Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat p-ISSN: 2797-9407, e-ISSN: 2797-9423 Volume 5, nomor 3, 2025, hal. Doi: https://doi. org/10. 53299/bajpm. Peta Cerita Visual Sebagai Media Dokumentasi Potensi dan Budaya Lokal Desa Pangkoh Hilir Kevin Mile Damanik. Novita Maria. Kheizia Wulandari. Alpan Turnip. Samka. Gladis Ovilia. Ramlah*. Selpia. Ripan Ihsan Maula. Dewi Utari. Tri Wulandari. Aprilina Karyn Maharani. Ramina Sudak. Ratna Sari. Betrixia Barbara Universitas Palangka Raya. Palangka Raya. Indonesia *Coresponding Author: kkn147pangkohhilir@gmail. Dikirim: 01-09-2025. Direvisi: 07-09-2025. Diterima: 08-09-2025 Abstrak: Desa Pangkoh Hilir memiliki potensi besar dalam bidang pertanian, fasilitas publik, dan warisan budaya lokal. Namun, informasi tersebut masih tersebar dan belum terdokumentasi secara sistematis, sehingga kurang dimanfaatkan sebagai sarana edukasi maupun promosi desa. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) melalui program Jelajah Lewu: Peta Cerita dilaksanakan untuk merespons kebutuhan tersebut dengan tujuan mendokumentasikan sekaligus memperkenalkan potensi desa secara partisipatif. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, wawancara dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat, pengumpulan data sekunder, serta visualisasi spasial menggunakan aplikasi digital seperti ArcGIS StoryMaps. Google Earth Pro, dan Canva. Hasil kegiatan berupa peta cerita yang menampilkan 14 titik penting, termasuk komoditas pertanian unggulan, fasilitas publik, serta situs budaya Sandung dan makam Damang Rambang. Peta cerita berfungsi tidak hanya sebagai media dokumentasi, tetapi juga sebagai alat perencanaan pembangunan, promosi desa wisata, dan penguatan identitas budaya masyarakat, sehingga program ini berkontribusi nyata dalam mendorong pengembangan desa berkelanjutan melalui integrasi teknologi digital dan kearifan lokal. Kata Kunci: Kuliah Kerja Nyata. Peta Cerita. Pemetaan. Potensi Desa. Pengabdian Masyarakat Abstract: Pangkoh Hilir Village has great potential in agriculture, public facilities, and local cultural heritage. However, this information is still scattered and has not been systematically documented, so it is underutilized as a means of education and promotion for the village. The Community Service Program (KKN) through the Jelajah Lewu: Peta Cerita program was carried out to respond to these needs with the aim of documenting and introducing the village's potential in a participatory manner. The implementation methods included field observations, interviews with village officials and community leaders, secondary data collection, and spatial visualization using digital applications such as ArcGIS StoryMaps. Google Earth Pro, and Canva. The results of the activity are story maps that display 14 important points, including leading agricultural commodities, public facilities, and the cultural sites of Sandung and the Damang Rambang tomb. The story maps serve not only as a medium for documentation but also as a tool for development planning, promoting tourism villages, and strengthening the cultural identity of the community, so that this program contributes significantly to encouraging sustainable village development through the integration of digital technology and local wisdom. Keywords: Community Service Program. Story Map. Mapping. Village Potential. Community Engagement @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Damanik dkk. Peta Cerita Visual Sebagai Media Dokumentasi Potensi dan Budaya LokalA PENDAHULUAN Perguruan Tinggi merupakan lembaga yang bertanggung jawab untuk menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran dengan cara ilmiah