IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. , 2024, 58-70 Model Regenerasi Ideologi Muslim Melayu Demi Menjaga Eksistensi Melayu Di Riau Edison1. Elbina Mamla Saidah2, 1 Universitas Sains dan Teknologi Indonesia. Pekanbaru-Riau 2STAI Hubbul Wathan. Duri Email: dr. edison@usti. Received: 19/08/2024. Revised:08/12/2024. Accepted: 20/12/2024. Published: 27/12/2024 Abstract The Riau Provincial Government's policy regarding the Preservation of Malay Culture has not yet included a development system to maintain the existence of Malay Muslims. The Malay community still exists in terms of population but is threatened with extinction in terms of understanding and the identity of Malay Muslims. This research aims to design a model for the regeneration of Malay ideology as an effort to maintain the existence of the Malays in Riau. This study employs a literature review method to formulate a model for the regeneration of Malay ideology. The research successfully designed a one-year initial training model for 40 weeks, with the training objectives developed from the four goals of the Preservation of Malay Culture in Riau as outlined in Regional Regulation No. 9 of 2015. Chapter II. Article 3. The study materials were developed from the scope of the preservation of Malay culture in Riau in Chapter i. Article 7, supplemented by the development of materials from the explanation of Gurindam Dua Belas. The learning methods and success measures of the training program were formulated based on the objectives and content of the study materials. Further research is recommended to develop study materials for lifelong regeneration of Malay ideology. Keywords: breeding model, preservation, values, regeneration. Malay. Islam. Abstrak Kebijakan Pemerintah Provinsi Riau yang berkenaan dengan Pelestarian Kebudayaan Melayu belum memuat sistem pembinaan demi menjaga eksistensi Muslim Melayu. Masyarakat Melayu memang masih eksis dalam perkara jumlah manusia namun terancam punah dari aspek pemahaman dan identitas Muslim Melayu. Penelitian ini bertujuan merancang model regenerasi ideologi Melayu sebagai upaya menjaga eksistensi Melayu di Riau. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur rancangan model yang memformulasi model pembinaan regenerasi ideologi Melayu. Penelitian ini berhasil merancang model pembinaan satu tahun pertama untuk 40 pekan dengan tujuan pembinaan dikembangkan dari empat tujuan Pelestarian Kebudayaan Melayu Riau sebagaimana tercantum dalam Peraturan Daerah No. 9 Tahun 2015 Bab II Pasal 3. Bahan kajian dikembangkan dari ruang lingkup pelestarian kebudayaan Melayu Riau dalam Bab i Pasal 7 ditambah dengan pengembangan materi dari syarah Gurindam Dua Belas. Metode pembelajaran dan ukuran keberhasilan program pembinaan dirumuskan berdasarkan tujuan dan isi bahan kajian Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan bahan kajian pembinaan untuk regenerasi ideologi Melayu sepanjang hayat. Kata PENDAHULUAN Hang Tuah telah menggaungkan tuahnya yang berbunyi Tak kan Melayu Hilang di Bumi. Bumi Bertuah Negeri Beradat (Nizar, 2. Deklarasi Melayu nilai-nilai. Melayu. Islam. Mission Statement sepanjang masa. Regenerasi manusia Melayu secara biologis memang Hasil Proyeksi Penduduk Interim 2020-2023 BPS melaporkan bahwa di IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. , 2024, 58-70 Riau saja masih terdapat 2,63 juta dari 6,7 juta rakyat Riau atau 39,02 % masyarakat yang berpuak Melayu (Statistik, 2. nan tersebar di 12 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Riau. Data