Pengaruh Pengendalian Internal. Pemanfaatan Teknologi Informasi Dan Pengalaman Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Siti Asyraini Universitas Amir Hamzah panggabean@yahoo. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengendalian internal, pemanfaatan teknologi informasi dan pengalaman kerja terhadap kinerja pegawai pada kantor Camat Bilah Hilir secara parsial dan simultan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai kantor Camat Bilah Hilir yang berjumlah 30 orang, dimana pengambilan sampel dengan menggungkan sampel jenuh yaitu pengambilan sampel dengan menggunakan seluruh populasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket . dan Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah asumsi klasik, regresi berganda, uji hipotesis dan koefisien determinasi. Hasil penelitian ini adalah bahwa pengendalian internal secara signifikan berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada kantor Camat Bilah Hilir, bahwa pemanfaatan teknologi informasi secara signifikan berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada kantor Camat Bilah Hilir, sedangkan pengalaman berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada kantor Camat Bilah Hilir. Penulis menyarankan kepada pimpinan kanor camat Bilah Hilir agar ketiga variabel yang diteliti menjadi masukan di dalam melakukan penilaian kinerja Kata Kunci: Pengendalian Internal. Pemanfaatan Teknologi Informasi. Pengalaman Kerja. Kinerja Pegawai PENDAHULUAN Undang-undang Nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara pada pasal 58 ayat . menyebutkan bahwa dalam rangka meningkatkan kinerja, transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. Presiden selaku Kepala Pemerintah mengatur dan menyelenggarakan Sistem Pengendalian Internal di lingkungan pemerintah secara menyeluruh. Sistem Pengendalian Internal ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. Selanjutnya pada Peraturan Pemerintah nomor 8 tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah pada pasal 33 ayat . dijelaskan bahwa untuk meningkatkan keandalan laporan keuangan dan kinerja sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah tersebut, setiap entitas pelapor dan entitas akuntansi wajib menyelenggarakan Sistem Pengendalian Internal sesuai ketentuan peraturan dan perundang-undangan yang terkait. Menurut Mattoasi et al. , . Instansi Pemerintah masih menganggap bahwa pengelolaan aset secara fisik hanyalah sekedar instrumen pengelolaan daftar aset. Realitanya di lapangan menunjukkan banyak kasus yang sebenarnya dimulai dari salah kelola dan salah urus masalah aset, sehingga berdampak kerugian yang tidak sedikit dan di pemerintahan sendiri sangat berpengaruh terhadap opini laporan keuangan yang menjadi salah satu bentuk penilaian atas akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Menurut Suryarini, . teknologi informasi merupakan sarana dalam meningkatkan kualitas kerja pegawai. Dalam hal ini teknologi komputer berpotensi dalam menunjang kualitas kerja, karenanya banyak pengambil keputusan menginvestasikan dana untuk teknologi informasi Selain itu, penggunaan teknologi informasi di kantor ini juga masih dikatakan kurang, karena ada beberapa pegawai masih memiliki pengetahuan yang minim tentang pengoperasian perangkat Jurnal Insitusi Politeknik Ganesha Medan Juripol. Volume 8 Nomor 1 Februari 2025 lunak di komputer. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas kerja pegawai mempengaruhi keberhasilan instansi dalam mencapai tujuannya. Menurut Sabirin & Ilham, . pengalaman seorang pegawai dalam suatu organisasi juga menjadi hal yang sangat penting, mengingat pengalaman yang dimiliki seorang pegawai akan memberikan beberapa informasi ataupun hal-hal yang sudah pernah dilakukan oleh pegawai Bilamana salah seorang pegawai sudah menguasai secara tekhnis penyelenggaraan kegiatan tentunya akan memberikan kontribusi yang positif/informasi dan memiliki kemampuan untuk berbagi pengalaman kepada pegawai lainnya yang masih baru maupun pegawai Kantor Camat Bilah Hilir sebenarnya sudah cukup baik, hanya saja tempat kerja yang dulu dengan yang sekarang sangat berbeda sekali, baik