http://ejurnal. id/index. php/photon Kajian Aktivitas Antioksidan Dari Kayu Secang (Caesalpinia Sappan L. Kuncoro Hadi. Cindy Setiami. Wanda Azizah. Widya Hidayah. Yuni Fatisa* Jurusan Pendidikan Kimia. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Jl. HR. Soebrantas Km. Pekanbaru 28293. Riau. Indonesia *Correspondence e-mail: yuni. fatisa@uin-suska. Abstract Free radicals can weaken the function of cell membranes and endoplasmic reticulum and destroy cells at the DNA molecular The human body needs antioxidants to stabilize the number of free radicals in the body. Natural antioxidants found in plants include vitamins, phenols, flavonoids, and carotenoids. Sappan wood is a herbal plant that has antioxidant properties. The antioxidant compounds contained in sappan wood are phenolic compounds, resorcinins, brazilein, gallic acid, flavonoids, saponins, terpenoids, and tannins. The method used is a literature study which is reviewed one by one, after which the journals obtained are collected and the information is compiled by summarizing the contents of the journals used as sources. From the processed data, sappan wood has an antioxidant activity which can be seen from the In Vitro test with the IC50 value and the In Vivo test on rats. Sappan wood is used as a cosmetic ingredient in the form of essence and hair tonic. Apart from that, it is also used as an ingredient in the manufacture of drinks and food because sappan wood has high antioxidants. Keywords: Secang wood. Antioxidants. Free Radicals Abstrak Radikal bebas dapat melemahkan fungsi membran sel dan retikulum endoplasma serta menghancurkan sel pada tingkat DNA molekuler. Tubuh manusia membutuhkan antioksidan untuk menstabilkan jumlah radikal bebas dalam tubuh. Antioksidan yang alami terdapat pada tumbuhan diantaranya vitamin, fenol, flavonoid dan karetonoid. Kayu secang termasuk tanaman herbal yang bersifat antioksidan. Senyawa antioksidan yang terkandung pada kayu secang berupa senyawa fenolik,resorsinin, brasilein, asam galat, flavonoid, saponin, terpanoid dan tanin. Metode yang digunakan adalah studi pustaka yang dikaji secara saru persatu, setelah itu jurnal yang diperoleh dikumpulkan dan informasinya disusun dengan cara merangkum isi jurnal yang dijadikan sumber. Dari hasil olahan data, kayu secang memiliki aktivitas antioksidan yang dapat dilihat dari uji In Vitro dengan nilai IC50 dan uji In Vivo pada tikus. Kayu secang digunakan sebagai bahan sediaan kosmetik dapat berupa essence dan hair tonic. Selain itu, juga digunakan sebagai bahan dalam pembuatan minuman dan makanan karena kayu secang memiliki antioksidan yang tinggi. Keywords: Kayu Secang. Antioksidan. Radikal Bebas Pendahuluan Radikal bebas merupakan molekul yang tidak berpasangan di kulit terluarnya, memiliki sifat tidak stabil, reaktif, selalu mencari pasangan elektron lain untuk berikatan sehingga bereaksi dengan zat lain dalam tubuh membentuk radikal bebas yang berbahaya bagi manusia (Gyez et al. , 2017. Isnindar & Luliana, 2022. Labola & Puspita, 2017. Sannudin et al. , 2022. Suena et al. , 2021. Yodha et al. , 2. Radikal bebas akan melebihi kapasitas antioksidan apabila terjadi paparan secara terus-menerus dan menciptakan ketidakseimbangan dalam tubuh yang dikenal sebagai stres oksidatif. Akibatnya, beberapa molekul rusak akibat oksidasi, yang akhirnya menimbulkan efek karsinogenik. Sehingga bisa menurunkan sistem imun tubuh, mempercepat penuaan, dan sumber dari