HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN RENDAHNYA MINAT PENGGUNAAN KB IMPLANT Metha Fahriani1. Fatima Nuraini Sasmita2 STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu1,2 *Email Korespondensi: methafahriani42@gmail. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan dukungan suami dengan rendahnya minat dalam memilih KB Implant di Wilayah Kerja Puskesmas Selawi Kabupaten Lahat. Metode penelitian menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross Populasi dalam penelitian adalah Pasangan Usia Subur yang secara kebetulan bertemu pada saat penelitian di Wilayah Kerja Puskesmas Selawi Kabupaten Lahat dengan jumlah sampel sebanyak 45 responden. Sampel diambil dengan menggunakan metode acidental sampling. asil penelitian didapatkan distribusi frekuensi dari 45 responden sebagian besar responden tidak berminat memilih KB implant sebanyak 33 responden . ,3%), sebagian besar responden berpengetahuan cukup sebanyak 19 responden . ,2%) dan sebagian besar responden tidak mendapat dukungan dari suami sebanyak 27 responden . %). Hasil uji statistik didapatkan ada hubungan pengetahuan . value = 0,. , dukungan suami . value = 0,. dengan minat memilih KB Implant di Wilayah Kerja Puskesmas Selawi Kabupaten Lahat. Diharapkan kepada tenaga kesehatan di Puskesmas Selawi Kabupaten Lahat dapat meningkatkan lagi promosi penggunaan alat kontrasepsi Implant kepada masyarakat dengan memberikan konseling atau penyuluhan-penyuluhan dalam acaraacara tertentu sehingga diharapkan dapat menarik minat masyarakat dalam menggunakan alat kontrasepsi Implant. Kata Kunci: KB Implant. Pengetahuan. Dukungan Suami ABSTRACT The aim of this research is to to knowThe relationship between knowledge and husband's support with low interest of in choosing KB Implant in the Selawi Health Center Work Area. Lahat Regency. The research method uses an analytical method with a cross-sectional The population in the study isFertile Age Couples Who Met by Chance During Research in the Selawi Health Center Working Area. Lahat Regency with a sample size of 45 Samples were taken using the acidental sampling method. The results of the study were obtainedfrequency distribution of 45 respondents, most respondents were not interested in choosing KB implants as many as 33 respondents . 3%), most respondents had sufficient knowledge as many as 19 respondents . 2%) and most respondents did not receive support from their husbands as many as 27 respondents . %). The results of the Jurnal Bidan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 Desember 2024 https://journal-mandiracendikia. com/jbmc statistical test were obtainedthere is a relationshipknowledge . value = 0. , husband's support . value = 0. with interest in choosingKB Implant in the Selawi Health Center Working AreaLahat Regency. It is expected that health workers inSelawi Health Center. Lahat Regency can further increase the promotion of the use of Implant contraceptives to the community by providing counseling or information at certain events so that it is hoped that it can attract public interest in using Implant contraceptives. Keywords: Implant Contraception. Knowledge. Husband's Support PENDAHULUAN Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu cara untuk memperkecil jumlah anak menuju keluarga bahagia dan sejahtera. Dalam mengsukseskan program KB digunakanlah berbagai metode kontrasepsi. Kontrasepsi merupakan salah satu metode untuk mencegah kehamilan, di Indonesia terdapat berbagai macam jenis kontrasepsi, diantaranya adalah kontrasepsi implant. Namun