tersebut belum menyasar manusia Melayu dalam artian yang lebih luas lagi, setidaknya untuk mayoritas masyarakat di Pulau Sumatera, tentu angka nya akan lebih besar lagi. Penyebaran manusia Melayu yang cukup merata ternyata belum diiringi dengan pesatnya perkembangan pemikiran Muslim Melayu di tengah gempuran pemikiran modern yang cenderung bertentangan dengan nilai-nilai Muslim Melayu. Populasi manusia Melayu memang masih ada dan terus berkembang, namun alam berpikirnya sudah mulai menjauh nilai-nilai Melayu notabenenya adalah cara berpikir Islam. Padahal, para tokoh yang mendeklarasikan tajuk Tak kan Melayu Hilang di Bumi tersebut berpijak pada satu keyakinan, bahwa umat Islam tidak akan musnah selagi dunia belum kiamat. Hal ini berdasar hadits nabawi tentang agama Islam yang akan musnah jika umat Islamnya tidak ada lagi di muka bumi. a acEEa Oa eA AEN aI au NI NA AAENO NA AO aE NA a ACa aE aA a acEEA a AEa eO aN aOA a acEEA A a aU aAO Ca eE a aNA AEA AIA AIA AOA AEA AIA AIA AOA AEA AIA a aAO aE aA a aO U aI a a a aIA a aa ANA aAeNA a aAI uaacE CaA s AaIeCa aE a Ns aI eI uaO aIA "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah kelak akan menghembuskan angin yang sangat lembut, selembut sutera dari arah Yaman, ia tidak akan melewatkan seorang pun yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi sekali pun- dari keimanan kecuali Allah akan mewafatkannya. " (HR. Musli. Dengan demikian, umat Melayu pastinya akan tetap hadir dan berkembang di muka bumi jika teguh memegang nilai-nilai Islam dalam semua aspeknya. Sebaliknya umat Melayu bisa saja musnah jika mengabaikan prinsip-prinsip agama Islam yang menghiasi bumi menjadi bertuah dan negeri-negeri yang beradat-tanpa perlu dihantam oleh genosida yang dilakukan oleh bangsabangsa asing. Kajian yang berkenaan dengan kultur Melayu yang sudah dilakukan sebelumnya masih banyak berkisar seputar tema sastra, seni, sejarah dan sosial budaya serta bahasa. Kajian pengembangan sistem pendidikan berbasis nilai-nilai Melayu memang sudah dilantaskan namun jumlahnya masih sedikit. Pembahasan tentang regenerasi seputar orang Melayu khususnya di kalangan milenial sudah dilancarkan oleh Laila Fitriah dkk, namun hanya menyoal regenerasi dalam seni gambus (Fitriah et al. , 2. Sebagaimana halnya ulasan yang digiatkan oleh Rinto Widyarto dan Yulinis yang meninjau akulturasi antara Islam. Melayu dan Arab, namun terbatas pada seni tari Zapin Riau (Widyarto et al. , 2. Semua artikel yang membahas sastra, seni, sejarah dan sosial budaya dan bahasa Melayu tersebut tentunya masih belum menyasar sinergisitas dengan pola pembinaan Islam yang melibatkan kebijakan pemerintah Kajian analisis kebijakan pemerintah daerah Provinsi Riau pengelolaan aset dan pertumbuhan Seperti yang dilakukan oleh Rakha Magistra Sumarno dan Hilda Rossieta IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. , 2024, 58-70 rekomendasi setelah melakukan identifikasi terhadap permasalahan utama pengelolaan aset tetap pada Pemerintah Provinsi Riau (Sumarno & Rossieta, 2. Demikian pula yang dilakukan oleh Adlin, dkk tentang regulasi pemprov Riau terhadap eksistensi BUMD yang ada di Riau yang lebih menyoroti kebijakan pemprov Riau dalam aspek pertumbuhan ekonomi desa (Adlin et , 2. Dengan demikian kajian tentang kebijakan pemprov Riau dalam upaya menjamin eksistensi pertumbuhan generasi Melayu masih belum banyak dilakukan. Studi tentang peran LAM Riau Kabupaten Rohul dalam melestarikan budaya Melayu menghasilkan temuan bahwa LAM Riau Kabupaten Rohul memang telah melakukan pembinaan