berbagai macam penyakit. Radikal bebas ada secara alami melalui proses metabolisme tubuh sendiri misalnya metabolisme sel, fagositosis, metabolisme asam arakidonat, ovulasi dan pembuahan. Senyawa ini menyerang lipid, protein atau enzim, karbohidrat dan DNA pada sel atau jaringan dan bisa mengakibatkan kerusakan membran, modifikasi protein, kerusakan DNA dan kematian sel (R. Sari & Suhartati, 2. Namun, ini dapat dinetralisir dengan antioksidan (Maharani et al. , 2021. Nurullita & Irawati, 2022. Permadi et al. , 2. Antioksidan memiliki kemampuan mendonorkan satu atau lebih elektron dengan cara memutus reaksi Received: 18 Januari 2023. Accepted: 15 Mei 2023 - Jurnal Photon Vol. 13 No. DOI: https://doi. org/10. 37859/jp. PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License http://ejurnal. id/index. php/photon berantai radikal bebas, sehingga mencegah penyakit akibat reaksi oksidatif dari pembentukan radikal bebas tersebut (AAoyunin et al. , 2019. Azhar & Yuliawati, 2021. Febriyenti et al. , 2018. Prahasti & Hidajati, 2019. Sannudin et al. , 2022. Sulasiyah et al. , 2018. Taufik, 2. Buah-buahan, sayuran, teh, herba atau rempahrempah yang mengandung vitamin C, vitamin E, karotenoid, fenol, tanin, antosianin dan flavonoid merupakan sumber antioksidan alami (Helmalia et al. , 2019. Isnindar & Luliana, 2. Rempah-rempah adalah tanaman aromatik yang dapat ditambahkan ke makanan untuk memberi rasa. Bagian rempah-rempah yang mengandung fitikoimia dari hasil metabolisme tanaman diantaranya batang, akar, daun rimpang umbi, biji, kulit kayu dan bunga (Huda, 2. Indonesia memiliki beragam tanaman rempah obat yang kaya antioksidan, antara lain kayu secang (Caesalpinia sappan L. ) dari famili Caesalpiniaceae. Bagian kayu pada tanaman secang mengandung antioksidan yang tinggi dan mengandung senyawa alkaloid, tannin dan saponin (Permadi et al. , 2. Secang diketahui memiliki banyak manfaat sebagai penyembuhan penyakit (Puvaneswari et al. , 2. masyarakat juga sering menjadikannya sebagai inuman herbal. Selain itu, juga digunakan sebagai pewarna minuman, kayu secang memiliki rasa yang sedikit manis dan tidak berbau. Tumbuhan ini biasanya tumbuh liar dan kadang ditanam sebagai tanaman pagar (Yulandani et al. , 2. Kayu secang memiliki senyawa golongan brazilin yang terkandung di dalamnya, zat tersebut yang memberikan warna merah pada kayu Berkat sifat antioksidannya, brazil secara efektif melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas kimia (Febriyenti et al. , 2018. Hartiadi & Sahamastuti, 2020. Suwan et al. , 2. Dari uraian di atas maka peneliti mengkaji AuAktivitas Antioksidan Dari Kayu Secang (Caesalpinia Sappan L. )Ay yaitu, mereview jurnal penelitian jurnal penelitian yang berkaitan dengan aktivitas farmakologis berdasarkan studi literatur. Metodologi Metode yang digunakan dalam bahan review jurnal ialah studi literatur. Dengan model PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analysi. Pustakan yang dipakai adalah jurnal ilmiah terbitan 10 tahun terakhir dengan pokok pembahasan aktivitas antioksidan pada kayu secang (Caesalpinia Sappan L. Referensi yang dipakai berjumlah 79 jurnal dan 1 buku. Jurnal yang digunakan terdiri dari jurnal nasional dan jurnal internasional yang didalamnya termasuk jurnal utama dan jurnal pendukung yang diterbitkan secara online dengan mesin pencarian berupa situs google scholar, diulas satu persatu kemudian jurnal yang akan digunakan dikumpulkan dan informasi