kontrasepsi implant kurang populer dibandingkan dengan kontrasepsi lainnya. disebabkan masih banyak akseptor KB yang kurang berminat dalam menggunakan kontrasepsi ini (Wahyuni, 2. Menurut World Health Organization (WHO) jumlah wanita yang menggunakan KB meningkat tajam selama dua dekade terakhir, dari 900 juta pada tahun 2000 menjadi hampir 1,1 miliar pada tahun 2020. Akibatnya, jumlah wanita yang menggunakan metode kontrasepsi modern meningkat dari 663 juta menjadi 851 juta dan tingkat prevalensi kontrasepsi meningkat dari 47,7 menjadi 49,0 persen. Tambahan 70 juta wanita diproyeksikan akan ditambahkan pada tahun 2030 (WHO, 2. Penggunaan metode kontrasepsi modern telah meningkat minimal 6 tahun terakhir. Afrika dari 23,6% menjadi 27,6%, di Asia telah meningkat dari 60,9% menjadi 61,6%, sedangkan Amerika latin dan Karibia naik sedikit dari 66,7% menjadi 67,0%. Diperkirakan 225 juta perempuan di negara-negara berkembang ingin menunda atau menghentikan kesuburan tapi tidak menggunakan metode kontrasepsi apapun dengan alasan sebagai berikut: terbatas pilihan metode kontrasepsi dan pengalaman efek samping. Kebutuhan yang belum terpenuhi untuk kontrasepsi juga masih terlalu tinggi. Ketidak adilan ini didorong oleh pertumbuhan populasi (Delima et al. , 2. Dari data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia . Pola pemilihan jenis metode kontrasepsi modern pada tahun 2021 menunjukkan bahwa sebagian besar akseptor memilih menggunakan suntik sebanyak 13. 689 orang . 9%). Pil sebanyak 3. ,8%). Implant sebanyak 2. 740 orang . %), dan IUD sebanyak 1. (Kemenkes RI, 2. Banyak perempuan yang mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan jenis Hal ini tidak hanya karena terbatasnya metode yang tersedia tetapi juga oleh ketidaktahuan mereka tentang persyaratan dan keamanan metode kontrasepsi tersebut, berbagai faktor harus dipertimbangkan termasuk status kesehatan. Salah satu bagian dari program KB nasional adalah KB implant. Kontrasepsi untuk kebutuhan KB yang terus berkembang dari tahun ke tahun. Pemasangan implant sederhana dapat diajarkan dan efek sampingnya sedikit (Marliza, 2. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Intami & Marini . yang berjudul hubungan pengetahuan, sikap dan dukungan suami terhadap penggunaan kontrasepsi implant di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Parit. Hasil penelitian didapatkan bahwa pengetahuan memiliki hubungan dengan penggunaan kontrasepsi implan, sikap memiliki hubungan dengan penggunaan kontrasepsi implan, dukungan suami memiliki hubungan dengan penggunaan kontrasepsi implan. Jurnal Bidan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 Desember 2024 https://journal-mandiracendikia. com/jbmc Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Ridhani & Qariati . yang berjudul hubungan pengetahuan dan dukungan suami dengan minat pemakaian alat kontrasepsi implant pada wanita usia subur di Wilayah Kerja Puskesmas Pelambuan. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan pengetahuan dan dukungan suami dengan minat pemakaian alat kontrasepsi Implan pada wanita usia subur. Data yang didapat dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan didapatkan bahwa sebagian besar akseptor KB menggunakan alat kontrasepsi suntik sebesar 702. 266 orang . ,6%), kemudian di susul akseptor KB pil sebesar 274. 493 orang . ,5%), dan diperingkat ketiga adalah akseptor yang menggunakan alat kontrasepsi implant sebanyak 120. 607 orang . ,9%) dan IUD sebesar 30. 