dan memiliki tanggung jawab untuk mencapai misi meningkatkan kehidupan bangsa melalui program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Naser et al. Salah satu bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma adalah kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh siswa dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata (KKN). KKN adalah kegiatan intrakurikuler yang memadukan pelaksanaan Tri Dharma dengan metode pemberian pengalaman belajar sekaligus membantu mahasiswa dalam kegiatan pemberdayaan Masyarakat (Syardiansah, 2. Melalui KKN, mahasiswa memiliki kesempatan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang mereka pelajari di kampus ke dunia nyata dengan terlibat secara langsung, berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai lapisan masyarakat, dan memahami tantangan yang dihadapi orang-orang di sekitar mereka (Kholish et al. Dalam mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat, salah satu instrumen penting yang dapat digunakan adalah peta. Peta, menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2013 tentang Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang, adalah gambaran unsur-unsur alam dan buatan manusia yang berada pada suatu bidang datar dengan skala tertentu (Ariyantoro et al. , 2. Peta tidak hanya sekadar alat untuk menunjukkan lokasi, tetapi juga menjadi media komunikasi yang efektif dalam menyampaikan data dan analisis geografis yang dapat membantu pemerintah maupun perencana dalam proses pengambilan keputusan pembangunan (Ariyantoro et al. Oleh karena itu, pemetaan menjadi langkah krusial dalam mengidentifikasi potensi yang dimiliki suatu wilayah. Sumber daya lahan dan sumber daya manusia, yang bertanggung jawab atas perekonomian suatu desa, harus disertakan dalam peta untuk menunjukkan potensi desa tersebut (Amaru et al. , 2. Seiring perkembangan zaman, fungsi peta tidak lagi terbatas sebagai alat navigasi, tetapi juga berkembang menjadi media kreatif yang mampu menyajikan informasi secara naratif. Salah satu inovasi tersebut adalah peta cerita. Story map adalah kumpulan peta digital yang menampilkan data tempat, lokasi, atau geografis (Putra & Aditya, 2. Pada dasarnya, peta cerita adalah bentuk visualisasi informasi yang menggabungkan data spasial dengan narasi, gambar, maupun elemen multimedia sehingga mampu menyampaikan kisah dan potensi suatu wilayah secara lebih menarik, mudah dipahami, dan informatif. Pemanfaatan story map juga memungkinkan penyajian konteks geografis yang melatarbelakangi suatu cerita, sehingga audiens dapat lebih mudah memahami hubungan antara lokasi dengan informasi yang disampaikan (Harpudiansyah et al. , 2. Desa sebagai entitas terkecil dalam pemerintahan nasional memiliki peran strategis dalam pembangunan, sebab menyimpan beragam potensi baik sumber daya alam, sosial, maupun ekonomi (Khoiriah & Meylina, 2. Pemetaan potensi desa menjadi sangat penting agar perencanaan pembangunan dapat disusun berdasarkan kondisi nyata serta potensi lokal yang ada. Pada skala desa, pemetaan mampu menghasilkan data komprehensif mengenai sumber daya alam, sosial, ekonomi, dan budaya yang dapat dikembangkan secara optimal untuk mendukung kemandirian desa (Ananda, 2. @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Damanik dkk. Peta Cerita Visual Sebagai Media Dokumentasi Potensi dan Budaya LokalA Proses perencanaan yang efektif akan menghasilkan pelaksanaan program yang tepat, yang pada gilirannya akan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa (Yuliyanto et al. , 2. Pemetaan potensi desa ini relevan untuk diterapkan di Desa Pangkoh Hilir yang secara administratif berdiri sejak tahun 1979, dengan luas wilayah 