Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 DOI http://dx. org/10. 36722/psn. [SN . Perberdayaan Santri Pondok Pesantren Al-Amaliah Desa CikidangSukabumi dalam Pengembangan Potensi Wirausaha melalui AuCipta Kantin Mini An-NajahAy Iin Suryaningsih1*. Sari Anggraini2. Bahrul Ulum3. Putri Wulandari4 Bahasa dan Kebudayaan Arab. Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya. Universitas Al-Azhar Indonesia Akuntasi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Al-Azhar Indonesia Pendidikan Agama Islam. Fakaultas Psikologi dan Pendidikan. Universitas Al-Azhar Indonesia Kepala Tajeer Inkubator Bisnis. Universitas Al-Azhar Indonesia Jl. Sisingamangaraja. Kebayoran Baru. Jakarta 12110 Email Penulis Korespodensi: iin. suryaningsih@uai. Abstrak Santri Pondok Pesantren (Ponpe. Al-Amaliah. Desa Cikidang Sukabumi, merupakan kelompok mitra Potensi wirausaha yang dimiliki oleh santri Al-Amaliah secara umum patut dikembangkan, terlebih Desa Cikidang termasuk desa dengan status ekonomi berkembang yang perlu pembinaan lebih intens agar tidak kembali kepada status desa ekonomi rendah. Kantin mini AuAn-Najah adalah salah satu strategi yang dibangun sebagai wadah edukasi sekaligus implementasi santri dalam menumbuhkembangkan potensi wirausahanya. Permasalahan yang ditemukan adalah belum terarahnya potensi pengembangan wirausaha santri karena kurangnya edukasi dan pendampingan tentang konsep wirausaha yang terbangun dalam pondok pesantren ini. Begitu pula terkait strategi perolehan permodalan sebagai dasar rintisan usaha yang akan dibangun sebagai solusi tim abdimas dalam upaya membangun kantin mini adalah memberikan pembinaan soft dan hard skill seputar konsep wirausaha yang bisa dibangun di kalangan santri Al-Amaliah. Pembinaan ini terdiri dari beberapa materi, di antaranya: penanaman motivasi, konsep santripreneur, dan edukasi sirkulasi barang dan pembukuan dasar. Aktivitas pendampingan ini menggunakan digital based training. Tahapan kegiatan ini di antaranya adalah persiapan, pelaksanaan program, implementasi dan monitoring dan evaluasi. Luaran dari kegiatan ini adalah perubahan pemahaman santri terhadap konsep wirausaha dan upaya pengembangan potensi wirausaha santri yang dapat diaplikasikan secara optimal dengan terbangunnya kantin mini an-Najah di lingkungan ponpes Al-Amaliah. Kata kunci: Konsep Santripreneur. Santri berdaya. Kantin mini An-Najah Ponpes Al-Amaliah. Cikidang-Sukabumi PENDAHULUAN Pendidikan yang khas di Indonesia terus melakukan revitalisasi institusi menjadi salah satu wahana pengembangan potensi wirausaha muda dari kalangan santri dan para gurunya. Tidak hanya literasi keagamaan saja yang yang didapatkan oleh para santri (Rachmah, 2. , lebih dari itu pengembangan minat bakat santri melalui wirausaha kini marak dilakukan oleh pesantren-pesantren di Indonesia Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang berkembang pesat di Indonesia, tidak hanya aktif dalam meningkatkan peran pentingnya dalam studi keislaman namun juga berangsur merambah dan menyesuaikan era globalisasi dengan ragam bidang ilmu termasuk Pesantren sebagai model Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 Santri sebagaimana bagian masyarakat lainnya, memiliki peluang dan peran penting bagi upaya peningkatan ekonomi bangsa (Rahmat Fahmi, 2. Hal ini dianggap strategis, lantaran potensi unggul yang lahir dari kalangan santri berkaitan dengan bidang enterpreneur sangat besar, yang dibuktikan maraknya pemberdayaan santri melalui pelatihan konsep santripreneur yang digulirkan oleh pemerintah daerah, pemerintah pusat hingga kalangan akademisi dari perguruan tinggi sangatlah tinggi. Bicara tentang Pesantren, kita sepakat bahwa kehidupan di dalamnya mengedepankan kemandirian, kerja keras, disiplin dan kejujuran. Etos kerja dan karakter dasar yang dibangun kuat inilah yang menjadi dasar keberhasilan rintisan pesantren menuju santripreneur (Liza Afriyanti, 2. Hal ini yang menjadi dasar dalam mengembangkan minat dan bakat dalam membuat produk bisnis yang tentunya dapat menemukan target market yang tepat. (Abdul MunAoim, 2. Program Santripreneur yang digulirkan Kementrian Perindustrian telah membina sebanyak 84 pondok pesantren di berbagai wilayah Indonesia, dengan melibatkan 10. 