dari segi lokasi maupun dari segi lingkungan kerja, sehingga sangat mempengaruhi tugas-tugas yang telah diberikan kepada pegawai untuk diselesaikan. Menurut Sabirin & Ilham, . Pada dasarnya bahwa kinerja secara umum dapat dipahami sebagai besarnya kontribusi yang diberikan pegawai terhadap kemajuan dan perkembangan di lembaga tempat dia bekerja. Dengan demikian diperlukan kinerja yang lebih intensif dan optimal dari bagian organisasi demi optimalisasi bidang tugas yang di embannya. Kinerja aparat dalam suatu organisasi sangat penting, oleh karena dengan adanya kinerja maka tingkat pencapaian hasil akan terlihat sehingga akan dapat diketahui seberapa jauh pula tugas yang telah dipikul melalui tugas dan wewenang yang diberikan dapat dilaksanakan secara nyata dan maksimal. Kinerja pegawai yang telah dilaksanakan dengan tingkat pencapaian tertentu tersebut seharusnya sesuai dengan misi yang telah ditetapkan sebagai landasan untuk melakukan tugas yang diemban. Dengan demikian kinerja . merupakan tingkat pencapaian hasil atau the degrees of accomplishment. Rendahnya kinerja para pegawai juga disebabkan karena lingkungan kerja yang kurang Kantor Camat Bilah Hilir, nyatanya pencapaian kinerja pegawainya lambat ini disebabkan beberapa faktor, yakni karena tingkat pendidikan pegawai masih rendah, sehingga saat melayani masyarakat pegawai selalu bertele-tele, ketidak pastian waktu dan biaya ketidakjelasan informasi, dan sebagainya. Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka penulis. Tujuan penelitian ada pun tujuan yang ingin dicapai yaitu: 1. Untuk menganalisis pengaruh pengendalian internal terhadap kinerja pegawai pada Kantor Camat Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu. Untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan teknologi informasi terhadap kinerja pegawai pada Kantor Camat Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu. Untuk menganalisis pengaruh pengalaman kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor Camat Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu. Untuk menganalisis pengaruh pengendalian internal, pemanfaatan teknologi informasi dan pengalaman kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor Camat Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu. II. STUDI LITERATUR Pengendalian Internal Menurut (Mulyadi, 2. sistem pengendalian internal meliputi struktur organisasi, metode dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga aset organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen. Pengertian sistem pengendalian internal menurut. Menurut (Romney, et. adalah proses yang dijalankan untuk menyediakan jaminan yang memadai bahwa tujuantujuan pengendalian telah dicapai. Sistem pengendalian internal sebagai suatu proses yang dijalankan oleh dewan komisaris, manajemen dan entitas lain yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian dalam keandalan pelaporan keuangan, efektivitas dan efisiensi operasi dan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku. Sedangkan menurut (Alvin,et. al, 2. , pengendalian internal merupakan rangkaian tindakan yang mencakup Jurnal Insitusi Politeknik Ganesha Medan Juripol. Volume 8 Nomor 1 Februari 2025 keseluruhan proses dalam organisasi. Pengendalian internal berada dalam proses manajemen dasar, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan. Adapun tujuan pengendalian internal menurut (Hery, 2. , maka dapat disimpulkan bahwa tujuan dari pengendalian internal tidak lain adalah untuk memberikan jaminan yang memadai bahwa: Aset yang dimiliki oleh instansi telah diamankan sebagaimana mestinya dan hanya digunakan untuk kepentingan perusahaan semata, bukan untuk kepentingan individu . oknum karyawan tertentu. Dengan demikian, pengendalian internal diterapkan agar supaya seluruh aset perusahaan dapat terlindungi dengan baik dari tindakan penyelewengan, pencurian, dan penyalahgunaan yang tidak sesuai dengan wewenang nya dan kepentingan Informasi akuntansi perusahaan tersedia secara akurat dan dapat diandalkan. Ini dilakukan dengan cara memperkecil resiko baik atas salah saji laporan keuangan yang disengaja . maupun yang tidak disengaja . Karyawan telah mentaati hukum dan Peraturan pemerintah No. 60 tahun 2008, bahwa unsur sistem pengendalian intern dalam peraturan pemerintah ini mengacu pada unsur sistem pengendalian intern yang telah dipraktikan pemerintah di berbagai negara, yang meliputi: Lingkungan Pengendalian. Penilaiyan risiko. Kegiatan pengendalian. Informasi dan komunikasi. Pemantauan Pemanfaatan Teknologi Informasi Menurut (Rintho, 2. pengertian teknologi informasi adalah suatu teknologi yang berhuungan dengan pengelolaan data menjadi informasi dan proses penyaluran data atau informasi tersebut dalam batas ruang dan waktu. Definisi teknologi informasi menurut (Sutarbi, 2. adalah sebagai berikut: AuTeknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat, dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusanAy. Sedangkan menurut (Romney, et. al, 2. mendefinisikan teknologi informasi merupakan komputer dan perangkat elektronik lainnya yang digunakan untuk menyimpan, mengambil, mentransmisikan dan memanipulasi data. Indikator Teknologi Informasi Teknologi Informasi (TI) menjadi hal penting dalam sebuah perusahaan. Adapun Teknologi Informasi (TI) yang berkualitas harus terdiri dari beberapa komponen yang mendukung. Komponen dari Teknologi Informasi (TI) adalah sebagai berikut. Indikator Teknologi Informasi yang terkomputerisasi menurut (Muslihudin & Oktafianto, 2. yaitu terdiri dari hardware, software, data, prosedur, dan manusia. Adapun penjelasan indikator teknologi informasi adalah sebagai berikut: Au1. Hardware yaitu terdiri dari komponen input, proses, output dan jaringan. Software yaitu terdiri dari komponen operasi, utilitas dan aplikasi. Data mencakup struktur data, keamanan dan integritas data. Prosedur seperti dokumentasi, prosedur sistem, buku petunjuk operasi dan teknis. Manusia yaitu pihak yang terlibat dalam penggunaan sistem informasiAoAo. Pengalaman Kerja Menurut (Manullang, 2. Pengalaman kerja adalah suatu pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang dimiliki pegawai untuk mengemban tanggungjawab dari pekerjaan Menurut (Hasibuan, 2. Orang yang berpengalaman merupakan calon karyawan yang telah siap pakai. Jika seorang pelamar memiliki cukup banyak pengalaman kerja maka hendaknya dipertimbangkan dalam rekrutmen oleh perusahaan. Menurut Sedarmayanti . Pengalaman kerja adalah keterampilan yang dimiliki oleh seseorang yang diperoleh dari masa Semakin lama masa kerja seseorang maka akan semakin menambah pengetahuan seputar pekerjaan yang dilakukannya Jurnal Insitusi Politeknik Ganesha Medan Juripol. Volume 8 Nomor 1 Februari 2025 Indikator yang mempengaruhi pengalaman kerja Ada beberapa hal untuk menentukan dan mengetahui pegawai berpengalaman atau tidak dan sekaligus sebagai indikator pengalaman kerja adalah sebagai berikut: . Lama waktu atau jam kerja Ukuran tentang lamannya waktu atau jam kerja yang telah ditempuh seseorang dapat memahami tugas-tugas suatu pekerjaan dan telah melaksanakaan dengan baik. Tingkat intelektualitas dan keterampilan Intelektualitas merujuk kepada konsep, prinsip, prosedur, kebijakan dan atau informasi lain yang telah dibutukan oleh Selain itu intelektulitas juga meliputi kemampuan untuk bisa memahami dan menerapkan informasi pada tanggung 12 jawab pekerjaan. Sedangkan keterampilan juga merujuk kepada kemampuan fisik yang telah dibutuhkan untuk mencapai atau menjalankan suatu tugas atau pekerjaan. Penguasaan pada pekerjaan dan peralatan Tingkatan peguasaan seseorang dalam pelaksanaan kegiatan dan aspek-aspek peralatan dan teknik pekerjaan Kinerja Pegawai Menurut (Mangkunegara, 2. menyatakan bahwa kinerja pegawai adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja pegawai adalah hasil atau keberhasilan seseorang secara keseluruhan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan tingkat kemampuan tertentu dengan pemahaman yang jelas tentang apa yang akan dikerjakan dengan berbagai kemungkinan sebagai standar hasil kerja, target atau sarana yang yang telah ditentukan dalam kesepakatan bersama. Menurut (Handoko, 2. istilah kinerja berasal dari kata job perfomance atau actual perfomance. Pengertian kerja adalah hasil kerja secarar kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh pegawai dalam melakasanakan tugasnyas sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan keapadanya. menurut (Rivai,et. al, 2. kinerja merupakan suatu fungsi dari motivasi dan kemampuan untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan seseorang sepatutnya memiliki derajat kesediaan dan tingkat kemampuan tertentu. Indikator kinerja pegawai untuk mengukur kinerja pegawai maka perlu kita perhatikan Tujuannya agar kita mengetahui dengan tepat apa yang menjadi tolak ukur kinerja pegawai tersebut. Pengukuran dari kinerja pegawai adalah suatu ukuran dari kinerja pegawai yaitu berupa kualitas, sifat, dan kemandirian pegawai tersebut. Menurut (Kasmir, 2. indikator kinerja pegawai yaitu : 1. Kualitas yaitu kualitas kerja diukur dari persepsi karyawan terhadap kualitas pekerjaan yang dihasilkan serta kesempurnaan tugas terhadap keterampilan dan kemampuan pegawai. Kuantitas merupakan jumlah yang dihasilkan dinyatakan dalam istilah seperti jumlah unit, jumlah siklus aktifitas yang diselesaikan. Ketepatan waktu merupakan tingkat aktifitas diselesaikan pada awal waktu yang dinyatakan, dilihat dari sudut koordinasi dengan hasil output serta memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktifitas lain. Efektifitas merupakan tingkat penggunaan sumber daya organisasi 5. Kemandirian merupakan tingkat seorang pegawai yang nantinya akan dapat menjalankan fungsi kerjanya dengan penuh i. RESEARCH QUESTIONS Hipotesis Menurut (Sugiyono, 2. hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat Dalam penelitian ini dapat diambil keputusan hipotesis deskriptif dan hipotesis simultan . ji F). Hipotesis deskriptif menurut Sugiyono . merupakan dugaan terhadap nilai suatu variabel dalam satu sampel walaupun di dalamnya bisa terdapat beberapa kategori, maka peneliti mengajukan Hipotesis Deskriptif sebagai berikut: Jurnal Insitusi Politeknik Ganesha Medan Juripol. Volume 8 Nomor 1 Februari 2025 H1 : Terdapat pengaruh Pengendalian Internal terhadap kinerja pegawai kantor Camat Bilah Hilir secara parsial. H2 : Terdapat pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi terhadap kinerja pegawai kantor Camat Bilah Hilir secara parsial. H3 : Terdapat pengaruh Pengalaman kerja terhadap kinerja pegawai kantor Camat Bilah Hilir secara parsial. Terdapat pengaruh Pengendalian Internal. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan pengalaman kerja terhadap kinerja pegawai kantor Camat Bilah Hilir secara simultan IV. METODE Populasi Dan Sampel Populasi Berdasarkan pada judul penelitian maka penulis menentukan populasi. Menurut (Sugiyono, 2. Populasi yaitu semua bahan ataupun objek yang dijadikan sumber dari data penelitiannya. Populasi pada penelitian ini yakni semua pegawai yang terdapat pada Kantor Camat Bilah Hilir Kab. Labuhanbatu sejumlah 30 orang. Sampel Menurut (Sugiyono, 2. Teknik sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Maka dari itu. Penulis memilih sampel menggunakan teknik sampling jenuh karena jumlah populasi yang relatif kecil. Sehingga sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 30 orang. Teknik Pengumpulan Data Menurut (Sugiyono, 2. teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan, kuisioner . , observasi . , dan gabungan. Adapun penjelasan dari masing-masing teknil pengumpulan data, sebagai berikut: 1. Kuisioner (Angke. Kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Observasi Teknik pengumpulan data dengan observasi digunakan bila penelitian berkenaan dengan perilaku manusia, proses kerja, gejalagejala alam dan bila responden yang diamati tidak terlalu besar. Pada penelitian ini penulis menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara kuisioner . , dengan pertimbangan bahwa kuisioner dirasakan akan lebih efisien dilkukan dan penulis mengetahui dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden. Analisis Regresi Linier Berganda. Dalam penelitian ini, analisis regresi linier berganda digunakan untuk membuktikan pengaruh pengendalian internal, pemanfaatan teknologi informasi dan pengalaman kerja terhadap kinerja Camat Bilah Hilir. Model yang diuji