30,18 kmA dan tipologi campuran yang didominasi sektor agraris. Komoditas utama desa meliputi karet, padi unggul, padi sawah, durian, dan kayu Sebagian besar penduduk bermata pencaharian sebagai petani, sementara sebagian lainnya bekerja sebagai pegawai negeri, pedagang, maupun karyawan Selain potensi pertanian. Desa Pangkoh Hilir juga memiliki kekayaan budaya berupa sandung berusia ratusan tahun dan makam Damang Rambang sebagai tokoh Keberadaan pasar mingguan, sarana pendidikan, kesehatan, serta akses transportasi juga menjadi modal sosial yang memperkuat perkembangan desa. Sehubungan dengan hal tersebut, tujuan dari artikel ini adalah untuk menggambarkan potensi Desa Pangkoh Hilir melalui pendekatan peta cerita. Artikel ini diharapkan dapat membantu pembaca memahami berbagai sumber daya dan keunikan desa dengan cara yang lebih mudah dipahami, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat desa terhadap kekayaan yang mereka miliki agar lebih aktif dalam menjaga dan mengembangkannya. Selain itu, peta cerita ini diharapkan dapat menjadi alat yang berguna bagi warga desa, pemerintah, dan pihak terkait lainnya dalam merencanakan pembangunan yang tepat sasaran dan berkelanjutan, serta berfungsi sebagai dokumentasi yang dapat menjadi panduan untuk memajukan desa di masa mendatang. KAJIAN TEORI Penelitian mengenai pemetaan potensi desa telah banyak dilakukan dan memberikan gambaran penting terkait strategi pengembangan berbasis potensi lokal (Natasari et al. , 2. Dalam penelitiannya di Desa Sidoharjo. Kecamatan Samigaluh. Kulon Progo, menunjukkan bahwa pemetaan potensi desa mampu mengidentifikasi berbagai sumber daya alam, seperti wisata alam, perkebunan, perikanan, dan Hasil kajian tersebut mengungkapkan bahwa Desa Sidoharjo memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi desa wisata. Namun, keterbatasan dana, minimnya fasilitas pendukung, serta kurangnya koordinasi antara pengelola wisata dengan pemerintah desa dan BUMDes menjadi kendala dalam pengelolaan potensi yang masih belum optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh (Srirejeki et al. , 2. di Desa Pliken juga menunjukkan peran penting pemetaan potensi desa dalam memperkuat kinerja Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. Fokus utama program ini adalah pemetaan aset desa, meningkatkan kemampuan manajemen BUMDes, dan memperkuat jejaring antar BUMDes. Pemetaan dilakukan menggunakan pendekatan Asset Based Community-Driven Development (ABCD), yang mengutamakan pengembangan berbasis kekuatan masyarakat dengan menginvestasikan aset lokal. Melalui diskusi kelompok terarah bersama masyarakat, diperoleh peta potensi desa yang mencakup potensi individu, organisasi, dan institusi lokal. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa masyarakat memiliki beragam keahlian dan kelompok yang solid, sementara BUMDes berpotensi menjadi penggerak utama ekonomi desa. Temuan ini menegaskan bahwa BUMDes tidak hanya berfungsi sebagai pengelola @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Damanik dkk. Peta Cerita Visual Sebagai Media Dokumentasi Potensi dan Budaya LokalA usaha, tetapi juga sebagai agen pemasaran produk unggulan serta sarana kolaborasi untuk memperkuat jejaring antar-desa. Studi lain yang dilakukan oleh (Sulistyono et al. , 2. di Desa Kanigoro. Kecamatan Saptosari. Kabupaten Gunung Kidul, menunjukkan bahwa pemetaan potensi desa sangat penting untuk pembangunan pariwisata berbasis budaya. Studi tersebut menunjukkan bahwa desa dengan sumber daya alam dan budaya yang kuat dapat meningkatkan daya tarik wisata dengan menggunakan strategi promosi digital. Strategi ini terbukti berhasil dalam memperluas jangkauan promosi, terutama