921 orang . ,5%) (Dinkes Prov Sumsel, 2. Pengguna alat kontrasepsi di Kabupaten Lahat berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan diketahui sebagian besar akseptor menggunakan alat kontrasepsi suntik sebanyak 35. 298 orang . %), disusul akseptor yang menggunakan alat kontrasepsi pil 593 orang . ,7%) dan di peringkat ketiga adalah akseptor yang menggunakan alat kontrasepsi implant sebanyak 7. 954 orang . ,1%) dan IUD hanya sebesar 902 orang . ,5%) (Dinkes Prov Sumsel, 2. Berdasakan data yang peroleh di Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat dari 33 Puskesmas tentang penggunaan KB Implant pada tahun 2022 terendah pertama di Puskesmas Senabing sebanyak 2 orang dari 1. 478 PUS, kedua Puskesmas Suka Merindu sebanyak 4 orang dari 342 PUS dan Puskesmas Muara Payang sebanyak 4 orang dari 2. 900 PUS, ketiga Puskesmas Sukarami sebanyak 5 orang dari 2. 188 PUS, dan keempat Puskesmas Selawi sebanyak 25 orang dari 2. 317 PUS (Dinkes Kabupaten Lahat, 2. Berdasarkan data yang didapat di Puskesmas Selawi tentang penggunaan KB Implant pada tahun 2021 sebanyak 36 orang dari 2. 735 PUS, tahun 2022 sebanyak 25 orang dari 2. PUS. Dilihat dari data dua tahun terakhir tersebut pengguna KB implant mengalami penurunan (Dinkes Kabupaten Lahat, 2. Berdasarkan survey awal yaitu wawancara dengan 6 orang Pasangan Usia Subur (PUS) pada tanggal 16 Juni 2023, diketahui bahwa sebanyak 2 orang menggunakan KB implant dengan alasan KB implant jangka waktunya lama bisa sampai 5 tahun sehinga tidak perlu harus kontrol ulang ke bidan setiap bulannya. Selain itu KB implant juga tidak mengganggu hubungan seksual. Sedangkan 4 orang menyatakan tidak berminat menggunakan KB implant dengan alasan takut jika implant tertanam cukup dalam sehingga tidak dapat dikeluarkan dan takut jika pemasangan implant harus melukai tangan serta karena kurang nya pengetahuahan pus yang mengatakan bahwa pemasangan impalan membutuhkan biaya yang cukup mahal padahal pemasangan implant saat ini sudah gratis. Rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan rendahnya minat PUS memilih KB Implant di Wilayah Kerja Puskesmas Selawi Kabupaten Lahat?. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya minat PUS memilih KB Implant di Wilayah Kerja Puskesmas Selawi Kabupaten Lahat. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua PUS yang menggunakan KB di Wilayah Kerja Puskesmas Selawi Kabupaten Lahat pada bulan September Tahun 2023 sebanyak 115 PUS. Teknik pengumpulan sampel dnegan accidental sampling berjumlah 45 responden. Teknik pengumpulan data dengan data primer dan data sekunder. Teknik analisis data menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji chi-square (X. Jurnal Bidan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 Desember 2024 https://journal-mandiracendikia. com/jbmc HASIL PENELITIAN Hasil Analisis Univariat Penelitian ini dilakukan pada 45 responden dimana minat PUS memilih KB Implant dikelompokkan menjadi 2 kategori yaitu Tidak . ika memilih KB selain Implan. dan Ya . ika memilih KB Implan. Adapun tabel distribusi frekuensi minat memilih KB implant adalah sebagai berikut: Tabel 1. Distribusi Frekuensi Gambaran Minat Memilih KB Implant di Wilayah Kerja Puskesmas Selawi Kabupaten Lahat Minat Memilih KB Implant Tidak Jumlah Jumlah Persentase (%) Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa dari 45 responden sebagian besar responden tidak berminat memilih KB implant sebanyak 33 responden . ,3%) dan responden yang berminat memilih KB implant sebanyak 12 responden . ,7%). Tabel 2. Distribusi Frekuensi Gambaran Pengetahuan Ibu di Wilayah Kerja Puskesmas