN Desain penelitian yang digunakan adalah pendekatan cross sectional. Rancangan cross sectional merupakan rancangan penelitian yang pengukuranya atau pengamatannya dilakukan secara simultan pada satu saat atau sekali waktu (Hidayat, 2. Metode analitik korelasi ini digunakan untuk mengukur hubungan . antara pengetahuan dukun tentang perawatan bayi baru lahir dengan tindakan dukun terhadap perawatan bayi baru lahir (Saryono, 2. HASIL PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di wilayah Puskesmas Punggur Kecamatan Sui Kakap Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Februari 2018 sampai Maret 2018. Dalam penelititian ini sampel yang diambil sesuai kriteria yang ada selama penelitian berlangsung adalah 35 responden. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa responden yang berpengetahuan baik, sebagian besar 11 . ,1%) mendukung tindakan perawatan bayi baru lahir dengan benar JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN. VOL. 3 NO. 1 JULI 2018 dibandingkan responden yang mempunyai pengetahuan kurang 10 . ,8%), sedangkan proporsi responden yang berpengetahuan baik sebesar 7 . lebih kecil dibandingkan dengan responden yang berpengetahuan kurang yang tidak mendukung tindakan perawatan bayi dengan benar sebesar 7 . ,2%). Hubungan Pengetahuan Responden Terhadap Tindakan Perawatan Bayi Baru Lahir di Desa Punggur Tindakan Responden Pengetahuan Mendukung Baik Kurang Total Tidak Setelah dilakukan uji statistik Chi-Square diperoleh hasil p Value = 0,001 . < 0,. , bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan responden terhadap tindakan perawatan bayi baru lahir di desa Punggur Kecamatan kakap Kabupaten Kubu Raya. Dari hasil analisis diperoleh juga nilai Odds Ratio (OR)=14,250, artinya responden mempunyai peluang 14,250 kali untuk melakukan tindakan perawatan bayi baru lahir dengan benar. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi-Square didapatkan p = 0,001 . < 0,. bahwa ada hubungan antara pengetahuan responden dengan tindakan responden terhadap perawatan bayi baru lahir. Notoatmodjo pengetahuan merupakan hasil dari tahu yang penginderaan terhadap suatu obyek tertentu. Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang. Menurut peneliti adanya hubungan antara pengetahuan responden dengan tindakan responden dalam melakukan perawatan bayi baru ini relevan karena dengan pengetahuan responden yang baik lebih mengetahui tindakan yang lebih baik dalam melakukan perawatan bayi baru lahir dengan benar. Hal ini juga sesuai dengan penelitian yang pernah dilakukan oleh peneliti lain sebelumnya yang berjudul AyHubungan Antara tingkat 95 % CI Total 14,250 2,619 Ae 77,542 Values 0,001 Pengetahuan Dukun Bayi dengan Tindakan Perawatan bayi baru lahir di Puskesmas Tangen dan Puskesmas Sukodono Kabupaten SragenAy oleh Umaningsih. Tahun 2009 dengan hasil analisis korelasi Rank-Spearman dimana rho hitung sebesar 0,798 dengan P sebesar 0,000, oleh karena rho hitung lebih besar dari rho tabel . ,798 > 0,. atau karena P lebih kecil dari taraf kesalahan . ,000 < 0,. berarti Ha diterima dan Ho ditolak sehingga terdapat hubungan antara pengetahuan dukun bayi dengan tindakan dukun bayi. Hal ini menunjukkan bahwa kurangnya pengetahuan merupakan kendala responden dalam melakukan tindakan sesuai standar kesehatan. SIMPULAN Berdasarkan diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Pengetahuan responden tentang perawatan bayi baru lahir sebagian besar dikategorikan kurang dengan jumlah 22 responden . ,9%) mempunyai pengetahuan baik yang berjumlah 13 responden . ,1 . Tindakan responden tentang perawatan bayi baru lahir sebagian besar dikategorikan tidak mendukung dengan jumlah 22 responden . ,9%) dibandingkan dengan responden yan mempunyai tindakan mendukung yang berjumlah 13 responden . ,1%). JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN. VOL. 3 NO. 1 JULI 2018 Adanya responden dengan tindakan perawatan bayi baru lahir dengan nilai p Value 0. < 0,. DAFTAR PUSTAKA