dalam menarik wisatawan generasi muda. Selain itu, integrasi pengelolaan pariwisata dengan kearifan lokal menjadi faktor penting untuk menjaga kelestarian seni, tradisi, dan warisan budaya agar tetap relevan sekaligus berdaya saing dengan destinasi wisata Studi sebelumnya menunjukkan bahwa pemetaan potensi desa sangat penting sebagai bagian dari perencanaan pembangunan, terutama dalam hal mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Keberhasilan pemetaan sangat dipengaruhi oleh kualitas pengelolaan, koordinasi kelembagaan, serta dukungan fasilitas yang memadai. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat melalui program pemetaan potensi desa menjadi relevan untuk memperkuat arah pembangunan desa yang partisipatif, mandiri, dan berkelanjutan. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN Pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Desa Pangkoh Hilir. Kecamatan Pandih Batu. Kabupaten Pulang Pisau. Kalimantan Tengah. Program ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), yaitu metode penelitian yang menekankan keterlibatan aktif masyarakat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan, sehingga mendorong lahirnya pemberdayaan yang berkelanjutan (Siswadi & Syaifuddin, 2. Dengan pendekatan ini, masyarakat tidak diperlakukan sebagai objek penelitian, melainkan sebagai subjek yang berperan langsung dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan. Kegiatan pengabdian KKN berlangsung pada 16 Juli Ae 18 Agustus 2025. Subjek kegiatan adalah masyarakat Desa Pangkoh Hilir, khususnya kepala desa dan perangkat desa sebagai pengambil keputusan, serta tokoh adat dan tokoh masyarakat sebagai sumber informasi sejarah dan kearifan lokal. Keterlibatan berbagai unsur masyarakat ini memungkinkan proses identifikasi, pengumpulan informasi, hingga validasi peta cerita dilakukan secara lebih akurat, partisipatif, dan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Metode pelaksanaan dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu: Observasi Lapangan Pengamatan dilakukan secara langsung terhadap kondisi geografis, potensi pertanian, aktivitas masyarakat, serta sarana dan prasarana desa. Observasi ini bertujuan untuk memperoleh gambaran umum mengenai desa. Wawancara Informasi diperoleh melalui wawancara dengan kepala desa, perangkat desa, dan tokoh masyarakat untuk memahami sejarah, kondisi sosial, serta potensi desa yang @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Damanik dkk. Peta Cerita Visual Sebagai Media Dokumentasi Potensi dan Budaya LokalA Pengumpulan Data Sekunder Data pendukung dikumpulkan berupa profil desa, data pertanian, serta catatan lain dari pemerintah desa maupun sumber terpercaya lainnya. Pengolahan dan Analisis Data Untuk menemukan potensi utama desa, data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan disusun dalam format yang terstruktur. Hasil analisis kemudian dipadukan dengan narasi sejarah, sosial, dan pertanian desa. Penyusunan Peta Cerita Informasi yang telah diolah divisualisasikan ke dalam bentuk peta cerita . tory Proses pembuatan dilakukan dengan memanfaatkan berbagai aplikasi digital seperti ArcGIS StoryMaps untuk menyusun alur cerita berbasis peta. Google Earth Pro dan SAS Planet untuk memperoleh citra serta tampilan spasial yang lebih detail, serta Canva untuk mempercantik desain visual agar lebih menarik dan informatif. Tahap Akhir Peta cerita yang telah disusun tidak langsung dicetak atau dipublikasikan, melainkan terlebih dahulu melalui proses validasi dengan kepala desa dan perangkat Proses ini dilakukan untuk memastikan isi peta benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan, tidak terdapat informasi