Selawi Kabupaten Lahat Dukungan Suami Tidak Mendukung Mendukung Jumlah Jumlah Persentase (%) Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa dari 45 responden sebagian besar responden berpengetahuan cukup sebanyak 19 responden . ,2%), berpengetahuan kurang sebanyak 14 responden . ,1%) dan berpengetahuan baik sebanyak 12 responden . ,7%). Tabel 3. Distribusi Frekuensi Gambaran Pengetahuan Ibu di Wilayah Kerja Puskesmas Selawi Kabupaten Lahat Pengetahuan Ibu Kurang Cukup Baik Jumlah Jumlah Persentase (%) Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa dari 45 responden sebagian besar responden berpengetahuan cukup sebanyak 19 responden . ,2%), berpengetahuan kurang sebanyak 14 responden . ,1%) dan berpengetahuan baik sebanyak 12 responden . ,7%). Tabel 4 Distribusi Frekuensi Gambaran Dukungan Suami di Wilayah Kerja Puskesmas Selawi Kabupaten Lahat Dukungan Suami Tidak Mendukung Mendukung Jumlah Jumlah Persentase (%) Jurnal Bidan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 Desember 2024 https://journal-mandiracendikia. com/jbmc Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa dari 45 responden sebagian besar responden tidak mendapat dukungan dari suami sebanyak 27 responden . %) dan responden yang mendapatkan dukungan suami sebanyak 18 responden . %). Hasil Analisis Bivariat Penelitian ini dilakukan pada 45 responden. Analisis bivariat ini digunakan untuk mengetahui hubungan pendidikan ibu dengan minat memilih KB Implant di Wilayah Kerja Puskesmas Selawi Kabupaten Lahat yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 4. Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Minat Memilih KB Implant di Wilayah Kerja Puskesmas Selawi Kabupaten Lahat Pengetahuan Ibu Kurang Cukup Baik Total Minat Memilih KB Implant Tidak 12 85,7 16 84,2 33 73,3 12 26,7 Total 8,400 0,015 0,394 Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa dari 14 responden yang berpengetahuan kurang sebagian besar tidak berminat menggunakan KB Implant sebanyak 12 responden . ,7%) dan yang berminat menggunakan KB implant hanya 2 responden . ,3%). Dari 19 responden yang berpengetahuan cuku sebagian besar tidak berminat menggunakan KB implant sebanyak 16 responden . ,2%) dan yang berminat sebanyak 3 responden . ,8%). Sedangkan dari 12 responden yang berpengetahuan baik sebagian besar berminat memilih KB implant sebanyak 7 responden . ,3%) dan yang tidak memilih sebanyak 5 responden . ,7%). Hasil uji statistik Chi-Square (Continuity Correctio. didapat nilai N2 = 8,400 dengan p = 0,015 < = 0,05 hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu dengan minat memilih KB Implant di Wilayah Kerja Puskesmas Selawi Kabupaten Lahat. Hasil uji Contingency Coefficient didapat nilai C = 0,394 dengan p = 0,015 < = 0,05 berarti Nilai C tersebut di bandingkan dengan nila Cmax = 0,707 . arena nilai terendah dari baris atau kolom adalah . Karena nilai C jauh dengan nilai Cmax = 0,707 maka diperoleh kategori hubungan yang lemah. Tabel 7. Hubungan Dukungan Suami dengan Minat Memilih KB Implant di Wilayah Kerja Puskesmas Selawi Kabupaten Lahat Dukungan Suami Tidak mendukung Mendukung Total Minat memilih KB Implant Tidak 25 92,6 2 8 44,4 10 55,6 33 73,3 12 26,7 Total 12,803 0,000 0,471 Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa dari 27 responden yang tidak mendapat dukungan dari suami sebagian besar tidak berminat menggunakan KB Implant sebanyak 25 responden . ,6%) dan yang berminat menggunakan KB implant hanya 2 responden . ,4%). Jurnal Bidan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 Desember 