yang didapat dirangkum isinya dan dibandingkan dari setiap jurnal yang dijadikan acuan Hasil dan Pembahasan Secang adalah sejenis rempah-rempah yang banyak digunakan untuk kesehatan. Kayu secang banyak digunakan sebagai pengobatan dan pewarna (S et al. , 2. Kayu secang sering dimanfaatkan untuk obat luka, penawar racun, aktivator sirkulasi darah, desinfektan, antibakteri, antivirus, antiseptik, antiradang, antioksidan, antitumor, dan antikanker. (Azliani & Nurhayati, 2018. Irawan et al. , 2022. Nurlinda et al. , 2021. Olanwanit & Rojanakorn, 2019. Rina, 2013. Sari & Suhartati, 2. Senyawa brazilein pada secang memiliki aktivitas antikanker dengan cara menghambat protein penghambat apoptosis survivin (Helmalia et , 2. Gambar 1. Caesalpinia Sappan L (Ks & Hl, 2. Received: 18 Januari 2023. Accepted: 15 Mei 2023 - Jurnal Photon Vol. 13 No. DOI: https://doi. org/10. 37859/jp. PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License http://ejurnal. id/index. php/photon Gambar 2. Foto dari Caesalpinia secang tanaman dengan wawasan yang menunjukkan buah, bunga, kayu dan inti kayu Nirmal et al, . Uji Fitokimia Kayu Secang Tabel 1. Beberapa studi pengamatan uji fitokimia kayu secang Sumber Ulfa et al. , . Yuliastuti et al. , . Puvaneswari et al. , . Riduana et al. , . Arsiningtyas, . Nguyen et al. , . Ambari et al. , . Prabawa et al. , . Pradana & Wulandari, . Setiawan et al. , . Hwang & Shim, . Muthiah et al. , . Karlina et al. , . Herdiana et al, . Sufiana & Harlia, . Hasil uji fitokimia Kayu Secang Ekstrak metanol kayu secang: steroid, fenolik, terpenoid, dan antrakuinon (Ulfa et al. , 2. Flavonoid, saponin, polifenol, dan minyak atsiri (Yuliastuti et al. , 2. Dalam ekstrak etanol: Alkaloid, terpenoid, tanin, flavonoid. Steroid, dan Dalam ekstrak air: Alkaloid, terpenoid, tannin, dan fenol Dalam ekstrak methanol : Saponin (Puvaneswari et al. , 2. Flavonoid, fenolik, dan terpenoid (Riduana et al. , 2. Alkaloid, tannin, dan saponin (Arsiningtyas, 2. homoisoflavonoid, chalcones, dibenzoxocins, dan brazilins (Nguyen et , 2. Brazilein, terpenoid, triterpenoid, saponin, alkaloid, dan flavonoid (Ambari et al. , 2. Terpenoid, flavonoid, dan fenolik (Prabawa et al. , 2. Tannin, fenolik, plavonoid, dan triterpenoid (Pradana & Wulandari. Flavonoid bebas, alkaloid. Glikosida flavonoid, dan polifenol (Setiawan et al. , 2. Komponen fenolik dengan berbagai tipe struktur, antara lain campesterol, coumarin, xanthone, chalcones, homoisoflavonoids, flavones, dan brazilin (Hwang & Shim, 2. Alkaloid, flavanoid, tanin, steroid, dan saponin (Muthiah et al. , 2. Penapisan fitokimia terhadap simplisia: flavonoid, alkaloid, monoterpen, polifenol, dan seskuiterpen Ekstrak air secang dengan pH 3: flavonoid, monoterpen, dan Ekstrak air secang dengan pH 7: alkaloid, dan tannin (Karlina et al. Tanin, polifenol, alkaloid, flavonoid, kuinon, monoterpen, dan seskuiterpen (Y. Herdiana et al. , 2. Alkaloid, flavanoid, polifenol, dan saponin (Sufiana & Harlia, 2. Kayu secang ini berpotensi menjadi antioksidan alami untuk melawan radikal bebas dengan kadar antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan antioksidan sintetik. Selain itu, antioksidan alami menghasilkan residu yang lebih mudah terurai dibandingkan antioksidan sintetik Mekanisme Antioksidan Dalam Menangkal Radikal Bebas Secang mengandung senyawa fenolik seperti flavonoid, yang memiliki efek antioksidan melawan radikal bebas yang berkontribusi terhadap perkembangan penyakit degeneratif melalui mekanisme yang merusak Received: 18 Januari 2023. Accepted: 15 Mei 2023 - Jurnal Photon Vol. 13 No. DOI: https://doi. org/10. 