yang keliru, serta melibatkan seluruh pihak dalam penyusunannya. Dengan demikian, hasil karya yang dihasilkan dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat maupun pengunjung desa, sekaligus menjadi sarana dokumentasi dan promosi yang berkelanjutan. IMPLEMENTASI KEGIATAN DAN PEMBAHASAN Hasil Sejarah Desa Desa Pangkoh Hilir merupakan salah satu desa yang relatif baru secara administratif, meskipun akar sejarahnya telah ada sejak awal tahun 1900-an dengan nama Kampung Pangkoh. Desa ini berada di Kecamatan Pandih Batu. Kabupaten Pulang Pisau. Kecamatan Pandih Batu dibentuk pada tahun 1977, dan dua tahun kemudian, tepatnya pada 18 Juli 1979, wilayah ini berubah nama menjadi Desa Pangkoh Hilir sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1979. Awalnya, terdapat tiga perkampungan terpisah, namun pada tahun 1995 terjadi penggabungan wilayah Pangkoh Tengah dan Pangkoh Hilir karena berkurangnya jumlah penduduk. Sejak saat itu, wilayah tersebut resmi dikenal dengan nama Desa Pangkoh Hilir. Letak dan Batas Wilayah Desa Pangkoh Hilir memiliki luas wilayah sebesar 30,18 kmA dengan letak geografis yang berbatasan langsung dengan beberapa desa di sekitarnya. Di sebelah utara berbatasan dengan Desa Pangkoh Hulu, sebelah timur berbatasan dengan Desa Sanggang dan Desa Belanti Siam, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Talio, serta sebelah barat berbatasan dengan Desa Pangkoh Sari dan Desa Talio Muara. Berdasarkan tipologi wilayah. Desa Pangkoh Hilir termasuk dalam kategori Desa Campuran dengan klasifikasi Desa Agraris, serta berstatus sebagai Desa Berkembang. Adapun komoditas unggulan yang menjadi potensi utama desa ini meliputi karet, padi unggul, padi sawah, durian, dan kayu sengon. @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Damanik dkk. Peta Cerita Visual Sebagai Media Dokumentasi Potensi dan Budaya LokalA Penggunaan Lahan Pembagian penggunaan lahan di Desa Pangkoh Hilir dapat dilihat pada tabel Tabel 1. Penggunaan Lahan Jenis Penggunaan Lahan Sawah Ladang Perkebunan Hutan Lahan Lain Luas (Hekta. Penggunaan lahan di Desa Pangkoh Hilir mencerminkan dominasi sektor agraris yang ditunjang oleh keberadaan sawah, ladang, perkebunan, dan hutan. Komposisi lahan yang beragam ini menunjukkan bahwa desa memiliki potensi besar dalam pengembangan pertanian, perkebunan, dan pemanfaatan hasil hutan, sekaligus membuka peluang untuk peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Jumlah Penduduk dan Mata Pencaharian Desa Pangkoh Hilir dihuni oleh 222 kepala keluarga dengan total 665 jiwa. Mayoritas penduduk bekerja di sektor pertanian. Rincian jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian di Desa Pangkoh Hilir dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 2. Jumlah Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian Jenis Pekerjaan Petani Pegawai Negeri Sipil Karyawan Swasta Pensiunan Pedagang/Wiraswasta Jumlah Penduduk Sarana dan Prasarana Desa Pangkoh Hilir memiliki sarana dan prasarana yang mendukung aktivitas masyarakat di berbagai bidang. Pada bidang pemerintahan dan keamanan, tersedia 1 kantor desa, 1 kantor kepolisian sektor (Polse. , 1 kantor pos, serta kantor camat. bidang kesehatan, desa ini memiliki 1 unit puskesmas yang menjadi pusat layanan kesehatan masyarakat. Fasilitas pendidikan terdiri dari kantor Dinas Pendidikan Kecamatan Pandih Batu, 1 gedung SD, dan 1 gedung SMP yang menunjang kebutuhan pendidikan dasar hingga menengah. Untuk sarana ibadah, terdapat 1 gereja yang digunakan masyarakat dalam kegiatan keagamaan. Selain itu, tersedia pula fasilitas pemakaman bagi umat Muslim dan Kristen sebagai bagian dari kebutuhan sosial Masyarakat desa. Sejarah dan Budaya