2024 https://journal-mandiracendikia. com/jbmc Sedangkan dari 18 responden yang mendapat dukungan dari suami sebagian besar berminat menggunakan KB implant sebanyak 10 responden . ,6%) dan yang tidak berminat sebanyak 8 responden . ,4%). Hasil uji statistik Chi-Square (Continuity Correctio. didapat nilai N2 = 12,803 dengan p = 0,000 < = 0,05 hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan dukungan suami dengan minat memilih KB Implant di Wilayah Kerja Puskesmas Selawi Kabupaten Lahat tahun 2023. Hasil uji Contingency Coefficient didapat nilai C = 0,471 dengan p = 0,000 < = 0,05 berarti Nilai C tersebut di bandingkan dengan nila Cmax = 0,707 . arena nilai terendah dari baris atau kolom adalah . Karena nilai C jauh dengan nilai Cmax = 0,707 maka diperoleh kategori hubungan yang cukup. PEMBAHASAN Berdasarkan analisis univariat diketahui bahwa dari 45 responden sebagian besar responden tidak menggunakan KB implant sebanyak 33 responden . ,3%), dan responden yang menggunakan KB implant sebanyak 12 responden . ,7%). Dimana responde yang tidak menggunakan KB implant diantara nya sebanyak 22 responden pengguna KB Suntik dan 11 responden pengguna KB Pil. Diketahui bahwa dari 45 responden terdapat 12 responden . ,7%) berpengetahuan baik, terdapat 19 responden . ,2%) berpengetahuan cukup , dan 14 responden . ,1%) berpengetahuan kurang. Dari 45 responden terdapat 18 responden . %) yang mendapatkan dukungan suami dan sebanyak 27 responden . %) tidak mendapatkan dukungan suami. Penelitian ini sejalan dengan teori (Wahyuni, 2. yang menyatakan bahwa pengetahuan ibu akseptor KB dengan kurangnya minat menggunakan kontrasepsi implant dipengaruhi karena ibu tidak terlalu paham dan mengerti dengan manfaat atau kegunaan serta efek samping yang baik dari pemakaian kontrasepsi ini. Selain itu pemilihan kontrasepsi implant juga dipengarui oleh kurangnya dukungan suami yang diberikan pada saat pemilihan kontrasepsi, suami tidak sepenuhnya mendukung dan kurangnya pemahaman tentang efek samping dan kegunaan kontrasepsi implant sehingga ibu juga kurang minat dalam menggunakan kontrasepsi implant. Dukungan suami dalam KB merupakan bentuk nyata dari kepedulian dan tanggung jawab para pria. Suami yang merupakan kepala keluarga harus bijak dalam mengambil keputusan, baik keluarganya termasuk istrinya. Untuk memilih kontrasepsi yang akan digunakan seorang wanita . tentunya sangat membutuhkan pendapat dan dukungan dari pasangannya . Dukungan suami biasanya berupa perhatian dan memberikan rasa nyaman serta percaya diri dalam mengambil keputusan tersebut dalam pemilihan alat kontrasepsi. Kurangnya dukungan suami yang diberikan akan mempengaruhi kepercayaan diri istri untuk memilih kontrasepsi yang ingin digunakan (Pinamangun et al. Berdasarkan analisis bivariate diketahui bahwa dari 14 responden yang berpengetahuan kurang sebagian besar tidak berminat menggunakan KB Implant sebanyak 12 responden . ,7%) hal ini disebabkan karena sebagian besar responden berpendidikan rendah (SD dan SMP) sehingga kurang mendapatkan informasi tentang kontrasepsi implant selain hal ini juga mempengaruhi daya tanggap responden yang kurang terhadap informasi yang diterimanya. Dan yang berminat menggunakan KB implant hanya 2 responden . ,3%). Hal ini disebabkan karena faktor lain yaitu adanya dukungan dari suami dalam menggunakan alat kontrasepsi Hasil uji statistik Chi-Square (Continuity Correctio. didapat nilai N2 = 8,400 dengan p = 0,015 < = 0,05 hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu dengan minat memilih KB Implant di Wilayah