dalam penelitian ini bisa dinyatakan dalam persamaan regresi linier berganda dibawah ini: Y = a b1x1 b2x2 b3x3 e Keterangan: Y = variabel terikat yu = bilangan konstanta yu= Koefesien arah garis regresi X1= variabel bebas pengendalian internal X2= variabel bebas pemanfaatan teknologi informasi Jurnal Insitusi Politeknik Ganesha Medan Juripol. Volume 8 Nomor 1 Februari 2025 X3 = variabel bebas pengalaman kerja e = Tingkat kesalahan . DISCUSSION Uji Validitas Data Responden Uji Validitas dilakukan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner, kuesioner dikatan valid jika pertanyaan pada kuesioner tersebut mampu mengungkapkan sesuatu yang akan di ukur oleh kuesioner tersebut. Dari hasil perhitungan didapat nilai korelasi anta skor pertanyaan dengan skor total. Nilai ini kemudian dibandingkan dengan nilai r tabel pada signifikasi 0,05 dan jumlah data adalah 30 kuesioner, maka di dapat r tabel sebesar 0. Jika r hitung > r tabel maka item pertanyaan tersebut dinyatakan valid, sedangkan jika r hitung < r tabel maka item pertanyaan dinyatakan tidak valid, berikut ini hasil perhitungan uji validitas perdimensi data menggunakan SPSS 23. Tabel 1 Uji Validitas Scale Mean if Item Deleted X1. X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. X2. X3. X3. X3. X3. X3. Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : Data Diolah . SPSS, 2023 Menurut hasil perhitungan uji validitas pada kuesioner seluruh variabel bahwa hasil menunjukan bahwa semua pertanyaan yang dibuat oleh peneliti telah valid, karena setiap item yang ada pada kuesioner lebih besar dari pada r tabel Uji Reliabilitas Data Responden Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur tingkat konsisten tanggapan responden terhadap item pertanyaan berdasarkan pemahaman responden terhadap pertanyaan-pertanyaan dalam menggunakan teknik Alpha CronbachAos dengan ketentuan sebagai berikut: Apabila nilai alpa > nilai krisis . dengan df = N-2 dengan taraf signifikasi 5% maka instrumen penelitian tersebut reliabel . Apabila nilai alpa < nilai krisis . dengan df = N-2 dengan taraf signifikasi 5% maka instrument penelitian tersebut tidak reliable Jurnal Insitusi Politeknik Ganesha Medan Juripol. Volume 8 Nomor 1 Februari 2025 Tabel 2 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Cronbach's Alpha Pengendalian Internal Pemanfaatan teknologi informasi Pengalaman kerja Kinerja pegawai Sumber : Data Diolah ,SPSS, 2023 N of Items Keterangan Reabilitas Reabilitas Reabilitas Reabilitas Dari hasil perhitungan uji reliabilitas pada kuesioner variabel pengendalian internal, pemnafaatan teknologi informasi, pengalaman kerja dan kinerja pegawai didapat nilai Alpha CronbachAos yaitu 0,854, 0. 916, 0. 833 dan 0. 788 yang artinya tingkat reliabilitas sangat tinggi dan lebih besar dari r kritis 0,600. Hasil Analisis Uji Asumsi Klasik Pengujian hipotesis pada penelitian ini diguakan model regresi linear berganda. Sebelum model regresi linear berganda ini di gunakan sebagai alat analisa, maka terlebih dahulu akan dilakukan uji asumsi klasik Uji Normalitas Uji normalitas sebaran ini menggunakan teknik one sample Kolmogorov-Smirnov test yang dikatakan normal jika p = 0,05. Hasil uji normalitas sebaran terhadap ketiga variabel akan dijelaskan sebagai berikut: Tabel 3 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Dari hasil pengolahan data pada Tabel 3 diatas diketahui bahwa nilai Asym-sig . -taile. untuk semua variabel lebih besar dari alpha 5%, dengan demikian disimpulkan bahwa semua data dari variabel yang yang diteliti yaitu pengendalian internal, pemnafaatan teknologi informasi, pengalaman kerja dan kinerja pegawai mengikuti pola distribusi normal. Hal ini berarti bahwa asumsi klasik pertama sudah terpenuhi digunakan sebagai alat analisa data . Uji Heteroskedastisitas Pengujian heteroskedastisitas dilakukan dengan menggunakan uji Glejser. Pada uji Glejser, nilai residu absolut diregresi dengan variabel independen. Jika pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara statistik . ebih kecil dari = 5%) terhadap nilai Jurnal Insitusi Politeknik Ganesha Medan Juripol. Volume 8 Nomor 1 Februari 2025 residual yang