Lokal Sandung Di desa ini terdapat peninggalan budaya berupa Sandung yang diperkirakan berusia 100Ae200 tahun. Sandung ini menjadi simbol penghormatan terhadap Ngabe Bira, leluhur dan pendiri Desa Pangkoh Hilir, sekaligus identitas budaya yang dijaga hingga kini. Makam Damang Rambang @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Damanik dkk. Peta Cerita Visual Sebagai Media Dokumentasi Potensi dan Budaya LokalA Desa ini juga memiliki situs bersejarah berupa makam Damang Rambang, damang pertama yang diangkat resmi oleh pemerintah kolonial Belanda. Beliau memimpin wilayah luas dari Muara Kahayan hingga Palangka Raya, dan hingga kini makamnya dijaga sebagai penghormatan atas jasa-jasanya. Gambar 1. Peta Cerita Pada Peta Cerita yang dibuat, dimuat sebanyak 14 spot penting yang ada di pangkoh hilir yaitu kantor camat Pandih Batu. Kantor Desa Pangkoh Hilir. Polsek Pandih Batu,Dinas Pendidikan Pandih Batu. SDN 1 Pangkoh Hilir. SMPN 1 Pandih Batu. Puskesmas Pangkoh. Kantor Pos Pangkoh. Gereja Kaharap. Sandung. Kuburan Islam. Kuburan Kristen. Lahan Pertanian, dan perkebunan. Pembahasan Peta cerita Pangkoh Hilir mempunyai peranan strategis dalam menggambarkan sekaligus mengangkat berbagai potensi yang dimiliki oleh desa ini, terutama dalam bidang perkebunan dan pertanian yang menjadi tulang punggung kehidupan Salah satu komoditas utama yang tergambar jelas dalam peta cerita ini adalah tanaman padi yang mendominasi lahan pertanian di desa. Dengan adanya peta cerita, potensi lahan sawah yang subur serta pola pengelolaan padi dapat dikenali dengan baik, sehingga memberikan gambaran yang terperinci mengenai peluang peningkatan produksi dan pengembangan agribisnis lokal. Pendekatan ini sesuai dengan temuan Natasari et al. , 2021 yang menyatakan bahwa pemetaan potensi desa mampu mengoptimalkan sumber daya alam yang ada. Selain potensi pertanian, peta cerita Pangkoh Hilir juga menginformasikan keberadaan berbagai fasilitas umum dan institusi penting yang menjadi pusat pelayanan dan aktivitas sosial di desa. Kantor camat Pandih Batu. Kantor Desa Pangkoh Hilir. Polsek Pandih Batu. Dinas Pendidikan Pandih Batu. SDN 1 Pangkoh Hilir. SMPN 1 Pandih Batu. Puskesmas Pangkoh. Kantor Pos Pangkoh. Gereja Kaharap. Sandung. Kuburan Islam. Kuburan Kristen. Lahan Pertanian, dan perkebunan tercantum secara visual dalam peta cerita. Keberadaan fasilitas-fasilitas ini memperkuat fungsi desa sebagai pusat pemerintahan dan layanan utama yang @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Damanik dkk. Peta Cerita Visual Sebagai Media Dokumentasi Potensi dan Budaya LokalA mendukung masyarakat, sekaligus menjadi titik rujukan dalam pengembangan sosial ekonomi desa. Peta cerita memudahkan penyebaran informasi lokasi fasilitas tersebut sehingga masyarakat dan pihak luar dapat mengenali struktur desa dengan lebih baik. Peta ini menjadi alat yang strategis dalam merancang program pembangunan dan kebijakan desa ke depan (Juli et al. , 2. Sejarah Desa Pangkoh Hilir sebagai salah satu desa tertua di Kecamatan Pandih Batu, dengan keberadaan Sandung sebagai warisan budaya leluhur, memiliki nilai strategis untuk dikembangkan sebagai desa wisata berbasis kearifan lokal. Potensi budaya ini bukan hanya menjadi simbol identitas masyarakat, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai daya tarik utama dalam mendukung sektor pariwisata pedesaan. Hal ini sejalan dengan temuan Sukri et al. , 2023 yang menjelaskan bahwa pemetaan dan pengembangan potensi desa, termasuk potensi budaya, dapat menjadi arah pembangunan berkelanjutan serta mendorong kemandirian masyarakat. Pengembangan pariwisata berbasis budaya di Desa Pangkoh Hilir berpotensi memberikan manfaat