37859/jp. PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License http://ejurnal. id/index. php/photon sistem kekebalan tubuh, serta oksidasi lipid dan protein (Nomer et al. , 2019. Pradana & Wulandari, 2. Senyawa flavonoid dengan sifat antioksidannya diketahui berperan penting dalam antiangiogenesis (Sampara et al. , 2. Flavonoid dapat langsung menangkap radikal bebas dengan mendonorkan atom Ketika R A adalah radikal bebas dan Fl-O A adalah radikal fenoksil, radikal tersebut dinonaktifkan (Arifin & Ibrahim, 2. Gambar 3. Penangkapan spesies oksigen reaktif (ROS). (RA) adalah flavonoid. Radikal bebas Fl-OA bereaksi dengan radikal lain untuk membentuk kuinon yang stabil (Arifin & Ibrahim, 2. Salah satu senyawa flavonoid dalam kayu secang adalah antosianin. Antosianin merupakan bentuk glikosidik dari senyawa antosianidin dan termasuk golongan metabolisme sekunder flavonoid. Antosianin adalah senyawa yang meningkatkan kesehatan karena sifat antibakteri, anti-inflamasi, antioksidan, antikanker, dan peroksidasi lipidnya. (Nomer et al. , 2019. SaAoati & Khoridah, 2016. Sari et al. , 2. Aktivitas antioksidan antosianin terkait dengan jumlah gugus hidroksil bebas di sekitar cincin piron. Semakin banyak hidroksil, semakin tinggi aktivitas antioksidannya. Semakin mudah suatu senyawa teroksidasi, semakin baik kapasitas antioksidannya, karena molekul tersebut dapat mendonorkan elektron bebas atau hidrogen ke radikal bebas aktif (Amperawati et al. , 2. Selain itu. Senyawa flavonoid yang terkandung dalam kayu secang adalah brazilin, sapanchalcone, dan (Sampara et al. , 2. Brazilin C16H14O5 merupakan senyawa homoisoflavonoid, dengan berat molekul 286,98. Senyawa ini mudah teroksidasi setelah kontak dengan oksigen atmosfer atau oksidan kimia lainnya untuk membentuk brazileins. erat molekul 284,. dengan kehilangan dua atom hidrogen untuk membentuk karbonil (Dapson & Bain, 2. dan memberikan warna merah pada seduhan batang secang (Nurullita & Irawati, 2022. Putri, 2014. Ulfa et al. , 2. Gambar 4. Struktur kimia brazilin . dan brazilein . (Dapson & Bain, 2. Aktivitas Antioksidan Kayu Secang Secara In Vitro Beberapa penelitian juga telah membuktikan aktivitas antioksidan secara in vitro dapat dibuktikan dalam (Tabel . Berdasarkan Table 2 dapat menunjukkan aktivitas antioksidan dari kayu secang yang ditandai adanya nilai IC50. IC50 (Inhibitory Concentratio. adalah satuan interpretasi hasil Uji Aktivitas Antioksidan DPPH. Konsentrasi substrat mengurangi absorbansi zat warna atau DPPH sebesar 50%. Proses penghambatan radikal terjadi ketika DPPH bereaksi dengan senyawa antioksidan yang mengikat ion Besarnya aktivitas antioksidan berbanding terbalik dengan nilai IC50, artinya semakin tinggi aktivitas antioksidan maka semakin rendah nilai IC50 (Budilaksono et al. , 2014. Nurullita & Irawati, 2022. Palimbong et al. , 2020. Permadi et al. , 2022. Putri et al. , 2020. Safitri & Herdyastuti, 2021. Utari et al. Received: 18 Januari 2023. Accepted: 15 Mei 2023 - Jurnal Photon Vol. 13 No. DOI: https://doi. org/10. 