149 santri. Jumlah santri di Indonesia yang cukup besar, yaitu tercatat hingga 4,3 juta santri, merupakan aset potensial yang dapat mewujudkan kemandirian bangsa khususnya dalam membangun wirausaha. Dijelaskan bahwa para santri telah dikenal dengan kemandirian dan ketekunannya yang selalu ditanamkan semasa menempuh pendidikan di pondok pesantren (Muhammad Hasyim Ibnu Abbas, 2. AuKemandirian bangsa ini dimulai dengan kemandirian ekonomi, dimulai dari lingkungan terkecil termasuk pada pesantrenAy Di antara pemberdayaan santri menuju arah santripreneur sebagaimana yang marak dilakukan di beberapa pondok pesantren adalah seperti pendampingan wirausaha santri yang dilakukan di Pesantren Uswatun Hasanah (Mahmud, 2. Dari pelatihan ini, tim abdimas fokus pada peningkatan pengetahuan dan pemahaman bagi siswa-siswi pondok pesantren Uswatun Hasanah Semarang tentang kewirausahaan, membantu siswa-siswi pondok pesantren Uswatun Hasanah agar mampu membuka mindset untuk menjadi wirausaha dan dapat membantu menggali ide untuk Metode pelaksanaan kegiatan ini menggunakan pendekatan edukasi, sosialisasi Demikian halnya pendampingan wirausaha yang dilakukan oleh tim abdimas STIE Ekuitas terhadap pesantren Miftahul Jannah yang dimulai dengan metode mengenalkan literasi berpikir kreatif agar santri dapat beranjak mengenal program santripreneur. (Liza Afriyanti, 2. Dari beberapa pola pendekatan dan metode pendampingan berbasis peningkatan pemahaman terhadap santripreneur di pondok pesantren di atas, civitas Universitas Al-Azhar Indonesia adalah salah satu kontributor dalam upaya meningkatkan peluang wirausaha di kalangan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang menjadi perhatian tim ini dilaksanakan melalui pendampingan edukasi dan pelatihan yang akan meningkatkan konsep dan potensi santripreneur santri Al-Amaliah Desa Cikidang Sukabumi. Desa Cikidang-Sukabumi itu sendiri salah satu dari 12 Desa di Kecamatan Cikidang. Kabupaten Sukabumi. Jawa barat dengan luas tidak kurang dari 1300Ha. Memiliki komunitas dan perangkat Desa yang sangat variatif dan semi produktif, mulai dari karang taruna, industri kreatif seni, industri rumah tangga yang berorientasi pada produk pangan olahan dan merupakan rintisan UMKM. Posyandu, termasuk keberadaan Pondok Pesantren Al-Amaliah yang turut membangun tata kelola Desa dari klaim Desa tertinggal menjadi Desa berkembang, baik dalam sektor ekonomi juga pendidikan. Ponpes Al-Amaliah Desa Cikidang ini, memiliki potensi untuk mewujudkan program Santripreneur dan bersama maju dengan arus ekonomi di era globalisasi. Desa Cikidang juga merupakan Desa Binaan Universitas Al-Azhar Indonesia, yang telah dirintis beberapa tahapan sektor ekonominya melalui pembinaan UMKM yang melibatkan ibu-ibu rumah tangga dan sebagian santri agar tidak kembali ke zona kemiskinan dan tertinggal (Ema Komalasari. Namun Ponpes Al-Amaliah sendiri belum memiliki rintisan usaha yang dapat memotivasi santri dalam mewujudkan program santripreneur, padahal aktivitas santri dan potensi sirkulasi jenis usaha di dalamnya memiliki peluang yang sangat Misal saja, kebutuhan sehari-hari santri yang meliputi kebutuhan dasar seperti makanan dan minuman pelengkap, alat sekolah, buku referensi utama kepesantrenan, kelengkapan alat mandi dan lainnya. Sirkulasi barang/kebutuhan jenis ini sangat tinggi dan sangat strategis jika Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 santri mempertimbangkan pengelolaan kantin pesantren yang dibangun oleh dan untuk santri. Berikut beberapa aktivitas santri AlAmaliah di lingkungan pesantren lain, santri sebagai generasi muda dan tuntutan era globalisasi yang semakin pesat, menuntut adanya upaya pengembangan diri yang salah satunya dapat didukung oleh