namun hanya terbatas di kalangan tokoh adat. LAM Riau Kabupaten Rohul lebih banyak melakukan advokasi terhadap sengketa tanah . yang ada di Rokan Hulu (Asriani et al. , 2. Penelitian yang menitikberatkan upaya menggali dan menerapkan nilai-nilai pendidikan dan pembinaan sudah dilakukan oleh Afni Zulkifli, dkk yang menggali nilai-nilai budaya Melayu dalam Tunjuk Ajar Melayu yang digubah Tenas Effendy sebagai upaya mitigasi perubahan iklim. Namun, penelitian tersebut belum merumuskan metode dan teknik evaluasi keberhasilan penanaman nilai (Zulkifli et al. , 2. Penelitian tentang buku ajar memang sudah diselesaikan oleh Ayu Rusmani dan Asnawi namun masih terbatas tentang petunjuk membaca sastra Bahasa Indonesia (Rusmani & Asnawi, 2. Berdasarkan latar belakang dan studi atas beberapa penelitian sebelumnya yang relevan, maka penelitian ini menggagas satu program pembinaan ideologi Muslim Melayu yang berkelanjutan. Adapun outcome penelitian ini adalah menyusun satu model pembinaan yang terstruktur sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan nilai-nilai Melayu di Provinsi Riau. Penelitian ini menetapkan bahwa tujuan pembinaan ideologi Muslim Melayu itu harus spesifik dan bersifat Penelitian ini juga melakukan kegiatan pemilahan dan pengembangan bahan kajian yang didasarkan pada aspek sahih atau valid, tingkat kepentingan, tingkat materi kajian untuk diselenggarakan dalam program pembinaan, serta menarik minat. Penelitian ini memilih metode pembinaan, faktor kecenderungan peserta pembinaan, faktor situasi belajar, ketersediaan peralatan dan media dan alokasi waktu serta faktor Evaluasi program pembinaan dilakukan atas dasar ukuran keberhasilan masingmasing aspek. METODE Penelitian ini menggunakan metode studi literatur rancangan model, objek penelitian ini adalah model regenerasi ideologi Melayu Riau. Metode pengambilan data adalah studi pustaka yang dihimpun melalui penelusuran sumber pustaka yang relevan untuk kemudian dikumpulkan dan diformulasi dalam rancangan model yang menjadi luaran penelitian ini (Darmalaksana. IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. , 2024, 58-70 Semua tahapan penelitian tersebut dilakukan dengan prinsip di mana nilai-nilai Islam menjadi standar ukurannya. Data tersebut kemudian dikompilasi, dianalisis dan disimpulkan sehingga mendapatkan rumusan model regenerasi ideologi Melayu Riau. Model yang dimaksud Tujuan Melayu. Bahan kajian program Melayu. Metode program pembinaan, dan Evaluasi keberhasilan program pembinaan regenerasi ideologi Melayu Riau. Flowchart penelitian ditunjukkan oleh Gambar 1 berikut : Penelusuran sumber pustaka Pengumpulan data Formulasi rancangan model Penyajian model : Model Regenerasi ideologi Melayu Riau Gambar 1. Alur Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN . Peraturan Daerah Pelestarian Kebudayaan Melayu Riau Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pelestarian Kebudayaan Melayu Riau bersama-sama antara Gubernur Riau dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau perlu dipertajam lagi dengan adanya rancangan kebijakan Regenerasi Ideologi Melayu Riau. Dalam Bab II Asas dan Tujuan Pasal 3 peraturan tersebut, tujuan yang ingin dicapai masih terbatas pada bagaimana meneguhkan jati diri, membangun karakter, memperkuat persatuan dan kesatuan, serta meningkatkan harkat Melayu (Peraturan Daerah Provinsi Riau Tentang Pelestarian Kebudayaan Melayu Riau, 2. Empat tujuan tersebut memang kemudian didukung oleh empat aktivitas kebudayaan yang menjadi prinsip kegiatan pelestarian yaitu pengembangan, dan