37859/jp. PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License http://ejurnal. id/index. php/photon Tabel 2. Aktivitas antioksidan kayu secang tinjauan dari beberapa literatur Sumber Nurullita & Irawati, . Metode DPPH Yodha et al. , . KLT-DPPH Laksmiani et al. , . DPPH Prabawa et al. , . DPPH Mardhiyyaha et al. , . DPPH Neswati & Ismanto, . DPPH Utari et al. , . DPPH Sufiana & Harlia, . DPPH Tahir et al. , . RAL Pradana & Wulandari, . Maserasi Prahasti & Hidajati, . Maserasi Setiawan et al. , . DPPH ABTS FRAP FRAP ABTS DPPH FRAP Suwan et al. , . Febriyenti et al. , . Hasil Pengujian Nilai IC50 ekstrak etanol kayu secang adalah 56. 32 AAg/mL yang tergolong ke dalam antioksidan yang sangat kuat dan ditandai dengan adanya flavonoid yang berwarna jingga (Nurullita & Irawati, 2. Senyawa antioksidan yang berhasil diisolasi yaitu senyawa alpinetindengan nilai IC50 : 20,11 AAM dan senyawa a 3-deoxysappanone B nilai IC50 : 15,28 AAM (Yodha et al. , 2. Aktivitas antioksidan dengan metode DPPH mendapatkan hasil nilai IC50 ekstrak methanol : 1,75 ppm dan Fraksi Etil Asetat: 0,88 ppm (Laksmiani et al. , 2. Ekstrak kayu secang mengandung antioksidan yang tergolong antioksidan kuat dan memiliki nilai IC50 sebesar: 55,018 ppm (Prabawa et al. , 2. Ekstrak antioksidan pada pemanasan air suhu A95 0C /selama 30 menit mendapatkan nilai antioksidan 1601,7 ppm (Mardhiyyaha et al. , 2. Kondisi optimal untuk mendapatkan ekstrak kayu secang dengan pelarut etanol 65 % yaitu pada suhu 30AC selama 40 menit dengan konsentrasi antioksidan sebesar 1,0577 A 0,0019 - 4,2759 A 0,0017 mg/mL (Neswati & Ismanto. Ekstrak kayu secang dengan penambahan air dapat mengandung antioksidan kuat dengan nilai IC50 : 15,690 ppm (Utari et al. , 2. Uji antioksidan dengan menggunakan kontrol positif vitamin C mendapatkan nilai IC50 sebesar 8,86 ppm (Sufiana & Harlia, 2. Aktivitas antioksidan pada kayu secang sebesar 85. (Tahir et al. , 2. Analisis flavonoid pada tanaman secang menggunakan UV-Vis gelombang 435 nm dan antioksidan secang 3,7 mg/g. (Pradana & Wulandari, 2. Nilai aktivitas antioksidan kayu secang sebesar 164,782 ppm (Prahasti & Hidajati, 2. Kayu secang memiliki antioksidan kuat dengan nilai IC50 yaitu DPPH: 101,47 ppm. ABTS: 26,70 ppm dan FRTP: 11,37 ppm (Setiawan et al. , 2. IC50 : 78,7 A 2,4 mM Fe2 /mg IC50 : 64,8 A 4,2 AAM/mg IC50 : 51,2 A 3,2 AAM (Suwan et al. , 2. Semakin tinggi kandungan total fenol, semakin tinggi pula kandungan antioksidannya. Efek antioksidan ekstrak etanol secang sebesar 13,99 mmol Fe(II)/100g (Febriyenti et al. , 2. *Keterangan: DPPH: 1,1-diphenyl-2-picrylhidrazyl FRAP: Ferric Reducing Antioxidant Power ABTS: 2,2-azinobis-3-Ethylbenzothiazoline-6-Sulfonic Acid RAL: Rancangan Acak Lengkap Waktu ekstraksi yang lama dapat mempengaruhi kadar antioksidan tersebut. Semakin lama waktu ekstraksi, semakin tinggi aktivitas antioksidan IC50. Hal ini disebabkan oleh banyaknya antioksidan yang terekstraksi karena ekstrak memiliki waktu kontak yang lebih lama dengan pelarut (Neswati & Ismanto. Berdasarkan uji in vitro, secang dikenal memiliki aktivitas antioksidan yang sangat baik dan berpotensi Received: 18 Januari 2023. Accepted: 15 Mei 2023 - Jurnal Photon Vol. 13 No. DOI: https://doi. org/10. 