upaya penanaman mental wirausaha yang digagas oleh pesantren untuk para santri. Gagasan ini adalah upaya agar santri memberdayakan jiwa kemandiriannya ke banyak sektor salah satunya sektor ekonomi melalui wirausaha. SKEMA SOLUSI PERMASALAHAN Pondok Pesantren Al-Amaliah Desa Cikidang. Sukabumi Permasalahan Permasalahan wirausaha santri Permasalahan Peningkatan edukasi Pemberian modal dasar untuk kantin mini pesantren program Soft Skill 2. program Hard Skill - motivasi dan manajerial/pengelol edukasi program aan : jenis usaha, keuangan, dan sirkulasi jenis Gambar 1. Ponpes Al-Amaliah. Desa Cikidang Sukabumi . ktivitas dan tata ruang pesantre. Beberapa persoalan yang dihadapi mitra antara lain: Aspek Permodalan. belum memiliki permodalan untuk merintis jenis wirausaha apapun berbasis pesantren, apalagi dalam hal rintisan membangun kantin. Santri terbiasa menjadi konsumen aktif dalam pemenuhan kebutuhan dasarnya di pesantren, padahal aktivitas unit usaha masih dapat dikondisikan pengelolaannya oleh kalangan santri pengurus asrama agar menjadi peluang adanya potensi sirkulasi keuangan dari dan untuk pesantren. Edukasi Kewirausahaan. memahami dengan baik adanya potensi wirausaha dalam diri mereka selama menjadi santri di pesantren ini, hal ini karena minimnya program-program santripreneur dan sejenisnya. Manajemen usaha. pendampingan manajerial usaha yang kelak akan dirintis melalui kantin mini pesantren sebagai pilot project unit usaha kecil yang akan Persoalan yang dihadapi Ponpes AlAmaliah adalah potensi jiwa wirausaha di kalangan santri yang masih minim dan belum berkembang, terlebih lagi dalam situasi pandemi COVID-19 beberapa tahun ini. Di sisi Santripreur yang potensial dan beretika Gambar 2 Skema Solusi Permasalahn Mitra METODE Program pembinaan Mitra menuju Program rintisan Santripreneur ini merupakan program hard skill dan program soft skill dimana target Mitra diberi pelatihan mengenai kewirausahaan dan pembekalan mengenai kewirausahaan. Dalam pendampingan program ini akan melibatkan santri usia SMA/MA dan beberapa perwakilan dari guru pendamping, berjumlah 15 . ima bela. Peserta akan dibekali pengetahuan dasar kewirausahaan dengan menampilkan contoh program santripreneur, pengelolaan usaha dan sirkulasi keuangan. Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 perancangan kantin pesantren dan beberapa edukasi pendukung lainnya. Sesuai dengan metode abdimas yang direncanakan, beberapa jenis pelatihan soft skill akan dilaksanakan secara daring dengan mengacu pada digital based training. Untuk mendukung pelatihan tersebut peserta dan narasumber akan diberikan kuota internet yang menunjang. Monitoring dan Evaluasi Persiapan Waktu Dan Tempat Pelaksanaan Program akan dilaksanakan dalam jangka waktu 2 tahun kegiatan dimulai sejak Februari -November 2022 untuk usulan tahun pertama, dan Februari-November 2023 untuk usulan kegiatan tahun kedua. Waktu tersebut dinilai akan lebih efektif untuk melakukan kegiatan sesuai tahap persiapan sampai laporan akhir yang dikompilasi dari target pencapaian kegiatan setiap tahunnya. eltihan dan soft skill dan hard skil. ji coba tahap 1-. =Rancangan Kantin Pesantren Observasi pra-kegiatan. Daftar peserta, mempersiapkan silabus program pelatihan Gambar 3 Tahapan Pelaksanaan . Persiapan Tahapan persiapan dilakukan satu bulan sebelum kegiatan pelatihan dimulai. Kegiatan ini dalam rangka merumuskan program yang akan dilaksanakan dalam kegiatan, melakukan pendataan dan asesmen awal atau pre-test anggota mitra yang akan mengikuti kegiatan serta identifikasi kebutuhan yang akan diaplikasikan dalam teknologi. Kegiatan ini juga dalam rangka sosialisasi program kepada mitra sehingga diharapkan ada awareness dari mitra dan anggotanya terhadap program ini. Dari kegiatan ini tim diharapkan mendapatkan rumusan program kegiatan, gambaran awal potensi usaha anggota jumlah peserta dari mitra yang akan mengikuti kegiatan serta desain Pada kegiatan ini dilakukan pertemuan secara tatap muka dengan mitra