pemanfaatan. Aktivitas tersebut membuka peluang adanya pengembangan pembinaan nilai-nilai Melayu yang tidak hanya menyentuh aspek kebudayaan. Aspek pewarisan sebagai salah satu prinsip kegiatan pelestarian budaya Melayu yang sudah dicanangkan belum secara rinci menanamkan langkah pewarisan nilai dan ideologi Melayu yang terhimpun dalam bahan ajar pembinaan terstruktur sehingga belum menyasar tujuan jangka . Tujuan Pembinaan Ideologi Muslim Melayu Rancangan yang digunakan dalam mengembangkan Model Pembinaan IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. , 2024, 58-70 Ideologi Muslim adalah sebagaimana yang sudah digagas oleh pakar pendidikan yang meliputi empat aspek yaitu penetapan tujuan metode pengorganisasian pembinaan, dan evaluasi kemajuan pembinaan (Ralph W, 2. Tujuan pembinaan yang spesifik dan bersifat operasional untuk pembinaan harus meliputi sasaran pembinaan yakni generasi Muslim Riau tanpa memandang suku. atau kegiatan spesifik berbentuk kata kerja yang diharapkan dilakukan atau keadaan yang harus dipenuhi atau dikerjakan peserta pembinaan yang dilengkapi kata AodenganAo atau kata AotanpaAo. Model pembinaan juga harus menetapkan batas minimal tingkat keberhasilan terendah yang harus dipenuhi dalam mencapai kinerja yang diharapkan. Tujuan pembinaan ideologi Muslim Melayu dengan komponen tersebut dapat dikembangkan dari Bab II Asas dan Tujuan Pasal 3 Perda tentang Pelestarian Kebudayaan Melayu Riau. Dalam Pembinaan Ideologi Muslim Melayu tujuan meneguhkan jati diri dapat dikembangkan kepada tujuan menjadikan generasi Muslim Riau mampu meneguhkan jati diri Muslim Melayu dengan menonjolkan atribut Muslim Melayu, bahasa dan adat Melayu menjadi suatu kelaziman. Tujuan membangun karakter dapat dikembangkan menjadikan generasi Muslim Riau mampu menampilkan adab dan akhlak Muslim Melayu Tujuan memperkuat persatuan dan kesatuan generasi Muslim Riau mampu memperkuat persatuan dan kesatuan setelah membangun relasi berbasis ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah insaniyah dalam lingkup sosial dan politik Islam. Sedangkan, tujuan meningkatkan harkat dan martabat generasi Muslim Riau mampu meningkatkan harkat dan martabat dengan peningkatan ekonomi Islam . Bahan Kajian Pembinaan Ideologi Muslim Melayu Program dimaksud tentunya membutuhkan bahan kajian. Salah satu sumber rujukan yang dapat dijadikan sebagai pembinaan ini adalah Gurindam Dua Belas karangan Raja Ali Haji yang sudah disyarah. Azhar Ibrahim mengkaji bahwa Gurindam Dua Belas mendidik, laksana ringkasan etika moral yang padat dan beritma seolaholah harus dihafal dan senantiasa nasehat-nasehatnya (Ibrahim, 2. Bahan kajian Pembinaan Ideologi Muslim Melayu dapat pula dipilah dan dikembangkan dari ruang Melayu Riau dalam Bab i Pelestarian Budaya Melayu Riau Pasal 7 yang mencakup sejarah. sistem bahasa. sistem sosial. sistem politik. keagamaan (Diinul Isla. sistem pengetahuan. nilai dan adat istiadat. serta kawasan sakral antropologis-ekologis (Peraturan Daerah Provinsi Riau Tentang Pelestarian Kebudayaan Melayu Riau. IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. , 2024, 58-70 Pemilahan dan pengembangan bahan kajian didasarkan pada aspek sahih atau valid, tingkat kepentingan, tersebut layak diselenggarakan dalam program pembinaan, dan bahan kajian yang menarik minat (Mudlofir & Rusydiyah, 2. Maka beberapa bahan kajian yang diusulkan untuk dimasukkan dalam bahan kajian pembinaan ideologi Melayu di antaranya yaitu : sejarah kerajaan Islam di Riau. sejarah pendidikan Islam di Riau. sistem bahasa