37859/jp. PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License http://ejurnal. id/index. php/photon menyembuhkan berbagai penyakit termasuk kanker. Berdasarkan hasil uji sitotoksik pada sel kanker payudara 4T1, ekstrak etanol pohon Secang (EEKS) dapat menjadi agen kemopreventif. aktivitas enzimatik GST oleh agen kemopreventif merupakan mekanisme yang mungkin perlu dikembangkan untuk menghambat proliferasi dan metabolisme sel kanker. GST adalah enzim detoksifikasi yang mengkatalisis pengikatan GSH ke berbagai senyawa elektrofilik endogen dan eksogen. (Hanif et al. , 2. Suyatmi, dkk . dalam conference papernya menjelaskan bahwa studi in silico molekul Brazillin untuk kapasitasnya mengaktifkan Adenosine Monophosphate Activated Kinase (AMPK) dan studi in vitro untuk menguji potensi antikanker ekstrak metanol kulit kayu Caesalpinia secang Linns terhadap cell line adenokarsinoma payudara MCF- 7. IC50 ekstrak terhadap pertumbuhan sel MCF-7 sebesar 48 AAg/ml. Analisis flowcytometry menunjukkan bahwa ekstrak MeOH Caesalpinia sappan Linn menginduksi apoptosis sel MCF7. Ekstrak MeOH Caesalpinia secang Linn menunjukkan potensi aktivitas penghambatan terhadap proliferasi MCF-7. Skor docking interaksi antara molekul brazilin dan AMPK menegaskan bahwa brazilin adalah kandidat aktivator AMPK yang potensial dan melalui Studi in vitro menunjukkan potensi ekstrak MeOH dari CS untuk antikanker (Suyatmi et al. , 2. Aktivitas Antioksidan Kayu Secang Secara In Vivo Beberapa penelitian juga telah membuktikan aktivitas antioksidan secara in vivo, dapat dibuktikan dalam (Tabel . Tabel 3. Aktivitas antioksidan kayu secang terhadap tikus tinjauan dari beberapa literatur Sumber Khristian et al. , . Harijono et al. , . Pradana et al. , . Perdana et al. , . Yusuf & Wati, . Metode ANOVA dan uji post hoc Duncan software SPSS 26 TED DPPH dengan spektrofotometer UVVisibel Maserasi dengan pelarut etanol 70% Eksperimental Hasil Pengujian Terjadi peningkatan sel Kupffer yang signifikan pada kelompok Tikus betina (Khristian et al. , 2. Pemberian wedang uwuh pada tikus memiliki efek yang signifikan dalam menurunkan kadar glukosa dan juga efektif dalam mengontrol kenaikan berat badan pada tikus (Harijono et al. , 2. Aktivitas antioksidan kulit batang secang . ,18 pp. , berpotensi menurunkan kadar glukosa darah (Pradana et al. , 2. Pemberian ekstrak etanol kayu secang tidak menunjukkan efek toksik pada jantung dan paruparu (Perdana et al. , 2. Infus kayu secang 10% b/v, 15% b/v, dan 20% b/v dapat menurunkan kadar gula darah pada mencit jantan (Mus musculu. (Yusuf & Wati, 2. *TED: True Experimental Design Berdasarkan tabel 3 dapat diketahui bahwa Aktivitas antioksidan berpotensi menurunkan kadar gula pada tikus (Pradana et al. , 2. Gula darah tinggi menyebabkan nekrosis jaringan hati dan menurunkan sensitivitas insulin. Peningkatan kadar gula merangsang faktor transkripsi mRNA PPARe yaitu C/EBPb. C/EBPd. EBF1 dan KLF5 untuk mengaktifkan PPARe. PPARe adalah ko-transkrip pengkodean basa nitrogen dari adipogenesis DNA. Ketika PPARe aktif, terjadi adipogenesis, yang meningkatkan akumulasi lemak, yang menyebabkan penambahan berat badan. Antioksidan dalam wedang uwuh dapat menghambat faktor transkripsi PPARe. Hal ini dapat menekan adipogenesis. Pada tikus, kenaikan berat badan tetap terjadi, bukan karena penumpukan lemak, tetapi karena peningkatan lean mass. Senyawa fenolik memiliki kemampuan untuk membentuk kompleks dengan beberapa enzim pencernaan pada tempat aktifnya, sehingga mengurangi penyerapan enzim pencernaan dan mengontrol berat badan pada tikus (Harijono et al. , 2. Sel Kupffer termasuk bagian yang penting dari sistem kekebalan tubuh bawaan karena dapat berperan dalam menjaga, memantau, dan membuang partikel yang tidak diinginkan. Meningkatnya jumlah sel Kupffer menandakan bahwa penggunaan ekstrak secang dapat meningkatkan sistem imun tubuh. Meningkatnya jumlah sel Kupffer disebabkan oleh senyawa polifenol yang terdapat pada ekstrak secang (Khristian et al. Received: 18 Januari 2023. Accepted: 15 Mei 2023 - Jurnal Photon Vol. 13 No. DOI: https://doi. org/10. 