Kerja Puskesmas Selawi Kabupaten Lahat tahun 2023. Hasil uji Contingency Coefficient didapat nilai C = 0,394 dengan p = 0,015 < = 0,05 berarti Jurnal Bidan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 Desember 2024 https://journal-mandiracendikia. com/jbmc Nilai C tersebut di bandingkan dengan nila Cmax = 0,707 . arena nilai terendah dari baris atau kolom adalah . Karena nilai C jauh dengan nilai Cmax = 0,707 maka diperoleh kategori hubungan yang lemah. Hal ini dikarenakan ada faktor lain yaitu dukungan suami dan Hal ini sesuai dengan pernyataan (Ridhani & Qariati, 2. , yang menyataan bahwa pengetahuan pasangan usia subur tentang kontrasepsi implan adalah salah satu faktor dalam pemilihan pemakaian alat kontrasepsi impaln, pengetahuan memiliki hubungan yang signifikan dengan penggunaan alat kontrasepsi, semakin baik pengetahuan seseorang tentang alat kontrasepsi semakin rasional dalam menggunakan alat kontrasepsi. Hal yang sama diungkapkan (Sarpini et al. , 2. , bahwa pengetahuan tentang keluarga berencana dan kontrasepsi menjadi salah satu faktor esensial efektifitas penggunaan alat Pengetahuan ibu tentang alat kotraspsi implant mempengaruhi penggunaan terhadapa alat kontrasepsi implant. Kurangnya pengetahuan akseptor tentang implant menyebabkan semakin rendah pula pemakaian kontrasepsi implant. Berdasarkan analisis bivariate diketahui bahwa dari 27 responden yang tidak mendapat dukungan dari suami sebagian besar tidak berminat menggunakan KB Implant sebanyak 25 responden . ,6%) hal ini disebabkan karena responden maupun suami kurang mendapatkan akses informasi tentang alat kontrasepsi implant, sehingga dalam mengambil keputusan responden lebih mengutamakan kepada keputusan suami sebagai kepala keluarga. Dan yang berminat menggunakan KB implant hanya 2 responden . ,4%). Hasil uji statistik Chi-Square (Continuity Correctio. didapat nilai N2 = 12,803 dengan p = 0,000 < = 0,05 hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan dukungan suami dengan minat memilih KB Implant di Wilayah Kerja Puskesmas Selawi Kabupaten Lahat. Hasil uji Contingency Coefficient didapat nilai C = 0,471 dengan p = 0,000 < = 0,05 berarti Nilai C tersebut di bandingkan dengan nila Cmax = 0,707 . arena nilai terendah dari baris atau kolom adalah . Karena nilai C jauh dengan nilai Cmax = 0,707 maka diperoleh kategori hubungan yang cukup. Hal ini sesuai dengan pernyataan (Widayati et al. , 2. Dukungan suami dalam KB merupakan bentuk nyata dari kepedulian dan tanggung jawab para pria. Suami yang merupakan kepala keluarga harus bijak dalam mengambil keputusan, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi anggota keluarganya termasuk istrinya. Untuk memilih kontrasepsi yang akan digunakan, seorang wanita . tentunya sangat membutuhkan pendapat dan dukungan dari pasangannya . SIMPULAN DAN SARAN Dari 45 responden terdapat 33 responden . ,3%) tidak berminat memilih KB implant dan 12 responden . ,7%) yang berminat memilih KB implant. Dari 45 responden terdapat 19 responden . ,2%) berpengetahuan cukup, 14 responden . ,1%) berpengetahuan kurang dan 12 responden . ,7%) berpengetahuan baik. Dari 45 responden terdapat 27 responden . %) tidak mendapat dukungan dari suami dan 18 responden . %) mendapatkan dukungan suami. Terdapat hubungan pengetahuan ibu dengan minat memilih KB Implant di Wilayah Kerja Puskesmas Selawi Kabupaten Lahat kategori hubungan lemah dan terdapat hubungan dukungan suami dengan minat memilih KB Implant di Wilayah Kerja Puskesmas Selawi Kabupaten Lahat dengan kategori keeratan hubungan DAFTAR PUSTAKA