Melayu. sistem interaksi sosial masyarakat Melayu dan tinjauan Islam. politik Muslim Melayu. ekonomi Islam dalam masyarakat Melayu. Aqidah Islam. Hukum Islam. Adab Islami. Akhlak Islami. Sastra dan Adab Islami. Praktik menyusun pantun, seloka, gurindam. Pada bahan kajian tentang sistem nilai dan adat istiadat, maka Penelitian Edison dan Rini Lestari yang telah berhasil menemukan konsep makanan halal dan thoyyib dalam tradisi masyarakat Melayu Riau sedianya dapat dijadikan rujukan untuk menanamkan konsep Melayu pembahasan adab makan (Edison & Lestari, 2. demikian pula halnya dengan penelitian Nurfauzy Lubis yang menemukan bahwa semangat ajaran Islam terinternalisasi dalam pakaian tradisional Melayu Riau yang tercermin melalui motif, warna, dan nilai-nilai kearifan yang terkandung di dalamnya (Lubis, 2. Selanjutnya bahan kajian juga didukung oleh syarah gurindam dua belas yang meliputi : kajian maAorifah, . yariAoa. , riAoayah . emelihara anggota tubu. , akhlak dzamimah . khlak tercel. , bithanah, karibah, adab ahliyah . dab keluarg. Rancangan bahan ajar pembinaan tersebut sudah peneliti susun di mana kulit buku bahan ajar bagian depan ditampilkan sebagaimana Gambar 2 berikut : Gambar 2. Kulit buku bahan ajar pembinaan ideologi Muslim Melayu . Metode Instruksional Pembinaan Ideologi Muslim Melayu Metode berkenaan dengan durasi program pembinaan. Metode pastinya juga melibatkan subjek pembina, pembelajaran, tempat, serta ranah pembinaan apakah menyasar kognisi, sikap atau keterampilan. Kultur pembinaan yang dibutuhkan untuk dapat melaksanakan program ini adalah konsistensi dan ukhuwah Islamiyah Muslim Melayu. Program Pembinaan Ideologi Muslim Melayu dalam kajian ini yang sepanjang hayat ini pada tahap awal dirancang untuk tahun pertama dengan durasi 40 pekan efektif dari 52 pekan dalam setahun. Hal tersebut dirumuskan IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. , 2024, 58-70 dengan pertimbangan adanya libur puasa, libur lebaran dan libur lainnya. Program selama setiap pekan, waktu pelaksanaan dari BaAoda Maghrib menjelang IsyaAo. Subjek pembina dalam hal ini adalah tokoh Melayu Riau baik dari organ Lembaga Adat Melayu Riau maupun pejabat yang ada di Riau. Daerah percontohan adalah Kota Pekanbaru, di mana tempat pembinaan dipusatkan di masjid-masjid Peserta pembinaan dalam hal ini adalah kepala dinas serta para dosen dan guru. Pembinaan pada wilayah selanjutnya adalah yang diikuti oleh para murid dari kalangan generasi milenial dan dibina oleh para dosen dan guru yang sebelumnya menjadi peserta pembinaan. Metode yang dilancarkan untuk setiap bahan kajian terdiri dari beberapa macam, di antaranya metode FGD (Foccus Group Discussio. , simulasi sikap boleh-tak boleh, praktik dan pembiasaan adab, akhlak dan sikap (Amirudin, 2. Metode field trip juga dibutuhkan untuk menghadirkan suasana sesungguhnya dari peninggalan sejarah peradaban Islam di tanah Melayu Riau. Beberapa penerapan metode pada bidang kajian terkait ditampilkan pada Tabel 1 berikut ini. Tabel 1. Metode Pembinaan pada Bahan Kajian BAHAN KAJIAN Sejarah kerajaan Islam di Riau FGD (Foccus Discusso. Group Sejarah Islam di Riau Bahasa Melayu Riau Konsep makanan halal FGD (Foccus Discusso. Group UKURAN KEBERHASILAN Simulasi Metode simulasi adab Melayu Riau. Praktik memakai kain dagang sebagai tradisi Muslim Melayu. Studi Muslim Melayu di Riau. Konsep MaAorifah Ad Dunia bagi Muslim Melayu. Konsep MaAorifah Akhirat Muslim Melayu. Metode Metode Field Trip Tadabbur Muhasabah Kefanaan Dunia Tadabbur kenikmatan surgawi . Evaluasi Keberhasilan