37859/jp. PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License http://ejurnal. id/index. php/photon Aktivitas Antioksidan Kayu Secang Pada Makanan dan Minuman Beberapa penelitian juga telah membuktikan aktivitas antioksidan pada makanan dan minuman yang dapat dibuktikan dalam (Tabel . Tabel 4. Antioksidan Secang pada makanan dan minuman tinjauan dari beberapa literature Sumber Palimbong et al. , . Metode DPPH S et al. , . DPPH Herdiana et al. , . DPPH Thoyibi et al. , . DPPH Masnar & Pinandoyo, . DPPH Pranata et al. , . DPPH Tolinggi et al. , . DPPH Umami & Afifah, . DPPH Hasil Pengujian Lama waktu perebusan mengurangi penghambatan radikal bebas (Palimbong et al. , 2. Pada uji antioksidan wedang secang dari bulan 0 sampai bulan i terlihat adanya penurunan aktivitas antioksidan (A. S et al. , 2. Aktivitas antioksidan rendah akibat suhu yang tinggi dan lama waktu pemanasan produk (D. Herdiana et al. , 2. Penambahan ekstrak kayu secang sebagai pewarna pada konsentrasi 10% merupakan perlakuan terbaik. Aktivitas antioksidan tertinggi berdasarkan nilai IC50 169,65 mg/ml dan antosianin 0,40 mg/100 g (Thoyibi et al. , 2. 1480,34 ppm diperlukan untuk menghilangkan radikal bebas (Masnar & Pinandoyo, 2. Semakin banyak ekstrak kayu secang yang ditambahkan per 10ml, semakin tinggi kandungan total fenolik dan persentase penghambatan radikal bebas nasi secang (Pranata et al. , 2. Peningkatan antioksidan yang signifikan sejalan dengan peningkatan konsentrasi larutan kayu secang pada sampel kue kuAou (Tolinggi et al. , 2. Penambahan ekstrak kayu secang dan ekstrak daun stevia pada yoghurt dapat meningkatkan aktivitas antioksidan dan organoleptik produk secara signifikan sehingga minuman ini dapat dijadikan salah satu alternatif pilihan bagi diabetes mellitus tipe 2 (Umami & Afifah, 2. DPPH: 1,1-diphenyl-2-picryhydrazyl Aktivitas antioksidan bisa mengalami penurunan yang disebabkan beberapa faktor seperti panas atau suhu pada proses perebusan, cahaya logam peroksida dan oksigen (D. Herdiana et al. , 2014. Palimbong et , 2. Dan berdasarkan table 4 dapat diketahui bahwa kayu digunakan dalam pembuatan minuman seperti sirup secang, yogurt, dan wedang uwuh. Selain itu, juga digunakan sebagai pewarna makanan seperti pada kolang kaling, nasi secang, dan kue kuAou. Hal ini disebabkan karena kayu secang mempunyai aktivitas antioksidan yang tinggi (Thoyibi et al. , 2019. Tolinggi et al. , 2021. Umami & Afifah, 2. Aktivitas Antioksidan Kayu Secang Pada Kosmetik Beberapa penelitian juga telah membuktikan aktivitas antioksidan pada secang berpotensi sebagai bahan sediaan kosmetik dapat dibuktikan dalam (Tabel . Berdasarkan Tabel 5 terlihat bahwa kayu secang memiliki potensi sebagai bahan sediaan kosmetik. Bentuk sediaan kosmetik, sering diformulasikan dengan konsentrat antioksidan, adalah essence. Essence adalah salah satu bentuk sediaan kosmetik untuk perawatan wajah yang kandungan bahan aktifnya lebih tinggi dari pada sabun cuci muka, tetapi lebih rendah dari pada Mampu menghidrasi kulit. Essence dapat digunakan sebagai perawatan wajah fungsional sebagai antioksidan, agen anti penuaan, pencerah dan lainnya (Ameliana et al. , 2. Adanya antioksidan pada kayu secang bisa digunakan sebagai penangkal efek yang buruk akibat radikal bebas yang