maksimal dua kali pertemuan. Pertemuan tatap muka dilaksanakan sesuai protokol kesehatan. Alat dan Bahan: Sebagai media dan alat bantu pelaksanaan kegiatan ini, tim abdimas menyiapkan seperangkat layar proyektor, laptop dan portable sound system yang digunakan dalam pendampingan luring . erbatas dan berkala sesuai jadua. Sedangkan untuk perangkat pendampingan secara daring, tim menyiapkan akun Zoom meeting/G-meet, paket/kuota internet bagi peserta, tim abdimas dan para narasumber, dan booklet pendukung tiap materi narasumber dan tim abdimas. Bahan lainnya adalah perangkat rancangan kantin mini berupa spanduk, kantin, 1 . buah etalase kaca untuk jenis barang ATK, dan 1 . buah lemari es dua pintu untuk menampung olahan minuman dan bahan Sebagai upaya promosi dan distribusi barang yang akan diperluas, tim abdimas dan peserta merancang stiker untuk ditempelkan di plastik makanan dan minuman produk kantin mini an-Najah. Tahap persiapan : Pada tahap persiapan ini, tim pengusul melaksanakan observasi mendalam kepada mitra melalui penyebaran Gform pre-program dan rapat koordinasi tentang rangkaian rencana kegiatan yang akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Amaliah. Cikidang Sukabumi. Kegiatan rapat koordinasi tahap awal ini dilakukan sebanyak 3 . kali secara daring melalui zoom meeting melibatkan seluruh peserta dari mitra. Langkah Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi enam tahapan yaitu tahapan persiapan, pelaksanaan pelatihan, monitoring dan evaluasi 1, implementasi perancangan kantin pesantren, monitoring dan evaluasi 2 dan yang terakhir pembuatan laporan dan publikasi. Urutan tahapan/langkah pelaksanaan dapat dilihat pada gambar berikut ini : Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 yang berstatus sebagai pengurus didampingi dengan beberapa guru ponpes Al-Amaliah ini. Tahap pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan yang dilakukan setelah rapat koordinasi dengan tim, adalah pelatihan yang diberikan oleh tim pengusul kegiatan abdimas dan para narasumber undangan kepada tim mitra. Pelatihan tersebut mencakup beberapa materi pendukung soft skill, diantaranya adalah : Materi entrepreneurship yang ada dalam kilas sejarah perjalanan Rasulullah SAW dan para cendekia muslim sepanjang sejarah Islam. Sesi ini menghadirkan narasumber Bapak. Bahrul Ulum. Ph. D, beliau adalah dosen dan kaprodi Pendidikan Agama Islam Universitas Al-Azhar Indonesia, sekaligus merupakan anggota tim abdimas pada kegiatan ini. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring via zoom meeting dengan dihadiri oleh ketua pelaksana abdimas dan 15 peserta pelatihan dari mitra. Gambar 4 Rapat koordinasi tim abdimas Gambar 5 Persiapan pengisian Gform Pre-Program dan Rapat koordinasi daring tim abdimas dengan peserta pelatihan Pelaksanaan Pelatihan Pendampingan Proses pelaksanaan kegiatan Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat di Pondok Pesantren Al-Amaliah. Desa Cikidang Sukabumi ini dilakukan sebagaimana tahapan yang telah direncanakan pada pemaparan sebelumnya. Dari 6 . tahapan yang direncanakan sepanjang tahun pertama usulan program ini. Sesuai dengan rancangan kegiatan tim, pelaksanaan pelatihan dan pendampingan dilakukan secara hybrid. menggunakan Aplikasi Zoom/G-meet dan luring . ke lokasi mitra yang akan disesuaikan kondisi dan situasinya masingmasing pihak secara berkala. Materi pelatihan terdiri dari lima topik, satu topik terdiri dari 23 sesi yang jangka waktu pelaksanaannya selama lima bulan atau satu bulan per topik. Pelatihan akan dilakukan terhadap santri SMA Gambar 6 Materi entrepreneurship dari kilasan sejarah Islam . Materi dasar tentang jenis dan domain kewirausahaan yang dilakukan oleh alumni santri dari ponpes lain, yang saat ini berstatus mahasiswa di Universitas Al-Azhar Indonesia. Sesi ini dibuat untuk memperkenalkan dan menumbuhkan jiwa santripreneur di kalangan 2 . narasumber tersebut adalah kak Ayu Dinamika Islamy sebagai CEO King-Pee, dan kak Arneta Rahmi sebagai owner Jak-Coffe. Sesi dilaksanakan secara daring via zoom meeting, dihadiri oleh ketua pelaksana abdimas dan 15 peserta pelatihan dari mitra. Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 yang disajikan secara daring via zoom meeting, dengan narasumber Kepala Tajeer Inkubator Bisnis Universitas Al-Azhar Indonesia. Materi ini sebagai materi entrepreneurship dasar yang wajib diberikan kepada peserta pelatihan untuk menumbuhkan jiwa entrepreneurship dan mengetahui jenis usaha yang ideal dan bisa dipilih oleh peserta untuk menjadi bagian produk kantin mini an-Najah. Gambar 7 Sharing Session AuYang Muda yang berwirausahaAy . Materi penggunaan media sosial secara optimal dalam mendukung upaya peningkatan sirkulasi barang/jasa yang nantinya diperlukan sebagai media promosi produk kantin mini Materi ini dianggap penting, karena peran, fungsi dan kebutuhan masyarakat pengguna media sosial di era ini sangatlah tinggi. Kondisi ini dapat dimanfaatkan oleh kantin mini Auan_NajahAy usungan ponpes al-Amaliah untuk mempromosikan barang dan produk yang ada. Narasumber sesi ini adalah tim Tajeer Inkubator Bisnis Universitas Al-Azhar Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring, di lokasi mitra, ponpes Al-Amaliah. Desa Cikidang. Sukabumi. Gambar 9 Sharing Session Au Membangun dan Meningkatkan Kualitas Jiwa EntrepreneurshipAy HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi dan Monitoring dan Evaluasi . ke-1 Pada tahap implementasi, mitra sudah didampingi untuk merancang pembuatan kantin mini pesantren. Upaya implementasi ini pendampingan yang mendukung, seperti : pendampingan dalam pengelolaan jenis barang dan pengelolaan keuangan. Monev pertama pada akhir kegiatan tahun ke1 . dari usulan 2 . tahun pelaksanaan. Monev ini dilakukan untuk mengetahui tingkat ketercapaian peserta dalam meningkatkan potensi jiwa kewirausahaan mereka, hingga proses rancangan kegiatan pembentukan kantin mini pesantren yang merupakan tujuan penyelesaian permasalahan mitra. Tahap Implementasi dan Monev ke-1 Implementasi dan monev tahap 1 yang dilakukan untuk menguji peserta dalam memahami konsep yang telah disampaikan Tahapan ini juga difungsikan Gambar 8 Peran dan upaya optimalisasi Media Sosial dalam berwirausaha . Materi AuMembangun Meningkatkan Kualitas Jiwa EntrepreneurshipAy Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 pelaksanaan pendampingan soft skill yang disampaikan sebelumnya dengan persiapan tim pengusul untuk observasi lanjutan terkait perancangan kantin mini pesantren. Alat ukur ini menggunakan gform pre-test . rm isian https://forms. gle/5r6n3memUBhRLw5t. , dan post test, (Form isian lengkap dapat diakses https://forms. gle/5r6n3memUBhRLw5t. Gambar 12 Data kemampuan dasar dan fasilitas materi pendukung tentang entrepreneurship peserta setelah kegiatan Gambar 10 Jumlah peserta . re dan post tes. sebanyak 15 orang Gambar 13. Umpan balik kegiatan Melalui data isian Gform pre dan post test yang diperoleh dari peserta pelatihan sebagaimana terlampir di atas, terdapat perubahan signifikan perkembangan potensi dan entrepreneurship/wirausaha. Dari beberapa tahapan pelaksanaan program yang sudah berjalan sebelumnya, berikut ini adalah jenis produk prioritas yang berhasil terlaksana di kantin mini An-Najah selama proses pelatihan berjalan lebih kurang 8 bulan. Gambar 11 Data kemampuan dasar dan fasilitas materi pendukung tentang entrepreneurship peserta sebelum kegiatan Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 Pembuatan banner/spanduk kantin mini AnAeNajah sebagai simbol dan doAoa berdirinya rancangan awal kantin Pangsit Gambar 14 Kantin mini AuAn-NajahAy sebagai media implementasi pengembangan jiwa wirausaha santri Kripik Dalam tahapan implementasi ini, peserta sudah diarahkan untuk pemilihan jenis produk usaha, dan pembelian barang/produk utama sekaligus material pendukungnya. Pemilihan jenis produk tersebut berdasarkan diskusi tingkat kebutuhan tertinggi calon konsumen yang menjadi sasaran mitra, seperti