Pembinaan Ideologi Muslim Melayu. Setiap pembinaan akan pemerintah provinsi Riau atau oleh lembaga yang diberi otoritas. Peserta pembinaan harus memenuhi batas minimal pertemuan sebanyak 80 % yaitu 32 pekan. Berkenaan dengan evaluasi untuk masing-masing bahan kajian, maka ada beberapa bentuk evaluasi dan ukuran keberhasilan di mengonstruksi sikap tertuntun dan dengan terampil. Model Pembinaan Ideologi Muslim Melayu untuk Tahun Pertama Berdasarkan bahan kajian, metode dan evaluasi dikemukakan, maka pada bagian ini kurikulum model Pembinaan Ideologi Muslim Melayu demi Menjaga Eksistensi Melayu di Riau untuk sebagaimana Tabel 2 berikut : IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. , 2024, 58-70 Tabel 2. Rumusan Kurikulum Pembinaan Ideologi Muslim Melayu BAHAN KAJIAN Sejarah Islam di Riau. Sejarah pendidikan Islam di Riau. Bahasa Riau. Melayu Sastra Melayu dan adab Islami. Menyusun pantun. Cara Muslim Melayu. Penuntun akhlak Muslim Melayu. Cara Melayu. Muslim Proyek Ekonomi Muslim Melayu. Cara kesenian Muslim Melayu. Model UKURAN KEBERHASILAN Peserta Melayu yang ada di Riau. Peserta merinci satu profil lembaga pendidikan Islam yang ada di Riau. Setiap kosa kata Bahasa Melayu yang jarang Peserta menghafal satu kisah dalam karya sastra Melayu Dalam satu tahun menyusun masingmasing satu pantun agama, seloka dan berisikan nasehat. Dalam satu tahun melakukan tinjauan Peserta mengonstruksi sikap interaksi sosial. Dalam satu tahun melakukan tinjauan Peserta masyarakat Muslim Melayu. Peserta menjabarkan salah seni tari, seni musik. Proyek Melayu. Muslim Cara kesenian Muslim Melayu. Islamisasi Generasi Muslim Melayu dengan Al QurAoan Muslim Melayu. Konsep makanan halal dan thoyyib masyarakat Melayu Riau. Praktik memakai Muslim Melayu. Adat Muslim Riau. Studi peradaban Muslim Melayu di Riau. Cara Muslim Melayu. Konsep MaAorifah Kuasa Illahi melalui Melayu Muslim Melayu. Peserta rancangan konsep Muslim Melayu. Peserta menjabarkan salah seni tari, seni musik. Muslim Melayu. Peserta Islamisasi terhadap satu ilmu yang datang dari luar dunia Melayu. Peserta QurAoan secara rutin. Peserta simulasi adab makan masyarakat melayu Riau Peserta dalam memakai kain pakaian khas Muslim Melayu. Peserta menghadiri acara adat istiadat di Riau dan melakukan liputan Peserta Islam yang ada di Riau. Peserta monumen kawasan sakral antropologiekologis Manusia melakukan IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. , 2024, 58-70 ciptaan-Nya. Konsep MaAorifah Ad Dunia bagi Muslim Melayu. Konsep MaAorifah Akhirat Muslim Melayu. Optimalisasi Pemeliharaan Pemeliharaan Pemeliharaan lidah informasi di sosial Menjauhi Panduan sebagai pengakuan atas kuasa Illahi. Peserta Muhasabah Kefanaan Dunia Objek Peserta merekognisi kenikmatan surgawi yang lebih kekal kenikmatan duniawi. Peserta sembahyang . sebagai tiang agama dan bertekad tidak meninggalkan shalat setelah melakukan praktik qadha shalat . ang Peserta mengonstruksi sikap menerapkan akhlak Ghaddhul Bashar Panduan Ghaddhul Bashar Peserta mengonstruksi sikap pendengaran sesuai dengan panduan. Peserta sosial media. Peserta mengonstruksi sikap mewaspadai akhlak hasad, marah dan Peserta mengonstruksi sikap Muslim Melayu. Panduan mencari orang yang dapat dijadikan rujukan dan sandaran bagi Muslim Melayu. Generasi Muslim Melayu dengan Al QurAoan Muslim Melayu. Konsep makanan halal dan thoyyib masyarakat Melayu Riau. Praktik memakai Muslim Melayu. Adat Muslim Riau. Studi peradaban Muslim Melayu di Riau. Cara Muslim Melayu. Konsep MaAorifah Kuasa Illahi melalui