menjadi penyebab kulit kering, kusam, tidak lembab dan pecah-pecah (Ambari et al. Selain untuk kosmetik wajah dan kulit, kayu secang juga digunakan sebagai tonik rambut karena senyawa antioksidan Brazil yang terkandung dalam kayu secang dapat digunakan sebagai bahan aktif produk tonik rambut. Hair tonic adalah produk perawatan rambut kosmetik yang tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan pertumbuhan rambut. Namun kini, penggunaan hair tonic tidak hanya sekedar merangsang rambut, tetapi juga memiliki fungsi lain seperti revitalisasi rambut, anti ketombe, perlindungan dan perawatan rambut rusak, perawatan rambut berminyak (D. Sari et al. , 2021. Sari & Rahman, 2. Received: 18 Januari 2023. Accepted: 15 Mei 2023 - Jurnal Photon Vol. 13 No. DOI: https://doi. org/10. 37859/jp. PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License http://ejurnal. id/index. php/photon Tabel 5. Antioksidan Kayu Secang pada kosmetik tinjauan dari beberapa literature Sumber Ambari et al. , . Metode Maserasi Ameliana et al. , . Maserasi dengan pelarut Eksperimen Firi et al. , . Sari & Rahman, . HET-CAM Sari et al. , . Masesari Hasil Pengujian Produk lip balm dengan varian beeswax yang berbeda dapat meningkatkan kelembapan bibir, yang dilakukan setiap 12 jam selama 7 hari, kemungkinan melalui pengaruh ekstrak kayu sekan (Ambari et al. , 2. Komposisi sari kayu secang yang optimal memiliki tekstur yang kental, aroma khas ekstrak, warna kuning kecoklatan, homogenitas dan daya sebar 14 cm (Ameliana et al. , 2. Hasil uji pH berkisar antara 6-7 . H kulit norma. dan tidak menyebabkan iritasi, sehingga konsentrat perona pipi aman digunakan pada kulit. (Fitri et al. , 2. Komposisi tonik rambut yang terbuat dari ekstrak etanol kayu secang, fraksi etanol dan fraksi kloroform-metanol tidak menyebabkan iritasi dan aman digunakan (D. Sari & Rahman. Senyawa rambut yang mengandung Eet. Fen, dan Fkm sapanwood menambah aktivitas pertumbuhan bulu kelinci pada parameter panjang dan berat rambut (D. Sari et al. , 2. *Keterangan: HET-CAM: HenAos egg testAechorioallantoic membrane Eet: Ekstrak etanol Fen: Fraksi etanol Fkm: Fraksi klororom- metanol Kesimpulan Kayu secang pada uji fitokimia mengandung senyawa flavonoid, fenolik, brazilin, tannin, homoisoflavonoid, terpenoid, brazilein, triterpenoid, seskuiterpen, alkaloid, saponin, antrakuinon, polifenol, steroid, monoterpen, chalcones, dibenzoxocins, campesterol, xanthone, coumarin. aktivitas antioksidan pada kayu secang dapat menangkap radikal bebas. Mekanisme antioksidan menangkap radikal bebas ialah dengan cara menyumbangkan atom hydrogen ke radikal bebas. Aktivitas antioksidan kayu dapat dilihat dari hasil uji in vitro yang menghasilkan nilai IC50. Selain itu, telah ditunjukkan dalam percobaan langsung pada tikus bahwa antioksidan kayu secang dapat menurunkan gula darah, mengontrol penambahan berat badan, meningkatkan sel Kuffer dan tidak menunjukkan tanda-tanda efek toksik pada jantung dan paru-paru. Kayu secang digunakan sebagai bahan sediaan kosmetik berupa essence dan hair tonic. Kayu secang memiliki aktivitas antioksidan yang tinnggi sehingga banyak digunakan dalam pembuatan makanan dan minuman. Ucapan Terimakasih Penulis mengucapkan terimakasih kepada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Universitas Islam Negeri Sultan syarif kasim RIAU, dan dosen pembimbing yang telah mendukung dan membantu dalam proses pembuatan artikel jurnal. Daftar Pustaka