ATK, makanan dan minuman olahan rumah. Berikut diantara gambar jenis-jenis produk yang dipilih oleh tim peserta sebagai prioritas. Pembelian ATK meliputi juga kitab/buku referensi kajian keislaman yang dibutuhkan oleh santri. Sedangkan pemilihan jenis makanan dan minuman adalah produk buatan rumah yang dikelola oleh tim santri yang menjadi peserta pelatihan ini, didampingi oleh beberapa guru. Es lilin Tabel 1 Jenis produk usaha yang menjadi prioritas tim mitra Etalase ATK Es buah ari Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 Permen Rancang an stiker di setiap SIMPULAN DAN SARAN Roti isi SIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Ponpes Al-Amaliah Cikidang. Sukabumi dilaksanakan menggunakan moda digital based training, sesuai rancangan kegiatan. Sebagai simpulan dari program ini, tim abdimas mengacu dari analisis situasi dan permasalahan mitra yang telah disampaikan sebelumnya, dengan melihat hasil dari pelaksanaan yang telah tercapai. dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa motivasi dan pengetahuan dasar peserta seputar kesesuaian materi, metode dan narasumber yang diberikan, praktik hard skill peserta tentang penentuan dan pemilihan jenis barang prioritas sebagai rintisan dan sirkulasi permodalan dapat dipahami oleh peserta walau secara bertahap, dan terbentuknya kantin mini Au An-NajahAy sebagai bukti keseriusan peserta dan tim abdimas dalam mengembangkan potensi santri Al-Amaliah menuju santripreneur. Sosis SARAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini disarankan dapat dilanjutkan di tahun berikutnya. Menimbang dan memperhatikan bahwa potensi kewirausahaan santri Ponpes Al-Amaliah yang sudah terbangun melalui implementasi cipta kantin mini An-Najah adalah salah satu bukti keseriusan peserta dalam mewujudkannya. Dengan begitu perlu adanya pendampingan dan pelatihan lanjutan untuk pengelolaan lebih baik, sehingga terbentuknya santripreneur di ponpes Al-Amaliah ini. Diantara bentuk pengelolaan yang belum tercapai optimal adalah penggunaan media sosial Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 sebagai sarana promosi kantin mini ini, pemasangan stiker pada produk makan dan minuman olahan kantin, pelatihan dan pendampingan sertifikat halal pada produk dan beberapa pelatihan pendukung tentang pembukuan berbasis digital. Ema Komalasari. Pendampingan Pengurusan P-IRT UMKM Pangan. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia, 3. Liza Afriyanti. Pendampingan Pengenalan Literasi Digital Pengembangan Santripreneur Sebagai Penggerak Ekonomi Kreatif di Pondok Pesantren. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1. Mahmud. Literasi Berpikir Kreatif dan Pengenalan Program Santripreneur di Pesantren Miftahul Jannah. Warta LPM, 24. Muhammad Hasyim Ibnu Abbas. SANTRIPRENEUR: Program Peningkatan Kemampuan Berwirausaha Santri Pondok Pesantren melalu Pelatihan Sablon Digital. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2. Rachmah. Pengaruh karakter spiritual dan kemandirian ekonomi santripreneur terhadap produktivitas santri di pesantren Mukmin Mandiri Waru Sidoarjo. Undergraduate thesis. Rahmat Fahmi. Santripreneur: Education On Empowerment Of Students Through Agribusiness Activities. Empowerment : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Luar Sekolah, 11. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Al-Azhar Indonesia yang telah menyediakan dana hibah internal skema desa binaan untuk tahun 2022 ini. Dan kami juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar Ponpes Al-Amaliah. Desa Cikidang Sukabumi yang bersedia menjadi mitra dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh tim abdimas UAI di tahun anggaran 2022 ini. Terhatur apresiasi kepada seluruh narasumber dan tim mahasiswa UAI yang telah menjadi bagian penting dari program abdimas ini. Begitu juga ucapan terima kasih kepada Kepala Desa Cikidang dan segenap jajarannya, dan masyarakat Cikidang yang terlibat selama kegiatan abdimas ini dilakukan. DAFTAR PUSTAKA