ciptaan-Nya. Konsep MaAorifah Ad Dunia bagi Muslim Melayu. Melayu bagaimana mencari Peserta mengonstruksi sikap bagaimana mencari orang yang dapat yakni mencari guru, mencari pasangan hidup, dan mencari Peserta QurAoan secara rutin. Peserta simulasi adab makan masyarakat melayu Riau Peserta dalam memakai kain pakaian khas Muslim Melayu. Peserta menghadiri acara adat istiadat di Riau dan melakukan liputan Peserta Islam yang ada di Riau. Peserta monumen kawasan sakral antropologiekologis Manusia melakukan sebagai pengakuan atas kuasa Illahi. Peserta Muhasabah IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. , 2024, 58-70 Konsep MaAorifah Akhirat Muslim Melayu. Optimalisasi Pemeliharaan Pemeliharaan Pemeliharaan lidah informasi di sosial Menjauhi Panduan mencari Muslim Melayu. Panduan mencari orang yang dapat Kefanaan Dunia Objek Peserta merekognisi kenikmatan surgawi yang lebih kekal kenikmatan duniawi. Peserta sembahyang . sebagai tiang agama dan bertekad tidak meninggalkan shalat setelah melakukan praktik qadha shalat . ang Peserta mengonstruksi sikap menerapkan akhlak Ghaddhul Bashar Panduan Ghaddhul Bashar Peserta mengonstruksi sikap pendengaran sesuai dengan panduan. Peserta sosial media. Peserta mengonstruksi sikap mewaspadai akhlak hasad, marah dan Peserta mengonstruksi sikap bagaimana mencari Peserta mengonstruksi sikap dijadikan rujukan dan sandaran bagi Muslim Melayu. Menjauhi perkaraperkara Panduan nafsu bagi Muslim Melayu. Menjauhi perilaku Muslim Melayu. Mendidik Muslim Melayu. Mewaspadai langkah-langkah Panduan Abna. Panduan Tarbiyah Abawiyah. Regenerasi Muslim Birrul bagaimana mencari orang yang dapat yakni mencari guru, mencari pasangan hidup, dan mencari Peserta mengonstruksi sikap mewaspadai akhlak melalaikan seperti berlebihan, banyak membuat onar. Peserta mengonstruksi sikap nafsu yakni dengan mengurangi asupan diingini nafsu. Peserta mengonstruksi sikap mewaspadai akhlak perilaku khianat. Peserta mengonstruksi sikap amanah, tanggung jawab dan nilai-nilai Peserta mewaspadai langkah-langkah Peserta mengonstruksi sikap bagaimana berbuat baik kepada anak. Peserta mengonstruksi sikap bagaimana berbuat baik kepada orang Peserta IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. , 2024, 58-70 Melayu. Panduan Tarbiyah Syakilah. Panduan pemimpin kepada Panduan langkah-langkah menjadi pemimpin Peserta berkontribusi demi menjaga eksistensi Muslim Melayu. Peserta tentang bagaimana seorang pemimpin kepada rakyat. Peserta tentang bagaimana rakyat menunaikan Berikut disajikan satu contoh Model Regenerasi Melayu yakni Tema 18 Studi Wisata Peradaban Muslim Melayu Riau. Tujuan kegiatan adalah Praktikan tentang peninggalan peradaban Islam melalui kegiatan Studi Wisata Situs Peninggalan Kerajaan Islam di Nusantara. Bahan kajiannya memuat paparan tentang eksistensi peradaban Islam yang meliputi politik pemerintahan, membangun aspek budaya, ekonomi perdagangan serta menghasilkan karya teknologi yang unggul pada masanya, namun tetap berbasis aspek keilmuan spiritual Islam yang lebih besar bobotnya dari pada unsur fisik atau materi. Meskipun kehidupan duniawi ini merupakan sesuatu yang penting, namun dalam peradaban Islam, kehidupan ukhrawi jauh lebih tinggi nilainya (Edison, 2. Metode yang digunakan dalam kegiatan Studi Wisata Peradaban Muslim Melayu Riau adalah metode field trip atau karya wisata sebagaimana dijelaskan menurut para ahli pendidikan dimaknai sebagai proses kegiatan belajar di mana peserta didik diinstruksikan untuk melakukan perjalanan ke luar dari ruang-ruang pembinaan