yang luas, baik secara ekonomi, sosial, maupun budaya. Dari sisi ekonomi, keberadaan desa wisata akan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, khususnya dalam sektor perdagangan, jasa, dan kerajinan lokal. Dari sisi sosial, kegiatan pariwisata dapat meningkatkan interaksi antarwarga serta memperkuat solidaritas dalam menjaga dan melestarikan tradisi. Sedangkan dari sisi budaya, pelestarian Sandung dan seni tradisi lain di desa ini akan semakin terjamin keberlanjutannya karena didukung oleh aktivitas pariwisata yang berkelanjutan. Lebih lanjut, pemanfaatan platform digital memiliki peran penting dalam memperluas promosi desa wisata. Media digital dapat menjadi sarana untuk menjangkau wisatawan generasi muda yang cenderung lebih responsif terhadap informasi berbasis teknologi. Hal ini juga membuka peluang kolaborasi dengan pihak badan pengelola wisata untuk turut serta dalam mendukung keberlanjutan seni tradisi dan warisan budaya di Desa Pangkoh Hilir (Sulistiyono dkk. , 2. Dengan demikian, integrasi antara potensi budaya lokal dan pemanfaatan teknologi digital akan menjadi strategi efektif dalam menjadikan Desa Pangkoh Hilir sebagai salah satu destinasi wisata berbasis budaya yang berdaya saing. Dengan demikian, peta cerita tidak hanya menjadi media dokumentasi, tetapi juga sarana komunikasi dan perencanaan strategis yang melibatkan seluruh elemen Melalui penggambaran potensi pertanian dan keberadaan fasilitas penting, peta cerita Pangkoh Hilir memperkuat kesadaran warga terhadap sumber daya lokal mereka serta membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah maupun pelaku usaha dalam pengembangan desa yang berkelanjutan. Pendekatan ini sejalan dengan hasil penelitian Natasari dkk. yang menegaskan bahwa pemetaan potensi desa sangat penting untuk mendorong partisipasi masyarakat dan optimalisasi sumber daya demi kemajuan desa secara menyeluruh. KESIMPULAN Peta cerita Pangkoh Hilir memiliki peranan penting dalam mengangkat dan memetakan berbagai potensi desa, khususnya di bidang pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber utama penghidupan masyarakat, dengan tanaman padi sebagai komoditas dominan. Keberadaan peta cerita ini memberi gambaran yang rinci mengenai lahan pertanian subur serta pola pengelolaan yang dapat dijadikan dasar pengembangan agribisnis lokal. Selain itu, peta cerita juga berhasil menginformasikan @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Damanik dkk. Peta Cerita Visual Sebagai Media Dokumentasi Potensi dan Budaya LokalA keberadaan fasilitas publik dan institusi penting, yang memperkuat fungsi desa sebagai pusat layanan sekaligus mendukung kegiatan sosial ekonomi warga. Ditambah lagi, nilai sejarah dan budaya yang dimiliki desa, seperti keberadaan Sandung, memberikan potensi besar untuk pengembangan desa wisata berbasis kearifan lokal yang dapat mendatangkan manfaat ekonomi, sosial, dan budaya. Integrasi antara potensi budaya dan pemanfaatan teknologi digital menjadi strategi penting dalam menjadikan Pangkoh Hilir sebagai destinasi wisata yang kompetitif dan berkelanjutan. UCAPAN TERIMA KASIH Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa Pangkoh Hilir beserta perangkat atas kerja sama dan dukungan yang diberikan sehingga kegiatan penyusunan peta cerita dapat terlaksana dengan baik. Selain itu, kami juga berterima kasih kepada tokoh adat, tokoh masyarakat, dan seluruh warga Desa Pangkoh Hilir yang telah berpartisipasi dan memberikan informasi berharga dalam kegiatan ini. Semoga hasil dari program pengabdian ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Pangkoh Hilir serta menjadi sarana dokumentasi dan promosi yang berkelanjutan. DAFTAR PUSTAKA