diperlukan sebagai variabel dependen, maka variabel independen tersebut menunjukkan adanya heterokedastisitas, dan demikian pula sebaliknya. Tabel 4 Hasil Uji Heterokedastisitas Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Beta Std. Error (Constan. Sig. Dependent Variable: absRES Berdasarkan tabel 4 menunjukkan bahwa nilai signifikan di atas 0,05 hasil ini sejalan dengan pengujian heteroskedasitas mengunakan metode uji glejser dan disimpulkan bahwa semua variabel tidak terjadi heteroskedasitas. Uji Multikolinearitas Dalam penelitian ini, untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinearitas dapat dilihat dari nilai tolerance dan lawannya, dan variance inflation factor (VIF). Tolerance mengukur variabelvariabel bebas yang terpilih yang tidak dapat dijelaskan oleh variabel bebas lainnya, jadi nilai tolerance yang rendah sama dengan VIF tinggi (VIF = 1/toleranc. dan menunjukkan adanya kolonieritas yang tinggi. Nilai yang dipakai untuk menandai adanya faktor multikolinearitas adalah nilai tolerance > 0,10 atau sama dengan nilai VIF < 10. Tabel 5 Rekapitulasi Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model 95% Confidence Interval for B Lower Bound Upper Bound (Constan. Correlations Collinearity Statistics Zero-order Partial Part Tolerance VIF Dependent Variable: Y Sumber : Data Diolah ,2023 Melihat hasil pada tabel 5, hasil perhitungan nilai Tolerance tidak ada variabel independen yang memiliki nilai Tolerance kurang dari 0. 10 dengan nilai Tolerance masingmasing variabel independen bernilai di bawah 1. Sementara itu hasil perhitungan nilai Variance Inflation Factor (VIF) juga menunjukkan hal serupa yaitu tidak adanya nilai VIF dari variabel independen yang memiliki nilai VIF lebih dari 10 dengan nilai VIF masing-masing variabel independen di bawah angka 10. Merujuk hasil perhitungan nilai Tolerance dan VIF dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolinieritas antar variabel independen dalam model regresi. Persamaan Regresi Linear Berganda Jurnal Insitusi Politeknik Ganesha Medan Juripol. Volume 8 Nomor 1 Februari 2025 Dari analisis sebelumnya telah terbukti bahwa model persamaan analisis regresi digunakan untuk menguji hipotesis tentang pengaruh secara parsial variabel bebas terhadap variabel terikat program SPSS 23 diperoleh hasil seperti tabel 5 Tabel 5 Hasil Estimasi Regresi Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients (Constan. Standardized Coefficients Std. Error Sig. Beta Dependent Variable: Y Sumber: Lampiran output SPSS Berdasarkan tabel 5 dapat diketahui persamaan regresi yang terbentuk adalah: Y = -1. 257 X1 Ae 0. 217 X2 0. 350 X3 Dari persamaan tersebut dapat dijelaskan bahwa: Konstanta sebesar -1. 041 menyatakan bahwa jika nilai varibel independen dianggap nol pengendalian internal (X. = 0, pemanfatan teknologi informasi (X. =0, pengalaman kerja (X. maka nilai kinerja pegawai sebesar -1. Koefisien pengendalian internal memberikan nilai sebesar 0. 257 yang berarti bahwa jika pengendalian internal semakin meningkat dengan asumsi variabel lain tetap maka kinerja pegawai akan mengalami peningkatan sebesar 0. Koefisien pemnafaatan teknologi informasi memberikan nilai sebesar 0. 217 yang berarti bahwa jika pemanfatan teknologi informasi semakin baik dengan asumsi variabel lain tetap maka kinerja pegawai akan mengalami peningkatan sebesar 0. Koefisien pengalaman kerja memberikan nilai sebesar 0. 350 yang berarti bahwa jika pengalaman kerja semakin meningkat dengan asumsi variabel lain tetap maka kinerja pegawai akan mengalami perbaikan sebesar 0. Uji F ( Pengujian Hipotesis Secara Simulta. Untuk menguji pengaruh variabel bebas secara bersama-sama diuji dengan menggunakan uji F. Hasil perhitungan regresi secara simultan diperoleh sebagai berikut: Tabel 6 Hasil Analisis Regresi Secara Simultan ANOVAb Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Sig. Predictors: (Constan. X2. X3. X1 Dependent Variable: Y Sumber: Data primer yang diolah, 2023 Hasil yang diperoleh dari perbandingan Fhitung dengan F tabel adalah Fhitung > Ftabel . ,800 > 2,. , maka pada tingkat kekeliruan 5% Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti kedua Jurnal Insitusi Politeknik Ganesha Medan Juripol. Volume 8 Nomor 1 Februari 2025 variabel bebas, yaitu pengendalian internal (X. , pemnfaatan teknologi informasi (X. , dan Pengalaman kerja (X. secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain itu peneliti juga melakukan pengujian dengan cara melihat tingkat signifikansi yang dapat dilihat pada tabel. Dari tabel ANOVA diatas diperoleh nilai signifikansi uji F sebesar 0,000, karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka hasil yang diperoleh dengan tingkat signifikansi adalah Ho ditolak dan kesimpulannya terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan dari pengendalian internal (X. , pemnfaatan teknologi informasi (X. , dan Pengalaman kerja (X. terhadap kinerja pegawai pada Kantor Camat Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu Uji t ( Pengujian Hipotesis Secara Parsia. Pengujian secara parsial dilakukan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Statistik uji yang digunakan pada pengujian parsial adalah uji t. Nilai tabel yang digunakan sebagai nilai kritis pada uji parsial . yang diperoleh dari tabel t pada A = 0. 05 dan derajat bebas untuk pengujian dua pihak. Nilai statistik uji t yang digunakan pada pengujian secara parsial dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 7 Hasil Analisis Regresi Secara Parsial Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients (Constan. Standardized Coefficients Std. Error Sig. Beta Dependent Variable: Y Nilai statistik uji t yang terdapat pada tabel 7 selanjutnya akan dibandingkan dengan nilai ttabel untuk menentukan apakah variabel yang sedang diuji berpengaruh signifikan atau tidak. Dengan bantuan software SPSS. 23, seperti terlihat pada tabel 4. 15 diperoleh nilai t-hitung variabel pengendalian internal sebesar 3. 054 Menentukan daerah penerimaan atau penolakan hipotesis dengan membandingkan t-hitung dengan t-tabel dengan ketentuan : Maka hasil yang diperoleh dari perbandingan thitung dengan ttabel adalah t-hitung < t-tabel . 054 > 2,. sehingga pada tingkat kekeliruan 5% Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti pengendalian internal secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Maka hasil yang diperoleh dari perbandingan t-hitung dengan t-tabel adalah t-hitung < ttabel . 405 > 2,. , sehingga pada tingkat kekeliruan 5% Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti pemanfaatan teknologi informasi secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Maka hasil yang diperoleh dari perbandingan t-hitung dengan t-tabel adalah t-hitung < ttabel . 006 > 2,. , sehingga pada tingkat kekeliruan 5% Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti pengalaman kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Koefisien Determinasi Uji Koefisien Determinasi bertujuan untuk mengukur sebesar besar kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Jika nilai R2 kecil berarti kemampuan variabelvariabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen menjadi sangat terbatas. Tabel 8 Hasil Uji Determinasi Variabel Model Summaryb Jurnal Insitusi Politeknik Ganesha Medan Juripol. Volume 8 Nomor 1 Februari 2025 Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. X2. X3. X1 Dependent Variable: Y Koefisien determinasi digunakan untuk melihat seberapa besar variabel pengendalian internal, pemnafaatan teknologi informasi dan pengalaman kerja secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Untuk nilai koefisien determinasi dapat dilihat pada tabel 8 tepatnya dilihat dari nilai R Square yaitu sebesar 0,763 atau 76,3%, artinya pengaruh pengalaman kerja secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja pegawai sebesar 41,3% sedangkan sisanya yaitu 76,3% merupakan pengaruh faktor-faktor lain yang tidak diteliti pada penelitian ini yaitu motivasi dan kompensasi. Pengaruh Variabel Pengendalian Internal Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Camat Bilah Hilir Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, dapat dilihat bahwa hasil uji t menunjukkan bahwa nilai signifikan t adalah 0,004 < = 0. 05, maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak sedangkan H1. Sehingga model hipotesis diterima, dan dapat dikatakan bahwa variabel pengendalian internal berpengaruh secara signifikan terhadap variabel kinerja pegawai (Y). Hasil penelitian ini mendukung penelitian (Maharani & Wardayanti, 2. bahwa lingkungan pengendalian yang baik, akan memberikan kontribusi baik dalam menciptakan suasana kerja sehingga dapat mendorong karyawan untuk meningkatkan kinerjanya. Apabila karyawan telah memahami lingkungan pengendalian yang ada di lingkungan kerjanya dapat dipastikan kinerja yang dilakukan karyawan dapat mencapai tujuan perusahaan. yang berarti bahwa lingkungan pengendalian yang baik dapat mendorong peningkatan kinerja karyawan. Hal ini dikarenakan lingkungan pengendalian dalam suatu organisasi mempengaruhi efektivitas pengendalian internal secara menyeluruh karena komponen ini berpengaruh pada kesadaran masing-masing karyawan dalam organisasi terhadap tindakan, kebijakan, dan prosedur yang telah dibuat yang akan membuat kinerja karyawan Pengaruh Variabel Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Camat Bilah Hilir Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, dapat dilihat bahwa hasil uji t menunjukkan bahwa nilai signifikan t adalah 0. 021 < = 0. 05, maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak sedangkan H1. Sehingga model hipotesis diterima, dan dapat dikatakan bahwa variabel pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh secara signifikan terhadap variabel kinerja pegawai (Y). Hasil penelitian ini mendukung penelitian (Pramanda,et. al, 2. , penggunaan teknologi informasi, maka akan mempengaruhi kinerja pegawai yang ada di perusahaan. Dalam hal ini sarana komputer dalam perusahaan sangat mempengaruhi implementasi teknologi informasi pada perusahaan. Dengan lebih fasilitas pendukung yang disediakan bagi pemakai maka semakin memudahkan pemakai dalam mengakses data yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas individu dalam perusahaan. Teknologi informasi diterapkan disebuah perusahaan dengan harapan sumber daya manusia yang merupakan pemakai sistem tersebut dapat menghasilkan output yang semakin baik dan kinerja yang akan meningkat. Pengaruh Variabel Pengalaman Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Camat Bilah Hilir Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, dapat dilihat bahwa hasil uji t menunjukkan bahwa nilai Jurnal Insitusi Politeknik Ganesha Medan Juripol. Volume 8 Nomor 1 Februari 2025 signifikan t adalah 0. 000 < = 0. 05, maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak sedangkan H1. Sehingga model hipotesis diterima, dan dapat dikatakan bahwa variabel pengalaman kerja berpengaruh secara signifikan terhadap variabel kinerja pegawai (Y). Mendukung Penelitian yang dilakukan oleh (Zakaria & Prasetyaningtyas, 2. Pengalaman Kerja sangat berpengaruh terhadap kinerja karyawan karena dengan adanya pengalaman kerja yang baik pasti akan menciptakan kinerja yang baik pula. Pegawai yang memiliki pengalaman yang baik akan menjadikan pegawai tersebut lebih ahli dalam mengerjakan pekerjaannya. Begitu pula sebaliknya, pegawai dengan pengalaman kerja yang kurang akan menghambat perusahaan dalam beroperasi dan berkembang CONCLUSIONS Hasil penelitian dan pembahasan tentang pengaruh pengendalian internal, pemanfaatan teknologi informasi dan pengalaman kerja terhadap kinerja pegawai kantor Camat BiIah Hilir, maka penulis menarik kesimpulan sebagai berikut : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin baik pengendalian internal yang ditetapkan dan dilaksanakan maka kinerja pegawai kantor Camat Bilah Hilir semakin dapat Hasil penelitian pemanfaatan teknologi informasi dengan cara menambahkan fasilitas pendukung maka kinerja pegawai kantor Camat Bilah Hilir semakin meningkat dengan adanya Hasil penelitian pengalaman kerja dengan meningkatkan tingkat pengetahuan dan keterampilan maka kinerja pegawai kantor Camat Bilah Hilir semakin meningkat dan akan memberikan tingkat kepuasan Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah variabel berbeda untuk lebih mengetahui faktor apa saja yang dapat mempengaruhi kinerja pemerintah REFERENSI