untuk menelaah atribusi pokok bahasan yang sedang dipelajari dengan gejala dan fenomena di alam sekitar sambil memaknai hikmah dibalik realita empirik tersebut (Hanafi. Adu, dan Zanuddin 2. Ukuran keberhasilan kegiatan Studi Wisata Peradaban Muslim Melayu Riau adalah Peserta mampu memaknai peninggalan peradaban Islam yang ada di Riau dalam salah satu aspek keilmuan dan spiritual Islam. aspek budaya. politik dan perdagangan serta karya teknologi. Gambar 3 berikut menyajikan satu contoh kegiatan Studi Wisata Peradaban Muslim Melayu Riau yang dilakukan peserta pembinaan yakni ke Istana Siak. Gambar 3. Contoh Kegiatan Studi Wisata Peradaban Islam ke Istana Siak KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Penelitian ini berhasil merancang model pembinaan dalam satu tahun pertama untuk 40 pekan dengan tujuan pembinaan dikembangkan Pelestarian Kebudayaan Melayu IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. , 2024, 58-70 Peraturan Daerah No. 9 Tahun 2015 Bab II Pasal 3. Tujuan pokok program model pembinaan Muslim Melayu meliputi meneguhkan jati diri Muslim Melayu, membangun karakter Muslim Melayu, memperkuat persatuan dan kesatuan, serta meningkatkan harkat dan martabat Muslim Melayu. Bahan kajian dikembangkan dari kebudayaan Melayu Riau dalam Bab i Pelestarian Budaya Melayu Riau Bab i Pasal 7 ditambah dengan pengembangan materi dari syarah Gurindam Dua Belas. Beberapa dikembangkan di antaranya Sejarah Islam Sejarah pendidikan Islam di Riau. Sastra Melayu dan adab Islami. Penuntun akhlak interaksi sosial Muslim Melayu. Proyek Ekonomi Muslim Melayu. Proyek konsep rumah Muslim Melayu. Cara pandang kesenian Muslim Melayu. Islamisasi Generasi Muslim Melayu yang berinteraksi dengan Al QurAoan sebagai sumber inspirasi ilmu pengetahuan Muslim Melayu. Konsep makanan halal dan thoyyib dalam tradisi masyarakat Melayu Riau. Praktik memakai kain dagang sebagai tradisi Muslim Melayu. Adat istiadat Muslim Melayu Riau. Studi wisata peradaban Muslim Melayu di Riau. Cara pandang antropologi dan ekologi Muslim Melayu. Dari sumber syarah Gurindam Dua Belas dikembangkan pula bahan kajian di antaranya : Konsep MaAorifah Kuasa Illahi melalui ciptaan-Nya. Konsep MaAorifah Ad Dunia bagi Muslim Melayu. Pemeliharaan mata. Pemeliharaan Pemeliharaan lidah dan verifikasi informasi di sosial media. Menjauhi akhlak dzamimah. Panduan mencari orang yang dapat dijadikan rujukan dan sandaran bagi Muslim Melayu. Menjauhi perkara-perkara Menjauhi Muslim Melayu. Mewaspadai langkah-langkah syaitan dalam menjerumuskan manusia. Panduan Birrul Abna. Regenerasi Muslim Melayu. Panduan Tarbiyah Syakilah. Panduan adab pemimpin kepada rakyat serta Panduan adab rakyat kepada pemimpin. Metode pembelajaran dan ukuran keberhasilan program pembinaan dirumuskan berdasarkan tujuan dan isi bahan kajian tersebut. Beberapa metode yang diterapkan di antaranya FGD (Foccus Group Discusso. , praktik dan pembiasaan adab, akhlak dan sikap serta metode field trip atau studi wisata. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan bahan kajian pembinaan yang lebih luas lagi untuk tahun kedua, tahun ketiga dan tahun-tahun berikutnya yang tetap berorientasi pada program Melayu sepanjang hayat. UCAPAN TERIMA KASIH Pelaksana dan penyusun hasil penelitian ini mengucapkan terima kasih terutama kepada Lembaga Pusat Kajian Islam dan Budaya Melayu Universitas Sains dan Teknologi Indonesia (USTI). Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pihak pengelola Jurnal Iptekin Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau. DAFTAR PUSTAKA